Tag: kabut

  • Hukum Bakar Sampah Sampai Ganggu Tetangga dalam Islam



    Jakarta

    Membakar sampah masih menjadi salah satu pilihan untuk menghilangkan sampah dengan cepat. Padahal cara tersebut bisa menyebabkan munculnya kabut asap yang mengganggu aktivitas bahkan menurunkan kualitas udara.

    Memang, aktivitas pembakaran sampah cenderung menurun karena keterbatasan lahan. Namun, ada saja yang tetap membakar sampah apabila ada lahan kosong.

    Kegiatan membakar sampah juga sering menuai pro-kontra. Selain karena asapnya yang mengganggu, api yang dinyalakan di sembarangan tempat bisa menyebar dan berpotensi membakar bangunan di sekitarnya.


    Menanggapi hal ini, Pembina Pesantren Quran Subulunajjah Depok, Ustaz Farid Nu’man Hasan, mengatakan dalam Islam tidak ada dalil yang mengharamkan membakar sampah di rumah sehingga hukumnya mubah atau boleh.

    “Membakar sampah di depan rumah, pada dasarnya adalah boleh karena itu termasuk aktivitas duniawi yang hukum asalnya adalah mubah (boleh) selama tidak ada dalil yang mengharamkannya,” kata Ustadz Farid saat dihubungi detikProperti beberapa waktu.

    Walau demikian, ia menyebutkan ada ketentuan lain yaitu jika membakar sampah di rumah sampai mengganggu kenyamanan tetangga, kegiatan tersebut tidak diperbolehkan.

    “Jika sampai asap dan baunya mengganggu orang lain, tetangga, atau orang yang lalu lalang, sehingga mereka tidak nyaman atau terganggu kesehatannya, maka ini tidak dibolehkan,” tambahnya.

    Sebagaimana Rasulullah SAW pernah bersabda seperti yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari RA, sebagai berikut.

    مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ

    Artinya, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah dia mengganggu tetangganya.” (HR. Bukhari no. 6136).

    Hadits lainnya juga berkata orang yang mengganggu tetangganya dijamin tidak masuk ke dalam surga. Meskipun tidak dijelaskan secara rinci kegiatannya, membakar sampah yang asapnya mengganggu tetangganya, lalu orang tersebut tidak segera berhenti dan meminta maaf, maka ganjarannya seperti yang disebutkan dalam Hadits berikut.

    “Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari keburukannya.” (HR. Muslim no. 46).

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Trik Bersihkan Cermin Biar Tetap Kinclong


    Jakarta

    Cermin perlu dibersihkan agar bisa tetap digunakan dengan nyaman. Cermin yang kotor tentunya akan mengganggu pemakainya karena tidak bisa melihat tampilan dengan jelas.

    Nah, untuk membersihkannya ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar cermin semakin kinclong. Bukan hanya cairan pembersih yang digunakan, tapi teknik membersihkannya juga perlu diperhatikan agar cermin tidak mudah kotor.

    Lalu bagaimana cara membersihkan cermin agar tetap bersih mengkilap? Dilansir dari Real Simple berikut ini informasinya.


    Cara Membersihkan Cermin

    1. Campurkan Air dengan Cuka

    Campurkan cuka dan air dengan perbandingan 1:1 ke dalam botol dan kocok hingga rata. Gunakan air suling jika di rumah adanya air sadah. Namun, jika menggunakan pembersih komersial, tak perlu melewati langkah ini.

    2. Semprotkan Cairan Pembersih atau Campuran Air dan Cuka

    Semprotkan campuran cuka atau pembersih kaca langsung pada kain, bukan langsung pada cermin. Dengan cara ini, pembersih tidak meresap ke balik lapisan perak, yang dapat menimbulkan noda hitam atau karat.

    3. Lap Cermin

    Untuk hasil terbaik, sebaiknya lap cermin dengan pola S yang rapat dari atas ke bawah. Pastikan untuk membersihkan cermin dalam satu usapan.

    Trik Membersihkan Cermin

    1. Bersihkan Bingkai Cermin Terlebih Dahulu

    Jika cermin memiliki bingkai atau dudukan, luangkan waktu untuk membersihkannya terlebih dahulu. Jika membersihkan bingkai setelah cermin, kemungkinan besar harus membersihkan ulang cermin untuk menghilangkan residu atau noda dari proses pembersihan bingkai.

    2. Pembersih yang Digunakan

    Pilih pembersih yang diformulasi khusus untuk kaca. Selain itu, bisa juga membersihkan kaca dengan campuran bahan alami, seperti campuran air dan cuka putih.

    Membersihkan cermin dengan campuran tersebut juga mencegah cermin kamar mandi beruap (setelah mandi) selama sekitar satu minggu. Untuk meningkatkan kemampuan menghilangkan kabut, semprotkan campuran tersebut langsung ke cermin dan diamkan sebentar sebelum menyekanya.

    3. Lap yang Digunakan

    Lap yang digunakan untuk membersihkan cermin juga bisa mempengaruhi kebersihan cermin. Sebaiknya bersihkan cermin menggunakan lap microfiber atau kain bebas serat karena tidak meninggalkan sisa debu, serat, kertas, atau sisa tinta pada cermin dibandingkan dengan membersihkan dengan koran atau tisu. Jika tetap ingin membersihkan dengan koran, gunakan koran yang lama untuk mengurangi tinta yang bisa menempel di cermin.

    Itulah beberapa trik membersihkan cermin agar tetap kinclong. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Fungsi Penting Exhaust Fan di Kamar Mandi, Beda dari Kipas Angin Biasa


    Jakarta

    Kelembapan merupakan musuh bagi bangunan terutama di area kamar mandi. Kondisi kamar mandi yang lembap dapat menyebabkan dinding dan plafon berjamur, lantai licin, hingga muncul bau tak sedap.

    Penyebab kamar mandi lembap adalah ruangan tersebut tidak pernah benar-benar kering karena tidak ada ventilasi yang dapat membantu angin dan panas keluar masuk. Tidak adanya ventilasi di kamar mandi disebabkan lokasi kamar mandi yang berhimpitan dengan ruangan lain atau memang karena tidak terpikirkan sebelumnya.

    Padahal solusi untuk mengatasi kelembapan bukan hanya dengan menggunakan ventilasi, melainkan bisa dengan perangkat elektronik seperti exhaust fan.


    Pentingnya Pasang Exhaust Fan di Kamar Mandi

    Dilansir dari Bob Vila, berikut beberapa manfaat pemakaian exhaust fan di kamar mandi.

    1. Pengganti Lubang Ventilasi

    Seperti namanya, exhaust fan merupakan kipas angin yang bisa menyala otomatis setiap menggunakan kamar mandi atau saat menyalakan lampu. Cara kerja exhaust fan adalah menyerap udara di dalam kamar mandi dan mengalirkan udara segar sehingga terjadi pertukaran udara. Exhaust van bisa menjadi solusi bagi ruangan yang tidak memiliki ventilasi yang memadai.

    2. Mencegah Kerusakan Struktur Bangunan

    Seperti yang disebut sebelumnya dengan memasang exhaust fan, kelembapan bisa dikurangi di kamar mandi. Kelembapan berlebih menyebabkan berbagai macam kerusakan-cat retak, wallpaper mengelupas, dan lemari melengkung. Dengan begitu, exhaust fan bisa mencegah kerusakan struktural dan permukaan kamar mandi.

    3. Mencegah Munculnya Jamur

    Penasaran nggak sih kenapa kamar mandi sering berbau apek padahal tidak ada sumber kotoran dan jarang dipakai? Penyebab utamanya adalah di dalam sana, sedang terjadi berkembangnya jamur. Kelembapan menyebabkan jamur mudah tumbuh. Tanda-tanda munculnya jamur adalah adanya noda-noda berwarna pada permukaan di kamar mandi. Bau apek tersebut berasal dari noda tersebut

    Exhaust fan dapat menyerap kelembapan berlebih secara efektif, melindungi kamar mandi dari kerusakan akibat air sekaligus membantu menghilangkan kabut dan bau pada cermin.

    Cara Memilih Exhaust Fan yang Cocok di Rumah

    1. Tentukan Jenis Exhaust Fan

    Exhaust fan memiliki beberapa macam dan bentuk. Jenis yang paling banyak di pasaran adalah kipas di langit-langit dan kipas angin in-line. Perbedaannya, exhaust fan di langit-langit itu berada tepat di plafon, sementara exhaust fan di in-line berada tidak jauh dari kamar mandi.

    2. Cari yang Hemat Energi

    Meskipun sangat membantu, sebaiknya cari exhaust fan yang tidak membebani tagihan listrik. Bagaimana pun exhaust fan adalah perangkat listrik yang akan digunakan setiap hari.

    3. Cek Fitur

    Saat ini cara untuk membedakan produk satu dengan lainnya adalah dengan melihat fitur tambahan pada produk tersebut. Sebagai contoh ada exhaust fan yang bisa menyala saat lampu dinyalakan, saat ada pergerakan di dalam ruangan, atau ketika kamar mandi terasa lembap.

    4. Kebisingan

    Sama seperti kipas angin pada umumnya, exhaust fan bisa menimbulkan suara. Beberapa produk memiliki suara yang mengganggu seperti mesin jet yang baru dihidupkan. Jadi sebelum benar-benar membeli sebaiknya cek dahulu kondisi exhaust fan ketika digunakan.

    5. Kapasitas Angin

    Cara memilih exhaust fan yang memiliki kapasitas angin yang pas untuk kamar mandi adalah dengan membandingkan dengan luas kamar mandi. Jadi sebelum membeli exhaust fan sebaiknya sudah mengetahui luas kamar mandi dan ketinggian dari lantai hingga plafon.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Udara Lembap di Musim Hujan, Jangan Sembarangan Gunakan Humidifier di Rumah!



    Jakarta

    Musim hujan identik dengan udara yang lebih dingin, basah, dan lembap. Pada saat inilah terkadang rumah menjadi kurang nyaman baik karena udara yang terlalu lembap, ruangan terasa dingin dan pengap, atau bahkan sebagian orang merasa kulit dan saluran napas menjadi kering akibat sering menutup ventilasi. Kondisi ini membuat orang mencari cara agar udara tetap nyaman, salah satunya dengan menggunakan humidifier.

    Humidifier atau pelembab udara merupakan alat yang berfungsi untuk menambah kelembaban udara di dalam ruangan. Alat ini bekerja dengan cara menyemprotkan uap air dalam bentuk kabut halus. Penggunaannya saat suhu udara di dalam ruangan terasa kering atau di ruangan ber-AC, karena mampu membantu meredakan bibir dan kulit kering.

    Namun, ketika musim hujan tiba dan kelembaban alami ruangan sedang tinggi, apakah humidifier tetap bermanfaat atau malah memperburuk keadaan? Dilansir melalui Medical News Today, berikut penjelasan lengkapnya.


    Musim Hujan dan Kegunaan Humidifier Saat Hujan

    Pada dasarnya, humidifier memang berfungsi sebagai penambah kadar uap air yang akan disemprotkan ke dalam ruangan melalui kabut halus. Sehingga, alat ini memang berguna saat udara terlalu kering. Tidak hanya membantu mengatasi bibir dan kulit kering, humidifier juga dapat membantu meringankan iritasi mata, kekeringan pada tenggorokan, hingga saluran napas yang terganggu.

    Akan tetapi, saat musim hujan seringkali kita mendapati kondisi sebaliknya. Udara akan semakin lembab, suhu menjadi dingin, dan ventilasi semakin minim karena dibatasi untuk mencegah air hujan masuk ke dalam ruangan. Lantas, keputusan untuk menggunakan humidifier saat musim hujan tidak dapat langsung dianggap perlu, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi udara di dalam rumah.

    Kondisi Rumah yang Masih Membutuhkan Humidifier Meskipun Saat Hujan

    Meskipun terkesan kontradiktif, ternyata terdapat kondisi khusus di mana penggunaan humidifier bisa sangat membantu. Ketika tinggal di rumah yang sangat rapat ventilasi udaranya, ditambah dengan penggunaan AC atau pemanas ruangan, hal itu akan membuat udara menjadi kering, meskipun sedang hujan.

    Selain itu, saat musim hujan di Indonesia yang beriklim tropis, terkadang ruangan tetap terasa kering walaupun udara luar menjadi lembap. Karena jendela sebagai ventilasi ini ditutup, humidifier dapat membantu menjaga kelembapan dalam ruangan agar tetap ideal.

    Namun, perlu diingat bahwa penggunaan humidifier bukan berarti dapat digunakan kapan saja. Penempatan, jenis humidifier, serta kondisi lingkungan harus diperhatikan agar humidifier tidak malah membahayakan keadaan.

    Kondisi Saat Penggunaan Humidifier Perlu Dihindari

    Ada banyak kondisi yang tidak menganjurkan penggunaan humidifier saat musim hujan. Kondisi ini akan berpotensi membahayakan kesehatan dan bisa merusak lingkungan rumah jika diteruskan. Ketika kelembapan dalam ruangan sudah tinggi, di atas 50%-60% menggunakan humidifier hanya akan memperbesar risiko jamur, tungau debu, dan kondensasi.

    Berdasarkan artikel dari Medical News Today, penggunaan humidifier di ruangan yang sudah lembap dapat meningkatkan kadar kelembapan secara berlebihan. Kondisi ini tidak hanya memicu pertumbuhan jamur, tetapi juga dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan memperburuk gejala alergi.

    Selain itu, jika ruangan sudah terlihat memiliki dinding yang berembun atau dapat terlihat noda jamurnya, penggunaan humidifier juga tidak disarankan. Karena hal tersebut membuat kelembapan udara dalam ruangan menjadi tidak terkontrol. Kelembapan yang tidak terkontrol ini dapat mengundang banyak permasalahan seperti bau, kerusakan kayu, hingga gangguan pernapasan.

    Tips Aman Penggunaan Humidifier di Musim Hujan

    Agar penggunaan humidifier di musim hujan tetap aman dan efektif, berikut beberapa tips praktis yang dapat diterapkan.

    • Selalu pantau kelembapan udara dalam ruangan menggunakan hygrometer. Idealnya berada di kisaran 40%-50% di dalam rumah. Kelembapan yang terlalu tinggi justru bisa berbahaya.
    • Gunakan air yang tepat, seperti air suling atau demineralisasi. Kandungan mineral air yang terlalu tinggi dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur.
    • Memperhatikan jenis dan penempatan humidifier juga penting untuk dilakukan. Model humidifier yang menghasilkan uap panas, dapat berbahaya untuk anak kecil. Tempatkan humidifier yang menggunakan air panas, jauh dari jangkauan anak kecil.
    • Jika ruangan terasa lembap atau ada tanda munculnya embun dan jamur, matikan humidifier dan pertimbangkan dengan menggunakan dehumidifier (pengering udara) atau dengan meningkatkan sirkulasi melalui ventilasi sebagai alternatif.

    Dengan memahami kapan humidifier bermanfaat dan kapan harus dihentikan, kita dapat menjaga kualitas udara di rumah tetap sehat selama musim hujan berlangsung.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! Ini 9 Komponen Mobil yang Perlu Dicek sebelum Trabas Hujan



    Jakarta

    Musim hujan mulai intens di berbagai daerah. Jalanan licin, genangan air, hingga kabut menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi mobil. Karena itu, sebelum mobil dipakai menembus hujan, penting untuk memastikan semua komponennya dalam kondisi prima agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

    9 Komponen Wajib Dicek Sebelum Terabas Hujan

    Dijelaskan Auto2000, berikut sembilan komponen mobil yang wajib dicek sebelum menghadapi cuaca ekstrem:

    1. Ban Mobil

    Pastikan kondisi ban masih layak pakai dan tekanan udaranya sesuai rekomendasi pabrikan. Ban aus bisa memicu aquaplaning alias kehilangan cengkeraman di jalan basah. “Gejala aquaplaning bisa membuat mobil tergelincir, karena itu penting memastikan kondisi ban prima,” jelas Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000.


    2. Sistem Rem

    Periksa kampas rem dan cairan rem agar daya pengereman tetap optimal di jalan licin. Hindari kebocoran atau endapan kotoran di saluran rem.

    3. Wiper dan Washer

    Pastikan karet wiper tidak getas dan tangki washer terisi penuh agar kaca tetap bersih dan visibilitas terjaga.

    4. Lampu Mobil

    Pastikan semua lampu berfungsi, baik depan maupun belakang, untuk meningkatkan visibilitas saat hujan deras.

    5. Karet Pintu dan Jendela

    Periksa kondisi karet agar air tidak masuk ke dalam kabin. Termasuk karet panoramic roof jika ada.

    6. AC Mobil

    AC yang dingin membantu mencegah embun di kaca depan dan menjaga kenyamanan kabin.

    7. Perlengkapan Darurat

    Senter, dongkrak, kunci roda, dan kotak P3K wajib ada di mobil, termasuk ban serep yang siap pakai.

    8. Sistem Kelistrikan

    Cek aki dan sistem listrik, apalagi saat hujan semua fitur seperti lampu dan wiper bekerja bersamaan.

    9. Kaki-kaki Mobil

    Pastikan shock absorber, bushing, dan sistem kemudi tidak bermasalah agar mobil tetap stabil di jalan licin.

    Sebagai tambahan, pengemudi juga perlu menyiapkan payung, sandal plastik, pakaian ganti, dan air minum di mobil. Kalau tak sempat ke bengkel, servis bisa dilakukan lewat THS – Auto2000 Home Service, yang siap datang ke rumah atau kantor untuk perawatan ringan di musim hujan.

    (lua/dry)

    Sumber : oto.detik.com

    Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / obi
  • Ujaran Kasih Sayang, Mengubah Kabut Menjadi Terang



    Jakarta

    Imam Ahmad meriwayatkan dalam sebuah alHadits, bahwa waktu itu muncul seorang pemuda yang menghadap Rasulullah SAW. Dengan berterus terang ia pamit mohon dijinkan melakukan zina. Berzina dengan seorang perempuan.

    Waktu itu Rasulullah bersama para sahabat beliau. Terbayang betapa suasana pada saat pemuda itu melapor begitu membuat para sahabat geram. Sangat marah, walau tidak berani lancang melangkahi Rasulullah. Mereka bahkan, ada yang hendak memenggal saja kepala pemuda itu. Pada waktu itu pedang dan senjata yang serupa memang biasanya dibawa tanpa ijin kepolisian.

    Namun apa yang mereka perhatikan pada wajah Rasulullah. Beliau tenang. Tidak sekali pun tampak wajah marah, geram sebagaimana para sahabat yang emosional.
    Rasulullah menasihati pemuda itu dengan penuh kasih sayang. Rasulullah bertutur dengan lembut dan bijaksana. Rahasia bertutur yang wajib dijadikan tauladan. Bagi setiap kita apalagi yang berjuang menjadi pimpinan. Pemimpin yang semestinya menjadi panutan.


    “Apakah kamu rela kalau ibumu dizinai orang?” tanya Rasulullah.
    Pemuda itu langsung menjawab,” pasti tidak.”
    “Demikian juga orang lain, tidak suka bila ibu-ibu mereka dizinai.”
    “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa anak gadismu?” lanjut Rasulullah.
    “Tidak, sungguh demi Allah,” jawab sang pemuda.
    “Demikian pula orang lain, tidak suka bila itu dilakukan pada anak gadis mereka.”
    “Apakah engkau suka bila saudarimu yang dizina?”
    Dengan tegas pemuda itu mengatakan tidak sembari bersumpah.
    “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari mereka,”
    “Apakan engkau suka bila perbuatan zina dilakukan kepada saudari ibumu?”
    Pemuda itu menjawab dengan jawaban yang sama, bahkan bersumpah dengan nama Allah tidak menginginkannya.
    “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari ibu mereka.”
    Setelah itu, Rasulullah berdoa dan meletakkan tangannya di dada pemuda itu, “Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan lindungilah kemaluannya.”
    Nasihat Rasulullah ditutup dengan doa kepada Allah. Doa tulus dari Rasul pilihan. Dikabulkan Tuhan.
    Pemuda tersebut akhirnya menjadi orang yang paling membenci zina.

    Pada masa menjadi Ibu Negara, Ibu Tien Soeharto pernah berpesan. Yang intinya agar jangan membiasakan putra-putri yg masih kecil. Mendengarkan kosa kata/ujaran kurang baik dari para orang tuanya. Biasakan mereka selalu menerima pelajaran cinta dan kasih sayang. Melalui percakapan keseharian di dalam rumah-rumah tempat mereka tinggal. Nanti mereka akan berkembang menjadi generasi penerus yang ujarannya selalu mengarah kepada kebaikan, pujian, ujaran penuh kasih sayang. Mereka sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya menghina orang. Bahkan mereka tak pernah memiliki selera berucap yang bermakna makian.
    Semoga nasihat bu Tien kita praktikkan!

    Terpapar kisah seorang Lurah Mbah Singo yang hanya memiliki putra semata wayang.
    “Cah bagus (Anak baik/ganteng), mari ke sini ke pendopo.”

    Terbayang panggilan sebutan, bukan panggilan nama. Ialah sebutan penuh kasih sayang, penuh rasa kepemilikan yang sangat dalam. Panggilan lembut seorang bapak kepada putranya.

    Sebelum itu, boleh jadi sebagian sidang pembaca menduga bahwa putra semata wayang Mbah Lurah anaknya ngganteng, pinter dan shaleh.

    Sabar tunggu dulu! Putra Mbah Lurah tidak pernah sekolah, pun tidak pernah mengaji. Tumbuh menjadi dewasa. Menjadi pencuri! Padahal bapaknya pimpinan kelurahan.

    “Ada apa Pak,” yang dipanggil menjawab sekenanya. “Aku ini sumpek (saya ini sedang kesal).”
    “Sumpek opo (kesal karena apa)?” sambut Mbah Lurah.
    “Aku ini kan maling. Setiap malam dikepung orang, malam berikutnya dikepung orang lagi. Saya ini ingin menjadi sakti. Supaya saya bisa mengamati seluruh orang sedang orang-orang tidak satu pun yang bisa melihat saya.” Dia meluncurkan maksudnya melalui kata-kata lalu berhenti.
    “Gampang, ya cari saja tempat yang gelap sehingga tidak terlihat,” Mbah Lurah menjawab datar.
    “Sudah Pak, tapi disenter,” putranya menjawab seraya mendesak bapaknya agar mengabulkan permintaannya.
    Ketika itu waktu ba’da shalat Ashar menuju Maghrib.
    “Oh, kalau gitu hayo mandi dulu. Bersihkan badan lalu ganti baju. Nanti diberitahu bagaimana caranya.”
    Setelah putranya sudah bersih dan berpakaian rapi, Mbah Lurah melanjutkan pembicaraan.
    “Gini loh, kalau kamu ingin sakti gampang. Pokonya hari ini ikut saya sowan (berkunjung) ke Ndresmo. InsyaAllah kamu akan menjadi sakti.”
    “Iya Pak,” berangkatlah mereka berdua.
    Sampai di Ndresmo Mbah Yai dawuh (berkata),
    “Mbah Lurah,”
    “Njih Mas,” sambut Mbah Lurah.
    “Tidak biasanya ke sini bersama putranya?”
    Lanjut Mbah Yai.
    “Begini Mas, putra saya ini maling. Setiap malam dikejar-kejar orang. Dia ingin menjadi orang sakti. Sekiranya dia tidak dilihat orang sedang dia mampu mengawasi setiap orang.”

    Stop! Sampai di sini sebagian kita mungkin tak pernah menyangka dengan keterbukaan Mbah Lurah. Meminta pemuka agama Mbah Yai pewaris Nabiy mengabulkan perbuatan yang tidak dihalalkan agama. Tidak persis sama dengan kisah pemuda yang ijin berzina. Namun beda-beda tipis. Bahkan ijin mengajak berbuat ‘maksiyat’ berjemaah. Mendukung pekerjaan mencuri yang pastinya haram.

    Tapi sekali lagi sabar. Rupanya Mbah Yai tipe pemimpin yang meneladani Nabiy.
    “Baik. Pokoknya tolong tinggallah di sini dulu. Nanti pulang akan menjadi orang sakti,” ujar Mbah Yai seolah tidak perduli apakah kesaktiannya akan digunakan untuk maslahat atau untuk sebaliknya.

    Selanjutnya, Mbah Yai ternyata mendidik, membina putra Mbah Lurah dengan penuh kasih sayang. Melalui masa yang cukup panjang, pelan, disiplin. Diiringi doa kepada Tuhan, sambil terus mendahulukan utamanya kasih sayang, akhirnya sang pemuda memang sakti betulan.

    Dulunya yang bercita-cita menjadi maling tampa bisa kelihatan. Setelah dibina oleh Mbah Yai, putra Mbah Lurah berubah menjadi pelopor agama yang berilian.

    Putra Mbah Lurah Singo itu kemudian terkenal dengan sebutan Mbah yai Mustofa. Wali Allah yang karomahnya diketahui banyak orang. Cita-cita menjadi maling, berubah menjadi Mbah Yai yang alim. Subhaanallah.

    Semoga kita pun selalu membiasakan ujaran yang bermakna kasih-sayang. Betapa indahnya jika itu bisa mengubah kabut menjadi terang. Dari maksiat betulan menjadi maslahat sungguhan.

    Hayo kita sama bermohon kepada Tuhan. Agar selamanya mendahulukan ujaran yang berisikan makna kasih sayang. Meneladani kasih sayang Tuhan, aamiin!

    Abdurachman

    Penulis adalah Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Pemerhati spiritual medis dan penasihat sejumlah masjid di Surabaya

    Artikel ini adalah kiriman dari pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com