Tag: kain pel

  • Cara Efektif Ngepel Lantai Agar Nggak Muncul Bau Amis


    Jakarta

    Lantai rumah sebaiknya sering dibersihkan dengan cara disapu dan dipel. Lantai yang bersih dan wangi tentu bikin penghuninya merasa nyaman berjalan di dalam rumah.

    Namun, cara ngepel yang kurang tepat justru bisa membuat tetap kotor, bahkan muncul bau amis. Jangan sampai capek-capek ngepel lantai, tapi hasilnya sia-sia.

    Lantas, bagaimana cara yang tepat buat ngepel lantai biar nggak muncul bau amis? Simak penjelasannya berikut ini.


    Cara Pel Lantai Agar Tidak Bau Amis

    Inilah cara mengepel yang efektif membuat wangi, nggak khawatir muncul bau amis, dikutip dari Cleanipedia.

    1. Bersihkan Ember

    Pastikan menggunakan ember yang bersih ketika hendak mengepel lantai. Sebaiknya langsung membilas ember pel setelah selesai digunakan.

    Bersihkan ember lalu dijemur di bawah bawah sinar matahari untuk membantu sanitasi pel. Ember yang tidak dibersihkan akan meninggalkan kerak di dalamnya, sehingga menimbulkan bau tak sedap pada air pel.

    2. Bersihkan Kain Pel

    Kain pel yang kotor bisa membuat lantai bau. Jagalah kebersihan kain pel dengan segera membilas dan dijemur kering setiap selesai digunakan. Jangan biarkan kain pel lembap karena bisa memicu bau tak sedap.

    Selain itu, cuci pel secara rutin dengan detergen agar kain pel tetap bersih dan bebas dari kuman. Disarankan kain pel diganti setiap tiga bulan sekali.

    3. Sering Ganti Air Pel

    Air pel lama-lama akan kotor dan bau setelah digunakan berulang kali. Pastikan untuk sering mengganti air pel terutama air berubah jadi butek dan berbau.

    Jika ingin lebih optimal, coba gunakan air hangat agar kotoran yang menempel di lantai lebih mudah dibersihkan.

    4. Gunakan Pembersih Lantai dengan Pewangi

    Mengepel lantai tak hanya membersihkan kotoran tetapi juga membasmi kuman dan bakteri. Sebaiknya campurkan pembersih lantai yang wangi agar lantai harum dan bersih maksimal.

    5. Gunakan Teknik Ngepel yang Tepat

    Teknik ngepel juga mempengaruhi kebersihan lantai. Jika memakai pel dengan kepala serupa rumbai-rumbai tali, bersihkan lantai dengan gerakkan menyerupai angka delapan.

    Kalau alat pel terbuat dari spons, bersihkan lantai dengan gerakan maju mundur. Lantai yang dibersihkan dengan baik akan mencegah bau amis pada lantai.

    Itulah cara mengepel lantai agar tidak bau amis. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 7 Tips Mengepel Lantai Agar Bersih Kinclong dan Tidak Bau Amis


    Jakarta

    Agar rumah tetap bersih dan nyaman maka lantai perlu dipel secara rutin. Langkah ini dapat membersihkan lantai dari kotoran, debu, hingga minyak menempel.

    Namun, lantai yang sudah dipel terkadang justru tetap kotor dan bahkan tercium aroma amis yang bikin enek. Hal ini tentu dapat mengganggu kenyamanan dan bikin lelah karena harus kembali mengepel lantai.

    Sebenarnya, ada beberapa tips saat mengepel lantai agar bersih, kinclong, dan tidak mengeluarkan bau amis. Penasaran? Simak tipsnya di bawah ini.


    Tips Mengepel Lantai Agar Bersih dan Wangi

    Ada sejumlah tips dalam mengepel lantai agar tetap bersih dan wangi. Dikutip dari situs Martha Stewart dan The Spruce, berikut cara mengepel lantai agar bersih dan wangi:

    1. Sapu Lantai dengan Bersih

    Tips yang pertama adalah menyapu lantai hingga bersih sebelum dipel. Jika tidak disapu, maka debu, kotoran, hingga sisa makanan yang jatuh ke lantai akan tetap berserakan meski sudah dipel.

    Bahkan, kotoran dan debu justru bisa menyebar ke area lain karena ikut terbawa oleh kain pel. Maka tak heran setelah lantai dipel tapi tetap terasa kotor dan lengket.

    2. Pakai Air Bersih

    Saat mengepel lantai, pastikan kamu menggunakan air bersih dan cairan pembersih khusus lantai. Jika menggunakan air kotor, maka kotoran di dalam air akan menempel di kain pel dan terbawa saat mengepel. Hal ini yang membuat lantai malah tambah kotor dan menjadi bau amis.

    Jika mencuci dan membilas kain pel langsung di ember, pastikan memakai dua ember yang berbeda. Jadi, satu ember berisi air cairan pembersih lantai sedangkan ember satunya lagi untuk membilas kotoran.

    3. Pel dengan Teknik yang Tepat

    Ternyata, teknik mengepel yang salah juga bisa membuat kotoran justru menyebar ke seluruh lantai. Lakukan mengepel dengan cara bergerak mundur sehingga tidak menginjak lantai yang basah.

    Selain itu, mulai mengepel dari sudut terjauh dari pintu dan pel di sepanjang tepi dinding terlebih dahulu. Ayunkan kain pel maju dan mundur dengan membentuk angka ‘8’ di seluruh ruangan.

    Setelah beberapa kali mengepel maka kain pel akan menjadi kotor dan berwarna hitam. Kemudian balikkan pel ke sisi lainnya yang masih bersih. Jika kedua sisi kain pel sudah kotor maka segera dicuci hingga bersih.

    4. Jangan Terlalu Banyak Sabun

    Mengepel lantai memang membutuhkan sabun lantai, tapi hindari menggunakannya terlalu banyak karena membuat lantai lengket dan cepat kotor. Maka dari itu, sebaiknya gunakan sabun lantai sesuai petunjuk kemasan dan sesuai dengan jenis lantai. Hindari memakan sabun cuci piring karena berisiko merusak keramik lantai.

    5. Cuci Bersih Kain Pel

    Setelah digunakan, segera cuci bersih kain pel dan keringkan. Cara ini dilakukan agar kain pel tetap bersih dan mencegah bau apek, sehingga tidak memicu pertumbuhan jamur dan bakteri. Perlu diingat, menggunakan kain kotor untuk mengepel dapat membuat lantai menjadi bau amis.

    Untuk membersihkan kain pel juga gampang, cukup bilas kain pel secara menyeluruh dalam ember yang berisi air panas, kemudian peras kain sampai kering hingga tidak ada air tersisa.

    6. Keringkan Kain Pel

    Agar kain pel bisa digunakan kembali, sebaiknya keringkan kain di tempat yang terkena sinar matahari. Semakin cepat kering kain pel juga meminimalisir kemungkinan untuk menjadi bau.

    Cara mengeringkan kain pel juga tidak bisa sembarangan. Letakkan kepala pel secara terbalik di area yang berventilasi baik hingga kering secara menyeluruh. Hindari meletakkan kain pel di lantai atau menyimpannya di lemari saat basah.

    7. Ganti Kain Pel Secara Berkala

    Kain pel yang sudah sangat kotor tentu akan tetap mengeluarkan bau tak sedap meski sudah dicuci berkali-kali. Itu tandanya kain pel harus diganti dengan yang baru. Disarankan memilih kain pel berbahan mikrofiber agar dapat mengangkat kotoran membandel dengan mudah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Lantai Berbau Amis Usai Dipel? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Mengepel lantai adalah salah satu aktivitas rutin dilakukan ketika membersihkan rumah. Lantai akan jauh lebih bersih, wangi, dan tidak berminyak setelah dipel.

    Sayangnya, pada beberapa kejadian didapati lantai justru berbau amis dan terasa berminyak setelah dipel. Hal ini tentu mengherankan karena mengepel lantai bukan aktivitas yang sulit. Lantas, apa penyebabnya?

    Dilansir situs Hunker, berikut beberapa penyebab dan cara mengatasi bau amis yang muncul setelah mengepel.


    1. Air Pel Jarang Diganti

    Saat mengepel yang dibutuhkan hanya air, pengharum lantai, dan alat pel. Kemungkinan besar, bau amis muncul karena air yang digunakan memang berbau atau air pel tersebut jarang diganti. Oleh karena itu ketika digunakan, lantai tidak menjadi bersih dan harum, melainkan terasa lengket dan berbau.

    Anjurannya setiap mengepel, air yang digunakan harus diganti. Setelah selesai digunakan untuk mengepel seluruh rumah, air tersebut dibuang. Keesokan harinya pakai air dan cairan pewangi yang baru. Sebab, air yang lama pasti sudah terkontaminasi kotoran dan bakteri.

    Untuk menghilangkan bakteri dan bau amis bisa juga memakai cairan pemutih dengan takaran secukupnya.

    2. Alat Pel

    Selain air yang digunakan, cek pula kain pel. Bisa jadi masalahnya ada pada pel tersebut. Ciri-ciri kain pel yang kotor adalah yang ditemukan banyak kotoran menempel, berubah warna, dan berbau meski dicelupkan ke air baru.

    Cara untuk membersihkan kain pel adalah dengan dicuci seperti mencuci pakaian. Rendam dahulu menggunakan air hangat lalu bersihkan menggunakan sabun. Bilas hingga warnanya tidak terlalu gelap dan tidak berbau. Mencuci kain pel harus dilakukan sehari sekali setelah atau sebelum mengepel lantai.

    Ketika mengepel lantai juga dianjurkan ditambahkan cairan pewangi dan anti bakteri agar lantai melindungi permukaan lantai.

    3. Cek Sumber Bau Lain

    Meski kebanyakan lantai amis setelah dipel disebabkan oleh kain pel dan airnya, tidak menutup kemungkinan jika penyebabnya adalah dari hal lain. Sebagai contoh, ada makanan atau kotoran yang jatuh ke lantai. Makanan seperti telur, seafood, atau daging biasanya menimbulkan bau yang kuat dan bisa menempel lama.

    Jika mengalami hal seperti itu, sebelum lantai dipel sebaiknya bersihkan dahulu bekas makanan atau kotoran tersebut menggunakan campuran baking soda dengan air. Lalu biarkan campuran tersebut semalaman.

    Bila masih tidak berhasil, cari sumber bau lain. Beberapa kasus ditemukan bahwa sumber bau justru dari perabotan yang ada di rumah. Sebagai contoh karpet yang sudah lama tidak dicuci.

    4. Tutupi dengan Pengharum Ruangan

    Bila semua penyebab di atas sudah diatasi namun lantai masih tercium bau amis, semprot pengharum ruangan ke sekitar area tersebut. Setelah kering, coba usap lantai dengan kain yang bersih agar tidak licin ketika diinjak.

    Bisa juga dengan meletakkan semangkuk cairan pembersih serbaguna di area tersebut dan diamkan semalaman untuk menutupi sebagian aroma amis dari lantai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    Lihat juga Video ‘Lantai Bau Amis Setelah Dipel? Ini Alasannya’:

    (aqi/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Lantai Rumah Bau Amis Setelah Dipel? Coba 5 Cara Ampuh Ini!


    Jakarta

    Mengepel lantai merupakan kegiatan bersih-bersih yang perlu dilakukan secara rutin. Jika tidak, maka lantai akan terlihat kotor dan terasa lengket saat diinjak.

    Setelah dipel, lantai rumah akan jadi bersih dan terasa wangi. Namun terkadang, lantai justru mengeluarkan aroma tak sedap seperti bau amis yang sangat menyengat.

    Kondisi ini tentu sangat mengganggu kenyamanan para penghuni rumah. Apalagi jika ada tamu yang datang, tentu mereka akan risih karena mencium bau amis dari lantai.


    Namun jangan khawatir, lantai rumah yang bau amis setelah dipel dapat diatasi dengan mudah. Ingin tahu caranya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Mudah Atasi Lantai Bau Amis Setelah Dipel

    Ada beberapa cara mudah yang bisa dilakukan untuk mengatasi lantai bau amis setelah dipel. Dilansir situs Be The Story dan Eufy, berikut langkah-langkahnya:

    1. Cuka dan Kulit Jeruk

    Cara yang pertama bisa menggunakan cuka putih dan kulit jeruk. Kedua bahan ini diklaim ampuh untuk mengatasi bau amis di lantai secara alami.

    Caranya dengan memasukkan beberapa kulit jeruk ke dalam wadah, lalu tuang cuka putih hingga setengah wadah, kemudian tambahkan air secukupnya. Simpan wadah di tempat yang sejuk selama tiga minggu agar bereaksi.

    Setelah disimpan, tuang cairan kulit jeruk yang sudah tercampur dengan cuka putih dan air ke dalam botol semprot. Lalu, gunakan cairan tersebut untuk membersihkan lantai yang bau amis.

    2. Pakai Air Bersih

    Pastikan menggunakan air bersih saat mengepel lantai rumah. Hindari menggunakan air kotor yang sudah digunakan untuk mengepel lantai sebelumnya karena dapat memicu bau amis.

    Disarankan untuk menggunakan air hangat saat mengepel lantai agar kotoran yang menempel di lantai keramik dapat dibersihkan dengan lebih mudah.

    3. Jaga Kebersihan Kain Pel

    Meski sudah menggunakan cairan pembersih yang sangat wangi, lantai masih bisa tercium bau amis jika kain pel sudah kotor. Tanda-tanda kain pel kotor biasanya terlihat dari kain yang sudah menghitam dan tercium aroma tidak sedap.

    Sebaiknya segera mengganti kain pel dengan yang baru. Selain mencegah bau amis, mengepel lantai akan lebih mudah dan cepat karena kain pel mampu mengangkat kotoran secara optimal.

    4. Bersihkan Ember

    Selain itu, perhatikan juga ember yang digunakan untuk mengepel lantai. Walau sudah menggunakan kain pel baru dan air bersih, tapi jika ember dipenuhi kotoran maka semuanya akan jadi sia-sia.

    Dianjurkan untuk segera membuang air kotor dari dalam ember. Kalau dibiarkan selama berhari-hari bisa menyebabkan bau tidak sedap dan menimbulkan banyak jamur.

    5. Gunakan Cairan Pembersih Lantai

    Agar lantai selalu wangi saat dipel, pastikan menggunakan cairan pembersih lantai yang dijual bebas. Selain dapat mengangkat kotoran, cairan ini juga mampu membunuh bakteri dan kuman. Alhasil, lantai rumah jadi lebih bersih, wangi, dan kinclong.

    Itulah lima cara mudah mengatasi lantai bau amis setelah dipel. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Kenapa Lantai Malah Lengket Habis Dipel? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Pernahkah ngepel lantai tapi setelahnya malah terasa lengket? Kejadian seperti itu pastinya bikin sebal, sebab penghuni sudah capek-capek mengepel tapi hasilnya mengecewakan.

    Padahal, penghuni bakal nyaman sekali kalau bisa berjalan di lantai yang bersih, kinclong, dan keset. Tapi tenang aja, ada kok cara memastikan lantai enggak lengket setelah dipel.

    Sebelum itu, penghuni rumah harus tau kenapa lantai bisa lengket usai dipel. Berikut ini penjelasannya.


    Penyebab Lantai Lengket Habis Dipel

    Inilah beberapa alasan lantai malah lengket setelah dipel, dikutip dari Maid2Match, Selasa (18/11/2025)

    1. Terlalu Banyak Cairan Pembersih

    Biasanya penghuni rumah suka mencampurkan cairan pembersih ke air pel. Terlalu banyak menuangkan cairan pembersih bisa meninggalkan residu di lantai. Residu itu yang bikin lantai lengket.

    Pastikan takaran cairan pembersih atau rasio produk dengan airnya sesuai. Ikuti petunjuk produk agar tidak berlebihan. Penghuni juga boleh pel lantai lagi setelahnya pakai air hangat buat menghilangkan sisa produk pembersih.

    2. Air Pel Kotor

    Lantai lengket habis pel dapat disebabkan oleh penggunaan air pel yang sudah kotor. Air pel kotor perlu diganti dengan yang baru ya. Jika tidak, sama saja menyebarkan kotoran di lantai.

    3. Lantai Kurang Kering

    Kebiasaan menginjak lantai saat lantai baru dipel bisa bikin lantai licin dan meninggalkan bercak lengket. Setelah dipel, lantai perlu dibiarkan dulu sampai kering.

    Buka jendela atau nyalakan kipas angin agar lantai cepat kering. Selain itu, penghuni dapat mengeringkan lantai pakai kain pel kering.

    4. Sisa Tumpahan

    Lantai dapur yang lengket bisa disebabkan oleh sisa kotoran yang tidak dibersihkan dengan benar. Misalnya ada sisa tumpahan jus atau saus yang belum tuntas dibersihkan. Oleh karena itu, penghuni perlu bersihkan tumpahan dulu sebelum mengepel seluruh lantai.

    5. Kain Pel Kotor

    Kain pel yang kotor justru menyebarkan kotoran pada lantai. Kain ini juga lembap sehingga meninggalkan residu lengket pada lantai.

    Nah, penghuni seharusnya mencuci kain pel setelah selesai mengepel lantai. Cuci kain pel pakai air panas dan detergen lembut, lalu biarkan mengering.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi lantai lengket setelah dipel. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 5 Cara Menyimpan Alat-alat Kebersihan Beserta Lokasi yang Tepat di Rumah


    Jakarta

    Alat kebersihan adalah perlengkapan di rumah yang pasti dipakai setiap hari, maka harus ditempatkan di spot yang terjangkau. Dengan begitu kamu dengan mudah mengambil dan menempatkan kembali alat kebersihan.

    Selain mudah dijangkau, cara menyimpan atau meletakkan alat kebersihan harus tepat sehingga tidak mudah rusak, bau, dan .

    Melansir The Spruce, Sabtu (20/7/2024), berikut cara tepat menyimpan alat-alat kebersihan beserta lokasinya di rumah.


    1. Ruang Kosong di Dekat Pintu

    Area kosong di dekat pintu yang luas secara vertikal bisa untuk meletakkan Alat pel dan sapu. Sebenarnya banyak orang sudah menerapkan cara ini, tetapi semakin akhir-akhir ini orang lebih memilih meletakkan sapu di ruangan belakang karena jika di depan mengganggu estetika.

    Cara menyimpannya bisa digantung di permukaan pintu dengan pengait atau penjepit. Tambahkan kawat atau keranjang plastik untuk menaruh pengki, kemoceng, dan sikat gosok kecil. Kamu juga bisa menggantungkan handuk atau lap untuk mengelap dan botol semprotan. Selain itu, kamu juga bisa memakai gantungan yang banyak kantong. Ini bisa berguna untuk menyimpan botol-botol cairan pembersih, kain, dan sikat.

    2. Pakai Lemari yang Memanjang

    Dengan lemari tampilannya jauh lebih tertutup. Simpan alat-alat kebersihan di tempat penyimpanan gantung. Tempat penyimpanan yang didesain untuk sweater sangat cocok. Beri label pada setiap tempat pembersih kaca, kain, pembersih debu, pembersih kamar mandi, dll. Kamu bisa dengan mudah mengambil alat yang kamu butuhkan saat tiba waktunya untuk membersihkan.

    Gunakan pengait berbentuk S di atas gantungan lemari untuk menggantung kain pel dan sapu. Jangan lupakan ruang di dinding lemari. Mungkin saja ada ruang untuk menyelipkan beberapa keranjang gantung yang sempit, seperti yang digunakan untuk surat atau majalah, di antara batang lemari dan kusen pintu.

    3. Pasang Penyimpanan yang Mudah Diambil

    Pastikan alat kebersihan mudah diambil. Coba pasang sebuah rak yang bisa diputar di dalam lemari untuk memudahkan akses ke semua alat-alat kebersihan. Dengan cara ini, kamu bisa menggunakan setiap produk dan mengawasi kapan saatnya untuk mengganti persediaan.

    4. Gunakan Rak yang Memiliki Roda

    Jika di dalam kamar mandi sulit diambil, kamu bisa mencoba rak yang memiliki roda sehingga kamu bisa membawa ke depan dan belakang rumah. Lalu, untuk menyimpannya agar lebih tertutup bisa dipojok ruangan.

    5. Gunakan Keranjang dan Bak di dalam Rak

    Keranjang pembersih sangat berguna untuk menyimpan peralatan berdasarkan fungsinya. Selain pada saat digunakan mudah, pada saat mengganti alat kebersihan yang sudah habis juga mudah mengetahuinya. Kamu bisa memisahkan alat kebersihan untuk kamar mandi, dapur, dan ruang tamu, dan gunakan bak plastik transparan berlabel untuk melihat dengan cepat persediaan yang kamu miliki.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Membersihkan Dapur


    Jakarta

    Membersihkan dapur di rumah terkadang susah-susah gampang. Butuh ketelatenan mengingat banyaknya barang di ruangan tersebut. Belum lagi noda-noda bekas memasak seperti minyak, kecap, atau kerak nasi.

    Kondisi dapur yang berantakan dapat menjadi sumber kuman dan bakteri. Apabila masuk ke dalam makanan akan memicu penyakit. Selain itu, dapur yang kotor juga berbahaya. Lantai yang licin karena air atau minyak bisa menyebabkan terpeleset.

    Agar dapur selalu bersih, melansir Tom’s Guide, Selasa (22/10/2024), kamu perlu menghindari kesalahan-kesalahan dalam membersihkan dapur berikut ini.


    1. Tidak Membersihkan Seluruh Peralatan Dapur

    Seringkali saat kamu membersihkan dapur hanya sekedar pada area tertentu saja. Pada bagian peralatan, seperti kompor jarang kamu bersihkan secara rutin sehingga menimbulkan kotoran yang menumpuk.

    Pastikan juga kamu membersihkan bagian dalam lemari es dan juga pada oven. Oven dan lemari es menjadi peralatan yang cepat kotor dan peralatan ini akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk membersihkannya.

    2. Terlalu Banyak Air di Lantai Kayu

    Bagi dapur kamu yang memakai lantai kayu di area dapur, kamu harus memperhatikan cara membersihkannya dengan benar. Pastikan tidak membiarkan air menggenang di permukaanya.

    Air yang berlebih akan merusak lantai kayu, nantinya akan timbul lengkungan atau area yang busuk. Seiring waktu, tampilannya akan berubah daan biaya perbaikan cukup mahal. Hal ini terjadi karena kayu mengembang dan mengerut secara tidak merata karena lembap.

    Air ini juga bisa berasal dari air pengepel lantai. Untuk menghindari kerusakan pada lantai kayu, pastikan kain pel tidak dalam keadaan air masih meneter. Memang sebaiknya, lantai kayu cukup dibersihkan dengan cara mengelapnya dengan kain pel lembap secara merata di permukaan dengan tekanan tambahan untuk membersihkan noda.

    3. Tidak Membersihkan Bekas Gosong di Kompor

    Salah satu noda yang paling sering ditemui di kompor adalah noda gosong dan bekas hangus. Noda ini muncul saat makanan tumpah atau terciprat dari peralatan masak dan permukaan kompor kaca akan terbakar saat bersentuhan.

    Kamu tidak boleh mengabaikan noda yang ada, karena semakin lama dibiarkan maka akan semakin susah untuk dibersihkan. Namun, kamu perlu berhati-hati dalam membersihkannya karena bisa saja jadi permukaan kompornya yang rusak karena tergores. Lebih baik gunakan alat pengikis dan membersihkan kompor kaca secara teratur agar tidak ada noda yang menempel.

    4. Membiarkan Saluran Pembuangan Tersumbat

    Saluran air adalah salah satu komponen di rumah yang mudah bermasalah. Mulai dari saluran tersumbat, bocor, atau mengeluarkan bau. Jika sudah begitu, kamu harus mengatasinya secepat mungkin. Semakin kecil penyumbatan semakin mudah untuk dibersihkan. Kebanyakan sumbatan bisa dilarutkan dengan menggunakan cuka putih dan soda kue.

    5. Gagal Membersihkan Tempat Sampah

    Tempat sampah dapur kerap menjadi barang di dapur yang terakhir dibersihkan, namun jangan sampai dilewatkan. Kamu harus membuang sampah setiap hari agar tidak ada noda, kotoran, dan bakteri yang berkembang di dapur. Apalagi tempat sampah cepat bau apabila tidak langsung dibuang keluar.

    Untuk membersihkan tempat sampah, kamu bisa menggunakan sabun cuci piring, lalu bilas dengan air atau kain basah. Kamu juga bisa menggunakan sikat untuk menjangkau celah-celah dan noda yang menempel.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Agar Warna Lantai Kayu Tahan Lama dan Tak Cepat Pudar


    Jakarta

    Lantai kayu menjadi pilihan yang bisa digunakan untuk lantai rumah kamu. Namun, perawatan lantai kayu berbeda dengan permukaan lantai yang lain. Kamu perlu lebih hati-hati agar permukaan tidak cepat rusak.

    Tanda lantai kayu di rumah mengalami kerusakan adalah warnanya yang memudar. Kualitasnya yang menurun dapat mengurangi daya tarik lantai karena warnanya menjadi pucat dan tidak seperti kayu lagi.

    Kamu tidak perlu khawatir, melansir The Spruce, Jumat (1/11/2024), berikut beberapa cara mencegah lantai kayu di rumah memudar.


    1. Bersihkan Secara Rutin

    Menyapu lantai secara rutin merupakan salah satu cara menjaga kualitas dari lantai kayu. Kotoran yang lepas saat diinjak akan mengikis lapisan cat dan lama-kelamaan akan membuat lantai terkikis.

    Saat ingin mengepel, wajib untuk memeriksa ulang produk pembersih karena banyak bahan kimia rumah tangga yang dapat melarutkan lapisan paling luar. Beberapa bahan yang harus dihindari adalah amonia, cuka, dan pemutih. Selain itu, pakai kain pel yang lembut untuk menggosok ubin.

    2. Jangan Biarkan Lantai Kayu Terlalu Lembap

    Pastikan ruangan yang memakai lantai kayu tidak terlalu lembap. Hal ini menyebabkan pemuaian dan penyusutan termal sehingga menimbulkan lengkungan. Lama-lama tidak hanya akan membuat lantai kayu menjadi kusam dan rusak, tetapi juga akan memudarkan warna dari lantai kayu tu sendiri.

    3. Sering Menata Ulang Furniture dan Melapisi Karpet

    Cara mencegah lantai kayu rusak karena paparan matahari di rumah adalah menata ulang furniture sesekali. Cara ini bisa mencegah bercak-bercak pada permukaannya hilang.

    Selain itu, kamu bisa menggunakan karpet di area lantai kayu dan merotasi furniture setiap satu atau dua tahun sekali. Dengan begitu tidak terjadi pemudaran warna yang tidak merata.

    4. Batasi Paparan Matahari

    Lantai kayu secara alami akan teroksidasi saat terkena sinar matahari, sehingga mengubah corak warna kayu. Coba pakai tirai untuk membatasi intensitas sinar matahari.

    5. Pertimbangkan Bahan Sebelum Membeli

    Pertimbangkan untuk memilih spesies kayu yang tidak mudah pudar. Sebagai produk alami, kayu memang berubah warna seiring waktu dan ini dapat membuat lantai kamu tampak lebih lembut dan bahkan lebih indah dengan kedalaman warna yang ditambahkan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jenis Kain Pel Lantai dan Perbedaannya, Kamu Sudah Tahu?


    Jakarta

    Salah satu cara untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan ketika berada di rumah adalah dengan mengepel lantai. Lantai yang kotor, berdebu, bau dan lengket membuat penghuni rumah tak nyaman.

    Terlebih, bila ada anak kecil atau bayi di rumah, lantai yang kotor pun bisa jadi sumber penyakit. Virus dan bakteri jahat bisa terhirup atau menempel pada kulit hingga menyebabkan sakit.

    Mengepel lantai ternyata tidak juga bisa sembarangan. Cairan dan alat pel yang dipakai juga harus sesuai dengan karakteristik lantai.


    Berikut 6 jenis kain pel lantai rumah dikutip dari The Spruce

    1. Pel datar (flat mop)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Sesuai namanya, pel jenis ini memiliki bentuk datar yang biasanya dilengkapi dengan bantalan yang bisa diganti atau dipakai ulang. Pel datar termasuk kain pel yang paling umum dan banyak digunakan.

    Pel datar sangat cocok digunakan sehari-hari, mudah digunakan, dan tidak memerlukan banyak usaha dalam persiapannya. Pel datar juga efektif membersihkan sudut-sudut, meskipun mungkin perlu usaha lebih untuk menghilangkan kotoran yang menempel kuat.

    Keunggulan lainnya adalah kepala pel datar bisa dicuci di mesin cuci dan pengering sehingga menjadikannya pilihan yang lebih higienis. Selain itu, pel datar cenderung menahan lebih sedikit air. Hal ini berguna untuk melindungi lantai yang rentan terhadap kerusakan akibat air.

    2. Pel spons (sponge mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel jenis ini memiliki kepala spons yang biasanya dilengkapi dengan penjepit. Pel ini cocok untuk membersihkan lantai keramik dan permukaan yang tidak rata. Sayangnya, pel spons rentan menjadi tempat penyebaran bakteri jika dirawat dengan cara yang tidak tepat.

    Nah, biar nggak menjadi sarang bakteri, bilas pel setelah digunakan. Setelah itu, keringkan dengan sempurna agar bakteri tidak berkembang. Saat spons pada pel ini mulai rusak atau pel mulai berbau dan berubah warna, segera ganti kepala pel.

    3. Pel debu (dust mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel debu dapat digunakan untuk membersihkan berbagai permukaan, termasuk dinding, langit-langit, dan lampu ringan. Pel jenis ini biasanya memiliki pegangan panjang yang memungkinkanmu mencapai tempat-tempat yang sulit dijangkau.

    Pel debu bisa terbuat dari berbagai bahan, seperti wol domba, mikrofiber, dan sintetis. Sesuai namanya, pel jenis ini digunakan untuk membersihkan debu di permukaan yang kering. Pastikan untuk mencuci kepala pel debu setelah digunakan.

    4. Pel tali (string mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel tali merupakan jenis pel yang sering ditemukan. Pel ini cukup tradisional terbuat dari katun. Pel tali memiliki daya serap yang baik dan kemampuan membersihkan yang efektif. Pel ini juga mudah digunakan untuk membersihkan sudut-sudut yang sulit dijangkau.

    Sayangnya, memeras pel tali seringkali menjadi PR tersendiri. Pel tali juga cenderung lebih cepat rusak. Nah, karena itu, hati-hati saat ingin mencuci dan mengeringkan pel ini, ya!

    5. Pel kain (strip mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel kain merupakan jenis pel yang digunakan di permukaan yang basah. Pel jenis ini memiliki kepala sintetis berbentuk strip dengan penjepit bawaan. Daya serap pel ini mungkin tak sekuat pel yang terbuat dari katun. Namun, pel ini lebih nyaman dan mudah dirawat.

    Pel kain tetap efisien dalam membersihkan lantai dan kadang-kadang memiliki kemampuan sedikit lebih baik dalam menggosok daripada kain pel datar. Kepala pel kain ini bisa kering dengan cepat sehingga tidak mudah menimbulkan bau tidak sedap atau menjadi kotor.

    6. Pel uap (Steam mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel uap menjadi jenis pel paling canggih. Pel jenis ini memiliki tangki isi ulang untuk air yang dioperasikan dengan cara dihubungkan ke aliran listrik.

    Pel uap bekerja dengan cara memanaskan air dan mengubahnya menjadi uap. Lalu, uap tersebut dikeluarkan melalui kain pel yang dapat digunakan kembali.

    Pel uap sangat efektif dalam membersihkan dan mendisinfeksi lantai. Namun, harganya relatif lebih mahal daripada pel jenis lain dan mungkin tidak cocok untuk semua jenis lantai.

    Perlu diingat bahwa penggunaan pel uap secara sembarangan bisa menyebabkan kerusakan serius pada lantai kayu dan laminasi, serta berpotensi menyebabkan luka bakar pada kulit jika tidak digunakan dengan hati-hati.

    Itulah 6 jenis pel lantai rumah. Sebelum memilih jenis pel yang tepat untuk rumah, pertimbangkan jenis lantai yang akan kamu bersihkan. Dengan memilih jenis pel yang sesuai, kamu bisa membersihkan rumah dengan lebih efisien dan hasil yang memuaskan.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Membersihkan Plafon, Lengkap dengan Alat dan Caranya



    Jakarta

    Plafon merupakan salah satu bagian rumah yang cukup penting karena dapat melindungi panas dan air hujan. Ternyata, plafon juga perlu dibersihkan.

    Pembersihan plafon tidak perlu terlalu sering dilakukan. Dilansir dari The Spruce, kamu bisa membersihkan plafon setiap dua tahun sekali, atau saat kamu pindah ke tempat baru. Nah, berikut ini alat-alat dan bahan yang perlu kamu siapkan untuk membersihkan plafon.

    Peralatan

    1. Kemoceng dengan gagang yang bisa diperpanjang
    2. Penyedot debu dengan sambungan sikat
    3. Kain mikrofiber
    4. Roller cat
    5. Botol semprot
    6. Kain pel kering yang rata (opsional)


    Bahan

    1. Cuka putih
    2. Air
    3. Sabun cuci piring cair
    4. Spons melamin (opsional)
    5. Pembersih minyak (opsional)
    6. Pemutih (opsional)

    Cara Membersihkan Plafon

    1. Vakum atau Bersihkan Dengan Kemoceng

    Kamu bisa mulai membersihkan debu dan kotoran yang ada di permukaan. Hal ini bisa dilakukan dengan kemoceng bergagang panjang agar bisa dengan mudah menjangkau plafon atau dengan selang dan sikat penyedot debu. Bersihkan debu atau vakum plafon dengan perlahan, dari satu sisi ke sisi lainnya.

    2. Bersihkan Sudut-sudut dan Lis Plafon

    Jangan lupa untuk membersihkan sudut-sudut dan area di sekitar lis di mana debu bisa mudah menumpuk dari waktu ke waktu. Pakai kain mikrofiber kering untuk membersihkan debu dan menyeka area tersebut dengan hati-hati. Pastikan kamu membersihkan debu sebanyak mungkin, karena debu yang menempel kemungkinan ada yang menyebar ke area lain.

    3. Buat Campuran Pembersih

    Campuran pembersih terbaik untuk plafon adalah dengan larutan pembersih superstar-cuka. Campurkan 2 cangkir air hangat, 1/4 cangkir cuka, dan 1 sendok makan sabun cuci piring, lalu tuangkan ke dalam botol semprotan kosong.

    4. Semprotkan Campuran Pembersih

    Semprotkan larutan pembersih ke seluruh plafon, berhati-hatilah agar tidak ada bagian yang terlewat. Campuran harus disemprotkan secara menyeluruh tanpa membasahi plafon, sebab hal ini bisa menimbulkan kerusakan akibat air dan membuat plafon terlihat jelek.

    Lalu, ambil roller cat yang bersih dan lembab dengan gagang yang bisa diperpanjang dan roll di plafon. Lakukan secara perlahan dan merata, sebab hal ini berfungsi sebagai penggosokan yang lembut untuk campuran pembersih.

    5. Keringkan Plafon

    Ambil beberapa kain mikrofiber bersih dan mulai keringkan plafon yang baru saja dibersihkan. Usapkan kain dengan lembut ke atas dan ke bawah plafon, biarkan kain menyerap sisa cairan dari campuran pembersih.

    Kalau lengan pegal karena mengangkat untuk mengeringkan plafon, kamu bisa coba letakkan kain bersih di dasar pel lantai. Lalu, pegang kain pel secara terbalik mengarah ke atas, dan gunakan untuk mengeringkan plafon sampai kering.

    6. Membersihkan Noda Membandel

    Cari noda yang tersisa, berikut cara membersihkannya
    – Noda jelaga: Gunakan spons melamin untuk membersihkan noda jelaga yang kecil. Basahi spons dan oleskan sedikit minyak oles untuk menghilangkan noda jelaga
    – Noda minyak: Gunakan pembersih khusus anti minyak untuk menghilangkan noda minyak membandel, dan ikuti petunjuk dari produsennya
    – Noda air: Campurkan 9 sendok air dengan 1 sendok pemutih dalam botol semprot, lalu ulangi tiga sampai empat kali atau sampai noda hilang

    Tips Agar Plafon Tetap Bersih Lebih Lama

    Setelah membersihkan plafon, kamu bisa lakukan ini agar plafon tetap bersih lebih lama dengan mengikuti tips berikut
    1. Bersihkan sudut-sudut plafon secara rutin di mana debu dan kotoran mudah menumpuk. Lakukan langkah ini setiap bulan dengan menggunakan kemoceng.
    2. Bersihkan noda kecil segera untuk mencegahnya menjadi noda membandel di kemudian hari
    3. Kamu bisa mempertimbangkan untuk menggunakan penghisap asap dapur untuk menyedot minyak dan kelembaban berlebih di dapur.

    Itulah alat-alat dan cara untuk membersihkan plafon. Semoga bermanfaat ya!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com