Tag: kamar mandi

  • 5 Cara Mudah Bersihkan Kerak di Keran Air agar Kinclong Lagi


    Jakarta

    Keran air di kamar mandi wajib dibersihkan secara rutin. Sebab, cipratan air dan sabun yang mengenai keran air bisa menimbulkan kerak dan noda ketika sudah kering.

    Kondisi itu menyebabkan keran air jadi terlihat kotor dan kusam. Jika dibiarkan maka lama-lama kerak makin sulit dihilangkan. Satu-satunya cara adalah dengan mengganti keran air dengan yang baru, tapi itu bikin detikers harus merogoh kocek lagi.

    Nah, ada beberapa cara mudah untuk membersihkan keran air dari kerak yang membandel. Bahkan, kamu bisa menggunakan bahan-bahan yang tersedia di rumah.


    Lantas, bagaimana cara membersihkan kerak di keran air agar kinclong lagi? Simak sejumlah tipsnya dalam artikel ini.

    Penyebab Muncul Kerak di Keran Air

    Dilansir SFGATE, Minggu (25/5/2025) munculnya kerak atau noda putih yang menempel pada keran merupakan sisa air sadah yang kaya akan mineral, seperti kalsium dan magnesium. Air sadah sebenarnya tidak berbahaya, tetapi bagi yang memiliki kulit sensitif bisa menimbulkan efek samping.

    Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan filter pada keran dan pancuran air mandi (shower) agar dapat menyaring mineral tinggi, sehingga tidak merusak peralatan di kamar mandi seperti keran dan wastafel.

    Penyebab lainnya karena sisa sabun atau shampo yang menempel di keran air dan tidak langsung dibersihkan. Kandungan mineral dan bahan kimia pada cairan tersebut bisa menimbulkan noda saat kondisinya sudah kering. Maka dari itu, penting untuk mengelap shower dan keran air setelah digunakan agar kondisinya tetap kering.

    Cara Membersihkan Kerak Membandel di Keran

    Apabila muncul kerak di keran kamar mandi, sudah saatnya untuk dibersihkan segera agar tidak semakin banyak. Bagaimana caranya? Simak di bawah ini:

    1. Baking Soda dan Sabun Cuci Piring

    Cara yang pertama adalah menggunakan baking soda dan sabun cuci piring. Kombinasi kedua bahan ini diklaim ampuh untuk membersihkan kerak yang sulit dihilangkan.

    Dilansir laman Tile Cloud, berikut cara penggunaannya:

    • Campur 2-3 sendok makan baking soda dan sabun cuci piring secukupnya ke dalam wadah
    • Aduk kedua bahan hingga tercampur rata
    • Setelah itu, oleskan ke keran yang berkerak secara menyeluruh dan diamkan selama 20-30 menit
    • Gosok dengan sikat secara perlahan sampai seluruh kerak terangkat
    • Terakhir, bilas dengan air agar tidak ada sisa kerak dan keringkan menggunakan kain lap.

    2. Cuka dan Sabun Cuci Piring

    Selain menggunakan baking soda, kamu juga bisa memanfaatkan cuka dan sabun cuci piring untuk membasmi kerak di keran air. Sifat asam pada cuka disebut ampuh untuk menghilangkan endapan kalsium yang menempel di keran. Berikut cara pakainya:

    • Teteskan 3-4 sendok teh cuka dan sabun cuci piring secukupnya ke dalam wadah
    • Aduk kedua bahan hingga tercampur rata
    • Setelah itu, oleskan ke keran yang berkerak secara menyeluruh dan diamkan selama 1 jam
    • Gosok dengan sikat secara perlahan sampai seluruh kerak terangkat
    • Terakhir, bilas dengan air agar tidak ada sisa kerak dan keringkan menggunakan kain lap.

    3. Pemutih dan Air Panas

    Cara lain untuk menghilangkan kerak adalah dengan pemutih. Sebagai catatan, kamu wajib memakai sarung tangan lateks dan baju lengan panjang agar cairan tidak mengenai kulit. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Campur pemutih dan air panas dengan perbandingan 1:4 ke dalam wadah
    • Lalu, oleskan cairan tersebut ke keran yang berkerak secara menyeluruh
    • Bilas keran dengan air panas dan diamkan beberapa saat hingga mencapai suhu ruangan
    • Setelah itu, keringkan keran menggunakan kain lap.

    4. Air Lemon

    Selain memakai cuka, kamu juga bisa menggunakan air lemon untuk mengangkat kerak di keran. Kandungan asam nitrat dan antibakteri pada lemon ternyata efektif untuk membersihkan noda yang menempel.

    Dikutip dari How Stuff Works, berikut cara pakai air lemon untuk membersihkan kerak:

    • Peras 3-4 buah jeruk lemon atau gunakan air lemon asli yang dijual di pasaran
    • Tuang air lemon ke keran secara menyeluruh
    • Gosok keran menggunakan sikat hingga semua kerak terangkat
    • Terakhir, bilas dengan air agar tidak ada sisa kerak dan keringkan menggunakan kain lap.

    5. Baking Soda dan Sabun Cair

    Kombinasi baking soda dan sabun cair ternyata juga bisa menghilangkan kerak yang menempel di keran. Berikut cara penggunaannya:

    • Siapkan baking soda dan sabun cair dengan perbandingan 2:1, lalu tuang ke wadah
    • Aduk hingga kedua bahan tercampur rata
    • Oleskan cairan ke keran yang berkerak secara menyeluruh
    • Lalu gosok dengan sikat secara perlahan sampai seluruh kerak terangkat
    • Terakhir, bilas dengan air agar tidak ada sisa kerak dan keringkan menggunakan kain lap.

    Itulah lima cara membersihkan kerak dan bercak air yang menempel di keran kamar mandi. Semoga membantu detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Pasang Exhaust Fan di Kamar Mandi? Ini Manfaatnya


    Jakarta

    Exhaust fan merupakan salah satu alat yang banyak digunakan di kamar mandi. Namun, tak semua pemilik rumah sadar dan mau memasang kipas pembuangan.

    Padahal, exhaust fan memiliki sejumlah manfaat bagi kamar mandi agar terasa nyaman saat digunakan. Namun, kendala harga yang cukup mahal dan pemasangan yang rumit diduga jadi pemicu banyak orang tak mau memasang alat ini.

    Lantas, kenapa perlu memasang exhaust fan di kamar mandi? Simak penjelasan dan sejumlah manfaat dari alat tersebut dalam artikel ini.


    Pentingnya Pasang Exhaust Fan di Kamar Mandi

    Kamar mandi merupakan salah satu area di rumah yang paling lembap karena selalu basah terkena air. Jika tingkat kelembapan terlalu tinggi maka bisa menimbulkan jamur hingga merusak peralatan di dalamnya.

    Salah satu cara agar kamar mandi tidak terlalu lembap adalah dengan menyaring udara lembap di kamar mandi keluar. Nah, alat yang digunakan adalah exhaust fan.

    Dikutip dari Atomberg, Minggu (25/5/2025), exhaust fan atau kipas pembuangan adalah perangkat ventilasi udara yang dipasang di kamar mandi. Tujuannya adalah untuk menghilangkan kelembapan, udara lembap, dan bau tak sedap. Meski terdapat kipas, tapi alat ini bukan untuk mendinginkan kamar mandi.

    Exhaust fan bekerja dengan cara menarik udara lembap keluar ruangan. Alat ini bisa jadi solusi praktis jika kamar mandi di rumah berukuran kecil atau tidak bisa membuat lubang ventilasi udara.

    Saat ini, banyak exhaust fan yang bisa menyala secara otomatis saat lampu kamar mandi dinyalakan. Namun, ada juga beberapa jenis exhaust fan yang menggunakan remot agar bisa hidup.

    Manfaat Pasang Exhaust di Kamar Mandi

    Dengan memasang exhaust fan di kamar mandi, ada sejumlah manfaat yang didapat oleh penghuni rumah, di antaranya:

    • Udara di kamar mandi jadi tidak lembap
    • Mencegah munculnya jamur dan bakteri yang hinggap di kamar mandi
    • Aroma bau di kamar mandi cepat hilang
    • Mencegah dinding kamar mandi bergelembung dan mengelupas
    • Mengeringkan lantai kamar mandi dengan cepat, sehingga mencegah seseorang terpeleset karena licin.

    Tempat yang Pas untuk Pasang Exhaust Fan di Kamar Mandi

    Memang diperuntukkan untuk kamar mandi, tapi exhaust fan tidak bisa dipasang secara asal. Dikutip dari The Spruce, berikut tempat yang tepat untuk pasang exhaust fan di kamar mandi:

    1. Loteng atau Atap Kamar Mandi

    Agar berfungsi secara optimal, exhaust fan sebaiknya dipasang di loteng atau atap kamar mandi. Hal ini agar udara lembap bisa dibuang keluar melalui saluran ventilasi dengan efektif.

    Jika rumah kamu terdiri dari 1 lantai, maka pemasangan exhaust fan jauh lebih mudah. Namun jika hunian terdiri dari 2 lantai atau lebih, kamu perlu menyiapkan saluran pembuangan sejak awal rumah dibangun.

    Saat dipasang, pastikan posisi exhaust fan di antara dua balok langit-langit dan sisakan ruang untuk peralihan udara dari kipas ke saluran. Selain itu, pastikan tidak ada masalah pada atap rumah seperti sarang hewan atau benda asing.

    2. Area Paling Lembap di Kamar Mandi

    Saat memasang exhaust fan, penting untuk mencari tahu sumber kelembapan di kamar mandi. Umumnya udara paling lembap berada di bak mandi atau shower.

    Agar udara lembap bisa keluar dengan efektif, pasang exhaust fan di atas bak mandi atau shower. Namun jika kamar mandi berukuran kecil, sebaiknya pasang di tengah-tengah agar dapat menyaring udara lebih cepat.

    3. Dekat Jalur Pembuangan Terdekat

    Saat memasang exhaust fan, detikers perlu memperhatikan jalur pembuangan udaranya juga. Sebaiknya pasang kipas tersebut di jalur yang paling pendek agar pembuangan lebih cepat dan tidak ada yang terperangkap di saluran.

    Itulah mengapa penting memasang exhaust fan di kamar mandi dan sejumlah manfaatnya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lebih Baik Setengah atau Penuh? Ini Jawaban Ahli soal Keramik Kamar Mandi



    Jakarta

    Dinding kamar mandi tidak seperti dinding pada ruangan lain. Biasanya, dinding kamar mandi dipasang keramik, baik itu hanya setengah dinding atau seluruh dinding. Lalu kenapa dinding kamar mandi dipasang keramik?

    Dilansir dari situs Ideal Home, Senin (26/05/2025), pemasangan keramik pada dinding kamar mandi dilakukan untuk menahan lingkungan yang lembap sehingga memiliki daya tahan yang baik. Hal ini karena kamar mandi merupakan area yang paling sering terkena air.

    Selain itu, keramik pada dinding kamar mandi membuat kamar mandi jauh lebih mudah dibersihkan dan dirawat dibandingkan dinding yang hanya dicat. Keramik dapat tahan terhadap noda dan jamur. Cukup bersihkan dinding agar tetap terlihat baru dan bersih.


    Pada umumnya, kamar mandi di rumah-rumah Indonesia memasang keramik. Ada yang hanya setengah dinding, ada juga yang dipasang secara penuh di dinding. Lebih baik yang mana?

    Kepala Bagian Kreatif di Ca’Pietra Grazzie Wilson menjelaskan bahwa pada dasarnya seluruh area dinding kamar mandi dapat terkena percikan air. Namun, utamanya keramik di kamar mandi harus dipasang di ubin, sekitar bak mandi, serta area pancuran.

    Itu artinya, baik setengah dinding atau seluruh dinding dapat dipasang keramik tergantung keinginan si pemilik rumah. Hanya saja, yang terpenting pada lantai dan sekitar bak atau pancuran harus dipasang keramik.

    Jika hanya setengah dinding, pemilik rumah dapat mengurangi biaya. Sebab, pemasangan keramik secara penuh pada dinding akan membutuhkan lebih banyak dinding serta menambah biaya pemasangan. Selain itu, juga dapat mempercepat waktu pemasangan.

    Namun, jika memilih memasang pada seluruh permukaan dinding, maka hal ini juga bisa menguntungkan. Menggunakan keramik yang sama di seluruh ruangan dapat menciptakan tampilan menyatu yang membuat kamar mandi kecil tampak lebih besar. Selain itu, kamar mandi yang sepenuhnya keramik dianggap mewah sehingga dapat meningkatkan nilai properti.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Jadi Kebiasaan, Ini Bahaya Taruh Handuk Basah di Atas Kasur


    Jakarta

    Ada banyak kebiasaan di rumah yang ternyata tidak baik untuk dilakukan, salah satunya adalah menaruh handuk basah di atas tempat tidur. Meski dianggap sepele, hal ini ternyata bisa memicu berbagai penyakit.

    Bagi sebagian orang, menaruh handuk di atas kasur merupakan suatu kebiasaan. Hal ini biasa dilakukan ketika seseorang keluar dari kamar mandi dan segera berpakaian. Tak sempat menggantungnya di jemuran, alhasil handuk sengaja ditaruh di atas kasur.

    Namun, handuk basah dibiarkan tergeletak begitu saja di atas tempat tidur sedangkan penghuni rumah sudah pergi untuk beraktivitas. Selama berjam-jam handuk menempel di atas seprai yang akhirnya bikin basah dan lembap.


    Ternyata, kebiasaan buruk tersebut tak hanya bikin kasur jadi basah dan tidak nyaman untuk ditiduri, tapi juga memicu sejumlah penyakit. Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Taruh Handuk di Atas Kasur Ternyata Berbahaya

    Sebagian dari detikers mungkin pernah menaruh handuk basah di atas kasur secara sengaja. Namun, jika sudah menjadi kebiasaan maka sebaiknya segera disetop karena bisa berbahaya bagi kesehatan.

    Dilansir laman Yahoo! Life UK, Selasa (27/8/2025), selain seprai tempat tidur menjadi basah, kebiasaan menaruh handuk basah di atas kasur dapat memicu tumbuhnya bakteri. Dalam beberapa kasus, hal itu juga bisa menyebabkan munculnya jamur.

    “Seprai Anda akan menyerap kelembapan sehingga menjadi tempat berkembang biak yang sempurna bagi bakteri dan jamur,” kata Rhiannon Johns, seorang desainer interior dan Head of Brand Piglet in Bed.

    Tumbuhnya jamur dan bakteri di tempat tidur nggak bisa dianggap sepele. Apabila seprai tak segera dibersihkan maka jamur bisa menyebar ke seluruh kasur. Hal itu bisa menimbulkan infeksi kulit, gatal-gatal, hingga muncul ruam di seluruh badan.

    “Tidak hanya itu, sel-sel kulit mati dan kotoran dari tubuh yang dibersihkan menggunakan handuk, akan diserap lagi oleh tempat tidur jika meletakkan handuk basah di atasnya. Hal ini kurang higienis dan bisa memicu kemungkinan infeksi kulit,” ungkap dr Ross Perry GP, direktur medis dari klinik kulit Cosmedics.

    Selain jamur dan bakteri dapat tumbuh karena kondisi yang lembap, handuk yang digunakan sehari-hari juga bisa kotor dan membawa berbagai macam mikroba. Jika handuk basah diletakkan di tempat tidur, maka otomatis mikroba itu akan berpindah ke kasur.

    “Penelitian kecil menunjukkan bahwa handuk yang kotor berpotensi menyebabkan penyebaran penyakit menular,” ujar dr Ross.

    Menurut Rhiannon, sebaiknya hentikan kebiasaan menaruh handuk basah di atas kasur setelah dipakai untuk mandi. Disarankan segera menjemur handuk di tempat yang panas agar cepat kering sehingga mencegah tumbuhnya bakteri dan jamur.

    Jika tak sengaja menaruh handuk basah di kasur dan lupa untuk mengangkatnya selama berjam-jam, dianjurkan untuk mencuci seprai agar tidak lembap sekaligus mencegah pertumbuhan bakteri. Rhiannon juga menyarankan mencuci seprai setidaknya seminggu sekali.

    “Untuk kesegaran yang lebih menyeluruh, jemur handuk di atas tali jemuran di luar ruangan. Cahaya matahari akan membantu membunuh bakteri, jadi manfaatkan sinar matahari sebaik-baiknya,” tuturnya.

    “Selain itu, sebelum merapikan tempat tidur di pagi hari, sebaiknya balikkan selimut untuk diangin-anginkan agar tidak ada debu dan kotoran,” pungkas Rhiannon.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Ampuh Hilangkan Bau di Kamar Mandi, Bisa Pakai Cuka


    Jakarta

    Bau tak sedap terkadang menguar dari kamar mandi. Hal itu tentu bisa membuat penghuni rumah tak nyaman.

    Kamar mandi yang bau juga terkadang dianggap tidak bersih dan membuat penghuni atau tamu yang datang ke rumah enggan menggunakannya. Maka dari itu, tak heran suka ada wewangian di kamar mandi, misalnya pengharum ruangan.

    Ada beberapa cara untuk menghilangkan bau dari kamar mandi, salah satunya pakai cuka. Selain itu, masih ada bahan-bahan alami lainnya yang bisa digunakan.


    Dilansir dari Livingetc dan Homebliss, berikut ini informasinya.

    1. Cuka Putih

    white vinegar on wood table topcuka. Foto: Getty Images/iStockphoto/May Lim

    Cuka putih bisa menghilangkan bau sekaligus membersihkan endapan toilet atau saluran air. Untuk menghilangkan bau pakai cuka, bisa menaruhnya di dalam mangkuk dan letakkan di kamar mandi. Ganti setiap dua minggu sekali.

    Kalian juga bisa menggosok permukaan yang kotor pakai cuka dan garam dengan perbandingan 4:1.

    2. Lemon

    freshly squeezed lemon juice in small bowllemon. Foto: Getty Images/iStockphoto/rez-art

    Lemon juga menjadi bahan yang baik untuk menyerap bau dan menggantinya dengan aroma wangi. Caranya cukup dengan mengiris lemon menjadi beberapa bagian, kemudian taruh di kamar mandi.

    3. Rebusan Kulit Jeruk

    A peeled orange on the wooden backgroundkulit jeruk. Foto: Getty Images/iStockphoto/Qwart

    Aroma jeruk yang menyegarkan bisa menghilangkan bau dari kamar mandi. Caranya bisa dengan menaruh kulit jeruk di kamar mandi atau menyiram air rebusannya yang sudah didinginkan ke dalam lubang wastafel dan saluran pembuangan.

    4. Bubuk Kopi

    bubuk kopibubuk kopi Foto: Getty Images/oxana pospelova

    Bubuk kopi bisa dengan efektif menghilangkan aroma mengganggu di dalam kamar mandi. Taburkan bubuk kopi di lantai kamar mandi, lalu diamkan selama setidaknya 30 menit sebelum akhirnya bersihkan.

    5. Baking Soda

    baking sodabaking soda Foto: Getty Images/skhoward

    Soda kue bisa menetralisir bau tidak sedap di kamar mandi karena bersifat sebagai penyerap. Teksturnya yang kasar juga membantu menghilangkan noda sekaligus bau ketika digosokkan.

    Cukup taburkan soda kue ke area yang bau dan tinggalkan selama satu jam, lalu bersihkan. Cara lain bisa dengan menyimpannya dalam wadah untuk diletakkan di atas toilet yang akan bertahan selama satu bulan.

    Itulah beberapa cara untuk menghilangkan bau di kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Bahan yang Ampuh Hilangkan Kerak di Kamar Mandi, Auto Kinclong


    Jakarta

    Kerak merupakan kotoran yang kerap ditemui di kamar mandi. Noda ini bisa ditemukan di kloset, bak mandi, lantai, dinding, keran, shower, hingga gayung. Bentuknya pun beragam, ada yang berwarna putih, coklat, hingga hitam.

    Sama seperti sifat kerak, noda tersebut agak sulit dibersihkan meski berkali-kali disiram air bersih. Sebab, kerak tersebut terbentuk dari penumpukan magnesium, kalium, dan kalsium yang berasal dari produk yang digunakan di kamar mandi, kandungan air sadah, hingga pertumbuhan jamur.

    Air saja tidak akan cukup untuk menghilangkan kerak-kerak tersebut. Perlu bahan-bahan pembersih bersifat korosif untuk mengangkat noda tersebut. Mengutip The Spruce, berikut beberapa bahan pembersih yang dapat digunakan.


    1. Perasan Lemon

    Buah lemon bisa untuk membersihkan noda membandel seperti kerak di kamar mandi. Perasan air lemon mengandung asam yang bisa menghilangkan noda. Cara menggunakannya dengan mencampurkan perasan air lemon dengan baking soda. Kemudian, oleskan ke noda kerak di kamar mandi. Diamkan selama 15 menit, setelah itu, sikat dan bilas.

    Sebagai catatan, jika noda tersebut menempel di batu alam, sebaiknya hindari memakai campuran bahan ini karena bisa merusak permukaannya. Campuran bahan ini masih aman digunakan untuk membersihkan noda di kaca dan plastik.

    2. Baking Soda dan Cuka

    Kekuatan abrasif ringan ditemukan di dalam baking soda. Apabila tidak memiliki lemon, baking soda bisa dicampurkan cuka untuk membersihkan kerak putih yang menempel di kamar mandi. Cara pemakaiannya sama dengan campuran baking soda dan lemon. Area yang bisa digosok dengan campuran ini adalah cermin, penutup keran, ubin, atau keramik di kamar mandi.

    3. Batu Apung Basah

    Batu apung banyak ditemukan di daerah dekat aktivitas vulkanik, seperti daerah gunung berapi. Batu ini memiliki tekstur karena permukaannya berlubang. Warna batu apung cukup beragam, mulai dari abu-abu, hitam, putih, hingga coklat.

    Tekstur dari batu ini mampu untuk membersihkan kerak putih yang menempel di kamar mandi, tanpa perlu ditambahkan bahan pembersih lain. Kuncinya adalah batu apung tersebut harus dibasahkan sebelum dipakai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Penyebab Cacing Muncul di Kamar Mandi dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Cacing merupakan salah satu hewan melata yang bisa muncul di berbagai tempat, salah satunya di dalam kamar mandi. Sebagian orang merasa geli dan takut dengan kehadiran cacing karena khawatir bisa masuk ke dalam tubuh.

    Ada sejumlah penyebab mengapa cacing bisa muncul di kamar mandi, salah satunya karena kondisi kamar mandi yang lembap dan basah. Kondisi itu jadi tempat yang cocok bagi hewan melata tersebut untuk berkembang biak.

    Namun jangan khawatir, ada beberapa cara ampuh untuk mengatasi cacing di kamar mandi. Bagaimana caranya? Simak tipsnya dalam artikel ini.


    Penyebab Cacing Muncul di Kamar Mandi

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan cacing bisa muncul di kamar mandi rumah. Dikutip dari DIY Home Comfort, Minggu (8/6/2025), berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Pipa Air Bocor

    Faktor yang pertama karena terjadi kebocoran pipa air. Hal itu menyebabkan kamar mandi sangat lembap sehingga jadi tempat ideal bagi cacing untuk tumbuh. Sayangnya, kebocoran pipa air sering tidak terlihat seperti di balik dinding atau di bawah atap.

    2. Drainase Buruk

    Kondisi drainase di rumah yang buruk juga bisa menyebabkan cacing muncul di kamar mandi. Hewan ini bisa masuk lewat saluran pembuangan yang mampet atau kotor.

    3. Kamar Mandi Kotor

    Selain karena drainase yang buruk, kondisi kamar mandi yang kotor juga menjadi tempat yang disenangi cacing. Bahkan, kotoran hingga jamur bisa tumbuh di kamar mandi sehingga membahayakan kesehatan penghuni.

    4. Suhu Lembap di Kamar Mandi

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kondisi lembap pada kamar mandi juga bisa menyebabkan cacing bermunculan. Ventilasi udara yang buruk membuat toilet jadi lembap secara terus-menerus, sehingga jadi tempat yang cocok bagi cacing berkembang biak.

    Cara Ampuh Mengatasi Cacing di Kamar Mandi

    Jika menemukan cacing di kamar mandi, jangan panik dan khawatir. Ada sejumlah cara ampuh untuk membasmi hewan tersebut. Simak beberapa tipsnya di bawah ini:

    1. Cairan Pemutih

    Cara yang pertama adalah menggunakan cairan pemutih. Zat kimia tersebut dapat membunuh telur dan juga cacing-cacing yang bersembunyi di kamar mandi. Untuk cara pakainya, kamu bisa menuangkan cairan pemutih ke saluran air atau sela-sela di kamar mandi yang jadi tempat bersembunyi cacing.

    2. Baking Soda dan Cuka Putih

    Kombinasi baking soda dan cuka putih dinilai ampuh untuk membasmi cacing di kamar mandi. Untuk cara pakainya, campurkan baking soda dan cuka putih dengan perbandingan 50:50, lalu tuang air secukupnya dan aduk hingga merata.

    Jika sudah tercampur rata, siram cairan tersebut ke area yang terdapat cacing dan saluran pembuangan air di kamar mandi.

    3. Garam dan Air Sabun Mandi

    Cara berikutnya adalah dengan menggunakan garam dan sabun mandi. Campurkan 500 gr garam dengan 5 liter air sabun mandi, setelah itu kocok hingga merata.

    Kemudian siram air tersebut pada dinding, lantai, dan saluran pembuangan air di kamar mandi. Jangan lupa untuk menyikat kamar mandi dan siram kembali dengan air bersih.

    Itulah empat penyebab cacing bisa muncul di kamar mandi dan cara ampuh untuk mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mending Pilih Kloset Duduk atau Jongkok? Ini Plus-Minusnya


    Jakarta

    Setiap rumah wajib memiliki kloset sebagai tempat untuk buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK). Saat ini, ada dua jenis kloset yang umum dipakai masyarakat, yakni kloset duduk dan jongkok.

    Keduanya memiliki fungsi yang sama, yakni sebagai tempat untuk BAB dan BAK. Meski begitu, baik kloset duduk dan kloset jongkok punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

    Hal ini yang kerap bikin bimbang penghuni rumah setiap kali membangun atau merenovasi kamar mandi. Jadi, lebih baik pilih kloset duduk atau jongkok? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Kloset Duduk vs Kloset Jongkok, Pilih Mana?

    Di era modern, banyak masyarakat yang memilih menggunakan kloset duduk di kamar mandi. Begitu juga pada mal besar hingga gedung kantor, hampir semuanya memilih memakai kloset duduk daripada jongkok.

    Namun, sebagian orang masih nyaman menggunakan kloset jongkok karena dinilai lebih sehat untuk tubuh. Benarkah?

    Dilansir situs Bladder & Bowel UK, Selasa (10/6/2025), sebuah penelitian pada 2003 menunjukkan bahwa orang yang jongkok lebih sedikit mengalami tegang dan butuh waktu lebih sedikit untuk BAB daripada di kloset duduk.

    Penelitian lain pada 2020 lalu mengungkapkan, posisi jongkok saat BAB dapat menurunkan tekanan perut sehingga lebih sedikit tenaga yang dikeluarkan untuk mengosongkan isi usus. Hal ini memengaruhi fungsi otot puborectalis menjadi rileks dan rektum berada di posisi lurus, sehingga lebih gampang mengeluarkan feses dari tubuh.

    Jika dilihat dari segi desain, kloset duduk dinilai lebih baik daripada kloset jongkok. Bahkan, banyak perusahaan yang berlomba-lomba membuat dan mendesain kloset duduk yang nyaman, canggih, serta mengusung smart toilet yang serba otomatis.

    Di pasaran, toilet duduk juga kerap jadi pilihan rumah modern karena dapat mempresentasikan tingkat modernitas pada hunian tersebut. Dibandingkan toilet jongkok yang terkesan kuno dan harus disiram secara menual.

    Desain kloset yang mengusung kenyamanan membuat kloset duduk banyak dipilih oleh lansia, wanita hamil besar, atau orang yang mengalami cedera lutut. Sebab, mereka tak perlu repot-repot harus jongkok yang justru sangat berisiko bagi kesehatan.

    Jika detikers masih bimbang, simak kelebihan dan kekurangan kloset duduk dan kloset jongkok di bawah ini:

    Kelebihan Kloset Duduk

    • Desain kloset lebih modern dan mewah, cocok untuk hunian yang mengusung konsep minimalis, modern, atau industrial
    • Lebih nyaman digunakan karena kaki tidak cepat pegal
    • Banyak produsen yang meluncurkan produk smart closet dan diklaim lebih canggih, efektif, dan nyaman.

    Kekurangan Kloset Duduk

    • Harganya jauh lebih mahal daripada kloset jongkok, terutama pada kloset yang mengusung konsep smart closet
    • Kurang sehat karena dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit, seperti wasir dan sembelit.

    Kelebihan Kloset Jongkok

    • Harganya lebih murah daripada kloset duduk
    • Lebih sehat bagi tubuh
    • BAB jadi lebih lancar
    • Mencegah penyakit seperti wasir atau sembelit.

    Kekurangan Kloset Jongkok

    • Modelnya kuno dan sudah ketinggalan zaman, sehingga tidak cocok untuk hunian modern
    • Kurang nyaman jika digunakan dalam waktu lama karena menyebabkan nyeri dan pegal di paha serta tumit
    • Tidak semua orang dapat menggunakan kloset jongkok, khususnya lansia, wanita hamil besar, hingga orang yang sedang mengalami cedera pada kaki.

    Sejarah Singkat Kloset Duduk

    Sebenarnya, manusia sejak zaman dahulu menerapkan cara jongkok untuk BAB. Namun, seiring perkembangan zaman mulai ditemukan kloset duduk agar lebih nyaman saat buang hajat.

    Dikutip dari Medium, toilet awalnya berupa tanah yang diberi lubang dan dirancang agar nyaman untuk BAB dengan cara jongkok. Namun pada abad ke-16, terciptalah toilet siram pertama yang digagas oleh Sir John Harington.

    Saat itu, Harington mendesain kloset yang dikhususkan untuk Ratu Elizabeth I. Toilet ini dapat membantu sang ratu ketika di kamar mandi, sebab gaun yang dikenakan saat itu punya berat hingga 18 kilogram.

    Meski desain Harington dianggap revolusioner pada masanya, tapi kloset duduk berfokus pada kenyamanan dan kemudahan. Toilet ini dirancang agar sesuai dengan gaya hidup orang Barat yang kaya dan terpandang, sehingga saat buang hajat pun harus duduk di kursi dan memakai pakaian formal.

    Hal ini justru berbanding terbalik di kawasan Timur, terutama di Asia. Toilet jongkok tetap digunakan pada banyak masyarakat karena dinilai praktis, murah, dan selaras dengan gaya hidup yang sederhana. Bahkan, toilet jongkok masih banyak digunakan oleh warga yang tinggal di pedesaan.

    Itu dia kelebihan dan kekurangan kloset duduk dengan kloset jongkok. Jadi, mau pilih yang mana?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Makin Sempit, Ini 3 Cara Pilih Perabotan untuk Rumah Minimalis


    Jakarta

    Rumah minimalis kerap menjadi pilihan terutama di lahan terbatas. Meski rumahnya minimalis, pemilik tak perlu berkecil hati karena masih bisa memaksimalkan ruang yang ada.

    Salah satu tantangan saat memiliki rumah minimalis adalah mengatur perabotan. Nah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tetap memiliki perabotan yang dibutuhkan tanpa membuat ruangan terasa semakin kecil.

    Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    Pilih Perabotan yang Multifungsi

    Langkah pertama bisa dengan memilih perabotan yang multifungsi. Saat ini sudah banyak inovasi pada tempat tidur, sofa, maupun meja untuk rumah minimalis yang tidak memakan banyak ruang tetapi tetap fungsional.

    Pemilik rumah bisa memilih sofabed yang bisa digunakan sebagai sofa pada pagi hingga sore hari dan sebagai tempat tidur ketika diperlukan.

    Selain itu, bisa juga memilih tempat tidur yang di bawahnya ada lemari untuk menaruh pakaian atau perabotan lainnya.

    Pilih Barang yang Fungsional

    Tinggal di rumah minimalis tentunya harus cerdik dalam memilih barang-barang yang bisa ditaruh di dalam ruangan karena keterbatasan ruang. Nah, saat membeli barang, pemilik rumah bisa mengurutkan sesuai prioritas dari yang paling banyak digunakan.

    Sebagai contoh, di kamar mandi cukup ada shower dan closet saja, tidak perlu ada wastafel. Sebab, wastafel di kamar mandi memiliki fungsi yang mirip dengan wastafel di dapur.

    Desainer Ruangan Terbatas, Penulis, Konsultan, dan Blogger dari Tiny Canal Cottage, Whitney Leigh Morris menyarankan adanya kaca dan cahaya di kamar mandi bisa membuat ruangan tampak luas.

    Lalu, untuk bagian dapur, sebaiknya tidak menyimpan terlalu banyak peralatan masak. Cukup membeli peralatan masak yang akan sering digunakan.

    Pilih Barang yang Mudah Disimpan

    Di rumah minimalis sebaiknya ada tempat penyimpanan yang rapi dan muat banyak agar ada ruang yang tersisa. Selain tempat penyimpanan, sebaiknya mulai pertimbangkan memilih perabotan yang fleksibel, seperti mudah dilipat, digulung, maupun ditarik agar tidak memakan banyak tempat.

    Contohnya seperti meja makan lipat. Setelah tidak digunakan, meja bisa dilipat dan disimpan di sisi ruangan.

    Itulah cara memilih perabotan yang cocok untuk rumah minimalis.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Kegiatan Bersih-bersih yang Harus Dilakukan Setiap Akhir Pekan


    Jakarta

    Akhir pekan merupakan waktu yang tepat untuk membersihkan rumah. Sebab, akhir pekan merupakan waktu libur di mana seseorang akan memiliki lebih banyak waktu untuk bersantai.

    Pada hari biasa, seseorang jauh lebih sibuk di luar rumah seperti bekerja, pergi ke sekolah, atau kegiatan lainnya. Dengan menyisihkan waktu sebentar untuk bersih-bersih rumah, rumah akan jauh lebih nyaman dan tidak begitu kotor bahkan untuk seminggu ke depan .

    Dilansir The Spruce, berikut kegiatan bersih-bersih yang harus dilakukan di rumah saat akhir pekan.


    1. Area Halaman dan Pintu Masuk

    Area depan rumah merupakan wajah dari hunian. Namun, area ini terkadang jarang diperhatikan. Padahal area ini harus sering dibersihkan seperti memotong rumput, membuang daun kering, merapikan sepatu yang berantakan, membersihkan carport dari debu dan kotoran bekas kendaraan, hingga membersihkan kotoran cicak atau tikus yang mungkin menumpuk di pojok-pojok halaman.

    2. Menyapu

    Kegiatan wajib lainnya yang paling tidak dilakukan setiap hari adalah menyapu. Kegiatan ini sebenarnya tidak membutuhkan waktu hingga satu jam. Selain itu, saat ini sudah tersedia robot vacuum yang bisa membersihkan lantai rumah secara otomatis.

    Meskipun jarang berada di rumah, lantai rumah pasti mudah sekali berdebu. Jadi sempatkan untuk menyapu minimal sekali dalam seminggu. Lebih baik bisa dilakukan setiap hari.

    3. Mengganti Seprei

    Seprei merupakan penutup kasur atau alas terluar kasur. Banyak sekali yang mengira seprai diganti sebulan sekali. Padahal seprai bisa sama kotornya dengan kamar mandi sehingga harus sering diganti maksimal seminggu sekali. Seprei juga diwajibkan lebih sering diganti jika sering tidur ketika masih memakai pakaian dari luar atau terkena kotoran lain.

    4. Membersihkan Kamar Mandi

    Kamar mandi merupakan area yang mudah lembap. Jamur dan bakteri mudah sekali berkembang biak di sini. Untuk mengatasinya, kamu perlu sering-sering membersihkan kamar mandi. Dengan begitu tidak akan muncul bau tak sedap di kamar mandi dan lantai pun tidak akan mudah licin.

    5. Mencuci Pakaian

    Biasanya pekerja yang sibuk sering menumpuk pakaian kotor dan akan dicuci saat akhir pekan. Apabila sudah ditumpuk selama seminggu, segera dicuci saat akhir pekan agar tidak tidak menumpuk dan tidak muncul jamur pada pakaian.

    6. Membersihkan Dapur

    Saat memasak setiap pagi dan malam, mungkin hanya beberapa bagian yang bisa dibersihkan karena keterbatasan waktu. Akhir pekan merupakan waktu yang tepat untuk melakukan deep cleaning, seperti membersihkan bagian sekitar kompor, oven, kulkas, hingga ke wastafel.

    7. Membuang Sampah

    Membuang sampah seharusnya dilakukan setiap hari, tetapi terkadang ada penghuni rumah yang jarang membuang sampah karena tidak ada yang harus dibuang.
    Saat membuang sampah, pastikan semua sampah dalam keadaan aman untuk dibuang, jangan sampai membahayakan tukang pengambil sampah. Jangan lupa mencuci tempat sampah, jangan hanya membuang plastiknya saja.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com