Tag: kafein

  • 5 Minuman yang Bantu Menurunkan Berat Badan, Salah Satunya Air Kelapa

    Jakarta

    Banyak cara bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan. Salah satunya mengatur menu makanan dan minuman, yang tidak hanya membatasi asupan kalori tetapi juga memperbaiki sistem metabolisme.

    Beberapa minuman seperti green tea dan kopi, dalam sejumlah riset ilmiah terbukti bisa meningkatkan laju metabolisme dan meningkatkan rasa kenyang. Jika dikonsumsi secara rutin, dipercaya bisa membantu menurunkan kadar lemak dan juga berat badan secara keseluruhan.

    Tentunya tidak semua makanan dan minuman punya kandungan yang bermanfaat terhadap program diet penurunan berat badan. Dikutip dari berbagai sumber, berikut alternatif minuman yang bisa dicoba.


    1. Teh Hijau

    Teh hijau merupakan salah satu minuman yang kerap diasosiasikan dengan kesehatan. Ini karena teh hijau kaya akan berbagai nutrisi yang baik untuk tubuh, terutama antioksidan.Dikutip dari Healthline, teh hijau mengandung antioksidan bernama katekin. Katekin dipercaya dapat meningkatkan laju metabolisme dan pembakaran lemak.

    Sejumlah studi menunjukkan konsumsi teh hijau dikaitkan dengan penurunan berat badan dan lemak tubuh.

    Teh hijau juga mengandung kafein, senyawa yang dapat meningkatkan energi dan menunjang performa saat berolahraga.

    2. Kopi

    Kopi dikenal sebagai minuman penambah energi dan penghilang kantuk. Namun, minuman ini juga memiliki khasiat untuk menurunkan berat badan loh.

    Manfaat ini berasal dari kafein yang terkandung dalam kopi. Kafein merupakan zat stimulan yang dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh. Alhasil, tubuh dapat membakar lebih banyak kalori dan lemak.

    Sebuah studi yang dilakukan terhadap 2.600 partisipan juga menemukan mereka yang sukses menurunkan berat badan mengonsumsi lebih banyak minuman berkafein dibandingkan yang tidak mengonsumsinya.

    3. Teh Hitam

    Teh hitam juga mengandung antioksidan yang dapat membantu menurunkan berat badan. Khususnya flavonoid, polifenol yang memiliki efek antioksidan kuat dan dapat membantu mengurangi lemak tubuh.

    Studi menunjukkan polifenol yang ada pada teh hitam dapat mendukung penurunan berat badan dengan cara mengurangi asupan kalori, merangsang pemecahan lemak, dan mendukung perkembangan bakteria baik di usus.

    Penelitian lain juga menemukan konsumsi tiga cangkir teh hitam sehari selama tiga bulan dapat membantu menurunkan berat badan dan mengurangi ukuran lingkar pinggang.

    4. Teh Jahe

    Teh jahe merupakan salah satu minuman herbal yang kerap digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi pilek, mual, hingga peradangan.

    Sejumlah studi yang dilakukan terhadap manusia dan hewan juga menunjukkan teh jahe memiliki potensi untuk menunjang penurunan berat badan.

    Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 10 pria dengan kelebihan berat badan menemukan konsumsi 2 gram jahe yang ditambahkan ke dalam air hangat dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi rasa lapar.

    Penelitian itu juga menemukan teh jahe dapat meningkatkan efek termal makanan, yaitu jumlah energi yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna makanan dan memetabolisme makanan.

    Khasiat ini, dikombinasikan dengan peningkatan rasa kenyang, membuat teh jahe menjadi salah satu minuman yang dapat mendukung penurunan berat badan.

    5. Air Kelapa

    Air kelapa bukan sekadar minuman yang menyegarkan. Minuman ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk dalam menurunkan berat badan.

    Dikutip dari Vinmec, air kelapa mengandung kalium dan enzim bioaktif tinggi yang dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh. Ini membantu tubuh membakar lebih banyak kalori dan mengurangi timbunan lemak.

    Serat yang terkandung dalam air kelapa juga membantu meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan. Selain itu, air kelapa pun memiliki kalori yang rendah. Kombinasi inilah yang membuat air kelapa memberikan efek yang positif dalam menurunkan berat badan.

    (ath/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Cara Terbaik Minum Teh Hijau untuk Menurunkan Berat Badan

    Jakarta

    Teh hijau memiliki banyak manfaat kesehatan karena kaya kandungan nutrisi dan antioksidan. Salah satu manfaatnya adalah penurunan berat badan.

    Teh hijau mengandung kafein dan sejenis flavonoid yang disebut katekin, yang merupakan antioksidan. Penelitian menunjukkan bahwa kedua senyawa ini dapat mempercepat metabolisme. Katekin dapat membantu memecah lemak berlebih, sementara katekin dan kafein dapat meningkatkan jumlah energi yang digunakan tubuh.

    Dikutip dari Medical News Today, sebuah tinjauan yang diterbitkan pada tahun 2010 menemukan bahwa suplemen teh hijau, yang mengandung katekin atau kafein, memiliki dampak kecil tetapi positif pada penurunan berat badan dan pengelolaan berat badan. Tinjauan yang lebih baru menyelidiki penggunaan klinis teh hijau untuk merangsang penurunan berat badan pada orang yang kelebihan berat badan atau obesitas.


    Minum antara 2 dan 3 cangkir teh hijau panas sepanjang hari seharusnya cukup untuk melengkapi penurunan berat badan. Jumlah pastinya akan bervariasi dari orang ke orang, tergantung pada seberapa banyak kafein yang mereka konsumsi dan metabolisme alami mereka.

    Dikutip dari National Library of Medicine, suhu ideal untuk menyeduh teh hijau tidak lebih dari 90 derajat celcius. Jika melewati batas itu, kandungan katekin dalam teh hijau bisa rusak sehingga mengurangi khasiatnya untuk menurunkan berat badan.

    Meski bermanfaat untuk kesehatan dan penurunan berat badan, konsumsi teh hijau tetap harus dibatasi. Teh hijau mengandung kafein, yang jika dikonsumsi dalam dosis tinggi, dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan.

    Berolahraga secara teratur dan mengonsumsi makanan sehat dengan banyak sayuran merupakan strategi penurunan berat badan yang sangat efektif. Teh hijau yang dikonsumsi bersamaan dengan metode ini dapat meningkatkan hasil positif terkait penurunan berat badan.

    (kna/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Kopi Hitam Tanpa Gula Bisa Membakar Lemak? Ini Kata Ahli Diet

    Jakarta

    Banyak orang di seluruh dunia yang mengkonsumsi kopi. Meskipun populer untuk meningkatkan energi, ternyata kopi hitam bisa berperan dalam penurunan badan.

    Oleh sebab itu, kopi hitam tanpa gula bermanfaat untuk diet. Mengapa demikian? Berikut penjelasannya.

    Apakah Kopi Hitam Tanpa Gula Bisa Membakar Lemak?

    Ahli diet di Preg Appetit, Ashley Shaw , RD, mengungkapkan bahwa kopi tanpa gula bisa membakar lemak untuk menurunkan berat badan.


    “Kopi, jika dikonsumsi dalam jumlah sedang dan tanpa terlalu banyak pemanis tambahan, dapat membantu menurunkan berat badan dan bermanfaat bagi kesehatan Anda secara keseluruhan,” kata Ashley Shaw dikutip dari laman Business Insider.

    Kandungan kafein dalam kopi membantu dalam meningkatkan penurunan berat badan, meningkatkan metabolisme dan meningkatkan energi.

    Selain itu, kopi juga mengandung sejumlah nutrisi seperti potasium, magnesium, niasin, dan antioksidan. Kandungan-kandungan tersebut bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan pencernaan, mendukung fungsi otot, dan meningkatkan kesehatan jantung.

    Kopi hitam tanpa gula adalah yang terbaik untuk menurunkan berat badan, karena tidak mengandung tambahan gula atau lemak yang bisa menyebabkan penambahan berat badan.

    Manfaat kopi hitam tersebut juga dibuktikan dalam studi tahun 2023 oleh Matthias Henn, dkk, yang diterbitkan The American Journal of Clinical Nutrition, yang menyebut bahwa minum kopi tanpa pemanis dikaitkan dengan sedikit penurunan berat badan, sementara penambahan gula ke kopi dikaitkan dengan penambahan berat badan.

    Hasil menunjukkan kalau minum kopi tanpa pemanis mungkin bermanfaat dalam pengelolaan berat badan. Namun, penelitian ini juga perlu direplikasi dengan penelitian di masa depan untuk mengkonfirmasi temuan tersebut.

    Dilansir Harvard of Public Health, terdapat penelitian yang mengkaji data dari tiga studi kesehatan utama: Studi Kesehatan Perawat, Studi Kesehatan Perawat II, dan Studi Tindak Lanjut Profesional Kesehatan. Hal ini memungkinkan peneliti mengakses sejumlah besar data dan partisipan.

    Para peneliti menemukan, meminum 1 cangkir kopi setiap hari (baik tanpa kafein atau biasa) dikaitkan dengan penurunan 0,12 kilogram (kg) berat badan selama 4 tahun.

    Shaw merekomendasikan untuk minum 4 cangkir kopi ons sehari atau setara dengan 400mg kafein. Ukuran tersebut dalam rangka untuk mendapatkan manfaat kopi dan mencapai penurunan berat badan.

    “Empat cangkir kopi sehari memberikan manfaat merasa lebih terjaga dan metabolisme lemak lebih baik tanpa terlalu banyak berdampak pada tidur dan kelaparan,” jelas Shaw.

    Ia menambahkan bahwa minum 1 cangkir setiap beberapa jam merupakan hal yang masuk akal, untuk merasakan efek jangka panjang di setiap interval.

    Namun jika seseorang menyukai kopi kental , minumlah lebih sedikit cangkir atau tidak lebih dari 400mg kafein per hari.

    “Kopi yang diidentifikasi sebagai ‘kuat’ punya kandungan kafein yang lebih tinggi karena konsentrasi kopi per porsi airnya lebih besar,” kata Shaw.

    Jika seseorang menyukai kopi yang manis, ada berikut beberapa alternatif pemanis rendah kalori yang bisa digunakan yakni:

    • Pemanis berbahan dasar buah, seperti erythritol atau ekstrak buah biksu.
    • Pemanis nabati, contohnya stevia dan sirup yacon.
    • Alkohol gula seperti xylitol dan maltitol.

    (khq/fds)



    Sumber : health.detik.com

  • Kopi Hitam Tanpa Gula Bisa Membakar Lemak? Ini Kata Ahli Diet

    Jakarta

    Banyak orang di seluruh dunia yang mengkonsumsi kopi. Meskipun populer untuk meningkatkan energi, ternyata kopi hitam bisa berperan dalam penurunan badan.

    Oleh sebab itu, kopi hitam tanpa gula bermanfaat untuk diet. Mengapa demikian? Berikut penjelasannya.

    Apakah Kopi Hitam Tanpa Gula Bisa Membakar Lemak?

    Ahli diet di Preg Appetit, Ashley Shaw , RD, mengungkapkan bahwa kopi tanpa gula bisa membakar lemak untuk menurunkan berat badan.


    “Kopi, jika dikonsumsi dalam jumlah sedang dan tanpa terlalu banyak pemanis tambahan, dapat membantu menurunkan berat badan dan bermanfaat bagi kesehatan Anda secara keseluruhan,” kata Ashley Shaw dikutip dari laman Business Insider.

    Kandungan kafein dalam kopi membantu dalam meningkatkan penurunan berat badan, meningkatkan metabolisme dan meningkatkan energi.

    Selain itu, kopi juga mengandung sejumlah nutrisi seperti potasium, magnesium, niasin, dan antioksidan. Kandungan-kandungan tersebut bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan pencernaan, mendukung fungsi otot, dan meningkatkan kesehatan jantung.

    Kopi hitam tanpa gula adalah yang terbaik untuk menurunkan berat badan, karena tidak mengandung tambahan gula atau lemak yang bisa menyebabkan penambahan berat badan.

    Manfaat kopi hitam tersebut juga dibuktikan dalam studi tahun 2023 oleh Matthias Henn, dkk, yang diterbitkan The American Journal of Clinical Nutrition, yang menyebut bahwa minum kopi tanpa pemanis dikaitkan dengan sedikit penurunan berat badan, sementara penambahan gula ke kopi dikaitkan dengan penambahan berat badan.

    Hasil menunjukkan kalau minum kopi tanpa pemanis mungkin bermanfaat dalam pengelolaan berat badan. Namun, penelitian ini juga perlu direplikasi dengan penelitian di masa depan untuk mengkonfirmasi temuan tersebut.

    Dilansir Harvard of Public Health, terdapat penelitian yang mengkaji data dari tiga studi kesehatan utama: Studi Kesehatan Perawat, Studi Kesehatan Perawat II, dan Studi Tindak Lanjut Profesional Kesehatan. Hal ini memungkinkan peneliti mengakses sejumlah besar data dan partisipan.

    Para peneliti menemukan, meminum 1 cangkir kopi setiap hari (baik tanpa kafein atau biasa) dikaitkan dengan penurunan 0,12 kilogram (kg) berat badan selama 4 tahun.

    Shaw merekomendasikan untuk minum 4 cangkir kopi ons sehari atau setara dengan 400mg kafein. Ukuran tersebut dalam rangka untuk mendapatkan manfaat kopi dan mencapai penurunan berat badan.

    “Empat cangkir kopi sehari memberikan manfaat merasa lebih terjaga dan metabolisme lemak lebih baik tanpa terlalu banyak berdampak pada tidur dan kelaparan,” jelas Shaw.

    Ia menambahkan bahwa minum 1 cangkir setiap beberapa jam merupakan hal yang masuk akal, untuk merasakan efek jangka panjang di setiap interval.

    Namun jika seseorang menyukai kopi kental , minumlah lebih sedikit cangkir atau tidak lebih dari 400mg kafein per hari.

    “Kopi yang diidentifikasi sebagai ‘kuat’ punya kandungan kafein yang lebih tinggi karena konsentrasi kopi per porsi airnya lebih besar,” kata Shaw.

    Jika seseorang menyukai kopi yang manis, ada berikut beberapa alternatif pemanis rendah kalori yang bisa digunakan yakni:

    • Pemanis berbahan dasar buah, seperti erythritol atau ekstrak buah biksu.
    • Pemanis nabati, contohnya stevia dan sirup yacon.
    • Alkohol gula seperti xylitol dan maltitol.

    (khq/fds)



    Sumber : health.detik.com

  • Panduan Minum Kopi Buat yang Lagi Diet, Begini Anjurannya Menurut Ahli Gizi


    Jakarta

    Sering mendengar bahwa rutin meminum kopi bisa membantu proses penurunan berat badan? Rupanya, hal tersebut dibenarkan oleh dokter lho. Namun perlu diketahui, ada cara tertentu agar minum kopi betulan bisa membantu penurunan berat badan. Seperti apa?

    Nyatanya, keberhasilan diet memang bergantung pada defisit kalori, yang diperoleh dari pembatasan asupan makan dibarengi olahraga teratur. Namun menurut sejumlah ahli, ada satu ‘alat’ yang bisa membantu proses penurunan berat badan secara alami, tanpa memerlukan aktivitas fisik tertentu. Tak lain, mengandalkan secangkir kopi.

    Bukan lagi rahasia, kafein memang seringkali dijadikan teman diet dalam proses penurunan berat badan. Lantas agar rutin minum kopi ini efektif menurunkan berat badan, harus berapa kali minum kopi dalam sehari dan seperti apa triknya?


    Ahli gizi Tammy Lakatos dan kembarannya, Lyssie Lakatos, menjelaskan, umumnya, diperlukan asupan kopi sebanyak 200 hingga 400 miligram, atau setara dua hingga lima cangkir kopi, untuk membantu penurunan berat badan. Hal itu sejalan dengan hasil penelitian dari T.H Chan School of Public Health yang menyebut, konsumsi sebanyak empat cangkir kopi dalam sehari dapat menurunkan lemak tubuh hingga sebanyak sekitar empat persen.

    Lakatos menjelaskan, kopi mengandung kafein yang memiliki efek termogenik dan dapat mempercepat metabolisme. Karena itulah, konsumsi kopi diyakini dapat membantu proses pembakaran kalori.

    “Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hal ini dapat membantu menurunkan BMI, berat badan, dan lemak tubuh. Kopi juga dapat mengekang nafsu makan dan mengurangi rasa lapar,” terang Lakatos dikutip dari Mew York Post, Rabu (31/1/2024).

    “Penelitian menunjukkan bahwa minum kopi sebelum makan dapat mengurangi kalori yang Anda makan pada waktu makan berikutnya, meskipun Anda meminum kopi hingga empat jam sebelum makan. Kopi juga mengandung asam klorogenat, yang terbukti meningkatkan pembakaran lemak dan membantu memperlambat penyerapan karbohidrat,” pungkas Lakatos.

    (vyp/kna)



    Sumber : health.detik.com