Tag: kamar anak

  • 5 Tips Desain Kamar yang Bisa Bikin Anak Tumbuh Kreatif



    Jakarta

    Anak-anak usia dini biasanya memiliki imajinasi yang luas dan kuat sehingga mereka sering melihat dunia yang biasanya tidak dilihat oleh orang dewasa. Namun, untuk mengeksplorasi pikiran anak untuk tumbuh kreatif perlu adanya lingkungan yang mendukung dan sehat, salah satu lingkungan yang paling utama adalah di rumah.

    Dikutip dari Home Guide, Rabu (24/1/2024), kamar anak adalah salah satu dari tempat anak-anak yang bisa jadi tempat untuk mendorong anak-anak bermimpi besar. Tempat ini bisa menjadi area bersantai, tumbuh, bermain untuk menghibur diri. Oleh karena itu desain interior diperlukan untuk menciptakan ruangan yang menyenangkan agar pemikiran kreatif dan kepribadian anak akan terdorong.

    Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini detikProperti telah merangkum lima tips desain kamar yang bisa bikin anak tumbuh kreatif.


    1. Buat Dengan Sederhana

    Zaman sekarang anak-anak mengalami pertumbuhan dengan kelebihan sensorik setiap harinya. Ada banyak teknologi yang saat ini sudah dijadikan untuk menarik perhatian penonton, seperti televisi, internet, game digital, smartphone, dan sebagainya yang memiliki tampilan warna-warni.

    Itulah kenapa kamar anak harus dibuat lebih simpel dan bersih tetapi juga tidak boleh terlalu polos dan membosankan. Sebab terlalu terang dan menarik juga tidak boleh dilakukan. Hal ini dikarenakan anak memiliki kelebihan sensorik yang bisa menghalanginya untuk bermimpi dan mengeksplorasi imajinasi sehingga ruangan perlu dibuat untuk anak memiliki satu titik fokus tanpa terlihat terlalu sibuk. Misalnya seperti karya seni dinding atau wallpaper bermotif agar memiliki sedikit keragaman tanpa terlalu ramai.

    Tambahkan juga lemari penyimpanan untuk mainan dengan penataan modern agar bisa menutup kekacauan yang dilakukan oleh anak kamu ketika sedang memproses kreativitasnya.

    2. Karya Seni dan Cahaya Alami

    Karya seni punya peran penting untuk mendorong kreativitas anak. Jika kamu memiliki kamar yang lebih besar, kamu bisa menambahkan beberapa karya seni yang ingin ditampilkan seperti foto, cetakan, poster dan lukisan warna warni sebab kreativitas anak yang cenderung artistik harus ditampilkan.

    Selain itu, karya anak juga bisa berfokus pada kreatifitas dengan mendorong perkembangan interaksi misalnya seperti musik, patung, atau kreasi tanah liat lainnya yang bisa digunakan anak untuk menjadi elemen fokus di dalam kamar. Karya seni ini perlu pencahayaan yang optimal, sehingga taruh di dekat cahaya alami yang cukup masuk dan memberikan penerangan yang baik.

    3. Dinding Menjadi Kanvas

    Dinding bisa menjadi kanvas untuk anak kamu memproses imajinasi. Selain bisa menempatkan wallpaper bermotif atau fotografi, kamu bisa melibatkan anak kamu dengan melukis dinding dengan bahan-bahan cat seperti cat air, tinta, graffiti dan stensil. Ini bisa juga peluang untuk menghabiskan waktu dengan keluarga kamu dan membuat kenangan berharga saat mengecat dinding bersama si kecil.

    4. Hati-Hati saat Anak Berbagi Kamar

    Jika kamu memiliki dua anak atau lebih, berbagi ruangan bisa menjadi hal yang perlu diperhatikan agar tidak adanya kekacauan, apalagi anak memiliki kepribadian yang berbeda sehingga konsep desain interior juga harus menyesuaikan dengan anak-anak kamu.

    Mustahil untuk mewujudkan semua keinginan anak kamu, tetapi menaruh elemen yang bisa memberikan kebahagiaan semua orang tidak mustahil. Jika putri dan putra kamu punya kesenangan yang berbeda, kamu bisa membuat harmoni visual yang dipadukan. Misalnya, kamar anak kamu bisa menggabungkan meja futuristik ditambah dengan karpet lembut berwarna pastel.

    5. Desain Tetap Fleksibel

    Seiring waktu preferensi anak kamu bisa berubah selama bertambahnya usia. Dalam beberapa tahun, desain kamar yang kekanakan akan membuat anak kamu tidak menyukainya lagi saat tumbuh besar. Ini sebabnya dekorasi harus bisa fleksibel dan mudah dimodifikasi.

    Misalnya, dibanding mencoret tembok yang bisa membutuhkan waktu untuk dimodifikasi ulang, lebih baik menempelkan stiker yang disukai si kecil. Konsep juga eksekusi yang penting untuk menyesuaikan ide. Jika ada gambaran jelas tentang konsep kamar kamu, maka perabotan dan aksesoris harus disesuaikan dengan ide tersebut. Misalnya, jika anak kamu suka planet dan bintang, kamu bisa memilih aksesoris yang berhubungan dengan konsep itu seperti stiker bintang yang menyala.

    Itulah 5 tips desain kamar yang bisa bikin anak kreatif. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Islam Anjurkan Kamar Anak Terpisah dari Orang Tua, Ini Ketentuannya



    Jakarta

    Ajaran Islam mengatur setiap aspek kehidupan manusia, termasuk cara orang tua mengasuh anak. Sebab anak merupakan amanah yang diberikan Allah SWT kepada para orang tua.

    Maka sebagai orang tua, mempunyai kewajiban untuk merawat anak-anak mengikuti perintah dan larangan Allah SWT. Salah satu hal yang perlu diperhatikan antara lain memisahkan tempat tidur anak ketika sudah mencapai usia tertentu.

    Melansir dari NU Online, Islam menganjurkan anak-anak memiliki tempat tidur terpisah. Adapun ketentuan usia dan cara memisahkan tempat tidur sebagai berikut.


    Ketentuan Usia

    Rasulullah SAW bersabda:

    مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا، وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

    “Perintahlah anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat mereka berumur tujuh tahun, pukullah mereka (jika tidak melaksanakan salat) saat mereka telah berumur sepuluh tahun, dan pisahlah tempat tidur di antara mereka.” (HR Abu Daud).

    Para ulama pun berpendapat, berdasarkan hadits tersebut, tempat tidur anak harus dipisah dari orang tua maupun saudaranya saat anak sudah menginjak usia sepuluh tahun.

    Selain untuk mengikuti dalil itu, pemisahan tempat tidur dimaksudkan agar menjauhi prasangka buruk (mawadhi’ at-tuham) serta mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pasalnya, usia sepuluh tahun merupakan usia mulai munculnya syahwat (madzinnah as-syahwat).

    Meski demikian, sebagian ulama berpendapat bahwa kewajiban memisahkan tempat tidur anak dimulai sejak usia tujuh tahun. Pandangan ini salah satunya diusung oleh Imam az-Zarkasyi berdasarkan dalil hadits lain yang menyebutkan usia tujuh tahun sebagai usia pemisahan tempat tidur anak.

    Dalam Kitab Asna al-Mathalib oleh Syekh Zakaria al-Anshari menjelaskan imam az-Zarkasyi dan ulama lainnya berpendapat berdasarkan hadits riwayat Imam Daruquthni dan Imam Hakim yang sahih menurut syarat kualifikasi Imam Muslim.

    “Jika anak kalian telah berumur tujuh tahun, maka pisahlah ranjang tidur mereka.”

    Adapun penetapan usia tujuh tahun dalam pemisahan tempat tidur anak dianggap lemah oleh para ulama. Hadits yang menyebut perintah memisahkan tempat tidur anak saat usia tujuh tahun juga diyakini bersifat anjuran atau sunah, sehingga tidak sampai mengarah pada hukum wajib.

    Cara Memisah Tempat Tidur

    Memisahkan tempat tidur antara anak dan orang tua bisa dilakukan dalam dua cara, sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Hasyiyah ar-Ramli al-Kabir. Pertama, memisahkan tempat tidur dengan memiliki tempat tidur masing-masing bagi anak dan orang tua. Cara ini merupakan yang paling utama untuk diamalkan karena paling berhati-hati (al-ahwath).

    Kedua, tempat tidur cukup satu tetapi anak dan orang tua berada di tempat yang terpisah dan tidak saling berdekatan. Namun, sebaiknya orang tua senantiasa bijak dan memperhatikan sarana dan prasarana yang tersedia dalam rumahnya.

    Apabila ruangan rumah terbatas dan tidak memungkinkan untuk memisahkan tempat tidur dengan kamar lain, maka boleh mengikuti cara kedua. Dengan catatan anak dan orang tua tidak tidur berdekatan dan menempel.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Furniture Ini Wajib Ada di Kamar Anak



    Jakarta

    Kamar anak merupakan ruang pribadi yang semestinya disesuaikan dengan kebutuhan anak. Tak hanya estetika kamar saja yang perlu diperhatikan, tetapi perlu juga memastikan ruangan fungsional dengan diisi furnitur yang tepat.

    Sebagai orang tua mungkin masih bingung akan menaruh perabotan apa di dalam kamar anak. Kamu bisa memulai dengan beberapa furnitur dasar yang memenuhi kebutuhan anak sehari-hari seperti istirahat, belajar, dan bermain.

    Melansir dari laman livspace pada Selasa (26/3/2024), berikut ini beberapa furnitur yang wajib ada di kamar anak.


    Tempat Tidur

    Perabotan yang paling mendasar di kamar anak tentunya tempat tidur yang nyaman. Pastikan untuk memilih tempat tidur yang didesain aman untuk anak-anak serta nyaman digunakan bersitirahat. Jika kamar tersebut ditempati oleh lebih dari satu anak, kamu bisa mempertimbangkan tempat tidur tingkat atau sorong.

    Meja Belajar

    Meja belajar menjadi perabot yang esensial di kamar anak, terutama bagi yang sudah sekolah atau akan segera masuk sekolah. Meja ini dikhususkan untuk kegiatan seperti mengerjakan PR dan belajar untuk ujian. Pastikan meja cukup lega, mempunyai ketinggian yang sesuai buat anak, dan memiliki tempat penyimpanan.

    Lemari Pakaian

    Supaya kamar lebih rapi dan terorganisir, sediakan lemari pakaian dengan beberapa ruang penyimpanan seperti laci, tempat gantungan, dan rak. Dengan begini, anak bisa menyimpan pakaian dengan lebih teratur. Selain itu, pilih lemari pakaian dengan desain yang aman buat penggunaan anak.

    Cermin

    Meski anak-anak belum terlalu memperhatikan penampilan, ada baiknya menyediakan cermin atau tempat berhias. Sebab, akan ada masanya anak mulai memperhatikan penampilannya. Selain untuk bercermin, furnitur ini juga membantu membuat ruangan terlihat lebih luas sekaligus dapat memantulkan cahaya.

    Meja Bermain

    Masa kanak-kanak sudah semestinya diisi dengan kegiatan bermain. Anak tentu membutuhkan ruang yang lega di lantai buat bermain, tetapi akan lebih baik menambahkan meja bermain juga di kamar anak. Meja bermain yang ideal memiliki sudut yang melengkung dan terbuat dari bahan yang aman apabila terkena coretan, tumpahan, dan goresan.

    Itulah beberapa furniture yang wajib ada di kamar anak untuk mendukung kehidupan hariannya. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Ukuran Kamar Anak yang Ideal di Rumah


    Jakarta

    Sebagai orang tua, merancang kamar anak yang nyaman dan fungsional adalah prioritas. Salah satu elemen penting dalam desain kamar anak adalah menentukan ukuran kamar anak yang ideal.

    Ruang yang memadai tidak hanya mendukung kenyamanan, tetapi juga membantu tumbuh kembang anak dengan optimal. Berikut ini informasi untuk membuat kamar anak yang ideal di rumah.

    Ukuran Kamar Anak Berdasarkan Usia

    Setiap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda dalam hal ruang, seperti balita usia 0-5 tahun ukuran kamar yang ideal adalah 9-10 meter persegi. Untuk balita kamar tidur tidak memerlukan banyak ruang, karena kebutuhan utama mereka area tidur dan sedikit ruang bermain. Jika kamu memiliki anak usia sekolah (6-12) tahun, maka kamu harus menyediakan ruang sekitar 10-12 meter persegi.


    Anak usia sekolah membutuhkan ruang untuk belajar, bermain, dan menyimpan barang-barang pribadi. Kamu juga bisa menambahkan meja belajar dan rak buku agar anak bisa beraktivitas dengan nyaman.

    Ada pula kamar untuk usia remaja sekitar 13 tahun ke atas, ukuran kamar yang cocok untuk anak usia remaja berkisar di 12-15 meter persegi, remaja membutuhkan lebih banyak ruang untuk privasi, penyimpanan, dan area belajar yang lebih besar. Kamar mereka juga bisa kamu lengkapi dengan tempat duduk tambahan atau meja kerja yang luas.

    Tips Memaksimalkan Ruang di Kamar Anak

    Untuk ruang yang terbatas, ada beberapa cara agar kamar anak tetap fungsional dan nyaman. Kamu bisa menggunakan tempat tidur dengan laci penyimpanan atau meja belajar yang bisa dilipat.

    Pemanfaatan dinding juga harus kamu perhatikan, dengan memasang rak dinding untuk menyimpan mainan, buku, atau barang-barang lain agar menghemat ruang. Zonasi ruangan untuk membagi kamar menjadi beberapa zona seperti area tidur, belajar, dan bermain agar ruangan lebih teratur dan fungsional.

    Desain Kamar Anak Minimalis untuk Ruang Kecil

    Jika kamu memiliki kamar anak dengan luas terbatas, desain minimalis bisa menjadi solusi yang tepat. Gunakan furnitur esensial dan pertimbangkan warna cerah seperti putih atau pastel untuk memberikan kesan luas pada ruangan, gunakan juga tempat tidur bertingkat atau meja lipat untuk menghemat ruang.

    Mengutip dari coohom.com, pada Kamis (12/7/2024). Pilih furnitur yang ukurannya sesuai dengan ruangan dan usia anak. Sertakan banyak ruang penyimpanan untuk menjaga mainan, pakaian, dan barang-barang lainnya agar tetap teratur.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jenis dan Warna Dinding yang Cocok untuk Kamar Anak


    Jakarta

    Kamar anak adalah tempat di mana mereka bisa bermain, belajar, dan beristirahat dengan nyaman.

    Mengutip The spruce, memilih warna dinding kamar anak yang tepat sangat penting karena warna memiliki pengaruh besar terhadap suasana hati dan kreativitas anak.

    Pilihan Warna Dinding untuk Kamar Anak Berdasarkan Usia

    Setiap usia anak memiliki kebutuhan warna yang berbeda, untuk kamar bayi, pilihlah warna yang lembut seperti pastel atau krem yang bisa menciptakan suasana menenangkan. Sedangkan, untuk kamar balita, warna-warna seperti kuning, hijau muda, atau oranye akan merangsang kreativitas dan semangat pada anak. Sementara itu, bagi anak usia sekolah, warna-warna netral seperti biru dan abu-abu cocok untuk mendukung konsentrasi saat belajar.


    Jenis Cat yang Aman untuk Kamar Anak

    Pastikan kamu memilih cat dinding yang ramah lingkungan dan aman untuk kesehatan anak, seperti cat berbahan dasar air dan rendah VOC (volatile organic compounds). Selain aman, jenis cat ini juga tidak menimbulkan bau yang menyengat, sehingga lebih nyaman untuk kamar anak.

    Tren Desain Kamar Anak dengan Warna yang Menarik

    Salah satu trend yang sedang populer adalah menggunakan dinding aksen, kamu bisa memilih satu dinding untuk diberi warna cerah atau menggunakan wallpaper dengan motif yang disukai anak. Pilihan lain adalah mengombinasikan dua warna berbeda dalam satu ruangan, misalnya biru muda dan putih untuk kesan dinamis.

    Memilih Warna yang Sesuai dengan Kepribadian anak

    Memahami kepribadian anak dapat membantu kamu dalam menentukan warna dinding yang cocok. Jika anak kamu aktif dan enerjik, warna seperti merah muda atau oranye bisa menjadi pilihan tepat. Sedangkan untuk anak yang lebih terang, seperti warna biru atau hijau akan memberikan efek menenangkan.

    Keselarasan Warna Dinding dengan Dekorasi Kamar

    Setelah memilih warna dinding, pastikan kamu juga mempertimbangkan keselarasan dengan furnitur dan dekorasi kamar anak. Warna dinding yang serasi dengan tempat tidur, meja belajar, dan tirai akan menciptakan suasana kamar yang akan menciptakan suasana kamar yang harmonis dan nyaman.

    Menggunakan Wallpaper dan Stiker Dinding untuk Kamar Anak

    Alternatif lain selain cat adalah wallpaper atau stiker dinding. Ini adalah pilihan yang fleksibel karena mudah diganti sesuai perkembangan usia dan minat anak. Kamu bisa memilih motif lucu seperti binatang, karakter kartun, atau tema yang disukai anak-anak.

    Inspirasi Desain Minimalis dan Skandinavia untuk Kamar Anak

    Jika kamu menyukai gaya minimalis, pilihlah warna-warna netral seperti putih, abu-abu, atau krem yang cocok untuk desain kamar anak minimalis. Desain Skandinavia juga bisa menjadi pilihan menarik. Cerahkan kamar anak anda dengan ide-ide cat yang sesuai dengan palet warna atau gaya apa pun.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Saja yang Perlu Diperhatikan saat Mendesain Kamar Anak? Berikut Ulasannya


    Jakarta

    Mendesain kamar anak bisa menjadi tantangan yang menyenangkan, namun memerlukan perencanaan matang.

    Selain aspek estetika, ada berbagai hal yang harus diperhatikan agar kamar anak menjadi tempat yang nyaman, aman, dan mendukung tumbuh kembang nya.

    Dilansir dari tollbrothers.com, berikut adaah beberapa aspek yang perlu kamu pertimbangkan saat mendesain kamar si kecil.


    Pemilihan Warna yang Tepat untuk Kamar Anak

    Pemilihan warna sangat berpengaruh pada suasana hati anak. Warna cerah seperti biru muda, hijau, atau kuning bisa memberikan kesan ceria, sementara warna pastel cocok untuk menciptakan nuansa tenang.

    Kamu harus menghindari pemilihan warna yang terlalu gelap karena bisa membuat anak merasa tidak nyaman atau sulit tidur.

    Keamanan Furnitur dan Dekorasi

    Keamanan harus menjadi prioritas utama dalam mendesain kamar anak. Patikan seluruh furnitur memiliki sudut yang tumpul untuk mencegah cedera. Selain itu, pastikan lemari, rak, dan perabot lainnya dipasang dengan kuat di dinding agar tidak mudah jatuh. Gunakan juga bahan yang ramah anak, seperti kayu tanpa zat kimia berbahaya.

    Pencahayaan yang baik dan aman

    Pencahayaan Yang tepat sangat penting untuk kenyamanan dan kesehatan mata anak. Lampu yang terlalu terang dapat menstimulasi atau bahkan membahayakan mata bayi Anda yang sensitif dan sedang berkembang.

    Pastikan kamar mendapatkan cukup pencahayaan alami di siang hari. Untuk malam hari, kamu bisa menggunakan lampu tidur yang memberikan cahaya lembut agar anak merasa nyaman saat tidur, sekaligus mencegah silau yang bisa mengganggu istirahat.

    Ruang Penyimpanan yang Praktis dan Terjangkau

    Anak-anak biasanya memiliki banyak mainan dan barang-barang kecil. Oleh karena itu, kamu harus menyediakan ruang penyimpanan yang cukup, seperti rak dinding, kotak mainan, atau lemari kecil yang mudah diakses oleh anak. Ini juga bisa mengajarkan anak untuk lebih rapi dan bertanggung jawab terhadap barang-barangnya.

    Dekorasi Edukatif dan Menyenangkan

    Dekorasi kamar anak tidak hanya harus menarik secara visual, tetapi juga bisa menjadi media edukasi. Kamu bisa menggunakan stiker dinding, poster, atau elemen dekoratif lainnya yang mengandung unsur pembelajaran, seperti angka, huruf-huruf, dan hewan. Ini akan membantu merangsang minat belajar anak sejak dini.

    Area Bermain yang Aman

    Jika memungkinkan, sediakan sudut khusus untuk bermain di kamar anak. Kamu bisa menggunakan karpet lembut atau matras di lantai untuk mencegah anak cedera saat bermain. Selain itu, jauhkan mainan kecil dari jangkauan anak balita untuk menghindari risiko tertelan.

    Ventilasi dan Sirkulasi Udara yang Baik

    Jangan lupakan ventilasi yang baik di kamar anak. Udara yang bersih dan sirkulasi udara yang lancar sangat penting untuk menjaga kesehatan anak. Pastikan jendela bisa dibuka dengan mudah agar kamar tetap mendapatkan udara segar setiap hari.

    Udara segar yang masuk ke dalam kamar membuat suhu ruangan terasa lebih sejuk, sementara itu udara yang terperangkap di dalam ruangan secara terus menerus juga tidak baik, karena mengandung alergen seperti debu, tungau, atau spora jamur.

    Anak-anak lebih rentan terhadap masalah pernapasan seperti flu, batuk, atau pilek. Maka dari itu kamu harus memperhatikan tingkapan atau jendela untuk sirkulasi udara yang maksimal.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Ukuran Kamar Anak yang Ideal


    Jakarta

    Sebagai orang tua, merancang kamar anak yang nyaman dan fungsional adalah prioritas. Salah satu elemen penting dalam desain kamar anak adalah menentukan ukuran kamar anak yang ideal.

    Ruang yang memadai tidak hanya mendukung kenyamanan, tetapi juga membantu tumbuh kembang anak dengan optimal. Mengutip coohom.com, pilih furnitur yang ukurannya sesuai dengan ruangan dan usia anak. Sertakan banyak ruang penyimpanan untuk menjaga mainan, pakaian, dan barang-barang lainnya agar tetap teratur.

    Ukuran Kamar Anak Berdasarkan Usia

    Setiap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda dalam hal ruang, seperti balita usia 0-5 tahun ukuran kamar yang ideal adalah 9-10 meter persegi. Untuk balita kamar tidur tidak memerlukan banyak ruang, karena kebutuhan utama mereka area tidur dan sedikit ruang bermain.


    Jika kamu memiliki anak usia sekolah (6-12) tahun, maka kamu harus menyediakan ruang sekitar 10-12 meter persegi.

    Anak usia sekolah membutuhkan ruang untuk belajar, bermain, dan menyimpan barang-barang pribadi. Kamu juga bisa menambahkan meja belajar dan rak buku agar anak bisa beraktivitas dengan nyaman.

    Ada pula kamar untuk usia remaja sekitar 13 tahun ke atas, ukuran kamar yang cocok untuk anak usia remaja berkisar di 12-15 meter persegi, remaja membutuhkan lebih banyak ruang untuk privasi, penyimpanan, dan area belajar yang lebih besar. Kamar mereka juga bisa kamu lengkapi dengan tempat duduk tambahan atau meja kerja yang luas.

    Tips Memaksimalkan Ruang di Kamar Anak

    Untuk ruang yang terbatas, ada beberapa cara agar kamar anak tetap fungsional dan nyaman. Kamu bisa menggunakan tempat tidur dengan laci penyimpanan atau meja belajar yang bisa dilipat.

    Pemanfaatan dinding juga harus kamu perhatikan, dengan memasang rak dinding untuk menyimpan mainan, buku, atau barang-barang lain agar menghemat ruang. Zonasi ruangan untuk membagi kamar menjadi beberapa zona seperti area tidur, belajar, dan bermain agar ruangan lebih teratur dan fungsional.

    Desain Kamar Anak Minimalis untuk Ruang Kecil

    Jika kamu memiliki kamar anak dengan luas terbatas, desain minimalis bisa menjadi solusi yang tepat. Gunakan furnitur esensial dan pertimbangkan warna cerah seperti putih atau pastel untuk memberikan kesan luas pada ruangan, gunakan juga tempat tidur bertingkat atau meja lipat untuk menghemat ruang.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Barang yang Nggak Boleh Ada di Kamar Anak


    Jakarta

    Sebagai orang tua, menciptakan lingkungan yang aman di kamar anak adalah prioritas utama. Ada beberapa barang yang sebaiknya tidak disimpan di kamar anak karena dapat menimbulkan risiko keselamatan.

    Kamu perlu menaruh perhatian lebih pada 5 barang ini karena bisa membahayakan keselamatan anak-anak.

    1. Mainan Kecil dan Barang yang Mudah Tertelan

    Barang-barang berukuran kecil seperti koin, balok kecil, atau bagian dari mainan bisa menimbulkan risiko tersedak, terutama pada balita. Mainan-mainan ini seringkali terlihat aman, namun bisa menjadi bahaya besar jika tidak diawasi dengan baik.


    Pastikan kamu membelikan mainan anak yang memiliki ukuran cukup besar dan sesuai dengan usianya, hindari memberi barang-barang kecil yang berpotensi tertelan.

    2. Peralatan Listrik Terbuka

    Kabel listrik atau perangkat elektronik yang tidak terlindungi bisa berbahaya bagi anak-anak, terutama mereka yang sedang dalam fase eksplorasi. Stop kontak terbuka, kabel panjang yang menjuntai, atau alat listrik lainnya bisa menyebabkan kejutan listrik atau bahkan kebakaran jika tidak diatur dengan baik.

    Dilansir dari momjunction.com. kamu akan terkejut betapa sulitnya mendekorasi kamar anak kamu. Ada banyak hal yang perlu diingat. Kamar tidur anak nda harus menjadi tempat yang membuat mereka merasa nyaman, aman, dan bahagia.

    Jadi, sebaiknya jauhkan furnitur dengan tepi tajam atau kabel yang menjuntai dari ruangan ini. Gunakan pelindung stop kontak dan atur kabel-kabel listrik di tempat yang sulit dijangkau oleh anak.

    3. Baterai Kancing

    Mainan atau perangkat yang menggunakan baterai kancing (button battery) sering ditemukan di kamar anak, padahal baterai ini sangat berbahaya jika tertelan atau masuk lewat hidung dan telinga.

    Baterai kancing dapat menyebabkan luka yang serius pada saluran pencernaan anak. Hindari mainan atau barang yang menggunakan baterai kecil, atau pastikan bawah kompartemen baterai terkunci dengan baik dan tidak mudah dibuka oleh anak-anak.

    4. Pewangi Ruangan Berbahan Kimia

    Dikutip dari, unair.ac.id. pewangi ruangan dengan bahan kimia kuat bisa menyebabkan gangguan pernapasan atau alergi pada anak. Zat kimia ini, jika terhirup dalam jangka waktu yang lama, dapat berdampak buruk pada kesehatan anak yang masih rentan.

    Kamu bisa menggunakan alternatif pewangi alami seperti bunga segar atau diffuser dengan minyak esensial yang aman untuk anak.

    “Paparan pewangi ruangan menghasilkan dampak negatif pada perubahan jaringan saluran napas, terutama pada selaput lendir. Dampak paparan pewangi ruangan cair pada perubahan histologi selaput lendir hidung lebih parah jika dibandingkan dengan paparan pewangi ruangan dalam bentuk gel,” katanya.

    5. Perabotan yang Tidak Stabil

    Menciptakan kamar yang aman bagi anak membutuhkan perhatian ekstra terhadap setiap detail, termasuk barang-barang yang ada di dalamnya. Dengan menghindari barang-barang yang berpotensi berbahaya, orang tua dapat memastikan kamar anak menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk tumbuh dan bermain.

    Lemari, meja, atau rak yang tidak stabil dapat dengan mudah terguling jika anak mencoba memanjat atau menariknya. Hal ini bisa menimbulkan risiko cedera serius. Kamu dapat memasang pengait dinding untuk mengamankan perabotan besar yang ada di kamar anak sudah dipasang dengan baik agar tidak mudah terguling.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Bolehkah Anak Tidur Satu Kamar dengan Orang Tua? Begini Ketentuannya dalam Islam


    Jakarta

    Saat masih kecil, kamu pasti pernah tidur bersama orang tua. Kemudian, saat kamu sudah bisa berjalan dan lebih aktif, baru orang tuamu mulai mengajarkan untuk tidur tempat tidur sendiri atau bahkan di kamar sendiri. Meskipun pada awalnya, kamu akan diawasi atau sesekali kembali tidur bersama mereka.

    Hal ini bukan karena kasur tidak lagi muat untuk ditempati banyak orang, melainkan mengajarkan keberanian dan kemandirian pada anak. Selain itu, dalam Islam ternyata hal ini dianjurkan. Melansir dari NU Online, Sabtu (9/11/2024), Islam menganjurkan setidaknya anak-anak memiliki tempat tidur terpisah.

    Adapun untuk ketentuan usia dan tata cara pemisahan tempat tidur yang dianjurkan dalam Islam, sebagai berikut.


    Ketentuan Usia

    Rasulullah SAW bersabda:

    مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا، وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

    “Perintahlah anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat mereka berumur tujuh tahun, pukullah mereka (jika tidak melaksanakan salat) saat mereka telah berumur sepuluh tahun, dan pisahlah tempat tidur di antara mereka.” (HR Abu Daud).

    Para ulama berpendapat, berdasarkan hadits tersebut, tempat tidur anak harus dipisah dari orang tua maupun saudaranya saat anak sudah menginjak usia sepuluh tahun.

    Tempat tidur terpisah ini juga untuk menghindari prasangka buruk (mawadhi’ at-tuham) serta mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pasalnya, usia sepuluh tahun merupakan usia mulai munculnya syahwat (madzinnah as-syahwat).

    Sebagian ulama ada yang berpendapat kewajiban memisahkan tempat tidur anak justru dimulai sejak usia tujuh tahun. Imam az-Zarkasyi salah satu yang berpendapat demikian, berdasarkan dalil hadist dari Kitab Asna al-Mathalib oleh Syekh Zakaria al-Anshar yang menyebutkan usia tujuh tahun sebagai usia pemisahan tempat tidur anak.

    “Jika anak kalian telah berumur tujuh tahun, maka pisahlah ranjang tidur mereka.”

    Adapun penetapan usia tujuh tahun dalam pemisahan tempat tidur anak dianggap lemah oleh para ulama. Hadits yang menyebut perintah memisahkan tempat tidur anak saat usia tujuh tahun juga diyakini bersifat anjuran atau sunah, sehingga tidak bersifat wajib.

    Ketentuan Pemisahan Tempat Tidur Anak dan Orang Tua

    Dalam Kitab Hasyiyah ar-Ramli al-Kabir, saat akan mengajak anak untuk tidur sendiri, orang tua bisa menerapkan 2 cara. Pertama, memisahkan tempat tidur dengan memiliki tempat tidur masing-masing bagi anak dan orang tua dalam satu ruangan. Cara ini merupakan yang paling utama untuk diamalkan karena paling berhati-hati (al-ahwath). Kedua, tempat tidur cukup satu tetapi anak dan orang tua berada di tempat yang terpisah dan tidak saling berdekatan.

    Namun, untuk cara yang kedua orang tua harus memastikan anak tetap nyaman dan tidur tidak berdekatan atau menempel dengan orang tua. Cara kedua ini juga lebih cocok untuk rumah yang tidak begitu luas.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! 5 Ide Dekorasi Kamar Tidur Anak Agar Terlihat Menarik



    Jakarta

    Mendesain kamar tidur anak bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan serta mengasyikan bagi orang tua dan anak. Menciptakan ruangan yang mencerminkan minat dan kepribadian anak dengan ide-ide dekorasi yang murah tetapi menarik.

    Dengan perencanaan yang matang dan sedikit kreativitas, kamu dapat mengubah kamar mereka menjadi lingkungan yang menarik tanpa anggaran yang besar. Hal ini adalah strategi yang sangat efektif untuk kamar tidur anak.

    Dilansir dari Homedit, berikut beberapa ide mendekorasi kamar tidur yang mudah dan hemat anggaran.


    Seni Dinding Buatan Sendiri

    Anak bisa menjadi seniman yang produktif, manfaatkan kreativitas anak untuk mendekorasi kamar tidur nya. Seperti melukis karya seni untuk dinding atau membuat patung legi yang paling menakjubkan.

    Hal ini tidak hanya akan menambah warna dan daya tarik pada ruangan, tetapi juga akan mencerminkan minat anak. Salah satu idenya adalah membuat dinding galeri yang menampilkan semua karya seni anak.

    ilustrasi kamar bayiilustrasi kamar bayi Foto: iStock

    Perbarui Furniture Bekas

    Sebagian besar furniture bekas dari kamar lain biasanya akan berakhir di kamar anak-anak. Ini adalah cara yang lebih murah dan ramah lingkungan untuk membeli furniture. Carilah furniture yang kokoh dan dibuat dengan baik sehingga tahan lama.

    Berikan tampilan baru pada furniture dengan membersihkannya secara menyeluruh dan mengecat ulang atau melapisinya dengan kain pelapis agar sesuai dengan warna dan desain kamar tidur anak.

    Violet decorations in cozy room for teenage girlViolet decorations in cozy room for teenage girl Foto: iStock

    Gunakan Cat untuk Membuat Ruangan Menjadi Menarik

    Cat merupakan elemen dekorasi yang relatif murah, namun dapat menghasilkan hasil yang luar biasa. Warna-warna cerah dan cemerlang memang menyenangkan untuk kamar anak, tetapi warna netral juga dapat digunakan untuk menciptakan kamar tidur yang tenang.

    Kamu dapat menggunakan cat untuk mewarnai ruangan atau menambahkan pola molding tiruan. Sangat penting untuk mendapatkan masukan dari anak kamu tentang warna yang ingin anak kamu lihat di kamar nya.

    Tambahkan Mural Dinding

    Tidak semua orang memiliki keterampilan melukis yang layak dipajang di dinding. Mural dinding tersedia dalam berbagai desain, mulai dari pemandangan alam dan tema fantasi. Pastikan kamu menemukan mural sesuai dengan minat anak.

    Mural dinding yang dapat dilepas dan ditempel sangat ideal untuk diterapkan sendiri. Pelepasan mural juga tidak mudah dan tidak menyebabkan kerusakan pada dinding. Hal ini menjadikannya salah satu elemen dekorasi terbaik untuk kamar anak-anak.

    Pilihlah Furniture Multifungsi

    Furniture multifungsi ideal untuk ruang kecil, tetapi juga menghemat anggaran. Pilihlah seperti ranjang bayi yang dapat diubah menjadi tempat tidur, dan tempat tidur susun yang dapat diubah menjadi tempat tidur kembar memberikan nilai jangka panjang.

    Carilah barang yang kokoh dan dibuat dengan baik yang dapat bertahan dalam penggunaan serta perubahan harian.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com