Tag: jenis pintu

  • Ini Cara Mudah Menentukan Ukuran Rolling Door dengan Tepat


    Jakarta

    Rolling door merupakan pintu yang memiliki sistem buka-tutup dengan cara digulir oleh bantuan rel. Daun pintunya yang berdimensi besar didorong secara horizontal.

    Jenis pintu ini biasanya digunakan pada garasi rumah, kios, maupun bangunan toko. Rolling door umumnya terbuat dari aluminium dan baja, lalu lebarnya dapat disesuaikan dengan lebar bidang bukaan.

    Perlu diketahui, memasang rolling door tak semudah seperti memasang pintu konvensional pada umumnya. Harus dilakukan perhitungan yang matang agar rolling door dapat dibuka dan ditutup secara benar.


    Lantas, bagaimana cara menentukan ukuran rolling door? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Cara Menentukan Ukuran Rolling Door

    Sebelum memasang rolling door, perlu dilakukan perhitungan agar pintu bisa terpasang dengan tepat dan berfungsi secara baik. Mengutip situs Ideal Door Garage Doors, berikut cara menentukan ukuran rolling door:

    1. Ukur Sisi Dinding

    Langkah yang pertama adalah dengan mengukur sisi dinding. Fungsinya untuk mengukur tempat koil pintu akan dipasang.

    2. Ukur Lebar Pembukaan Pintu

    Hitung lebar pembukaan pintu dengan tepat. Pastikan dihitung secara akurat agar rolling door dapat ditutup dengan sempurna.

    3. Ukur Tinggi Pembukaan Pintu

    Karena rolling door dibuka ke atas, maka hitung juga tinggi pembukaannya. Sesuaikan ukuran rolling door dengan cara menghitung lebar x tinggi.

    4. Ukur Ruang Kepala

    Selain itu, pastikan juga kamu mengukur bagian ruang kepala. Ukur jarak antara bagian atas rolling door dan langit-langit rumah. Pastikan menghitungnya secara benar agar pintu tidak menabrak langit-langit saat dibuka.

    Tips Memilih Rolling Door yang Tepat

    Selain menentukan ukuran rolling door, detikers juga perlu memilih rolling door yang tepat. Berikut sejumlah tipsnya yang dirangkum dari catatan detikProperti:

    1. Pilih Rolling Door Sesuai Kebutuhan

    Sebelum memilih rolling door, pastikan kamu sudah mengetahui pintu apa yang dibutuhkan. Rolling door tersedia dengan berbagai bahan material dan ukuran.

    Jika kamu membutuhkannya untuk tujuan bisnis dengan memasangnya di ruko atau kios, pastikan pilih rolling door yang punya fitur unggulan dan kualitas tinggi. Hal ini demi memberikan keamanan ekstra.

    2. Pilih Penyedia yang Handal

    Selain itu, pilih penyedia rolling door yang handal dan terpercaya. Pilih penyedia yang memiliki reputasi baik dan sudah dikenal luas. Hal ini penting agar kamu bisa mendapatkan kualitas rolling door terbaik dengan harga yang sesuai.

    3. Merawat Rolling Door Secara Rutin

    Tips yang terakhir adalah selalu merawat rolling door secara rutin. Karena rolling door umumnya terbuat dari alumunium, besi, atau baja, maka harus dilakukan perawatan agar tidak mudah berkarat.

    Perlu diingat, rolling door yang sudah berkarat lebih rentan macet saat digunakan. Untuk mengatasinya, kamu bisa melakukan perawatan dengan memberikan lapisan anti karat di rolling door.

    Itu dia cara mudah menentukan ukuran rolling door agar sesuai. Semoga dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Jenis Kayu buat Pintu Rumah, Mana yang Paling Kuat?


    Jakarta

    Kayu menjadi bahan andalan masyarakat Indonesia untuk pintu rumah. Tampilan kayu yang alami menjadikannya masih sering digunakan di Indonesia.

    “Kayu sebenarnya sudah merupakan pintu yang ideal karena nggak semudah itu jebol pintu kayu,” ujar Arsitek Denny Setiawan kepada detikProperti, Selasa (1/7/2025).

    Denny mengatakan kayu mudah untuk dibentuk dan diukir sesuai dengan keinginan si pemilik rumah. Namun, kayu cenderung rentan terhadap cuaca ekstrem, sehingga bisa mengalami proses muai-susut dan pelapukan. Belum lagi, kayu punya rayap, sehingga penting melakukan proses pengolesan anti rayap buat pintu.


    Ia pun mengingatkan kalau pemilik rumah perlu memperhatikan jenis kayu yang digunakan. Sebab, beberapa pintu kayu lebih cocok dipasang indoor atau outdoor.

    “Kita harus tahu bahwa kayu yang kita pakai itu tahan terhadap cuaca luar atau tidak. Ketahanannya mesti kita pastikan karena ada beberapa jenis kayu yang memang cuma kuat di indoor dan bisa di outdoor,” katanya.

    Menurutnya, jenis kayu yang cocok untuk pintu outdoor antara lain jati, merbau, dan ulin. Sementara itu, pintu kayu indoor bisa terbuat dari meranti, mahoni, dan kamper.

    Lantas, apa saja jenis kayu yang cocok menjadi pintu rumah? Berikut ini ulasannya.

    Jenis-jenis Kayu buat Pintu

    Inilah deretan kayu yang cocok dibikin pintu menurut Kontraktor Wildan.

    1. Kayu Mahoni

    Wildan mengatakan pintu rumah bisa terbuat dari mahoni. Bahan ini tahan terhadap pelapukan serta cukup stabil menahan kelembapan.

    2. Kayu Oak

    Kayu oak termasuk bahan yang kuat, sehingga bisa jadi pilihan yang bagus untuk pintu. Tak hanya itu, kayu ini bersifat kedap air.

    3. Jati

    Wildan menyebut jati memiliki warna coklat keemasan yang kaya, anggun, dan memberi kesan hangat untuk ruangan. Jati termasuk kayu yang paling kuat dibanding pohon lainnya.

    “Kepadatannya tinggi, minyak alami banyak, tahan cuaca, juga perlu waktu lama untuk dapat jenis kayu jati yang benar-benar bagus,” ucap Wildan.

    4. Kayu Kenari

    Selanjutnya, pemilik juga bisa mempertimbangkan kayu kenari sebagai pintu. Kayu tersebut tahan terhadap kelembapan serta anti jamur.

    5. Kayu Kamper

    Lalu, ada kayu kamper yang aromanya seperti kapur barus. Kayu ini dikenal memiliki daya tahan yang kuat.

    “(Kayu kamper) memiliki bau mirip dengan aroma kamper atau kapur barus dan dikenal dengan daya tahannya dari serangan rayap alias anti rayap,” tuturnya.

    6. Kayu Merbau

    Kayu merbau juga dikenal sangat kuat, keras, dan berumur panjang. Bahan ini bisa menjadi pilihan buat pintu rumah.

    7. Kayu Pinus

    Terakhir, ada kayu pinus sebagai pintu. Bahan ini termasuk paling murah dibandingkan material lainnya. Untungnya, jenis kayu ini tidak mudah menyusut atau mengembang.

    Itulah informasi seputar bahan kayu untuk pintu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jenis Material Pintu Rumah, Mana yang Lebih Oke?



    Jakarta

    Pintu rumah adalah bukaan untuk akses penghuni keluar dan masuk ruangan. Bukaan tersebut membatasi berbagai ruangan maupun area luar dan dalam rumah.

    Untuk itu, pemilik perlu cermat dalam memilih material pintu. Sebab, setiap area rumah memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Misalnya pintu kamar mandi harus tanah lembap, sedangkan pintu depan rumah tahan cuaca panas.

    “Jenis pintu dan kusen semuanya kembali ke pemilihan dan konsep dari hunian,” ujar Kontraktor Wildan saat dihubungi detikProperti, Kamis (3/7/2025).


    Lantas, apa saja jenis material pintu? Simak penjelasannya berikut ini menurut ahlinya.

    Jenis Material Pintu

    Inilah beberapa jenis material kayu beserta kelebihan dan kekurangannya.

    1. Kayu

    Kayu merupakan bahan andalan masyarakat untuk membuat pintu. Kayu bersifat universal dan dapat digunakan untuk berbagai jenis bangunan.

    Kelebihan

    • Cocok untuk segala bangunan dan ruangan
    • Tampilan natural
    • Mudah dibentuk
    • Kokoh
    • Instalasi mudah

    Kekurangan

    • Rentan diserang rayap
    • Rentan terhadap cuaca ekstrem
    • Rentan memuai dan menyusut

    2. PVC dan UPVC

    Pintu yang terbuat dari polivinil klorida (PVC) dan Unplasticized Polyvinyl Chloride (uPVC) bersifat tahan air, sehingga cocok untuk area basah seperti kamar mandi.

    Kelebihan

    Kekurangan

    Ukuran pintu harus sesuai pabrikan, tidak dapat diubah

    3. Panel

    Pintu dari bahan panel masih menjadi pilihan utama di perumahan karena motifnya beragam.

    Kelebihan

    • Cukup terjangkau
    • Mudah dikombinasikan dengan material lain

    Kekurangan

    • Rentan diserang rayap
    • Rentan terhadap cuaca ekstrem
    • Rentan memuai dan menyusut

    4. HPL

    Sama seperti panel, pintu berbahan high pressure laminate (HPL) sering digunakan buat perumahan karena motifnya kekinian.

    Kelebihan

    Kekurangan

    • Rentan diserang rayap
    • Rentan terhadap cuaca ekstrem
    • Rentan memuai dan menyusut

    5. Baja

    Pintu yang terbuat dari baja sangat kuat, sehingga biasanya digunakan sebagai pintu darurat.

    Kelebihan

    • Sangat kuat terhadap benturan
    • Kuat terhadap cuaca ekstrem
    • Kuat terhadap panas

    Kekurangan

    • Harganya mahal
    • Kurang cocok untuk hunian

    6. Kaca

    Pintu kaca biasanya digunakan untuk ruangan yang cenderung kurang pencahayaan.

    Kelebihan

    Visual cantik dan elegan

    Kekurangan

    • Tidak tahan benturan
    • Tidak tahan getaran

    Itulah informasi seputar material pintu rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com