Tag: kabut asap

  • Catat Ya! 8 Faktor yang Membuat Jendela Harus Sering Dibersihkan


    Jakarta

    Jendela merupakan komponen penting di rumah. Jendela menjadi tempat penyediaan sumber udara segar serta cahaya alami yang sangat melimpah serta memberikan pandangan ke dunia luar.

    Agar jendela tampak bersih mengkilat, sebaiknya membersihkan jendela secara menyeluruh dalam kurun waktu enam bulan sekali, untuk menghilangkan debu serta kotoran yang tertinggal. Frekuensi pembersihan jendela tergantung beberapa faktor, seperti keberadaaan pohon, serangga, anak-anak, serta hewan peliharaan, dan cuaca setempat. Berikut ini informasinya.

    Kabut Asap atau Polusi

    Melansir Better Homes & Gardens, pada Selasa (22/10/2024), rumah yang tinggal di daerah dengan tingkat polusi yang tinggi mungkin sadar, bahwa mereka harus membersihkan jendela secara berkala daripada orang yang memiliki rumah di daerah polusi rendah.


    Ini dikarenakan polutan di udara berkumpul dan menumpuk pada rangka dan kaca jendela. Kamu yang tinggal di daerah dengan polutan tinggi harus mempertimbangkan jadwal pembersihan secara menyeluruh sebanyak tiga kali dalam setahun.

    Anak-anak serta Hewan Peliharaan

    Bila kamu memiliki anak-anak dan hewan peliharaan di rumah, sebaiknya rencanakan pembersihan jendela secara menyeluruh dan lebih sering dibandingkan orang lain yang tidak memiliki keduanya. Sebab, anak-anak kerap menyentuh kaca dengan tangan yang bisa saja meninggalkan jejak. Begitu pula dengan hewan peliharaan, bisa saja memegang jendela dengan kaki yang kotor.

    Air Sadah

    Sebagian rumah menghadapi masalah terhadap air sadah. Kandungan mineral yang terlalu tinggi dapat menyebabkan air meninggalkan noda pada jendela selepas dibersihkan. Hal ini dapat mempengaruhi frekuensi pembersihan.

    Meski demikian, pada umumnya masalah air sadah bisa ditangani dengan memasang sistem filter air di seluruh rumah guna mengurangi konsentrasi mineral yang ada di dalam air.

    Pohon dan Dedaunan

    Jika pohon, bunga, semak, dan dedaunan berada di sekitar jendela, maka jumlah serbuk sari, getah, serta kotoran lainnya yang menempel pada jendela akan menjadi semakin banyak. Maka dari itu, jendela yang di sekitarnya terdapat pohon dan dedaunan lain perlu dibersihkan secara rutin dibanding jendela yang jauh dari sumber getah dan serbuk sari.

    Material Jendela

    Jenis dan bahan jendela yang sering digunakan untuk membuat rangka jendela dan ambang jendela harus dicermati saat menentukan seberapa sering jendela harus dibersihkan. Sebagian besar jendela dengan kaso membutuhkan lebih sedikit pembersihan dibanding jendela tanpa kaso, karena kaso dapat menghalangi debu dan kotoran serta aktivitas serangga.

    Rangka jendela dari vinil, alumunium, dan fiberglass tidak sulit untuk dicuci dan dijaga kebersihannya dibandingkan rangka kayu, yang wajib diwarnai atau dicat guna mencegah kelembapan, rangka jendela yang terbuat dari kayu juga harus dibersihkan secara rutin supaya terbebas dari kotoran.

    Jarak dengan Lalu Lintas

    Kendaraan mengeluarkan kotoran dan debu ketika melaju kencang, sehingga dapat menciptakan awan-awan kecil yang diakibatkan dari serpihan.

    Bila rumah kamu terletak di daerah yang jauh dari riung-riung kendaraan mungkin lebih rendah jendela kotor karena kendaraannya, tetapi jika rumah terletak pada sekitar jalan raya yang ramai dan padat dapat meningkatkan frekuensi pembersihan pada jendela.

    Cuaca Lokal

    Cuaca yang cerah dengan hembusan angin yang sedikit adalah tempat terbaik untuk menjaga jendela tetap bersih, tetapi terkadang cuaca tenang ini tidak berlangsung lama. Angin yang kencang menghempaskan debu dan serbuk sari ke arah rumah, sedangkan hujan dan salju dapat meninggalkan bercak yang bisa menghalangi pencahayaan alami.

    Begitu pula dengan salju yang turun dan serpihan lainnya dapat menempel di jendela akibat mobil yang lewat dan bajak salju, hal ini biasanya membuat jendela harus lebih sering lagi untuk dibersihkan ketika cuaca buruk.

    Aktivitas Serangga

    Keberadaan serangga di sekitar rumah kamu bukanlah hal yang bagus. Aktivitas serangga yang tinggi bisa dengan cepat membuat kotor jendela karena adanya sarang laba-laba atau kotoran serangga dan sarang yang muncul di sekitar jendela.

    Bila kamu mendapati aktivitas serangga yang tinggi di sekitar jendela, kamu harus mengatasi masalah tersebut sembari membersihkan jendela dengan lebih sering guna memastikan jendela selalu bersih dan terbebas dari serangga.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hukum Bakar Sampah Sampai Ganggu Tetangga dalam Islam



    Jakarta

    Membakar sampah masih menjadi salah satu pilihan untuk menghilangkan sampah dengan cepat. Padahal cara tersebut bisa menyebabkan munculnya kabut asap yang mengganggu aktivitas bahkan menurunkan kualitas udara.

    Memang, aktivitas pembakaran sampah cenderung menurun karena keterbatasan lahan. Namun, ada saja yang tetap membakar sampah apabila ada lahan kosong.

    Kegiatan membakar sampah juga sering menuai pro-kontra. Selain karena asapnya yang mengganggu, api yang dinyalakan di sembarangan tempat bisa menyebar dan berpotensi membakar bangunan di sekitarnya.


    Menanggapi hal ini, Pembina Pesantren Quran Subulunajjah Depok, Ustaz Farid Nu’man Hasan, mengatakan dalam Islam tidak ada dalil yang mengharamkan membakar sampah di rumah sehingga hukumnya mubah atau boleh.

    “Membakar sampah di depan rumah, pada dasarnya adalah boleh karena itu termasuk aktivitas duniawi yang hukum asalnya adalah mubah (boleh) selama tidak ada dalil yang mengharamkannya,” kata Ustadz Farid saat dihubungi detikProperti beberapa waktu.

    Walau demikian, ia menyebutkan ada ketentuan lain yaitu jika membakar sampah di rumah sampai mengganggu kenyamanan tetangga, kegiatan tersebut tidak diperbolehkan.

    “Jika sampai asap dan baunya mengganggu orang lain, tetangga, atau orang yang lalu lalang, sehingga mereka tidak nyaman atau terganggu kesehatannya, maka ini tidak dibolehkan,” tambahnya.

    Sebagaimana Rasulullah SAW pernah bersabda seperti yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari RA, sebagai berikut.

    مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ

    Artinya, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah dia mengganggu tetangganya.” (HR. Bukhari no. 6136).

    Hadits lainnya juga berkata orang yang mengganggu tetangganya dijamin tidak masuk ke dalam surga. Meskipun tidak dijelaskan secara rinci kegiatannya, membakar sampah yang asapnya mengganggu tetangganya, lalu orang tersebut tidak segera berhenti dan meminta maaf, maka ganjarannya seperti yang disebutkan dalam Hadits berikut.

    “Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari keburukannya.” (HR. Muslim no. 46).

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com