Tag: jati

  • Mau Beli Furniture Outdoor? Hindari 4 Kesalahan Ini Ya



    Jakarta

    Furniture outdoor terkadang diperlukan apabila kamu memiliki area luar rumah untuk berkumpul. Nah, saat ingin membeli furniture outdoor, pastikan kamu menghindari kesalahan-kesalahan berikut ini, salah satunya tergiur karena harga yang murah.

    Harga yang murah memang menggiurkan. Namun, jangan sampai hanya karena harganya yang murah kamu langsung membeli perabotan tersebut padahal kualitasnya tidak tahan lama.

    Di sisi lain, menyeimbangkan antara estetika dengan daya tahan merupakan kunci saat memilih furniture outdoor. Sebab, jika memilih furniture yang salah justru bisa merusak tampilan atau bahkan perlu mengeluarkan uang untuk perbaikan.


    Dilansir dari Real Simple, berikut ini kesalahan yang harus dihindari saat mau membeli furniture outdoor.

    1. Tidak Mengukur Ruangan

    Sebelum membeli furniture, sebaiknya mengukur ruangan terlebih dahulu, tidak peduli perabotan yang dibeli berukuran kecil maupun besar. Tanpa ukuran yang tepat, furniture yang dibeli bisa saja terlalu kecil atau terlalu besar.

    2. Tidak Peduli Material yang Digunakan

    Saat membeli furniture, apalagi furniture outdoor, harus ketahui dulu material yang tepat. Kalau bisa pilih material yang tahan cuaca panas maupun hujan.

    “Untuk furniture luar ruangan, jati adalah pilihan kayu terbaik karena daya tahan dan keindahannya yang tahan lama,” kata Presiden di Ballard Designs, Karen Mooney, dikutip dari Real Simple.

    Kamu bisa menyimpan furniture di gudang atau garasi jika sedang tidak digunakan. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan penutup supaya furniture outdoor tetap dalam keadaan yang bagus. Jika furniture dibiarkan begitu saja di luar, sering terkena hujan maupun panas matahari, bisa-bisa cepat rusak.

    4. Asal Membeli Furniture dengan Harga Murah

    Furniture outdoor biasanya memiliki harga yang cukup mahal karena daya tahan yang kuat dan tidak mudah rusak. Jangan sampai karena harga yang murah, kamu tergiur membelinya tanpa memperhatikan material yang digunakan.

    “Jika kamu membeli hanya berdasarkan harga, kemungkinan besar barang-barangnya tidak akan tahan lama dan perlu diganti hanya dalam beberapa musim. Jadi pilihlah (furniture) kualitas tinggi sesuai anggaran kamu,” papar Mooney.

    Itulah beberapa kesalahan yang harus dihindari saat ingin membeli furniture outdoor. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bisa Bawa Keberuntungan, Ini Kelebihan Rumah yang Pakai 2 Pintu



    Jakarta

    Setiap rumah pasti memiliki pintu sebagai akses utama masuk ke dalam. Namun, ada yang memilih memakai satu daun pintu dan ada yang dua. Sebenarnya memakai satu pintu pun sudah cukup untuk membantu seseorang masuk ke dalam. Lantas, kenapa ada rumah yang memakai 2 daun pintu?

    Menurut Arsitek Denny Setiawan, memakai dua pintu pada fasad rumah dapat memberikan ruang yang lebih untuk akses masuk.

    “Jadi pintu utama itu harus dua ya alasannya memang secara logis untuk memasukkan barang-barang bisa masuk ke dalam rumah,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Rabu (26/3/2025) lalu.


    Kemudian, memakai dua pintu pada bangunan besar atau rumah mewah biasanya untuk menujukan kemegahan bangunan tersebut. Pemakaian dua pintu banyak juga dipakai pada bangunan penting kenegaraan.

    “Sebenarnya secara simbolisme dua pintu melambangkan kemegahan. Ketika kita buka pintu langsung besar, plong gitu kan. Kalau misalnya kita lihat istana-istana Kerajaan Inggris misalnya itu kan pintunya dua gitu ya. Tapi secara logis memang ada banyak furniture yang membutuhkan ruang besar untuk dimasukkan,” jelasnya.

    Jika menilik dari konsep feng shui, Denny menyampaikan semakin besar akses masuk pada sebuah rumah, dipercaya dapat memperlancar hal-hal baik termasuk rezeki bagi penghuni rumah. Dalam feng shui ada kepercayaan bahwa rumah harus diisi oleh chi yang baik. Chi ini masuk melalui pintu masuk rumah.

    “Kita kaitkan misalnya dengan kepercayaan feng shui misalnya, pintu utama itu kan pintu masuknya rezeki. Jadi supaya rezekinya bisa gampang masuk, pintunya dibuat dua,” terangnya.

    Ada pun untuk jenis bahan yang bagus untuk digunakan sebagai pintu masuk rumah, Denny berpendapat banyak yang memakai material kayu, terutama jenis merbau, jati, dan ulin. Ketiga jenis kayu ini memiliki ketahanan sehingga cocok untuk pintu utama rumah.

    “Kayu minimal. Kalau untuk pintu saran saya minimal merbau. Tapi tidak menutup kemungkinan pintu jati atau pintu ulin misalnya,” sebut Denny.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Pintu Kayu Seret Sampai Muncul Goresan di Lantai? Begini Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Masalah yang kerap terjadi pada pintu kayu adalah serat dan tidak bisa dibuka lebar karena bagian bawah menempel pada lantai. Alhasil pada lantai muncul banyak goresan karena daun pintu dipaksa bergerak.

    Hal ini sebenarnya bisa terjadi pada semua jenis material pintu, tetapi bagi pemakai material kayu, masalah ini merupakan hal yang pasti ditemukan. Jika berfikir solusi untuk pintu seret seperti ini hanya perlu diangkat ketika dibuka dan ditutup, tentu tidak bisa. Masalahnya bukan hanya pada engsel yang kendor, melainkan material daun pintu tersebut.

    Dilansir Better Homes and Gardens, pintu rumah kayu yang seret atau susah ketika didorong disebabkan karena kelembapan yang tinggi. Hal ini mudah sekali terjadi pada bahan kayu karena memicu pemuaian dan penyusutan sehingga mempengaruhi pergerakan kayu.


    “Pintu kayu dapat memuai dan menyusut seiring dengan musim lembap atau setelah terjadi perubahan suhu yang signifikan sehingga menyebabkan kelembapan tinggi. Kayu secara alami menyerap kelembapan di udara sehingga pergerakan dan pembengkakan berpotensi menyebabkan seret,” kata Tukang kayu dan pemilik Timber Shelves, Justin Brown, dikutip Kamis (14/8/2025).

    Masalah seperti kayu yang seret ini bisa diatasi dengan memakai jenis kayu yang berkualitas. Menurut arsitek Denny Setiawan kayu tidak memiliki karakteristik yang sama. Jenis kayu yang cocok untuk perabotan rumah tangga karena ketahanannya hanya beberapa saja, seperti merbau, jati, dan ulin.

    “Kayu minimal. Kalau untuk pintu saran saya minimal merbau. Tapi tidak menutup kemungkinan pintu jati atau pintu ulin misalnya,” ujar Denny kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Kayu-kayu tersebut memiliki harga yang cukup mahal karena sesuai dengan kualitas dan ketahanannya. Selain itu stoknya tidak banyak saat ini sehingga tidak banyak orang memakai kayu-kayu tersebut.

    Cara Mengatasi Pintu Kayu Seret

    Selain memilih material kayu yang berkualitas, juga ada cara lain untuk memperbaiki pintu agar tidak serat lagi, yakni sebagai berikut.

    1. Cek Pintu dan Kusen

    Alasan pintu terasa serat adalah adanya penghalang pada pintu. Penghalang tersebut bisa berupa tumpukan debu, cat terlalu tebal, atau kotoran yang berada di bawah pintu atau engsel. Sebelum diperbaiki, lebih baik cek menyeluruh penghalang yang menghalangi pergerakan pintu.

    2. Kencangkan Engsel

    Penyebab lainnya pintu kayu terasa sulit dibuka dan ditutup adalah karena bagian engsel ada yang longgar. Engsel yang longgar dapat mengubah letak pintu sehingga saat digerakkan bisa menyentuh ke permukaan lantai.

    Cara memperbaiki sekrup yang kendur bisa dengan mengencangkan kembali atau menggantinya dengan yang baru.

    3. Pangkas Bagian Bawah Pintu

    Cara satu ini agak menyita tenaga, waktu, dan biaya karena pintu tersebut dipotong di bagian bawah. Selain itu, memotong bagian bawah juga bisa memberikan celah bagi tikus, semut, atau rayap masuk ke rumah. Sebaiknya konsultasikan dahulu dengan ahli sebelum memotong bagian bawah pintu.

    Itulah informasi seputar pintu seret. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali Jenis-jenis Pintu Kayu, Mana yang Tahan Lama?


    Jakarta

    Kebanyakan pintu rumah terbuat dari kayu. Bahan ini memang menjadi andalan karena tampilannya yang alami dan daya tahannya yang kuat.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan kayu adalah bahan yang ideal buat pintu karena tidak mudah dijebol. Namun, setiap kayu punya karakteristik masing-masing sehingga perlu disesuaikan penggunaannya.

    “Kita harus tahu bahwa kayu yang kita pakai itu tahan terhadap cuaca luar atau tidak. Ketahanannya mesti kita pastikan karena ada beberapa jenis kayu yang memang cuma kuat di indoor dan bisa di outdoor,” kata Denny saat dihubungi detikProperti beberapa waktu lalu.


    Menurutnya, jenis kayu yang cocok untuk pintu outdoor antara lain jati, merbau, dan ulin. Sementara itu, pintu kayu indoor bisa terbuat dari meranti, mahoni, dan kamper.

    Lantas, apa saja jenis-jenis kayu yang digunakan buat pintu? Simak penjelasannya berikut ini.

    Jenis-jenis Kayu buat Pintu

    Inilah beberapa kayu yang cocok dijadikan pintu menurut ahlinya.

    1. Jati

    Kontraktor Wildan menyebut jati termasuk kayu yang paling kuat dibanding jenis lainnya. Bahan ini punya karakteristik yang membuatnya tahan terhadap cuaca.

    “Kepadatannya tinggi, minyak alami banyak, tahan cuaca, juga perlu waktu lama untuk dapat jenis kayu jati yang benar-benar bagus,” ucapnya.

    Ia mendeskripsikan kayu jati berwarna coklat keemasan. Tampilan itu memberi kesan anggun dan hangat pada ruangan.

    2. Kamper

    Kemudian ada kayu kamper yang juga dikenal memiliki daya tahan yang kuat. Saking kuatnya, kayu ini tahan serangan rayap alias anti rayap.

    “(Kayu kamper) memiliki bau mirip dengan aroma kamper atau kapur barus,” imbuhnya.

    3. Kenari

    Pemilik rumah juga bisa menggunakan kayu kenari sebagai pintu. Sebab, kayu ini tahan terhadap kelembapan serta anti jamur.

    4. Mahoni

    Lalu, ada kayu mahoni yang cocok buat dibikin pintu rumah. Bahan tersebut tahan terhadap pelapukan dan cukup stabil menahan kelembapan.

    5. Merbau

    Kayu merbau bersifat sangat kuat, keras, dan berumur panjang. Kayu itu dapat menjadi opsi menarik buat bikin pintu rumah.

    6. Oak

    Kayu oak termasuk bahan yang kuat sehingga bagus dijadikan pintu. Tak hanya kuat, kayu ini juga kedap air, lho.

    7. Pinus

    Pemilik dapat mempertimbangkan kayu pinus kalau mau bahan yang tidak mudah menyusut atau mengembang. Apalagi, jenis kayu ini terbilang paling murah dibandingkan lainnya.

    Itulah sederet pilihan kayu yang biasa dijadikan pintu rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Beli Furniture Outdoor? Perhatikan Hal Ini Dulu Agar Tidak Menyesal


    Jakarta

    Ketika memiliki area outdoor, seperti teras belakang atau taman belakang, tentu diperlukan perabotan tambahan agar lebih nyaman. Perabotan itu pun beragam, mulai dari meja hingga sofa.

    Nah, sebelum membelinya, penghuni rumah harus memperhatikan beberapa hal ini agar tidak menyesal. Kalau salah pilih perabotan, bisa-bisa justru lebih cepat rusak.

    Dilansir dari Ideal Home, berikut ini informasinya.


    Ukur Area Outdoor

    Mengetahui ukuran ruangan yang tepat tentu sangat membantu saat memilih furniture. Hal itu supaya furniture yang dibeli tidak terlalu besar atau terlalu kecil.

    Jika ingin memiliki area kumpul yang lebih luas, bisa pilih bangku dengan area penyimpanan di bagian bawahnya untuk menghemat ruang.

    Pilih Material yang Pas

    Selanjutnya adalah pilih material yang tepat. Sebab, furniture outdoor akan lebih sering terpapar panas ataupun hujan.

    Berikut ini beberapa material yang bisa menjadi pilihan.

    Rotan

    Lampu gantung rotan di teras.Lampu gantung rotan di teras. Foto: James McDonald Photography via Homes and Gardens

    Rotan merupakan salah satu material yang tepat untuk diletakkan di luar ruangan. Hal itu karena bahan tersebut cukup kuat dan tahan air selain itu juga tidak mudah pudar warnanya.

    Kayu

    Area outdoor dengan bangku kayu unikArea outdoor dengan bangku kayu unik Foto: Azril Shiva

    Bahan yang satu ini sering dipakai untuk area taman belakang karena tahan lama. Salah satunya adalah kayu jati.

    “Jati adalah pilihan kayu keras yang sangat diminati untuk furnitur taman, karena penampilannya yang indah, hangat, dan mewah. Seiring waktu, kayu jati akan menghasilkan patina abu-abu keperakan yang menarik jika tidak dirawat,” kata Rikke dari JYSK, dikutip dari Ideal Home, Rabu (8/10/2025).

    Karena kandungan minyaknya yang tinggi, kayu keras ini sangat tahan lama dan secara alami tahan terhadap kerusakan, serangan serangga, kelembapan, dan pelapukan.

    Metal

    Bahan selanjutnya adalah metal seperti aluminium dan baja. Kedua bahan tersebut juga sering dipakai untuk furniture outdoor.

    Baja bisa sangat menawan pada desain minimalist dan juga tangguh. Namun, baja rentan karatan dan cukup berat.

    Sementara itu, aluminium juga pilihan yang baik namun agak sedikit lebih mahal dibanding baja.

    “Furniture aluminium ringan, bebas karat, dan mudah dirawat,” ujar kepala sales dan marketing di Bramblecrest, Tim Penell.

    Tetapkan Budget

    Selanjutnya adalah tetapkan budget. Jangan sampai membeli furniture di luar kemampuan ya.

    Meski membeli dengan harga terjangkau, jangan sampai mengabaikan bahan yang dipakai karena bisa mempengaruhi ketahanan furniture. Biasanya kalau harganya lebih mahal sedikit, bahan yang digunakan lebih bagus serta lebih tahan lama yang tentunya bisa menghemat pengeluaran ke depan.

    “Furnitur premium dirancang untuk tahan lama. Material yang digunakan dalam produksinya tidak hanya bersumber dari sumber yang lebih berkelanjutan, tetapi juga dipilih karena daya tahannya, memastikan furnitur tersebut awet hingga bertahun-tahun mendatang,” kata brand manager di Bridgman, Caron Grant.

    Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membeli furniture outdoor.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/ilf)



    Sumber : www.detik.com