Tag: kamar mandi

  • Cara Mengatasi Bau Tak Sedap dari Wastafel



    Jakarta

    Bau tak sedap dari wastafel bisa sangat mengganggu kenyamanan di dapur maupun kamar mandi. Meski kerap dianggap sepele, masalah ini bisa menjadi tanda adanya tumpukan kotoran, sisa makanan, atau bahkan jamur yang berkembang di saluran pembuangan.

    Jika dibiarkan, bukan hanya aroma tidak sedap yang muncul, tetapi juga potensi penyumbatan hingga kerusakan pipa. Untungnya, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

    Kenali Penyebab Wastafel Berbau

    Dilansir dari Home Made Simple, bau tak sedap dari wastafel bisa berasal dari berbagai sumber, antara lain:


    • Sisa makanan yang menyangkut di dalam pipa dan membusuk.
    • Lemak dan minyak dari masakan yang dibuang ke wastafel, lalu mengendap dan mengeras di dalam saluran.
    • Saluran yang jarang digunakan, sehingga air di dalamnya menguap dan menimbulkan bau.
    • Kotoran seperti rambut dan sabun di wastafel kamar mandi yang menumpuk dan mengeras.
    • Pertumbuhan jamur dan bakteri karena kondisi lembap dan tidak bersih.

    Alat Sederhana yang Bisa Digunakan

    Tak perlu peralatan khusus, kamu bisa menggunakan perlengkapan yang ada di rumah, seperti:

    • Sabun cuci piring yang cukup kuat
    • Air panas dari ketel atau panci
    • Spons, sikat gigi bekas, atau penggosok
    • Penyedot wastafel manual (plunger)
    • Kulit jeruk dan es batu (opsional untuk penyegar alami)

    Langkah Membersihkan Wastafel yang Bau

    1. Rendam dengan Air Panas dan Sabun

    Tutup saluran wastafel, isi dengan air panas dan tambahkan sabun cuci piring. Biarkan beberapa saat lalu buka saluran agar air dan sabun mengalir membersihkan bagian dalam.

    2. Sikat Sudut-Sudut Tersembunyi

    Gunakan sikat gigi bekas untuk membersihkan sisa kotoran di area pinggir, sambungan, dan celah kecil di sekitar wastafel.

    3. Periksa dan Buang Kotoran

    Jika ada sisa makanan yang tersangkut di saluran, keluarkan secara manual. Jangan lupa periksa juga bagian bawah wastafel atau perangkap pipa (U-bend) jika memungkinkan.

    4. Tuang Air Mendidih

    Tuangkan air panas langsung ke dalam saluran secara perlahan. Ini membantu melunakkan sumbatan lemak atau minyak yang membeku.

    5. Gunakan Bahan Alami

    Untuk menghilangkan sisa bau, masukkan kulit jeruk dan es batu ke dalam saluran. Ini bisa membantu menyegarkan aroma sekaligus membersihkan bilah jika wastafel menggunakan garbage disposal.

    6. Hindari Pembersih Kimia Keras

    Beberapa orang mungkin tergoda menggunakan pembersih kimia untuk mengatasi bau dengan cepat. Namun, banyak tukang ledeng menyarankan agar tidak terlalu sering memakai bahan kimia keras, karena berisiko merusak pipa dalam jangka panjang.

    Dengan perawatan rutin dan pembersihan berkala, bau tak sedap dari wastafel bisa dicegah. Hindari membuang minyak, lemak, atau sisa makanan ke dalam wastafel, dan pastikan saluran air tetap bersih agar rumah tetap nyaman dan segar.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Hal yang Menyebabkan Kamar Mandi Tergenang Air



    Jakarta

    Kamar mandi yang sering tergenang air bisa bikin tidak nyaman dan bahkan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan maupun kerusakan struktur rumah. Air yang tak kunjung surut bisa menjadi sarang nyamuk, memicu lumut, dan menyebabkan lantai jadi licin hingga membahayakan.

    Masalah ini ternyata umum terjadi di banyak rumah, terutama yang sudah lama berdiri atau yang sistem drainasenya kurang optimal. Lantas, apa saja penyebab kamar mandi tergenang air? Simak 6 penyebab umumnya berikut ini.

    1. Saluran Pembuangan Tersumbat

    Penyebab paling umum adalah saluran pembuangan yang tersumbat. Biasanya, sumbatan berasal dari rambut rontok, sabun, sampah kecil, atau endapan kotoran lainnya. Jika saluran sudah mampet, air pun sulit mengalir dan akhirnya menggenang.


    Menurut laman The Spruce, penyumbatan ringan bisa diatasi dengan larutan baking soda dan cuka, atau menggunakan alat seperti plumbing snake. Namun, untuk sumbatan parah, sebaiknya panggil jasa sedot WC atau tukang ledeng profesional.

    2. Kemiringan Lantai Tidak Sesuai

    Kemiringan lantai kamar mandi sangat penting untuk membantu aliran air menuju lubang pembuangan. Jika kemiringannya kurang atau bahkan rata, air akan menggenang dan tidak mengalir dengan baik.

    Mengutip laman Houzz, idealnya kemiringan lantai kamar mandi adalah sekitar 1-2% atau setara 1-2 cm setiap 1 meter ke arah floor drain. Jika kemiringannya tidak sesuai, perlu dilakukan renovasi ringan dengan cara mengupas dan meratakan ulang lantai.

    3. Floor Drain Kecil atau Tertutup

    Ukuran lubang pembuangan yang terlalu kecil juga bisa menyebabkan air tertahan. Apalagi jika floor drain sering tertutup kotoran atau penutupnya tidak memiliki lubang yang cukup besar. Cek apakah tutup lubang pembuangan perlu diganti dengan model yang lebih baik.

    Sumber dari Bob Vila, pakar renovasi rumah asal AS, menyarankan menggunakan penutup floor drain berbahan stainless steel dengan lubang lebar agar aliran air tidak terhambat.

    4. Penumpukan Sabun dan Sisa Sampo

    Sisa-sisa sabun, sampo, dan produk mandi lainnya bisa mengendap di saluran air dan menciptakan lapisan licin yang memperlambat aliran. Jika dibiarkan terus-menerus, endapan ini bisa mengeras dan memperparah sumbatan.

    Solusinya, bersihkan secara berkala saluran pembuangan dengan air panas dan cairan pembersih khusus yang aman untuk pipa.

    5. Kerusakan Pipa atau Sambungan

    Pipa yang bocor atau sambungan yang tidak rapat bisa menyebabkan air kembali keluar dan tergenang di permukaan lantai kamar mandi. Selain itu, air juga bisa merembes ke dinding atau bagian rumah lainnya.

    Jika ditemukan tanda-tanda kerusakan seperti rembesan di dinding, bau tidak sedap, atau lantai yang selalu basah, segera lakukan pemeriksaan pipa.

    6. Volume Air yang Berlebihan

    Kadang-kadang, volume air dari shower atau keran terlalu deras sehingga melebihi kapasitas saluran pembuangan. Hal ini bisa menyebabkan air menggenang sesaat, terutama jika floor drain tidak cukup besar atau dalam kondisi kurang bersih.

    HomeAdvisor, platform jasa rumah tangga asal Amerika Serikat, menyarankan untuk menyesuaikan tekanan air, terutama jika menggunakan shower dengan tekanan tinggi.

    Agar kamar mandi tetap kering dan nyaman, bersihkan saluran pembuangan minimal seminggu sekali, cek kemiringan lantai secara berkala, dan hindari membuang kotoran ke lubang drainase.

    Jika masalah tetap berlanjut, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan tukang bangunan atau jasa profesional untuk mengecek kondisi kamar mandi secara menyeluruh.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Lantai Dipel Setiap Hari? Ini Anjurannya


    Jakarta

    Bersih-bersih rumah dapat dilakukan dengan menyapu dan mengepel lantai. Setelah lantai disapu maka debu dan kotoran langsung terangkat seluruhnya.

    Setelah menyapu lantai biasanya dilanjutkan dengan mengepel. Namun, tidak semua orang melakukan kebiasaan ini karena ada sebagian yang hanya menyapu lantai secara rutin, sedangkan mengepel lantai dilakukan sesekali saja.

    Sebenarnya, apakah perlu mengepel lantai setiap hari? Dilansir situs Angi, ternyata ketentuan waktu untuk mengepel lantai bisa disesuaikan dengan banyak aktivitas yang dilakukan di rumah.


    Misalnya, rumah kamu kedatangan banyak tamu dan mereka sering kali bolak-balik ke dapur, kamar mandi, dan ruang tamu. Setelah para tamu pulang, tentu lantai harus dipel agar tidak lengket.

    Begitupun jika kamu seharian berada di rumah, lantai harus dipel setiap hari agar tidak lengket. Bahkan dianjurkan mengepel sebanyak dua kali dalam sehari, yakni saat pagi dan sore.

    Sedangkan untuk area dapur, mengepel lantai juga dianjurkan setelah selesai masak. Sebab, cipratan minyak, air, atau remah-remah makanan kerap jatuh ke lantai dan akhirnya bikin kotor.

    Selain itu, area ruang makan juga perlu dipel setelah makan siang dan malam. Terkadang, ada sisa-sisa makanan yang jatuh ke lantai dan tidak disadari oleh penghuni rumah. Jika dibiarkan maka bisa memancing semut, cicak, kecoak, dan tikus untuk datang.

    Lalu, untuk area di dekat pintu masuk dan ruangan yang sering menjadi tempat lalu lalang dianjurkan dipel setiap dua minggu sekali. Namun saat musim hujan, lantai sebaiknya dipel setelah hujan reda agar tidak basah dan licin.

    Ruang keluarga dan ruang tamu juga perlu dipel, terutama setelah digunakan. Soalnya, kotoran dan debu dari luar bisa terbawa masuk ke dalam sehingga lantai terasa tidak nyaman. Selain itu, bisa saja ada sisa camilan yang jatuh ke lantai sehingga wajib disapu dan dipel.

    Ini Akibat Jika Jarang Mengepel Lantai

    Jika kamu jarang mengepel lantai maka akan terasa lengket, berpasir, dan kasar saat diinjak. Apalagi kamu termasuk orang yang tidak menggunakan alas kaki selama di rumah, tentu lantai akan terasa sangat kotor.

    Di sisi lain, lantai yang kotor dan jarang dipel dapat menjadi tempat berkumpulnya serbuk sari, kotoran, dan debu yang memicu penumpukan alergen, bakteri, hingga jamur. Jika dibiarkan maka dapat mencemari rumah dan menciptakan lingkungan yang tidak higienis. Tak hanya menimbulkan bau tak sedap di rumah, tapi juga bisa mengganggu kesehatan para penghuninya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Black Mold Bisa Muncul di Dinding Kamar Mandi, Ini Cara Atasinya!


    Jakarta

    Jamur hitam atau black mold dapat muncul di dalam rumah, salah satunya di area kamar mandi. Disebut black mold karena jamur tersebut punya warna hitam.

    Munculnya black mold di kamar mandi tak bisa dianggap sepele. Hal tersebut menandakan kalau sirkulasi udara sangat buruk dan terjadi kelembapan yang berlebih.

    Dilansir situs Real Simple, membersihkan black mold juga tidak bisa sembarangan. Apabila tak sengaja menghirup jamur hitam bisa menyebabkan gangguan pernapasan. Jika menyentuhnya dengan tangan kosong dapat memicu alergi.


    Apabila kamu melihat ada noda hitam di dinding kamar mandi, bisa jadi pertanda bahwa terdapat black mold. Sebaiknya segera diatasi sebelum jamur tersebut makin melebar ke seluruh ruangan.

    Ingin tahu cara mengatasi black mold yang ada di kamar mandi? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Atasi Black Mold di Kamar Mandi

    Membasmi black mold di kamar mandi bisa menggunakan sejumlah bahan yang mudah didapat, seperti pemutih atau soda kue. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Pemutih

    • Tuang 1-2 cangkir pemutih ke dalam wadah berisi air
    • Celupkan spons ke dalam wadah, lalu oleskan spons pada bagian dinding yang terdapat jamur hitam
    • Ambil sejumlah bola kapas dan celupkan ke dalam larutan tersebut, lalu tempelkan di atas jamur hitam
    • Diamkan selama 15 menit, lalu angkat bola kapas dan gosok jamur hitam dengan sikat
    • Bilas dengan air bersih dan biarkan mengering
    • Jika masih menemukan black mold, ulangi langkah ini sampai benar-benar hilang.

    2. Soda Kue

    • Tuang 1/2 cangkir soda kue ke dalam wadah, lalu campurkan dengan 3-4 sendok makan air. Jumlah takaran air bisa disesuaikan hingga menjadi pasta kental
    • Lalu, oleskan pasta soda kue ke area yang terdapat black mold di kamar mandi
    • Diamkan selama 30 menit agar soda kue bereaksi terhadap jamur hitam
    • Setelah itu, gosok dengan sikat dan bilas menggunakan air bersih.

    3. Cuka Putih

    • Tuang 4-5 sendok makan cuka putih ke dalam botol semprot, lalu campur dengan air secukupnya
    • Lalu kocok botol semprot hingga air dan cuka putih tercampur rata
    • Semprotkan larutan cuka pada permukaan dinding yang terkena black mold
    • Diamkan selama 1 jam agar cuka putih bereaksi terhadap jamur hitam
    • Setelah itu, semprot kembali jamur hitam dengan larutan cuka putih dan sikat sampai bersih
    • Bilas dengan air bersih agar jamur hitam ikut larut.

    Sebagai catatan, gunakan masker, sarung tangan karet, dan pelindung mata saat membersihkan black mold di kamar mandi. Selain itu, nyalakan kipas angin atau buka pintu kamar mandi dan jendela untuk meningkatkan ventilasi udara.

    Meski black mold sudah berhasil diatasi, tapi seiring waktu bisa muncul kembali. Hal ini dapat terjadi karena tingkat kelembapan yang tinggi di kamar mandi.

    Untuk mencegah jamur hitam muncul lagi, kamu perlu memiliki ventilasi udara yang baik dan suhunya diusahakan tetap normal. Solusinya adalah dengan memasang exhaust fan di kamar mandi untuk menghilangkan udara lembap, bau tidak sedap, serta mengeluarkan hawa panas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Ampuh Basmi Kecoak yang Masuk Lewat Saluran Air


    Jakarta

    Kamar mandi sering kali jadi tempat favorit kecoak untuk bersarang. Apalagi saat malam hari, serangga ini kerap muncul lewat saluran air dan bikin penghuni rumah merinding. Nggak cuma bikin jijik, kecoak juga bisa menyebarkan kuman dan penyakit.

    Kalau kamu sering melihat kecoak lewat saluran air di kamar mandi, sebaiknya segera lakukan tindakan. Mengutip The Pest Informer dan sumber lainnya, berikut cara ampuh yang layak dicoba.

    1. Baking Soda dan Cuka

    Campuran baking soda dan cuka bisa jadi senjata ampuh untuk membasmi kecoak. Cukup campur dua sendok makan baking soda dengan sedikit cuka hingga berbusa, lalu tuang ke saluran air kamar mandi. Campuran ini juga bisa bantu membersihkan saluran yang mampet.


    2. Asam Borat, Gula, dan Tepung

    Campuran ini bisa menarik kecoak keluar dari sarangnya sekaligus membunuhnya. Caranya, campur bubuk asam borat dengan sedikit gula dan tepung, lalu taburkan di sekitar area yang sering dilewati kecoak.

    3. Air Mendidih

    Cara paling simpel: tuang air panas ke dalam saluran air kamar mandi. Kecoa akan langsung mati jika terkena suhu tinggi.

    4. Daun Salam

    Tumbuk daun salam hingga halus, lalu taburkan di sudut-sudut kamar mandi. Alternatif lain, rebus daun salam dan semprotkan air rebusannya ke area yang sering dilewati kecoak. Aroma khasnya bisa bikin kecoak kabur.

    5. Ampas Kopi

    Ampas kopi yang mengandung asam bisa membuat kecoak enggan mendekat. Taburkan ampas kopi di sudut kamar mandi atau dekat saluran air. Tapi ingat, ini hanya mengusir, bukan membunuh kecoak.

    6. Minyak Peppermint

    Minyak peppermint punya aroma menyengat yang nggak disukai kecoak. Campurkan dengan air garam dan semprotkan ke sudut kamar mandi. Selain efektif, cara ini juga bikin kamar mandi lebih harum.

    7. Cairan Pemutih

    Campur sedikit cairan pemutih dengan air, lalu semprotkan ke area yang jadi sarang kecoak. Tapi jangan terlalu sering, karena bisa merusak pipa atau saluran air.

    8. Bawang Putih

    Geprek beberapa siung bawang putih dan letakkan di dekat saluran air kamar mandi. Meski nggak membunuh, baunya bisa mencegah kecoak masuk lagi.

    Cegah Kecoa Datang Lagi

    Sudah dibasmi tapi masih sering muncul? Coba lakukan pencegahan berikut:

    • Tutup saluran air dengan penyumbat saat malam hari.
    • Segera buang sampah, terutama sisa makanan di dapur dan kamar mandi.
    • Bersihkan sisa makanan di wastafel dan kitchen sink.
    • Jaga kebersihan rumah, terutama meja makan dan area dapur.

    Dengan langkah-langkah ini, kamu bisa mencegah kecoak muncul lagi lewat saluran air kamar mandi. Selamat mencoba, detikers!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Punya Kulit Lemon Jangan Dibuang! Bisa Buat Bersihkan Rumah


    Jakarta

    Lemon merupakan buah yang kaya akan manfaat. Selain bermanfaat untuk tubuh manusia, lemon juga bisa digunakan untuk membersihkan rumah termasuk bagian kulitnya.

    Kulit lemon memiliki banyak manfaat untuk membersihkan rumah. Penggunaannya bisa hanya dengan kulit lemon saja atau dicampurkan dengan bahan lain.

    Gimana sih cara menggunakan kulit lemon untuk membersihkan rumah? Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    Membersihkan Kerak Air

    Kerak air terkadang ditemukan di bagian keran. Nah, kerak ini bisa dihilangkan dengan kulit lemon. Caranya menggosokkan kulit lemon langsung ke kerak air dan lap hingga bersih.

    Buat Dapur Harum

    Beragam aroma bisa ada di dapur, apalagi setelah memasak. Nah, agar dapur memiliki wangi yang lebih segar bisa menggunakan kulit lemon.

    Ahli kebersihan dan juga COO Sparkly Maid San Antonio Jessica Gonzales merebus kulit lemon dengan air dan sedikit cuka. Aromanya yang segar bisa menguar ke penjuru dapur.

    “Baunya bersih dan juga membantu mengurangi bau masakan yang membandel,” ujarnya kepada The Spruce, dikutip Selasa (5/8/2025).

    Membersihkan Microwave

    Bagi detikers yang punya microwave bisa banget coba cara ini. Ahli kebersihan di CottageCare Scott Schrader membagikan tips untuk membersihkan microwave dengan kulit lemon.

    Caranya dengan meletakkan kulit lemon ke dalam semangkuk air dan panaskan di microwave selama 3-5 menit. Uap dari air memiliki peran penting untuk membantu menghilangkan sisa makanan yang ada di piringan microwave sekaligus menghilangkan bau. Setelah selesai, bersihkan bagian dalam microwave dengan lap untuk menghilangkan sisa noda.

    Buat Cairan Pembersih

    Kulit lemon juga bisa digunakan sebagai cairan pembersih. Caranya dengan menaruh kulit lemon dan cuka putih ke dalam mason jar atau toples kaca lalu diamkan selama seminggu.

    Setelah itu, tuangkan cairan ke dalam botol semprot dan bisa digunakan langsung membersihkan permukaan. Gonzales biasanya menggunakan cairan itu untuk membersihkan meja di kamar mandi dan dapur.

    Itulah beberapa cara memanfaatkan kulit lemon untuk membersihkan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mencegah Saluran Air Tersumbat, Jangan Asal Buang ke Wastafel!


    Jakarta

    Saluran air yang tersumbat sering menjadi masalah di rumah, terutama di dapur dan kamar mandi. Penyumbatan ini umumnya disebabkan oleh rambut rontok, sisa makanan, sabun, hingga minyak bekas masakan.

    Kalau dibiarkan, saluran air mampet bisa bikin aktivitas rumah terganggu. Bahkan, dalam beberapa kasus, perbaikannya bisa memerlukan jasa profesional dengan biaya yang tak murah.

    Nah, agar saluran air tetap lancar dan sistem perpipaan rumah tidak bermasalah, yuk simak beberapa tips pencegahannya yang dikutip dari American Home Shield berikut ini.


    1. Jangan Buang Sisa Makanan ke Saluran Dapur

    Sisa makanan sebaiknya tidak langsung dibuang ke wastafel dapur. Sebaiknya, kumpulkan dan buang ke tempat sampah, atau manfaatkan sebagai kompos. Untuk minyak goreng bekas, tuang dulu ke dalam wadah tertutup setelah dingin, baru dibuang ke tempat sampah.

    2. Cegah Rambut dan Sabun Menyumbat Kamar Mandi

    Rambut rontok jadi salah satu penyebab utama saluran kamar mandi tersumbat. Untuk mencegahnya, gunakan kasa jaring atau perangkap rambut yang dipasang di saluran bak mandi dan pancuran. Alat ini tersedia dalam berbagai bahan, seperti silikon atau baja tahan karat.

    Ikat rambut sebelum mandi agar tidak banyak yang rontok dan masuk ke saluran air. Kalau kamu memandikan hewan peliharaan seperti anjing di kamar mandi, sebaiknya tutup saluran pembuangan dengan kain lap agar bulunya tidak ikut masuk ke saluran.

    3. Perhatikan Apa yang Kamu Buang ke Toilet

    Toilet sebenarnya hanya dirancang untuk membuang kotoran manusia dan kertas toilet. Jangan buang barang lain seperti tisu basah, benang gigi, popok, pembalut, atau sampah rumah tangga lainnya karena bisa menyumbat pipa.

    Barang-barang tersebut sebaiknya langsung dibuang ke tempat sampah agar sistem saluran toilet tetap lancar dan tidak macet.

    Itulah beberapa cara mencegah saluran air tersumbat di rumah. Dengan kebiasaan yang tepat, kamu bisa menghindari masalah besar dan menjaga rumah tetap nyaman!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Seprai yang Jarang Diganti Bisa Sekotor Dudukan Toilet



    Jakarta

    Seprai mirip seperti pakaian yang harus rutin dibersihkan karena cepat kotor walau tidak dibawa ke luar rumah. Oleh karena itu, ada anjuran untuk sering mengganti seprai kasur.

    Dilansir dari BBC, sebuah studi yang dilakukan oleh perusahaan tempat tidur Amerika Amerisleep pada 2013 mengungkapkan gambaran seprai yang kotor ternyata mirip dengan kotornya dudukan toilet. Gambaran ini juga berlaku pada sarung bantal dan guling yang jarang diganti. Permukaannya menjadi tempat hidup bagi jutaan koloni bakteri atau colony-forming unit (CFU) per inci persegi. Jumlah ini setara dengan kotornya dudukan toilet dan mangkuk hewan peliharaan.

    Studi tersebut menguji penumpukan bakteri pada sarung bantal dan seprai yang tidak diganti selama empat minggu. Dalam satu minggu pertama, pada sarung bantal ditemukan sekitar 3 juta CFU bakteri per inci persegi. Jumlah ini 17.000 kali lebih banyak daripada jumlah yang ditemukan pada dudukan toilet. Lalu, pada seprai rata-rata ditemukan 5 juta CFU atau 25.000 kali lebih banyak daripada penemuan bakteri di gagang pintu kamar mandi.


    Bisa terbayang bagaimana jumlah koloni bakteri yang ditemukan pada minggu keempat? Benar, jumlahnya lebih banyak. Pada sarung bantal ditemukan 12 juta CFU, sementara seprai mengandung rata-rata hampir 11 juta CFU. Lebih banyak dari penemuan bakteri pada pada mangkuk hewan peliharaan dan tempat sikat gigi.

    Jenis bakteri yang ditemukan pada seprai, sarung bantal, dan sarung guling adalah bakteri Staphylococcus. Bakteri ini juga umum ditemukan pada kulit manusia. Sifat bakteri ini jinak, tetapi dapat menyebabkan infeksi kulit, jerawat, dan pneumonia pada pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

    Lantas, seberapa sering kita harus mengganti seprai?

    Dilansir dari Homes & Gardens, ahli menyarankan seprai diganti setidaknya dua minggu sekali. Waktu penggantian seprai ini bisa lebih sering apabila pemakainya banyak dan orang tersebut sering keluar rumah.

    “Beberapa orang menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur dibandingkan saat mengenakan pakaian, sehingga masuk akal untuk mencuci seprai lebih teratur,” kata Nick Drewe, pakar rumah tangga di WeThift.

    Selain itu, seprai harus lebih sering diganti apabila orang tersebut mudah berkeringat terutama saat cuaca sedang panas. Waktu penggantian seprai sebaiknya 3-4 hari sekali. Seprai yang lembap bukan hanya dapat memicu munculnya bakteri saja, melainkan jamur juga.

    Tips lain untuk menjaga permukaan seprai tidak lembap adalah setelah bangun tidur biarkan seprai selama beberapa menit. Jangan dipakai dahulu dan tertimpa selimut hingga bantal dan guling. Sebaiknya bantal, guling, dan selimut dijemur di bawah sinar matahari untuk memusnahkan jamur. Alasan kasur dibiarkan kosong adalah untuk mengeringkan kelembapan.

    Apabila kamu jarang menggunakan kasur atau lebih banyak bepergian, tidak apa-apa jarang mengganti seprai, tetapi pastikan jika kasur tersebut dilapisi penutup agar debu tidak menempel.

    Sebaliknya, kamu harus mencuci seprai sekali jika kasur berpotensi lebih cepat kotor. Misalnya kamu selalu berkeringat saat tidur, atau kamu berbagi tempat tidur dengan hewan peliharaan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Beli Rumah? Perhatikan 5 Hal Ini Biar Betah Tinggal Selamanya


    Jakarta

    Membeli rumah bukan perkara mudah. Calon pembeli harus bisa memilih rumah yang nyaman dan dapat memenuhi kebutuhan penghuninya.

    Bentuk rumah dapat mencerminkan preferensi dan gaya hidup penghuninya. Oleh karena itu, pencari rumah perlu menilai rumah dari penampilan ataupun komponennya.

    Lalu, bagaimana cara memilih rumah? Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Pilih Rumah yang Nyaman

    Inilah cara menentukan rumah yang nyaman dan sesuai kebutuhan calon penghuni, dikutip dari The Spruce.

    1. Fasad Rumah

    Desain rumah, terutama bagian depan atau fasad mencerminkan kepribadian pemiliknya. Pilihlah rumah dengan desain eksterior yang disukai dan sesuai selera penghuni.

    Lalu, perhatikan kondisi terasnya apakah dalam keadaannya baik atau tidak. Pertimbangkan seberapa banyak pemeliharaan pekarangan yang harus dilakukan nantinya.

    2. Ukuran Rumah

    Tentukan ukuran dan layout rumah yang dibutuhkan sebelum mencari rumah. Dengan begitu, pencari rumah tidak akan cepat tergiur dengan rumah besar ataupun fitur unik misalnya kolam renang.

    Jika ada ruangan berlebih, pemilik bisa digunakan untuk memenuhi gaya hidup keluarga. Namun, ruang berlebih juga berarti ada lebih banyak tagihan listrik dan furniture yang perlu dibayar.

    3. Kamar

    Salah satu kriteria saat memilih rumah adalah jumlah kamar tidur dan kamar mandi. Jangan sampai tertarik dengan rumah yang tidak memiliki kamar yang cukup buat kebutuhan penghuninya.

    Pikirkan siapa saja yang akan tinggal di rumah tersebut sekarang dan di masa depan. Tentukan berapa kamar yang dibutuhkan, apalagi kalau akan ada anak-anak atau kerabat yang menginap.

    4. Dapur

    Jika ada anggota keluarga yang senang menggunakan dapur, pastikan memilih rumah dengan desain dapur yang cocok. Renovasi dapur cukup memakan waktu dan biaya sehingga sebaiknya memilih rumah dengan dapur siap pakai. Lalu, rumah dengan dapur yang hanya butuh sedikit upgrade tetap layak dipertimbangkan.

    5. Jendela

    Kemudian, periksa pencahayaan alami dan pemandangan dari jendela. Pastikan penghuni mendapat pencahayaan yang cukup dan pemandangan yang cocok, apalagi kalau ada ruangan yang membutuhkan banyak cahaya di siang hari. Tentukan kalau menginginkan pemandangan rumah tetangga atau menyalakan lampu di siang hari.

    Itulah beberapa pertimbangan saat memilih rumah agar nyaman dan memenuhi kebutuhan. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Bau Apek, Ini 5 Cara Bikin Kamar Tidur Wangi Terus


    Jakarta

    Memiliki kamar tidur yang wangi tentu bisa membuat penghuni rumah betah. Kamar yang wangi bisa saja membuat tubuh menjadi rileks sehingga bisa istirahat maksimal.

    Untuk membuat kamar wangi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan dengan mudah. Salah satunya adalah mencuci seprai.

    Selain itu masih ada cara-cara lain untuk membuat kamar wangi. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    Cara Membuat Kamar Wangi

    1. Sering Cuci Seprai

    Mencuci seprai secara teratur bisa membuat kamar tidur wangi. Dilansir dari The Spruce, penghuni rumah bisa mencuci seprai setiap minggu. Namun jika di rumah ada hewan peliharaan dan sering main di kamar, sebaiknya seprai dicuci lebih sering.

    Tak hanya seprai, sebaiknya gorden yang ada di kamar juga rutin dicuci. Dilansir dari Apartment Therapy, setidaknya cuci gorden beberapa bulan sekali agar tetap bersih dan wangi.

    2. Bersihkan Kamar Tidur

    Ternyata aroma tak sedap tidak hanya datang dari pakaian kotor maupun sampah, tetapi juga dari debu. Maka dari itu, penting untuk membersihkan kamar dari debu.

    “Kamu mungkin terkejut mengetahui bahwa debu sebenarnya berbau, tetapi mencegah debu di kamar tidur kamu akan membantu menghilangkan bau tidak sedap,” tutur editor Solved, Millie Hurst, dikutip dari Homes & Gardens.

    3. Rapikan Barang

    Kamar yang dipenuhi barang akan membatasi sirkulasi udara dan menyebabkan panas berlebih sehingga bisa menimbulkan bau apek. Penghuni rumah bisa merapikan atau membuang barang yang sudah tidak digunakan lagi agar kamar terasa lebih lega.

    4. Buka Jendela

    Cara lainnya untuk membuat kamar tidur wangi adalah membuka jendela dan membiarkan angin segar masuk ke dalam. Untuk kalian yang tinggal di area padat penduduk atau dekat jalan raya bisa diperhatikan waktu-waktu untuk membuka jendela, misalnya pada pagi hari sebelum banyak kendaraan berlalu lalang.

    5. Pakai Pengharum Ruangan

    Pengharum ruangan yang bisa digunakan bermacam-macam, misalnya lilin aromaterapi, reed diffuser, semprotan aerosol, dan lainnya. Nah, saat memilih wewangian, sebaiknya jangan pilih yang mengandung bahan kimia atau aroma keras yang dapat mengganggu tidur penghuni rumah.

    “Kita semua menginginkan kamar tidur yang wangi tanpa menimbulkan gangguan tidur. Carilah semprotan atau wewangian ruangan ruangan yang menggunakan minyak alami atau esensial,” tutur cleaning expert di Spekless Cleaning, Karina Toner, dikutip dari Homes & Gardens.

    Penghuni rumah bisa mencoba wewangian dengan aroma lavender, chamomile, vanila, atau yang lainnya untuk menciptakan suasana yang menenangkan.

    Penyebab Kamar Bau

    Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kamar bau. Berikut ini informasinya.

    1. Lumut dan Jamur

    Dilansir dari Love to Know, tempat yang lembap akan menimbulkan jamur atau lumut yang akan menimbulkan bau tidak sedap. Jamur biasanya ditemukan di langit-langit atau jendela. Jika menemukan jamur atau lumut di kamar tidur, segera mengambil tindakan sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah.

    2. Pakaian dan Perlengkapan Tidur Kotor

    Keringat merupakan penyebab utama bau tidak sedap di kamar tidur, mulai dari keringat yang diserap seprai hingga pakaian olahraga yang berkeringat. Segera cuci pakaian kotor dan menyimpan keranjang di kamar mandi atau di ruang cuci. Hal ini akan menghindarkan kamar tidur memilik bau tidak sedap.

    3. Debu

    Debu menjadi salah satu penyebab bau tidak sedap di kamar tidur. Debu terbentuk dari kotoran, bakteri, dan lain sebagainya sehingga membuat udara kamar menjadi tidak sehat untuk penghuni rumah. Gunakan kain microfiber untuk membersihkan debu terlebih dahulu, buka jendela dan biarkan udara segar masuk.

    4. Filter AC Tersumbat

    Penting untuk memeriksa filter AC secara teratu karena filter tersebut menangkap semua kotoran dan debu yang tidak diinginkan di rumah. Saat filter tersumbat, akan mengeluarkan bau. Jika mencium aroma tidak sedap, cobalah untuk membersihkan atau mengganti filter AC di kamar tidur.

    Itulah beberapa cara untuk membuat kamar tidur wangi serta penyebab kamar tidur bau. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com