Tag: jenis cat

  • Jangan Sampai Keliru, Ini Perbedaan Cat Primer, Undercoat, dan Sealer


    Jakarta

    Cat dinding memiliki pengaruh besar pada tampilan dan suasana rumah. Cat mengubah tampilan sekeliling rumah menjadi lebih halus dan bersih. Maka tidak heran, cat dinding sering kali menjadi pilihan untuk melengkapi tampilan rumah karena hasilnya yang memuaskan, perawatannya yang mudah, dan tahan lama.

    Mengecat rumah ternyata bukan hanya mengoleskan cat berwarna di permukaannya. Namun sebelum itu perlu dilapisi dengan cat proteksi. Ini adalah kunci dinding rumah bisa terlihat halus setelah dilapisi cat.

    Jenis cat yang berfungsi untuk melindungi bagian permukaan dinding ini memiliki 3 jenis, yakni sealer, primer, dan undercoat.


    Meski sama-sama disebutnya ‘cat dasar’ atau lapisan dasar sebelum mengecat ternyata ketiganya memiliki perbedaan. Mengutip dari paintaccess.com pada Jumat (23/2/2024) berikut beberapa perbedaan dari sealer, primer, dan undercoat.

    Primer

    Primer memiliki fungsi yang sama dengan undercoat yakni sebagai cat dasar. Primer dapat membuat dinding lebih halus dan saat car permukaan dioleskan dapat melekat dengan baik. Pemakaian primer juga membuat cat dinding lebih tahan lama.

    Bahan cocok untuk dilapisi primer adalah logam, kayu, dan dinding plester. Primer dapat berfungsi dengan baik apabila tidak banyak ditimpa lapisan di atasnya. Selain itu, primer cepat mengering sehingga kamu bisa cepat mengecat permukaannya dengan cat dinding biasa.

    Kamu bisa melewatkan pemakaian primer saat permukaan kondisi dinding bagus seperti halus, bebas noda, atau warna cat baru sama dengan yang lama.

    Undercoat

    Undercoat juga berfungsi untuk membuat permukaan dinding halus dan lebih menempel. Banyak yang menggunakan undercoat ini pada dinding yang telah dilapisi cat. Undercoat memiliki tingkat pigmen warna putih yang bagus menutupi warna di bawahnya, goresan, hingga penyok kecil.

    Kamu tidak perlu membersihkan cat dinding sebelumnya saat mengoleskan undercoat, tetapi jika ingin mengampelas dindingnya terlebih dahulu tidak masalah. Undercoat bisa digunakan pada permukaan primer atau dinding yang telah dicat terutama pada kayu, logam, dan dinding.

    Sealer

    Permukaan yang memiliki pori, tidak halus, dan berjamur seperti beton dan batu bata lebih baik menggunakan lapisan dasar bernama sealer. Lapisan dasar satu ini juga efektif mengikat plester pada gipsum.

    Tidak sampai di sana, sealer dapat digunakan pada permukaan yang berwarna karena dapat menutupi dengan baik. Area sambungan papan atau dinding yang ditimpa plester juga bisa ditutupi dengan sealer.

    (aqi/zul)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Bedanya Cat Interior dan Eksterior? Ini Jawabannya


    Jakarta

    Seperti yang kamu ketahui, bagian rumah terbagi menjadi dua, yakni bagian dalam dan luar. Saat kamu mau mengecat dinding, cat yang akan dipakai tentu berbeda, sehingga harus disesuaikan dengan lokasinya di luar atau dalam.

    Maka dari itu, ada dua jenis cat yang tersedia di pasaran, yaitu cat interior dan cat eksterior. Apa saja perbedaannya?

    Pengertian Cat Interior dan Cat Eksterior

    Cat Interior merupakan jenis cat yang digunakan pada bagian dalam bangunan, seperti area ruangan kamar, lorong, kamar mandi, dapur, dan lain-lain. Cat ini juga bisa tahan terhadap untuk perubahan suhu dan kelembaban yang tidak begitu ekstrem di dalam ruangan.


    Sementara itu, cat interior dan cat eksterior merupakan jenis cat yang digunakan pada bagian luar bangunan. Ketahanan cat eksterior lebih baik dari cat interior. Cat ini dirancang dapat beradaptasi dengan kondisi alam seperti cuaca dan angin yang cepat berubah

    5 Perbedaan Cat Interior dan Eksterior

    Untuk dapat memahami perbedaan dan fungsi cat interior dan eksterior, berikut 5 perbedaan kedunya jenis cat mengutip dari Real Milk Paint, Rabu (2/10/2024).

    1. Bahan Dasar

    Untuk kegunaan yang berbeda, tentu bahan dasar yang digunakan tidak sama. Cat interior bersifat lebih anti noda dan mudah dibersihkan. Hal ini berkaitan dengan bagian dalam bangunan yang ditinggali oleh orang dan juga hewan peliharaan.

    Cat interior mengandung senyawa organik yang mudah menguap dalam jumlah rendah sehingga mengurangi risiko kesehatan. Selain itu, resin pada cat interior juga harus lebih kaku sehingga mengurangi noda dan lecet.

    Sementara cat eksterior menggunakan bahan yang lebih kuat untuk menahan segala kondisi cuaca, seperti hujan, sinar matahari, angin, dan lainnya. Umumnya, cat eksterior memiliki bahan resin pengikat yang sangat lembut. Hal ini bertujuan untuk membuat bagian luar bangunan tidak mudah terkelupas dan pudar.

    2. Pilihan Warna dan Tekstur

    Jika kamu memperhatikan dari pilihan warna dan teksturnya, cat interior biasanya memiliki tampilan mat atau datar hingga efek bertekstur atau berkilau. Lalu, dari pilihan warna, cat interior jauh lebih banyak dan menarik karena semua warna bisa dapat terlindungi di dalam rumah.

    Kebalikannya, pilihan warna dan tekstur cat eksterior umumnya lebih terbatas. Sebab, ada beberapa warna yang dapat bereaksi dengan cepat apabila menerima panas berlebih atau terlalu lembap.

    Biasanya warna cat eksterior berkisar pada warna putih, abu-abu, atau warna netral lainnya. Selain itu, teksturnya juga cenderung lebih pada tampilan datar atau satin yang lebih mudah dibersihkan.

    3. Teknik Pengaplikasian

    Kamu mungkin berpikir saat mengecat bagian interior dan eksterior akan sama saja. Nyatanya, cara mengecatnya pun keduanya berbeda.

    Pengecatan bagian interior lebih sederhana dan bisa dilakukan sendiri. Alat yang dibutuhkan hanya kuas atau roller untuk mengecat tembok bagian interior.

    Sedangkan untuk cat eksterior jauh lebih kompleks. Beberapa tahapan yang harus dilakukan adalah pengelupasan cat lama, perbaikan retakan, dan penggunaan primer yang tahan cuaca. Alat yang digunakan juga cukup beragam, mulai dari semprotan, rol khusus, bahkan dengan bantuan kompresor udara untuk memastikan penutupan yang merata.

    4. Proses Pengeringan

    Pengecatan di lokasi yang berbeda, tentu pengeringannya tidak akan sama. Pada umumnya, cat interior lebih cepat mengering karena tidak ada gangguan seperti hujan atau cuaca dingin. Waktu pengeringan cat interior biasanya sekitar 2 hingga 4 jam saja.

    Sedangkan untuk cat eksterior, waktu pengeringan jauh lebih lama karena harus tahan terutama saat cuaca yang tidak menentu dan lembap. Proses pengeringan pada cat eksterior biasanya memakan waktu sekitar 24 sampai 48 jam atau bahkan lebih lama tergantung pada faktor kelembaban udara, subuh, dan jenis cat yang digunakan.

    5. Harga

    Untuk harga, cat interior dan cat eksterior tidak begitu jauh. Namun, akan terasa jika kamu sedang melakukan renovasi rumah karena mengandung lebih banyak bahan tambahan dan daya tahannya yang lebih baik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Boleh Asal, Ini 7 Cara Pilih Warna Cat Dinding Rumah yang Tepat


    Jakarta

    Memilih warna cat dinding itu sebenarnya tidak begitu sulit, tetapi tetap tidak boleh sembarangan. Sebab, warna cat dinding dapat mempengaruhi suasana rumah dan mood penghuninya.

    Selain itu, saat memilih warna cat dinding, kamu juga harus mempertimbangkan ketahanannya. Cat untuk dalam ruangan dan luar ruangan berbeda karena ketahanannya juga tidak sama.

    Jangan sampai, kamu sudah membeli banyak cat dengan harga mahal, lalu mengecatnya menghabiskan waktu berjam-jam, berujung tidak puas. Belum lagi, jika memakai cat dinding yang kualitasnya tidak begitu bagus, yang ada justru rumah kamu cepat terlihat kusam dan berjamur.


    Lantas, bagaimana cara memilih warna cat dinding yang sesuai untuk rumah? Mengutip dari HGTV, berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti.

    1. Pilih Warna Cat yang Diinginkan

    Setiap orang pasti memiliki selera masing-masing. Begitu pula saat memilih warna cat dinding, kamu juga perlu menentukan dahulu warna cat apa yang kamu inginkan. Referensinya bisa dari warna kesukaan atau warna yang cocok dengan interior rumah.

    Jika kamu masih bingung, bisa dengan mencoba warna cat baru yang dioleskan ke dinding kecil untuk uji coba. Kalau dirasa suka dan cocok maka kamu bisa mengecat ke ruangan yang lebih luas.

    2. Lihat Arah Pencahayaan di Rumah

    Rumah yang baik sebenarnya adalah ruangan yang memiliki ventilasi dan mendapat cahaya matahari langsung. Namun, ada pula rumah yang hanya beberapa bagian yang terkena sinar matahari.

    Apabila kamu memiliki ruangan yang sering tersorot sinar matahari warna yang digunakan perlu selektif. Sebab, ada beberapa cat yang cepat pudar apabila tersorot matahari dalam jangka waktu yang lama.

    Tipsnya, hindari warna-warna cerah seperti biru cerah, kuning, dan merah karena lebih rentan kusam akibat radiasi sinar UV. Hal ini juga berlaku pada warna-warna cat yang gelap karena menarik banyak cahaya matahari atau menyerap panasnya. Sebagai gantinya gunakan warna cat dinding seperti cokelat, krem, atau putih yang pigmen warnanya lebih stabil dibandingkan warna lainnya.

    3. Hindari Memakai 1 Jenis Warna

    Mungkin kamu berpikir menggunakan 1 jenis warna akan jauh lebih sederhana, minimalis, dan hemat. Namun, saat mengecat dinding rumah sebaiknya kamu menggunakan beberapa jenis warna untuk rumah. Hal ini untuk menyesuaikan kebutuhan.

    Sebagai contoh, area kamar tidur dan tempat bermain si kecil menggunakan yang lebih berwarna. Untuk bagian ruang tamu, kamar utama, atau dapur bisa mengusung warna-warna yang lebih kalem.

    4. Pakai Bantuan Tabel Lingkaran Warna

    Kamu pernah mendengar tabel lingkaran warna? Ini adalah daftar warna yang disusun dari yang termuda hingga ke warna yang paling gelap. Tabel ini juga bisa memberikan rekomendasi kepada penggunanya untuk menentukan warna kontras yang cocok untuk dipadukan. Dengan begitu kamu bisa tambah yakin untuk menggunakan suatu perpaduan warna.

    5. Pastikan Permukaan Dinding Tidak Lembap

    Selain memperhatikan soal pencahayaan di rumah. Hal lain yang dapat merusak cat dinding dengan cepat adalah kelembapan pada dinding. Meskipun dinding tertutupi cat, jamur tetap dapat tumbuh subur di dinding yang lembap. Alhasil kualitas cat dinding akan cepat menurun, terlihat kusam, dan pucat.

    6. Gunakan Cat yang Mengkilap

    Kamu pasti pernah melihat cat yang terlihat mengkilap seperti dilapisi plastik. Ternyata, jenis cat satu ini dapat membantu mengurangi jumlah cahaya yang dapat diserap oleh cat dinding.

    Jenis cat mengkilap cocok digunakan di dinding luar rumah. Nama cat mengkilap ini adalah cat lateks akrilik yang berbahan dasar minyak.

    7. Gunakan Cat Primer

    Saat kamu hendak mengecat dinding, sebenarnya kamu perlu melapisi dinding beberapa kali agar ketahanan catnya bagus. Salah satunya dengan menggunakan cat primer atau cat dasar. Biasanya cat ini berwarna putih. Penggunaan cat primer bisa mencegah warna cat dinding cepat kusam, cat menggelembung, terkelupas dan retak, tumbuhnya jamur, hingga kering.

    Itulah beberapa cara memilih warna cat dinding yang tepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bingung Tentukan Jumlah Lapisan Cat Dinding? Ini Faktor yang Harus Diperhatikan



    Jakarta

    Mengecat dinding rumah banyak yang harus diperhatikan. Selain warna, lapisan yang akan diaplikasikan pada dinding akan mempengaruhi hasil akhir cat pada dinding rumah.

    Mempertimbangkan berapa lapisan cat yang dibutuhkan memang sangat penting. Ada lapisan cat yang dapat memberikan kehidupan baru pada ruangan, namun ada juga lapisan cat yang berlebihan sehingga memberikan efek yang merugikan.

    Seberapa Penting Jumlah Lapisan

    Melansir Can You Paint It, Kamis (14/11/2024), jumlah lapisan cat menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan. Mengaplikasikan jumlah lapisan cat yang tepat tidak hanya memastikan hasil akhir yang maksimal, tetapi juga membantu mencegah penumpukan cat.


    Dinding dengan lapisan yang tepat akan tampak cerah dan membuat rumah tampak seperti baru. Hal ini juga akan membantu cat bertahan lebih lama, jika lapisan tidak tepat akan kasar dan lebih mudah rusak.

    Faktor yang Harus Dipertimbangkan

    Jenis Cat

    Berbagai jenis cat memiliki kemampuan menutup yang berbeda, hal ini harus dipertimbangkan saat memutuskan berapa banyak lapisan yang akan diaplikasikan. Penting untuk mengetahui informasi ini saat kamu membeli cat.

    Kualitas Cat

    Kualitas cat juga mempengaruhi jumlah lapisan yang dibutuhkan. Cat berkualitas tinggi seringkali memiliki pigmentasi dan daya tutup yang lebih baik, sehingga menghasilkan hasil akhir yang lebih merata dengan lapisan yang lebih sedikit.

    Namun, cat berkualitas rendah akan memerlukan lapisan tambahan untuk mencapai tingkat kepekatan dan ketahanan yang diinginkan.

    Warna dan Tingkat Kepekatan

    Warna dan tingkat kepekatan cat dapat mempengaruhi jumlah lapisan yang dibutuhkan. Warna yang lebih gelap atau lebih cerah mungkin memerlukan lapisan tambahan untuk mencapai cakupan penuh, terutama saat menutupi warna yang lebih terang atau kontras.

    Cat dengan tingkat kepekatan yang lebih tinggi, mungkin perlu lapisan yang lebih sedikit dibandingkan dengan lapisan yang lebih tembus cahaya atau tipis.

    Kondisi Permukaan Dinding

    Kondisi permukaan dinding juga berperan penting dalam menentukan jumlah lapisan cat yang dibutuhkan. Dinding yang mengalami kerusakan, seperti retak, penyok, atau bercak kasar akan memerlukan lapisan cat tambahan untuk memastikan cakupan yang tepat.

    Penting untuk melakukan persiapan permukaan, termasuk penambalan dan pengamplasan. Sehingga dapat mempengaruhi jumlah lapisan cat yang dibutuhkan secara signifikan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Penyebab Cat Dinding Outdoor Mudah Mengelupas Maski Baru Diaplikasikan


    Jakarta

    Cat dinding mengelupas bisa bisa menjadi masalah serius pada tampilan rumah. Apalagi jika terjadi pada bagian fasad atau outdoor rumah. Cat dinding yang seharusnya tahan lama dan tahan dari cuaca apa pun justru paling cepat rusak dan mengelupas. Lantas, apa penyebabnya?

    Sebelum itu, kamu harus mengetahui jika cat untuk bagian luar dan dalam rumah berbeda. Hal ini dikarenakan bahan dasar dan fungsinya yang berbeda. Cat dinding bagian luar rumah dibuat lebih tahan paparan sinar matahari, perubahan suhu ekstrem, kelembapan, jamur, dan masih banyak lagi. Maka dari itu, harga cat dinding luar pun lebih mahal.

    Apabila kamu sudah memakai cat dinding yang benar yakni khusus untuk outdoor, tetapi setelah diaplikasikan justru mengelupas, melansir dari Family Handyman, berikut beberapa penyebabnya.


    1. Kondisi Lingkungan yang Terlalu Lembap

    Kelembapan akibat hujan atau dekat dengan daerah yang basah membuat cat dinding lebih mudah terkelupas. Air yang masuk ke dalam cat membuat jaringan pengikatnya longgar sehingga mudah terkelupas.

    2. Kualitas Cat yang Tak Bagus

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, bagian outdoor rumah harus memakai cat yang berbeda dengan indoor. Selain itu, pilih juga cat yang berkualitas, jangan hanya terlena dengan harga yang murah. Biasanya cat yang mahal itu menentukan kualitas. Menerapkan cat di luar suhu dan kondisi aplikasi yang direkomendasikan pabrikan dapat menyebabkan cat terkelupas.

    Cat yang bagus juga memiliki daya ikat yang kuat sehingga terkena air, kelembapan, sinar matahari, panas yang lama, cat tidak akan begitu terpengaruh. Selain itu, hindari juga pengecatan bagian outdoor saat hujan deras yang lama. Mau sebagus apa pun cat yang dipakai, waktu keringnya akan lama dan semakin rentan rusak.

    Cat dinding perlu dilapisi 3-5 kali dengan jeda beberapa jam hingga lapisan sebelumnya kering. Apabila kamu tidak sabaran dan langsung melapisi dinding dengan lapisan berikutnya padahal belum begitu kering, risikonya adalah cat mudah mengelupas. Hal ini disebabkan lapisan di bawahnya masih lunak sehingga tidak menempel sempurna dan mudah rusak apabila terkena goresan, air, atau panas.

    Untuk waktu tunggu cat mengering, kamu bisa mengecek instruksi di kaleng cat atau sekitar mengecek secara berkala setiap 2-3 jam sekali.

    4. Permukaan Dinding yang Belum Siap Dicat

    Terkadang permasalahan cat mengelupas justru disebabkan karena dinding yang belum siap. Seperti apa itu?

    Misalnya kamu ingin mengecat ulang, tetapi cat lama masih menempel. Nah, kondisi seperti ini bisa merusak cat dinding yang baru. Lebih baik, kikis seluruh cat yang lama, baru kemudian lapisi dengan cat yang baru.

    Kemudian, dinding yang terlalu lembap, dinding yang kasar, berjamur, itu juga perlu diatasi dahulu, sebelum dinding dilindungi dengan cat.

    5. Memakai Jenis Cat yang Tidak Sesuai

    Cat dinding memiliki beragam jenis. Ada yang hasil finishing-nya matte atau mengkilap karena dilapisi minyak. Nah, sebelum memutuskan untuk memakai salah satu jenis cat, kamu harus memikirkan daya tahannya dengan lokasi dinding yang akan diaplikasikan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Ampuh Hapus Cat di Permukaan Beton



    Jakarta

    Menghilangkan cat dari permukaan beton bisa menjadi tantangan, terutama jika cat tersebut sudah menempel kuat. Namun, dengan teknik dan alat yang tepat, kamu dapat mengembalikan tampilan asli beton tanpa merusak permukaannya.

    Simak panduan ini yang akan membahas berbagai metode efektif untuk membersihkan cat dari beton, mulai dari penggunaan bahan kimia hingga cara alami yang ramah lingkungan.

    Jenis Cat dan Permukaan Beton

    Melansir This Old House, pada (3/12/2024), sebelum kamu mulai menghapus cat, penting untuk memahami berbagai jenis cat yang biasa digunakan serta cara cat tersebut berinteraksi dengan permukaan beton.


    Pengetahuan ini akan memudahkan kamu dalam memilih metode penghilangan yang sesuai dengan kondisi spesifik kamu dan menetapkan tujuan yang realistis untuk proyek tersebut.

    Jenis Cat

    Berikut adalah beberapa jenis cat yang umum digunakan pada permukaan beton, masing-masing dengan sifat yang berbeda seperti, cat akrilik yang fleksibel dan sering digunakan untuk eksterior, cat epoksi yang sangat sulit dihilangkan.

    Serta terdapat cat lateks berbasis air yang lebih mudah dihapus saat masih baru, serta cat berbahan dasar minyak yang lebih tahan lama dan sulit dihapus.

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penghilangan Cat dari Beton

    Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kesulitan dalam menghilangkan cat meliputi usia cat yang lebih tua yang cenderung lebih membandel akibat ikatan kimia dan degradasi, tekstur permukaan beton yang kasar atau berpori yang meningkatkan daya rekat cat.

    Kondisi lingkungan seperti temperatur dan kelembapan yang dapat mempengaruhi keefektifan penghilang cat, jumlah lapisan cat yang menambah ketebalan dan ketahanan, serta perawatan permukaan sebelumnya yang dapat menciptakan penghalang tambahan atau interaksi kimia yang menyulitkan proses penghilangan.

    Persiapan Penghapusan

    Persiapan yang baik akan memastikan kesuksesan proyek kamu, yang meliputi pengumpulan peralatan keselamatan yang diperlukan dan penilaian kondisi cat serta permukaan beton.

    Langkah-langkah Keselamatan dan Peralatan yang Diperlukan

    Saat membersihkan cat dari beton, prioritaskan keselamatan dengan menggunakan peralatan seperti roda berlian 4,5 inci, penggiling sudut dengan alat pengumpul debu, sapu, sarung tangan tahan bahan kimia, sepatu tertutup.

    Pelindung lutut, kemeja lengan panjang dan celana juga perlu, lalu kape, masker pernapasan, kacamata pengaman, vakum basah/kering dengan filter HEPA, serta kipas jendela, dan pastikan area kerja memiliki ventilasi yang baik, terutama saat menggunakan penghilang cat berbasis kimia.

    Cek Kondisi Cat

    Sebelum memulai proses penghilangan cat, lakukan evaluasi terhadap cat dan beton dengan memeriksa permukaan beton untuk keretakan atau kerusakan, memeriksa beberapa lapisan cat, mengidentifikasi jenis cat jika memungkinkan, serta menguji area kecil yang tidak mencolok dengan metode penghilangan yang dipilih.

    Kemudian, bersihkan area tersebut menggunakan selang taman atau seember air untuk menghilangkan kotoran yang dapat menghambat pengenduran cat, dan biarkan area tersebut mengering untuk mencegah pengenceran.

    Metode Kimia

    Kemampuan penghilang cat berbasis kimia memungkinkan untuk menghapus sebagian besar jenis cat dari permukaan beton. Berikut adalah beberapa metode kimia yang umum digunakan dan patut dipertimbangkan.

    Aplikasikan Pengupas Cat

    Pengupas cat yang dirancang untuk mengurai cat dapat sangat efektif, jadi pilihlah produk yang sesuai untuk permukaan beton, gunakan sesuai petunjuk pabrik dan pedoman keselamatan, biarkan bekerja selama waktu yang direkomendasikan.

    Kikis cat yang terkelupas dengan pisau dempul atau sikat kawat, dan bersihkan permukaan secara menyeluruh menggunakan air atau larutan penetral.

    Teknik Penghapusan Berbasis Panas

    Panas dapat menjadi alat yang efektif untuk melunakkan cat dari permukaan beton, sehingga memudahkan proses pengikisan atau pencucian. Berikut adalah panduan tentang cara menggunakan panas sebagai metode untuk menghilangkan cat.

    Metode Penggunaan Air Panas untuk Ekstraksi

    Untuk pendekatan yang lebih lembut, kamu dapat menggunakan air panas dengan cara memanaskan air hingga hampir mendidih, menuangkannya dengan hati-hati ke atas noda cat, menutupi area tersebut dengan handuk yang dibasahi air panas.

    Membiarkannya selama beberapa menit untuk melunakkan cat, lalu menggosoknya dengan sikat kawat atau alat pembersih bertekanan untuk menghilangkan cat yang terkelupas, dan metode ini akan lebih efektif jika digabungkan dengan pencucian bertekanan.

    Penghapusan Ramah Lingkungan

    Bagi mereka yang peduli dengan dampak lingkungan, pertimbangkan pilihan penghilangan cat yang ramah lingkungan berikut.

    Metode Berbasis Jeruk

    Penghilang cat berbahan dasar jeruk yang memanfaatkan d-Limonene sebagai pelarut alami dapat digunakan dengan cara mengoleskan larutan tersebut ke cat, membiarkannya selama waktu yang disarankan biasanya 30 menit hingga satu jam.

    Menggosok area tersebut dengan sikat kaku juga dapat membantu mengangkat cat dari beton, dan membilasnya hingga bersih dengan air, serta produk ini tidak sekuat pengelupas kimia tradisional dan memiliki aroma jeruk yang menyenangkan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Lama Umur Cat? Ini Jawabannya


    Jakarta

    Sisa cat rumah yang telah digunakan memang bisa dipakai lagi nantinya. Namun, harus diperhatikan karena cat memiliki umurnya yang baik digunakan.

    Cat akan bertahan lebih lama apabila tutup cat belum dibuka. Cat yang masih tersegel biasanya bisa bertahan sampai 10 tahun. Hal itu karena cat yang kalengnya masih tersegel belum terpapar debu, kotoran, dan udara.

    Akan tetapi, tiap jenis cat memiliki masa waktu yang berbeda. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    Umur Cat Berdasarkan Bahannya

    1. Cat Bahan Dasar Minyak

    Cat yang berbahan dasar minyak dan kalengnya masih tersegel bisa bertahan hingga 15 tahun lamanya. Namun, jika sudah dibuka bisa bertahan hingga 10 tahun apabila cat ditutup dengan benar.

    2. Cat Akrilik

    Cat akrilik yang belum dibuka dan disimpan di tempat yang sejuk, gelap, serta kering bisa bertahan hingga 10 tahun. Jika kaleng cat sudah dibuka maka bisa bertahan hingga 2 tahun saja.

    3. Cat Bahan Dasar Air

    Cat berbahan dasar air atau water-based latex paint bisa bertahan antara 2-10 tahun. Jika kaleng cat belum dibuka, maka bisa bertahan hingga 10 tahun.

    Cara Memperpanjang Umur Cat

    Dilansir dari Better Homes and Garden, berikut ini beberapa cara untuk memperpanjang umur cat agar bisa dipakai kembali.

    1. Penyimpanan yang Tepat

    Pastikan untuk menyimpan cat di lokasi yang sejuk dan kering. Tempatkan kaleng cat di tempat yang tidak terkena fluktuasi suhu ekstrem, seperti gudang yang tidak terisolasi.

    2. Penutup yang Kedap Udara

    Pastikan kaleng cat tertutup dengan baik. Segel kedap udara bisa mengurangi risi pertumbuhan jamur dan lumut. Untuk menciptakan penutup yang kedap udara, tutup kaleng, lalu balikkan sehingga cat cair mendorong penutup ke dalam dengan kuat.

    3. Hindari Pencemaran Cat

    Untuk mencegah penambahan bakteri atau jamur ke dalam cat, selalu tuangkan cat dari kaleng ke dalam wadah yang lebar sebelum diaplikasikan ke permukaan yang akan dicat. Hindari mencelupkan kuas atau rol langsung ke dalam kaleng cat atau meninggalkan penutup kaleng terbuka saat cat tidak digunakan.

    Itulah informasi mengenai umur cat agar bisa digunakan di kemudian hari. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com