Tag: jamur

  • Cara Ampuh Hilangkan Jamur pada Plafon Kamar Mandi


    Jakarta

    Jamur bisa saja tumbuh di plafon kamar mandi. Hal itu karena kamar mandi merupakan salah satu ruangan yang memiliki kelembapan yang tinggi sehingga memicu pertumbuhan jamur.

    Adanya jamur di plafon kamar mandi bisa berisiko pada kesehatan dan juga tidak enak dipandang. Maka dari itu, jamur tersebut harus dibersihkan.

    Mengutip dari The Spruce, berikut ada cara menghilangkan jamur di plafon kamar mandi.


    Peralatan dan Bahan yang Dibutuhkan

    • Alat pelindung seperti sarung tangan, kacamata pelindung, dan masker

    • Kuas berbulu lembut

    • Keranjang plastik

    • Tangga

    • Spons

    • Gelas dan sendok takar

    • Botol semprotan

    • Kain mikrofiber

    • Pemutih klorin

    • Sabun pencuci piring

    Cara Menghilangkan Jamur dari Plafon Kamar Mandi

    Jangan Lupa Gunakan Alat Pelindung

    Saat menghilangkan jamur, sebaiknya kenakan pakaian yang jarang dipakai karena jika terkena noda pemutih dan dapat dicuci dengan air panas untuk menghilangkan spora jamur yang mungkin menyebar pada pakaian. Kenakan masker wajah, kacamata pelindung, dan sarung tangan untuk perlindungan lebih aman.

    Campurkan Larutan Pembersih

    Sebelum membersihkan jamur, kamu harus membuat larutan pembersih dulu. Gunakan ember plastik sebagai wadah untuk mencampurkan.

    Campurkan satu sendok makan sabun pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat ke dalam botol semprot. Sabun pencuci piring ampuh membantu membunuh jamur yang tumbuh di plafon kamar mandi.

    Untuk meningkatkan sirkulasi udara saat membersih jamur di plafon kamar mandi, kamu bisa membuka jendela atau menghidupkan exhaust fan.

    Semprot atau Lap Plafon Menggunakan Larutan Pembersih

    Kemudian, gunakan tangga yang untuk menjangkau plafon yang berjamur. Semprotkan larutan pembersih, atau gunakan spons untuk menyeka area berjamur dengan larutan pembersih. Pastikan permukaan plafon basah, tetapi tidak terlalu berlebihan untuk mencegah kerusakan. Biarkan larutan pembersih mengering di udara.

    Periksa Kembali Noda

    Setelah plafon benar-benar kering, periksa noda jamur. Jika masih terlihat bintik-bintik gelap, kamu bisa ulangi proses pembersihan. Hal itu karena jika tidak benar-benar membunuh jamur pada plafon kamar mandi, jamur tersebut akan tumbuh kembali.

    Cara Mencegah Jamur di Plafon Kamar Mandi

    Setelah dibersihkan, kamu bisa melakukan hal-hal berikut ini untuk mencegah jamur tumbuh kembali.

    – Selalu gunakan kipas kamar mandi (exhaust fan) saat mandi atau berendam untuk membantu mengurangi tingkat kelembapan.

    – Buka jendela atau tambahkan kipas sirkulasi untuk meningkatkan sirkulasi udara.

    – Bersihkan pancuran atau shower dan bak mandi secara teratur.

    – Keringkan shower dengan handuk atau alat pembersih kaca setelah setiap penggunaan.

    – Cuci tirai pancuran, pelapis, handuk, dan keset kamar mandi secara teratur.

    – Gunakan cat antijamur untuk kamar mandi dengan pertumbuhan jamur yang konsisten.

    – Tambahkan pelapis langit-langit, yang tidak berpori; pelapis tersebut tidak menyerap uap dan kelembapan dan tidak akan mendorong pertumbuhan jamur seperti langit-langit gipsum atau plester.

    – Untuk kamar mandi tanpa jendela, pertimbangkan untuk menambahkan unit dehumidifier.

    Demikian cara membasmi jamur membandel pada plafon kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Bau Apak Setelah Ditinggal Liburan? Begini Cara Mengatasinya!


    Jakarta

    Rumah yang ditinggalkan dalam waktu lama biasanya akan timbul bau apak. Hal ini dikarenakan sirkulasi di dalam rumah yang buruk sehingga terasa lebih lembap dan pengap.

    Bau apek juga bisa disebabkan oleh beberapa hal. Dilansir The Spruce rumah yang lama ditinggal dan tidak diisi menyebabkan bagian dalamnya terasa lebih lembap. Kondisi rumah yang lembap sangat disenangi oleh jamur dan mereka bisa berkembang biak di berbagai permukaan. Saat spora jamur berkembang biak tersebut timbul bau yang biasanya disebut apak.

    Kemunculan jamur di rumah ini tidak baik bagi kesehatan. Kamu perlu segera membersihkan rumah dan menghentikan pertumbuhan jamur. Caranya bisa menggunakan campuran air hangat, sabun cuci piring, dan pemutih klorin.


    Lokasi pertumbuhan jamur biasanya berada di pojok ruangan, plafon, kamar mandi, perabotan, hingga dinding.

    Selain jamur, menurut Homes & Gardens, debu yang menumpuk juga bisa menyebabkan bau tidak sedap di rumah.

    Dampak Bau Apak pada Kesehatan

    Bau apak tidak menyebabkan suatu penyakit secara langsung. Hal yang dapat berdampak pada kesehatan adalah pertumbuhan jamur di rumah. Apabila kamu terlalu sering menghirup spora, beberapa gejala yang bisa terjadi adalah mata gatal, bersin, gatal-gatal, atau hidung tersumbat.

    Cara Menghilangkan Bau Apak di Rumah

    1. Buka Jendela

    Tepat setelah kamu sampai di rumah, cepat bukan segala ventilasi di rumah. Mulai dari jendela, pintu, atau celah-celah lainnya. Udara segar dari luar dapat menghilangkan bau apak di rumah. Apabila ventilasi di rumah kamu minim, kamu bisa menghidupkan kipas angin. Jangan menyalakan AC karena kamu pasti akan menutup pintu dan jendela.

    Apabila kamu memiliki alat instan untuk menurunkan kelembapan seperti dehumidifier, alat ini akan sangat membantu.

    2. Bersihkan Debu

    Setelah itu, bersihkan rumah secara menyeluruh. Ambil penyedot debu atau vacuum cleaner untuk membersihkan debu-debu di area yang sulit dijangkau. Pastikan rumah tetap dalam keadaan terbuka agar debu bisa langsung terbuang ke luar.

    3. Bersihkan Jamur dari Dinding atau Perabotan

    Jamur bisa dibasmi dengan larutan pembersih yakni campuran air hangat, sabun cuci piring, dan pemutih klorin. Namun, kamu bisa memakai bahan instan lainnya jika ada. Cuka juga ampuh untuk membasmi jamur. Namun, perlu diketahui, cara membersihkan jamur tidak bisa hanya dilakukan sekali, melainkan harus rutin.

    “Jika kamu menemukan jamur di rumah, ada beberapa cara untuk membersihkannya. Pertama, pastikan wallpaper atau furnitur bisa dicuci, misalnya dengan menggunakan air sabun hangat pada noda kecil. Sebaiknya dicek dulu apakah hal itu bisa merusak bahan atau tidak. Kalau sudah aman, mulai bersihkan dengan cuka. Gosok cuka ke jamur yang ada dan bilas dengan air panas. Jangan gosok terlalu kencang,” kata Creative Director dan Designer Bobbi Beck, James Mellan-Matulewicz.

    Itulah beberapa cara untuk menghilangkan bau apak dari rumah yang lama ditinggal. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Hilangkan Jamur di Plafon Kamar Mandi, Cukup Pakai 2 Bahan Ini


    Jakarta

    Salah satu area di rumah yang sering ditemui jamur adalah plafon kamar mandi. Penyebabnya adalah kondisi kamar mandi yang lembap, ditambah kebocoran pada atap, atau salah satunya.

    Cara mengetahui keberadaan jamur pada plafon kamar mandi adalah dengan melihat apakah ada noda-noda kecoklatan atau warna yang kontras dengan plafon. Biasanya jamur ini bisa bertambah banyak tergantung pada besar area lembap.

    Tumbuhnya jamur pada plafon kamar mandi jangan dianggap sepele karena berisiko bagi kesehatan. Mulai dari batuk, bersin, hidung tersumbat, mata gatal, iritasi kulit, gangguan pernapasan, sakit kepala, dan gejala mirip alergi lainnya.


    Membasmi jamur pada plafon kamar mandi ternyata tidak sulit. Dilansir The Spruce, berikut ada cara menghilangkan jamur di plafon kamar mandi.

    Cara Menghilangkan Jamur sari Plafon Kamar Mandi Drywall (Papan Gipsum) Yang Dicat

    1. Campurkan Larutan Pembersih

    Larutan pembersih jamur mudah kamu temukan, bahkan ada yang instan. Namun, jika kamu ingin membuat sendiri larutan pembersih tersebut. Caranya dengan menyiapkan sabun pencuci puring dan pemutih klorin. Campurkan kedua larutan tersebut ke dalam sebuah wadah berisi air hangat dengan perbandingan 1:2:1.

    Setelah itu, masukkan larutan pembersih ke dalam botol. Semprotkan larutan tersebut pada plafon yang berjamur. Diamkan seharian, lalu semprot lagi hingga terlihat perubahannya.

    Saat membersihkan jamur, kamu harus memakai alat pelindung seperti masker wajah, kacamata pelindung, dan sarung tangan. Selain itu, pastikan ventilasi di kamar mandi dalam keadaan terbuka atau berfungsi agar kamar mandi tidak lembap dan area yang dibersihkan bisa cepat kering.

    2. Periksa Noda Secara Teratur

    Jamur tidak akan hilang dalam satu kali penyemprotan. Kamu perlu menyemprotkan larutan permbersih secara berulang hingga noda tersebut hilang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Biang Kerok WC Berkerak dan 3 Bahan Ampuh buat Atasinya



    Jakarta

    WC menjadi salah satu tolak ukur dari kebersihan area kamar mandi. WC memang cepat kotor karena fungsinya sebagai tempat membuang kotoran.

    Munculnya kerak merupakan salah satu tanda WC di kamar mandi atau toilet sudah kotor. Kerak ini biasanya bandel, sulit dibersihkan jika hanya disiram air dari flush karena sudah menempel.

    Menurut Simply Spotless, kerak di dalam lubang WC disebabkan oleh jamur, karat, dan kalsium. Ketika konsentrasi mineral dalam air terlalu tinggi dan terjadi penumpukan karena jarang disikat, kerak akan muncul di permukaan WC. Noda tersebut akan semakin jelas karena kelembaban WC yang mempermudah pertumbuhan bakteri dan jamur.


    Kerak pada WC memiliki beberapa warna tergantung penyebabnya. Jika berwarna hitam, oranye, atau hijau itu disebabkan oleh jamur atau lumut. Lalu, noda yang disebabkan karena karat biasanya berwarna merah muda, merah, atau coklat tua. Sementara itu, noda kalsium berwarna kekuningan.

    Warna kerak yang paling sering ditemukan adalah kuning. Apabila kamu menemui WC muncul kerak kuning, melansir dari Real Sample, Sabtu (25/4/2024) berikut cara menghilangkan kerak pada WC.

    1. Pakai Baking Soda dan Cuka

    Baking soda dan cuka adalah bahan yang ampuh menghilangkan noda membandel. Untuk menghilangkan kerak yang menempel di lubang WC, kamu bisa menyiramkan cuka ke permukaan WC yang berkerak. Lalu sikat dan bilas. Setelah 5 menit, tambahkan baking soda dan cuka hingga muncul busa. Diamkan selama 10 menit baru bisa digosok. Jika busa sudah sepenuhnya hilang, kamu bisa membilasnya.

    2. Pakai Pasta Boraks

    Cara menghilangkan kerak di WC menggunakan pasta boraks dan adalah mencampurkan 1/2 cangkir Boraks dan 1/4 cangkir cuka hingga kental. Pastikan kamu menggunakan sarung tangan saat mencampurkannya. Saat menyiramkan campuran boraks dan pasta gigi, permukaan atas WC harus kering. Biarkan pasta boraks selama 15-20 menit. Setelah gosok permukaannya, baru WC disiram dengan flush.

    Tips Mencegah WC Berkerak

    WC dipastikan tidak akan mudah berkerak apabila secara rutin dibersihkan. Minimal setiap dua minggu sekali, penggunanya harus menyikat dan memberikan cairan antibakteri yang bisa dibeli di warung terdekat. Jika tidak ingin memakai bahan kimia seperti cairan antibakteri tersebut, kamu bisa menggunakan soda kue dan cuka yang lebih aman.

    Itulah cara membersihkan toilet berkerak dan cara mencegahnya. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Mudah Bersihkan Jamur di Dinding



    Jakarta

    Rumah menjadi lebih lembap saat musim hujan. Hal ini dapat memicu pertumbuhan jamur di dinding rumah.

    Dinding yang bocor atau terkena genangan air bisa memicu pertumbuhan jamur. Jamur dapat tumbuh di sudut-sudut ruangan yang lembap.

    Jika dibiarkan, keberadaan jamur bukan hanya mengganggu estetika rumah, tetapi juga bisa berbahaya bagi kesehatan, lho. Kalau kamu menemui jamur tumbuh di rumah, segera dibersihkan ya.


    Cara Membersihkan Jamur dari Dinding Rumah

    Dilansir dari The Spruce, berikut cara membersihkan jamur di dinding rumah.

    1. Campuran Larutan Pembersih Jamur

    Jamur tidak dapat hilang dengan air biasa atau sabun, melainkan harus memakai campuran larutan pembersih diantaranya cairan klorin dan sabun cucian piring. Tuang dua larutan tersebut ke dalam air.

    Klorin merupakan produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Pilihan lain pengganti klorin bisa menggunakan cuka putih jika jamur di dinding tidak banyak.

    Takarannya untuk membersihkan jamur pada area dinding yang tidak begitu luas, campurkan satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot.

    Cairan pencuci piring membantu larutan melekat lebih lama pada dinding untuk membunuh spora jamur. Jangan lupa menggunakan sarung tangan saat menuangkan larutan.

    2. Cuka Putih

    Cuka putih memiliki kandungan asam yang bisa merusak struktur jamur. Kamu bisa menyemprotkan cuka putih ke permukaan dinding yang berjamur, lalu lap dengan kain mikrofiber atau spons, dan biarkan area itu mengering.

    Namun, jika ada noda gelap yang tersisa, kamu perlu melakukan pembersihan tambahan dengan pembersih noda khusus dinding.

    3. Buat Ventilasi di Ruangan

    Saat membersihkan jamur pastikan ventilasi seperti jendela atau pintu di rumah dalam keadaan terbuka. Jika tidak ada ventilasi di dekat dinding tersebut kamu bisa menyalakan kipas angin.

    4. Larutan Pembersih

    Larutan pembersih bisa digunakan dengan memakai botol semprot atau spons. Bersihkan jamur mulai dari bawah dan naik ke atas. Ini akan mencegah spora menyebar dan noda bercak di dinding rumahmu.

    Permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembab untuk mencegah kerusakan pada dinding kering. Jika jamur berada di dekat langit-langit gunakan tangga.

    5. Tunggu Mengering dan Periksa Noda yang Tersisa

    Dinding yang sudah diberikan larutan pembersih harus dibiarkan mengering terlebih dahulu. Setelah itu kamu baru bisa melihat hasilnya apakah bersih dari jamur atau ada noda yang tersisa seperti noda gelap. Jika masih ada, ulangi langkah-langkah dengan larutan pembersih pemutih yang segar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Cegah Pintu Kayu Jamuran, Biar Nggak Cepat Rusak!


    Jakarta

    Pintu kayu di rumah rentan jamuran. Apalagi kalau kondisi rumah kamu lembap. Jamur yang tumbuh di pintu bisa merusaknya, bisa membuatnya keropos atau berubah warna.

    Agar pintu kayu tidak jamuran, tentu kamu harus mencegahnya. Gimana caranya?

    Dilansir dari Vivid Doors, berikut ini informasinya.


    Cara Mencegah Pintu Kayu Jamuran

    1. Pindahkan Tanaman Rumah

    Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah memindahkan tanaman rumah yang ada di dekat pintu maupun jendela. Sebab, tanaman bisa meningkatkan kelembapan yang memicu pertumbuhan jamur.

    Kamu bisa meletakkannya di tempat yang memiliki sirkulasi udara yang lebih baik agar tidak menyebabkan kondisi lembap.

    2. Rutin Membersihkan dan Merawat Pintu

    Rutin membersihkan dan merawat pintu rumah juga bisa mencegah tumbuhnya jamur. Kamu bisa membersihkannya dengan air dan sabun, setelahnya dilap kering. Kalau bisa, gunakan pembersih yang mengandung anti-jamur agar jamur tidak tumbuh.

    Untuk merawatnya, kamu bisa menggunakan cat agar pintu tidak mudah lembap. Cara ini perlu dilakukan terutama untuk pintu maupun jendela luar rumah karena rentan terkena air hujan atau kondisi lembap.

    3. Turunkan Tingkat Kelembapan

    Kamu bisa menggunakan dehumidifier atau AC untuk menurunkan tingkat kelembapan. Kamu juga bisa membuka jendela atau menggunakan exhaust fan di kamar mandi dan dapur untuk menurunkan kelembapan.

    Itulah beberapa cara mencegah tumbuhnya jamur di pintu kayu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab dan Cara Mengatasi Jamur pada Pintu Kayu yang Bikin Rusak


    Jakarta

    Pintu kayu kerap menjadi pilihan karena dapat memberikan kesan rumah yang hangat. Agar lebih tahan lama, kamu harus merawatnya dengan benar.

    Sebab, pintu kayu rentan terkena jamur. Apalagi jika rumah kamu lembap, pertumbuhan jamur bisa semakin cepat.

    Selain kondisi yang lembap, penyebab tumbuhnya jamur pada pintu kayu juga bisa terjadi karena adanya kebocoran rumah. Air hujan yang masuk ke dalam rumah bisa menyerap ke pintu kayu sehingga menyebabkan kondisi lembap yang memicu pertumbuhan jamur.


    Untuk membersihkan jamur dari pintu kayu agak sedikit berbeda. Jika pada pintu bahan uPVC, kaca, maupun aluminium kamu hanya perlu membersihkan permukaannya dengan campurat cairan detergen saja, tapi pada pintu kayu tidak bisa seperti itu.

    Lalu bagaimana cara membersihkan pintu kayu? Dilansir dari Vivid Doors, berikut ini informasinya.

    Cara Membersihkan Noda Jamur pada Pintu Kayu

    Noda Ringan

    Kalau untuk noda jamur yang tidak terlalu banyak, kamu bisa membersihkannya dengan cuka atau mencampurkan air sabun dengan air hangat dan bersihkan bagian pintu yang berjamur. Setelahnya pastikan pintu kering untuk mencegah pertumbuhan jamur.

    Noda Membandel

    Kalau noda jamur cukup membandel, kamu bisa menggunakan cairan pemutih dengan rasio 1:10.

    Langkah-langkah Membersihkan Jamur pada Pintu Kayu

    Langkah Pertama

    Pilih cairan pembersih yang cocok dan masukkan ke dalam botol semprot. Sebagai catatan, jangan campurkan cairan pemutih dengan detergen mengandung amonia karena bisa menghasilkan gas berbahaya.

    Langkah Kedua

    Gunakan pelindung, seperti masker, kacamata pelindung, dan sarung tangan.

    Langkah Ketiga

    Semprotkan cairan pembersih ke area yang harus dibersihkan dan diamkan beberapa menit sebelum membersihkan area tersebut dengan lap basah atau sikat. Pastikan jamur hilang dan bersihkan sisa cairan.

    Langkah Keempat

    Bersihkan pintu dengan air bersih dan spons baru. Kemudian keringkan dengan lap bersih, dan keringkan pintu. Jika sudah kering masih ada sisa jamur, ulangi langkah-langkah pembersihan.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi jamur pada pintu kayu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Basmi Jamur di Dinding yang Subur Saat Musim Hujan



    Jakarta

    Dinding rumah akan mudah ditumbuhi jamur saat musim hujan seperti saat ini. Penyebabnya karena kondisi ruangan lebih lembap saat musim hujan.

    Jika ini terjadi di rumah, kamu perlu melakukan tindakan. Sebab jamur yang tumbuh di dinding bisa membahayakan kesehatan. Selain itu tentu merusak estetika rumah.

    Dikutip dari Medical News Today, jamur menghasilkan spora yang menyebar dengan cara melayang-layang di udara. Spora jamur merupakan cikal bakal tumbuhnya jamur. Spora jamur bisa masuk ke rumah melalui udara atau menempel pada benda dan orang.


    Spora dengan mudah tumbuh menjadi jamur di tempat dengan tingkat kelembapan yang tinggi. Contohnya di sekitar kebocoran pada atap, jendela, atau pipa, serta di tempat yang pernah terkena banjir. Jamur juga bisa tumbuh dengan baik di sekitar benda-benda dari kertas, kardus, dan kayu.

    Jamur bisa memicu berbagai masalah kesehatan, terutama bagi orang-orang yang memiliki alergi, penyakit pernapasan, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Jamur bisa menjadi racun bagi pernapasan, terutama bagi orang yang memiliki asma atau kondisi paru-paru kronis. Selain itu, jamur juga bisa memicu terjadinya gejala alergi, seperti pilek dan demam. Beberapa jenis jamur, seperti Aspergillus, bisa menyebabkan masalah kesehatan serius, yaitu aspergilosis.

    Melansir situs Center for Disease Control and Prevention Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat, jamur dalam ruangan yang paling umum adalah Cladosporium, Penicillium, dan Aspergillus.

    Jamur akan lebih mudah tumbuh saat musim hujan yang menyebabkan kelembapan meningkat. Maka dari itu, perlu dilakukan langkah-langkah preventif untuk menanggulangi pertumbuhan jamur di dinding rumah.

    Tips Mencegah Jamur Tumbuh di Rumah saat Musim Hujan

    Melansir dari situs Bishop Clean Care, berikut adalah tips praktis yang bisa kamu terapkan untuk mencegah pertumbuhan jamur di rumah saat musim hujan.

    1. Pastikan Rumah dalam Kondisi Kering

    Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah memastikan dinding rumah dalam kondisi kering atau tidak lembap. Periksa secara berkala area yang sering menjadi tempat berkumpulnya air atau kondensasi, seperti kulkas, tangki air, jendela, dan ruang bawah tanah.

    Pastikan untuk segera mengeringkan setiap kelembapan yang kamu temukan. Lakukan pemeliharaan rutin untuk mencegah kelembapan lebih lanjut.

    2. Pantau Kelembapan di Rumah

    Kelembapan tinggi adalah penyebab umum pertumbuhan jamur. Kamu bisa membeli alat pengukur kelembaban atau humidity monitor untuk memastikan tingkat kelembaban rumah tetap rendah. Hal ini akan membantumu mengidentifikasi area yang berpotensi menjadi tempat subur bagi jamur dan mengambil langkah preventif sebelum masalah muncul.

    3. Pastikan Ventilasi yang Baik

    Ventilasi yang baik adalah kunci untuk menghindari udara lembap terperangkap di dalam rumah. Periksa saluran ventilasi untuk memastikan tidak ada yang terhalang sehingga udara bisa beredar dengan baik. Dengan optimalisasi ventilasi, kelembapan bisa dikurangi dan area basah di rumah akan lebih cepat mengering.

    4. Alihkan Kelembapan dari Luar Rumah

    Jangan lupakan kelembapan dari luar rumah yang juga bisa menyebabkan masalah jamur. Perbaiki atap yang bocor, bersihkan saluran air hujan secara teratur, dan hindari genangan air di sekitar fondasi rumah. Dengan mengalihkan kelembapan dari luar, kamu bisa mencegah masalah jamur sebelum mereka muncul.

    5. Gunakan Produk Tahan Jamur

    Sebagai langkah preventif, pertimbangkan untuk menggunakan produk tahan jamur dalam pembangunan atau renovasi rumah. Mulai dari kayu, cat, isolasi, hingga bahan bangunan penting lainnya, pilih material yang dirancang khusus untuk mencegah pertumbuhan jamur.

    Demikianlah tips mencegah jamur tumbuh di dinding rumah saat musim hujan. Dengan menerapkan tips ini, kamu bisa menjaga rumah bebas dari jamur yang tidak diinginkan, terutama saat musim hujan. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cukup Pakai Satu Bahan, Begini Cara Bersihkan Noda Membandel di Sofa


    Jakarta

    Sofa yang terkena noda membandel pasti akan sulit dibersihkan. Selain itu, kamu tidak bisa asal sikat atau tuang cairan kimia ke permukaan sofa karena bahannya yang berbeda. Ukurannya pun besar tidak seperti baju yang mudah direndam air panas.

    Noda membandel seperti tinta, minyak, atau cat hanya bisa dibersihkan dengan cairan tertentu saja. Salah pakai cairan pembersih, bisa-bisa bukan bikin bersih, tapi nodanya melebar dan membuat sofa makin kotor.

    Namun, tenang, dilansir The Spruce, cara menghilangkan noda membandel pada sofa cukup menggunakan satu jenis cairan saja yakni sabun cuci piring. Berikut caranya.


    1. Bersihkan Kotoran dan Rambut

    Sebelum menghilangkan noda membandel, singkirkan dulu kotoran padat seperti pulpen apabila nodanya dari tinta, makanan jika nodanya muncul dari saus. Jika kotoran padat bisa dibuang, noda tidak akan banyak terserap. Caranya membersihkannya pun jangan diusap atau ditarik ke sisi lain. Cukup di usap-usap lembut di permukaannya.

    2. Campurkan Larutan Sabun Cuci Piring

    Siapkan mangkuk kecil berisi air hangat. Lalu tambahkan sabun cuci piring cair dengan perbandingan 2:1. Aduk hingga muncul busa.

    3. Bersihkan Noda

    Celupkan kain mikrofiber ke dalam larutan pembersih. Lalu, peras air sampai tidak ada yang menetes. Setelah itu, usap-usap lembut noda hingga menghilang.

    4. Bersihkan Sisa Sabun

    Ambil kain microfiber lain yang masih bersih. Basahkan dengan air hangat, lalu tepuk-tepuk area yang terkena noda untuk menghilangkan sisa sabun.

    5. Tunggu Hingga Kering

    Pastikan sofa tidak basah terlalu lama atau lembap. Area lembap tersebut bisa memicu munculnya jamur. Apabila jamur muncul, akan tercium bau apek dan muncul noda hitam di permukaannya. Untuk sementara jauhkan bantal dan penutup sofa apabila ada.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Cuma Buat Masak, Garam Juga Ampuh Bersihkan Noda!


    Jakarta

    Garam adalah bumbu yang pasti selalu tersedia di setiap dapur dan peran penting untuk memperkaya cita rasa masakan. Namun, tahukah kamu jika garam juga ampuh untuk membersihkan berbagai hal di rumah?

    Dilansir Better Homes and Gardens, garam merupakan bahan abrasif alami yang dapat membersihkan noda dan menyerap bau tak sedap. Selain itu, garam adalah bahan alami, tentu ramah lingkungan dan dapat menghemat pengeluaran kamu karena tak perlu beli cairan pembersih instan.

    Jenis garam yang dapat dipakai untuk membersihkan beberapa benda di rumah adalah garam kosher. Garam in tidak mengandung mineral apa pun, melainkan hanya natrium klorida.


    Garam kosher ini berbeda dengan garam laut. Pembeda yang paling mencolok adalah garam kosher teksturnya lebih kasar dari garam laut. Keduanya sama-sama berwarna putih dan berbentuk butiran, serta sama-sama bisa dimakan.

    Barang yang Bisa Dibersihkan dengan Garam

    1. Mug Kopi

    Siapa di antara detikers yang sering minum kopi? Coba cek cangkir bagian dalamnya bersih atau tidak. Biasanya cangkir yang dipakai sebagai wadah kopi atau minuman berwarna, bagian dalamnya terdapat sisa warna. Noda tersebut sulit hilang jika hanya memakai sabun cuci piring.

    Ternyata trik untuk menghilangkan noda tersebut adalah memakai garam. Caranya dengan menambahkan garam ke dasar cangkir dan taruh sedikit es serut di atasnya. Tutupi bagian atas cangkir kopi dengan lapisan plastik pembungkus.

    Lalu letakkan tangan di atas plastik tersebut dan putar cangkir agak cepat. Apabila dirasa sudah lama diputar, coba bilas cangkir dengan air hangat. Lihat apakah warnanya berkurang.

    2. Talenan

    Talenan adalah salah satu barang dapur yang mudah rusak. Bekas potongan pisau kerap berbekas. Permukaannya yang tidak mulus itu sering kotor dari sisa-sisa makanan yang masuk ke sela-selanya. Tidak jarang, talenan jadi mudah berbau karena cara membersihkannya yang salah.

    Coba dengan menaburkan garam dan ratakan seperti dipijat. Diamkan selama 10 menit. Setelah itu gosok permukaan dengan lemon yang telah dipotong menjadi dua. Saat menggosok, kamu boleh sambil memeras lemon. Terakhir, bilas dengan air panas. Pastikan tidak ada sisa garam yang tertinggal.

    3. Setrika

    Jika besi setrika kotor karena ada yang menempel atau berubah warna menjadi hitam, kamu bisa lho menghilangkannya.

    Caranya atur setrika sampai terasa hangat. Sembari menunggu, siapkan selembar kertas atau koran yang atasnya telah ditaburkan garam. Setelah setrika panas, setrika dengan melingkar di atas garam dan kertas tadi. Matikan setrika dan biarkan dingin. Lalu, bersihkan permukaan besi dari bekas garam dengan menggunakan kain lembap.

    4. Panci

    Cara mencuci panci berminyak, kotor, atau berminyak bisa dengan garam. Caranya tutupi panci dengan garam dan biarkan selama 10 menit. Lalu, gosok bagian tepi panci yang kotor dengan spons. Terakhir, bilas dengan air hangat.

    5. Pipa Tersumbat

    Pipa tersumbat dapat diatasi dengan bahan yang ada di dapur. Caranya tuang setengah cangkir soda kue dan setengah cangkir garam ke dalam saluran pembuangan dan biarkan semalaman. Setelah itu, tuangkan air mendidih ke dalam saluran pembuangan untuk membilas campuran tersebut.

    6. Jamur dan Noda Bekas Air

    Jika di rumah ada barang yang berjamur atau permukaannya terdapat sisa air, coba pakai garam sebagai pemutih alami. Cara bersihkannya dengan menaburkan garam pada area yang terkena noda, lalu tuangkan soda kue. Diamkan beberapa jam atau semalaman.

    Cara kedua bisa dengan mencampurkan air lemon dan garam. Lalu gosokkan pada noda. Namun, kamu harus menjemur barang tersebut di bawah sinar matahari.

    Itulah beberapa benda yang bisa dibersihkan dengan garam. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com