Tag: jamur

  • Tanaman Hias Bisa Layu gegara Sering Disiram Air, Ini 4 Cirinya


    Jakarta

    Tanaman hias perlu disiram air agar bisa tumbuh subur. Air juga dapat membantu tanaman agar bisa fotosintesis, menjaga struktur sel tanaman, dan menjaga kelembapan tanah.

    Namun, tidak semua tanaman hias perlu disiram air secara rutin. Ada sejumlah tanaman yang justru bisa cepat layu dan membusuk akibat terlalu sering disiram.

    Kalau tanaman hias milikmu sudah layu tentu tidak akan terlihat cantik lagi untuk dipajang di rumah sehingga perlu diganti dengan tanaman yang baru dan segar.


    Ingin tahu ciri-ciri tanaman layu akibat terlalu sering disiram air? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Tanda-tanda Tanaman Hias Layu karena Sering Disiram

    Ada sejumlah tanda-tanda pada tanaman ketika sudah mulai layu dan membusuk akibat terlalu sering disiram air. Dilansir dari situs Southern Living, berikut ciri-cirinya:

    1. Tumbuh Jamur

    Ciri-ciri yang pertama adalah tumbuh jamur di tanaman dan permukaan tanah. Selain jamur, biasanya muncul juga lumut pada tanaman yang terlalu sering disiram air.

    2. Daun Berguguran

    Tanaman yang terlalu sering disiram air bisa menyebabkan daun cepat gugur sebelum waktunya. Jika pemilik tanaman menemukan banyak daun berguguran di halaman rumah, maka bisa menandakan kalau tanaman terlalu sering disiram.

    3. Daun Berwarna Kuning

    Selain gugur, ciri-ciri lainnya adalah daun tanaman mulai menguning, terutama pada daun yang terletak di bagian bawah tanaman. Kondisi ini disebabkan karena tanaman terlalu banyak menyerap air.

    “Hal ini terjadi karena akar tidak dapat menyerap cukup oksigen akibat kelebihan air, sehingga menimbulkan kekurangan nutrisi,” kata ahli hortikultura di Jackson & Perkins, Laura Root.

    4. Batang Membusuk

    Tanda-tanda lain yang bisa dilihat yakni pada batang tanaman. Jika batang terasa lunak, lembek, dan berwarna lebih gelap dari biasanya, maka bisa jadi terserang infeksi jamur atau mengalami pembusukan akar. Batang tanaman yang membusuk juga dapat mengeluarkan bau tidak sedap.

    Dampak Menyiram Tanaman Secara Berlebihan

    Terlalu sering menyiram tanaman tak hanya bikin cepat layu dan membusuk. Laura mengatakan ada beberapa dampak lain yang ditimbulkan jika terlalu sering menyiram tanaman, salah satunya memengaruhi nutrisi tanah.

    “Menyiram tanaman secara berlebihan dapat menghilangkan nutrisi penting dari tanah, sehingga tanaman kekurangan mineral yang dibutuhkan untuk tumbuh subur,” ujarnya.

    Selain itu, kondisi tanah yang selalu basah dapat menjadi padat sehingga mengurangi kemampuannya untuk mengalirkan air dengan baik. Kondisi ini bisa membuat akar tanaman jadi terhambat untuk tumbuh subur.

    Laura menyebut tanaman yang terlalu sering disiram juga dapat diserang oleh jamur, lumut, dan hama. Alhasil, tanaman jadi cepat layu dan tidak terlihat indah lagi.

    “Kondisi tanaman yang basah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan hama seperti jamur dan agas, mereka dapat tumbuh subur dalam kondisi lembap dan basah,” pungkas Laura.

    Itulah ciri-ciri tanaman hias layu akibat terlalu sering disiram air. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Lumut Bisa Jadi Penyebab Kamar Mandi Bau, Begini Cara Membersihkannya


    Jakarta

    Tanda kamar mandi kotor salah satunya adalah muncul lumut berbentuk noda coklat kehitaman. Biasanya lumut ini muncul pertama kali di area yang lembap seperti pojokan kamar mandi atau di siku-siku lantai.

    Keberadaan lumut dapat menyebabkan kamar mandi berbau karena di sana tempat berkembang biak bakteri. Selain itu, lumut dapat membuat lantai menjadi lebih licin dan bisa berbahaya bagi penggunanya. Lalu, dari segi tampilan juga tidak begitu bagus dipandang karena terkesan kotor dan jorok.

    Penyebab kamar mandi berlumut cukup beragam, bisa karena jarang dibersihkan, sirkulasi udara di dalam kamar mandi yang buruk, dan kondisi kamar mandi yang lembap.


    Cara untuk mengatasi pertumbuhan lumut adalah dengan membersihkan kamar mandi secara teratur, bukan hanya saat lumut tersebut muncul. Apabila sudah ditemukan aktivitas lumut, dilansir Bathroom City, berikut cara membersihkannya.

    Cara Bersihkan Lumut di Kamar Mandi

    Membersihkan lumut di kamar mandi ternyata bisa menggunakan bahan sederhana dan mudah didapat. Dilansir situs Better Homes and Gardens, berikut cara-caranya:

    1. Cairan Pemutih

    Cairan pemutih biasanya digunakan untuk membersihkan noda pada pakaian. Ternyata ada manfaat lain dari cairan ini, yakni bisa untuk membersihkan lumut. Cara menggunakannya dengan mencampurkan larutan pemutih dan air bersih dengan perbandingan 50:50. Setelah itu, siram ke area di kamar mandi yang terdapat lumut.

    Tunggu sekitar 5-10 menit, kemudian bersihkan lumut menggunakan sikat berbulu secara perlahan. Pastikan ketika menyiram dan menyikat selalu pakai pelindung tangan seperti sarung tangan agar tangan tidak kasar dan berkerut. Gosok hingga setiap sudut kamar mandi bebas dari lumut. Terakhir, bilas seluruh kamar mandi dengan air.

    Cairan pemutih juga bisa digunakan untuk membersihkan lumut di wastafel, gayung, dan pancuran air. Perlu diingat, pastikan pintu dan jendela kamar mandi dalam posisi terbuka saat membersihkannya karena bau pemutih yang cukup kuat. Khawatir jika tidak ada pertukaran udara di dalam kamar dapat menyebabkan pusing dan mual.

    2. Cuka Putih

    Bahan kedua yang bisa digunakan adalah cuka putih. Cara pakainya juga mudah, cukup menuangkan cuka ke area yang terdapat lumut di kamar mandi, lalu diamkan selama 10-15 menit. Setelah itu, bersihkan lumut dengan spons atau kain lap.

    Jika lumut sulit dihilangkan, kamu dapat menggosok lebih keras dengan sikat berbulu. Apabila sudah selesai, bisa langsung dibilas dengan air bersih agar sisa lumut bisa terbuang ke saluran air.

    3. Boraks

    Boraks atau natrium tetraborat adalah mineral putih berbentuk bubuk yang telah digunakan sebagai produk pembersih selama beberapa dekade. Kegunaannya di antaranya membersihkan noda, jamur, dan lumut, membunuh serangga seperti semut, ditemukan dalam detergen dan pembersih rumah tangga untuk membantu memutihkan dan menghilangkan kotoran, hingga dapat menetralkan bau dan melunakkan air sadah.

    Untuk cara penggunaannya dengan mencampurkan satu cangkir boraks ke dalam wadah berisi tiga liter air hangat. Setelah itu aduk sampai merata. Tuang larutan tersebut ke dalam botol dan semprot ke area berlumut di kamar mandi. Gunakan sikat kawat, spons, atau kain lap untuk membersihkan lumut yang sulit hilang. Agar lebih aman, gunakan sarung tangan saat membersihkan lumut dengan cairan boraks bagi kulit yang sensitif.

    Demikian tiga cara ampuh membersihkan lumut di kamar mandi dengan mudah dan cepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Diamkan Cucian Basah Terlalu Lama, Bisa Timbul Jamur!



    Jakarta

    Salah satu kebiasaan ketika menggunakan mesin cuci yang ternyata salah adalah tidak mengeluarkan cucian bersih setelah selesai. Baju didiamkan berjam-jam di dalam mesin cuci dan tidak langsung dijemur.

    Dilansir dari situs Apartment Therapy, pemilik perlengkapan linen dari Pioneer Linens Marisa Murphy menganjurkan setiap pakaian yang sudah selesai dicuci agar segera di jemur. Meninggalkan pakaian bersih di dalam mesin cuci lebih dari 8 jam akan menyebabkan pakaian berbau.

    “Jika meninggalkan pakaian basah, bau tak sedap dapat muncul, bahkan sebelum dicuci,” kata Murphy seperti yang dikutip detikcom, pada Minggu (21/9/2025).


    Pakaian basah harus langsung dijemur dengan cara digantung agar terkena udara dan membantu mencegah pakaian berjamur.

    Apabila terlanjur menemukan pakaian berbau tak sedap setelah didiamkan di dalam mesin cuci beberapa jam, sebaiknya dicuci ulang untuk menghentikan pertumbuhan jamur.

    Ketika mencuci, jangan memasukkan terlalu banyak pakaian dalam sekali pencucian. Terlalu banyak pakaian justru mempersulit mesin cuci untuk berputar, bergerak, dan meresap detergen. Risikonya akan ada beberapa pakaian yang tetap bau karena tidak dibersihkan dengan maksimal.

    Selain itu, jika kamu sering membiarkan cucian basah di mesin cuci dalam beberapa jam juga akan merusak mesin cuci itu sendiri. Mesin tidak akan bisa ‘bernapas’ karena kelembapan yang berlebih dalam jangka waktu yang lama.

    Itulah alasan pakaian yang habis dicuci harus langsung dijemur, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Kitchen Set Kayu Bisa Berjamur dan Ambruk



    Jakarta

    Kitchen set merupakan lemari penyimpanan di dapur yang umumnya dipasang di atas dan di bawah kompor. Kitchen set menjadi unsur yang penting di dapur dan harus dirawat dengan baik.

    Saat memasang kitchen set pastikan bahan yang dipakai tahan terhadap kelembapan karena dapur merupakan salah satu ruangan yang mudah sekali lembap. Sumber kelembapan ini berasal dari tidak adanya ventilasi untuk mengurangi kelembapan di dapur, adanya kebocoran pipa yang menyebabkan sekitar kitchen set lembap dan basah, dan terpapar uap saat memasak menurut JMT Kitchens and Bedrooms.

    Kelembapan tersebut dapat memicu pertumbuhan jamur. Tanda kitchen set telah ditumbuhi jamur adalah muncul noda berwarna, seperti putih, coklat, hijau, hingga hitam dengan serabut halus di permukaannya.


    Bahan yang biasa berjamur adalah kayu. Apabila didiamkan, jamur dapat membuat kualitas kayu menurun, bahayanya jika kitchen set sampai rusak atau ambruk pada saat kamu tengah memasak di dapur. Selain berjamur, material dari kayu juga rawan jadi sasaran rayap sehingga perawatannya harus ekstra jika ingin membuat kitchen set dari kayu.

    Beruntungnya masalah ini sebenarnya sudah ada solusinya. Banyak produsen kayu melapisi material tersebut dengan cat khusus yang bisa melindungi kayu dari jamur dan rayap sehingga tahan lama.

    Bahan Kitchen yang Aman dari Jamur

    Saat ini sudah terdapat berbagai jenis material kitchen set yang tersedia. Hasilnya pun tidak kalah menarik dari kitchen set kayu. manajer FurnitureMu, Sidiq, menyarankan untuk memilih material seperti PVC board dan aluminium yang lebih tahan terhadap jamur.

    “Untuk bahan PVC board dan aluminium cocok digunakan bagi konsumen yang tidak ingin memiliki masalah dengan jamur dan rayap, namun dari segi harga juga berbeda. Bahan dari PVC board dinilai lebih mahal dari kedua bahan yang lain,” sebutnya saat dihubungi detikProperti pada Selasa (21/5/2024).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tunggu Bau Apek, Begini Waktu Ideal Mencuci Handuk



    Jakarta

    Penghuni rumah masih ingat enggak kapan terakhir kali mencuci handuk? Ternyata handuk itu harus rutin dicuci, lho.

    Handuk sering digunakan penghuni rumah untuk mengeringkan tubuh setelah mandi. Benda ini kerap kali dalam keadaan basah, lalu kering kembali. Nah, penghuni rumah perlu mencuci handuk untuk menjaga kebersihan.

    Lalu, seberapa sering handuk perlu dicuci ya?


    Dilansir dari Real Simple, ahli laundry dan mantan ilmuwan utama Tide & Downy Mary Johnson mengatakan handuk harus sering dicuci. Biasanya handuk bisa dipakai untuk mandi sebanyak 3-4 kali sebelum akhirnya dicuci.

    Namun, intensitas itu dalam keadaan normal, yakni handuk dibiarkan hingga kering lagi setelah dipakai. Jika penghuni tak ingat sudah menggunakan handuk berapa kali, indikatornya adalah bau apak dari handuk.

    “Bau dapat disebabkan oleh jamur yang tidak terlihat oleh mata telanjang, tetapi tidak dengan hidung kita,” kata Mary Johnson, dikutip dari Real Simple.

    “Jika handuk Anda terlihat bersih tetapi masih berbau tidak sedap, berarti handuk tersebut tidak benar-benar bersih,” tambahnya.

    Di sisi lain, Johnson menjelaskan handuk harus sering dicuci karena bisa menjadi tempat berkembangnya kuman hingga bakteri. Handuk yang kotor pun membuat pengguna berisiko mengalami jerawat dan infeksi.

    “Tubuh kita terus menerus memproduksi keringat, garam, sebum, dan sel-sel kulit, dan sebagian besar dapat berpindah ke handuk (ketika digunakan),” katanya.

    “Belum lagi adanya kotoran dan kotoran tubuh lainnya yang dapat menumpuk seiring berjalannya waktu, antara lain lendir, ketombe, riasan, dan sisa-sisa produk kecantikan. Hal tersebut akan tumbuh subur di kamar mandi yang gelap dan beruap, sehingga handuk Anda sangat rentan terhadap penumpukan bakteri,” lanjutnya.

    Selain itu, handuk khusus untuk mengeringkan tanah sebaiknya dicuci setiap 2 hari sekali. Sementara handuk anggota keluarga yang sakit perlu selalu dicuci untuk mencegah penyebaran bakteri.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Buat yang Punya Alergi, Jangan Pernah Taruh Tanaman Ini di Rumah!


    Jakarta

    Menaruh tanaman hias di dalam rumah bisa menjadi pilihan dekorasi sekaligus membuat ruangan tampak asri. Namun harus hati-hati ya saat memilih tanaman hias karena bisa menjadi alergen bagi penghuni rumah yang memiliki alergi.

    Ya, beberapa tanaman memang bisa memicu reaksi alergi pada seseorang. Jangan sampai niat hati ingin membuat rumah tampak indah tapi malah bikin susah.

    Nah, berikut ini ada beberapa tanaman yang sebaiknya tidak ditanam di rumah karena bisa memicu alergi. Ini informasinya.


    1. English Ivy

    Ivy, Flower Pot, Indoors, Plant, Potted PlantEnglish ivy Foto: Getty Images/Haizhan Zheng

    Tanaman rambat yang satu ini kerap menjadi pilihan bagi pemilik rumah untuk mempercantik halaman. Walau demikian, penderita alergi sebaiknya hindari tanaman ini karena bisa menyebabkan bersin-bersin.

    Selain itu, dilansir dari Real Simple, ahli tanaman dan pendiri blog The Houseplant Guru, Lisa Eldred Steinkopf menyarankan untuk menggunakan sarung tangan saat mengurus English ivy. Hal itu karena tanaman tersebut mengandung falcarinol yaitu suatu kandungan yang bisa menyebabkan iritasi kulit.

    2. Rubber Plant

    Peperomia raindrop plant stand on concrete wall background. Home gardening. Banner with copy space.Rubber plant. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anna Ostanina

    Tanaman hias yang satu ini juga menjadi langganan yang ada di rumah karena mudah beradaptasi. Tapi, tanaman ini bisa jadi bukan pilihan yang tepat bagi penderita alergi.

    Rubber plant menghasilkan zat putih yang disebut lateks yang merupakan sumber utama karet. Kalau terkena getahnya, bisa membuat tubuh gatal-gatal.

    “Saat memangkas tanaman ini, berhati-hatilah agar getahnya tidak mengenai kulit Anda, terutama jika Anda alergi lateks. Getahnya dapat menyebabkan iritasi kulit, gatal-gatal, dan kesulitan bernapas,” ujar ahli tanaman dan pendiri Plants with Krystal, Krystal Duran, dikutip dari Real Simple, Kamis (25/9/2025).

    3. Lili Perdamaian

    Peace Lily in white flower pot on wood with black background. spathiphyllum houseplant for Valentines DayPeace Lily atau lily perdamaian. Foto: Dok. Istock

    Bunga cantik ini langganan menjadi pilihan banyak orang untuk ditanam di rumah. Namun, tanaman ini ternyata bisa memicu alergi.

    4. Geranium

    Selective focus on Geranium flowers pot with blurred background of light interior of open work space office with desks, chairs and green plants. Coworking. Minimalism business style. Copy spaceGeranium Foto: iStock

    Bunga geranium yang beraroma (scented geranium) bisa memicu alergi dari aromanya yang cukup kuat. Sebaiknya penderita alergi pikir-pikir lagi kalau mau tanam ini di rumah.

    “Hindari penggunaan geranium beraroma (pelargonium) sebagai tanaman hias jika Anda memiliki alergi, aromanya yang kuat dapat berpotensi mengiritasi dan menyebabkan gatal-gatal atau dermatitis kontak,” kata ahli alergi bersertifikat dan juru bicara Yayasan Asma dan Alergi Amerika (AAFA) Dr. John James, M.D., dikutip dari Martha Stewart.

    5. Pakis

    Jenis tanaman hias pakis-pakisanJenis tanaman hias pakis-pakisan Foto: Instagram @airy_garden_official

    Pakis adalah tanaman hias yang indah dengan dedaunan yang rimbun, tetapi bisa mengganggu penderita alergi karena adanya spora.

    “Akhirnya, spora kecil di bagian belakang daun pakis akan pecah, atau terbuka, dan melepaskan partikel kecil serbuk sari yang tidak menyenangkan ke udara, yang merupakan agitator,” tutur pemilik Mosaic Home & Garden Center, Joe Moussa.

    Tips Memilih Tanaman untuk Penderita Alergi

    Masih dilansir dari Martha Stewart, bagi penderita alergi yang masih ingin merawat tanaman, sebaiknya tanyakan dulu ke ahlinya, misalnya ahli tanaman atau ahli alergi. Beri tahu mereka kondisi penderita alergi, nantinya para ahli tersebut akan menyarankan tanaman yang aman untuk ditanam.

    Selanjutnya, pastikan tanaman bebas debu untuk mencegah alergi kambuh. Lalu, rawat agar tanaman tidak ditumbuhi jamur yang bisa memicu alergi juga.

    Untuk menghindari atau mengurangi masalah terkait jamur, Dr. James menyarankan untuk memperhatikan jenis tanaman hias yang dimiliki dan kondisi tempat penyimpanannya. Pembersihan rutin dan ventilasi yang baik dapat mencegah masalah tersebut.

    “Jamur tumbuh subur dalam kondisi lembap dan basah, dan sporanya dapat menyebar di udara,” ujarnya.

    Ia menambahkan, mengurangi kelembapan dengan menggunakan pembersih udara juga bisa membantu mencegah pertumbuhan jamur.

    Itulah beberapa tanaman yang sebaiknya tidak ditanam di rumah terlebih bagi penderita alergi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Material yang Cocok buat Dinding Shower, Nggak Gampang Jamuran


    Jakarta

    Dinding kamar mandi tidak cukup dilapisi dengan cat anti air, bagian ini butuh material tambahan agar tidak mudah ditumbuhi jamur. Material ini tentu yang harus tahan dari air, mudah dibersihkan, dan tidak gampang berjamur.

    Adapun, area yang wajib dilapisi dengan material tambahan adalah area shower. Sebab, area ini mudah sekali lembap karena cipratan air dan pengaruh panas dari air panas jika shower tersebut memakai water heater.

    Jadi, pastikan material dinding shower tidak sembarangan. Sebagai referensi, dilansir The Spruce, berikut 10 material terbaik digunakan untuk dinding shower.


    1. Batu Alami

    Batu alami merupakan material yang memiliki kualitas dan penampilan yang bagus. Namun, biasanya harganya cukup mahal. Bahan ini tahan terhadap panas, kerusakan abrasif, dan kerusakan akibat benturan.

    Kekurangan batu alami adalah bisa keropos atau terkikis oleh air. Sebagai gambaran, batu-batu di sekitar air terjun dan sungai yang sudah beratus tahun di aliran air tersebut pasti ada bagian yang berubah karena kontak secara terus menerus dengan air. Proses pengikisannya memakan waktu yang lama, bukan dalam hitungan belasan tahun saja.

    2. Kaca

    Material kedua adalah kaca. Material satu ini bisa membuat tampilan kamar mandi tampak elegan. Selain itu, mudah dibersihkan dan mudah mendeteksi apabila terdapat kotoran. Kaca juga tahan terhadap tumbuhnya jamur dan lumut, serta tahan terhadap noda karena kaca merupakan bahan yang tidak berpori.

    Namun seperti cermin, kaca rentan terhadap tekanan. Apabila tidak sengaja menekan terlalu berat pada permukaannya atau ada benda yang jatuh dan menyenggol kaca bisa pecah berserakan. Pecahan kaca ini juga bisa berbahaya bagi penggunanya.

    3. Granit

    Granit merupakan salah satu material yang memiliki tampilan yang indah tetapi tidak semahal marmer. Ubin yang terbuat dari batu alam ini hadir dalam berbagai warna dan terdapat pola unik yang tercipta dari bentukan alami granit. Granit cocok untuk dinding shower karena tahan panas, tahan gores, dan tahan noda.

    Perlu diketahui granit materialnya berpori namun rentan terhadap air. Biasanya granit disegel dengan benar sebelum pemasangan dan ditutup kembali secara teratur setiap satu atau dua tahun sekali untuk melindungi kualitasnya dari air tidak akan menjadi masalah.

    4. Akrilik

    Pilihan material selanjutnya untuk dinding shower adalah akrilik. Material ini banyak dipakai sebagai dinding pembatas antara area basah dan kering di kamar mandi. Tampilannya yang transparan juga indah dilihat seperti kaca. Harganya juga relatif terjangkau dan tahan terhadap jamur.

    5. Fiberglass

    Material fiberglass juga tahan terhadap tumbuhnya jamur dan lumut sehingga lebih mudah dirawat dan dijaga kebersihannya. Dinding shower fiberglass umumnya juga relatif mudah dipasang. Jadi ini bisa jadi referensi material dinding shower selain ubin keramik, porselen, atau kaca mungkin kamu dapat memilih material fiberglass untuk dinding shower.

    6. Marmer

    Marmer merupakan jenis material yang sering digunakan untuk interior yang mewah karena harganya yang mahal dan tampilannya yang indah. Material ini lebih ringan dari granit sehingga pemasangannya lebih mudah. Mirip batu alam lainnya, marmer juga berpori sehingga perlu perawatan secara rutin. Perlu juga diingat bahwa jika marmer tidak dirawat dengan benar, marmer dapat retak atau pecah.

    7. Keramik

    Material keramik merupakan material yang paling umum dipakai di Indonesia karena harganya yang murah dan tampilannya yang beragam. Keramik tahan terhadap noda sehingga hanya perlu dibersihkan seminggu sekali untuk mencegah jamur dan lumut menumpuk. Namun, keramik rentan retak, terkelupas, dan tergores.

    8. PVC Laminasi

    PVC Laminasi adalah pilihan yang ringan dan terjangkau serta relatif mudah dipasang. Meskipun material ini tahan terhadap panas, air, noda, dan jamur, namun rentan terhadap kerusakan abrasif. Oleh karena itu, berhati-hatilah selama dan setelah pemasangan agar tidak menggores, memotong, atau mengiris laminasi.

    9. Porselen

    Material porselen dikenal punya tingkat keawetan dan ketahanan air yang lebih tinggi dibandingkan material keramik meskipun tampilan kedua material tersebut mirip. Walaupun ubin ini rentan terkelupas dan retak, ubin porselen tahan terhadap goresan, noda, dan pertumbuhan jamur.

    10. Permukaan Solid

    Material terakhir ini punya permukaan padat yang mudah dibersihkan dan hanya perlu dibersihkan setiap dua minggu sekali, namun perlu diingat bahwa dinding shower ini rentan terhadap kerusakan akibat benturan. Jika sudah penyok atau retak, dinding dengan permukaan padat akan sulit diperbaiki sehingga pengguna harus berhati-hati agar tidak merusak dinding saat menggunakan shower.

    Itulah beberapa material yang cocok untuk area shower kamar mandi, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jendela Rumah Bisa Ditumbuhi Black Mold, Ini Cara Atasinya!


    Jakarta

    Black mold atau jamur berwarna hitam dapat muncul di dalam rumah. Pada umumnya, black mold kerap ditemukan pada ruangan yang lembap.

    Selain menempel di dinding, black mold juga bisa menyerang jendela rumah. Kondisi ini membuat jendela rumah jadi terlihat kusam dan menghilangkan kesan estetis.

    Untuk mengatasi black mold yang menempel di jendela tidak bisa sembarangan. Jika sengaja menghirup jamur hitam bisa memicu gangguan pernapasan. Sementara jika disentuh dengan tangan kosong dapat memicu alergi.


    Ingin tahu cara mengatasi black mold di jendela rumah? Lalu kenapa black mold bisa muncul di jendela? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Penyebab Munculnya Black Mold di Jendela

    Dilansir dari situs BobVila, Russell Vent selaku wakil presiden Paul Davis Restoration mengatakan jamur dapat tumbuh karena udara yang sangat lembap. Kondisi tersebut semakin diperparah dengan munculnya kotoran dan debu di jendela yang menjadi sumber makanan bagi jamur.

    “Spora jamur terdapat di hampir setiap lingkungan, lalu debu serta kotoran yang menumpuk di ambang jendela membuat jamur bisa tumbuh karena mendapatkan sumber makanannya,” kata Vent.

    Kelembapan yang terjadi di jendela bisa disebabkan karena kondensasi. Ketika suhu di luar ruangan turun, udara di dalam ruangan justru hangat sehingga memicu udara lembap mengembun di kaca jendela dan ambang jendela.

    Jendela juga bisa mengalami kelembapan akibat adanya celah atau keretakan di sekitar ambang dan sudut jendela. Hal itu membuat kelembapan masuk ke sela-sela jendela yang retak, sehingga menciptakan black mold.

    Cara Mengatasi Black Mold di Jendela

    Selain menggunakan cairan pembasmi jamur yang dijual bebas, Vent menyarankan agar memakai bahan alami seperti cuka putih untuk membasmi black mold. Sebab, sifat asam yang dimiliki cuka dinilai efektif membasmi jamur dan bakteri hingga 80%.

    Untuk membasmi black mold di jendela dengan cuka putih, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Tuang cuka putih secukupnya ke dalam botol semprot
    2. Tambahkan sedikit air hangat ke dalam botol, lalu kocok agar cuka dan air tercampur rata
    3. Setelah itu, semprotkan cairan cuka ke jendela yang terdapat black mold
    4. Diamkan selama 10-15 menit agar cuka meresap ke black mold
    5. Setelah itu, bersihkan black mold dengan kain atau spons secara perlahan.

    Cek kembali bagian ambang dan sudut jendela rumah untuk memastikan tidak ada lagi black mold. Jika masih menemukan ada jamur, lakukan cara di atas secara perlahan.

    Agar lebih aman, pastikan penghuni rumah menggunakan masker medis dan sarung tangan saat membersihkan jamur di jendela. Lakukan secara hati-hati saat membersihkan jamur.

    Itulah penyebab muncul black mold di jendela dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Handuk Basah Diletakkan di Atas Kasur Tak Dianjurkan, Ini Bahayanya



    Jakarta

    Handuk basah biasanya diletakkan begitu saja di kasur setelah mandi. Hal ini dikarenakan letak lemari pakaian yang berdekatan dengan kasur. Ternyata kebiasaan tersebut tidak bagus lho.

    Dilansir laman Yahoo! Life UK handuk yang basah dan lembap dapat memicu pertumbuhan jamur serta membawa berbagai macam mikroba. Apabila diletakkan di atas kasur, lembap tersebut dapat menembus ke kasur dan mempermudah pertumbuhan bakteri.

    “Seprai Anda akan menyerap kelembapan sehingga menjadi tempat berkembang biak yang sempurna bagi bakteri dan jamur,” kata Rhiannon Johns, seorang desainer interior dan Head of Brand Piglet in Bed.


    Dengan kata lain, dengan meletakkan handuk basah ke kasur dapat membuat seprainya kotor. Kondisi ini juga akan bertambah buruk jika penggunanya jarang mengganti seprai. Bukan hanya kotor, melainkan jamur bisa menyebar ke seluruh kasur. Risikonya bisa muncul infeksi kulit, gatal-gatal, hingga muncul ruam di seluruh badan.

    “Tidak hanya itu, sel-sel kulit mati dan kotoran dari tubuh yang dibersihkan menggunakan handuk, akan diserap lagi oleh tempat tidur jika meletakkan handuk basah di atasnya. Hal ini kurang higienis dan bisa memicu kemungkinan infeksi kulit,” ungkap dr Ross Perry GP, direktur medis dari klinik kulit Cosmedics.

    “Penelitian kecil menunjukkan bahwa handuk yang kotor berpotensi menyebabkan penyebaran penyakit menular,” lanjutnya.

    Menurut Rhiannon harus segera menghentikan kebiasaan menaruh handuk basah di atas kasur setelah mandi. Segera jemur handuk di tempat yang panas agar cepat kering sehingga mencegah tumbuhnya bakteri dan jamur.

    Jika tak sengaja menaruh handuk basah di kasur atau lupa untuk mengangkatnya selama berjam-jam, dianjurkan untuk mencuci seprai agar tidak lembap sekaligus mencegah pertumbuhan bakteri. Rhiannon juga menyarankan mencuci seprai setidaknya seminggu sekali.

    “Untuk kesegaran yang lebih menyeluruh, jemur handuk di atas tali jemuran di luar ruangan. Cahaya matahari akan membantu membunuh bakteri, jadi manfaatkan sinar matahari sebaik-baiknya,” tuturnya.

    “Selain itu, sebelum merapikan tempat tidur di pagi hari, sebaiknya balikkan selimut untuk diangin-anginkan agar tidak ada debu dan kotoran,” pungkas Rhiannon.

    Itulah penjelasan mengenai bahaya meletakkan handuk basah di kasur setelah mandi, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Mudah Hilangkan Jamur di Dinding Rumah, Tak Perlu Panggil Tukang!


    Jakarta

    Jika melihat bercak berwarna hitam pada dinding, kemungkinan besar itu adalah jamur. Dinding berjamur memberi kesan rumah kotor serta merusak estetika rumah.

    Selain tak sedap dipandang, kemunculan jamur di rumah dapat mengganggu kesehatan penghuninya, lho. Oleh karena itu, penghuni perlu segera mengatasi dinding yang berjamur.

    Bagaimana cara membersihkan tembok berjamur? Simak penjelasannya berikut ini.


    Cara Mengatasi Dinding Berjamur

    Inilah langkah-langkah untuk menghilangkan jamur yang tumbuh pada dinding, dikutip dari The Spruce.

    1. Siapkan Larutan Pembersih Jamur

    Penghuni perlu menyiapkan campuran larutan pembersih jamur, seperti cairan klorin dan sabun cuci piring. Klorin mampu membunuh spora jamur dengan efektif. Alternatif dari klorin adalah cuka putih kalau tidak terlalu banyak jamur di dinding.

    Campurkan satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot. Pastikan untuk menggunakan sarung tangan saat menuangkan larutan ya.

    2. Semprotkan Larutan Pembersih

    Selanjutnya, semprotkan larutan pembersih ke area tembok yang berjamur mulai dari bawah ke atas. Cara ini mencegah spora dan noda bercak menyebar ke area dinding lainnya.

    Permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembap agar mencegah kerusakan pada dinding kering. Jika jamur berada di dinding yang mendekati plafon, gunakan tangga untuk membersihkannya.

    3. Membuat Ventilasi di Ruangan

    Pastikan jendela atau pintu rumah dalam kondisi terbuka saat membersihkan dinding berjamur. Langkah ini akan mempercepat proses pengeringan serta mencegah kelembapan pada dinding. Jika tidak ada ventilasi di dekat dinding yang berjamur, penghuni bisa menyalakan kipas angin.

    4. Tunggu Mengering dan Cek Noda yang Tersisa

    Setelah menyemprotkan larutan pembersih, biarkan mengering. Lalu, periksa masih ada sisa jamur yang menempel atau tidak. Kalau masih ada noda, ulangi penyemprotan dengan larutan pembersih pemutih yang baru.

    Itulah cara membersihkan dinding yang berjamur. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com