Tag: jawa

  • BPJPH Apresiasi Dukungan Pemprov Jabar Fasilitasi Sertifikasi Halal UMK



    Jakarta

    Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas sinergi aktif dalam pembinaan, edukasi, dan fasilitasi sertifikasi halal untuk pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).

    Apresiasi ini disampaikan Deputi Pembinaan dan Pengawasan JPH BPJPH, E.A. Chuzaemi Abidin, dalam kegiatan Pembinaan Sertifikasi Halal di Gedung BAZNAS Kabupaten Bogor pada Selasa (5/8).

    “Kami mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dalam program sertifikasi halal bagi pelaku usaha, melalui sinergi dalam pembinaan, edukasi, sosialisasi, hingga fasilitasi pelaku usaha dalam pelaksanaan sertifikasi halal,” ujar Chuzaemi dalam keterangan tertulis, Rabu (6/8/2025).


    Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting mengingat banyaknya pelaku UMK di Indonesia. Sertifikasi halal, lanjutnya, menjadi salah satu kebutuhan utama dalam menjaga daya saing produk dan kepercayaan konsumen.

    BPJPH sendiri menargetkan satu juta kuota Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) tahun ini bagi pelaku UMK di seluruh Indonesia. Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan antusiasme dan jangkauan fasilitasi yang tinggi.

    “Fasilitasi baik yang diwujudkan dalam bentuk pendampingan dan edukasi hingga fasilitasi pembiayaan sertifikasi halal baik self declare maupun reguler keberadaannya sangat penting sebagai bentuk kemudahan bagi pelaku usaha dalam mengurus sertifikat halal, khususnya pelaku UMK yang jumlahnya sangat banyak dan tersebar di seluruh Indonesia.” lanjut Chuzaemi.

    Kegiatan pembinaan ini diikuti oleh 150 pelaku UMK dari berbagai sektor. Selain sesi edukasi, BPJPH juga membuka layanan sertifikasi halal secara langsung (on the spot) kepada peserta yang hadir.

    Chuzaemi berharap pelaku usaha memanfaatkan layanan tersebut secara maksimal dan mendorong kolaborasi Dinas terkait agar target sertifikasi halal nasional dapat tercapai.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pengawasan Jaminan Produk Halal BPJPH Budi Setyo Hartoto, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor Nurhayati, Ketua TP PKK Bogor Asep Fahrudin, Ketua Umum Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Sri Mulyati, serta perwakilan lembaga dan stakeholder terkait.

    (akd/akd)



    Sumber : www.detik.com

  • Merdeka Sekarang atau 300 Tahun Lagi



    Jakarta

    Kemerdekaan Indonesia tak lepas dari peran para ulama. Mereka mendesak Soekarno memproklamasikan kemerdekaan pada Jumat Legi, 9 Ramadan 1364 H yang bertepatan dengan 17 Agustus 1945.

    Dalam buku Sejarah Hukum Indonesia karya Prof Sutan Remy Sjahdeini, beberapa ulama Indonesia seperti KH Abdul Mukti, Syekh Musa, dan KH Hasyim Asy’ari berpendapat proklamasi kemerdekaan merupakan desakan para ulama. Mereka berpendapat, Soekarno kala itu tidak mau memproklamasikan kemerdekaan Indonesia karena dihalangi Inggris yang menyebut akan dibuat seperti Hiroshima dan Nagasaki.


    Namun, para ulama mendorong dan mendesak Soekarno berani memproklamasikan kemerdekaan. Jika tidak dilakukan sekarang, kata mereka, Indonesia harus menunggu 300 tahun lagi untuk bisa merdeka.

    “Menurut pendapat para ulama saat itu (bertepatan dengan hari Jumat Legi tanggal 9 Ramadan 1364 H bertepatan tanggal 17 Agustus 1945 M), karena apabila tidak segera memproklamirkan kemerdekaan negara dan bangsa kita sekarang, maka kita harus menunggu kemerdekaan negara dan bangsa ini selama 300 tahun mendatang,” tulis keterangan dalam buku tersebut.

    detikHikmah belum menemukan narasi utuh untuk desakan itu. Namun, yang pasti, Soekarno minta nasihat dari para ulama untuk menentukan tanggal kemerdekaan Indonesia.

    “Soekarno yang senantiasa meminta pendapat dan sumbang para ulama ketika hendak melakukan hal-hal penting, maka terkait dengan tanggal kemerdekaan Indonesia ia meminta nasihat kepada KH Hasyim Asy’ari mengenai waktu dan tanggal yang baik untuk proklamasi kemerdekaan,” tulis Rizem Aizid dalam buku Selayang Pandang K.H. Hasyim Asy’ari.

    KH Hasyim Asy’ari kemudian menyarankan tanggal 17 Agustus 1945. Tanggal itu bertepatan dengan hari Jumat, 9 Ramadan 1364 H. Pemilihan hari ini juga merupakan hasil istikharah para ulama, termasuk dari KH Hasyim Asy’ari sendiri.

    “Hari Jumat dipilih karena merupakan penghulu atau rajanya hari dalam seminggu, tanggal 9 merupakan angka tertinggi dalam hitungan Jawa, sedangkan bulan Ramadan menjadi ‘rajanya’ bulan dalam setahun, karena bulan ini penuh maghfirah dan bulan yang mulia dalam Islam,” jelas Rizem Aizid.

    Usulan tersebut kemudian dilaksanakan Soekarno. Pada Jumat pagi pukul 10.00 WIB, dalam kondisi puasa, Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta Pusat. Ia didampingi Mohammad Hatta saat membacakan teks proklamasi yang diketik Sayuti Melik.

    PROKLAMASI

    Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia.
    Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

    Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05.
    Atas nama bangsa Indonesia,
    Soekarno/Hatta.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Allah Menurunkan 320 Ribu Bala pada Rabu Terakhir Bulan Safar?


    Jakarta

    Hari ini adalah Rabu terakhir bulan Safar 1447 H. Masyarakat Indonesia, khususnya Jawa, menyebutnya Rebo Wekasan.

    Ada satu keyakinan bahwa Allah SWT akan menurunkan 320.000 bala bencana pada hari ini. Karenanya, Rebo Wekasan menjadi hari tersulit dalam setahun hingga muncul anjuran mengerjakan salat sunnah untuk mohon perlindungan.


    Hal tersebut tertulis dalam Kanz Al-Najah Wa Al-Surur karya Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki. Gus Arifin dalam buku Jejak Cahaya di Atas Sajadah mengatakan anjuran salat Rebo Wekasan juga terdapat dalam Risalah Bahjatul Mardhiyyah fil Fawaidil Ukhrhiyah karangan Syekh Muhammad Dawud Al-Fathani.

    Berikut bunyinya,

    “Setiap hari Rabu akhir bulan Safar turun 320.000 bala (penyakit), barang siapa yang salat 4 (empat) rakaat pada hari itu, lalu setiap rakaat setelah membaca Al-Fatihah ia membaca innâ a’thainâ kal kautsar 17 kali, qulhuwallahu ahad 5 kali, dan mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas) masing-masing satu kali, kemudian setelah salam, berdoa kemudian wafaq-nya (kertas yang ada tulisan huruf-huruf Arab tertentu) digunting lantas dibenamkan ke dalam air dan airnya diminum, insyaallah akan selamat dari semua penyakit.”

    Ulama lain, Syekh Shukur Kanji dalam Khawajah Mughni al-Din dan al-Buni dalam al-Firdaus juga memaparkan turunnya bala pada Rabu terakhir bulan Safar. Mereka juga menganjurkan salat tapi enam rakaat dengan tiap dua rakaat salam. Rakaat pertama membaca Al Fatihah dan Ayat Kursi, rakaat kedua membaca Al Fatihah dan Al Ikhlas lalu melanjutkannya dengan doa tolak bala.

    Benarkah 320.000 Malapetaka Turun Bulan Safar?

    Menurut penelusuran detikHikmah, turunnya 320.000 bala pada Rabu terakhir bulan Safar termasuk anjuran salat Rebo Wekasan tidak terdapat dalam hadits-hadits shahih. Keyakinan ini ditolak dengan hadits bahwa tak ada kepercayaan turunnya malapetaka pada bulan Safar.

    عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم: قَالَ لَا عَدْوَى وَلَا صَفَرَ وَلَا هَامَةَ. رواه البخاري ومسلم

    Artinya: “Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidak ada penyakit menular. Tidak ada kepercayaan datangnya malapetaka di bulan Safar. Tidak ada kepercayaan bahwa orang mati itu rohnya menjadi burung yang terbang’.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Redaksi lain,

    لاَ عَدْوَى وَلَا طَيْرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَر وَفر مِنَ المَجْذُوْمِ كَمَا تَفِرُ مِنَ الأَسَدِ

    Artinya: “Tidak ada penyakit menular, thiyarah, dan burung hantu, dan Safar (yang dianggap membawa kesialan). Dan larilah dari penyakit kusta seperti engkau lari dari singa.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Kepercayaan Safar sebagai bulan sial berkembang di masyarakat Arab jahiliah. Sebutan safar diambil dari nama jenis penyakit di perut.

    Wallahu a’lam.

    (kri/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajah Gloomy, Aura Positif, Banyak Disenangi, Mau?



    Jakarta

    Sebagian besar orang tua mulai gelisah. Apa sebab? Salah satu putrinya sudah melewati usia rata-rata pantas menikah.

    Para orang tua yang demikian itu, acap kali sudah sering meminta para kenalan untuk membantu. Terlebih kerabat dekat. Biasanya sudah sering dihubungi. Untuk mencarikan pasangan yang setidaknya pantas. Tidak mengajukan banyak syarat. Kalau perlu harus menyertakan dana pun tidak masalah. Asal lekas!

    Tapi tunggu dulu. Jangan menduga karena para putri beliau-beliau ini tidak memiliki fisik yang baik. Bahkan fisik mereka good looking. Tidak hanya good looking, banyak di antara mereka yang kecerdasannya di atas rata-rata. Gelarnya pun terkadang lumayan. Bahkan dari sisi materi boleh jadi mereka tidak memerlukan dukungan para calon suami.

    Entah karena kondisi yang demikian itu, justru menjadi bumerang bagi mereka. Memagari diri dengan mengangkat persyaratan yang agak tinggi, atau beberapa hal lain.


    Sebagian fakta, banyak di antara mereka yang jika berbicara sering membuat orang lain tersinggung. Istilahnya dalam bahasa Jawa nyelekit –menimbulkan rasa getir di hati yang mendengar. Kalau itu yang menjadi alasan utama, coba kita belajar bagaimana cara menepikan kendala itu.

    Sebuah teori yang tingkat kepercayaannya mencapai 100 prosen!

    Salah seorang guru besar terkenal dalam bidang psikologi, Profesor John Bargh. Guru besar dari universitas Yale Amerika Serikat. Ia melakukan riset self-talk, bicara sendiri. Riset ini menghasilkan sebuah teori yang sangat terkenal, Bargh Hallway Theory.

    Dalam risetnya, ia menguji efek kata-kata pada tubuh. Ia meminta empat puluh orang mahasiswanya yang bersedia ikut dalam risetnya. Bargh memerintahkan mereka untuk mengulang-ulang, berkata-kata pada dirinya sendiri. Itu harus mereka lakukan selama 30 hari.

    Empat puluh mahasiswa itu dibagi dalam dua kelompok. Ialah kelompok A dan kelompok B.
    Kelompok A diminta selalu mengulang hanya kata-kata yang bernilai positif misalnya; hidup ini nikmat, hidup ini ceria, cuaca menyenangkan, rezeki lancar, sehat selalu, Tuhan baik, pemerintah bagus, cari kerja mudah, sehat, lucu, asyik. Secara prinsip mereka harus mengulang kata-kata yang berkonotasi menyenangkan, entah apa saja kata-kata itu. Pengulangan itu dilakukan selama 30 hari.

    Kelompok B diminta untuk selalu mengulang kata-kata yang bernilai negatif. Misalnya: Tuhan jahat, nasib jelek, lapangan kerja sempit, zaman gila, korupsi merajalela, bangsa keparat, sialan, brengsek, susah mencari kerja, jalan macet, sampah di mana-mana, pemimpin bodoh, malas. Pendek kata, semua kata yang memberi kesan marah, bete, dan galau.

    Evaluasi hasil riset dilakukan pada hari ke-30. Baik pada kelompok A maupun kelompok B. Ada sejumlah 100 orang pakar dari berbagai disiplin ilmu yang diminta melakukan evaluasi. Dilakukan evaluasi terhadap seluruh ekspresi wajah dan tampilan gerak. Evaluasi menggunakan sejumlah kamera besar yang tersembunyi

    Riset itu menghasilkan tingkat kepercayaan sampai 100 persen.
    Hasil yang diperoleh adalah;
    kelompok A memiliki pancaran wajah yang gloomy, wajah yang berkilau dan berbinar. Ekspresi ini ditampilkan oleh peserta, walau dia hanya mengenakan jeans dan kaos oblong. Kulit mereka tampak terang, wajahnya ceria, auranya menyenangkan. Para responden menjadi ingin dekat dengan orang-orang tersebut.

    Kelompok B memiliki pancaran wajah yang kumuh dan suram. Padahal pada saat datang mereka memakai tiga lapis jas yang mestinya membuat mereka parlente.

    Bargh Hallway Theory ditulis oleh Malcolm Gladwell dalam buku “Blink: The Power of Thinking Without Thinking” (2012). Buku ini terkenal di seluruh dunia.

    Di dalam Islam, berkata baik, berkata-kata yang bernilai positif menjadi standar evaluasi apakah orang bisa dimasukkan dalam kriteria beriman kepada Allah dan hari akhir.
    “Man kaana yu’minu billaahi wal yaumil aakhir, fal yaqul khayran aw liyashmut,” Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata-kata yang baik, atau (kalau tidak bisa berkata baik) diam. Itu sabda Nabiy SAW.

    Sedangkan orang beriman yang berkata tepat dapat diampuni dosa-dosanya (QS alAhzab (33) ayat 70).

    Suatu ketika, cucu Rasulullah Hasan bi Ali RA. berjalan bersama putranya yang diberi nama Muhammad. Hasan bin Ali dicela habis-habisan oleh seseorang. Tetapi beliau tidak membalas satu pun kata-kata kurang baik. Beliau hanya diam.

    Pencela segera pergi ketika merasa puas mencela.
    Muhammad bin Hasan RA., putra beliau heran,”Wahai Ayah, mengapa Ayah tidak membalas?” Hasan bin Ali menjawab, “Anakku, Ayah tidak tahu bagaimana caranya membalas!”

    Kata-kata buruk, bukan hanya ditahan untuk tidak diucapkan ketika berucap sendiri, “self-talk”. Bahkan kata-kata buruk itu harus ditahan walau stimulus untuk mengeluarkan kata-kata buruk datang bertubi-tubi.
    Contohnya ialah pada kisah di atas Hasan bin Ali (cucu Rasululullah) dan putranya (cicit Rasulullah) yang bernama Muhammad bin Hasan.

    Semoga, melalui upaya mengubah kebiasaan lama, kepada kebiasaan baru. Ialah mengganti seluruh kata-kata buruk, menjadi kata-kata baik, setiap siapa pun mampu memperoleh hasil positif sesuai riset Bargh. Begitu pun para remaja yang beranjak mencapai usia wajar untuk berkeluarga, mudah memperoleh pasangan yang baik untuk menikah!

    Abdurachman

    Penulis adalah Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Pemerhati spiritual medis dan penasihat sejumlah masjid di Surabaya

    Artikel ini adalah kiriman dari pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Merumuskan Ulang Posisi Islam Indonesia dalam Kancah Global



    Jakarta

    Kunjungan Grand Syaikh Al-Azhar Dr. Ahmed Muhammad Ahmed El-Tayeb untuk ketiga kalinya ke Indonesia, pada 8 hingga 11 Juli 2024, yang merupakan bagian dari lawatannya ke Asia Tenggara, patut mendapat sambutan istimewa karena beberapa alasan. Kunjungan ini bertujuan untuk menggaungkan Piagam Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia, yang ditandatangani oleh pemimpin tertinggi Universitas Al-Azhar dan Paus Fransiskus di Abu Dhabi pada tahun 2019, sebagaimana dijelaskan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (balitbangdiklat.kemenag.go.id 26/6/2024).

    Lebih dari itu, kunjungan Grand Syaikh Al-Azhar kali ini memiliki arti penting bukan saja bagi penguatan hubungan historis yang mendalam antara Indonesia dan Mesir, tetapi juga bagi upaya Indonesia untuk memperkuat posisi strategisnya dalam kancah global. Indonesia dan Mesir dapat bergandengan tangan berdiri di depan untuk menyuarakan perdamaian dan persaudaraan sambil melawan segala bentuk ekstremisme, radikalisme dan kekerasan. Ditopang Al-Azhar, Mesir dikenal sebagai benteng nilai-nilai moderasi dan toleransi. Begitu juga Indonesia. Dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar, Indonesia masyhur dengan model keislaman yang inklusif dan damai.

    Dalam lanskap dunia kontemporer, interaksi antara agama, politik, dan identitas menjadi semakin kompleks. Di antara dinamika ini, konsep “decentring Islam” (mendesentrisasi Islam) muncul sebagai paradigma signifikan. Decentring Islam berupaya untuk mengalihkan dari perspektif tradisional yang berpusat pada Arab mengenai identitas dan praktik Islam, ke arah keragaman dan pluralitas dalam dunia Muslim. Indonesia, sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim terbanyak dan satu negeri Asia besar, menawarkan sudut pandang unik untuk mengeksplorasi konsep ini dan implikasinya terhadap geopolitik global, wacana keagamaan, dan pertukaran budaya.


    Secara historis, pemikiran dan praktik Islam sangat dipengaruhi oleh budaya Arab, mengingat asal-usul agama ini di Jazirah Arab. Pandangan yang berpusat pada Arab ini sering kali menutupi kekayaan keragaman tradisi Islam di berbagai wilayah, termasuk Indonesia yang sering masih dipandang pinggiran (peripheral). Decentring Islam bertujuan memperluas pemahaman tentang identitas Islam dengan mengakui dan menghargai berbagai ekspresi Islam yang dipraktikkan oleh Muslim non-Arab. Pendekatan ini menekankan pentingnya konteks lokal, kekhasan budaya, dan perkembangan historis yang membentuk praktik keagamaan Muslim di berbagai belahan dunia.

    Decentring Islam bukan berarti mengurangi pentingnya kontribusi Arab terhadap peradaban Islam, tetapi mengakui bahwa Islam adalah agama global dengan berbagai macam ekspresi dan perubahan budaya. Ini bertujuan membongkar representasi Islam yang monolitik, dengan mendorong pemahaman yang lebih inklusif dan representatif yang mencerminkan realitas kehidupan Muslim di seluruh dunia.

    Indonesia: Model Pluralisme Islam

    Indonesia, rumah bagi lebih dari 270 juta Muslim, mewujudkan prinsip-prinsip decentring Islam melalui perpaduan khas antara iman Islam dan budaya lokal. Sejarah kepulauan ini ditandai oleh sintesis berbagai pengaruh budaya dan agama, termasuk Hindu, Buddha, dan kepercayaan adat, yang telah berjalin dengan tradisi Islam. Mosaik budaya ini melahirkan Islam khas Indonesia yang berakar kuat pada konteks lokal yang melahirkan berbagai keragaman di dalam Islam Indonesia itu sendiri. Kecuali Islam di Jawa yang terepresentasi dengan baik dalam berbagai kajian kesarjanaan, sebenarnya mosaik keragaman di berbagai kepulauan lain, termasuk wilayah Indonesia Timur, masih sangat menarik dieksplorasi untuk mendapatkan gambaran lebih utuh tentang Islam Indonesia.

    Islam Indonesia ditandai oleh sifatnya yang moderat dan pluralistik. Falsafah dasar bangsa, Pancasila, yang mempromosikan toleransi dan inklusivitas beragama, memastikan bahwa semua komunitas agama dapat hidup berdampingan dengan harmonis. Pancasila menjadi falsafah antarbudaya (intercultural philosophy) yang sangat relevan dengan kemajemukan. NU dan Muhammadiyah mendukung interpretasi Islam yang kontekstual dan progresif yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia. Model pluralistik dan inklusif ini menawarkan narasi alternatif tentang Islam, dengan menunjukkan bahwa agama ini dapat berkembang dalam lingkungan budaya dan politik yang beragam.

    Peran NU dan Muhammadiyah sangat penting dan tidak tergantikan dalam memosisikan Islam Indonesia dalam kancah global. Terutama melalui inisiatif pendidikan, sosial, dan politik mereka, NU dan Muhammadiyah berkontribusi pada pemahaman Islam yang lebih pluralistik dan inklusif, baik di Indonesia maupun di dunia Muslim yang lebih luas. Konsistensi mereka dalam inisiatif-inisiatif fundamental ini akan menentukan trayektori masa depan mereka dalam decentring Islam.

    NU mengoperasikan jaringan luas pendidikan keagamaan (pesantren) di seluruh Indonesia, dari tingkat dasar sampai universitas, yang mendorong pendekatan holistik terhadap pembelajaran. Kurikulum sering kali mencakup pengajaran tentang toleransi beragama, demokrasi, dan hak asasi manusia. Demikian pula, Muhammadiyah telah membangun jaringan pendidikan yang komprehensif, yang menekankan pemikiran ilmiah dan rasional di samping pendidikan agama, mendorong pemikiran kritis dan inovasi. Lembaga-lembaga pendidikan yang mereka kelola perlu didorong tampil di kancah global, melalui pembukaan cabang-cabangnya di berbagai kawasan dunia Islam.

    Reformulasi di Kancah Global

    Posisi strategis Indonesia dalam kancah global bersifat multifaset, mencakup dimensi politik, ekonomi, dan budaya. Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota G20, Indonesia memainkan peran krusial dalam urusan ekonomi regional dan global. Model pemerintahan demokratisnya dan identitas Islam moderatnya memberikan narasi alternatif terhadap persepsi Islam yang sering terpolarisasi dalam politik global.

    Di panggung internasional, Indonesia aktif mempromosikan dialog dan kerja sama antaragama melalui kebijakan luar negerinya. Upaya diplomatik negara ini dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas di wilayah konflik, terutama di dunia Muslim, menunjukkan komitmennya terhadap tatanan global yang didasarkan pada saling menghormati dan pengertian. Kepemimpinan Indonesia dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan partisipasinya dalam misi perdamaian PBB semakin menegaskan perannya sebagai mediator dan advokat perdamaian.
    Secara budaya, Indonesia berkontribusi terhadap pemahaman global tentang Islam melalui warisan seni, sastra, dan praktik keagamaannya yang kaya. Peringatan tahunan hari raya Islam, perayaan musik dan tarian tradisional Islam, serta lembaga pendidikan Islam yang berkembang pesat semuanya mencerminkan budaya Islam Indonesia yang dinamis. Dengan membagikan aset budaya ini di panggung global, Indonesia membantu mendesentrisasi narasi yang berpusat pada Arab dan menyoroti keragaman dalam dunia Muslim.

    Singkatnya, decentring Islam adalah kerangka kerja yang krusial untuk memahami sifat multifaset dari dunia Islam, dan posisi Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim utama mencerminkan keragaman ini. Perpaduan unik antara iman Islam dan praktik budaya lokal, komitmennya terhadap pluralisme dan demokrasi, serta peran aktifnya dalam diplomasi global, semuanya berkontribusi pada pemahaman yang lebih bernuansa dan inklusif tentang Islam.

    Seiring dunia terus bergumul dengan isu-isu identitas keagamaan dan koeksistensi, contoh Indonesia menawarkan wawasan berharga tentang bagaimana Islam dapat dipraktikkan dan dipahami dalam cara yang beragam dan dinamis. Dengan merangkul prinsip-prinsip decentring Islam, komunitas global dapat bergerak menuju apresiasi yang lebih komprehensif dan adil terhadap keragaman dunia Muslim yang sangat kaya. Dalam lingkup praktisnya, dengan memberdayakan segenap kemampuan ekonomi-politik dan modal kultural keislaman di kawasan, di Asia khususnya, dan global melalui prinsip co-production of peace, pemerintah dan warga Indonesia bisa lebih berperan untuk ikut menawarkan secercah harapan baru.

    Noorhaidi Hasan
    Guru Besar Islam dan Politik, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • JNE Berangkatkan 559 Karyawan Ibadah Umrah



    Jakarta

    Dalam upaya meningkatkan spiritualitas dan kesejahteraan karyawan, JNE kembali memberangkatkan karyawannya untuk melaksanakan ibadah Umrah. Program ini merupakan salah satu bentuk penghargaan perusahaan terhadap para Ksatria dan Srikandi JNE yang sudah mengabdi kepada perusahaan selama lebih dari 12 tahun.

    Memberangkatkan 559 karyawan yang terbagi menjadi 3 kloter, di mana keberangkatan pertama pada tanggal 7-15 Oktober 2024, dilanjutkan pada 14-22 Oktober 2024, dan kloter terakhir pada 24 Oktober-1 November 2024 nanti.

    Ksatria dan Srikandi JNE yang berangkat kloter pertama, mengaku terharu dan bangga hingga meneteskan air mata saat pertama kali berada di Masjidil Haram, di depan Ka’bah yang menjadi kiblat shalat seluruh umat Muslim di seluruh dunia.


    “Hal ini merupakan perwujudan nilai-nilai yang dijalankan JNE, sesuai dengan amanat pendiri JNE (alm) H Soeprapto Soeparno memberikan kesempatan setiap tahunnya memberangkatkan Ksatria dan Srikandi JNE untuk melaksanakan ibadah umrah yang diberikan oleh perusahaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya,” ujar Presiden Direkur JNE, M Feriadi Soeprapto, dalam keterangan tertulis, Senin (21/10/2024).

    “Selain itu, umrah adalah semangat menapaki jejak Rasullah SAW dalam berbuat kebaikan, sehingga kembalinya dari Tanah Suci, para karyawan dapat membawa semangat baru yang menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus memberikan yang terbaik bagi perusahaan,” sambungnya.

    Pada tahun ini, karyawan yang berkesempatan mengikuti ibadah umrah dari berbagai kantor cabang JNE, seperti dari Banjarmasin, Bandung, Bekasi, Bogor, Balikpapan, Batam, Jakarta, Yogyakarta, Kendari, Medan, Solo, Bandar Lampung, Tarakan, Makassar, Palembang, Pontianak, Surabaya, Cilegon, Malang dan juga cabang utama lainnya, tampak serius dan antusias mengikuti seluruh rangkaian ibadah umrah yang di pandu oleh Ustadz Aqil Muzakki dan Muhammad Rezy Batubara.

    Srikandi JNE Tarakan bagian Human Capital Rati Triastuti mengungkapkan rasa syukur karena hari keberangkatan merupakan hari yang ditunggu-tunggu olehnya. Di mana, waktu itu dirinya sempat tertahan dua tahun akibat dampak COVID-19.

    “Alhamdulillah, kali ini tahun ke 14 saya bergabung di JNE mendapatkan hadiah paling indah yaitu umrah. Terima kasih kepada seluruh manajemen JNE saya dapat berangkat bersama teman-teman lainnya,” kata Rati.

    Srikandi dari JNE Kendari Wiwin Widyasari menyatakanibadah umrah ini merupakan sebuah rezeki dari Allah SWT yang didatangkan melalui JNE. Dirinya mengatakan akan fokus beribadah dan berdoa untuk keluarga dan juga untuk kemajuan JNE.

    Lain halnya dengan Ksatria JNE Jakarta bagian Regional Jawa Barat Caesario Wibisono Wauran. yang tidak menyangka dirinya diberangkatkan umrah dari JNE. Ia mengatakan dirinya mendapatkan undangan dari Allah SWT melalui JNE untuk dapat berkunjung beribadah disana.

    “Terima kasih JNE, semoga JNE semakin maju dan tetap dapat memberangkatkan umrah Ksatria dan Srikandi JNE lainnya di mana merupakan impian mereka untuk dapat mengunjungi Tanah Suci ini,” pungkasnya.

    (Content Promotion/JNE)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Malam Tirakatan 17 Agustus, Ini Contoh Bacaannya


    Jakarta

    Tirakatan adalah tradisi masyarakat Indonesia, khususnya Jawa, dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI). Tradisi ini digelar pada malam 17 Agustus setiap tahunnya untuk mengungkapkan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa yang salah satunya melalui pembacaan doa malam tirakatan 17 Agustus.

    Dikutip dari laman Repository Universitas Gadjah Mada (UGM), malam tirakatan 17 Agustus dapat mencakup serangkaian kegiatan seperti doa bersama, ceramah sejarah, pertunjukan seni, hingga momen untuk pemberian hadiah kepada pemenang lomba-lomba 17 Agustus yang telah diselenggarakan sebelumnya. Pada dasarnya, rangkaian acara sesuai dengan kesepakatan panitia yang menggelar.

    Menurut tulisan ilmiah dari Indonesia Moslem Tradition and Nationality (Case Study of Malam Tirakatan in Yogyakarta) yang terbit dalam Jurnal Al Qalam UIN Banten, malam tirakatan adalah bentuk akulturasi antara tradisi muslim di Indonesia dan rasa nasionalisme.


    Berdasarkan studi tersebut, melalui malam tirakatan, umat Islam Indonesia dan masyarakat senantiasa menjaga negaranya dan mengingat sejarah nenek moyang mereka yang telah mengorbankan diri untuk kemaslahatan.

    Doa yang bisa diamalkan ketika melakukan doa bersama salah satunya adalah doa seperti yang dikutip dari laman MTSN 2 Kudus, laman Kementerian Agama Karanganyar, dan situs Pemerintah Kota Salatiga.

    3 Contoh Bacaan Doa Malam Tirakatan 17 Agustus

    1. Doa Malam Tirakatan 17 Agustus Versi Pertama

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

    الحمدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ * حَمْداً شَاكِرِيْنَ حَمْدًا حَمْدًا النَّاعِمِيْنَ يُ وَافِي

    نِعَمَوُ وَ يُكَافِئُ مَزِيْدَهُ * يَا رَبَّ نَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَ نْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَ

    عَظِيْمِ سُلْطَانِكَ * اللّّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِوِ

    وَصَحْبِوِ اَجْمَعِيْن

    Arab Latin: “Bismillāhirraḥmānirraḥīm Alḥamdu lillāhi rabbilʿālamīn * ḥamdan shākhirīn ḥamdan ḥamdan an-nāʿimīn yu wāfīniʿamahu wa yukāfīʾu mazīdahu * yā rabbana lakal-ḥamdu kamā yanbaghī lijālali wajhika waʿaẓīmi sulṭānik * Allāhumma ṣalli wa sallim ʿalā sayyidinā Muḥammadin wa ʿalā ālihi wa ṣaḥbihi ajmaʿīn”

    Ya Allah Tuhan yang Maha Kuasa

    Puji syukur kami panjatkan ke hadirat-Mu, atas nikmat tidak terhingga yang Engkau berikan pada bangsa kami. Atas rida dan kuasa-Mu Engkau bebaskan kami dari belenggu penjajahan.

    Karenanya, perkenankanlah kami pada hari ini dengan penuh rasa syukur dan suka cita, memperingati hari proklamasi kemerdekaan bangsa kami yang ke-78.

    Ya Allah Tuhan yang Maha Bijaksana

    Dengan semangat proklamasi kemerdekaan yang ke-78 ini, berikanlah inspirasi yang tak terputus pada kami, untuk mengiringi langkah kami, dalam membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju, sejajar dan berkompetisi dengan bangsa-angsa maju lainnya di dunia.

    Teguhkan persatuan dan kesatuan kami, agar kami dapat menapak dengan kokoh kuat dalam membangun bangsa tercinta ini.

    Ya Allah Tuhan yang Maha Pengasih

    Curahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada para pahlawan kami, yang telah mengorbankan jiwa dan raganya bagi tegaknya negara kesatuan republik indonesia.

    Ampunilah segala kesalahan mereka, dan terimalah budi baik dan keikhlasan pengorbanan mereka, serta tinggikan derajat dan muliakan mereka, dalam golongan hamba-hamba-Mu yang syuhada.

    Ya Allah Tuhan yang Maha Melindungi

    Pasca diterjang wabah COVID-19 yang pernah merajalela, semakin menyadarkan kami, bahwa betapa lemahnya kami tanpa pertolongan-Mu.

    Karenanya ya Allah, dengan qudrat dan iradah-Mu mohon Engkau berkenan mengangkat segala wabah yang mungkin akan datang dari negeri tercinta ini. Sehat, kuatkan, dan tabahkan kami dalam menghadapinya.

    Ya Tuhan yang Maha Pengampun

    Dengan sifat afuwun ghofur-Mu, ampunilah dosa dan kesalahan kami, dosa dan kesalahan para pahlawan kami, serta dosa dan kesalahan para pemimpin kami. Perkenankan doa kami.

    رَبَّ نَا اَتِناَ فِى الدُّنْ يَا حَسَنَةً وَفِى الَْْخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ * وصَلَّى

    اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِوِ وَصَحْ بِوِ اَجْمَعِيْنَ * بِفَضْلِ سُبْحَانَ رَبِّكَ

    رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عِلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Arab Latin: “Rabbana atina fid-dunya yā ḥasanatan wa fil-ākhirati ḥasanatan wa qinā ʿadhāba an-nār * waṣalla Allāhu ʿalā sayyidinā Muḥammadin wa ʿalā ālihi wa ṣaḥbihi ajmaʿīn * bifaḍli subḥāna rabbika rabbil-ʿizzati ʿammā yaṣifuun * wa salāmun ʿalal-mursalīn wa al-ḥamdu lillāhi rabbil-ʿālamīn.”

    2. Doa Malam Tirakatan 17 Agustus Versi Kedua

    أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    Bismillahirrohmanirrohim, alhamdulillahi robbil ‘alamin wash-sholatu wassalamu ‘ala asrofil anbiya wal mursalin wa’ala alihi washohbihi ajma’iin. Warhamnaa ma’ahum birohmatika ya arhamar rohimiin.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa pada saat ini kami seluruh bangsa Indonesia sedang bertafakur, memuji kebesaran-Mu memanjatkan doa syukur kehadirat-Mu atas nikmat kemerdekaan yang telah Engkau anugerahkan kepada bangsa kami yang telah genap berusia 78 tahun. Untuk itu terimalah doa dan rasa syukur kami ini.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa

    Berkat rahmat dan karunia-Mu serta semangat persatuan dan kesatuan yang membara, bangsa kami dapat mengusir penjajah dari bumi pertiwi Indonesia, untuk itu Ya Allah, dengan kekuasaan-Mu jua, berilah kemampuan kepada bangsa Indonesia untuk mampu mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana

    Hindarkanlah bangsa dan negara kami dari fitnah dan marabahaya, jauhkan kami dari permusuhan dan perpecahan. Sadarkanlah kepada seluruh bangsa kami akan pentingnya persatuan dan kesatuan, kuatkan jiwa kami untuk tetap bersatu padu dalam kebersamaan dan jauhkan kami dari sifat iri dan dengki serta mementingkan diri sendiri, yang akan dapat menumbuhkan benih perpecahan dan disintegrasi.

    Ya Allah, Tuhan Penentu Masa Depan

    Masa depan adalah milik anak cucu kami. Jadikanlah generasi masa kini dan generasi mendatang sebagai generasi yang penuh Iman dan Taqwa, generasi yang hormat kepada orang tua dan menghargai jasa para pahlawan. Jadikanlah kami dan anak cucu kami manusia yang dapat membawa bangsa dan negara kami ke tingkat kemajuan dan keadilan yang kami cita-citakan, serta terciptanya masyarakat yang saling menghormati dan penuh sayang.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun

    Ampunilah dosa dan kesalahan kami, dosa dan kesalahan para pemimpin kami. Para pahlawan dan syuhada yang telah berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah. Terimalah doa permohonan kami.

    Rabana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqinaa ‘azzabannar.

    3. Doa Malam Tirakatan 17 Agustus Versi Ketiga

    Bismillahirrahmanirrahim

    Alhamdulillahirobbil ‘alamin washolatu wassalamu ala asrofil anbiyai wal mursalin sayyidina muhammadin waala alihi wasohbihi ajmain,

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah

    Dengan segala kerendahan hati, kami mempersembahkan puji syukur kehadirat-Mu, karena Engkaulah Maha Pencipta Alam Semesta ini, Engkaulah yang mengatur dan Engkau pulalah yang menentukan segala-galanya, kepada-Mu kami berserah diri dan kepada- Mu kami tawakal, kehadirat-Mu semua akan kembali.

    Atas segala rahmat dan karunia-Mu, pada hari ini kami dapat berkumpul di tempat ini untuk menyambut peringatan Kemerdekaan Ke- 78 Republik Indonesia Tahun 2022.

    Ya Allah, Ya Tuhan Kami,

    Dengan semangat Proklamasi 1945, berikanlah kepada kami hidayah-Mu, sehingga dapat memperkokoh persatuan dan kebersamaan menuju Indonesia yang aman, demokratis dan sejahtera.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana,

    Perjuangan bangsa kami belum selesai, perjalanan sejarah bangsa kami masih jauh, oleh sebab itu, Ya Allah, hindarkanlah bangsa dan negara kami dari fitnah dan marabahaya.

    Jauhkanlah kami dari perpecahan dan permusuhan, berilah kami jalan keluar atas segala krisis, dan mantapkan tekad kami untuk membangun negara dan bangsa kami.

    Jadikanlah bangsa kami bangsa yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, makmur dalam keadilan dan adil dalam kemakmuran.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemersatu,

    Jadikanlah peringatan menyambut Kemerdekaan Ke-78 Republik Indonesia ini, sebagai momentum untuk dapat merekatkan rasa kesatuan, persatuan dan kegotong-royongan di antara kami.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun,

    Ampunilah para syuhada pahlawan bangsa kami, serta terimalah amal perjuangannya, karena Engkau Maha Pengampun lagi Maha Mengetahui.

    Ampuni pula semua kesalahan dan dosa kami, dosa orang tua kami, dan kabulkanlah permohonan dan doa kami. Aamiin ya rabbal alamin.

    Robbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzabannar.

    Demikian pembahasan mengenai contoh doa malam tirakatan 17 Agustus. Semoga bermanfaat dan selamat merayakan Hari Kemerdekaan.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa Malam Tirakatan 17 Agustus 2024 Bahasa Arab-Indonesia


    Jakarta

    Ada doa yang bisa dibaca di malam tirakatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2024. Doa ini berisi ungkapan syukur sekaligus harapan masa depan yang lebih baik.

    Di sebagian besar daerah, warga akan berkumpul bersama pada malam tirakatan jelang HUT RI 17 Agustus. Berbagai kegiatan dilakukan di malam ini, seperti silaturahmi, saling berbincang dan juga makan bersama.

    Tak ketinggalan, momen kumpul warga ini juga diisi dengan memanjatkan doa. Doa malam tirakatan 17 Agustus biasanya dibacakan oleh tokoh masyarakat atau orang yang dituakan. Doa ini sebagai ungkapan syukur atas nikmat yang telah dilimpahkan Allah SWT.


    Dalam situs resmi Universitas Gadjah Mada (UGM), malam tirakatan merupakan tradisi yang telah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Jawa dan sekitarnya. Tradisi ini digelar sehari sebelum 17 Agustus. Kegiatan yang telah berlangsung puluhan tahun ini menjadi salah satu ajang silaturahmi antar warga.

    5 Doa Malam Tirakatan 17 Agustus 2024 Bahasa Arab dan Indonesia

    Merangkum dari laman Kementerian Agama Karanganyar, situs Pemerintah Kota Salatiga dan Pemerintah Provinsi Yogyakarta, berikut doa malam tirakatan 17 Agustus 2024 dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia.

    1. Contoh Doa Malam Tirakatan 17 Agustus Pertama

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
    الحمدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ * حَمْداً شَاكِرِيْنَ حَمْدًا النَّاعِمِيْنَ يُ وَافِي
    نِعَمَوُ وَ يُكَافِئُ مَزِيْدَهُ * يَا رَبَّ نَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَ نْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَ
    عَظِيْمِ سُلْطَانِكَ * اللّّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ
    وَصَحْبِوِ اَجْمَعِيْن

    رَبَّ نَا اَتِناَ فِى الدُّنْ يَا حَسَنَةً وَفِى الَْْخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ * وصَلَّى
    اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِوِ وَصَحْ بِوِ اَجْمَعِيْنَ * بِفَضْلِ سُبْحَانَ رَبِّكَ
    رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عِلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Kami mengucapkan syukur kepada-Mu atas segala nikmat yang Engkau limpahkan kepada bangsa kami. Dengan izin dan kuasa-Mu, Engkau membebaskan kami dari penjajahan. Oleh karena itu, pada hari ini dengan penuh syukur dan kebahagiaan, kami memperingati hari proklamasi kemerdekaan bangsa kami.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana. Dengan semangat proklamasi kemerdekaan ini, berikanlah kami inspirasi yang tak pernah terputus, untuk membimbing langkah kami dalam membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju, setara, dan mampu bersaing dengan negara-negara maju lainnya di dunia.

    Kuatkanlah persatuan dan kesatuan kami, agar kami dapat berjalan dengan teguh dan kokoh dalam membangun bangsa tercinta ini.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih. Limpahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada para pahlawan kami, yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ampunilah segala kesalahan mereka, terimalah kebaikan dan keikhlasan pengorbanan mereka, dan tinggikanlah derajat serta muliakan mereka di antara hamba-hamba-Mu yang syuhada.

    Ya Tuhan yang Maha Pengampun. Dengan sifat afuwun dan ghofur-Mu, ampunilah dosa dan kesalahan kami, serta dosa dan kesalahan para pahlawan dan pemimpin kami. Perkenankan doa kami.

    2. Doa Malam Tirakatan 17 Agustus Kedua

    اعود باهلل من الشيطان ارجيم بسم هللا الرحمن الرحيم الحمدهلل رب العالمين حمدا
    يوافي نعمه ويكافي مزيده ياربنالك الحمد ولك الشكركما ينبغى لجالل وجهك الكريم
    وعطيم سلطانك اللهم صل وسلم على سيدنا محمد و على اله وصحبه اجمعين

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Pada saat ini seluruh bangsa Indonesia sedang bermunajat, Memuji kebesaran-Mu, memanjatkan doa syukur kehadiratMu atas nikmat kemerdekaan yang Engkau anugerahkan kepada kami semua bangsa Indonesia yang saat ini telah berusia 79 tahun, kami sangat memohon terimalah doa dan rasa syukur kami.

    Ya Allah Tuhan Yang Maha Kuasa. Berkat rahmat dan karunia-Mu serta semangat persatuan kesatuan yang membara, bangsa Indonesia dapat menyingkirkan penjajah, berkat pertolongan, kekuasaan-Mu anugerahkanlah kemampuan kepada bangsa Indonesia untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan

    Ya Allah Tuhan Yang Maha Bijaksana. Hindarkanlah bangsa Indonesia dari fitnah marabahaya, jauhkan kami dari permusuhan dan perpecahan. Sadarkanlah kepada seluruh rakyat Indonesia akan pentingnya persatuan dan kesatuan, kuatkan jiwa kami untuk tetap bersatu padu dalam kebersamaan, sehingga cita-cita besar Nusantara Baru Indonesia Maju segera dapat kami wujudkan.

    Ya Allah Tuhan Yang Maha Kuasa. Jadikanlah generasi masa kini dan generasi mendatang menjadi generasi yang penuh dengan iman dan taqwa kepada-Mu, generasi yang hormat kepada orang tua dan menghargai jasa-jasa para pahlawan. Jadikanlah kami dan anak cucu kami dapat membawa bangsa Indonesia ke tingkat kemajuan dan keadilan yang kami cita-citakan, serta terciptanya masyarakat yang saling menghormati, menghargai, penuh toleransi dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika

    Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengampun. Ampunilah dosa dan kesalahan kami, dosa dan kesalahan para orang tua kami, pemimpin kami, para pahlawan dan syuhada yang telah berjuang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Terimalah doa permohonan kami.

    اللهم اجعل جمعنا هدا جمعا مرحوما وتفرقنا من بعده تفرقا معصوما
    ربنا عليك توكلنا انبنا واليك المصير
    ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى االخرة حسنة وقنا عداب النار
    سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسالم على المرسلين والحمد هلل رب العالمين

    3. Doa Malam Tirakatan 17 Agustus Ketiga

    حَمْدًا شَاكِرِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِي مَزِيْدَهُ
    يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِ
    اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih
    Pada malam ini, seluruh rakyat bangsa ini
    Bersimpuh, tengadahkan tangan, persembahkan puja-puji
    Kami bersyukur, atas 79 tahun kemerdekaan Indonesia

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penyayang. Jadikan hari ini sebagai momentum merekatkan kesatuan dan persatuan. Anugerahi kami kebeningan hati dan kejernihan pikir, dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah. Negeri ini punya cita, mudahkanlah dalam menggapainya. Hindarkanlah nusantara kami dari bencana dan marabahaya

    Teguhkan rasa cinta tanah air, tumbuh-suburkan tenggang rasa, solidaritas antar sesama, dan gotong royong dalam membangun bangsa.
    Sehingga, Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh dapat diwujudkan segera

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun. Ampunilah semua dosa kami. Dosa orangtua dan guru-guru kami. Ampuni para tokoh bangsa dan para pemimpin kami. Terimalah amal dan perjuangan para syuhada bangsa kami. Mereka yang telah korbankan jiwa raga, darah dan air mata dalam upaya memerdekakan negeri ini. Masukkan mereka ke surga-Mu, muliakan kedudukan mereka di sisi-Mu.

    Ya Allah. Kami terus berharap limpahan rahmat-Mu. Kami terus meminta keluasan ampunan-Mu. Kiranya Engkau juga mengabulkan doa kami.

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار
    وَصَلَى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
    وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    4. Doa Malam Tirakatan 17 Agustus Keempat

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ * حَمْدًا شَاكِرِينَ حَمْدًا يُوَافِي نِعْمَهُ وَيُكَافِي مَزِيْدَهُ * * يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ .

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Kami, seluruh bangsa Indonesia, dengan rendah hati. Malam ini kami mengucap syukur kepada-Mu. Engkau adalah Pencipta dari seluruh alam semesta, Penguasa segala yang ada, dan Penentu dari segala sesuatu.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penyayang. Berikan rahmat dan karunia-Mu kepada kami, bangsa Indonesia, yang esok hari akan memperingati hari kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana. Perjuangan kami menjaga kemerdekaan masihlah panjang. Perkenankan kami selalu mendapatkan perlindungan dari-Mu di segala tempat dan kondisi. Atas kuasa-Mu, izinkan kami menjadi bangsa yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, adil, makmur, dan sejahtera.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Kabulkanlah doa dan permohonan kami, agar kami termasuk dalam golongan hamba-hamba-Mu yang beruntung.

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    5. Doa Malam Tirakatan 5

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
    الحمدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ * حَمْداً شَاكِرِيْنَ حَمْدًا النَّاعِمِيْنَ يُ وَافِي
    نِعَمَوُ وَ يُكَافِئُ مَزِيْدَهُ * يَا رَبَّ نَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَ نْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَ
    عَظِيْمِ سُلْطَانِكَ * اللّّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ
    وَصَحْبِوِ اَجْمَعِيْن

    رَبَّ نَا اَتِناَ فِى الدُّنْ يَا حَسَنَةً وَفِى الَْْخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ * وصَلَّى
    اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِوِ وَصَحْ بِوِ اَجْمَعِيْنَ * بِفَضْلِ سُبْحَانَ رَبِّكَ
    رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عِلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Ya Allah, Ya Rahman Ya Rahim. Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,

    Esok hari kami akan merayakan momen bersejarah bangsa ini. Dengan rida-Mu, izinkan negeri ini diliputi ketenangan, keamanan, dan kesejahteraan. Jauhkanlah kami dari segala bentuk bencana, baik yang datang dari alam maupun dari manusia.

    Ya Allah Ya Razaq, berikanlah kami kecukupan rezeki, kemakmuran, dan keberkahan dalam setiap langkah yang kami ambil. Berikanlah kepada kami kekuatan untuk saling membantu dan mengangkat sesama. Jauhkan kami dari kesukaran dan kesulitan. Ringankan tangan dan langkah kami untuk berbagi dan peduli terhadap sesama.

    Ya Allah, Dengan segala kerendahan hati, kami memohon hanya kepada-Mu. Limpahkanlah selalu rahmat-Mu kepada bangsa kami.
    Jadikanlah bangsa ini bangsa yang berkah, yang penuh dengan kasih sayang. Hindarkanlah kami dari segala bentuk kejahatan dan fitnah yang dapat merusak persatuan kami.

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Demikian contoh doa yang bisa dibacakan pada malam tirakatan 17 Agustus 2024 yang digelar di lingkungan warga.

    (dvs/rah)



    Sumber : www.detik.com