Tag: jenazah

  • Doa untuk Orang Meninggal Perempuan Sesuai Sunnah Rasulullah


    Jakarta

    Salah satu tata cara salat jenazah adalah membaca doa untuk si mayat. Doa untuk orang meninggal perempuan dalam salat jenazah secara keseluruhan sama dengan doa untuk jenazah laki-laki. Hanya saja kata gantinya diubah menjadi dhomir perempuan.

    Doa untuk orang meninggal perempuan dalam salat jenazah yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW adalah sebagaimana diterangkan dalam hadits dari Auf ibnu Malik dan diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam an-Nasa’i.

    Disebutkan dalam buku Fikih Ibadah: Panduan Lengkap Beribadah sesuai Sunnah Rasul karya Hasan Ayyub, doa jenazah tidak hanya bisa diucapkan ketika salat saja. Melainkan bisa dilakukan kapan pun tanpa batasan waktu tertentu.


    “Boleh mengulang-ulang doa untuk mayit meski dilakukan di atas kubur,” tulis buku tersebut. Begitu pun dengan salat jenazah yang bisa dilakukan meski mayit sudah berada di dalam liang lahad dan waktu sudah berlalu lama.

    Tidak ada dalil yang membatasi hal-hal ini. Sebaliknya, terdapat hadits yang menuntunkan salat gaib, yakni salat jenazah tanpa adanya jenazah di depannya.

    Adapun dalam hadits yang disebutkan di atas berisi doa untuk jenazah laki-laki. Sedangkan doa untuk orang meninggal perempuan cukup diganti dhomir atau kata gantinya saja. Berikut lafal selengkapnya.

    Doa untuk Orang Meninggal Perempuan

    Sebagaimana dikutip dari buku Majmu’ Syarif (Perempuan) karya Ibnu Wathiniyah, berikut bacaan doa untuk orang meninggal perempuan:

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِعْ مَدْخَلَهَا وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

    Bacaan latin: Allahummaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafihaa wa’fu ‘anhaa wa akrim nuzulahaa wa wassi madkhalahaa waghsilhaa bil maa-i wats tsalji wal baradi wa naqqihaa minal khathaayaa kamaa naqqaitats tsaubal abyadha minad danas wa abdilhaa daaran khairan min daarihaa wa ahlan khairan min ahlihaa wa zaujan khairan min zaujihaa wa adkhilhal jannata wa a’idzhaa min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabin nar

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah ia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan gantilah pasangan hidupnya yang lebih baik daripada pasangan hidupnya yang dahulu, masukkanlah ia ke dalam surga, dan peliharalah ia dari siksa kubur dan azab api neraka.”

    Bacaan doa untuk orang meninggal perempuan ini dibaca pada saat takbir ketiga dalam salat jenazah.

    Doa untuk Orang Meninggal Perempuan Versi Singkat

    Dikutip dari buku Kitab Terlengkap Bersuci, Shalat, Puasa, Shalawat, Surat-Surat Pendek, Hadits Qudsi dan Hadits Arba’in Pilihan, serta Dzikir & Doa karya Ustadz Rusdianto, doa untuk orang meninggal perempuan dalam salat jenazah yang singkat adalah sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا

    Bacaan latin: Allahummaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafihaa wa’fu ‘anhaa

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah ia, kasihanilah ia, sejahterakan ia, dan ampunilah dosa dan kesalahannya.”

    Doa untuk Orang Meninggal Perempuan di Takbir Keempat

    اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرُهَا وَلَا تَفْتِنَا بَعْدَهَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهَا

    Bacaan latin: Allaahumma laa tahrimnaa ajrahaa, wa laa taftinnaa ba’dahaa, waghfir lanaa walahaa

    Artinya: “Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami (janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya), janganlah Engkau memberi fitnah sepeninggalnya, serta ampunilah kami dan dia.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Doa untuk Orang Meninggal, Arab, Latin dan Artinya Lengkap


    Jakarta

    Islam mengajarkan kepada umatnya untuk mendoakan setiap saudara muslim yang telah meninggal dunia. Berikut ini doa untuk orang yang meninggal.

    Berdoa untuk diri sendiri atau berdoa untuk orang lain adalah perintah langsung dari Allah SWT. Justru orang yang tidak mau berdoa akan dihukum oleh Allah SWT. Sesuai Al-Qur’an surah Al-Gafir ayat 60 Allah SWT berfirman:

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Doa untuk Orang Meninggal

    Dari Buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi karya Imam an-Nawawi ada doa-doa yang bisa diucapkan untuk orang meninggal. Berikut bacaannya:

    1. Doa Ketika Ada Seseorang yang Meninggal

    Pada kitab Shahih Muslim, dari Ummu Salamah RA, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    “Jika kalian mendatangi orang yang sakit, atau takziah pada kematian, maka doakanlah untuk mereka dengan doa yang baik, karena para malaikat mengaminkan apa yang kalian ucapkan.”

    Dia berkata: “Ketika kematian Abu Salamah, aku mendatangi Rasulullah SAW dan berkata kepadanya: ‘Wahai Rasulullah, sungguh Abu Salamah telah meninggal,’ kemudian beliau ber- sabda: ‘Bacalah:

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلَهُ وَأَعْقِبْنِي مِنْهُ عُقْبَى حَسَنَةً

    Arab-latin: Allaahummaghfir lii wa lahuu wa ‘aqibnii minhu ‘uqba hasanata.

    Artinya : “Ya Allah ampunilah aku, dan dia dan anugerahkanlah akhir yang baik kepadaku dan kepadanya.”

    “Maka Allah menggantikan orang yang lebih baik darinya, yakni Muhammad SAW.”

    2. Doa untuk Keluarga Mayit

    Kami riwayatkan dalam Shahih Muslim, dari Ummu Salmah RA, dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidaklah seorang hamba muslim yang tertimpa musibah, kemudian membaca:

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أَجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَاخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْهَا

    Arab-latin: Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun, Allaahumma’jurnii fii mushi- ibatii wakhlif lii khairan minhaa.

    Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah, dan sungguh kepada-Nya dikem- balikan, ya Allah berilah pahala kepadaku atas musibah yang menim- paku, dan gantikanlah untukku dengan yang lebih baik darinya.”

    Kecuali Allah SWT akan memberikan pahala dan menggantikan yang lebih baik darinya.

    Pada kitab Sunan Abu Dawud, dari Ummu Salamah RA, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian tertimpa musibah, maka bacalah:

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اَللَّهُمَّ عِنْدَكَ احْتَسِبُ مُصِيبَتِي فَأْجُرْنِي فِيهَا وَأَبْدِلْنِي بِهَا خَيْراً مِنهَا

    Arab-latin: Innaa lil laahi wa innaa ilaihi raaji’uun, allaahumma ‘indaka mushi- ibatii fa’jurnii fiiha wa abdil nii bihaa khairan minhaa.

    Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah SWT, dan kepadanyalah kami kembali, ya Allah hanya kepada-Mu aku memohon pahala, maka beri- kanlah pahala dalam musibah ini, dan gantikanlah untukku yang lebih baik darinya.”

    3. Doa ketika Melihat Jenazah

    Dari buku 100 Doa Harian untuk Anak karya Nurul Ihsan inilah beberapa doa untuk orang meninggal.

    سُبْحَانَ الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِهَذَ الْمَيْتِ وَارْحَمْهُ وَإِنسَ فِي القَبْرِ وَحْدَتَهُ وَغَرَبَتَهُ وَنَوْرْ قَبْرَهُ.

    Arab-latin: Subhaanal hayyil ladzii laa yamuutu. Alloohummaghfir lihaadzal mayyiti warhamhu wa anis fil qobri wahdatahu wa ghurbatahu wa nawwir qobroh.

    Artinya: “Mahasuci Allah Zat Yang Hidup yang tidak akan mati. Ya Allah, ampunilah mayat ini dan sayangilah ia, dan temanilah ia di dalam kesendirian dan keasingannya di dalam kubur, dan terangilah kuburannya.”

    4. Doa ketika Mendengar Kematian Kerabat

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ وَإِنَّا إِلَى رَبَّنَا لَمُنْقَلِبُونَ ، اللَّهُمَّ اكْتُبُهُ عِنْدَكَ فِي الْمُحْسِنِينَ ، وَاجْعَلْ كِتَابَهُ فِي علِيِّينَ، وَا خَلْفٌ فِي أَهْلِهِ فِي الْغَابِرِينَ .

    Arab-latin: Innaa lillaahi wa innaa ilayhi rooji’uuna wa inna ilaa robbinaa lamunqolibuun. Alloohummaktubhu ‘indaka fil muhsiniina waj’al kitaabahuu fii ‘illiyyiina wakhluf fii ahlihii fil ghoobiriin.

    Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kami akan kembali kepada-Nya dan kami pasti akan kembali kepada Tuhan kami, Ya Allah! Tulislah dia (yang meninggal dunia) termasuk golongannya orang-orang yang berbuat kebaikan di sisi Engkau dan jadikanlah tulisannya itu dalam tingkatan yang tinggi serta gantilah ahlinya dengan golongan orang-orang yang pergi.”

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ziarah Kubur, Lengkap dengan Adab dan Hikmahnya


    Jakarta

    Doa ziarah kubur dapat dipanjatkan ketika mengunjungi makam untuk memohon ampunan dan rahmat Allah SWT bagi jenazah. Doa ini bertujuan untuk menghormati orang yang telah meninggal serta mendoakan mereka agar mendapatkan tempat yang baik di sisi Allah SWT.

    Mengutip dari buku A-Z Ziarah Kubur dalam Islam yang disusun oleh Firman Arifandi, ziarah secara etimologi berasal dari bahasa arab “zaara -yazuuru – ziyarotan” yang berarti mendatangi atau berkunjung ke suatu tempat.

    Secara istilah, ziarah kubur bisa diartikan mengunjungi kuburan dari kerabat, kawan, saudara, atau siapapun baik kuburan orang muslim atau kafir. Salah satu cara menghormati orang yang telah meninggal adalah dengan mendoakannya saat ziarah kubur, memohonkan ampunan serta rahmat dari Allah SWT.


    Dalil mengenai ziarah kubur terdapat dalam hadits Rasulullah SAW. Dari Buraidah bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيارَةِ الْقُبُوْرِ أَلَا فَزُوْرُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكَّرُكُمُ الْآخِرَةَ وَلْتَزِدُكُمْ زِيَارَتُهَا خَيْرًا فَمَنْ أَرَادَ أَنْ يَزُورَ فَلْيَزُرْ وَلَا تَقُولُوا هُجْرًا

    “Sesungguhnya aku dulu telah melarang kalian untuk berziarah kubur. Maka (sekarang) ziarahlah karena akan bisa mengingatkan kepada akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian dengan menziarahinya. Barangsiapa yang ingin berziarah maka lakukanlah dan jangan kalian mengatakan ‘hujran’ (ucapan-ucapan batil).” (HR. Muslim)

    Ziarah kubur juga bertujuan untuk mengingatkan kita akan kehidupan akhirat. Dengan demikian kita terdorong untuk mempersiapkan bekal-bekal penting selama hidup di dunia. Hal ini tercantum dalam hadits.

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : – قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم زُورُوا الْقُبُورَ . فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمُ الْآخِرَةَ . ( رواه ابن ماجه)

    Dari Abu Hurairah berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Berziarahlah kalian ke kuburan, karena sesungguhnya hal Itu dapat mengingatkan kalian pada kehidupan akhirat.” (HR. Ibnu Majah).

    Bacaan Doa Ziarah Kubur

    H. Sopian Riduan, menyebutkan dalam bukunya yang berjudul Panduan Fardu Kifayah Beserta Doa, bahwa ada beberapa urutan dalam doa ziarah kubur, di antaranya:

    1. Mengucapkan Salam kepada Ahli Kubur

    السَّلامُ على أهْلِ الدّيارِ مِنَ المُؤْمنينَ وَالمُسْلمينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَمِنَّا وَالمُسْتأخِرِين وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّه بِكُمْ لاحِقُونَ

    Arab latin: Assalâmu ‘alâ ahlid diyâr minal mu’minîna wal muslimîn wa yarhamullâhul-mustaqdimîn minkum wa minnâ wal musta’khirîn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn

    Artinya: Assalamu’alaikum, hai para mukmin dan muslim yang bersemayam dalam kubur. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada mereka yang telah mendahului dan yang akan menyusul kalian dan (yang telah mendahului dan akan menyusul) kami. Sesungguhnya kami insya allah akan menyusul kalian.

    2. Membaca Surat Al-Fatihah

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ

    Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillaahi rabbil’aalamiin. Arrahmaanir rahiim. Maalikiyaumiddin. Iyyaakana’budu wa iyyaakanasta’iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta’ alaihim ghairil maghdhuubi’alaihim waladhaalliin

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah kau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Semoga Kau kabulkan permohonan kami.”

    3. Membaca Doa Ziarah

    الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِيءُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلال وجهك وعظيم سُلْطَانِكَ، سُبْحَانَكَ لَا تُحْصي ثناء عليك أنت كما أثنيت على نفسك، فلك الحَمْدُ قَبْلَ الرَّضَى وَلَكَ الحَمْدُ بَعْدَ الرَّضَى وَلَكَ الْحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ عَنَّا دَائِمًا أَبَدًا. اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ بِالقُرْآنِ العَظِيمِ رَحْمَةً وَاسِعَةً، وَاغْفِرْ لَهُ مغْفِرَةً جَامِعَةً يَا مَالِكَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ يَا رَبَّ العَالَمِينَ . اللهُمَّ اغْفِرْ لهَا وَارْحَمُها وَعَافِها وَاعْفُ عَنْها يَا رَبَّ العَالَمِينَ وَاجْعَل. اللهم ثوَابًا مثل ثَوَابِ ذالك فِي صَحَائِفِنَا وَفِي صَحَائِفِ وَالدِيْنَا وَمَشائِنَا وَالسَّادَاتِ الْحَاضِرِينَ وَوَالليهِمْ وَمَشَائِخِهِمْ خَاصَّةً وَإِلَى أَمْوَاتِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً

    Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, hamdan yuwafi ni’amahu wa yukafi’u maziidah. Ya Rabbana, laka alhamdu kama yanbaghi lijalali wajhika wa ‘azimi sultanik. Subhanaka la tuhsi thanaa’an ‘alayk, anta kama athnayta ‘ala nafsik. Fala kalhamdu qabla ar-rida wa lakalhamdu ba’da ar-rida wa lakalhamdu idha radhita’anna da’iman abadan. Allahummarhamhu bil-Qur’ani al-‘azim rahmatan wasi’atan, waghfirlahu maghfiratan jami’atan ya Malik ad-dunya wal-akhirah ya Rabbal-‘alamin. Allahummaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fu’anha ya Rabb al-‘alamina Waj’al. Allahumma thawaabam mithla thawaabi dhalika fi sahayifina wa fi sahayifi walidina wa mashayikhina wa as-sadaat al-hadirina wa waliya’ihim wa mashayikhihim khaasatan wa ila amwaati al-muslimin ‘ammatan.

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Dengan nama Allah yang maha pengasih, lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam sebagai pujian orang yang bersyukur, pujian orang yang memperoleh nikmat sama memuji, pujian yang memadai nikmat-Nya, dan pujian yang memungkinkan tambahannya. Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana pujian yang layak bagi kemuliaan dan keagungan kekuasaan-Mu. Maha suci Engkau, kami tidak (dapat) menghitung pujian atas diri- Mu sebagaimana kau puji diri sendiri. Hanya bagi-Mu pujian sebelum ridha. Hanya bagi-Mu pujian setelah ridha. Hanya bagi-Mu pujian ketika kau meridhai kami selamanya.” “Ya Allah, turunkanlah rahmat yang luas kepadanya (arwah ahli kubur) dengan berkat Al-Qur’an yang agung, ampunilah ia dengan ampunan yang luas, wahai Penguasa dunia dan akhirat, Tuhan sekalian alam.” “Ya Allah, ampunilah dirinya (perempuan), kasihanilah dirinya, afiatkan dirinya, dan maafkanlah dirinya, wahai Tuhan sekalian alam.”

    4. Membaca Surat-Surat Pendek

    Selanjutnya, dalam tata cara berdoa saat ziarah kubur, disarankan untuk membaca ayat-ayat pendek dari Al-Qur’an. Berdasarkan riwayat al-Marwazi dari Ahmad bin Hanbal, beliau pernah mengatakan bahwa:

    “Bila kalian masuk ke dalam taman makam (kuburan), maka bacalah Al-Fatihah, Surat Al-Ikhlas dan Al-Muawwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas). Jadikanlah pahalanya untuk jenazah-jenazah kuburan tersebut, karena sungguh pahalanya sampai kepada mereka.”

    5. Membaca Doa untuk Jenazah

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِههِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

    Arab latin: Allahummaghfirlahu war hamhu wa’fu ‘anhu wa ‘aafìhii, wa akrim nuzuulahu wawassi’ mudkholahu, waghsilhu bimaa’i wats-tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa qihi fitnatal qabri wa ‘adzaban naar.

    Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya (di dunia), istri yang lebih baik dari isterinya. Dan jagalah ia dari fitnah kubur dan azab neraka.” (HR Muslim).

    Adab Ziarah Kubur

    Dalam melakukan ziarah kubur, ada adab yang harus diperhatikan untuk menjaga kesopanan, terutama dalam menghormati jenazah. Berikut hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat ziarah kubur:

    1. Jangan Duduk atau Menginjak Bagian Atas Kuburan

    Ketika melakukan ziarah kubur untuk mendoakan kerabat atau orang yang kita cintai yang telah meninggal, penting untuk menunjukkan rasa hormat dengan mengikuti tata cara yang benar. Salah satunya adalah dengan tidak duduk atau menginjak bagian atas kuburan.

    2. Jangan Lakukan Hal yang Berlebihan

    Pada saat ziarah kubur juga terdapat larangan untuk melakukan tindakan berlebihan. Contohnya adalah menjadikan makam seperti masjid atau melakukan ritual yang tidak sesuai, misalnya berdoa atau salat di kuburan yang bisa mengarah pada syirik.

    Selain itu, mencium batu nisan atau meratapi makam dengan menangis secara berlebihan juga dilarang.

    3. Boleh Menyiram Kuburan

    Rasulullah SAW pernah berziarah kubur dan menyiramkan air ke atas kuburan.

    “Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW menyiram (air) di atas kuburan Ibrahim, anaknya dan meletakkan kerikil di atasnya.” (HR Abu Dawud)

    Hikmah Ziarah Kubur

    1. Sebagai Pengingat Kematian

    Dalam hadits, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hikmah dari ziarah kubur adalah sebagai pengingat pada datangnya kematian. Dari Buraidah RA, Rasulullah SAW bersabda:

    قَدْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ القُبُورِ، فَقَدْ أُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِي زِيَارَةِ قَبْرِ أُمِّهِ، فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الآخِرَةَ

    Artinya: “Aku pernah melarang kalian berziarah kubur. Sekarang telah diizinkan untuk Muhammad menziarahi makam ibunya. Maka berziarahlah karena berziarah kubur itu dapat mengingatkan dengan akhirat” (HR. Tirmidzi).

    2. Diampuni Dosa Orang yang Berziarah

    Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari Jumat, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan ia tercatat sebagai anak yang taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya” (HR Abu Hurairah).

    3. Memohonkan Ampunan bagi Jenazah

    Pada hadits yang diriwayatkan oleh Ad-Dailami, Rasulullah SAW bersabda,

    ما الْمَيّتُ في القَبْرِ إلاّ كالْغَرِيْق الْمُتَغَوِّثِ يَنتَظِرُ دَعْوَةً تَلحَقُه مِن أبٍ أوْ أُمٍّ أوْ أخٍ أوْ صَدِيقٍ فإذا لَحِقَتْه كانَتْ أحَبَّ إليه مِن الدُّنيا ومَا فيها وإنَّ اللهَ عزّ وجلّ لَيُدخِلُ على أهْلِ القُبُورِ مِن دُعاءِ أهْلِ الأَرْضِ أمْثَالَ الجِبالِ وإنَّ هَديَّةَ الأَحْيَاءِ إلى الأَمْوَاتِ الاِسْتِغفارُ لهم

    Artinya: “Seorang mayat dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang memohon pertolongan. Ia menanti-nanti doa ayah, ibu, anak, dan kawan yang terpercaya. Apabila doa itu sampai kepadanya, maka itu lebih disukainya daripada dunia dan seisinya. Dan sesungguhnya, Allah menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung. Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang mati ialah memohon istigfar kepada Allah SWT untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka” (HR. Ad-Dailami).

    Wallahu a’lam

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa untuk Perempuan yang Sakit Lengkap dan Keutamaannya


    Jakarta

    Mengunjungi dan mendoakan orang yang sakit merupakan salah satu anjuran penting dari Rasulullah SAW sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang. Memberikan doa kepada orang yang sedang sakit dapat memberikan dukungan agar dia termotivasi untuk cepat sembuh.

    Sakit merupakan salah satu ujian yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya. Menurut buku Fiqih Ibadah bagi Orang Sakit dan Bepergian yang ditulis oleh Enang Hidayat, menjenguk dan mendoakan orang yang sakit adalah hak yang dimiliki oleh sesama Muslim.

    Rasulullah SAW bersabda,


    “Hak muslim atas muslim lainnya terdapat lima, yaitu; menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.” (HR Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)

    Dalam hal mendoakan orang yang sedang sakit, terdapat sedikit perbedaan bacaan untuk orang sakit perempuan dan laki-laki. Lantas, bagaimana bacaan doa untuk orang sakit perempuan?

    Doa untuk Orang Sakit Perempuan

    Dalam mendoakan orang yang sedang sakit, terdapat perbedaan bacaan doa yang disesuaikan dengan jenis kelamin, di mana doa untuk perempuan berbeda sedikit dari doa untuk laki-laki.

    Menurut buku Menulis Buku, Alternatif bagi Guru oleh Ardhi Aditya, doa untuk orang sakit perempuan adalah “Syafakillah.” Jika diucapkan untuk laki-laki, maka berubah menjadi “Syafakallah.”

    Makna dari doa tersebut adalah “Semoga Allah menyembuhkanmu.” Selain menggunakan Syafakillah, ada juga Syafahallah dan Syafahannallah yang dipakai untuk mendoakan perempuan yang sedang sakit. Perbedaannya terletak pada cara penggunaannya serta orang yang menjadi sasaran doa.

    Dalam struktur bahasa Arab, “Syafakillah” digunakan saat berbicara langsung kepada perempuan yang sedang sakit. Sebaliknya, Syafahallah dipakai ketika mengacu pada perempuan lain yang sakit (orang ketiga), dan Syafahannallah digunakan untuk mendoakan lebih dari satu perempuan yang sakit.

    Selain itu, akan menjadi lebih baik jika ucapan doa untuk perempuan yang sedang sakit ditambahkan menjadi lebih lengkap seperti ini.

    شَفَاكِ اللَّهُ، لَا بَأْسَ، طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

    Arab latin: Syafakillah laa basa thohurun insyaAllah

    Artinya: “Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (perempuan). Tidak mengapa, Insya Allah sakitmu ini membuat dosamu bersih.”

    Selain doa tersebut, ada juga doa yang lain yang bisa kita bacakan ketika menjenguk seseorang yang sedang sakit. Menurut buku Al-Adzkar”atau Kitab Induk Doa dan Dzikir karya Imam Nawawi, terdapat beberapa doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika menjenguk orang sakit. Salah satu doa yang dibaca adalah sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ رَبِّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ ، أَنْتَ الشَّافِيْ لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاء لَا يُغَادِرُ سَقَماً

    Arab latin: “Allaahuma rabbinnaas, adzhibil ba’sasyfii, antasy syaafi laa syifaa-a illaa syifaa-uka syifaa-an laa yughaadiru saqamaa,”

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah. Engkaulah Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan selain kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.”

    Keutamaan Menjenguk dan Mendoakan Orang Sakit

    Menjaga hubungan baik dapat dilakukan melalui silaturahmi, termasuk menunjukkan perhatian ketika ada kerabat atau saudara yang sedang sakit. Saling mendoakan dan menjenguk kerabat yang sakit merupakan perbuatan yang sangat mulia.

    Dirangkum dari buku Didoakan oleh 70 Ribu Malaikat oleh A. Noer Che, dijelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan 70 ribu malaikat untuk mendoakan seseorang yang dengan tulus hati menjenguk saudaranya yang sedang sakit. Hal ini disampaikan dalam sebuah hadits, di mana Rasulullah SAW bersabda:

    “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah SWT akan mengutus 70 ribu malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya pada waktu siang kapan saja hingga sore dan pada waktu malam kapan saja hingga subuh.” (HR Ahmad)

    Dalam sebuah riwayat lain, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Tidaklah seorang muslim menjenguk saudaranya sesama muslim yang sakit pada waktu pagi, melainkan 70 ribu malaikat akan mendoakannya hingga waktu sore. Apabila ia menjenguknya pada waktu sore maka 70 ribu malaikat akan mendoakannya hingga waktu pagi. Ia pun akan mendapat taman di surga.” (HR Abu Dawud)

    Dari Tsuban, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mengunjungi orang sakit, maka ia tetap berada di khirfah surga sampai kembali.” Seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa khirfah surga itu?” Beliau menjawab, “Buah-buahan yang dipetik di surga.” (HR Muslim).

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ziarah Kubur Orang Tua Laki-Laki: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Ziarah kubur merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam. Kegiatan ini bertujuan untuk mendoakan orang yang telah meninggal serta mengingatkan kita akan kehidupan setelah mati.

    Menurut buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas IX karya H. Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah, ziarah merupakan amalan sunnah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Kata ini berasal dari bahasa Arab yang berarti mengunjungi.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Aku (Nabi SAW) dulu melarang kamu ziarah kubur, maka sekarang berziarah kuburlah kamu, karena ziarah kubur itu bisa melunakkan hati, bisa menjadikan air mata bercucuran dan mengingatkan adanya alam akhirat, dan janganlah kamu berkata buruk.” (HR Hakim)


    Doa Ziarah Kubur Orang Tua Laki-Laki

    Bagi seorang anak, menziarahi kubur orang tua adalah bentuk bakti dan penghormatan yang dapat dilakukan. Berikut doa yang bisa dipanjatkan bagi orang tua laki-laki (ayah) dalam bahasa Arab, Latin, dan terjemahannya.

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِههِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

    Bacaan latin: Allahummaghfirlahu war hamhu wa’fu ‘anhu wa ‘aafìhii, wa akrim nuzuulahu wawassi’ mudkholahu, waghsilhu bimaa’i wats-tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa qihi fitnatal qabri wa ‘adzaban naar.

    Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya (di dunia), istri yang lebih baik dari istrinya. Dan jagalah ia dari fitnah kubur dan azab neraka.” (HR Muslim)

    Manfaat Ziarah Kubur

    Ziarah kubur memiliki manfaat untuk penziarah dan mayitnya. Mengutip buku Yaasiin & Tahlil Dilengkapi Talqin, Panduan Ziarah Kubur, dan Berbagai Doa Harian Penenteram Hati karya Ustadz Imam Mubarok Bin Ali, berikut berbagi manfaat tersebut.

    Manfaat bagi Peziarah

    • Mengingatkan pada kematian
    • Mengingatkan orang yang berziarah terhadap balasan dan hari kiamat
    • Melaksanakan dua perintah Rasulullah SAW sekaligus
    • Menjadikan hati tidak terpaut dengan dunia dan zuhud terhadap gemerlap dunia

    Manfaat bagi Ahli Kubur

    • Menyenangkan hati ahli kubur
    • Meringankan siksaan ahli kubur

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Khususon Ila Ruhi untuk Ayah, Ibu, dan Orang Lain yang Sudah Meninggal


    Jakarta

    Khususon ila ruhi adalah doa untuk mereka yang sudah meninggal disertai surat Al-Fatihah. Seperti bacaannya, doa ini adalah hadiah bagi ahli kubur agar jenazah mendapat keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.

    Ajaran Islam mengingatkan umatnya untuk saling mendoakan dalam tiap kesempatan. Sesuai sabda Rasulullah SAW, doa merupakan amal yang tidak akan terputus.

    Bacaan Doa Khususon Ila Ruhi

    Dikutip dari NU Online, doa khususon ila ruhi disebut juga dengan hadrotin nabiyil mustofa. Doa ini biasa dibacakan saat ziarah atau ketika di rumah ketika teringat pada almarhum dan almarhumah. Berikut adalah contoh bacaan doa khususon ila ruhi yang dibacakan untuk arwah:


    إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى سَيِّدِنَا مُحمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاٰلِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَأَوْلَادِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ الْفَــاتِحَةُ

    Arab latin: Ila ḫadlratin-nabiyyil-musthafâ sayyidinâ Muḫammadin shallallahu ‘alaihi wa sallama wa âlihi wa azwâjihi wa awlâdihi wa dzurriyyâtihi al-fâtiḫah….

    Artinya: “Kepada yang terhormat Nabi Muhammad ﷺ, segenap keluarga, istri-istrinya, anak-anaknya, dan keturunannya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…”

    ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، خُصُوْصًا إِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجِيْلَانِي وَخُصُوْصًا إِلَى مُؤَسِّسِيْ جَمْعِيَّةِ نَهْضَةِ الْعُلَمَاءِ الْفَــاتِحَةُ

    Arab latin: Tsumma ilâ ḫadlrati ikhwânihi minal-anbiya’i wal-mursalîn wal-auliya’i wasy-syuhadâ’i wash-shâlihîn wash-shaḫâbati wat tâbi’în wal-‘ulamâ’il-‘âmilîn wal-mushannifînal-mukhlishîn wa jamî’il-malâikatil-muqarrabîn, khusûshan ilâ sayyidinâsy-syaikh ‘abdil qâdir al-jîlânî wa khushûshan ilâ muassisî jam’iyyah Nahdlatil Ulama, al-fâtiḫah

    Artinya: “Lalu kepada segenap saudara beliau dari kalangan pada nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi’in, ulama al-amilin (yang mengamalkan ilmunya), ulama penulis yang ikhlas, semua malaikat Muqarrabin, terkhusus kepada Syekh Abdul Qadir al-Jilani dan para pendiri organisasi Nahdlatul Ulama. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…”

    Ragam Doa Khususon Ila Ruhi untuk Keluarga

    Doa khususon ila ruhi bisa ditujukan untuk ibu, ayah, suami, atau istri yang telah meninggal dunia. Berikut contoh ragam doa khususon ila ruhi untuk anggota keluarga:

    1. Doa Khususon Ila Ruhi untuk Ibu yang Sudah Meninggal

    Latin: Khushuushon ilaa ruuhi ummi (sebut nama almarhumah) binti (sebut nama ayah). Allahumaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafihaa wa’fu ‘anhaa lahal fatihah.

    Artinya: “Terkhusus untuk ruh ibuku (sebut nama almarhumah) putri dari (sebut nama ayah). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

    2. Doa Khususon Ila Ruhi untuk Ayah yang Sudah Meninggal

    Latin: Khushuushon ilaa ruuhi abii (sebut nama almarhum) bin (sebut nama ayah almarhum). Allahumaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu, lahul faatihah.

    Artinya: “Terkhusus untuk ruh ayahku (sebut nama almarhum) putra dari (sebut nama ayah almarhum). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

    3. Doa Khususon Ila Ruhi untuk Istri yang Sudah Meninggal

    Latin: Khushuushon ilaa ruuhi zaujatii (sebutkan nama almarhumah) binti (sebutkan nama ayah almarhumah). Allahumaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafiha wa’fu ‘anhaa, lahal faatihah.

    Artinya: “Terkhusus untuk ruhnya istriku (sebut nama almarhumah) putri dari (sebut nama ayah almarhumah). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

    4. Doa Khususon Ila Ruhi untuk Suami yang Sudah Meninggal Dunia

    Latin: Khushuushon ilaa ruuhi zaujii (sebutkan nama almarhum) binti (sebutkan nama ayah almarhum). Allahumaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafiha wa’fu ‘anhaa, lahal faatihah.

    Artinya: “Terkhusus untuk ruhnya suamiku (sebut nama almarhum) putra dari (sebut nama ayah almarhum). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

    Tata Cara Mengirimkan Doa untuk Ahli Kubur

    Cara mengirimkan doa bagi kerabat yang sudah meninggal bisa dilakukan melalui pelaksanaan tahlilan. Mengutip dari buku Merayakan Khilafiyah Menuai Rahmat Ilahiah oleh Zikri Darussamin dan Rahman M. Ag, berikut panduan bacaan yang harus disertakan dalam tahlilan:

    • Mengawali dengan membaca Al-Fatihah.
    • Membaca surat Yasin.
    • Membaca surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas.
    • Membaca surat al-Baqarah ayat 1-5, 163, 225 (ayat kursi), dan ayat 284.
    • Mengucapkan istighfar.
    • Mengucapkan kalimat tahlil, takbir, tasbih, dan tahmid.
    • Melantunkan shalawat Nabi Muhammad SAW.
    • Membaca asmaul husna.
    • Membaca doa.

    Nah itu dia arti serta ragam bacaan doa khususon ila ruhi yang dapat kamu kirimkan untuk kerabat yang sudah wafat. Semoga artikel ini bermanfaat bagi detikers.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Lafaz yang Diucapkan Ketika Ada Seseorang yang Meninggal Dunia


    Jakarta

    Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya bila mendengar atau melihat orang meninggal maka sampaikanlah yang baik-baik. Di bawah ini panduan membacakan lafaz yang diucapkan ketika ada seseorang yang meninggal dunia.

    Dilansir dalam buku Nasihat Untuk Yang Akan Mati karya Ali Hasan Abdul Hamid ucapan-ucapan kebaikan kepada mayit bisa disampaikan juga untuk kerabat atau keluarganya. Biasanya disebut sebagai tazkiyah.

    Tazkiyah artinya ungkapan turut berduka cita yang ditunjukan untuk para keluarganya, supaya mereka berlaku sabar dan mendoakan mayit. Maka dari itu tazkiyah haruslah ungkapan yang bisa menyenangkan keluarga si mayit, sehingga mereka menjadi lebih ridha akan ketetapan Allah SWT.


    Berikut ini adalah lafaz yang dapat diucapkan ketika melihat atau mendengar kabar tentang seseorang yang meninggal dunia.

    Doa Ketika Ada yang Meninggal

    Mengutip buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi karya Imam an-Nawawi disebutkan sebuah hadits.

    Kami telah meriwayatkan dalam kitab Shahih Muslim, dari Ummu Salamah ra., dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jika kalian mendatangi orang yang sakit, atau takziah pada kematian, maka doakan- lah untuk mereka dengan doa yang baik, karena para malaikat meng- aminkan apa yang kalian ucapkan.” Dia berkata: “Ketika kematian Abu Salamah, aku mendatangi Rasulullah saw. dan berkata kepadanya: ‘Wahai Rasulullah, sungguh Abu Salamah telah meninggal,’ kemudian beliau bersabda: ‘Bacalah:

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلَهُ وَأَعْقِبْنِي مِنْهُ عُقْبَى حَسَنَةً

    Arab-latin: Allaahummaghfir lii wa lahuu wa ‘aqibnii minhu ‘uqba hasanata.

    Artinya: “Ya Allah ampunilah aku, dan dia dan anugerahkanlah akhir yang baik kepadaku dan kepadanya.”

    Maka Allah menggantikan orang yang lebih baik darinya, yakni Muhammad SAW.”

    Demikian, redaksi hadis yang terdapat dalam kitab Shahih Muslim, sedangkan dalam riwayat at-Tirmidzi.

    Doa Tazkiyah untuk Keluarga Mayit

    Kami riwayatkan dalam Shahih Muslim, dari Ummu Salmah ra., dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘Tidaklah seorang hamba muslim yang tertimpa musibah, kemudian membaca:

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أَجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَاخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْهَا

    Arab-latin: Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun, Allaahumma’jurnii fii mushi- ibatii wakhlif lii khairan minhaa.

    Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah, dan sungguh kepada-Nya dikem- balikan, ya Allah berilah pahala kepadaku atas musibah yang menim- paku, dan gantikanlah untukku dengan yang lebih baik darinya.”

    Selain itu, mengutip buku 100 Doa Harian Untuk Anak karya Kak Nurul Ihsan terdapat lafaz doa saat mendengar kematian kerabat.

    اِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ وَإِنَّا إِلَى رَبَّنَا الْمُنْقَلِبُونَ . اللَّهُمَّ اكْتُبُهُ عِنْدَكَ فِي الْمُحْسِنِينَ ، وَاجْعَلْ كِتَابَهُ فِي علِيِّينَ ، وَا خَلْفٌ فِي أَهْلِهِ فِي الْغَابِرِينَ .

    Arab-latin: Innaa lillaahi wa innaa ilayhi rooji’uuna wa inna ilaa robbinaa lamunqolibuun. Alloohummaktubhu ‘indaka fil muhsiniina waj’al kitaabahuu fii ‘illiyyiina wakhluf fii ahlihii fil ghoobiriin.

    Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kami akan kembali kepada-Nya dan kami pasti akan kembali kepada Tuhan kami, Ya Allah! Tulislah dia (yang meninggal dunia) termasuk golongannya orang-orang yang berbuat kebaikan di sisi Engkau dan jadikanlah tulisannya itu dalam tingkatan yang tinggi serta gantilah ahlinya dengan golongan orang-orang yang pergi.”

    Ada juga doa ketika melihat jenazah saat berpapasan dengan rombongan pengangkut jenazah di jalan. Maka langsung ucapkan doa ini.

    سُبْحَانَ الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِهَذَ الْمَيْتِ وَارْحَمْهُ وَإِنسَ فِي القَبْرِ وَحْدَتَهُ وَغَرَبَتَهُ وَنَوْرْ قَبْرَهُ .

    Arab-latin: Subhaanal hayyil ladzii laa yamuutu. Alloohummaghfir lihaadzal mayyiti warhamhu wa anis fil qobri wahdatahu wa ghurbatahu wa nawwir qobroh.

    Artinya: “Mahasuci Allah Zat Yang Hidup yang tidak akan mati. Ya Allah, ampunilah mayat ini dan sayangilah ia, dan temanilah ia di dalam kesendirian dan keasingannya di dalam kubur, dan terangilah kuburannya.”

    Demikianlah lafaz yang diucapkan ketika ada seseorang yang meninggal dunia, mendoakan mayit dan keluarga yang ditinggalkan sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Arti Syafakallah Syifaan Ajilaan, Doa untuk Orang Sakit yang Bisa Diamalkan Muslim


    Jakarta

    Syafakallah syifaan ajilaan merupakan lafaz dalam doa bagi orang sakit. Bacaan ini dipanjatkan oleh muslim kepada sesamanya untuk memohon kesembuhan.

    Menukil dari buku Fiqih Ibadah bagi Orang Sakit dan Bepergian oleh Enang Hidayat, menjenguk dan mendoakan orang sakit termasuk salah satu hak sesama muslim. Rasulullah SAW bersabda,

    “Hak muslim atas muslim lainnya ada lima, yaitu; menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.” (HR Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah)


    Sakit merupakan bagian dari takdir yang Allah SWT atur bagi setiap makhluk hidup. Dalam Islam, sakit bukan sekadar kondisi fisik yang kurang sehat melainkan juga ujian yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Sang Khalik.

    Muslim bisa mendoakan diri sendiri atau didoakan oleh yang menjenguknya dengan harapan diberi kesembuhan. Berkaitan dengan itu, ada beberapa doa untuk orang sakit yang bisa diamalkan termasuk syafakallah syifaan ajilaan.

    Lantas, apa arti syafakallah syifaan ajilaan?

    Arti Syafakallah Syifaan Ajilaan

    Sebelum membahas arti syafakallah syifaan ajilaan, muslim harus mengetahui lebih dulu bunyi lengkap dari doa tersebut. Berikut bacaan disertai terjemahnya,

    شفك الله شفعا عاجلا لا يغادر بعدها سقما

    Arab latin: Syafakallah syifaan ajilaan, syifaan la yughadiru ba’dahu saqaman.

    Artinya: “Semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya.”

    Syafakallah Syifaan Ajilaan Adalah Doa untuk Orang Sakit Laki-laki

    Menurut buku Menulis Buku, Alternatif bagi Guru yang disusun Ardhi Aditya, syafakallah syifaan ajilaan merupakan doa untuk orang sakit laki-laki. Sebab, lafaz syafakallah diperuntukkan bagi laki-laki.

    Sementara itu, jika doa dibaca untuk orang sakit perempuan maka syafakallah diganti menjadi syafakillah. Maknanya sama seperti syafakallah, perbedaannya hanya terdapat pada subjek, apakah laki-laki atau perempuan.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa untuk Orang Meninggal Perempuan, Diawali Allahummaghfirlaha


    Jakarta

    Doa untuk orang meninggal dibedakan untuk laki-laki dan perempuan. Bacaan doa tersebut sebetulnya sama, namun hanya diubah kata gantinya menjadi dhomir perempuan. Misalnya jika untuk jenazah laki-laki allahummaghfirlahu, maka untuk perempuan allahummaghfirlaha.

    Doa ini bisa dibaca kapan saja, namun biasanya dibaca dalam prosesi sholat jenazah. Simak bacaan doa untuk orang meninggal perempuan berikut ini, lengkap dengan tata cara membacanya dalam sholat jenazah.

    Doa untuk Orang Meninggal Perempuan

    Doa untuk orang meninggal perempuan bisa dipilih versi singkat maupun versi lengkapnya.


    Versi Singkat

    Bacaan doa untuk orang meninggal perempuan yang mudah dihafalkan adalah versi singkatnya. Berikut bacaannya yang dikutip dari buku Kitab Terlengkap Bersuci, Shalat, Puasa, Shalawat, Surat-Surat Pendek, Hadits Qudsi dan Hadits Arba’in Pilihan, serta Dzikir & Doa oleh Ustadz Rusdianto

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا

    Arab latin: Allahummaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafihaa wa’fu ‘anhaa

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah ia, kasihanilah ia, sejahterakan ia, dan ampunilah dosa dan kesalahannya.”

    Versi Lengkap

    Berdasarkan buku Majmu’ Syarif (Perempuan) yang disusun Ibnu Wathiniyah, bacaan doa untuk orang meninggal perempuan versi lengkap masih ditambah dengan beberapa doa. Berikut bacaannya:

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِعْ مَدْخَلَهَا وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

    Arab latin: Allahummaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafihaa wa’fu ‘anhaa wa akrim nuzulahaa wa wassi madkhalahaa waghsilhaa bil maa-i wats tsalji wal baradi wa naqqihaa minal khathaayaa kamaa naqqaitats tsaubal abyadha minad danas wa abdilhaa daaran khairan min daarihaa wa ahlan khairan min ahlihaa wa zaujan khairan min zaujihaa wa adkhilhal jannata wa a’idzhaa min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabin nar

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah ia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan gantilah pasangan hidupnya yang lebih baik daripada pasangan hidupnya yang dahulu, masukkanlah ia ke dalam surga, dan peliharalah ia dari siksa kubur dan azab api neraka.”

    Bacaan Sholat Jenazah Perempuan

    Pelaksanaan sholat jenazah hanya dilakukan dengan berdiri dan empat kali takbir. Bacaan sholatnya terdapat perbedaan untuk perempuan dan laki-laki. Perbedaannya terletak pada takbir ketiga dan keempat. Berikut tata caranya:

    1. Membaca Niat

    Untuk memulai sholat jenazah, maka harus membaca niat, bisa di dalam hati atau dilafalkan. Dikutip dari NU Online, berikut bacaan niat ketika menjadi makmum sholat jenazah untuk jenazah laki-laki maupun perempuan:

    أُصَلِّي عَلَى مَيِّتَةِ (فُلَانَةٍ) الْغَائِبَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا/مَأْمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى

    Arab latin: Ushalli ‘alâ man shalla ‘alaihil imâmu ma’mûman fardlan lillâhi ta’âlâ.

    Artinya: “Aku niat shalat atas jenazah yang dishalati imam fardhu karena Allah ta’âlâ.”

    2. Takbir Pertama: Al-Fatihah

    Pada takbir pertama, jemaah membaca surat Al-Fatihah:

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ٤ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ ٧

    Arab latin: (1) bismillâhir-raḫmânir-raḫîm. (2) al-ḫamdu lillâhi rabbil-‘âlamîn. (3) ar-raḫmânir-raḫîm. (4) mâliki yaumid-dîn. (5) iyyâka na’budu wa iyyâka nasta’în. (6) ihdinash-shirâthal-mustaqîm. (7) shirâthalladzîna an’amta ‘alaihim ghairil-maghdlûbi ‘alaihim wa ladl-dlâllîn.

    Artinya: “(1) Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (2) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, (3) Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, (4) Pemilik hari Pembalasan. (5) Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. (6) Bimbinglah kami ke jalan yang lurus. (7) (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.” (QS Al Fatihah: 1-7).

    3. Takbir Kedua: Sholawat Nabi

    Pada takbir kedua membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW seperti yang dibaca seperti saat tasyahud akhir pada sholat. Bacaannya adalah sebagai berikut:

    اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

    Arab latin: Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammad wa ‘alâ âli sayyidinâ Muhammad, kamâ shallaita ‘alâ sayyidinâ Ibrâhîm wa ‘alâ âli sayyidinâ Ibrâhim, wa bârik ‘alâ sayyidinâ Muhammad, wa ‘alâ âli sayyidinâ Muhammad, kamâ bârakta ‘alâ sayyidina Ibrâhîm wa ‘alâ âli sayyidinâ Ibrâhîm fil ‘âlamîna innaka hamîdun majîd.

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”

    4. Takbir Ketiga: Doa Jenazah Perempuan

    Pada takbir ketiga membaca doa untuk orang meninggal perempuan (allahummaghfirlaha) seperti yang sudah dibahas sebelumnya. Doa ini bisa dibaca versi singkat maupun lengkapnya.

    5. Takbir Keempat: Doa Jenazah Perempuan dan Umat Muslim

    Pada takbir keempat atau yang terakhir adalah membaca doa untuk jenazah perempuan dan umat muslim pada umumnya. Bacaanya sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرُهَا وَلَا تَفْتِنَا بَعْدَهَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهَا

    Arab latin: Allaahumma laa tahrimnaa ajrahaa, wa laa taftinnaa ba’dahaa, waghfir lanaa walahaa

    Artinya: “Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami (janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya), janganlah Engkau memberi fitnah sepeninggalnya, serta ampunilah kami dan dia.”

    6. Salam

    Kemudian diakhiri dengan salam. Bacaan salam sama seperti shalat biasanya, namun dilakukan tetap dalam posisi berdiri dan menghadap ke kanan lalu kiri. Bacaanya sebagai berikut:

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

    Arab latin: Assalâmu’alaikum warahmatullâhi wabarakatuh

    Artinya: “Semoga keselamatan, kasih sayang, dan keberkahan dari Allah tercurah atas kalian.”

    Bisa Dibaca di Luar Sholat Jenazah

    Doa untuk orang meninggal perempuan, bisa dibaca setiap saat selain saat sholat jenazah.
    Berdasarkan buku Fikih Ibadah: Panduan Lengkap Beribadah sesuai Sunnah Rasul oleh Hasan Ayyub, tidak ada batasan waktu untuk membaca doa tersebut.

    “Boleh mengulang-ulang doa untuk mayit meski dilakukan di atas kubur,” tulis Hasan Ayyub dalam buku tersebut.

    Demikian penjelasan mengenai bacaan doa orang meninggal perempuan (allahummaghfirlaha). Umat muslim sebaiknya menghafalkan doa ini agar bisa turut melaksanakan shalat jenazah dengan benar.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com