Tag: jarang mengepel

  • Haruskah Mengepel Lantai Setiap Selesai Menyapu? Begini Anjurannya



    Jakarta

    Mengepel lantai biasa dilakukan setelah menyapu lantai. Namun, jika dilihat secara kasat mata, sebenarnya lantai sudah terlihat bersih hanya dengan disapu. Lantas, apakah mengepel lantai harus dilakukan setiap hari, terutama setelah menyapu?

    Dilansir Angi, ternyata penentuan waktu untuk mengepel lantai bisa disesuaikan dengan banyaknya aktivitas yang dilakukan di rumah. Apabila seharian berada di rumah, lantai harus dipel setiap hari bahkan setiap setelah melakukan kegiatan lho. Bahkan mengepel tidak hanya dilakukan satu kali saja, melainkan dua kali yakni pada pagi dan sore hari.

    Untuk area dapur, mengepel lantai juga dianjurkan dilakukan ketika selesai makan, termasuk di area ruang makan. Tumpahan, remah-remah, dan minyak dari masakan dapat mengotori lantai selama memasak dan makan.


    Menyapu dan mengepel setelah makan malam juga dianjurkan. Dengan begitu, saat penghuni rumah ingin memasak keesokan paginya, dapur tidak berantakan bak kapal pecah.

    Lalu, untuk area di dekat pintu masuk dan ruangan yang sering jadi tempat lalu lalang bisa dipel setiap dua minggu sekali. Namun, jika sedang musim hujan, mengepel lantai sebaiknya dilakukan setiap selesai hujan.

    Ruang tempat keluarga berkumpul atau menerima tamu seperti ruang keluarga, ruang tamu, dan ruang TV harus sering dipel terutama setelah selesai digunakan. Sebab, kotoran bisa terbawa dari luar. Di ruangan ini bisa saja ada tumpahan remah makanan dan lainnya.

    Apa yang Terjadi Jika Jarang Mengepel Lantai?

    Lantai yang jarang dipel pasti terasa lengket, berpasir, dan kasar. Terutama bagi penghuni yang jarang memakai alas kaki selama di dalam rumah.

    Selain itu, lantai yang kotor dan jarang dipel menjadi tempat berkumpulnya serbuk sari, kotoran, debu, dan kotoran lainnya menyebabkan penumpukan alergen, bakteri, dan bahkan jamur, yang mencemari rumah dan menciptakan lingkungan yang tidak higienis. Seiring waktu, muncul bau tak sedap di rumah karena pertumbuhan jamur dan bakteri.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Perlukah Lantai Dipel Setiap Hari? Ini Anjurannya


    Jakarta

    Bersih-bersih rumah dapat dilakukan dengan menyapu dan mengepel lantai. Setelah lantai disapu maka debu dan kotoran langsung terangkat seluruhnya.

    Setelah menyapu lantai biasanya dilanjutkan dengan mengepel. Namun, tidak semua orang melakukan kebiasaan ini karena ada sebagian yang hanya menyapu lantai secara rutin, sedangkan mengepel lantai dilakukan sesekali saja.

    Sebenarnya, apakah perlu mengepel lantai setiap hari? Dilansir situs Angi, ternyata ketentuan waktu untuk mengepel lantai bisa disesuaikan dengan banyak aktivitas yang dilakukan di rumah.


    Misalnya, rumah kamu kedatangan banyak tamu dan mereka sering kali bolak-balik ke dapur, kamar mandi, dan ruang tamu. Setelah para tamu pulang, tentu lantai harus dipel agar tidak lengket.

    Begitupun jika kamu seharian berada di rumah, lantai harus dipel setiap hari agar tidak lengket. Bahkan dianjurkan mengepel sebanyak dua kali dalam sehari, yakni saat pagi dan sore.

    Sedangkan untuk area dapur, mengepel lantai juga dianjurkan setelah selesai masak. Sebab, cipratan minyak, air, atau remah-remah makanan kerap jatuh ke lantai dan akhirnya bikin kotor.

    Selain itu, area ruang makan juga perlu dipel setelah makan siang dan malam. Terkadang, ada sisa-sisa makanan yang jatuh ke lantai dan tidak disadari oleh penghuni rumah. Jika dibiarkan maka bisa memancing semut, cicak, kecoak, dan tikus untuk datang.

    Lalu, untuk area di dekat pintu masuk dan ruangan yang sering menjadi tempat lalu lalang dianjurkan dipel setiap dua minggu sekali. Namun saat musim hujan, lantai sebaiknya dipel setelah hujan reda agar tidak basah dan licin.

    Ruang keluarga dan ruang tamu juga perlu dipel, terutama setelah digunakan. Soalnya, kotoran dan debu dari luar bisa terbawa masuk ke dalam sehingga lantai terasa tidak nyaman. Selain itu, bisa saja ada sisa camilan yang jatuh ke lantai sehingga wajib disapu dan dipel.

    Ini Akibat Jika Jarang Mengepel Lantai

    Jika kamu jarang mengepel lantai maka akan terasa lengket, berpasir, dan kasar saat diinjak. Apalagi kamu termasuk orang yang tidak menggunakan alas kaki selama di rumah, tentu lantai akan terasa sangat kotor.

    Di sisi lain, lantai yang kotor dan jarang dipel dapat menjadi tempat berkumpulnya serbuk sari, kotoran, dan debu yang memicu penumpukan alergen, bakteri, hingga jamur. Jika dibiarkan maka dapat mencemari rumah dan menciptakan lingkungan yang tidak higienis. Tak hanya menimbulkan bau tak sedap di rumah, tapi juga bisa mengganggu kesehatan para penghuninya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com