Tag: kain

  • 5 Alasan dan Keunggulan Pasang Kanopi Kain



    Jakarta

    Memasang kanopi kain bisa jadi opsi alternatif untuk atap pelindung konvensional dengan fondasi kayu dan metal. Kanopi kain memiliki kelebihan pada desain unik dan motif yang beragam. Hal ini membuat rumah kamu akan memiliki desain eksterior unik dan cantik.

    Nah, buat kamu yang terpincut mau pasang kanopi kain, kamu bisa pertimbangkan alasan mengapa kanopi kain cocok dipasang di rumah. Simak penjelasan berikut.

    Apa itu kanopi kain?

    Melansir dari Fitinline, Selasa (9/1/2024), kanopi kain atau awning adalah komponen tambahan untuk mempercantik atau menambah estetika sebuah bangunan. Kamu mungkin juga akan sering melihat kanopi kain pada beberapa toko, cafe atau bangunan lainnya. Fungsi utama dari kanopi kain ini adalah memberikan perlindungan dari sinar matahari dan air hujan untuk apapun yang berada di bawahnya.


    Melansir Kanopi Modern, setidaknya ada 5 alasan mengapa kamu harus mempertimbangkan untuk memasang kanopi kain untuk rumah.

    Fungsi Kanopi Kain

    Berfungsi Sebagai Pelindung Rumah

    Dengan menggunakan kanopi kain ini, maka rumah kamu dapat terhindar dari air hujan atau paparan sinar matahari yang menyengat. Sehingga tampak rumah kamu akan terlihat lebih bersih, rapi dan halaman pun dapat terlihat lebih indah.

    Mempercantik Eksterior Rumah

    Selain itu dengan kanopi kain ini dapat memberikan kesan modern atau bergaya lebih kekinian pada rumah, maka kanopi kain menjadi pilihan yang tepat untuk kamu. Dimana kanopi kain ini dapat memberikan sebuah nilai eksterior yang lebih cantik, menarik dan pastinya lebih sempurna.

    Sebagai Atap Teras Atau Halaman

    Biasanya pada atap teras atau halaman dibiarkan begitu saja tanpa adanya sebuah pelindung sama sekali. Oleh karena itu kamu dapat memanfaatkan kanopi kain ini dalam membuat hunian rumah kamu menjadi lebih menarik dan modern.

    Dengan begitu maka atap teras atau halaman rumah kamu bisa menghasilkan sebuah kesan estetika yang luar biasa dan yang pasti rumah hunian kamu tampak lebih enak untuk dipandang.

    Biaya Pemasangan dan Perawatan yang Lebih Terjangkau

    Selain dapat memberikan sebuah nilai yang indah pada sebuah rumah, ternyata untuk pemasangan kanopi kain ini juga lebih terjangkau. Sehingga kamu pun tidak harus mengeluarkan banyak biaya anggaran pada saat instalasi atau pemasangan kanopi kain ini.

    Kamu juga tak perlu memikirkan biaya perawatan, sebab perawatan kanopi kain jauh lebih sederhana daripada kanopi dengan konvesional.

    Mempunyai Banyak Variasi Desain dan Motif

    Jika kamu menginginkan rumah huniannya menjadi tampak lebih elegan dan lebih berkelas. Maka dapat mempertimbangkan dengan memanfaatkan dari kanopi kain ini. Karena desainnya yang bervariasi ini dapat dipilih sesuai dengan selera atau keinginan kamu.

    Dengan memilih sebuah konsep serta gaya yang menarik, maka dapat meningkatkan sebuah sisi yang modern dan lebih elegan pada sebuah rumah. Dengan begitu maka rumah hunian yang kamu sangat impikan pastinya dapat terwujud.

    Setelah mengetahui beberapa alasan berikut. Berikut juga beberapa jenis bahan kain kanopi yang bisa kamu jadikan pilihan sebelum memasang kanopi kain.

    Jenis-jenis kanopi kain

    Jenis kanopi kain dapat dibedakan dengan jenis bahan kain yang digunakan. Dilansir dari Canopy Membrane, setidaknya ada 3 jenis kanopi kain yang umum digunakan.

    Canopy Kain Polyester

    Jenis kanopi kain yang pertama dan yang paling terjangkau adalah kanopi polyester. Seperti namanya, kanopi ini terbuat dari bahan polyester dan cukup kuat sebagai awning.

    Polyester memiliki struktur bahan yang semi-permanen sehingga daya tahannya cukup kuat. Selain itu, polyester bisa menangkal sinar UV dengan baik dan mampu menahan air.

    Selain cocok untuk carport, kamu bisa menggunakan kanopi kain buka tutup berbahan polyester untuk area outdoor cafe maupun restoran.

    Canopy Kain Vinyl

    Jenis kanopi kain ada yang terbuat dari bahan vinyl. Kanopi kain yang satu ini sebenarnya berasal dari polyester lalu dalam prosesnya melibatkan lapisan vinyl di atasnya.

    Oleh karena itu, meskipun sifatnya mirip dengan polyester, kanopi kain yang satu ini jauh lebih baik dalam menangkal panas matahari dan sinar UV. Selain itu, ketahanannya terhadap air jauh lebih baik.

    Vinyl tersedia dalam berbagai warna dan motif sehingga kamu akan lebih mudah untuk menentukan look kanopi.

    Sayangnya lapisan tambahan tersebut menjadikan kanopi vinyl jauh lebih berat daripada jenis kain lainnya. Lebih dari apapun, kanopi vinyl cocok untuk kamu yang mementingkan gaya dan tampilan tanpa mengurangi kualitas.

    Canopy Kain Sunbrella

    Kanopi kain Sunbrella punya bentuk unik menyerupai payung. Memiliki tampilan dan tekstur seperti kain tenda yang ringan, material sunbrella sangat baik dalam menahan panas dan juga hujan serta menghalangi sinar UV dari matahari.

    Memang material yang satu ini harganya lebih tinggi daripada kanopi kain lainnya, namun keunggulannya juga tidak main-main. Tidak hanya tahan cuaca, material sunbrella memiliki karakteristik kain yang tahan jamur dan bahan kimia lain yang biasanya ada di air.

    Kain sunbrella juga jauh lebih awet daripada jenis kain kanopi lainnya lho! Bahkan bisa tahan hingga 10 tahun penggunaan.

    Demikian 5 alasan kenapa kamu harus pasang kanopi kain di rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Pilih Bed Cover Terbaik Agar Tidur Nyenyak & Kamar Estetik


    Jakarta

    Bed cover adalah selimut tebal yang melapisi tempat tidur sekaligus berfungsi sebagai dekorasi. Bed cover bukan hanya menghangatkan tubuh, tetapi bisa meningkatkan kenyamanan pemakainya di tempat tidur.

    Untuk pengalaman tidur lebih baik, pastikan memilih bed cover yang cocok untuk tempat tidur. Selain itu, pemilihan bed cover yang tepat dapat meningkatkan estetika kamar tidur, lho!

    Nah, supaya nggak salah pilih, simak cara memilih bed cover terbaik berikut ini.


    Tips Memilih Bed Cover

    1. Pertimbangkan Ukuran

    Hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah memilih bed cover yang ukurannya lebih besar daripada kasur Anda. Misalnya, jika Anda memiliki kasur ukuran queen, disarankan untuk memilih penutup selimut ukuran king. Namun, ini tergantung pada tampilan yang diinginkan.

    Namun, keputusan ini dapat bervariasi tergantung pada estetika yang diinginkan. Jika tujuannya adalah mendapatkan bed cover dengan tampilan sejajar dengan bagian atas kasur, pertimbangkan untuk memilih ukuran penutup selimut yang sesuai secara akurat dengan ukuran kasur Anda.

    2. Pilih Bahan yang Tepat

    Ketika Anda memilih bed cover, memahami berbagai jenis bahan yang tersedia dapat membantu Anda membuat keputusan yang tepat sesuai dengan preferensi dan kebutuhan Anda. Bed cover dapat terbuat dari berbagai material, dan setiap bahan membawa karakteristik uniknya sendiri.

    Penutup selimut dapat ditemukan dalam berbagai jenis bahan, seperti katun, linen, sutra, satin, campuran poliester, polyester jacquard, sintetis, dan flanel.

    Apapun bahan yang dipilih, yang penting tetap mempertimbangkan kenyamanan, daya tahan, dan kebernapasan bahan penutup selimut.

    3. Pertimbangkan Tekstur

    Pemilihan tekstur bed cover dapat menjadi elemen kunci dalam merancang tampilan dan nuansa kamar tidur Anda.

    Ketika memilih bed cover, perhatikan tekstur yang paling sesuai dengan preferensi Anda. Bed cover umumnya bertekstur halus seperti sutra, yang cocok untuk bantal dengan pola dan bantal bertekstur.

    Jika Anda ingin menambahkan elemen visual yang menarik dan langsung mencolok pada tempat tidur Anda, pertimbangkan untuk memilih bed cover berwaffle.

    Penutup selimut berwaffle memiliki tekstur unik dengan pola berlubang-lubang menyerupai wafel, sehingga memberikan visual yang menarik dan dimensi tambahan pada tempat tidur.

    4. Pilih Warna atau Pola yang Tepat

    Pertimbangkan apakah Anda ingin bed cover dengan pola atau warna polos, karena hal ini dapat mempengaruhi tampilan dan kenyamanan kamar tidur. Bed cover memiliki peran penting dalam menambahkan warna, pola, dan tekstur ke ruangan tidur sehingga menciptakan suasana yang lebih nyaman.

    Sebagai contoh, pemilihan bed cover dengan pola mencolok dapat memberikan minat visual yang dibutuhkan, terutama jika dinding kamar tidurnya polos. Sebaliknya, bed cover dengan warna solid yang kaya dapat menciptakan ruang yang nyaman dan mewah.

    5. Pertimbangkan Kualitas dan Iklim

    Menetapkan pilihan pada bed cover berkualitas tinggi terbuat dari bahan yang bagus, seperti katun yang banyak diminati karena kelembutannya. Bagi yang tinggal di daerah beriklim panas, penutup selimut katun dapat mempertahankan kesejukan, sementara sutra atau satin memberikan alternatif mewah dengan sentuhan lembut.

    Berinvestasi dalam set penutup selimut berkualitas tinggi menjamin masa pakai yang luar biasa, dengan perhatian khusus pada ketebalan kain sebagai penanda kualitas. Aspek kualitas juga mencakup memperhatikan ketebalan kain, indikator kehalusan dan kekuatan bahan.

    Dengan mengetahui konsep dan tips ini, Anda dapat membuat keputusan yang lebih cerdas saat memilih bed cover, agar menjamin kenyamanan dan kepuasan jangka panjang saat beristirahat.

    Itulah beberapa tips memilih bed cover terbaik agar bisa meningkatkan kualitas tidur. Semoga membantu!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kesalahan yang Biasa Dilakukan Saat Membersihkan Karpet


    Jakarta

    Penggunaan karpet bisa menambah kehangatan dan kenyamanan di setiap rumah. Akan tetapi, penggunaan karpet dapat mengumpulkan kotoran dan noda seiring berjalannya waktu.

    Membersihkan karpet secara asal akan merusak karpet dalam waktu cepat. Secara tidak sengaja mungkin kamu sering melakukan kesalahan dalam membersihkan karpet.

    Melansir angi.com, Jumat (4/10/2024), berikut kesalahan umum dalam membersihkan karpet sehingga menyebabkan kerusakan pada karpet.


    Tidak Membersihkan Karpet Berdasarkan Jenis

    Karpet terbagi menjadi dua kategori, yaitu serat sintetis dan serat alami. Penting bagi kamu untuk mengidentifikasi jenis karpet yang kamu miliki, hal itu akan menentukan produk pembersih mana yang cocok untuk karpet kamu.

    Sebelum menggunakan produk pembersih, baca labelnya dan lihat apakah produk tersebut aman untuk bahan karpet kamu.

    Tidak Segera Membersihkan Noda

    Aturan praktis yang baik adalah semakin cepat kamu membersihkan noda, semakin sedikit waktu yang dimilikinya untuk meresap ke dalam karpet kamu. Namun, ada beberapa noda yang mungkin sulit untuk segera diatasi.

    Noda cair seperti kopi dapat meresap hingga ke bantalan karpet. Cobalah untuk menyerap sebanyak mungkin cairan dari karpet terlebih dahulu sebelum menggunakan pembersih apapun.

    Menggosok Noda

    Sering kali dalam membersihkan karpet kamu selalu menggosokan noda di karpet. Hal itu tidak disarankan karena dapat merusak serat karpet dan membuat berjumbai. Cara ini juga dapat mendorong noda semakin dalam ke dasar karpet.

    Cobalah untuk segera mengoleskan larutan pembersih pilihan kamu langsung ke area yang terkena noda. Setelah mengoleskannya, tepuk-tepuk noda dengan handuk atau kain lap. Metode ini akan membantu menyerap sisa cairan ke dalam handuk.

    Tidak Menyedot Debu Secara Teratur

    Menyedot debu secara teratur tidak hanya menghilangkan kotoran, debu, dan bulu hewan peliharaan, tetapi juga membuat serat karpet menjadi lurus dan terasa lembut.

    Menggunakan Produk Pembersih dengan Bahan Kimia Keras

    Meskipun banyak produk pembersih yang bagus di pasaran, beberapa di antaranya menggunakan bahan kimia keras yang dapat menghasilkan asap beracun, seperti naftalena dan formaldehida.

    Untuk menghindari penggunaan produk pembersih yang beresiko, pastikan kamu membaca daftar bahan-bahan dengan seksama sebelum membelinya.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kepikiran Punya Rak Sepatu di Rumah? Simak Pilihan Bahan yang Bisa Dipakai


    Jakarta

    Jika kamu mencari rak sepatu yang kuat dan tahan lama, rak berbahan logam bisa menjadi pilihan terbaik. Rak sepatu logam, terutama yang terbuat dari baja tahan karat atau aluminium, menawarkan ketahanan yang luar biasa dan cocok untuk penggunaan jangka panjang.

    Rak Sepatu Logam yang Kuat dan Tahan Lama

    Melansir woodenstreet.com, jika kamu mencari rak sepatu yang kuat dan tahan lama, rak berbahan logam bisa menjadi pilihan terbaik. Rak sepatu logam, terutama yang terbuat dari baja tahan karat atau aluminium, menawarkan ketahanan yang luar biasa dan cocok untuk penggunaan jangka panjang.

    Rak Sepatu Kayu Tahan Lama dan Elegan

    Menurut mojoboutique.com, rak sepatu berbahan kayu menjadi pilihan favorit bagi banyak orang karena tampilannya yang natural dan kokoh. Kayu solid, seperti kayu jati atau mahoni, dikenal sangat kuat dan tahan lama, sedangkan kayu olahan (MDF atau plywood) lebih ringan dan ekonomis.


    Rak Sepatu Bambu untuk Bahan yang Ramah Lingkungan dan Estetis

    Melansir time.com, bambu adalah bahan yang semakin populer karena keawetannya dan kesan alami yang dihadirkan. Rak sepatu bambu cocok untuk kamu yang menginginkan furnitur ramah lingkungan dengan tampilan minimalis.

    Rak Sepatu Kain Fleksibel dan Hemat Ruang

    Jika ruang kamu terbatas, rak sepatu berbahan kain atau kanvas bisa menjadi pilihan yang tepat. Rak ini biasanya dilengkapi dengan rangka besi atau plastik yang mudah dipindahkan dan dirakit dan dibawa kemana-mana.

    Rak Sepatu Plastik yang Ekonomis dan Tahan Air

    Bagi kamu yang mencari rak sepatu dengan harga terjangkau dan mudah perawatan, rak sepatu plastik bisa menjadi solusinya. Rak berbahan plastik seperti PVC atau polypropylene memiliki keunggulan ringan, tahan air, dan mudah dibersihkan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Anggap Remeh! Begini Cara dan Waktu Tepat Mencuci Selimut



    Jakarta

    Selimut merupakan salah satu kain tebal yang digunakan untuk menghangatkan tubuh terutama ketika sedang tidur. Kain yang tebal dan jarang terlihat noda membuat orang selalu mengira selimut tetap bersih sehingga lupa untuk mencuci. Padahal, walau kelihatan bersih, selimut justru menyimpan banyak debu di dalamnya.

    Untuk itu, selimut juga perlu dicuci secara rutin seperti kain yang lain. Namun, kapan sebaiknya selimut harus dicuci?

    Menurut pakar binatu di SudShare, Laurie Fulford, seperti dikutip dari situs Homes and Gardens, waktu mencuci selimut tergantung dengan seberapa sering selimut tersebut menyentuh dengan tubuh manusia atau hewan.


    “Jika selimut tidak sering menyentuh tubuh manusia apalagi hewan peliharaan, maka aman untuk mencuci selimut setiap satu bulan sekali. Namun, jika sering bersentuhan dengan tubuh manusia atau hewan peliharaan maka perlu dicuci setiap satu hingga dua minggu sekali,” ujar Fulford.

    Mencuci selimut memang hal yang penting untuk menjaga selimut tetap bersih guna mencegah timbulnya gejala alergi terutama pada kulit. Bahkan, selimut tetap kotor jika tidak digunakan dan hanya disimpan di dalam lemari. Sebab, debu-debu akan menempel terutama pada lapisan selimut terluar. Debu inilah yang akhirnya dapat beterbangan dan menempel di udara, rambut, hingga kulit manusia.

    Walau mencuci selimut terdengar sulit karena bahannya yang tebal, kamu bisa gunakan jasa binatu. Akan tetapi, mencuci selimut sendiri sebetulnya tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut terdapat 3 tips untuk mencuci selimut.

    1. Pisahkan selimut dari pakaian lain. Hindari mencuci selimut dan seprai bersamaan.
    2. Jangan gunakan air panas saat mencuci karena dapat membuat selimut menyusut dan bahannya menjadi rusak.
    3. Pilih siklus halus pada mesin cuci agar selimut tetap lembut dan bebas serat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Selimut Tebal Jangan Dicuci di Mesin Cuci, Ini Caranya yang Benar


    Jakarta

    Kamar tidur wajib dijaga kebersihannya secara rutin. Sebab, ruangan ini menjadi tempat bagi penghuni rumah agar bisa beristirahat dengan nyenyak.

    Membersihkan kamar tidur tidak hanya menyapu lantai atau mengganti seprai kasur, tapi juga perlu mencuci selimut. Sebab, seiring penggunaan kain ini akan mudah kotor dan bisa saja mengeluarkan bau tak sedap.

    Namun, mencuci selimut tidak bisa sembarangan. Apalagi jika selimut di kamar ukurannya besar dan tebal, tentu akan sulit jika dicuci ke dalam mesin cuci.


    Namun tak perlu khawatir. Sebab, ada cara mudah untuk membersihkan selimut tanpa harus dicuci menggunakan mesin cuci. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Mudah Mencuci Selimut Tebal

    Apabila selimut di rumah cenderung tipis dan kecil, tentu tidak akan masalah jika dicuci langsung menggunakan mesin cuci. Namun kalau selimut ukurannya besar dan tebal, disarankan untuk dicuci secara manual menggunakan tangan.

    Selimut yang tebal tentu tidak akan muat jika dimasukkan ke dalam mesin cuci, terutama yang ukurannya kecil. Selain itu, mesin cuci harus bekerja lebih ekstra karena kain yang dicuci tebal dan berat, apalagi jika sudah bercampur dengan air.

    Dilansir situs House Digest, Selasa (11/11/2025), selimut tebal bisa dicuci dengan menggunakan bak air berukuran besar. Agar tidak salah, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Tuang Air Hangat ke Bak

    Langkah pertama adalah dengan menuangkan air hangat hingga setengah bak. Air hangat berfungsi untuk membunuh kuman dan bakteri yang menempel di selimut.

    2. Masukkan Deterjen Cair

    Agar selimut lebih bersih dan wangi, tuang 2-3 tutup botol deterjen cair ke dalam bak. Setelah itu, aduk air hangat dan deterjen agar tercampur rata sampai menimbulkan buih-buih sabun.

    3. Masukkan Selimut ke Bak

    Jika sudah tercampur rata, masukkan selimut ke dalam bak hingga terendam seluruhnya. Aduk selimut selama 5-10 menit agar membantu menghilangkan kotoran yang menempel.

    Jika sudah diaduk, rendam selimut selama 1-2 jam agar sabun deterjen dapat bekerja menyingkirkan kotoran yang menempel serta memberikan efek wangi.

    4. Bilas Selimut dengan Air

    Setelah direndam, bilas selimut menggunakan air bersih. Proses ini dilakukan untuk menghilangkan sisa-sisa kotoran dan busa sabun yang menempel.

    Jika sudah dibilas, peras selimut menggunakan tangan secara perlahan. Proses ini mungkin memakan waktu cukup lama karena ukuran selimut yang besar dan berat karena menampung banyak air.

    5. Jemur Selimut di Bawah Matahari

    Selimut yang sudah diperas tentu tidak akan langsung kering. Masih banyak sisa-sisa air yang mengendap di dalam kain sehingga terasa berat.

    Untuk itu, selimut wajib dijemur di bawah sinar matahari. Sebaiknya jemur selimut di halaman rumah atau carport yang terbuka agar selimut benar-benar kering dengan sempurna.

    Itulah cara mencuci selimut dengan mudah dan cepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Baju Harus Dibalik saat Dicuci? Ini Kata Pakar



    Jakarta

    Saat mencuci baju, biasanya dilakukan dalam keadaan terbalik yaitu bagian dalamnya di luar. Hal ini ternyata ada manfaatnya lho.

    Membalik pakaian saat dicuci bisa menjaga warna agar tidak pudar. Selain itu, membalik bagian dalam jeans ke luar bisa mencegah iritasi bahan pakaian lain yang sensitif karena bergesekan dengan ritsleting, kancing, atau bahan berat lainnya.

    “Mencuci pakaian dan membaliknya akan membantu melindungi kain luar dari gesekan selama pencucian, yang sangat penting untuk mempertahankan warna dan membuat pakaian tampak baru,” kata Forrest Webber, pemilik Bear Brothers Cleaning dikutip dari Real Simple, Selasa (25/11/2025).


    Selain itu, cara ini juga bisa melindungi motif dan sulaman pakaian membersihkan bagian dalam pakaian hingga menghilangkan keringat.

    Walaupun membalik pakaian tidak bisa mencegah warna pudar, setidaknya bisa memperlambat proses itu.

    Walau demikian, tidak semua pakaian bisa dicuci dengan cara bagian dalamnya dibalik. Berikut ini beberapa pakaian yang bisa dicuci dengan bagian dalam yang ada di luar.

    – Jeans
    – Pakaian olahraga
    – Kemeja katun
    – Pakaian berwarna cerah
    – Pakaian berwarna gelap
    – Bahan halus dan bebas noda

    Kalau ada pakaian berwarna gelap atau cerah dan ingin mempertahankan kecerahan warnanya, balikkan pakaian tersebut sebelum dicuci.

    “Ini akan mencegah pudarnya pakaian berwarna gelap atau cerah dan akan mempertahankan sulaman atau sablon,” kata Webber.

    Kalau pakaian terkena noda, perlu mengatasinya terlebih dulu dan membersihkannya dengan sisi yang benar. Ini akan membantu menghilangkan noda sebaik mungkin.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com