Tag: jin

  • Konon, Ini Tanda-tanda Rumah Jadi Sarang Jin Lengkap Cara Mengusirnya



    Jakarta

    Dalam ajaran Islam, jin merupakan makhluk gaib atau tak kasat mata yang senang mengusik manusia. Tanpa kamu sadari juga ternyata rumah dapat menjadi sarang jin berkumpul. Kehadiran jin di rumah biasanya menyebabkan berbagai gangguan seperti menakut-nakuti, menciptakan permusuhan, serangan sihir dan lain-lain.

    Pastinya, kamu ingin rumah kamu terbebas dari gangguan jin jahat, bukan? Kamu tak perlu khawatir. Berikut ada tanda-tanda rumah jadi sarang jin yang bisa kamu kenali serta juga cara mengusirnya.

    Tanda-tanda Rumah Jadi Sarang Jin

    Melansir dari Wajib Baca, Kamis (14/12/2023), berikut beberapa tanda-tanda rumah kamu jadi sarang jin.


    1. Penghuni rumah sering mimpi buruk

    2. Adanya perasaan tidak nyaman dan panas di dalam rumah

    3. Sering terjadi pertengkaran antara anggota keluarga, yang kadang hanya karena hal sepele

    4. Adanya anggota keluarga yang melihat penampakan makhluk halus di rumah atau sekitar rumah

    5. Sering tercium bau harum atau bau busuk di rumah

    6. Terdengar suara – suara yang aneh atau suara orang mengetuk pintu

    7. Anak atau anggota keluarga kita yang lain sering mengalami sakit yang tidak jelas penyebabnya

    8. Jika kamu punya toko atau usaha lain di rumah, maka biasanya tidak akan sukses

    9. Muncul belatung di rumah

    10. Penghuni rumah biasanya akan terpengaruh untuk malas beribadah dan membaca Al Quran

    Cara Mengusir dan Mencegah Gangguan Jin dari Rumah

    Merangkum dari beberapa situs dan hadist-hadist, berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengusir dan mencegah gangguan jin dari rumah.

    1. Rajin Membaca Al Qur`an di Rumah

    Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    لا تجعلوا بيوتكم مقابر، إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة

    “Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.” (HR. Muslim 780, At-Turmudzi 2877)

    2. Seringlah Mengerjakan shalat Sunnah di Rumah

    Dalam hadis dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    اجْعَلُوا فِي بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلاَتِكُمْ وَلاَ تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا

    “Jadikanlah bagian shalat kalian di rumah kalian. Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Bukhari 432, Muslim 777, dan yang lainnya).

    3. Bacalah Bismillah Ketika Masuk Rumah dan Makan

    Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يُذْكَرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ

    “Apabila ada orang yang masuk rumah, kemudian dia mengingat Allah ketika masuk, dan ketika makan, maka setan akan mengatakan (kepada temannya): ‘Tidak ada tempat menginap dan tidak ada makan malam.’ Tapi apabila dia tidak mengingat Allah (bismillah dan jangan lupa ucapkan salam) ketika masuk, maka setan mengatakan: ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’.” (HR. Muslim 2018, Abu Daud 3765 dan yang lainnya)

    4. Bacalah Bismillah Ketika Menutup Pintu

    Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan banyak saran agar kita tidak terganggu setan. Salah satunya:

    وَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا

    “Tutuplah pintu, dan sebutlah nama Allah. Karena setan tidak akan membuka pintu yang tertutup (yang disebut nama Allah).” (HR. Bukhari 3304, Muslim 2012 dan yang lainnya)

    5. Berdoalah Ketika Keluar Rumah

    Satu doa ketika keluar rumah. Ringkas, mudah dihafal, tapi khasiatnya besar:

    بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

    BISMILLAHI TAWAKKALTU ‘ALALLAAH, LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH

    (Dengan nama Allah aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.)

    Dalam hadis dinyatakan, siapa yang keluar rumah kemudian dia membaca doa di atas, maka disampaikan kepadanya: Kamu diberi petunjuk, dicukupi dan dilindungi. Maka setan kemudian berteriak:

    كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ

    “Bagaimana kalian bisa mengganggu orang yang sudah diberi hidayah, dicukupi, dan dilindungi.” (HR. Abu Daud 5095, Turmudzi 3426 dan dishahihkan al-Albani)

    6. Jauhkan Rumah dari Gambar – Gambar Bernyawa, seperti Memajang Foto dan Lukisan Makhluk Bernyawa

    Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    أَنَّ المَلاَئِكَةَ لاَ تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ

    “Sesungguhnya malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar.” (HR. Bukhari 3224, Nasai 5348 dan yang lainnya).

    Gambar – gambar makhluk bernyawa menjadi magnet yang sangat kuat bagi jin untuk masuk ke dalam rumah seseorang. Oleh sebab itu, ketika dilakukan prosesi ruqyah, maka sebaiknya copotlah semua lukisan dan foto makhluk bernyawa yang dipajang.

    8. Menyemprotkan Air Ruqyah di Sudut – sudut Rumah

    Jika memang telah terasa ada gangguan, maka hal ini bisa menjadi solusinya. Ambillah air secukupnya lalu masukkan dalam botol parfum, kemudian bacakan padanya ayat kursi, al-fatihah,al-ikhlas, al-falaq, an-nas, masing – masing 3x. Setelah itu semprotkanlah di sekitar rumah kamu, mulai dari pintu jendela, ventilasi, dinding, lantai, dan sudut – sudut rumah.

    Demikian tanda-tanda rumah jadi sarang jin dan cara mengusirnya. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Tempat Tinggal Jin di Rumah Manusia


    Jakarta

    Jin adalah makhluk gaib ciptaan oleh Allah SWT yang hidup berdampingan dengan manusia. Layaknya manusia, jin juga membutuhkan tempat tinggal dan berlindung, sehingga tak jarang menetap di rumah manusia.

    Mengutip dari buku Mengintip Alam Gaib oleh Aep Saepulloh Darusmanwiati, jin sebenarnya takut kepada manusia. Oleh karena itu, manusia tidak perlu takut dengan jin, terlebih mereka juga makhluk Allah yang tidak kasat mata dan hidup di alamnya sendiri.

    Lantas di mana tempat tinggal jin di rumah manusia? Berikut ini lokasi yang biasa menjadi hunian bagi jin.


    Atap Rumah

    Jin muslim yang beriman biasa menghuni tempat tinggal orang-orang beriman, terutama di atap rumahnya. Sebagaimana disebutkan dalam Fath al-Bari, Ibnu Hajar mengutip riwayat Ibnu Abu Dunya yang berarti:

    “Tidak ada satu pun rumah orang muslim kecuali di atap rumahnya terdapat jin muslim. Apabila mereka menghidangkan makanan pagi, jin itu pun ikut makan bersama mereka. Apabila makan sore dihidangkan, jin itu juga ikut makan bersama mereka. Tapi, Allah menjaga orang-orang muslim itu dari gangguan jin tersebut.”

    Lubang

    Selain itu, makhluk golongan jin juga tinggal di dalam lubang. Adapun lubang-lubang yang ditemukan di sekitar rumah antara lain got, lubang pembuang air cuci piring, dan lubang saluran air lainnya. Hal ini dijelaskan dalam HR Abu Dawud, Nasa’i, dan Ahmad dari Abdullah ibn Sarjas yang berbunyi:

    “Jangan sampai ada yang kencing di lubang,” Orang-orang bertanya kepada Qatadah, “Mengapa tidak boleh kencing di lubang?” Qatadah menjawab, “Rasulullah pernah mengatakan, sebab lubang adalah tempat tinggal golongan jin.”

    Kamar Mandi

    Lebih dari itu, jin kafir tinggal di tempat-tempat yang kotor seperti tempat sampah dan kamar mandi. Oleh karenanya, Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk berdoa ketika hendak masuk kamar mandi.

    “Toilet-toilet adalah hunian jin. Oleh karena itu, jika di antara kalian ada yang ingin masuk, bacalah doa: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan jin laki-laki dan jin perempuan.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad dari Zaid ibn Arqam).

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Ruqyah Rumah Agar Tidak Diganggu Jin dan Sihir


    Jakarta

    Ruqyah rumah dilakukan untuk mencegah atau menghilangkan gangguan jin maupun kekuatan sihir dari rumah kita. Rumah yang diganggu jin akan membuat penghuninya merasa tidak nyaman, bahkan mungkin sering mengalami hal-hal buruk.

    Ruqyah rumah bisa dilakukan sesuai dengan tuntunan Islam. Simak cara ruqyah rumah dengan Islami berikut ini, sesuai dengan penjelasan Ustadz Muhammad Zunaidi dalam program Khazanah dilihat dari channel YouTube KHAZANAH TRANS7 OFFICIAL.

    Kapan Dilakukan Ruqyah Rumah?

    Ustadz Muhammad Zunaidi menjelaskan ruqyah rumah harus dilakukan ketika diduga ada jin yang mengganggu di rumah kita. Jin menyebabkan ketidaknyamanan pada penghuninya.


    “Ada orang yang ketika di rumah itu mencekam, sering bertengkar dengan pasangannya, anak-anak ribut semua, nangis, pokoknya nggak ada kenyamanan. Tapi begitu keluar dari rumah rasanya nyaman, tenang, senang. Jadi ada gangguan yang letaknya tidak di tubuh orang, tetapi di rumah tersebut,” kata Ustadz Zunaidi.

    Ruqyah rumah juga bisa dilakukan ketika Anda sering melihat penampakan di sudut rumah, di ruang tertentu, atau di kamar-kamar tertentu. Selain itu, ruqyah dilakukan ketika diduga ada sihir yang ditempatkan di bagian rumah Anda. Sihir ini bisa membuat tubuh lemah, bahkan tak sadarkan diri.

    Namun ketika rumah Anda dirasa nyaman dan tidak ada masalah, Ustadz Zunaidi menyebut tidak perlu melakukan ruqyah rumah. Cukup dengan melakukan ibadah secara rutin.

    Cara Ruqyah Rumah

    Lantas bagaimana cara ruqyah rumah sesuai tuntunan Islam agar tidak diganggu jin dan sihir? Ada tiga cara yang bisa dilakukan.

    1. Membaca Al-Baqarah

    Cara pertama adalah dengan membacakan Al-Qur’an, khususnya surat Al-Baqarah secara lengkap di dalam rumah. Hal ini sesuai tuntunan Rasulullah untuk membacakan surat ini agar jin dan setan pergi dari rumah.

    Rasulullah bersabda: Jangan jadikan rumahmu kuburan. Sesungguhnya rumah yang (selalu) dibacakan di dalamnya Surah Al-Baqarah tidak akan dimasuki setan. (HR Muslim)

    “Dalam riwayat lain, jika kita bacakan Al-Baqarah, maka dalam tiga malam ke depan setan tidak akan sanggup tinggal di situ lagi. Kalau dibacakan siang hari, maka selama siang tiga hari ke depan setan tidak akan sanggup tinggal di situ. Jadi kita bacakan Al-Baqarah, tiga hari lagi dibacakan lagi,” kata Ustadz Zunaidi.

    2. Menyemprot Air

    Cara kedua adalah dengan menyemprotkan air yang sudah dibacakan ayat Al-Qur’an. Siapkan terlebih dahulu semprotan dan air. Detikers bisa menggunakan botol semprotan bekas hand sanitizer, pewangi baju, atau minyak wangi.

    Air bisa disemprotkan ke seluruh rumah atau bagian rumah tertentu yang dirasa tidak nyaman. Cara ruqyah rumah dengan cara ini adalah sebagai berikut:

    • Masukkan air dalam semprotan
    • Bacakan surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas
    • Setiap selesai satu bacaan surat, tiupkan pada air di dalam botol
    • Setelah selesai semua bacaan, semprotkan ke sekeliling rumah sambil membaca taawudz
    • Semprotkan ke sudut-sudut rumah, dari atas ke bawah.

    3. Menghilangkan Sumber Sihir

    Ruqyah rumah dilakukan dengan cara khusus jika terjadi akibat sihir. Sumber sihir harus dihilangkan agar rumah menjadi nyaman kembali.

    “Misalnya ada orang yang nggak suka, maka akan mengirimkan sihir. Dia akan letakkan buhul. Buhul itu ikatan yang di dalamnya terdapat program sihir. Biasanya diletakkan di satu bagian rumah kita. Ketika benda itu masih ada kekuatannya, masih ada energinya, tidak akan hilang walaupun sudah kita lakukan ibadah dan sebagainya. Kecuali pusat gangguan itu kita hilangkan,” kata Ustadz Zunaidi.

    Cara mendeteksi sumber sihir dan menghilangkannya adalah sebagai berikut:

    • Berwudhu
    • Keliling rumah pelan-pelan
    • Jika kita berdekatan dengan sumber sihir maka tiba-tiba akan terasa lemah, lemas, atau tidak sadarkan diri seperti kerasukan. Jika merasakan hal itu, maka letak buhul ada di situ
    • Bacakan Al-Baqarah di titik tersebut, atau bacakan ayat-ayat ruqyah di air kemudian semprotkan ke seluruh tempat di ruangan itu untuk menghilangkan sumber sihir.

    Efek Ruqyah Rumah

    Ada beberapa kemungkinan yang terjadi setelah dilakukan ruqyah rumah. Jika gangguannya ringan, rumah akan menjadi lebih nyaman. Tapi jika gangguannya berat, maka bisa muncul aroma bau gosong, hingga banyak binatang mati keesokan harinya, seperti kalajengking, kelabang, tikus, kecoak, dan cicak.

    Demikian tadi cara ruqyah rumah dengan Islami agar tidak diganggu jin. Jangan lupa untuk rajin beribadah di rumah agar jin tidak mau datang lagi. Wallahu a’lam.

    (row/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Lokasi Tinggal Jin di Rumah Manusia



    Jakarta

    Rumah manusia disebut-sebut juga menjadi tempat menetap jin. Sebagai makhluk gaib ciptaan Allah SWT, jin juga membutuhkan tempat tinggal.

    Mengutip dari buku Mengintip Alam Gaib oleh Aep Saepulloh Darusmanwiati, jin sebenarnya takut kepada manusia. Maka dari itu, manusia tidak harus takut dengan jin, terlebih mereka juga makhluk Allah yang tidak kasat mata dan hidup di alamnya sendiri.

    Lalu di mana tepatnya lokasi tempat tinggal jin di rumah manusia? Berikut ini lokasi yang biasa menjadi hunian bagi jin.


    Atap Rumah

    Jin muslim yang beriman biasa menghuni tempat tinggal orang-orang beriman, terutama di atap rumahnya. Sebagaimana disebutkan dalam Fath al-Bari, Ibnu Hajar mengutip riwayat Ibnu Abu Dunya yang berarti:

    “Tidak ada satu pun rumah orang muslim kecuali di atap rumahnya terdapat jin muslim. Apabila mereka menghidangkan makanan pagi, jin itu pun ikut makan bersama mereka. Apabila makan sore dihidangkan, jin itu juga ikut makan bersama mereka. Tapi, Allah menjaga orang-orang muslim itu dari gangguan jin tersebut.”

    Lubang

    Selain itu, makhluk golongan jin juga tinggal di dalam lubang. Adapun lubang-lubang yang ditemukan di sekitar rumah antara lain got, lubang pembuang air cuci piring, dan lubang saluran air lainnya. Hal ini dijelaskan dalam HR Abu Dawud, Nasa’i, dan Ahmad dari Abdullah ibn Sarjas yang berbunyi:

    “Jangan sampai ada yang kencing di lubang,” Orang-orang bertanya kepada Qatadah, “Mengapa tidak boleh kencing di lubang?” Qatadah menjawab, “Rasulullah pernah mengatakan, sebab lubang adalah tempat tinggal golongan jin.”

    Kamar Mandi

    Lebih dari itu, jin kafir tinggal di tempat-tempat yang kotor seperti tempat sampah dan kamar mandi. Oleh karenanya, Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk berdoa ketika hendak masuk kamar mandi.

    “Toilet-toilet adalah hunian jin. Oleh karena itu, jika di antara kalian ada yang ingin masuk, bacalah doa: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan jin laki-laki dan jin perempuan.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad dari Zaid ibn Arqam).

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jin juga Tinggal di Rumah, Ini 3 Lokasinya Menurut Hadist


    Jakarta

    Makhluk yang diciptakan Allah bukan hanya manusia, ada pula jin yang disebut dengan makhuk gaib. Jin dan manusia memiliki kesamaan yakni sama-sama membutuhkan tempat tinggal.

    Mengutip dari buku Mengintip Alam Gaib oleh Aep Saepulloh Darusmanwiati, disebutkan bahwa jin bisa berada di rumah manusia. Mereka bisa menduduki beberapa tempat di rumah manusia sebagai tempat tinggalnya.

    Namun, jin jarang mengganggu manusia karena mereka takut. Oleh karena itu, meskipun jin berada di tempat yang sama dengan manusia, kita tidak perlu takut dengan mereka.


    Lantas, di mana tempat tinggal jin di rumah manusia? Berikut ini lokasi yang biasa menjadi hunian bagi jin.

    1. Kamar Mandi

    Mungkin di antara kalian sudah sering mendengar himbauan, tidak boleh terlalu lama di kamar mandi. Ada yang mengaitkan jika kamar mandi adalah tempatnya jin. Hal ini bukan cerita rakyat, melainkan tertuang dalam hadist.

    “Toilet-toilet adalah hunian jin. Oleh karena itu, jika di antara kalian ada yang ingin masuk, bacalah doa: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan jin laki-laki dan jin perempuan.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad dari Zaid ibn Arqam).

    Kamar mandi adalah tempat kesukaan jin kafir. Oleh karenanya, Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk berdoa ketika hendak masuk kamar mandi.

    2. Atap Rumah

    Lokasi berikutnya adalah atap rumah. Namun, tidak perlu khawatir, berbeda dengan kamar mandi, jenis jin yang menempati atap rumah adalah jin muslim yang beriman.

    Hal ini disebut dalam Fath al-Bari, Ibnu Hajar mengutip riwayat Ibnu Abu Dunya yang berarti:

    “Tidak ada satu pun rumah orang muslim kecuali di atap rumahnya terdapat jin muslim. Apabila mereka menghidangkan makanan pagi, jin itu pun ikut makan bersama mereka. Apabila makan sore dihidangkan, jin itu juga ikut makan bersama mereka. Tapi, Allah menjaga orang-orang muslim itu dari gangguan jin tersebut.”

    3. Lubang

    Lubang di sini adalah got atau saluran pembuangan, lubang cuci piring, atau saluran air lainnya.

    Hal ini dijelaskan dalam HR Abu Dawud, Nasa’i, dan Ahmad dari Abdullah ibn Sarjas. Di dalamnya juga ada larangan untuk buang air sembarangan di lubang.

    “Jangan sampai ada yang kencing di lubang,” Orang-orang bertanya kepada Qatadah, “Mengapa tidak boleh kencing di lubang?” Qatadah menjawab, “Rasulullah pernah mengatakan, sebab lubang adalah tempat tinggal golongan jin.”

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jin, Ular, dan Tanda Keberadaan Mereka


    Jakarta

    Ular merupakan hewan melata yang banyak ditakuti manusia karena dapat membahayakan keselamatan. Bahkan, hewan ini mampu membunuh mangsanya dengan cara melilit kuat-kuat hingga tak bernyawa.

    Namun, dalam pandangan Islam, kehadiran ular di dalam rumah tidak serta-merta harus dibunuh. Lantas, bagaimana sebenarnya Islam memandang keberadaan ular dan makhluk lain seperti jin yang mungkin bersemayam di rumah?

    Ular dan Jin

    Menukil buku Hewan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits karya H. Brilly El-Rasheed, S.Pd., dijelaskan bahwa jin memiliki kemampuan untuk berubah rupa menjadi berbagai bentuk, termasuk menyerupai hewan.


    Salah satu wujud yang paling sering dikaitkan dengan penampakan jin dalam literatur Islam adalah ular. Inilah yang menjadi alasan utama larangan membunuh ular yang muncul di dalam rumah secara sembarangan, karena bisa saja ular tersebut merupakan jin yang telah masuk Islam.

    Apabila seekor ular terlihat bersarang di dalam rumah, Rasulullah SAW menganjurkan agar tidak langsung dibunuh. Kita dianjurkan untuk memperingatkan ular tersebut agar keluar dengan mengucapkan kalimat,

    “Aku bersumpah kepada Allah agar engkau keluar dari rumah ini dan menjauhkan kejahatanmu dari kami. Jika tidak, kami akan membunuhmu.”

    Jika setelah tiga hari peringatan diberikan ular tersebut masih menetap, maka diperbolehkan untuk membunuhnya. Hal ini karena sudah dapat dipastikan bahwa ular tersebut bukanlah perwujudan jin muslim.

    Sebab, apabila ular itu memang jelmaan jin yang telah memeluk Islam, ia akan pergi dengan sendirinya. Namun, jika ular itu termasuk jenis berbisa yang membahayakan, maka sudah sepatutnya dibunuh demi keselamatan.

    Larangan tersebut muncul karena dalam Islam, membunuh jin tanpa alasan yang dibenarkan tidak diperbolehkan, sebagaimana larangan membunuh manusia tanpa sebab yang sah.

    Doa Menghadapi Ular

    Dalam menghadapi situasi apa pun, sebaiknya kita melibatkan Allah dengan cara berdoa, termasuk juga ketika melihat dan menghadapi ular. Menukil buku Tuntunan Shalat Lengkap dan Asmaul Husna karangan KH stad Solechul Azis, berikut kumpulan doa menghadapi ular.

    Doa 1

    يَا أَرْضُ رَبِّيْ وَرَبُّكِ اللهُ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّكِ وَشَرِّ مَا فِيْكِ وَشَرِّ مَا يَدِبُّ عَلَيْكِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ أَسَدٍ وَأَسْوَدٍ وَحَيَّةٍ وَعَقْرَبٍ وَمِنْ شَرِّ وَالِدٍ وَمَا وَلَدٍ وَمِنْ شَرِّ سَاكِنِ الْبَلَدِ

    Arab latin: Ya ardhu, rabbi wa rabbukillah. A’uudzu billaahi min syarriki, wasyarrimaa fiiki, wasyarrimaa yadibbu ‘alaiki. A’uudzu billaahi min asadin wa aswadin wahayyatin wa ‘aqrabin wamin syarri waalidin wamaa walad wamin syarri saakinil balad.

    Artinya: Hai bumi, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah. Aku berlindung kepada Allah dari kejahatanmu, kejahatan sesuatu yang ada padamu, kejahatan sesuatu yang berjalan di atasmu. Aku berlindung kepada Allah dari macan, ular hitam, segala ular, kalajengking, dari kejahatan segala yang beranak dan yang diperanakkan, dan dari kejahatan yang berdiam di tempat ini.

    Doa 2

    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

    Arab latin: A’uudzu bikalimaatillaahit-taammaati mingkulli syaithaanin wa haammatin wamingkulli ‘aynin lammah.

    Artinya: Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala setan, hewan melata, dan segala penyakit ain yang ditimbulkan mata jahat.

    Doa 3

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَللّٰهُمَّ ذِى السُّلْطَانِ الْعَظِيْمِ وَذِى الْمَنِّ الْقَدِيْمِ وَذِي الْوَجْهِ الْكَرِيْمِ وَوَلِيِّ الْكَلِمَاتِ التَّامَّاتِ وَالدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَةِ عَاقِلِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ مِنْ اَنْفُسِ الْحَقِّ عَيْنِ الْقُدْرَةِ وَالنَّاظِرِيْنَ وَعَيْنِ الْجِنِّ الْاِنْسِ وَالشَّيَاطِيْنِ وَاِنْ يَّكَادُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَيُزْ لِقُوْنَكَ بِاَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ اِنَّهُ لَمَجْنُوْنٌ وَمَاهُوَ اِلاَّذِكْرٌ لِّلْعَالَمِيْنَ وَمُسْتَجَابُ اْلقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُدَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ الْوَدُوْدُ ذُوالْعَرْشِ الْمَجِيْدِ طَوِّلْ عُمْرِيْ وَصَحِّحْ جَسَدِيْ وَاقْضِ حَاجَتِيْ وَاَكْثِرْ اَمْوَالِيْ وَاَوْلَادِيْ وَحَبِّبْنِيْ لِلنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ وَتَبَاعَدِ الْعَدَاوَةَ كُلَّهَا مِنْ بَنِيْ اٰدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ مَنْ كَانَ حَيًّا وَّيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِيْنَ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْ

    Arab latin: Bismillahirrahmanirrahim. Allaahumma dzis-sultaanil-‘aziimi wa dzil-mannil-qadiimi wa dzil-wajhil-kariimi wa waliyyil-kalimaatit-taammati wadda’awaatil-mustajaabaati ‘aaqilil-hasani wal-husaini min anfusil-haqqi ‘ainil-qudrati wan-naaziriina wa ‘ainil-jinni wal-insi wasy-syayaatiin, Wa iy yakaadulladziina kafaruu layuzliquunaka bi absaarihim lammaa samii’udz-dzikra wa yaquuluuna innahuu lamajnuunuw wa maa huwa illaa dzikrul lil-‘aalamiin, wa mustajaabil-qur’aanil-‘aziim, wa waritsa sulaimaanu daawuuda ‘alaihimas-salaam, al-wuduudu dzul-‘arsyil-majiid. Tawwil ‘umrii wa shahhih jasadii waqdii haajatii wa aktsir amwaalii wa aulaadii wa habbibnii lin-naasi ajma ‘iina wa tabaa ‘adil-‘adaawata kullahaa mim banii aadama ‘alaihissalaamu man kaana hayyaw wa yahiqqal-qaulu ‘alal-kaafiriina innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.” Subhaana rabbika rabbil-‘izzati ‘ammaa yasifuuna wa salaamun ‘alal-mursaliina wal-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin.

    Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah yang Maha Kuat, yang memiliki anugerah, yang merupakan zat yang Maha Mulia, yang menguasai banyak kalimat sempurna dan doa yang mustajab, penjamin Al Hasan dan Al Husain dari jiwa yang hak, pandangan yang penuh kuasa, serta orang-orang yang melihat dari pandangan para jin, manusia dan juga setan.

    Sesungguhnya orang yang kafir itu adalah orang yang menjerumuskan kamu dengan pandangan dari mereka, ketika mendengar Al-Quran dan mereka pun berkata, “sesungguhnya Muhammad adalah orang yang gila”. Alquran hanyalah peringatan untuk setiap umat. Wahai yang Dia yang memperkenankan melalui Al quran yang sangat agung.

    Sulaiman dan juga Daud dan Dia yang Maha Pengasih, sebagai Pemilik Arasy yang Mulia. Maka panjangkanlah umurku, sehatkanlah tubuhku, tunaikanlah segala yang kuperlukan, dan perbanyaklah harta dan anakku, jadikanlah aku orang yang terhindar dari segala permusuhan dari anak-anak adam yang masih hidup. Pastikan ketetapan atau azab untuk orang-orang yang kafir. Karena sesungguhnya Engkau adalah yang Maha Kuasa akan segala sesuatu. Maha suci Tuhanmu, yaitu Maha yang memiliki kebesaran, dari apapun yang (mereka) gambarkan yaitu orang-orang kafir, dan melimpahlah kesejahteraan pada para Rasul, dan segala puji Bagi Allah pemilik Alam Semesta.”

    Wallahu a’lam.

    (hnh/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Gangguan Jin Ifrit, Kenali Sifat dan Cirinya


    Jakarta

    Dalam ajaran Islam, Allah SWT memperkenalkan kita pada berbagai jenis makhluk ciptaan-Nya. Salah satunya adalah jin.

    Meskipun tidak terlihat oleh mata telanjang, jin memiliki eksistensi dan peran di alam semesta. Di antara berbagai golongan jin, ada satu jenis yang dikenal memiliki kekuatan dan kedudukan tertinggi, yaitu Jin Ifrit.

    Sering kali dianggap sebagai “raja” dari seluruh bangsa jin, Ifrit digambarkan dalam Al-Qur’an sebagai makhluk yang memiliki kekuatan dahsyat. Namun sayangnya, juga rentan terhadap sifat keji dan tipu daya.


    Lalu, apa sebenarnya yang membedakan Jin Ifrit dari golongan jin lainnya? Mari kita selami lebih dalam tentang makhluk ghaib yang satu ini.

    Memahami Jin Ifrit dalam Perspektif Islam

    Menurut penjelasan dalam buku Analisis Penafsiran Imam Al-Alusy tentang Jin, Iblis, dan Setan oleh Nuramin, dunia jin tidak seragam. Ada jin yang beriman dan cenderung melakukan kebaikan, ada pula jin netral yang tidak banyak berinteraksi dengan manusia, dan tentu saja, ada jin yang gemar membisikkan kejahatan.

    Jin Ifrit termasuk dalam kategori terakhir, yaitu jin yang berperangai buruk dan aktif mengajak manusia kepada kemaksiatan. Imam Al-Alusy menggambarkan Ifrit sebagai makhluk bertubuh besar, yang sering kali menunjukkan sifat jahat. Keistimewaan mereka adalah kekuatan yang jauh melampaui golongan jin lainnya, menjadikan mereka pemimpin atau bahkan raja di antara bangsa jin.

    Keberadaan Jin Ifrit disebutkan dalam surah An-Naml ayat 39, Allah SWT berfirman,

    قَالَ عِفْرِيْتٌ مِّنَ الْجِنِّ اَنَا۠ اٰتِيْكَ بِهٖ قَبْلَ اَنْ تَقُوْمَ مِنْ مَّقَامِكَۚ وَاِنِّيْ عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ اَمِيْنٌ

    Artinya: “Ifrit dari golongan jin berkata, ‘Akulah yang akan mengantarkannya kepadamu sebelum engkau berdiri dari singgasanamu. Sesungguhnya aku sangat kuat dan dapat dipercaya’.”

    Berdasarkan ayat ini, Imam Al-Alusy menafsirkan bahwa Jin Ifrit adalah salah satu entitas yang hadir di kerajaan Nabi Sulaiman AS. Jin Ifrit tersebut menawarkan kemampuannya untuk memindahkan singgasana Ratu Balqis ke hadapan Nabi Sulaiman AS dalam waktu yang sangat singkat, bahkan sebelum Nabi Sulaiman AS beranjak dari tempat duduknya.

    Ini menunjukkan betapa luar biasanya kekuatan dan kecepatan yang dimiliki Jin Ifrit.

    Karakteristik dan Kekuatan Jin Ifrit

    Diringkas dari buku Rahasia Jin: Tak Terhitung oleh Luth Movasil, berikut adalah beberapa fakta menarik tentang Jin Ifrit.

    • Golongan Tertinggi: Jin Ifrit menduduki posisi tertinggi di antara semua jenis jin, sering dianggap sebagai raja atau pemimpin.
    • Terbagi Dua Kelompok: Golongan Jin Ifrit juga terbagi menjadi dua, yaitu mereka yang memeluk Islam dan mereka yang tetap dalam kekafiran.
    • Kekuatan Dahsyat: Kekuatan satu Jin Ifrit diperkirakan setara dengan seribu jin biasa, menunjukkan level kekuatan yang benar-benar luar biasa.
    • Jauh Melampaui Jin Lain: Kemampuan dan daya tempur mereka jauh di atas rata-rata jin lainnya, menjadikan mereka entitas yang sangat kuat dan disegani di alam jin.
    • Ciri Fisik Beragam: Sebagian Jin Ifrit digambarkan memiliki sayap, meskipun ada juga yang tidak memiliki ciri fisik ini.
    • Kekuatan Berdasarkan Keimanan: Menariknya, Jin Ifrit yang beragama Islam dikatakan memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan Jin Ifrit yang kafir. Ini menunjukkan bahwa keimanan juga berpengaruh pada kekuatan makhluk gaib.
    • Habitat Khusus: Mereka menghuni lokasi-lokasi khusus di alam jin, yang membedakan mereka dari golongan jin lainnya.

    Membentengi Diri dari Gangguan Jin Ifrit

    Mengingat sifat tipu daya dan ajakan pada kemaksiatan yang melekat pada Jin Ifrit, penting bagi umat Islam untuk senantiasa berlindung kepada Allah SWT dari gangguan mereka. Salah satu cara terbaik adalah dengan membaca doa-doa perlindungan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

    Berikut doanya:

    أَعُوذُ بِوَجْهِ اللَّهِ الْكَرِيمِ، وَبِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا. وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي الْأَرْضِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ طَوَارِقِ اللَّيْلِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ.

    Bacaan latin: A’udzu biwajhillahil karim, wabikalimatillahit-tammatil-lati la yujawizuhunna barrun wa fajirun, min syarri ma yanzilu minas-sama’i, wa min syarri ma ya’ruju fiha, wa min syarri ma dzara’a fil-ardhi, wamin syarri ma yakhruju minha, wa min syarri fitanil-laili wan-nahari, wamin syarri thawariqil-laili, wamin syarri kulli tharinin illa thariqan yathruqu bi khairin, ya rahman.

    Artinya: “Aku berlindung dengan zat Allah yang Maha Mulia, dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna, yang tidak ada orang baik dan juga orang durhaka yang melampauinya. Dari keburukan yang turun dari langit dan keburukan apa pun yang naik ke langit. Dari keburukan apa saja yang masuk ke bumi dan keburukan apa saja yang keluar dari bumi. Dari keburukan fitnah-fitnah siang dan malam, dari keburukan petaka-petaka malam, dari keburukan setiap petaka yang datang, kecuali petaka yang datang membawa kebaikan, wahai Zat yang Maha Penyayang.”

    Dengan memahami karakteristik Jin Ifrit dan senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT, kita dapat membentengi diri dari segala bentuk tipu daya dan kejahatan yang mungkin mereka sebarkan.

    Wallahu a’lam.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Langsung Dibunuh, Ini Cara Rasulullah Menyikapi Ular di Rumah


    Jakarta

    Ular kerap menimbulkan rasa takut, apalagi jika tiba-tiba muncul di dalam rumah. Banyak orang secara refleks langsung berusaha membunuhnya, mengingat bahaya yang mungkin ditimbulkan. Namun dalam ajaran Islam, tindakan tersebut tidak selalu dibenarkan.

    Islam mengajarkan prinsip kehati-hatian dan memperlakukan semua makhluk hidup sesuai dengan haknya. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surah Al-An’am ayat 38,

    وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا طٰۤىِٕرٍ يَّطِيْرُ بِجَنَاحَيْهِ اِلَّآ اُمَمٌ اَمْثَالُكُمْ ۗمَا فَرَّطْنَا فِى الْكِتٰبِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ يُحْشَرُوْنَ


    Artinya: Tidak ada seekor hewan pun (yang berada) di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam kitab, kemudian kepada Tuhannya mereka dikumpulkan.

    Ayat ini mengingatkan bahwa semua makhluk, termasuk ular, adalah bagian dari ciptaan Allah dan hidup menurut aturan-Nya. Karena itu, manusia tidak diperkenankan bertindak semena-mena terhadap makhluk lain tanpa alasan yang dibenarkan.

    Tuntunan Rasulullah SAW Saat Melihat Ular di Rumah

    Salah satu tuntunan Nabi Muhammad SAW dalam menyikapi ular yang masuk ke rumah adalah untuk tidak terburu-buru membunuhnya. Hal ini disebabkan adanya kemungkinan bahwa ular tersebut bukan hewan biasa, melainkan jin yang menyerupai ular.

    Dalam buku Hewan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits karya H. Brilly El-Rasheed, S.Pd., dijelaskan bahwa jin memiliki kemampuan menyerupai berbagai bentuk makhluk, termasuk binatang seperti ular.

    Imam an-Nawawi dalam Shahih Muslim bi Syarh An-Nawawi mengutip pendapat Al-Maziri yang menjelaskan bahwa larangan membunuh ular secara langsung ini berlaku khusus di lingkungan rumah-rumah penduduk Kota Madinah.

    Lebih lanjut, tuntunan Nabi SAW dalam menghadapi ular di rumah dijelaskan dalam hadits berikut. Abu Sa’id Al-Khudri RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Sesungguhnya di Madinah ini ada segolongan jin yang telah masuk Islam. Jika kalian melihat salah satu dari mereka, maka mintalah agar ia keluar dalam waktu tiga hari. Jika ia tetap menampakkan diri kepada kalian setelah itu, maka bunuhlah ia, karena sesungguhnya dia adalah setan.” (HR Muslim)

    Hadits ini menunjukkan adanya prosedur khusus dalam menghadapi ular yang muncul di rumah. Memberi kesempatan selama tiga hari bertujuan untuk memastikan apakah makhluk tersebut benar-benar hewan biasa atau makhluk lain yang sedang bersemayam dalam bentuk ular.

    Jenis Ular Berbahaya yang Boleh Dibunuh Langsung

    Meski ada anjuran untuk bersikap hati-hati, Rasulullah SAW juga memberikan pengecualian terhadap jenis ular tertentu yang sangat berbahaya. Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Lubabah RA, beliau bersabda,

    “Janganlah kalian langsung membunuh ular yang muncul di dalam rumah, kecuali ular yang ekornya terpotong pendek dan memiliki dua garis di punggungnya. Karena ular jenis ini dapat menggugurkan kandungan dan menyebabkan kebutaan. Maka, bunuhlah ia.” (HR Muslim)

    Hadits ini menunjukkan bahwa jika ular memiliki ciri-ciri tersebut, tidak perlu menunggu tiga hari. Islam memprioritaskan keselamatan jiwa, dan dalam kasus ini, tindakan cepat justru dianjurkan untuk menghindari bahaya yang lebih besar.

    (inf/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Anak Tak Boleh Keluar saat Maghrib? Ini Penjelasan Islam dan Sains


    Jakarta

    Ada anjuran bahwa anak-anak tidak boleh keluar rumah saat maghrib. Larangan ini bahkan dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW.

    Dalam kehidupan masyarakat muslim, terutama di kalangan orang tua, terdapat anjuran kuat agar anak-anak tidak dibiarkan bermain atau keluar rumah saat waktu maghrib tiba. Anjuran ini bukan hanya sebatas tradisi atau budaya lokal seperti yang diyakini masyarakat, tetapi sejatinya memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam.

    Rasulullah SAW telah mewasiatkan hal tersebut lebih dari 14 abad yang lalu. Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda,


    “Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian, karena sesungguhnya ketika itu setan sedang bertebaran.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Dalam riwayat lain dari Jabir bin Abdillah RA, Rasulullah SAW juga bersabda,

    “Jika sore hari mulai gelap maka tahanlah bayi-bayi kalian sebab iblis mulai bergentayangan pada saat itu. Jika sesaat dari malam telah berlalu maka lepaskan mereka, kunci pintu rumah dan sebutlah nama Allah, sebab setan tidak membuka pintu yang tertutup.” (HR Muslim)

    Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW dengan tegas melarang anak-anak keluar rumah saat sore menjelang malam (maghrib), karena pada waktu tersebut setan dan jin tengah bertebaran di bumi.

    Mengapa Waktu Maghrib Dihindari?

    1. Setan Sedang Menyebar di Bumi

    Dikutip dari buku Sehari Semalam bersama Rasulullah Muhammad SAW karya Daeng Naja, waktu maghrib hingga awal malam adalah saat di mana makhluk halus seperti jin dan setan mulai berkeliaran dan berpencar. Mereka mencari tempat tinggal atau berlindung, termasuk ke dalam rumah-rumah manusia atau bahkan menyusup ke dalam tubuh manusia yang lengah dari zikir.

    Imam Nawawi menjelaskan bahwa pada waktu ini, setan-setan memiliki kekuatan yang lebih besar karena mereka bebas berkeliaran sebelum dikendalikan oleh kegelapan total malam. Maka, menjaga anak-anak tetap di dalam rumah adalah bentuk perlindungan agar mereka tidak menjadi sasaran gangguan makhluk halus.

    Rasulullah SAW menganjurkan untuk menutup pintu rumah dan menyebut nama Allah (membaca Bismillah) ketika masuk waktu maghrib. Ini bukan sekadar tindakan fisik, melainkan bentuk perlindungan spiritual agar rumah tidak dimasuki oleh setan.

    “Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah karena setan tidak bisa membuka pintu yang tertutup.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Imam Ibnu Abdil Barra dalam kitab Al-Istidzkar juga menjelaskan bahwa tindakan ini bukanlah tahayul, melainkan strategi perlindungan diri yang nyata dari gangguan makhluk halus berdasarkan petunjuk wahyu.

    Penjelasan Ilmiah: Frekuensi Jin dan Spektrum Cahaya Maghrib

    Dalam bukunya yang berjudul The Science of Shalat, Prof. Dr. Ir. H. Osly Rachman menjelaskan bahwa secara ilmiah, menjelang maghrib terjadi perubahan spektrum cahaya alam, yang dominan berwarna merah.

    Warna merah ini, menurut penelitian gelombang elektromagnetik, memiliki frekuensi dan energi tertentu. Uniknya, frekuensi warna merah ini mirip dengan frekuensi energi yang dimiliki oleh jin dan setan. Akibatnya, pada waktu maghrib, kekuatan mereka meningkat secara drastis karena frekuensi lingkungan mendukung eksistensi mereka.

    Di sisi lain, penglihatan manusia saat transisi dari terang ke gelap menjadi kurang stabil. Kombinasi ini membuat manusia, khususnya anak-anak yang masih lemah fisik dan spiritual, lebih rentan terhadap gangguan jin dan setan.

    Doa-Doa Perlindungan dari Godaan Setan

    Dirangkum dari buku Panduan Ibadah Doa dan Zikir Harian Terlengkap (Berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah) karya H. Ahmad Zacky, berikut adalah beberapa doa yang dianjurkan untuk dibaca agar terlindung dari gangguan jin dan setan, terutama di waktu maghrib:

    1. Ta’awwudz (Ucapan Perlindungan dari Setan)

    أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِِ

    Latin: A’ūdzu billāhi minas-syaitānir-rajīm

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

    2. Membaca Ayat Kursi (Al-Baqarah: 255)

    Membaca Ayat Kursi akan memberikan perlindungan dari gangguan setan dan makhluk jahat hingga pagi hari.

    3. Membaca Surah Al-Falaq dan An-Naas

    Surat Al-Falaq dan An-Naas sangat dianjurkan untuk dibaca sebelum tidur dan saat petang hari sebagai pelindung diri dari sihir, dengki, dan gangguan jin.

    Larangan membiarkan anak-anak keluar rumah saat maghrib bukanlah mitos atau kepercayaan kuno semata, tetapi berasal dari ajaran langsung Nabi Muhammad SAW.

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Siapa Dia dan Bagaimana Menghadapi Bisikannya?


    Jakarta

    Dunia gaib selalu menarik untuk dibahas. Contohnya seperti jin, makhluk ciptaan Allah SWT yang diyakini keberadaannya dalam Islam.

    Jin diciptakan oleh Allah SWT dari api. Mereka tidak bisa dilihat oleh manusia.

    Al-Qur’an dan Hadits menyebut, jin diciptakan jauh sebelum manusia. Salah satu jenis jin yang sering disebut dalam Al-Qur’an adalah jin qorin.


    Namun, apa sebenarnya jin qorin itu? Dan bagaimana pengaruhnya dalam kehidupan kita? Mari kita selami lebih dalam.

    Apa Itu Jin Qorin?

    Dalam buku Terjemah & Syarah Misykah Al-Mashobih Jilid 2 karya M. Hasan Biqi Muhammad, jin qorin adalah jin yang hadir saat manusia lahir. Perawakannya sama dengan setiap manusia yang hadir di muka bumi ini.

    Setiap individu memiliki qorinnya sendiri. Hal ini ditegaskan dalam sebuah hadits dari Sayyidina Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu, beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda:

    مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنْ الْجِنِّ قَالُوا وَإِيَّاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَإِيَّايَ إِلَّا أَنَّ اللَّهَ أَعَانَنِي عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلَا يَأْمُرُنِي إِلَّا بِخَيْرٍ

    Artinya: “Tidaklah dari kalian kecuali telah dikuasakan satu qorin (teman) dari kalangan jin dan satu qorin (teman) dari kalangan malaikat.

    Para sahabat bertanya: “Apakah Engkau juga (memiliki qorin) ya Rasulullah?”

    Rasulullah SAW menjawab: “Aku juga (memiliki qorin dari jin), namun Allah menolongku, sehingga dia pun tunduk dan tidak memerintahkanku kecuali kebaikan.” (HR Muslim)

    Hadits ini menunjukkan bahwa bahkan Nabi Muhammad SAW pun memiliki qorin. Namun dengan pertolongan Allah, qorin beliau telah tunduk dan tidak lagi memerintahkan keburukan.

    Pengaruh Jin Qorin dalam Kehidupan Manusia

    Allah SWT berfirman dalam Surat Az-Zukhruf ayat 36:

    وَمَنْ يَّعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمٰنِ نُقَيِّضْ لَهٗ شَيْطٰنًا فَهُوَ لَهٗ قَرِيْنٌ

    Artinya: “Siapa yang berpaling dari pengajaran (Allah) Yang Maha Pengasih (Al-Qur’an), Kami biarkan setan (menyesatkannya). Maka, ia (setan) selalu menemaninya.”

    Ayat ini secara jelas menggambarkan bagaimana jin qorin (dalam konteks setan) dapat menjadi teman yang menyesatkan bagi mereka yang berpaling dari zikir atau mengingat Allah. Jin qorin akan terus mengajak manusia pada kedurhakaan, menganiaya diri sendiri, dan menolak peringatan Allah.

    Pada hari kiamat, penyesalan akan menghampiri mereka yang mengikuti bisikan qorin yang menyesatkan. Allah berfirman dalam Surat Az-Zukhruf ayat 38:

    حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَنَا قَالَ يَٰلَيْتَ بَيْنِى وَبَيْنَكَ بُعْدَ ٱلْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ ٱلْقَرِينُ

    Artinya: “Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada kami (di hari kiamat) dia berkata: “Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan maghrib, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia).”

    Kata “hatta” (sehingga) menunjukkan bahwa sang qorin akan selalu membersamai manusia hingga wafat dan dibangkitkan kembali oleh Allah. Ini menjadi batasan akhir dari hubungan jin qarin dengan manusia dan penyesatan yang dilakukannya.

    Qorin: Jin, Malaikat, atau Manusia?

    Menurut Quraisy Shihab, kata qorin memiliki makna yang lebih luas. Ia bisa merujuk pada sesuatu yang menyertai seseorang, baik itu manusia, setan, jin, atau malaikat.

    Dijelaskan bahwa qorin berupa setan/jin akan selalu berusaha menjerumuskan manusia, membisikkan hal-hal buruk, dan mempengaruhi pikiran serta perbuatan.

    Di sisi lain, Al-Qur’an juga menyebutkan adanya “qorin” atau teman yang baik. Tafsir Al-Azhar menjelaskan bahwa manusia tidak dibiarkan hidup sendiri oleh Allah. Dengan senantiasa mengingat Allah, malaikat akan dikirim untuk menjadi teman (qorin) dan memeliharanya.

    Allah berfirman dalam Surat Al-An’am ayat 61:

    وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهٖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةًۗ حَتّٰٓى اِذَا جَاۤءَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُوْنَ

    Artinya: “Dialah Penguasa mutlak di atas semua hamba-Nya, dan Dia mengutus kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya.”

    Dalam konteks ini, qorin berupa malaikat akan membisikkan kebaikan, mengingatkan untuk tidak takut atau bersedih dalam menghadapi ujian hidup. Namun, jika manusia lengah dari mengingat Allah, malaikat itu akan menjauh dan setanlah yang akan mengambil alih peran teman.

    Doa agar Terhindar dari Bisikan Jin Qorin

    Mengutip laman Kemenag, ada satu doa yang bisa dipakai agar terhindar dari godaan jin qorin menurut Tim Layanan Syariah, Ditjen Bimas Islam. Doa ini diajarkan Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW, berikut bacaannya:

    أَعُوذُ بِوَجْهِ اللَّهِ الْكَرِيمِ، وَبِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا. وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي الْأَرْضِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ طَوَارِقِ اللَّيْلِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ

    Latin: A’ûdzu biwajhillâhil karîm, wabikalimâtillâhit-tâmmâtil-latî lâ yujâwizuhunnâ barrun wa fâjirun, min syarri mâ yanzilu minas-samâ’i, wa min syarri ma ya’ruju fîhâ, wa min syarri mâ dzara’a fil-ardhi, wamin syarri ma yakhruju minhâ, wa min syarri fitanil-laili wan-nahâri, wamin syarri thawâriqil-laili, wamin syarri kulli thâriqin illâ thâriqan yathruqu bi khairin, yâ rahmân.

    Artinya: “Aku berlindung dengan Zat Allah yang Maha Mulia, dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna, yang tidak ada orang baik dan juga orang durhaka yang melampuainya, dari keburukan yang turun dari langit dan keburukan apa pun yang naik ke langit; dari keburukan apa saja yang masuk ke bumi dan keburukan apa saja yang keluar dari bumi; dari keburukan fitnah-fitnah siang dan malam; dari keburukan petaka-petaka malam; dari keburukan setiap petaka yang datang, kecuali petaka yang datang membawa kebaikan, wahai Zat Yang Maha Penyayang.”

    Wallahu a’lam.

    (hnh/hnh)



    Sumber : www.detik.com