Tag: jet pump

  • Segini Biaya Pembuatan Sumur Bor buat Air Bersih



    Jakarta

    Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang setiap rumah harus miliki. Untuk mendapatkan air bersih ada berbagai metode, salah satunya yang umum digunakan masyarakat adalah sumur bor.

    Mengutip dari Brighton, metode pembuatan sumur bor biasanya ditemukan di perkotaan baik untuk kebutuhan industri hingga rumah tangga. Sumur bor sering digunakan karena dianggap lebih efektif dan efisien untuk mendapatkan air.

    Harga pembuatan sumur bor sendiri pun sangat beragam. Hal ini tergantung beberapa faktor seperti kedalaman dan diameter sumur.


    Lantas, berapa harga membuat sumur bor? Simak ulasannya berikut ini.

    Daftar Harga Sumur Bor

    Inilah beberapa harga sumur bor berdasarkan diameter dan jenis bor. Namun, harga berikut ini belum termasuk biaya material tambahan.

    • Diameter pipa uk. 3 inch + bor jet pump: Rp 100.000 per meter
    • Diameter pipa uk. 4 inch + bor jet pump: Rp 150.000 per meter
    • Diameter pipa uk. 5 inch + bor sumur dalam: Rp 300.000 per meter
    • Diameter pipa uk. 6 inch + bor sumur dalam: Rp 500.000 per meter
    • Diameter pipa uk. 8 inch + bor sumur dalam: Rp 600.000 per meter
    • Diameter pipa uk. 10 inch + bor sumur dalam: Rp 700.000 per meter

    Harga Sumur Bor Paketan

    Kamu bisa menggunakan jasa paketan sumur bor. Harga sumur bor paketan sudah termasuk biaya tenaga dan material. Berikut ini kisaran harga membuat sumur bor.

    Tipe Standar

    • Paket sumur bor kedalaman 20 meter: Rp 5.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 30 meter: Rp 6.500.000
    • Paket sumur bor kedalaman 40 meter: Rp 8.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 50 meter: Rp 14.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 60 meter: Rp 18.000.000

    Tipe Menengah

    • Paket sumur bor kedalaman 20 meter: Rp 6.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 30 meter: Rp 7.500.000
    • Paket sumur bor kedalaman 40 meter: Rp 10.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 50 meter: Rp 15.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 60 meter: Rp 20.000.000

    Tipe Tinggi

    • Paket sumur bor kedalaman 20 meter: Rp 7.500.000
    • Paket sumur bor kedalaman 30 meter: Rp 9.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 40 meter: Rp 10.500.000
    • Paket sumur bor kedalaman 50 meter: Rp 16.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 60 meter: Rp 22.000.000

    Harga Sumur Bor Berdasarkan Wilayahnya

    Wilayah Jakarta & Depok

    Berikut kisaran harga pembuatan sumur bor untuk wilayah Jakarta dan Depok.

    • Sumur bor biasa dengan kedalaman maksimal 30 meter: Rp 3.000.000 – Rp 4.000.000
    • Sumur bor dan alat seperti pompa dengan kedalaman maksimal 30 meter: Rp 8.500.000
    • Sumur bor submersible dengan kedalaman maksimal 60 meter (sumur saja): Rp 9.000.000
    • Sumur bor submersible dengan kedalaman maksimal 60 meter jasa paketan termasuk jasa pekerja, material penunjang, dan pipa sumur: Rp 18.000.000

    Wilayah Bekasi & Tangerang

    Sementara untuk wilayah Bekasi dan Tangerang, berikut kisaran harganya.

    • Jasa pengeboran sumur maksimal kedalaman 30 meter: Rp 2.500.000
    • Pembuatan sumur bor tipe submersible dengan kedalaman maksimal 60 meter: Rp 9.000.000
    • Sumur bor submersible dengan kedalaman maksimal 60 meter jasa paketan termasuk jasa pekerja, material penunjang, dan pipa sumur: Rp 18.000.000

    Itulah daftar kisaran harga pembuatan sumur bor. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jenis Pompa Air dan Cara Perawatannya


    Jakarta

    Pompa air merupakan salah satu alat penting dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi utama pompa air adalah untuk mengalirkan air dari satu tempat ke tempat lain, seperti dari sumur ke tangki penampungan atau dari sungai ke lahan pertanian.

    Menentukan jenis pompa air yang akan digunakan tidak bisa dilakukan sembarangan. Pasalnya, tipe pompa air harus disesuaikan dengan kondisi sumur yang ada di rumah. Setiap jenis pompa memiliki fungsi dan keunggulan masing-masing yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan.

    6 Jenis-jenis Pompa Air

    Memilih jenis pompa air yang tepat sangat penting karena akan berpengaruh terhadap kualitas dan efisiensi aliran air di rumah. Sebelum membeli pompa air, sebaiknya kenali terlebih dahulu jenis-jenis pompa yang tersedia dan sesuaikan dengan kondisi sumur di rumahmu.


    Salah satu hal utama yang perlu diperhatikan adalah kedalaman sumur, karena faktor ini akan mempengaruhi kekuatan pompa yang dibutuhkan serta cara pemasangannya. Guna memastikan kedalaman sumur, kamu bisa berkonsultasi dengan teknisi pompa air atau jasa pengeboran sumur yang berpengalaman.

    Berikut enam jenis pompa air yang umum digunakan, dikutip dari buku Menggunakan, Merawat dan Memperbaiki Peralatan Listrik Rumah Tangga oleh Drs Daryanto:

    1. Pompa Air Celup (Submersible Pump)

    Pompa air celup dirancang untuk bekerja dengan cara seluruh bodinya dimasukkan ke dalam sumur dan harus terendam sepenuhnya dalam air. Pompa ini mampu menyedot air dan mengalirkannya ke ruang filter, sehingga cocok digunakan untuk air berlumpur atau kotor berkat adanya saringan pada bagian dalam mesin.

    Karena daya dorongnya hanya sekitar 5 meter, pompa ini sering ditemukan dalam penggunaan skala kecil, seperti untuk akuarium atau kolam, basement yang tergenang air, atau sumur dalam. Namun, karena pompa ini bekerja terus-menerus, ada risiko mesin menjadi macet atau rusak jika tidak dirawat dengan baik.

    2. Pompa Air Semi Jet Pump (Sumur Dangkal)

    Jenis pompa ini memiliki daya hisap maksimal hingga kedalaman 9 meter, sehingga kurang cocok untuk pemakaian rumah tangga yang berskala kecil. Pompa ini paling ideal digunakan di area dengan permukaan air tanah tidak lebih dari 8 meter. Cocok untuk rumah di lahan terbatas dan pemakaian air dalam jumlah sedang.

    Pompa ini bisa menghasilkan debit air sekitar 16 liter per menit untuk sumur dangkal dengan dorongan hingga 20 meter, dan bisa mencapai hingga 29 liter per menit untuk dorongan hingga 21 meter. Pompa sumur dangkal juga dapat difungsikan untuk memindahkan air dari satu penampungan ke penampungan lainnya, serta menyedot air dari jaringan PAM (disarankan menggunakan pompa berdaya minimal 200 watt).

    Pompa jenis ini tersedia dalam beberapa kapasitas listrik seperti 125 watt, 150 watt, dan 200 watt. Pilihlah sesuai dengan kebutuhan.

    3. Pompa Air Jet Pump

    Pompa jet pump punya kapasitas yang lebih besar dibandingkan versi semi-nya. Biasanya digunakan untuk kebutuhan industri, seperti pabrik atau pertambangan, yang memang membutuhkan suplai air dalam jumlah besar. Tak heran jika harga pompa ini tergolong tinggi.

    4. Pompa Air Sumur Dalam (Submersible Pump)

    Jenis ini memiliki kemampuan hisap kuat dan cocok untuk sumur dalam dengan kedalaman 9 sampai 12 meter. Pompa ini juga dapat mendorong air hingga 20 meter secara vertikal, tergantung pada ukuran pipa yang digunakan.

    Sering disebut sebagai pompa vertikal, pompa ini memang memiliki sistem kerja yang sesuai dengan sebutan tersebut. Efektif untuk daerah yang membutuhkan distribusi air dari kedalaman tinggi.

    Jet pump digunakan untuk mengangkat air dari kedalaman lebih dari 7 meter hingga sekitar 20-30 meter. Biasanya dilengkapi dengan sistem injektor yang membuatnya mampu mengangkat air dari kedalaman yang lebih besar.

    5. Pompa Air Otomatis

    Pompa otomatis merupakan pilihan ideal untuk penggunaan rumah tangga. Pompa ini bekerja secara otomatis menyesuaikan dengan kebutuhan air, sehingga pengguna tidak perlu mengoperasikan mesin secara manual.

    Selain praktis, pompa otomatis juga membantu menghemat pemakaian air dan listrik, membuatnya efisien serta ekonomis untuk kebutuhan sehari-hari di rumah.

    6. Pompa Booster

    Pompa booster digunakan untuk meningkatkan tekanan air, terutama di rumah atau gedung bertingkat agar aliran air tetap stabil hingga lantai atas. Berbeda dari jenis pompa lainnya, pompa booster dipasang di tengah jalur pipa, bukan langsung di sumber air.

    Fungsinya adalah untuk meningkatkan tekanan air dalam sistem instalasi rumah, terutama jika tekanan air dari sumber utama terlalu lemah. Pompa ini sangat berguna untuk rumah yang menggunakan perangkat seperti shower, pemanas air (water heater), atau mesin cuci.

    Sistem kerjanya otomatis menyala saat keran dibuka, sehingga memudahkan pemakaian sehari-hari.

    6 Cara Merawat Pompa Air

    Agar pompa air tetap berfungsi dengan baik dan tahan lama, berikut beberapa tips perawatan yang bisa dilakukan:

    1. Bersihkan Filter dan Pipa Secara Berkala

    Kotoran yang menumpuk bisa menyumbat aliran air dan membuat pompa bekerja lebih keras. Bersihkan filter dan periksa pipa secara rutin.

    2. Periksa Kondisi Kabel dan Listrik

    Pastikan sambungan listrik aman, tidak longgar, dan tidak ada kabel yang mengelupas. Hindari terkena air langsung untuk mencegah korsleting. Gunakan pelindung atau penutup agar bagian mesin tidak terkena genangan air. Cabut kabel dari stop-kontak jika pompa tidak digunakan untuk menghemat listrik.

    3. Cegah Kebocoran

    Jangan membungkus mesin dengan bahan mudah terbakar seperti kain, dan urangi tikungan pada instalasi pipa agar aliran air tetap lancar dan mencegah kebocoran.

    4. Gunakan Sesuai Kapasitas

    Jangan memaksa pompa bekerja melebihi kapasitasnya karena bisa menyebabkan overheat dan kerusakan permanen. Hindari penggunaan di suhu ekstrem (di atas 40°C atau di bawah 5°C).

    5. Lakukan Uji Fungsi Secara Berkala

    Nyalakan pompa secara berkala, terutama jika jarang digunakan, agar semua komponen tetap aktif dan tidak macet. Jangan menyalakan pompa saat kondisi air kering karena bisa merusak motor. Berikan pelumas pada bagian gigi putar atau leher pompa secara berkala.

    6. Simpan di Tempat yang Kering dan Aman

    Jika pompa tidak digunakan dalam waktu lama, simpan di tempat yang kering dan terlindung dari cuaca ekstrem. Tempatkan pompa di area yang terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung untuk menghindari korsleting atau kerusakan pada sistem kelistrikan.

    Hindari meletakkan mesin di posisi yang lebih rendah dari sumber air untuk mencegah kerusakan jika mesin terendam. Hindari penggunaan stop-kontak yang berlebihan atau penumpukan kabel karena bisa menyebabkan panas berlebih dan potensi kebakaran.

    Nah itulah tadi penjelasan tentang jenis dan perawatan pompa air. Dengan mengetahui jenis-jenis pompa air serta cara merawatnya, kita bisa memastikan sistem distribusi air berjalan lancar dan efisien.

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com