Tag: jamur

  • Daun Tanaman Menguning? Ini 8 Penyebab dan Cara Mencegahnya



    Jakarta

    Bagi yang suka memelihara tanaman di rumah, pasti sering menemui daun tanaman yang menguning. Kalau sudah menguning, maka harus dipotong bagian tersebut agar tidak menyebar ke seluruh bagian tanaman. Namun, jangan khawatir karena daun baru akan tumbuh kembali.

    Namun, sebetulnya kita bisa mencegah daun tanaman yang menguning. Caranya dengan mengetahui beberapa penyebab berikut yang dikutip dari The Spruce, Senin (10/03/2025), yaitu:

    Tekanan Kelembaban

    Penyebab paling umum ketika daun tanaman menguning adalah terlalu banyak air atau kekurangan air. Jika tanaman terlalu banyak air dapat merusak daun karena air dalam tanah dapat tergenang dan tidak mengalir dengan baik.


    Jika kekurangan air, tanaman akan menggugurkan daunnya karena mengalami transpirasi atau penguapan yang merupakan cara tanaman berkeringat untuk menghemat air. Sebelum gugur, daun biasanya akan menguning dan terlihat bintik-bintik cokelat.

    Untuk itu, pastikan untuk menyiram tanaman secara teratur

    Penuaan Normal

    Daun tanaman menguning sebetulnya merupakan hal yang normal seiring bertambahnya usia tanaman. Daun akan menguning dan rontok. Namun, jangan khawatir karena dapat memotong batang utama untuk mendorong pertumbuhan tanaman baru.

    Suhu Dingin

    Suhu dan angin yang terasa dingin sering menyebabkan daun menguning dan rontok. Untuk itu, hindari menaruh tanaman di dekat ventilasi AC atau jendela yang dingin, apalagi jika tanaman tersebut termasuk tanaman tropis.

    Kurang Cahaya

    Tanaman yang kekurangan cahaya biasanya akan menguning kemudian gugur. Biasanya bagian yang menguning itu terletak pada sisi yang membelakangi cahaya. Misalnya, menaruh tanaman dekat jendela, maka sisi berlawanan akan menguning. Solusinya adalah memutar pot setidaknya seminggu sekali agar semua sisi mendapatkan cahaya.

    Solusi terbaik adalah letakkan tanaman ke lokasi yang lebih cerah. Jika cahaya dalam rumah sulit didapat maka bisa menggunakan satu atau dua lampu tanaman buatan.

    Kekurangan Nutrisi

    Daun tanaman akan menguning jika tidak memperoleh nutrisi yang dibutuhkan. Biasanya daun tersebut akan memiliki pola yang tidak biasa, seperti tulang daun tetap gelap sementara jaringan di antaranya menguning. Oleh karena itu, perhatikan nutrisi yang dibutuhkan tanaman karena masing-masing spesies atau jenis tanaman membutuhkan nutrisi yang berbeda satu sama lain.

    Infeksi Virus

    Penyebab berikutnya kemungkinan adanya infeksi virus pada daun di seluruh bagian tanaman. Hal itu dapat dilihat tak hanya daun yang menguning, tetapi juga batang yang berubah bentuk serta bunga yang berubah warna. Infeksi virus pada tanaman biasanya sulit disembuhkan dan rentan menular ke tanaman di dekatnya. Solusinya adalah menggunakan fungisida atau bahan kimia untuk memberantas jamur pada tanaman.

    Segera pisahkan tanaman yang terinfeksi virus dengan tanaman lainnya. Jika tidak dapat disembuhkan maka tanaman harus dibuang. Jangan lupa untuk mencuci dan mensterilkan alat serta pot sebelum menggunakannya pada tanaman lain.

    Hama

    Serangga atau hama seperti kutu daun, tungau, laba-laba, dapat mengisap getah daun tanaman sehingga warnanya menjadi kuning dan meninggalkan bercak. Solusinya adalah menyemprotkan insektisida atau bahan pembunuh serangga pada tanaman.

    Repotting

    Salah satu hal normal pada daun tanaman menguning adalah ketika tanaman dipindahkan ke pot lama ke pot yang baru. Ini menunjukkan cara tanaman menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Sehingga, daun tanaman justru tiba-tiba bisa menguning tanpa sebab. Selama periode ini jangan beri pupuk dan biarkan tanaman mengendapkan akarnya serta menemukan nutrisi di tanah yang baru.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Langkah Mudah Bersihkan Dinding Berjamur


    Jakarta

    Pernahkah kamu menemukan area yang dipenuhi noda hitam pada dinding rumah? Bisa jadi noda itu merupakan jamur, lho.

    Jamur bisa tumbuh pada dinding yang lembap. Hal ini dapat disebabkan oleh kondisi ruangan lembap karena kurang sirkulasi udara maupun dinding basah terlalu lama.

    Dinding berjamur tak hanya merusak pemandangan, tetapi bisa mengganggu kesehatan penghuni rumah. Oleh karena itu, kamu perlu segera membersihkan dinding berjamur jika mengalaminya.


    Lantas, bagaimana cara membersihkan dinding berjamur? Yuk, simak langkahnya berikut ini.

    6 Langkah Mudah Bersihkan Dinding Berjamur

    Inilah cara membersihkan dinding yang berjamur seperti yang dikutip dari The Spruce.

    1. Campurkan Larutan Pembersih

    Campurkan satu sendok sabun cuci piring dengan ½ cangkir pemutih klorin dan satu cangkir air hangat dalam satu botol semprotan.

    Cairan pencuci piring membantu larutan menempel lebih lama di dinding dan membunuh spora jamur.

    2. Gunakan Alat Pelindung

    Sebaiknya gunakan masker, disarankan N-95, untuk mencegah menghirup aroma dari cairan pemutih. Gunakan juga kaca mata, sarung tangan karet, dan pakaian lama untuk mengantisipasi cipratan.

    3. Tingkatkan Sirkulasi Udara

    Saat membersihkan dinding berjamur, pastikan ada ventilasi udara dengan membuka pintu dan jendela. Kamu juga bisa menyalakan kipas exhaust dan kipas ventilasi.

    4. Aplikasikan Cairan Pembersih

    Semprotkan cairan pembersih menggunakan botol semprot atau spons. Mulai aplikasikan cairan dari bawah ke atas dinding. Cara ini untuk menghentikan penyebaran spora dan noda agar tidak meninggalkan bekas pada dinding.

    5. Biarkan Dinding Mengering

    Setelah mengaplikasikan cairan pembersih, biarkan dinding mengering dengan sendirinya. Jangan lap atau bersihkan larutan pembersih.

    6. Bersihkan Sisa Noda

    Kalau dinding sudah kering, periksa area yang terdapat noda gelap. Ulangi langkah-langkah tersebut dengan larutan pembersih pemutih klorin baru jika masih ada noda.

    Pemutih klorin adalah cairan yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Namun, kalau area dinding berjamur kecil, kamu bisa menggunakan cuka putih suling atau hidrogen peroksida sebagai gantinya. Kamu juga bisa gunakan cairan khusus pembersih jamur.

    Itulah tips membersihkan dinding berjamur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jamur di Plafon Kamar Mandi Bahaya buat Kesehatan, Begini Cara Atasinya



    Jakarta

    Plafon kamar mandir menjadi salah satu area yang sering terkena jamur. Salah satu alasannya karena kondisi kamar mandi yang lembap ataupun ada kebocoran di atap.

    Nah buat kamu yang penasaran apakah kamar mandi kamu atapnya berjamur bisa dilihat apakah ada noda-noda kecoklatan atau warna yang kontras dengan plafon. Biasanya jamur ini bisa bertambah banyak tergantung pada besar area lembap.

    Jika ada jamur di atap kamar mandi kamu jangan dianggap sepele. Sebab itu bisa berisiko bagi kesehatan. Mulai dari batuk, bersin, hidung tersumbat, mata gatal, iritasi kulit, gangguan pernapasan, sakit kepala, dan gejala mirip alergi lainnya.


    Lagi pula membasmi jamur pada plafon kamar mandi ternyata tidak sulit. Dilansir The Spruce, berikut ada cara menghilangkan jamur di plafon kamar mandi.

    Cara Menghilangkan Jamur sari Plafon Kamar Mandi Drywall (Papan Gipsum) Yang Dicat

    1. Campurkan Larutan Pembersih

    Larutan pembersih jamur mudah kamu temukan, bahkan ada yang instan. Namun, jika kamu ingin membuat sendiri larutan pembersih tersebut. Caranya dengan menyiapkan sabun pencuci puring dan pemutih klorin. Campurkan kedua larutan tersebut ke dalam sebuah wadah berisi air hangat dengan perbandingan 1:2:1.

    Setelah itu, masukkan larutan pembersih ke dalam botol. Semprotkan larutan tersebut pada plafon yang berjamur. Diamkan seharian, lalu semprot lagi hingga terlihat perubahannya.

    Saat membersihkan jamur, kamu harus memakai alat pelindung seperti masker wajah, kacamata pelindung, dan sarung tangan. Selain itu, pastikan ventilasi di kamar mandi dalam keadaan terbuka atau berfungsi agar kamar mandi tidak lembap dan area yang dibersihkan bisa cepat kering.

    2. Periksa Noda Secara Teratur

    Jamur tidak akan hilang dalam satu kali penyemprotan. Kamu perlu menyemprotkan larutan pembersih secara berulang hingga noda tersebut hilang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Taruh 6 Barang Ini di Kamar Mandi Kalau Nggak Mau Menyesal


    Jakarta

    Banyak dari kita kadang tidak sadar memiliki kebiasaan menyimpan barang di kamar mandi seperti handuk, baju bekas pakai, dan lain-lain. Padahal kebiasaan tersebut tidak dianjurkan sebab kamar mandi adalah ruangan lembap yang dapat menimbulkan jamur, karat, lumur, atau kerusakan pada barang.

    Jadi, jangan sembarangan menaruh barang di dapur, khususnya barang-barang ini seperti dikutip dari Southern Living dan Real Simple, Senin (17/03/2025).


    Barang yang Tak Boleh Disimpan di Kamar Mandi

    Sebagian orang menyimpan handuknya pada gantungan kamar mandi. Kelembapan ruangan dapat menimbulkan jamur pada handuk sehingga menimbulkan bau apek. Jika kamu terpaksa harus selalu menyimpan handuk di dalam kamar mandi, maka upayakan mengganti handuk sesering mungkin.

    Pakaian

    Pakaian juga menjadi tempat berkembangnya kuman jika disimpan dalam kamar mandi apalagi jika menyimpannya selama berbulan-bulan. Sama seperti handuk, kelembapan membuat bakteri muncul dalam pakaian.

    Obat

    Obat biasanya disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Maka, jangan menyimpan obat di kamar mandi atau laci dalam kamar mandi.

    Pisau Cukur

    Pisau cukur merupakan salah satu barang yang sering ada di kamar mandi. Pada dasarnya, pisau cukur merupakan peralatan logam yang sebaiknya disimpan di tempat kering. Sebab, kelembapan kamar mandi dapat menimbulkan karat pada pisau cukur.

    Barang Elektronik

    Misalnya kamu menaruh speaker atau HP di kamar mandi maka rentan terjatuh ke dalam bak mandi atau toilet. Kelembapan udara juga membuat barang eletktronik cepat rusak.

    Perhiasan

    Jangan lupa memindahkan perhiasan kamu dari meja atau penyimpanan di kamar mandi. Kelembapan udara dapat membuat noda pada perhiasan.

    Kosmetik

    Kosmetik juga merupakan barang yang tidak bisa disimpan di dalam kamar mandi. Kelembapan udara dapat menurunkan kualitas kosmetik.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Ditutup! Ini Alasan Kamu Harus Buka Lemari Selama Pergi Mudik



    Jakarta

    Lemari merupakan tempat penyimpanan pakaian yang biasanya terdapat di kamar tidur. Selama ini lemari jarang dibiarkan terbuka untuk menghindari debu atau serangga yang masuk. Namun, tahukah kamu kalau selama mudik atau meninggalkan rumah dalam waktu yang cukup lama, lemari justru baiknya dibiarkan terbuka.

    Melansir dari situs Country Living, lemari pakaian dibiarkan terbuka untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Udara di dalam kamar tidur bisa saja menjadi lembap terutama pada musim panas dan mengakibatkan timbulnya penyebaran jamur. Sehingga tak hanya lemari, pintu kamar pun biarkan terbuka agar mendapat ventilasi udara yang baik.

    Jika kamu khawatir terhadap serangga yang bisa saja masuk ke dalam lemari, maka kamu bisa oleskan beberapa tetes minyak lavender sebagai pencegahan. Aroma lavender membuat serangga tidak tertarik mendekat.


    Selain pintu lemari yang dibiarkan terbuka, masih melansir dari situs yang sama, terdapat beberapa hal yang harus dipersiapkan di dalam kamar tidur sebelum kamu berangkat mudik. Berikut penjelasannya.

    Ganti Sprei

    Akan sangat menyenangkan jika kembali ke rumah dengan sprei yang baru sepulang mudik.

    Tutup Gorden

    Menutup gorden pada siang hari merupakan pertanda bahwa rumah tersebut tidak berpenghuni. Namun, biarkan gorden sedikit terbuka untuk memberikan kesan bahwa ada oran di dalam. Akan tetapi, jangan terlalu lebar agar tidak dapat diintip langsung ke dalam.

    Putar Kasur

    Putar atau balikkan kasur untuk menjaga kualitas kasur kamu. Menurut situs Homes and Gardens, pada Senin (24/03/2025), hal ini dilakukan untuk membiarkan udara mengalir masuk ke dalam kasur secara merata di seluruh permukaannya.

    Itulah beberapa tips yang bisa kamu persiapkan untuk memastikan kamar tidur aman selama mudik. Selamat mencoba!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bersihkan Dinding Kusam karena Debu dan Kotoran Hewan Tanpa Cat Ulang


    Jakarta

    Seiring waktu dinding rumah pasti akan berubah warna dan menjadi kusam. Hal ini disebabkan oleh kontak terhadap cahaya, debu, dan perubahan suhu yang membuat ketahanan warna pada cat tidak sama lagi seperti awal pemasangan.

    Biasanya dinding yang kusam berada di dekat perabotan, terutama yang menggunakan material besi atau baja. Kemudian dinding di dapur, dinding bagian atas yang jarang dibersihkan dan dinding di dekat tangga. Lokasi-lokasi tersebut sangat mudah berubah kusam karena banyak faktor yang mempengaruhi.

    Dinding yang kusam jangan dianggap sepele karena di sana terdapat banyak debu yang menempel. Apabila didiamkan justru dapat muncul jamur, bau tak sedap, dan alergi bagi penghuni rumah.


    Cara mengatasi dinding yang kusam ini tidak harus dengan pengecatan ulang karena ada cara yang lebih mudah. Dilansir Spruce, berikut cara membersihkan dinding yang kusam.

    Sebelum membersihkan dinding kamu harus tau jenis cat yang digunakan. Ada cat berbahan dasar minyak dan air atau lateks.

    – Cat Berbahan Dasar Minyak

    Biasa digunakan pada area dengan kelembapan tinggi. Kualitasnya lebih bagus dan lebih tahan lama dibandingkan cat lateks. Keunggulannya lain adalah tahan meskipun sering dibersihkan.

    – Cat Berbahan Dasar Air atau Lateks

    Biasa digunakan untuk dinding di dalam rumah. Lebih tahan terhadap retak dan tidak mudah terkelupas dibandingkan yang berbahan dasar minyak. Namun, saat membersihkannya jangan gunakan pembersih cairan.

    Cara Membersihkan Dinding Dicat Berbahan Dasar Minyak

    1. Siapkan Larutan Pembersih

    Pertama, pastikan dinding sudah tidak berdebu. Bersihkan dinding dari debu dengan kain bersih. Kemudian, siapkan satu sendok teh sabun pencuci piring dan 1/2 sendok teh cuka putih ke dalam air hangat. Selain itu, siapkan wadah baru berisi air bersih untuk membilas.

    2. Usap Dinding

    Celupkan kain bersih atau spons ke wadah berisi larutan pembersih tadi lalu peras. Jika tidak ada noda membandel seperti kotoran cicak atau bekas coretan tidak perlu ditekan saat membersihkannya. Jika ada noda membandel, kamu bisa menambahkan 2 sendok makan boraks ke larutan pembersih. Bila sudah dibersihkan bilas dengan kain baru yang dibasahkan dengan air bersih.

    Cara Membersihkan Dinding Dicat Berbahan Lateks

    1. Siapkan Larutan Pembersih

    Sama seperti cara pada cat minyak, debu harus dibersihkan sebelum mengusap dinding dengan cairan pembersih. Kali ini kamu bisa menggunakan kemoceng atau vacuum cleaner. Larutan pembersih yang harus disiapkan adalah satu sendok teh pembersih serbaguna yang dicampur dengan 1 liter air hangat. Siapkan pula wadah berisi air bersih untuk air bilasan.

    2. Bersihkan Dinding dengan Gerakan Melingkar

    Siapkan spons atau kain bersih. Celupkan ke dalam larutan tadi dan peras hingga tidak ada air yang menetes. Mulai dari atas agar tidak mengotori area yang sudah bersih.

    Celupkan spons atau kain kedua ke dalam air bersih dan peras hingga hampir kering. Bilas sisa sabun saat Anda bergerak ke bawah dinding.

    Hati-hati saat membersihkan area dekat stopkontak atau sakelar listrik, jangan terlalu basah pada area ini. Apabila sudah dibersihkan, bilas dengan kain baru yang dibasahkan dengan air bersih.

    Jika ada goresan atau noda yang sulit hilang, celupkan spons basah ke dalam soda kue dan gosok perlahan area tersebut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Cabut Kulkas Saat Ditinggal Mudik?



    Jakarta

    Meninggalkan rumah saat mudik menjadi hal kekhawatiran tersendiri. Apalagi, banyak peralatan elektronik yang berisiko ditinggal tanpa pengawasan dalam jangka panjang, seperti kulkas. Kalau kamu, termasuk tim matikan atau tetap nyalakan kulkas saat mudik?

    Kulkas memang salah satu peralatan elektronik di rumah yang membutuhkan daya listrik besar dibanding barang lainnya. Sehingga, kondisi kulkas harus diperhatikan sebagai upaya mencegah kerusakan.

    Melansir dari situs Southern Living, sebelum pergi mudik, sebaiknya catat dan perhatikan makanan apa saja yang masih ada di dalam kulkas. Jika sudah tidak dimakan, maka lebih baik buang. Jika masih bisa dimakan, maka simpan dengan baik. Hal ini dapat menjaga kulkas agar bebas bakteri selama ditinggal.


    Selain itu, perhatikan suhu kulkas. Idealnya ada di 35 hingga 40 derajat Fahrenheit. Upayakan jangan melebihi dan kurang daripada derajat tersebut.

    Bisa juga kamu tambahkan soda kue untuk menghilangkan bau di dalam kulkas. Letakkan sekotak soda kue di bagian belakang rak kulkas agar membantu mencegah bau tidak sedap saat kamu kembali ke rumah.

    Kemudian, kamu perlu pertimbangkan. Apakah kamu akan mudik selama satu minggu atau satu bulan?

    Jika mudik kurang dari seminggu, maka:

    • Biarkan kulkas menyala dan simpan pada suhu yang ditentukan.
    • Matikan pembuat es jika tidak digunakan.
    • Buang makanan yang sudah tidak dimakan.
    • Bersihkan kulkas.

    Jika mudik lebih dari seminggu, maka:

    • Pertimbangkan untuk mencabut kabel kulkas.
    • Matikan pembuat es.
    • Kosongkan kulkas.
    • Biarkan pintu kulkas sedikit terbuka untuk mencegah tumbuhnya jamur dan lumut.

    Jadi, pertimbangkan berapa lama kamu akan mudik baru sebaiknya tentukan apakah kulkas dicabut atau tidak. Namun, yang pasti, untuk kulkas yang ada freezernya lebih baik dimatikan bagian freezernya. Sebab, freezer atau pembuat es dapat menghemat listrik, mencegah kerusakan seperti saluran tersumbat akibat gumpalan es, dan menghindari kebocoran air.

    Itulah penjelasan tentang apakah sebaiknya kulkas dimatikan atau tidak selama ditinggal mudik. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Hilangkan Bau Apek di Rumah Usai Ditinggal Mudik


    Jakarta

    Rumah yang ditinggalkan berhari-hari karena perjalanan jauh seperti mudik Lebaran biasanya berisiko muncul bau tak sedap saat pintu rumah kembali dibuka. Baunya seperti bau apek karena rumah lama tidak dibuka atau karena minimnya sirkulasi udara.

    Bau apek tidak bisa dianggap sepele. Bau ini dapat berpengaruh pada kesehatan penghuni rumah karena bau tersebut berasal dari pertumbuhan jamur di tempat yang lembap. Jamur yang tengah aktif tersebut dapat melepaskan spora dan senyawa organik volatil (VOC) ke udara.

    Menghirup zat-zat ini dapat berpengaruh pada sistem pernapasan seperti muncul gejala seperti batuk, bersin, mengi, dan bahkan memperburuk asma atau alergi.


    Oleh karena itu, setelah pulang mudik, dilansir Cleanpedia, sehabis membuka pintu langsung lakukan hal-hal ini untuk menghilangkan bau apek dari rumah.

    1. Cari Sumber Bau

    Saat kamu mencium bau apek setelah membuka pintu. Coba telusuri seluruh bagian rumah untuk mengetahui sumber bau berasal. Biasanya jamu menyukai tempat lembap seperti kamar mandi, wastafel, area perpipaan, atau keran.

    Untuk lebih akurat, kamu juga bisa mendatangkan ahli yang lebih memahami teknik membersihkan jamur di rumah.

    2. Buka Semua Ventilasi

    Agar spora dari jamur tidak banyak terhirup, lekas buka jendela, pintu, dan ventilasi lainnya di rumah. Biarkan udara segar masuk.

    Buka juga semua gorden dan tirai, untuk membiarkan cahaya matahari masuk! Jangan lupa untuk membuka ruang tertutup seperti lemari, kabinet, dan lemari pakaian untuk menghindari pertumbuhan jamur.

    3. Nyalakan Kipas Angin dan Dehumidifier

    Untuk mempercepat udara segar masuk ke dalam rumah dan mendorong udara panas, coba menyalakan kipas. Sementara untuk mengurangi udara lembap di rumah bisa menggunakan alat dehumidifier.

    4. Bersihkan Rumah

    Rumah yang ditinggal selama beberapa hari pasti berdebu meskipun ruangan dalam keadaan tertutup. Tumpukan debu juga bisa menjadi sarang berkembangbiak jamur. Bersihkan rumah dengan menggunakan sapu, penyedot debu, atau dilap.

    5. Letakkan Lemon

    Aroma lemon dapat membuat rumah terasa lebih segar. Daripada membeli produk instan, coba buat aroma lemon alami dengan cara merebus kulit lemon di panci berisi air. Kemudian, tunggu hingga aroma tercium. Baru setelah itu letakkan jeruk tersebut di beberapa area di rumah.

    6. Soda Kue

    Ada cara instan lain untuk menghilangkan bau apek di rumah yakni dengan sepiring soda kue yang dapat menyerap bau. Untuk area tertutup yang lebih kecil seperti lemari, lemari memakai sepiring kecil soda kue juga sudah cukup. Tunggu salaam 24 jam sampai kelembapan terserap maksimal.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Bisa Sembarangan, Begini Cara Mencuci Pakaian Berbahan Anti Air


    Jakarta

    Saat ini sudah banyak pakaian yang memakai bahan anti air sehingga dapat mencegah pakaian basah. Namun, beberapa di antara penggunanya ada yang belum mengetahui bagaimana cara mencuci pakaian dengan bahan seperti ini. Apakah sama dengan pakaian dengan bahan kain?

    Beberapa di antaranya bahkan ada yang merasa tidak perlu mencucinya terlalu sering karena tidak mudah basah dan cepat mengeringnya. Padahal sama seperti pakaian lainnya, pakaian dengan bahan anti air juga perlu dicuci.

    Lantas, bagaimana cara membersihkan pakaian dengan bahan anti air? Dilansir The Guardian, berikut tipsnya.


    Tips Mencuci Pakaian Berbahan Anti Air

    1. Pakaian Tidak Boleh Dibiarkan Lembap

    Pakaian berbahan anti air tetap perlu dijemur agar benar-benar kering. Sebab, apabila dibiarkan lembap, nantinya minyak dan kotoran yang berada di permukaan bahan dapat merusak pelindung pada bahan tersebut.

    2. Langsung Cuci Pakaian

    Apabila pakaian berbahan anti air terasa lembap, jangan sekali-kali menyimpannya di keranjang pakaian yang tertutup. Kamu harus langsung mencucinya karena apabila dibiarkan beberapa hari jamur bisa tumbuh pada pakaian dan menyebabkan bau tak sedap pada pakaian.

    3. Cuci dengan Mesin Cuci

    Beberapa pakaian berbahan anti air bisa dicuci menggunakan mesin cuci. Namun, kamu harus melihat kembali tata cara pembersihan pakaian di label yang biasa tertera di dalam baju.

    4. Setrika Bahan dengan Pelapis

    Setelah dijemur atau dikeringkan, kamu bisa menyetrika pakaian berbahan anti air agar lebih tahan lama. Namun, ada cara khusus untuk menyetrikanya karena bahan anti air biasanya memakai plastik sehingga tidak tahan terhadap panas.

    Caranya adalah dengan memasang pelapis agar setrika tidak langsung menyentuh pakaian berbahan anti air tersebut. Gunakan panas sedang agar bahan tidak meleleh.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-Hati! Ini Bahaya Menjemur Baju di Dalam Rumah yang Sering Diabaikan



    Jakarta

    Menjemur baju di dalam rumah menjadi kebiasaan masyarakat ketika musim hujan atau cuaca sedang tak menentu. Padahal, tidak banyak yang tahu bahwa menjemur baju di dalam rumah dapat mempengaruhi kualitas udara hingga penggunaan energi.

    Melansir dari situs Homes and Gardens, risiko utama ketika kita menjemur baju di dalam rumah adalah terjadinya potensi penumpukan kelembapan. Saat menjemur baju di dalam rumah apalagi pada ruangan yang tidak memiliki ventilasi atau sirkulasi udara, tingkat kelembapan udara dapat meningkat. Ketika kelembapan udara meningkat, maka hal ini dapat menciptakan tempat berkembang biak jamur dan lumut di dinding maupun di langit-langit rumah.

    Menurut Certified Professional Organizer sekaligus pendiri situs Tidy Nest, Shannon Krause, menuturkan bahwa menjemur baju dalam rumah berpotensi menimbulkan bau. Hal ini disebabkan pakaian yang dijemur dalam ruangan tidak kering secepat atau sebaik pakaian yang dijemur di luar ruangan. Apa lagi jika ruangan tersebut tidak memiliki ventilasi atau sirkulasi udara yang bagus, maka baju bisa menyerap bau apek. Hal ini juga berpengaruh terhadap kualitas udara di rumah. Sehingga, perlu menggunakan pengharum ruangan atau memastikan sirkulasi udara mengalir untuk mencegah bau yang tidak sedap.


    Selain itu, menjemur baju di dalam rumah berpotensi menyebabkan baju tidak kering sepenuhnya. Alhasil, saat menggunakan setrika atau pengering listrik lainnya, dapat mempengaruhi konsumsi energi. Menggunakan alat elektronik tersebut dapat meningkatkan penggunaan energi yang akhirnya menyebabkan tagihan listrik lebih tinggi.

    Namun, walau demikian, menjemur baju di dalam rumah juga dibutuhkan pada saat-saat tertentu. Oleh karena itu, untuk meminimalkan risiko yang telah disebutkan, seorang Pendiri EC, Eliana Coca menyarankan untuk buka jendela saat menjemur baju dalam ruangan. Hal ini membuat udara dapat bersirkulasi dengan baik serta membantu baju basah mengeluarkan kelembapan.

    Demikian penjelasan mengenai risiko menjemur baju dalam rumah. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com