Tag: kabel

  • Beda Inti, Bentuk dan Kegunaannya


    Jakarta

    Ternyata kabel yang sering kita lihat di rumah memiliki banyak jenisnya lho! Agar dapat mengalirkan listrik pada berbagai perangkat elektronik yang kamu gunakan, listrik membutuhkan kabel yang terhubung melalui stop kontak.

    Nah, biasanya kabel yang digunakan untuk mengalirkan listrik akan disesuaikan dengan kebutuhan setiap penggunanya.

    Beberapa jenis kabel listrik yang cocok untuk instalasi rumah cenderung lebih sederhana dibanding jenis kabel lainnya. Lalu, apa saja jenis kabel tersebut?


    Mengutip dari Wilson Cables, Rabu (10/1/2024), jika kamu sedang mencari kabel listrik untuk rumah, berikut beberapa tipe kabel listrik bagus yang bisa kamu gunakan untuk instalasi listrik di rumah:

    1. KABEL NYA

    Jenis kabel pertama ada kabel NYA. Kabel listrik ini yang paling banyak digunakan dalam instalasi rumah tangga. Berdasarkan kodenya, kabel NYA merupakan kabel tunggal dengan inti tembaga yang dilapisi bahan PVC. Karena hanya memiliki satu lapisan saja, sehingga sangat disarankan untuk memakai pipa tambahan agar kabel tahan pada suhu ruang serta gigitan tikus nakal.

    2. KABEL NYAF

    Sama seperti kabel NYA, kabel NYAF merupakan kabel tunggal yang dilapisi bahan PVC, namun bedanya memiliki inti tembaga yang berbentuk serat halus. Karenanya, tipe kabel listrik ini cocok untuk berbagai jenis instalasi rumah yang memerlukan fleksibilitas tinggi seperti sudut tajam.

    3. KABEL NYM (HYO)

    Kabel listrik NYM adalah jenis kabel tembaga yang terdiri dari dua, tiga, atau empat inti, dan dilengkapi dengan lapisan PVC. Kabel jenis ini dikenal dengan sebutan kabel HYO dan banyak digunakan untuk berbagai instalasi rumah maupun gedung, namun tidak cocok untuk pemasangan di bawah sinar matahari langsung tanpa perlindungan tambahan.

    4. KABEL NYY

    Sama seperti kodenya, kabel NYY merupakan jenis kabel listrik yang memiliki dua lapisan PVC, sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan indoor maupun outdoor dan aman untuk ditanam ke dalam tanah, dengan catatan menggunakan pelindung tambahan. Kabel NYY juga tersedia dalam bentuk inti tunggal atau lebih dari satu inti dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.

    5. KABEL NYMHY

    Kabel listrik NYMHY merupakan tipe kabel listrik yang terdiri lebih dari satu inti tembaga serabut, sehingga memiliki fleksibilitas yang tinggi. Oleh karena itu banyak yang menggunakan kabel NYMHY sebagai kabel untuk instalasi listrik di rumah maupun gedung dan bangunan lainnya.

    6. KABEL NYYHY

    Kabel NYYHY adalah jenis kabel listrik serbaguna yang biasa digunakan dalam instalasi listrik rumah tangga, komersial, dan industri. Fungsi utama kabel NYYHY adalah sebagai penghantar daya listrik, termasuk penghantar fase, netral, dan grounding. Kabel ini memiliki isolasi yang kuat dan dilengkapi dengan lapisan pelindung tambahan, yang memberikan perlindungan ekstra terhadap kerusakan fisik dan interferensi elektromagnetik.

    7. KABEL H03VVH2-F

    Kabel H03VVH2-F atau kabel oval adalah kabel serbaguna yang sering digunakan untuk aplikasi elektronik dan kelistrikan ringan. Fungsi utamanya adalah sebagai kabel daya fleksibel untuk perangkat rumah tangga seperti lampu, peralatan audio, dan peralatan elektronik kecil. Kabel ini biasanya memiliki konduktor tembaga fleksibel yang dilindungi oleh isolasi PVC dan lapisan luar yang tahan terhadap abrasi.

    8. KABEL H03VV-F (NYMHY-1)

    Kabel H03VV-F atau kabel NYMHY-1 juga digunakan sebagai kabel daya fleksibel untuk perangkat rumah tangga dan aplikasi ringan. Fungsi utama kabel ini adalah sebagai penghubung untuk peralatan seperti lampu, perangkat audio, dan peralatan elektronik. Kabel H03VV-F memiliki konduktor tembaga yang fleksibel dengan isolasi PVC, memberikan fleksibilitas dan perlindungan terhadap tegangan rendah serta tahan terhadap abrasi.

    Demikian 8 jenis kabel yang umum digunakan untuk instalasi listrik rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Salah Pilih Kabel Listrik Bisa Bawa Petaka di Rumah


    Jakarta

    Memilih kabel listrik yang tepat untuk rumah adalah hal krusial yang sering diabaikan.

    Padahal, kesalahan dalam memilih kabel bisa menimbulkan berbagai risiko yang berbahaya, mulai dari kerusakan perangkat hingga kebakaran rumah.

    Overheating yang Berpotensi Kebakaran

    Salah satu risiko terbesar dari pemilihan kabel yang tidak sesuai adalah overheating. Kabel yang tidak mampu menahan arus listrik berlebih dapat memanas dengan cepat, melansir familyhandyman.com, tukang listrik biasanya menggunakan alat penguji tegangan non kontak, dan kamu juga sebaiknya memiliki alat tersebut.


    Jika dibiarkan, suhu tinggi ini dapat menyebabkan isolasi kabel terbakar, yang akhirnya berujung pada kebakaran rumah. Pastikan memilih kabel dengan kapasitas yang sesuai dengan beban listrik di rumah, konsultasikan dengan teknisi listrik jika kamu tidak yakin dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

    Korsleting Listrik

    Korsleting listrik terjadi ketika aliran listrik yang tidak sesuai atau arus pendek mengalir di dalam rangkaian. Ini biasanya disebabkan oleh penggunaan kabel yang tidak mampu menahan beban arus listrik yang besar. Korsleting tidak hanya dapat merusak perangkat elektronik, tetapi juga berpotensi memicu kebakaran.

    Gunakan kabel dengan standar yang sudah teruji kualitasnya dan mampu menahan arus listrik yang diperlukan. Periksa juga instalasi listrik secara berkala untuk memastikan semua kabel dalam kondisi baik.

    Kerusakan Perangkat Elektronik

    Memilih kabel dengan spesifikasi yang salah, terutama yang tidak sesuai dengan kebutuhan arus listrik, bisa menyebabkan kerusakan perangkat elektronik. Ini disebabkan oleh arus listrik yang tidak stabil, yang membuat perangkat cepat rusak atau bahkan terbakar.

    Kamu bisa menggunakan kabel dengan ukuran yang tepat sesuai daya yang dibutuhkan oleh perangkat. Misalnya, untuk perangkat besar seperti AC dan kulkas, gunakan kabel dengan diameter yang lebih besar.

    Kejutan Listrik (Sengatan Listrik)

    Bahaya lain yang tak kalah serius adalah kejutan listrik. Ini bisa terjadi jika kabel yang dipilih tidak memiliki isolasi yang baik atau rusak. Risiko ini bisa sangat berbahaya, terutama jika penghuni rumah secara tidak sengaja menyentuh kabel yang terkelupas.

    Pilihlah kabel dengan isolasi yang tebal dan berkualitas baik. Hindari penggunaan kabel yang murah dan tidak jelas mereknya, karena biasanya memiliki kualitas isolasi yang buruk.

    Biaya Perbaikan yang Tinggi

    Memilih kabel yang salah bukan hanya menimbulkan risiko keselamatan, tetapi juga berdampak pada biaya perbaikan yang tinggi. Perangkat yang rusak akibat arus listrik yang tidak stabil atau korsleting membutuhkan biaya perbaikan atau penggantian yang mahal.

    Jangan berhemat pada kualitas kabel. Meskipun kabel berkualitas mungkin lebih mahal, ini adalah investasi jangka panjang yang akan melindungi rumah dan perangkat kamu dari kerusakan lebih lanjut.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal Berbagai Jenis Kabel yang Ada di Rumah



    Jakarta

    Kabel merupakan komponen penting dalam instalasi listrik dan elektronik.

    Setiap jenis kabel memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda, tergantung pada kapasitas daya serta penggunaannya.

    Kabel Listrik

    Ilustrasi Colokan ListrikIlustrasi Colokan Listrik Foto: Foto: Getty Images/iStockphoto/smolaw11

    Kabel listrik adalah kabel yang digunakan untuk menyalurkan daya listrik dari sumber listrik ke peralatan elektronik, melansir wilsoncables.com, tanpa adanya kabel listrik, kita mungkin tidak bisa memanfaatkan fungsi peralatan dengan optimal.


    Kabel ini dirancang untuk menahan tegangan tinggi dan kuat dalam instalasi rumah, kantor, hingga industri.

    Contoh kabel listrik :

    Kabel NYM : Kabel ini memiliki isolasi ganda dan tahan terhadap air dan suhu, ideal untuk instalasi listrik permanen di rumah.

    Kabel NYY : Cocok untuk instalasi bawah tanah atau di luar ruangan, kabel ini memiliki pelindung ekstra agar tahan terhadap kerusakan fisik dan cuaca.

    Daya : Mulai dari 300V hingga 1000V.

    Fungsi: Menyalurkan daya listrik dari panel distribusi ke berbagai perangkat listrik seperti lampu, AC, dan mesin-mesin industri.

    Kabel Data

    cable to charge electronic gadgets and transfer data connectioncable to charge electronic gadgets and transfer data connection Foto: Thinkstock

    Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair): Kabel ini umum digunakan dalam instalasi jaringan komputer dan telekomunikasi.

    Kabel Coaxial: Digunakan untuk transmisi sinyal televisi dan internet.

    Daya: Tidak dirancang untuk menyalurkan daya tinggi, melainkan untuk sinyal atau data.

    Fungsi: Menghubungkan perangkat komunikasi atau jaringan, seperti komputer dan modem, untuk transfer data berkecepatan tinggi.

    Kabel Serat Optik (Fiber Optic Cable)

    Mendaur Ulang Sampah Kabel Serat OptikMendaur Ulang Sampah Kabel Serat Optik Foto: Ari Saputra

    Kabel serat optik adalah kabel modern yang digunakan untuk transmisi data dalam jumlah besar dan jarak jauh dengan sangat cepat. Kabel ini menggunakan cahaya untuk mengirimkan data, sehingga memiliki kecepatan lebih tinggi dibandingkan kabel tembaga.

    Daya: Kabel ini tidak menyalurkan daya listrik, melainkan sinyal cahaya.

    Fungsi: Digunakan dalam jaringan internet berkecepatan tinggi, jaringan telekomunikasi, serta dalam instalasi jaringan backbone antar server.

    Kabel HDMI

    High-Definition Multimedia Interface (HDMI) adalah kabel yang digunakan untuk mentransmisikan audio dan video digital antara perangkat seperti TV, komputer, konsol game, dan proyektor. Kabel ini mendukung transmisi data dengan kualitas tinggi.

    Daya: HDMI biasanya tidak dirancang untuk menyalurkan daya, namun beberapa versi terbaru dapat mengirimkan daya hingga 5V untuk mengoperasikan perangkat kecil seperti dongle streaming.

    Fungsi: Menyalurkan sinyal audio dan video berkualitas tinggi dari perangkat pemutar ke layar tampilan atau speaker.

    Kabel USB (Universal Serial Bus)

    USB TYPE-CUSB TYPE-C Foto: 20Detik

    Kabel USB adalah salah satu jenis kabel paling umum yang digunakan untuk menghubungkan perangkat elektronik seperti ponsel, komputer, dan perangkat periferal lainnya.

    Daya: Biasanya sekitar 5V hingga 20V tergantung pada versi USB.

    Fungsi: Menyalurkan daya dan data antara perangkat elektronik, seperti pengisian baterai ponsel atau transfer data antara komputer dan perangkat penyimpanan eksternal.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Cek Aliran Listrik Aman atau Tidak, Biar Nggak Sering Jeglek!



    Jakarta

    Pemasangan instalasi listrik biasanya dilakukan bersamaan dengan pembangunan rumah karena peletakkannya di dalam. Terkadang bagi pembeli rumah siap huni, mereka tidak mengetahui kondisi instalasi yang dipasang aman atau tidak karena tidak mengawasi pembangunannya. Sementara, pengembang pasti mengatakan aman-aman saja.

    Lantas, bagaimana cara memastikan kondisi instalasi rumah aman atau tidak?

    Menurut, Business Vice President, Home and Distribution Schneider Electric Indonesia M. Farhan Lucky, hal paling mudah mengetahui instalasi listrik di rumah aman atau tidak adalah pada saat listrik di rumah turun atau jeglek. Biasanya, listrik yang suka jeglek dikarenakan kelebihan daya yang terpakai. Selain itu, jeglek juga bisa disebabkan karena kebocoran listrik.


    “Yang paling simple, untuk mengecek listrik rumah kita itu aman atau tidak adalah pada saat jeglek. Itu kayak kalau kita mau ngecek jantung kita, kita kan biasanya kan cek nadi kita tuh. Nah itu yang pertama tuh,” kata Farhan dalam acara ‘Innovation Talk: Rumah Nyaman Listrik Aman’ di Jakarta pada Rabu (2/10/2024).

    Biasanya listrik yang tiba-tiba mati masih bisa dihidupkan kembali dengan menarik tombol di MCB ke arah yang berlawanan. MCB adalah Miniature Circuit Breaker, sebuah komponen listrik yang dapat memutus arus listrik secara otomatis.

    Hadir di tempat yang sama, public figure dan influencer Andrew White, membagikan pengalamannya untuk mengecek instalasi listrik di rumah. Dia mengatakan caranya dengan menyalakan semua perangkat elektronik di rumah secara bersamaan.

    “Pas nyampe ke rumah yang KPR itu, nyalain aja semua AC-nya, kompornya, semua yang listrik-listrik itu,” imbuh Andrew.

    Dia menambahkan, apabila pada saat dinyalakan secara bersamaan, listrik di rumah langsung jeglek, kamu perlu minta pendampingan tenaga ahli untuk mengecek daya listrik di rumah dan berkonsultasi apakah perlu ditambah atau ada kesalahan lainnya.

    Produk Manager Produk Manager Schneider Electric Ivan Desian Kaulika juga turut menambahkan, pada saat pindahan rumah, terutama rumah siap huni, pemilik rumah harus memastikan tidak ada kabel listrik yang menjuntai. Apabila ada kabel yang terlihat di luar bangunan, maka itu sudah peringatan dan harus segera diperbaiki.

    “Harus lihat secara fisiknya. Ada yang di luar-luar nggak? Kalau lihat ada yang visible (terlihat) itu bahaya. Tetap ngga boleh ngecek sendiri. Harus (bersama) tukang listrik. Lihat kabelnya udah visible artinya red flag,” paparnya.

    Kemudian, tanda instalasi listrik tidak aman adalah pada saat memegang perangkat elektronik, kamu sering merasa tersetrum. Fenomena ini juga bisa menjadi pertanda.

    “Kemudian kalau menghidupkan alat elektronik kesetrum ngga? Itu bahaya, harus tanya ahli listrik. Itu biasanya pertanahannya nggak bener,” lanjutnya.

    Dia menegaskan selama melakukan pengecekan instalasi listrik, pemilik rumah harus didampingi oleh tenaga ahli agar lebih aman dan pasti. Meskipun sudah mengetahui beberapa tanda tadi, tetap perlu mendengar penilaian dari tenaga ahli mengenai kondisi instalasi listrik di rumah.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengapa Warna Kabel Beda-beda? Ternyata Ini Alasannya



    Jakarta

    Dalam dunia kelistrikan, penggunaan kabel sangat penting untuk menghantarkan arus listrik ke berbagai perangkat dan instalasi. Namun, satu hal yang sering menjadi pertanyaan adalah mengapa warna kabel yang digunakan berbeda-beda?

    Berikut adalah pembahasan alasan di balik perbedaan warna kabel serta fungsinya, sehingga kamu dapat lebih memahami sistem kelistrikan di sekitar kamu.


    Identifikasi Fungsional Kabel

    Salah satu alasan utama mengapa kabel memiliki warna yang berbeda adalah untuk membantu identifikasi fungsinya, melansir cables.com, vendor kabel jaringan sering menggunakan warna untuk mempermudah identifikasi jenis dan fungsi koneksi, atau untuk membedakan kabel dan koneksi mereka dari vendor lain.

    Setiap warna kabel menunjukkan fungsi tertentu, yang memudahkan teknisi dalam melakukan instalasi maupun perbaikan, seperti berikut ;

    • Hitam atau Merah: Kabel fase yang menghantarkan arus listrik.
    • Biru: Kabel netral, berfungsi untuk mengembalikan arus listrik ke sumbernya.
    • Hijau atau Kuning-Hijau: Kabel grounding, yang berfungsi untuk mengalirkan arus listrik ke tanah sebagai langkah keselamatan.

    Pentingnya Keamanan

    Menggunakan kabel dengan warna yang berbeda sangat penting untuk keselamatan. Dengan kode warna yang jelas, kemungkinan terjadinya kesalahan saat pemasangan atau perbaikan kabel dapat diminimalkan, kesalahan dalam menghubungkan kabel fasa dan netral, misalnya, dapat berakibat fatal, termasuk risiko kebakaran atau kerusakan pada peralatan listrik.

    Standarisasi Kabel

    Banyak negara memiliki standar warna kabel yang diatur dalam kode listrik, standar ini memastikan bahwa semua instalasi listrik mengikuti pedoman yang sama, sehingga meningkatkan keselamatan dan konsistensi. Di Indonesia, misalnya, Kode Warna Kabel Listrik sudah diatur dalam SNI (Standar Nasional Indonesia)

    Kemudahan Perbaikan dan Pemeliharaan

    Warna kabel yang berbeda juga mempermudah teknisi dalam melakukan perbaikan dan pemeliharaan. Ketika ada masalah dalam sistem kelistrikan, teknisi dapat dengan cepat mengidentifikasi kabel yang perlu diperiksa berdasarkan warna yang terlihat, hal ini sangat menghemat waktu dan usaha dalam proses pemeliharaan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kabel Jangan Dibiarkan Terbuka, Berikut Beragam Jenis Penutup Biar Rapi



    Jakarta

    Kabel listrik yang dibiarkan terbuka dapat menyebabkan berbagai risiko, mulai dari kebakaran hingga sengatan listrik. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan penutup kabel yang tepat untuk menjaga keamanan dan keteraturan.

    Apa saja jenis-jenis penutup kabel listrik yang dapat melindungi kamu dan meningkatkan keselamatan di rumah atau di tempat kerja, berikut pembahasannya.

    Pipa Conduit

    Pipa conduit adalah salah satu solusi terbaik untuk melindungi kabel listrik. Terbuat dari berbagai bahan, seperti PVC dan logam, pipa ini melindungi kabel dari kerusakan fisik dan cuaca, pipa conduit sering digunakan di lingkungan industri dan komersial, di mana keamanan kabel sangat penting.


    Pelindung Kawat (Cable Sleeve)

    Melansir kingfisherdirect.com, apakah kamu ingin menjaga kantor tetap rapi atau mengurangi risiko tersandung, manajemen kabel yang baik dapat membantu menciptakan ruang yang teratur dan aman. Pelindung kawat, atau cable sleeve, berfungsi untuk melindungi kabel dari gesekan dan kerusakan.

    Terbuat dari bahan seperti nilon atau poliester, pelindung ini sangat berguna di area yang sering mengalami pergerakan, seperti di belakang perangkat elektronik atau di area kerja.

    Box Terminal

    Box terminal adalah komponen penting dalam sistem kelistrikan, box ini digunakan untuk menyambungkan beberapa kabel listrik dan melindungi sambungan dari kelembapan dan debu. Dengan menggunakan box terminal, kamudapat memastikan sambungan listrik yang aman dan teratur.

    Pengaman Kabel (Cable Protector)

    Pengaman kabel dirancang khusus untuk melindungi kabel yang tergeletak di lantai atau area yang sering dilalui. Terbuat dari bahan yang tahan lama, pengaman ini mencegah kerusakan fisik pada kabel dan mengurangi risiko orang tersandung.

    Penutup Listrik (Cable Cover)

    Penutup listrik digunakan untuk menutupi kabel yang terlihat di dinding atau lantai. Terbuat dari plastik, penutup ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung tetapi juga membantu menjaga estetika ruangan dengan menyembunyikan kabel yang berantakan.

    Pengikat Kabel (Cable Tie)

    Meskipun bukan penutup, pengikat kabel sangat penting dalam mengorganisir kabel. Dengan menggunakan pengikat kabel, kamu dapat menghindari kabel yang berantakan, yang dapat menyebabkan kerusakan dan kebingungan saat mencari kabel tertentu.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Bikin Kabel di Rumah Nggak Kusut dan Berantakan



    Jakarta

    Tanpa disadari, banyaknya kabel di rumah membuat kita sering pusing dan bingung bagaimana cara merapikannya. Kabel yang berantakan tak hanya membuat isi rumah nampak tidak rapi, tetapi juga dapat menimbulkan bahaya bila terjadi korsleting.

    Bila hal itu terjadi, bukan tak mungkin bahaya lain mengintai seperti tersetrum atau yang terparah adalah kebakaran. Tentu kita tak ingin hal itu terjadi.

    Untuk itu, melansir dari Pcmag, Selasa (04/03/2025), berikut 5 tips mengatasi kabel berantakan di rumah:


    Gunakan Pengait untuk Menahan Kabel

    Cara pertama adalah menahan kabel di dinding menggunakan beberapa alat misalnya pengait dinding berbahan plastik berbentuk C yang dapat dipasang dengan menancapkan paku agar kabel itu tertahan dan menempel rata dengan dinding.

    Selain itu, kita juga bisa menggunakan penutup kabel berbentuk pipa atau tabung juga memakai klip kabel yang ditempel tanpa memerlukan paku.

    Ikat Pakai Kabel Zip (Ties)

    Kabel-kabel yang terurai panjang seperti di rak televisi dapat digabung dan diikat agar tidak berantakan menggunakan kabel zip atau ties. Sebelum diikat, gulung atau lingkari kabel satu atau dua kali kemudian pastikan kabel tersebut tidak tertekuk.

    Memakai Selotip

    Cara sederhana yang bisa digunakan dalam situasi darurat adalah menggunakan selotip untuk menahan kabel. Selotip dapat ditempelkan pada kabel di belakang atau bawah meja maupun di dinding. Namun, selotip digunakan hanya untuk situasi darurat karena sifatnya tidak tahan lama tergantung pada jenis dan kelembapan permukaan.

    Siapkan Terminal Stop Kontak

    Cara lain untuk membuat kabel di rumah tertata rapi adalah menggunakan terminal stop kontak. Tentunya alat ini dilengkapi dengan sakelar pemutus sehingga ketika dalam keadaan bahaya, semua alat elektronik bisa dimatikan dengan satu alat ini.

    Berikan Label pada Kabel

    Kabel yang panjang dan jumlahnya banyak rentan tertukar, oleh karena itu Anda bisa memberikan nama pada kabel menggunakan label. Cukup dengan menulis nama kabel pada dua sisi kertas atau label lalu bungkus dengan plastik agar tahan lama.

    Demikian tips yang dapat Anda lakukan untuk membuat kabel rumah Anda tetap rapi.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakar Bagikan 5 Tips Aman Pakai Stopkontak Extension di Rumah


    Jakarta

    Setiap rumah yang dialiri listrik tentu memiliki stopkontak. Namun, jumlah stopkontak pada setiap rumah tidak terlalu banyak sehingga membutuhkan stopkontak extension.

    Alat yang satu ini dapat mengubah satu colokan menjadi beberapa, mulai dari 2-6 lubang colokan. Dengan begitu, seluruh barang elektronik bisa menyala tanpa perlu bergantian mencolok ke stopkontak.

    Namun, kamu juga perlu hati-hati saat menggunakan stopkontak extension. Menurut pakar, salah menempatkan atau menggunakannya bisa memicu kerusakan pada barang elektronik. Bahkan bisa memicu korsleting listrik dan terjadi kebakaran.


    Penasaran, bagaimana tips aman menggunakan stopkontak extension untuk kebutuhan sehari-hari di rumah? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Tips Menggunakan Stopkontak Extension di Rumah

    Adanya stopkontak extension dapat membantu penghuni rumah agar bisa menyalakan barang elektronik. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan alat ini.

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut sejumlah tips menggunakan stopkontak extension:

    1. Perhatikan Watt Perangkat Elektronik

    Pemilik dan kepala teknisi listrik Ryan Gregor mengatakan tidak semua benda elektronik bisa dicolok ke stopkontak extension. Untuk perangkat yang memiliki watt besar dianjurkan tidak dicolok ke stopkontak extension, seperti AC, microwave, atau kulkas.

    “Jangan pernah mencolokkan peralatan rumah tangga berdaya tinggi seperti pemanas ruangan, AC, microwave, pemanggang roti, kulkas, atau perkakas listrik ke stopkontak extension,” kata Gregor.

    Ia menyarankan agar barang elektronik tersebut langsung dicolok ke stopkontak utama daripada ke stopkontak extension. Sebab, benda tersebut memiliki arus listrik yang besar. Jika dicolok ke stopkontak extension bisa menyebabkan kelebihan beban.

    Sedangkan untuk perangkat elektronik seperti charger HP, lampu, TV, kipas angin, komputer, dan konsol game dinilai aman jika dicolok ke stopkontak extension.

    2. Pilih Stopkontak yang Berkualitas

    Ada banyak stopkontak extension yang dijual di pasaran dari berbagai merek dengan harga berbeda. Gregor menyarankan agar membeli stopkontak extension yang berkualitas. Memang agak mahal dari segi harga, tapi keamanannya sudah terjamin.

    “Belilah stopkontak extension berkualitas karena yang murah itu berbahaya. Stopkontak extension yang sudah berlisensi resmi dapat memberikan proteksi lonjakan arus sehingga lebih aman,” ujarnya.

    3. Jangan Terlalu Banyak Mencolok Kabel

    Meski dapat mencolok banyak kabel, tetapi jangan seluruh lubang pada stopkontak extension terus digunakan. Soalnya, mencolok banyak perangkat ke stopkontak extension bisa berisiko mengalami panas berlebih dan memicu kebakaran.

    “Stopkontak extension bukanlah perangkat ajaib, ia hanya mendistribusikan daya dari satu sumber. Jika Anda mencolokkan terlalu banyak perangkat berdaya tinggi, hal ini berisiko mengalami panas berlebih, melelehkan stopkontak, atau bahkan memicu kebakaran,” jelas Gregor.

    4. Simpan di Tempat Terbuka

    Meletakkan stopkontak extension juga tidak bisa sembarangan. Benda ini bisa menghasilkan panas jika seluruh lubang colokan digunakan secara terus-menerus.

    Untuk itu, jangan meletakkan stopkontak extension di area tertutup, di belakang furnitur, atau di belakang benda elektronik. Hindari juga meletakkan stopkontak extension di dekat sumber air karena berisiko terkena cipratan dan menyebabkan korsleting listrik.

    5. Cek Kondisi Stopkontak Extension

    Seiring penggunaan, stopkontak extension bisa mengalami kerusakan. Entah itu kabelnya sudah mulai terkelupas, muncul retakan, atau salah satu lubang colokan sudah tidak berfungsi.

    Apabila stopkontak extension di rumah sudah tua dan mulai rusak, sebaiknya segera beli yang baru agar lebih aman. Cara ini guna melindungi perangkat elektronik yang terhubung ke stopkontak sekaligus mencegah terjadinya arus pendek listrik.

    Oh ya, pastikan juga kamu mengecek perangkat elektronik yang akan dicolok ke stopkontak. Jika kabelnya sudah rusak maka sebaiknya jangan dicolok karena berisiko menyebabkan kebakaran.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bahaya! Jangan Colokkan Benda Elektronik Ini ke Stopkontak Ekstensi


    Jakarta

    Stopkontak ekstensi punya kabel panjang untuk menambah jangkauan ke sumber listrik. Kabel ini memudahkan penghuni mengalirkan listrik ke benda elektronik yang berjarak jauh dari stopkontak pada dinding.

    Namun, stopkontak ekstensi tidak cocok digunakan untuk benda elektronik yang membutuhkan banyak listrik. Menyalakan benda berdaya tinggi dengan kabel ekstensi berisiko menyebabkan kabel kelebihan beban, terlalu panas, bahkan berpotensi menyebabkan kebakaran.

    Lalu, benda elektronik apa saja yang tidak cocok dicolokkan ke stopkontak ekstensi? Simak penjelasannya berikut ini dilansir dari Tom’s Guide, Selasa (9/9/2025).


    Benda yang Tak Boleh Dicolokkan ke Stopkontak Ekstensi

    Inilah benda-benda berdaya tinggi yang sebaiknya tidak dicolokkan ke stopkontak ekstensi.

    1. Kulkas

    Perangkat besar seperti kulkas dan freezer membutuhkan aliran listrik yang stabil langsung dari stopkontak pada tembok. Kalau dicolokkan ke stopkontak ekstensi, bakal terjadi fluktuasi voltase yang bikin kulkas rusak.

    Jika terpaksa harus pakai stopkontak ekstensi, disarankan untuk memilih yang kabelnya tebal dan besar. Pastikan daya listriknya berada di atas daya kulkas.

    2. Oven Microwave

    Oven microwave juga menyedot daya yang cukup besar. Mencolokkan microwave ke stopkontak ekstensi bisa menyebabkan panas berlebih. Pasokan daya pun tidak stabil sehingga memengaruhi kinerja microwave.

    3. AC

    AC atau pendingin ruangan tidak disarankan untuk dicolokkan ke stopkontak ekstensi. Hal ini dapat menimbulkan panas berlebih dan berisiko kebakaran. Belum lagi arus listrik yang rendah membuat motor unit AC bekerja berlebihan dan rusak.

    4. Mesin Cuci

    Mesin cuci dan mesin pengering pakaian harus disambungkan langsung ke stopkontak tembok. Barang elektronik ini membutuhkan daya listrik yang tinggi sehingga tidak cocok menggunakan stopkontak ekstensi. Penggunaan kabel ekstensi bisa bikin komponen mesin lebih cepat rusak.

    Itulah penjelasan soal benda elektronik yang tidak boleh dicolokkan ke stopkontak ekstensi. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com