Tag: jual rumah

  • Apa Itu NJOP? Ini Pengertian dan Cara Menghitungnya


    Jakarta

    Pernahkah kamu mendengar kata NJOP? Istilah NJOP sering muncul saat kita mencari tahu harga tanah atau rumah. Apa itu NJOP?

    NJOP adalah kependekkan dari nilai jual objek pajak. NJOP merupakan variabel yang ada dalam pengenaan pajak bumi dan bangunan (PBB). NJOP adalah dasar pengenaan PBB untuk kota dan desa yang biasa disebut PBB-P2 hingga PBB-P3 juga termasuk perhutanan, perkebunan dan pertambangan.

    Besaran NJOP penting untuk menentukan berapa besaran PBB. Menurut peraturan Pasal 1 (3) Undang Undang PBB Pasal 1 (40) Undang-Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), NJOP didefinisikan sebagai harga rata-rata yang dihasilkan atas terjadinya transaksi jual beli secara wajar, dan apabila tidak terjadi transaksi jual beli maka NJOP akan ditentukan berdasarkan perbandingan harga dengan objek lainnya yang sejenis atau NJOP pengganti.


    Begini penjelasan lebih lanjut soal NJOP:

    Fungsi NJOP

    Dalam hal ini, misalnya terdapat pembeli atau penjual bangunan yg tidak mengetahui harga-harga property saat ini yang akan di tawar. Mereka tidak paham kira-kira harga berapa yang tepat dalam transaski jual beli ini. Maka atas permasalahan tersebut, NJOP hadir sebagai pematok atau penentu dari harga minimal untuk bangunan tersebut.

    Apabila harga yang ditentukan lebih tinggi dari NJOP, maka pemilik telah menawarkannya terlalu tinggi atau mahal. Begitupun sebaliknya, jika harganya lebih rendah dari pada NJOP, mungkin saja ada sesuatu hal yang mempengaruhi penentuan harga tersebut, sehingga harga telah ditawarkan terlalu rendah atau murah.

    Nilai Jual objek Pajak (NJOP) merupakan harga rata-rata yang diperoleh melalui transaksi jual beli. Tapi jika tidak terjadi transaksi jual beli, NJOP ditentukan melalui nilai harga dari sejumlah objek lainnya yang sejenis, nilai perolehan baru, atau NJOP pengganti. Dalam bidang properti, nilai jual yang ditetapkan negara sebagai dasar perpajakan bagi PBB dan nilai jual properti meningkat ketika adanya perkembangan dalam sebuah kawasan. Jika melakukan transaksi jual beli rumah, melalui NJOP anda akan mengetahui seberapa besar dana pajak yang akan ditanggung.

    Nilai jual NJOP bersifat tidak menetap atau berubah-ubah, hal tersebut tergantung dari berapa harga jual tanah dan bangunan di kawasannya. Kawasan yang terpencil dengan besar NJOP yang rendah dapat mengalami peningkatan seiring dengan berkembangnya kawasan tersebut dikarenakan harga tanah dan bangunannya mengalami kenaikan. Pembayaran NJOP ditetapkan oleh pemerintah 3 tahun sekali, namun NJOP bisa ditetapkan setahun sekali diakibatkan nilai jual yang naik secara signifikan.

    NJOP dapat ditentukan melalui 3 hal berikut :

    1. Perbandingan dengan Objek Pajak Lain

    Dengan melakukan pengamatan dan penelitian untuk objek pajak lain yang sejenis untuk mengetahui nilai jualnya.

    2. Pergantian NJOP

    Didasari oleh pergantian NJOP yaitu hasil pemasukan dari objek pajak tersebut.

    3. Nilai Perolehan baru

    Perhitungan biaya didasari oleh transaksi pembelian dan dikurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk penempatan objek pajak secara layak.

    Terdapat cara agar anda dapat melihat besaran NJOP suatu wilayah yaitu dengan mendatangi langsung kantor kecamatan tempat dimana lokasi maupun bangunan properti berada. Tetapi anda juga dapat mengeceknya melalui situs online dengan membuka situs resmi Pemerintah provinsi dan anda akan menemukan informasi mengenai NJOP per meter.

    Anda dapat menentukan harga rumah berdasarkan besaran persentase NJOP di kawasan tersebut. Berikut langkah – langkah dalam menghitung NJOP suatu rumah :

    Cara Menghitung NJOP/meter :

    Hitung luas total tanah
    Hitung luas total bangunan
    Mencari tahu mengenai NJOP/meter tanah dan bangunan yang terdapat dalam lokasi rumah tersebut.
    Baca juga Pajak Penghasilan Atas Hadiah
    Setelah mencari tahu mengenai NJOP/meter dan luas tanah dan bangunannya, berikut langkah-langkah rumus NJOP yang harus dihitung :

    Luas tanah x NJOP/meter tanah = total harga tanah
    luas bangunan x NJOP/meter bangunan = total harga bangunan
    harga tanah + harga bangunan = nilai jual rumah
    Berikut merupakan contoh perhitungan untuk menentukan harga jual rumah :

    Luas tanah = 80 meter persegi

    Luas Bangunan = 50 meter persegi

    NJOP/meter tanah = Rp 2.000.000 per meter persegi

    NJOP/meter bangunan = Rp 3.000.000 per meter persegi

    Luas tanah x NJOP/meter tanah = 80 x Rp 2.000.000 = Rp 160.000.000 (Harga tanah)

    Luas bangunan x NJOP/meter bangunan = 50 x Rp 3.000.000 = 150.000.000 (Harga bangunan)

    Harga tanah + Harga bangunan = Rp 160.000.000 + Rp.150.000.000 = 310.000.000 (Nilai jual rumah)

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jurus Jitu Jual Rumah Online Biar Cepat Laku


    Jakarta

    Menjual rumah kini selain secara offline, kamu bisa lakukan secara online. Dengan bermodalkan internet, kamu dapat menjual rumah secara mudah. Meski demikian, menjual rumah secara online juga ada tantangannya.

    Contohnya seperti persaingannya sangat ketat antara penjual rumah. Jika kita tidak melakukan hal yang berbeda atau unik, maka jangan kaget jika rumah tak kunjung terjual dalam waktu lama. Nah, untuk menyiasatinya, kamu dapat melakukan tips menjual rumah online agar cepat laku. Simak penjelasan berikut.

    Kelebihan Menjual Rumah Secara Online

    Perlu kamu ketahui, ada beberapa kelebihan menjual rumah secara online yang dapat mempermudah kamu. Cuma modal internet dan duduk manis, rumah kamu dapat terjual. Melansir dari Xaviermarks, Kamis (14/12/2023), berikut beberapa kelebihan menjual rumah secara online.


    1. Jangkauan Pasar Lebih Luas

    Salah satu perbedaan yang menonjol dari menjual rumah secara offline adalah soal jangkauan. Menjual rumah secara online memiliki jangkauan yang luas. Internet bisa menjangkau siapa saja dan dimana saja tergantung dari segmen yang diincar.

    2. Kemudahan Beriklan

    Menjual rumah dengan media internet juga bisa memberikan kemudahan saat ingin beriklan. Banyak sekali fitur yang bisa dimanfaatkan seperti iklan yang sudah disediakan oleh pihak situs atau aplikasi.

    3. Fitur yang Memudahkan

    Beriklan di internet mempunyai banyak sekali fitur yang akan membuat rumah cepat terjual. Seperti mengatur jangkauan orang yang terpapar iklan, mengatur usia, jenis kelamin, lokasi, tingkat ekonomi.

    4. Lebih Menarik

    Dibandingkan dengan menjual rumah secara offline. Menjual rumah secara online menawarkan tampilan yang menarik, rapi dan yang pasti enak untuk dilihat. Dengan memasang iklan di situs atau aplikasi jual – beli properti.

    Iklan akan dikemas secara rapi dan sedetail mungkin. Tentu ini akan meningkatkan daya tarik iklan, sekaligus memudahkan calon pembeli dalam melihat listing properti.

    5. Bisa Dibagikan di Media Sosial

    Hal yang menarik dari menjual rumah secara online adalah bisa membagikan iklan di media sosial pribadi, seperti facebook, instagram dan lain sebagainya. Atau bisa juga dibagikan ke forum – forum yang membahas mengenai topik properti.

    Tips Menjual Rumah Secara Online Agar Cepat Laku

    Melansir dari Mortgage Master, Kamis (14/12/2023), berikut ini sejumlah tips yang bisa kamu terapkan agar rumah cepat laku terjual secara online.

    1. Pasarkan rumah di Media Sosial dan Forum-forum Pencari Rumah

    Seperti sudah disebutkan sebelumnya, kamu tak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun untuk memasarkan rumah kamu secara digital. Oleh karena itu, manfaatkan internet untuk menjaring calon pembeli sebanyak-banyaknya.

    Kamu bisa membagikan iklan penjualan rumah kamu di berbagai platform digital, mulai dari situs jual beli rumah atau marketplace, sosial media, sampai aplikasi berbagi forum-forum pencari rumah.

    Manfaatkan sebanyak mungkin situs jual beli rumah untuk memperluas jangkauan pemasaran kamu.Terapkan hal yang serupa untuk jejaring sosial kamu dengan mem-posting iklan rumah kamu di Facebook, Instagram, Twitter, sampai TikTok.

    2. Tampilkan Foto Rumah Semenarik Mungkin

    Salah satu poin penting untuk memikat minat calon pembeli rumah adalah menampilkan foto rumah semenarik mungkin. Karena calon pembeli hanya bisa menilai rumah kamu dari foto online, hal ini sangat penting untuk keberhasilan penjualan kamu.

    Jika memungkinkan, sewa jasa fotografer profesional atau kenalan yang mahir fotografi untuk melakukan hal ini. Bersihkan dan percantik rumah sebelum sesi foto, lalu pilih bagian-bagian rumah yang menurutmu paling menarik untuk dipamerkan dalam iklan rumah kamu. Ini akan memperbesar peluang kamu dalam mendapatkan calon pembeli potensial.

    3. Gunakan Fitur Iklan dengan Maksimal

    Ketika menjual rumah online, kamu bisa memanfaatkan iklan berbayar tetap perlu kamu pertimbangkan untuk mengoptimalkan hasil penjualan rumah. Kamu juga dapat mengatur durasi iklan dan target pasar sehingga iklan tepat sasaran.

    4. Selalu Online dan Responsif

    Tips berikutnya adalah selalu standby (online) atau responsif. Ini juga yang diharapkan oleh para pembeli rumah saat ini. Mereka ingin membeli rumah terbaik dengan senyaman, semudah, dan secepat mungkin.

    Oleh karena itu, ketika kita menjual rumah online, pastikan bahwa kita dapat dihubungi setiap saat dan mampu merespon semua pertanyaan calon pembeli dengan cepat. Pasalnya, penjual rumah bukan hanya kita. Jika telat membalas pesan, maka bisa saja calon pembeli langsung lari ke penjual rumah yang lain.

    5. Selalu Siap Ketika Calon Pembeli Ingin Melakukan Survei

    Jika kita bisa meyakinkan calon pembeli secara online, maka mereka pun akan meminta untuk survei atau mendatangi langsung rumah kamu. Pada tahap ini, pastikan bahwa kamu selalu siap sedia dan bisa mengakomodasi permintaan tersebut.

    Sebisa mungkin, jangan meminta atau menetapkan tanggal survei sesuai jadwal kamu, tapi biarkan calon pembeli kamu yang memilih. Dengan begitu mereka akan merasa lebih nyaman dan tidak diburu-buru.

    Demikian tips menjual rumah secara online agar cepat laku. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kesalahan yang Bikin Rumah Sulit Kejual


    Jakarta

    Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat mempermudah banyak kegiatan manusia, termasuk dalam proses jual-beli rumah. Menjual rumah kini bisa dilakukan melalui internet dengan memanfaatkan berbagai situs jual-beli properti.

    Dengan adanya situs jual-beli properti, kamu cukup mengiklankan rumah yang ingin dijual untuk mendapatkan calon pembeli. Situs jual-beli properti juga memudahkan kita saat ingin membeli rumah.

    Meski tampak sederhana, rumah yang dijual, khususnya melalui internet, tak serta merta mudah terjual. Ada beberapa kesalahan umum yang kerap dilakukan penjual rumah sehingga membuat calon pembeli ragu untuk membeli rumah yang ditawarkan.


    Dalam catatan detikFinance, Senin (5/2/2024), ada sejumlah kesalahan umum yang kerap membuat rumah sulit terjual.

    Minimnya Foto

    Foto sangatlah penting saat ingin menjual rumah melalui internet. Hal tersebut agar calon pembeli bisa melihat gambaran bentuk dan kondisi rumah yang kita tawarkan. Nah, karena itu, unggahlah foto rumah sebanyak-banyaknya. Tampilkan foto dari setiap ruangan yang ada di dalam rumah. Buatlah foto yang menarik dengan kualitas yang baik.

    Tata Bahasa Buruk

    Rumah kerap sulit terjual karena tata bahasa iklan yang buruk sehingga menyebabkan calon pembeli kebingungan saat membacanya. Agar bisa dipahami sepenuhnya, buatlah ikla dengan ejaan yang baik dan benar dan tidak bertele-tele. Penting juga untuk membuat judul iklan semenarik mungkin agar diklik oleh banyak orang.

    Harga Terlalu Mahal

    Harga rumah yang dipatok terlalu mahal juga bisa membuatnya sulit terjual. Pastikan kamu mengecek harga jual pasaran untuk tipe rumah yang ingin kamu jual di lokasi yang sama. Patoklah harga sesuai dengan harga jual pasaran tersebut. Selain itu, kamu juga bisa mencantumkan keterangan bahwa harga jual rumah bisa dinegosiasi untuk menambah daya tarik iklan rumahmu.

    Kondisi Lingkungan di Sekitar Rumah

    Calon pembeli juga kerap memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar rumahmu. Kondisi lingkungan tersebut, seperti fasilitas umum apa saja yang terdapat di sekitar rumah, serta seberapa aman dan bersahabat kondisi rumah tersebut untuk ditinggali/

    Tidak Ada Kelebihan

    Rumah yang tidak memiliki kelebihan dibandingkan rumah-rumah lainnya tentu akan membuatnya sulit terjual. Calon pembeli tentu akan melihat banyak iklan rumah untuk kemudian mempertimbangkan rumah yang mana yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Nah, karena itu, pastikan kamu juga menjelaskan apa saja kelebihan dan keuntungan rumah yang kamu jual, seperti bebas banjir, hemat energi, atau aman dari maling.

    Demikianlah 5 kesalahan umum yang membuat rumah sulit terjual. Dengan mengetahui kesalahan tersebut, kamu bisa mengevaluasi kembali iklan rumah yang kamu buat dan memperbaikinya agar segera laku terjual. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Sewa/Jual Rumah Mending Titip ke Agen atau Pasarkan Sendiri?



    Jakarta

    Siapa nih yang punya kos atau kontrakan tapi masih belum tahu cara memasarkannya?

    Tenang, kamu nggak sendirian. Di Indonesia, masih banyak masyarakat yang mempunyai rumah kosong.

    Biasanya, mereka membuat rumah kosong tersebut menjadi rumah sewa (kos/kontrakan) atau mungkin bahkan hingga di jual langsung.


    Biasanya mereka mendapatkan rumah kosong dari warisan orang tua atau karena alasan lokasi kerja yang berpindah. Sehingga mereka memiliki beberapa rumah yang tidak ditinggali.

    Nah, masalahnya masih banyak orang yang kesulitan ketika memasarkan rumah tersebut.

    Menurut Vice President Xavier Marks Home, Nina Kuntjoro. Ketika melakukan pemasaran properti rumah untuk dijual atau disewakan sebaiknya melalui agen properti saja, khususnya yang terakreditasi baik.

    “Lebih baik dipasarkan melalui agen properti yang sudah terakreditasi baik dan memiliki kantor perusahaan yang jelas. Alasannya karena kita mau menyerahkan rumah tersebut ke tangan orang lain.” Jawabnya.

    Apa Manfaat Menjual/Menyewakan Properti Rumah Lewat Agen?

    Keunggulan dari menggunakan jasa agen dalam melakukan pemasaran properti rumah adalah karena properti tersebut akan diolah oleh pihak agen. Pihak agen ini nantinya akan menjembatani mempertanggung jawabkan masalah jual beli dan sewa antara pemilik properti dan calon pembeli/penyewa.

    “Kalau pakai agent nanti bisa memantau calon penyewa ini orangnya seperti apa, jadi nanti agent yang bertanggung jawab. Dalam pemasaran juga agent akan menghandelnya. Kalau jangka waktu sewa penghuni sudah habis, nanti ketika mengembalikan properti kan harus dalam keadaan baik, nah itu tugasnya agent untuk mengkomunikasikan semuanya antara penyewa dengan pemilik.” jelas Nina.

    Selain itu, agen properti juga sangat membantu pemilik properti yang sudah tua untuk memberikan pengarahan yang tepat ketika melakukan jual beli atau sewa sebuah properti.

    “Ada juga kejadian dimana calon penyewa dan pemiliknya bertemu secara langsung. Nah si pemilik ini sudah berumur (tua) dan mereka tidak ada perjanjian dan sebagainya. Hanya transfer dan kuitansi saja. Nah pas jangka sewa sudah berakhir, si penyewanya nggak mau keluar dari rumah atau nunggak” Ungkap Nina.

    Nina juga menjelaskan bahwa ketika mencoba untuk menitipkan properti rumah kepada agen, kamu harus memastikan bahwa agen yang bekerja sama dengan kamu itu cukup satu saja.

    Hal ini penting dilakukan untuk mencegah adanya salah paham atau membuat rumit proses jual beli atau sewa rumah tersebut.

    “Memasarkan rumah dijual atau disewa itu sebaiknya dengan 1 agent yang dipercaya saja. Karena pemilik menyerahkan rumah tersebut ke orang lain. Kalau banyak orang nanti pusing. itu bisa lebih minim tindak kejahatan. Kalau cuma 1 agent kan bisa ketahuan kalau sampai sertifikatnya tersebar dan dijadikan bahan penipuan” Tegas Nina.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Lakukan 7 Upgrade Ini buat Dongkrak Nilai Jual Rumah


    Jakarta

    Sebelum memasang iklan untuk menjual rumah, sebaiknya kamu melakukan beberapa perbaikan dan perubahan untuk meningkat harga jual rumah. Kamu bisa meng-upgrade penampilan dan fungsi hunian untuk menarik perhatian calon pembeli rumah.

    Lalu, apa saja yang bisa dilakukan untuk meningkatkan nilai jual rumah? Simak penjelasan berikut ini, dilansir dari propertymark, Selasa (16/4/2024).

    1. Dekor Ulang

    Ubah tampilan rumah dengan melakukan dekor ulang interior. Salah satu cara paling populer dan relatif murah adalah dengan menambahkan sedikit cat dinding. Warna-warna netral paling menarik bagi pembeli rumah dan dapat memberikan tampilan baru pada rumah.


    2. Perbaiki Kerusakan Kecil

    Perbaiki kerusakan kecil di sekitar rumah seperti cat yang mengelupas, noda pada dinding, dan keran bocor. Meski bukan perkara besar, memperbaiki kerusakan kecil memberi kesan rumah terawat. Sedangkan masalah besar seperti kelembapan tidak perlu ditutup-tutupi karena akan terlihat ketika survei rumah.

    3. Pintu Depan

    Kesan pertama rumah ada pada bagian depan rumah, yakni pintu. Apabila kamu tidak bisa mengganti pintu, setidaknya memperindah penampilan pintu dengan mengecat ulang atau mengganti gagang pintu.

    4. Pencahayaan

    Pencahayaan rumah yang bagus sangat mendukung keindahan rumah. Apalagi kalau calon pembeli mengunjungi rumah di malam hari. Pastikan semua lampu bekerja dengan baik serta tambahkan lampu-lampu di area yang dirasa perlu.

    5. Pekarangan

    Rapikan dan hiasi pekarangan untuk penampilan eksterior rumah yang lebih enak dipandang. Beri beberapa pot dan tanaman hias serta bersihkan jalan setapak untuk memberi kesan menarik bagi calon pembeli. Pekarangan dengan desain yang indah tentu bisa menambah nilai jual rumah.

    6. Dapur

    Sering kali bagian dapur menjadi fokus utama bagi kebanyakan pembeli. Biasanya bagian rumah ini menjadi yang pertama direnovasi oleh pembeli, sehingga penampilan dapur yang sudah bagus bisa menjadi pertimbangan bagi calon pembeli.

    Jika tidak ingin menghabiskan biaya merenovasi dapur, kamu bisa sekadar mengecat dinding, mengganti gagang laci, memperbaiki lampu, dan membersihkan dapur.

    7. Kamar Mandi

    Kamu juga bisa meng-upgrade kamar mandi dengan menghilangkan kerak, mengecat tembok, menambah layar kaca, dan mengganti keran. Kamar mandi yang terlihat bersih akan menarik perhatian calon pembeli rumah.

    Itulah beberapa perubahan yang bisa kamu lakukan untuk menambah nilai jual rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pertimbangkan 3 Hal Ini Sebelum Memulai Bisnis Properti


    Jakarta

    Bisnis properti merupakan usaha yang menarik di kalangan masyarakat yang mempunyai dana berlebih. Akan tetapi, menjalankan bisnis ini bisa cukup menantang karena ada berbagai aspek yang perlu diperhitungkan agar tidak salah langkah.

    Lantas, apa saja pertimbangan ketika ingin memulai bisnis properti? Simak penjelasan berikut ini.

    1. Kecukupan Dana

    Pengamat properti yang juga Direktur Global Asset Management, Steve Sudijanto mengatakan hal yang perlu diperhatikan sebelum masuk ke bisnis properti adalah berapa dana yang akan dialokasikan. Besaran dana menentukan langkah untuk memperoleh properti, salah satunya unit rumah.


    “Kalau anggaran kita di atas Rp 2 miliar, saya usul beli tanah (untuk dibangun rumah). Tapi kalau anggaran kita di bawah Rp 2 miliar saya usul beli rumah dan direnovasi,” ujar Steve kepada detikcom, Selasa (16/4/2024).

    Apabila memiliki dana yang sangat minim, Steve lebih menyarankan untuk berinvestasi di instrumen lain atau membeli rumah yang terjangkau untuk dikontrakan daripada jual-beli rumah.

    2. Kesediaan Waktu

    Bisnis properti termasuk investasi jangka menengah, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama hingga terjadi transaksi. Apalagi dengan lamanya proses pembangunan, renovasi, dan pembelian. Steve menyebut biasanya menjual properti membutuhkan waktu 3-24 bulan hingga uang cair.

    “Kalau anggarannya terbatas yang perlu diperhatikan itu jangka waktu karena kita berpacu dengan waktu. Semakin cepat properti itu bisa dimanfaatkan, dijual, atau disewakan, uang masuk. Beratikan, dana itu, pengembalian investasi itu cepat,” katanya.

    Maka, cara menjalankan bisnis properti juga perlu mempertimbangakan waktu yang ingin diluangkan pengusaha. Apabila menginginkan proses yang lebih cepat, bisa membeli rumah yang sudah jadi untuk direnovasi dan dijual kembali. Berbeda halnya dengan membeli tanah dan membangun rumah dari nol.

    “Kalau kita mau sabar dikit (dan) dana lebih longgar, bisa beli tanah. Kita bisa banyak kreasi (dan) pilihan atas bentuk rumah (serta) dimanfaatkan untuk apa,” tuturnya.

    3. Kriteria Rumah dan Tanah

    Pengusaha bisnis properti harus memilih rumah ataupun tanah dengan seksama. Perhatikan kriteria-kriteria penting yang dapat mempengaruhi daya tarik properti.

    Ketika membeli rumah, pastikan untuk memilih lokasi yang strategis, kondisi rumah yang masih bagus, keamanan lingkungan yang baik, dan kawasan dengan turnover rumah tinggi.

    Sementara, membeli tanah sebaiknya memilih lokasi yang diincar banyak orang. Lalu, Steve mengingatkan untuk memerhatikan bentuk tanah, jangan terlalu sempit lebarnya atau memanjang ke belakang. Kemudian, telusuri juga soal zoning, keamanan lingkungan, dan potensi banjir.

    Terakhir yang tak kalah penting untuk kedua properti tersebut adalah mengetahui kejelasan status kepemilikan dan kelengkapan perizinan. Jangan sampai tergiur harga rumah atau tanah yang murah, tetapi status kepemilikan dan perizinannya bermasalah.

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Mengiklankan Rumah Agar Cepat Terjual


    Jakarta

    Menjual rumah memang tidak mudah karena harga properti yang mahal serta proses penjualan yang lama. Apalagi mencari calon pembeli yang cocok dengan rumah juga cukup menantang.

    Maka dari itu, proses mengiklankan rumah sangat penting untuk menjangkau lebih banyak calon pembeli. Akan tetapi, ada banyak rumah yang tersedia di pasaran, sehingga banyak saingan. Penjual rumah harus bekerja lebih keras untuk mendapat perhatian calon pembeli.

    Nah, supaya rumah lebih menonjol dibandingkan pesaing, kamu bisa beriklan dengan cara-cara yang kreatif dan kekinian. Berikut ini cara mengiklankan rumah agar lebih cepat terjual, dilansir dari Houzeo, Selasa (23/4/2024).


    1. Media Sosial

    Gunakan berbagai platform media sosial yang bisa digunakan untuk mempromosikan rumah. Banyak orang mencari properti di media sosial, sehingga cara ini bisa membantu menemukan orang yang tepat.

    Pastikan akun media sosial bisa dibuka oleh umum. Lalu, pasang banyak foto, video, dan caption terkait rumah yang bisa menginformasikan ke pelanggan tentang kondisi tersebut.

    2. Ikan Berbayar di Media Sosial

    Sekarang ini, beriklan di media sosial sangat mudah dengan fitur iklan berbayar. Kamu bisa berkonsultasi dengan pakar digital marketing untuk membantu menetapkan strategi bisnis penjualan rumah. Akan lebih baik jika berkonsultasi dengan seseorang yang berspesialisasi dalam periklanan real estat untuk hasil yang lebih baik.

    3. Bikin Video Menarik

    Buatlah video menarik berupa tampak dari rumah beserta portofolionya yang kemudian dimasukkan ke media sosial. Kamu dapat menyewa videografer untuk mengambil foto dari berbagai angle, termasuk tampak atas.

    Lalu, tambahkan penjelasan tentang rumah menggunakan suara yang ceria. Hal ini membantu membuat calon pembeli tertarik melihat tampilan rumah.

    4. Kolaborasi dengan Influenser

    Setelah akun media sosial sudah siap, coba ajak influenser berkolaborasi untuk mempromosikan rumah. Influenser ini memiliki ribuan follower, sehingga memungkinkan rumah dikenalkan ke calon pembeli. Nah, jangan lupa memberikan insentif kepada influenser yang sudah berkolaborasi langsung.

    5. Beri Gimik pada Pelang

    Memasang pelang di rumah merupakan cara tradisional untuk memberitahu rumah sedang dijual. Beri gimik pada pelang dengan kata-kata yang kreatif dan ekspresif.
    Sebab, bisa jadi calon pembeli sedang mengitari kawasan rumah, maka pelang cukup penting untuk menginfokan pada orang-orang.

    6. Situs Jual-Beli Rumah

    Selain media sosial, kamu bisa mengiklankan rumah dengan memasang informasi di situs jual-beli rumah. Calon pembeli sering mencari rumah yang dijual di pasaran secara online.

    7. Tawarkan Barang Gratis

    Tawarkan barang gratis yang akan termasuk dalam rumah. Calon pembeli akan tertarik mendapatkan bonus ketika membeli rumah baru.

    Kamu dapat menawarkan beberapa furnitur atau kendaraan sebagai hadiah. Walau ada biaya tambahan, nanti akan tergantikan dengan menetapkan harga rumah yang sedikit lebih tinggi.

    Begitulah cara mengiklankan rumah supaya cepat terjual. Semoga membantu!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jual Rumah Perlu Cantumin Alamat Lengkap? Ini Kata Agen Properti



    Jakarta

    Saat menjual rumah, biasanya pemilik rumah akan mencantumkan alamat rumah. Namun, sebaiknya alamat rumah jangan dicantumkan secara lengkap karena bisa saja digunakan untuk tindak kejahatan.

    Melakukan bisnis properti memang memiliki suka dukanya tersendiri. Dengan adanya internet, proses pemasaran rumah jadi lebih mudah. Namun di sisi lain, dengan adanya internet, tingkat kejahatan yang ada juga semakin meningkat.

    Tindakan kejahatan yang sering terjadi biasanya berupa penipuan yang mengatasnamakan pemilik rumah yang sedang di jual. Pasalnya, penjahat ini menggunakan duplikasi dokumen dan detail rumah yang sedang dijual tersebut.


    Para penjahat ini bisa dengan mudah mengambil gambar dari rumah yang sedang dijual tersebut menggunakan kamera ponsel berdasarkan dari alamat lengkap yang dicantumkan oleh penjual asli.

    Bolehkah Mencantumkan Alamat Lengkap Rumah yang Dijual?

    Menurut Vice President Xavier Marks Home, Nina Kuntjoro, bila rumah tersebut kosong, tidak masalah bila penjual ingin mencantumkan alamat lengkapnya, namun alangkah baiknya bila alamat rumah tersebut tidak ditulis secara detail. Begitu pula dengan rumah dijual yang masih ditinggali oleh penjualnya.

    “Kalau sekarang sih kalau kasih, ya kasih aja. Biasanya dikasih tapi nggak detail juga. Misalkan kalau di Pondok Indah, ya di Pondok Indah aja. Kalau ada yang nanya, baru nanti sama client kita ketemu di mana gitu, biar liat lokasinya bareng. Kalau misal di Cipete, nah Cipete kan luas tuh, yaudah tulisnya Cipete aja. Atau misal ditambah dekat apa, di jalan apa, masukin aja tapi nggak usah detail kasih alamatnya,” terang Nina saat dihubungi, Sabtu (4/5/2024).

    “Kecuali kalau rumahnya kosong, nggak apa cantumin detail alamatnya. Misal rumahnya udah mau ambruk lah gitu, nah itu boleh dicantumkan saja google mapnya di mana. Kalau rumah masih ditinggali kan nggak perlu,” sambungnya.

    Lalu, sebenarnya apa saja sih detail rumah yang boleh dan tidak boleh kita cantumkan pada saat memasarkan rumah tersebut?

    Nina mengatakan, pada umumnya standar detail yang harus ditulis saat memasarkan sebuah rumah baru cenderung harus lebih detail dibandingkan dengan rumah lama atau rumah second.

    Ia mengatakan bahwa detail yang harus ditulis saat menjual rumah baru itu berupa keterangan lengkap fasilitas rumah tersebut, seperti detail jumlah ruangan, fitur rumah, dan lainnya. Sementara itu, untuk rumah lama biasanya hanya cukup mencantumkan jumlah ruangan saja.

    “Kalau rumah baru, cantumkan keterangan fasilitas apa saja yang ada di dalam rumah. Seperti ruangan kamar tidur, kamar mandi, garasi, carport, daya listriknya berapa. Biasanya detail lebih seperti spek (spesifikasi) rumahnya juga dicantumkan seperti apa. Kalau rumah lama sih biasanya nggak dicantumin, cuma tempat tidur, kamar mandi, gitu aja,” jawab Nina melalui telepon, Sabtu (4/5/2024).

    Selain itu, Nina juga menyarankan para penjual rumah untuk lebih bijak dalam menjaga dokumen penting supaya rumah tersebut terhindar dari kejahatan berlebih.

    Walaupun sudah janjian juga kadang masih ada cyber crime. Makanya kita harus pintar amanin dokumen.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Faktor yang Pengaruhi Harga Rumah, Cek Dulu Sebelum Transaksi Ya!


    Jakarta

    Properti merupakan instrumen investasi jangka panjang yang banyak dilirik orang masyarakat, salah satuya berupa rumah. Harga rumah sering kali naik, sehingga menjadikan investasi properti salah satu andalan masyarakat untuk menanamkan kekayaannya.

    Bukan hanya sebagai tempat tinggal, pemilik bisa sewaktu-waktu menjual rumahnya dengan harga lebih mahal dari awal pembelian. Namun, ada beberapa faktor yang mempengaruhi harga rumah.

    Mengutip dari AESIA, Kementerian Keuangan, Jumat (14/6/2024) harga dan nilai rumah kerap menjadi pertimbangan utama konsumen dalam memilih sebuah hunian. Misalnya, rumah yang tidak begitu besar yang terletak di wilayah strategis akan memiliki harga yang berbeda dengan rumah yang luas dan terletak di wilayah yang sulit dilewati kendaraan.


    Umumnya, harga rumah dapat mencerminkan kualitas dari properti tersebut. Lantas, apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi harga rumah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

    Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Rumah

    1. Lokasi

    Lokasi merupakan faktor utama yang mempengaruhi nilai dan harga jual rumah. Lokasi meliputi lingkungan di sekitar rumah secara fisik maupun sosial.

    Faktor penentu harga dari segi fisik yakni faktor landscape, vegetasi, temperatur udara, kualitas air, hingga suasana sekitar rumah. Sedangkan faktor sosial yang mempengaruhi harga yakni tingkat hidup dan sikap warga sekitar lokasi.

    2. Aksesibilitas

    Selanjutnya, akses rumah ke pusat kegiatan atau keramaian juga mempengaruhi harga rumah. Bagi orang yang memiliki mobilitas tinggi, faktor ini dijadikan sebagai penentu utama dalam memilih sebuah hunian.

    Rumah yang memiliki akses mudah ke pusat keramaian, pusat perbelanjaan, pusat perkantoran, serta jalan tol memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibanding rumah yang jauh dari pusat keramaian.

    3. Kondisi Fisik

    Kondisi fisik rumah juga sangat menentukan harga jual rumah karena semua konsumen ingin memiliki hunian yang aman dan nyaman. Rumah dengan tipe baru akan lebih banyak diminati dibanding rumah tipe lama. Sama halnya dengan usia bangunan, semakin tua usia rumah, maka peminatnya akan semakin sedikit.

    4. Harga Properti Sekitar

    Selain itu, harga properti di sekitar lokasi rumah pun turut mempengaruhi harga rumah. Hal ini karena harga rumah cenderung mengikuti harga properti lain yang sudah terjual lebih dulu di sekitar lokasi rumah. Untuk itu, Anda perlu melakukan riset pasar harga di wilayah sekitar rumah yang akan dijual.

    5. Kelengkapan Surat

    Sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi jual beli rumah, pastikan legalitas rumah sudah aman dan melengkapi semua surat-surat berharga seperti IMB, Akta Jual Beli (AJB), serta Sertifikat Hak Milik. Surat-surat ini akan mempengaruhi nilai dan harga jual rumah.

    Itulah beberapa faktor penentu harga jual rumah yang perlu Anda ketahui.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbaiki 6 Hal Sebelum Jual Rumah Supaya Cuan dan Cepat Laku


    Jakarta

    Saat menjual rumah, tentu kamu ingin menawarkan hunian dengan kondisi terbaik agar menarik calon pembeli. Kondisi rumah yang minim masalah bisa membantu bikin rumah cepat terjual.

    Calon pembeli biasanya akan melakukan penilaian saat survei rumah. Kalau sampai menemukan kerusakan atau tampilan rumah yang mengganggu, maka mereka akan ragu-ragu untuk membeli.

    Apalagi kalau kerusakan itu dapat mengancam keselamatan atau kesehatan penghuni rumah. Selain itu, kerusakan di sekitar rumah juga bisa mengurangi nilai properti, lho!


    Oleh karena itu, sebaiknya memperbaiki beberapa hal di sekitar rumah sebelum mulai penjualan.

    Lalu, apa saja ya yang sebaiknya diperbaiki sebelum menjual rumah? Yuk, simak penjelasan berikut ini, dikutip dari Better Homes & Gardens, Senin (24/6/2024).

    Perbaiki 6 Hal Ini Sebelum Menjual Rumah

    1. Kerusakan Akibat Air

    Tanda-tanda kerusakan akibat air, termasuk jamur mesti segera diatasi supaya tampilan bersih dan tidak memberi kesan ada masalah pada rumah.

    “Pemilik rumah harus benar-benar memperbaiki sisa-sisa kerusakan air di rumah mereka-meskipun itu hanya noda kosmetik pada cat dari kebocoran sebelumnya yang telah diperbaiki,” kata agen dari Coldwell Banker Warburg Kate Wollman-Mahan, dikutip dari Better Homes & Gardens, Senin (24/6/2024).

    2. Pipa Rusak

    Urusan air dan perpipaan adalah komponen penting dari sebuah rumah. Pastikan segala saluran mulai dari toilet hingga wastafel dan tangki septik berfungsi dengan baik karena sangat diperhatikan oleh calon pembeli.

    Segera perbaiki kalau ada kebocoran untuk mencegah lebih banyak kerusakan dan tagihan air yang mahal. Kamu bisa menggunakan jasa tukang ledeng untuk memperbaiki pipa air di rumah.

    3. Masalah Struktural

    Lalu, kamu juga perlu memperbaiki kerusakan yang berhubungan dengan struktur bangunan. Misalkan dinding yang miring, atap yang turun, retak pada dinding, hingga masalah plafon.

    Sebab, masalah struktural dan fondasi rumah bisa bikin rumah susah dijual karena menandakan ada kerusakan serius lainnya.

    4. Masalah Fondasi

    Masalah fondasi tergolong vital karena fondasi yang kuat penting untuk rumah yang aman dan kokoh. Tanah bisa saja bergerak, sehingga mengubah fondasi bangunan.

    Sebaiknya melakukan pengecekan sebelum menjual rumah, salah satunya dengan mengidentifikasi keretakan pada dinding rumah. Lalu, konsultasi dengan ahli dan segera lakukan perbaikan.

    5. Kerusakan Atap

    Kondisi atap yang buruk dapat menimbulkan masalah besar pada keseluruhan rumah. Atap yang rusak bisa berakibat kebocoran, sehingga udara menjadi lembap, struktur bangunan rusak, dan tumbuh jamur.

    Pastikan kamu sudah mengecek dan memperbaiki atap yang rusak sebelum menjual rumah. Untuk mengetahui atap rusak, carilah genteng yang hilang, aus, atau rusak.

    6. Pencahayaan Lampu

    Supaya rumah lebih menarik di mata calon pembeli, beri penerangan lampu yang optimal saat survei rumah. Nah, jangan sampai ada lampu yang rusak.

    Selain penampilan rumah bakal kurang menarik, lampu yang tidak menyala atau berkedip menandakan ada kerusakan di rumah.

    Demikian 6 hal yang mesti kamu perbaiki sebelum menjual rumah supaya cepat laku dengan harga yang menguntungkan.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com