Tag: kamar mandi

  • 4 Faktor Penyebab Dapur Terasa Lembap dan Panas Meski Tidak Dipakai


    Jakarta

    Dapur hampir setiap hari pasti digunakan selama ada penghuni di dalamnya. Ruangan ini seharusnya dibuat sama nyamannya seperti kamar tidur karena terkadang memasak membutuhkan waktu yang lama dan bisa dilakukan tanpa duduk.

    Kenyataannya sering ditemui beberapa dapur terasa pengap, lembap, panas, dan tidak nyaman untuk berada lama-lama di dalamnya. Kondisi ini bukan dikarenakan kompor sedang menyala atau banyak sumber panas sedang digunakan. Melainkan ada faktor eksternal yang terkadang tidak disadari oleh penghuni rumah.

    Kondisi dapur yang panas dan lembap meski tidak digunakan juga bisa memicu percepatan munculnya jamur di dinding, kitchen set hingga ke plafon. Munculnya jamur hitam pada area rumah dapat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyerang sistem pernapasan.


    Lantas, apa saja faktor yang dapat memicu dapur terasa panas dan lembap selain kesalahan terhadap desain dapur tersebut?

    Dilansir dari Europe Enchanting, berikut beberapa penyebab dapur terasa panas dan lembap beserta cara mengatasinya.

    1. Ventilasi Udara

    Ventilasi udara adalah komponen penting pada rumah yang tidak boleh dilewatkan, terutama pada bagian dapur dan kamar mandi. Fungsinya bukan hanya untuk akses cahaya alami masuk ke dalam rumah, melainkan untuk jalur pertukaran udara panas di dalam dengan area luar yang segar. Dengan begitu, dapur tidak akan terasa lembap.

    Apabila sudah terlanjur membuat dapur tanpa ventilasi, siasati dengan memasang AC sehingga dapur tidak akan terasa panas dan tidak begitu lembap. Bisa juga memakai kipas angin, tetapi kurangnya adalah tidak bisa membuat suhu jadi lebih sejuk.

    2. Curah Hujan

    Faktor luar yang menyebabkan dapur terasa panas dan lembap adalah suhu udara di luar yang turun drastis serta kandungan air di udara jadi lebih tinggi. Apabila bagian dapur terdapat pintu area belakang, ini dapat menyebabkan udara dingin tersebut mudah masuk ke area dapur. Oleh karena itu udara di dapur terasa menyesakkan.

    Untuk menjaga dapur tetap kering adalah dengan memakai cat tahan air pada dinding rumah bagian luar. Pastikan cat tersebut tahan terhadap jamur, lumut, dan bisa mencegah air hujan meresap ke dalam dinding. Selain itu, juga lakukan waterproofing pada atap rumah, supaya air hujan tidak merembes masuk melalui atap.

    3. Lantai Tidak Tahan Air

    Kelembapan juga bisa muncul dari lantai. Hal ini ditandai dengan lantai yang selalu basah atau terasa dingin padahal udara sedang panas. Penyebab lantai menjadi celah masuknya kelembapan adalah lapisan adukan semen pada lantai tidak kedap air dan penuh. Air tanah memiliki celah untuk naik dan merembes ke lantai.

    Cara mengatasinya mau tidak mau harus dengan membongkar lantai sampai ke dasar fondasinya. Hal ini dilakukan hanya jika kondisi lantai sudah sangat buruk.

    4. Kamar Mandi

    Sebenarnya ada anjuran untuk tidak meletakkan dapur di dekat kamar mandi. Menurut paham feng shui, hal itu dapat memengaruhi aliran energi baik di rumah atau qi.

    Selain dari feng shui, letak dapur dekat dengan kamar mandi juga bisa menjadi salah satu faktor ruangan tersebut terasa panas dan lembap. Biasanya kamar mandi sering terpapar air dan jarang kering serta minim ventilasi udara sehingga memengaruhi kelembapan sekitar.

    Apabila tata letak di rumah tidak bisa diubah, cara mengatasinya adalah dengan memasang exhaust fan. Perangkat elektronik ini adalah kipas angin yang dirancang untuk mengeluarkan udara dari dalam ruangan ke luar rumah. Cara lainnya adalah dengan menaruh kapur barus atau kamper untuk mengurangi kelembapan pada kamar mandi.

    Itulah sederet faktor penyebab dapur terasa lembap dan panas walau tidak sedang dipakai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kamar Mandi Sering Mengeluarkan Bau Tak Sedap? Ini Sebabnya


    Jakarta

    Kamar mandi jadi salah satu ruangan di dalam rumah yang sering mengeluarkan bau tak sedap. Sebab, kamar mandi digunakan untuk membersihkan diri dari kotoran sekaligus buang air.

    Hal yang wajar apabila kamar mandi mengeluarkan bau setelah digunakan oleh seseorang. Namun, kalau kamar mandi terus mengeluarkan bau tak sedap meski tidak ada yang menggunakannya, maka kamu patut curiga.

    Kamar mandi yang mengeluarkan aroma tak sedap bisa menandakan ada sejumlah masalah. Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Penyebab Kamar Mandi Beraroma Tak Sedap

    Dilansir situs Mr Rooter, berikut sejumlah penyebab kamar mandi mengeluarkan bau yang tak sedap:

    1. Saluran Air Tersumbat

    Salah satu penyebab kamar mandi mengeluarkan bau tak sedap karena saluran air tersumbat. Hal ini dapat terjadi karena kotoran dan rambut yang menyumbat saluran air sehingga tidak bisa mengalir dengan lancar.

    Air yang tersumbat bisa menjadi tempat berkembang biak bagi kuman dan bakteri. Selain mengeluarkan bau tak sedap, kondisi ini juga bisa memicu berbagai penyakit.

    2. Saluran Pembuangan Tercemar

    Muncul bau tak sedap di kamar mandi bisa disebabkan karena saluran pembuangan di sekitar area kamar mandi yang tercemar. Gas limbah yang menumpuk bisa terdorong kembali ke dalam rumah, sehingga menyebabkan aroma busuk di kamar mandi.

    Kondisi ini umumnya terjadi setelah hujan deras karena saluran pembuangan penuh, sehingga air dari dalam rumah tak bisa mengalir keluar. Untuk mengatasinya, kamu bisa memasang katup backflow (backflow valve) pada saluran pembuangan agar kotoran tidak kembali masuk ke dalam kamar mandi.

    3. Septic Tank Penuh

    Septic tank wajib disedot secara berkala agar tidak mencemari air tanah. Selain itu, septic tank yang sudah penuh bisa menyebabkan bau tidak sedap di kamar mandi.

    4. Kebocoran Gas di Saluran Pembuangan Toilet yang Rusak

    Penyebab berikutnya karena segel lilin di sekitar toilet sudah rusak. Maka dari itu, penting untuk mengecek segel secara rutin dan segera perbaiki juga ditemukan ada kerusakan.

    5. P-Trap Kering atau Rusak

    P-Trap merupakan bagian penting dalam sistem saluran air agar mencegah gas limbah masuk ke rumah, khususnya di kamar mandi. P-Trap merupakan belokan berbentuk ‘U’ pada pipa saluran pembuangan kamar mandi dan pipa lainnya di rumah.

    Jika P-Trap kering atau rusak maka gas limbah bisa bocor ke dalam kamar mandi. Cara atasi masalah ini cukup sederhana, yakni dengan menyalakan air keran selama beberapa menit. Jika masih mengeluarkan bau, kamu bisa memanggil jasa ledeng.

    6. Ada Bakteri yang Tumbuh

    Jika tidak ada kerusakan pada saluran air, maka bau tak sedap di kamar mandi mungkin disebabkan adanya bakteri. Lingkungan yang lembap dan gelap di dalam saluran pembuangan merupakan tempat yang pas bagi bakteri untuk tumbuh.

    7. Kamar Mandi Jarang Dibersihkan

    Kamar mandi yang jarang dibersihkan tentu cepat kotor dan mengeluarkan bau tak sedap. Selain bikin tidak nyaman saat digunakan, kamar mandi yang kotor juga bisa mengganggu kesehatan penghuni rumah.

    Itulah tujuh penyebab kamar mandi mengeluarkan bau tak sedap. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Mudah Hilangkan Lumut di Kamar Mandi, Bisa Pakai Cuka!


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu area di dalam rumah yang sering terdapat lumut. Selain mengganggu penampilan, adanya lumut di kamar mandi juga membuat lantai licin sehingga membahayakan penghuni rumah.

    Dikutip dari Bathroom City, lumut bisa muncul di kamar mandi karena suhu lembap yang sangat tinggi. Penyebab lainnya karena ventilasi udara yang buruk sehingga jadi tempat yang sempurna bagi lumut dan jamur untuk tumbuh.

    Membersihkan lumut di kamar mandi ternyata tidak sulit. Ada sejumlah bahan yang diklaim ampuh membasmi lumut. Apa saja bahan tersebut? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Bersihkan Lumut di Kamar Mandi

    Membersihkan lumut di kamar mandi ternyata bisa menggunakan bahan sederhana dan mudah didapat. Dilansir situs Better Homes and Gardens, berikut cara-caranya:

    1. Cuka Putih

    Selain digunakan untuk memasak, cuka putih ternyata bisa digunakan untuk membersihkan lumut di kamar mandi, lho. Cuka putih dapat dipakai untuk membersihkan lumut yang menempel di lantai, pancuran air (shower), saluran pembuangan, atau kloset.

    Cara pakainya juga mudah, cukup menuangkan cuka ke area yang terdapat lumut di kamar mandi, lalu diamkan selama 10-15 menit. Setelah itu, bersihkan lumut dengan spons atau kain lap.

    Jika lumut sulit dihilangkan, kamu dapat menggosoknya dengan sikat berbulu. Jika sudah, bilas dengan air bersih agar sisa lumut bisa terbuang ke saluran air.

    2. Cairan Pemutih

    Tak hanya untuk mencuci pakaian, cairan pemutih bisa dimanfaatkan untuk membersihkan lumut. Cara pakainya cukup dengan mencampur larutan pemutih dan air bersih dengan perbandingan 50:50. Kemudian, siram ke area di kamar mandi yang terdapat lumut.

    Tunggu sekitar 5-10 menit, kemudian bersihkan lumut menggunakan sikat berbulu secara perlahan. Jika lumut sudah hilang, bilas seluruh kamar mandi dengan air.

    Penggunaan cairan pemutih dan air disebut sangat efektif untuk membersihkan lumut yang menempel di lantai dan dinding kamar mandi, wastafel, dan pancuran air. Perlu diingat, pastikan pintu dan jendela kamar mandi dalam posisi terbuka saat membersihkannya agar udara dapat mengalir lancar.

    3. Boraks

    Jika dua cara di atas masih belum efektif membasmi lumut di kamar mandi, kamu dapat menggunakan boraks. Bahan yang satu ini disebut ampuh membersihkan lumut.

    Untuk cara penggunaannya, campur satu cangkir boraks ke dalam wadah berisi tiga liter air hangat, setelah itu aduk sampai merata. Lalu, larutan yang sudah tercampur bisa dituang ke dalam botol semprot.

    Kemudian, semprot cairan boraks pada permukaan yang ingin dibersihkan atau terdapat lumut di kamar mandi. Gunakan sikat kawat, spons, atau kain lap untuk membersihkan lumut yang sulit hilang. Agar lebih aman, gunakan sarung tangan saat membersihkan lumut dengan cairan boraks bagi kulit yang sensitif.

    Demikian tiga cara ampuh membersihkan lumut di kamar mandi dengan mudah dan cepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan Sederhana Ini Bisa Atas Noda Kuning di Kamar Mandi


    Jakarta

    Noda kuning kerap muncul di kamar mandi, terutama pada area dinding dan lantai. Adanya noda tersebut dapat mengganggu pemandangan dan bikin tidak nyaman.

    Muncul noda kuning di kamar mandi bisa disebabkan oleh sejumlah hal. Dilansir situs Merry Maids, penyebab utamanya karena sisa sabun atau sampo yang menempel di lantai dan dinding kamar mandi. Jika noda sabun tak segera dibersihkan maka dapat menimbulkan noda kuning serta terasa licin saat diinjak.

    Jika menemukan ada noda kuning di kamar mandi, jangan khawatir. Ada sejumlah bahan sederhana yang disebut ampuh menghilangkan noda tersebut. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Menghilangkan Noda Kuning di Kamar Mandi

    Membersihkan noda kuning di kamar mandi bisa dilakukan dengan mudah dengan menggunakan bahan sederhana. Dilansir situs PMA Imperio Ceramic, berikut bahan-bahannya:

    1. Baking Soda

    Baking soda disebut ampuh untuk menghilangkan noda kuning di kamar mandi. Berikut cara penggunaannya:

    • Taburkan baking soda secukupnya ke area yang terdapat noda kuning di kamar mandi
    • Biarkan baking soda meresap dan kering selama 10 menit. Saat proses ini berlangsung, kamar mandi sebaiknya tidak digunakan dahulu
    • Jika sudah, bersihkan noda kuning dengan sikat sampai benar-benar hilang
    • Setelah itu siram dengan air agar noda dan kotoran larut.

    2. Cuka Putih dan Lemon

    Selain digunakan untuk bahan masak, kombinasi cuka putih dan lemon bisa menjadi solusi alternatif untuk membersihkan noda kuning. Agar tidak salah, simak cara-caranya di bawah ini:

    • Campur 2 sendok makan cuka ke dalam wadah
    • Peras 1 buah jeruk lemon ke dalam wadah, lalu aduk hingga merata
    • Setelah itu, tuang campuran tadi ke dalam botol semprot
    • Bersihkan noda kuning di kamar mandi dengan menyemprotkan cuka dan lemon
    • Gosok menggunakan sikat berbulu hingga bersih
    • Kemudian siram dengan air.

    3. Garam Laut

    Bahan dapur lainnya yang bisa digunakan untuk menghilangkan noda kuning adalah garam laut. Untuk cara pakainya cukup menaburkan gara laut secukupnya ke area yang terdapat noda kuning di kamar mandi. Kemudian, gosok menggunakan sikat sampai bersih.

    Setelah itu, bilas kamar mandi dengan air agar noda kuning dan kotoran larut. Jika masih ada sisa noda kuning, kamu bisa mengulangi langkah-langkah di atas.

    4. Cairan Pembersih Kamar Mandi

    Kalau noda kuning masih sulit hilang, maka solusi terakhir adalah menggunakan cairan pembersih kamar mandi yang dijual bebas di pasaran. Perlu diingat, baca petunjuk pemakaian dan cara penggunaannya terlebih dahulu. Sebab, zat yang terkandung di dalam cairan pembersih dapat merusak lapisan keramik jika digunakan dalam jumlah banyak.

    Demikian empat bahan sederhana yang dapat menghilangkan noda kuning di kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bersihkan Toilet Duduk dengan Mudah Agar Kinclong Lagi


    Jakarta

    Banyak pemilik rumah yang kini beralih menggunakan toilet duduk karena dianggap lebih nyaman untuk buang air kecil dan buang air besar. Karena digunakan setiap hari, maka kamu juga perlu membersihkan toilet duduk secara berkala.

    Jika toilet duduk tidak dirawat dan jarang dibersihkan maka akan cepat kotor sehingga menimbulkan noda kuning. Selain itu, toilet duduk yang kotor menjadi sarang bagi kuman dan bakteri untuk berkembang biak.

    Maka dari itu, penting untuk membersihkan toilet duduk secara rutin agar penghuni dan tamu yang datang ke rumah merasa nyaman saat menggunakan kamar mandi. Cara membersihkannya juga mudah kok, simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Membersihkan Toilet Duduk dengan Mudah

    Membersihkan toilet duduk tidak sesulit yang dibayangkan, lho. Dilansir situs Wecasa, berikut cara membersihkan toilet duduk dengan mudah:

    1. Siapkan Alat

    Langkah pertama adalah dengan menyiapkan semua peralatan untuk membersihkan toilet duduk, mulai dari sikat, lap pembersih, cairan pembersih, dan ember berisi air

    Pastikan kamu menyiapkan dua sikat, yakni sikat untuk bagian dalam dan luar toilet duduk. Lalu, siapkan juga cairan pembersih khusus bagian dalam dan luar toilet duduk.

    Saat membersihkan toilet duduk disarankan pakai sarung tangan agar kuman dan kotoran tidak masuk melalui sela-sela jari.

    2. Bersihkan Toilet Duduk dengan Tepat

    Jika semua alat sudah siap, mulai bersihkan toilet duduk dari area luar terlebih dulu. Semprotkan cairan pembersih sampai merata, lalu sikat secara perlahan agar noda kuning bisa hilang.

    Setelah itu, bersihkan bagian dalam toilet duduk. Area ini memang paling mudah kotor dan terdapat noda kuning karena digunakan setiap hari.

    Semprot cairan pembersih ke bagian dalam toilet duduk secara merata, lalu diamkan selama 10-15 menit. Kemudian sikat sampai bersih hingga tak ada lagi noda kuning yang menempel.

    3. Pakai Baking Soda untuk Bersihkan Toilet Duduk

    Kamu juga bisa menggunakan baking soda agar toilet duduk semakin bersih dan kinclong. Caranya cukup mencampur baking soda dan air hingga menjadi pasta, lalu oleskan pada bagian toilet duduk yang kotor.

    Tunggu selama 10-15 menit agar baking soda bereaksi terhadap noda dan kotoran, lalu sikat toilet duduk secara perlahan. Jika sudah, pencet tombol flush untuk membuang kotoran ke saluran air.

    4. Cuka Putih untuk Opsi Alternatif

    Selain baking soda, kamu juga dapat menggunakan cuka putih untuk membersihkan toilet duduk. Cara pakainya juga gampang, campur cuka putih dan air secukupnya ke dalam botol semprot.

    Kocok botol terlebih dahulu sebelum digunakan, lalu semprotkan larutan cuka putih ke area yang bernoda di toilet duduk. Diamkan selama 10-15 menit agar cuka bereaksi terhadap noda, setelah itu lap hingga bersih.

    5. Bilas dengan Air Bersih

    Langkah terakhir adalah dengan membilas toilet duduk dengan air bersih. Pastikan tidak ada sisa kotoran atau cairan pembersih yang menempel di toilet duduk.

    Agar lebih nyaman dan sehat, kamu bisa menyemprotkan cairan antiseptik setelah menggunakan toilet duduk. Langkah ini untuk mencegah bakteri dan kuman bisa berkembang biak di toilet duduk.

    Itulah cara membersihkan toilet duduk agar kinclong lagi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbedaan Water Heater Listrik dan Gas Beserta Plus Minusnya


    Jakarta

    Mandi menggunakan air hangat memberikan kenyamanan bagi penghuni rumah, terutama saat cuaca dingin. Penghuni yang ingin pasang pemanas air bisa mempertimbangkan berdasarkan sumber energi, misalnya water heater listrik atau water heater gas.

    Kedua jenis pemanas air itu punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Penghuni dapat memilih berdasarkan preferensi atau kebutuhan.

    Apa saja perbedaan water heater listrik dan water heater gas? Simak penjelasannya berikut ini.


    Perbedaan Water Heater Listrik dan Water Heater Gas

    Inilah perbedaan utama antara water heater listrik dan water heater gas.

    1. Cara Kerja

    Dilansir dari Forbes, water heater listrik mengalirkan arus listrik bertegangan tinggi ke sebuah batang di tengah tangki air. Listrik tersebut memanaskan air dari bagian tengah tangki ke arah luar.

    Sementara itu, water heater gas memanaskan tangki air dengan api. Api itu berasal dari bahan bakar gas di bagian bawah water heater.

    2. Kepraktisan

    Water heater listrik cenderung lebih mudah dipasang dan digunakan. Hal itu karena biasanya semua rumah sudah ada layanan listrik.

    Berbeda halnya dengan water heater gas, alat ini memerlukan bahan bakar gas. Penghuni perlu rutin mengganti tabung gas agar bisa menggunakan water heater.

    Water Heater Listrik

    Jika penghuni ingin memakai water heater listrik, berikut ini kelebihan dan kekurangannya.

    Kelebihan

    • Aman
    • Cara kerja sistem pemanas bersih (tidak meninggalkan residu)
    • Memiliki daya pemanas air yang efisien
    • Pilihan ukuran banyak
    • Bisa berjalan secara otomatis
    • Mudah untuk dipasang, karena setiap rumah pastinya memiliki sumber listrik

    Kekurangan

    • Biaya operasional lebih tinggi
    • Cenderung lebih lama untuk memanaskan air dibandingkan dengan jenis gas
    • Waktu pemulihan lebih lama
    • Tidak bisa beroperasi jika listrik padam

    Water Heater Gas

    Namun kalau penghuni mau pakai water heater gas, kenali kelebihan dan kekurangannya berikut ini dulu.

    Kelebihan

    • Memanaskan air dengan cepat
    • Biaya pengoperasian lebih rendah dibandingkan dengan jenis listrik
    • Hemat energi
    • Masih bisa beroperasi saat listrik padam

    Kekurangan

    • Memerlukan tambahan tabung gas
    • Kurang aman dibandingkan jenis listrik
    • Cara kerja sistem pemanas lebih kotor (meninggalkan residu)
    • Pilihan ukuran lebih sedikit
    • Umur lebih pendek dibandingkan jenis listrik
    • Daya panas air kurang efisien dibandingkan jenis listrik
    • Perlu dinyalakan secara manual

    Itulah perbedaan beserta plus minus menggunakan water heater listrik dan water heater gas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Masalah Water Heater yang Bisa Diperbaiki Tanpa Tukang


    Jakarta

    Water heater menjadi alat andalan buat memanaskan air di kamar mandi agar penghuni rumah tidak kedinginan. Namun, alat ini sewaktu-waktu bisa rusak, apalagi kalau sudah lama digunakan.

    Jika water heater bermasalah, penghuni rumah tidak perlu buru-buru panggil tukang buat memperbaikinya. Ada beberapa masalah pemanas air yang dapat ditangani sendiri.

    Penghuni perlu mengenali masalah-masalah yang terjadi pada water heater agar tahu cara memperbaikinya. Simak penjelasannya berikut ini.


    Masalah Water Heater

    Inilah deretan masalah yang dapat terjadi pada water heater dan cara memperbaikinya, dikutip dari The Spruce.

    1. Suhu Air Terlalu Panas

    Suhu air yang terlalu panas bukannya membuat nyaman, tetapi menyiksa penghuni rumah. Nah, biasanya masalahnya ada pada termostat water heater yang dipasang terlalu tinggi. Penghuni dapat memperbaikinya dengan mengikuti langkah ini.

    • Pertama, matikan daya water heater di panel servis.
    • Selanjutnya, lepaskan panel akses dan periksa apakah pengaturan panas pada kedua termostat tidak lebih dari 120F° atau 48 derajat Celcius.
    • Sesuaikan dengan pengaturan yang diinginkan dengan memutar sekrup set menggunakan obeng pipih.

    2. Air Panas Tidak Keluar

    Selain itu, masalah yang paling umum pada water heater adalah air yang keluar tidak panas. Hal ini biasanya disebabkan oleh terputusnya aliran listrik pada water heater atau elemen pemanasnya rusak. Untuk memperbaiki masalah ini, penghuni perlu tahu dulu penyebab air tidak panas.

    Pertama, periksa pemutus water heater di panel servis untuk memastikan aliran listrik tidak terputus. Jika aliran listriknya putus, matikan dulu dengan menekan tombol OFF, lalu nyalakan kembali ke ON.

    Apabila pemutus pemanas tidak putus, setel ulang batas suhu tinggi pada water heater. Caranya dengan mematikan daya water heater di panel servis. Selanjutnya, tekan tombol reset suhu tinggi yang biasanya berwarna merah.

    3. Air Berwarna Karat

    Bagian dalam tangki pemanas air bisa korosi sehingga air yang keluar dari keran berwarna coklat, kuning, atau merah. Masalah ini dapat diatasi dengan meminta tukang ledeng mengganti batang anoda di tangki water heater.

    Batang anoda adalah batang logam di tengah water heater. Batang tersebut mudah korosi dibandingkan tangki. Oksigen yang bersifat korosif lebih mudah tertarik ke batang anoda dibandingkan ke pemanas air.

    4. Water Heater Bocor

    Kemudian, water heater bisa bocor pada bagian katup dan sambungan pipa. Jika air bocor itu hangat atau panas, kemungkinan hal itu disebabkan oleh pipa saluran keluar yang bocor.

    Untuk memperbaikinya, penghuni dapat memeriksa water heater apakah ada pipa masuk atau keluar yang longgar. Jika menemukan sambungan yang longgar, cukup kencangkan dengan kunci pas agar tidak terjadi kebocoran.

    5. Tangki Water Heater Bersuara Bising

    Water heater bisa mengeluarkan suara bising seperti gemuruh pelan, letupan, atau berdenging. Suara bising itu menandakan tangki sedang mendidih. Penumpukan sedimen di dasar tangki membuat dasar tangki terlalu panas dan air mendidih. Kebisingan itu dapat diatasi dengan mengikuti langkah ini:

    • Pastikan untuk mematikan aliran listrik dan pasokan air ke water heater.
    • Tiriskan seluruh air dan sedimen pada pemanas air lalu isi kembali.
    • Pasang ujung selang taman ke katup di bagian bawah water heater, dengan ujung lainnya terletak di luar.
    • Buka katup pelepas tekanan suhu di bagian atas dan katup pembuangan di bagian bawah.
    • Setelah air dan sedimen terkuras seluruhnya, tutup katup bawah dan katup pelepas tekanan atas, lalu lepaskan selang.
    • Nyalakan listrik dan air lagi.

    Itulah masalah yang bisa terjadi pada pemanas air dan cara mengatasinya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pasang! Begini Cara Menentukan Posisi Stopkontak di Rumah


    Jakarta

    Penghuni rumah menggunakan berbagai perangkat elektronik untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Tak heran setiap ruangan biasa dilengkapi dengan stopkontak buat mengalirkan listrik ke perangkat tersebut.

    Bila membangun rumah atau kamar, pemilik perlu mempertimbangkan posisi stopkontak di setiap ruangan. Stopkontak sebaiknya ditempatkan di lokasi yang memudahkan penghuni nantinya.

    Bagaimana cara menentukan posisi stopkontak buat setiap ruangan? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penempatan Stopkontak Sesuai Ruangan

    Inilah beberapa posisi stopkontak yang memudahkan penghuni rumah, dikutip dari Horizon Services.

    1. Kamar Tidur

    Pemilik rumah sebaiknya memasang stopkontak di sisi tempat tidur. Posisi ini memudahkan penghuni untuk mencolokkan charger atau pengisi daya ponsel, lampu, dan perangkat lainnya.

    2. Ruang Keluarga

    Ruang keluarga biasanya memerlukan banyak stopkontak. Sebab, ruangan ini dapat digunakan untuk memasang TV, video game, hingga layanan internet. Sebaiknya pasang stopkontak di bagian tengah setiap dinding dan sudut ruangan.

    3. Kamar Mandi

    Untuk kamar mandi, letakkan stopkontak di dekat meja kamar mandi agar kabel perangkat tidak tersandung kaki. Lalu, pilih lokasi yang jauh dari jangkauan shower atau bak mandi supaya tidak terkena cipratan air.

    4. Ruang Kerja

    Penempatan stopkontak sangat penting buat ruang kerja di rumah. Pertimbangkan untuk memasang stopkontak di setiap dinding agar bisa fleksibel menempatkan furniture.

    5. Dapur

    Kemudian, pemilik sebaiknya menyiapkan sejumlah stopkontak sepanjang meja dapur dengan jarak sekitar 60 cm. Penempatan stopkontak bisa di atas lemari, bawah lemari, atau dinding tempat pasang peralatan elektronik.

    Itulah tips menempatkan stopkontak di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Cuma Toilet, 6 Benda Ini Ternyata Harus Dibersihkan Setiap Hari


    Jakarta

    Kebersihan rumah penting untuk dijaga demi kenyamanan dan kesehatan penghuni rumah. Penghuni perlu rajin membersihkan rumah, terutama benda-benda yang sering digunakan setiap hari.

    Aktivitas bersih-bersih terkadang melelahkan, tetapi setidaknya luangkan waktu buat bersihkan benda yang cepat kotor. Sebab, bakteri dan kuman berkembang biak dengan cepat dan dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah.

    “Permukaan yang disentuh setiap hari oleh semua orang di rumah mengandung kuman dari luar yang mudah berpindah. Membersihkan area ini setiap hari dapat meningkatkan kesehatan lingkungan rumah Anda secara signifikan,” ujar Manajer Operasional Geaux Maids, Sarah Grace Vedros, dikutip dari Southern Living, Kamis (21/8/2025).


    Lalu, benda apa saja yang perlu dibersihkan setiap hari? Simak penjelasannya berikut ini.

    6 Benda yang Perlu Dibersihkan Setiap Hari di Rumah

    Inilah barang-barang yang sebaiknya rajin dibersihkan, dikutip dari Southern Living.

    1. Gagang Pintu

    Gagang pintu disentuh setiap hari dan berkali-kali oleh penghuni rumah. Hal ini membuat gagang pintu menjadi sarang kuman, apalagi kalau penghuni kembali dari luar rumah. Sebaiknya bersihkan gagang pintu setiap hari menggunakan tisu disinfektan untuk membasmi kuman.

    2. Wastafel Dapur

    Wastafel dapur biasanya terdapat bekas makanan setelah digunakan. Jika dibiarkan, wastafel bakal jadi sarang kuman serta menarik lalat buat datang. Oleh karena itu, penghuni perlu rajin membersihkan wastafel dapur menggunakan bahan ampuh misalnya soda kue.

    3. Meja Dapur

    Dapur adalah ruangan yang cepat kotor karena sering digunakan penghuni rumah. Apalagi ruangan ini sering terdapat makanan, air, dan sampah. Penghuni dianjurkan untuk membersihkan meja dapur setelah digunakan.

    4. Wastafel Kamar Mandi

    Selain itu, kamar mandi juga ruangan yang sering digunakan dan cepat kotor. Nah, wastafel kamar mandi sebaiknya dibersihkan di penghujung setiap hari.

    “Tangan terus-menerus menyentuh keran dan dibersihkan di sini,” kata Me’Shayla Sandifer dari Princess Cleaning Services.

    Mangkuk wastafel pun area yang perlu dibersihkan setiap hari untuk menghilangkan sisa pasta gigi. Penghuni rumah dapat menggunakan semprotan pembersih dan spons buat mensanitasi permukaan wastafel.

    5. Dudukan Kloset dan Tombol Flush

    Dudukan toilet dan tombol siram atau flush merupakan tempat berkumpulnya kuman dan bakteri. Penghuni disarankan untuk mensanitasi area ini menggunakan tisu disinfektan setiap hari. Meskipun kamar mandi rutin dibersihkan setiap minggu, tidak ada salahnya membersihkan dua benda ini lebih sering.

    6. Benda Elektronik

    Beberapa benda elektronik di rumah harus sering dibersihkan, misalnya ponsel, tablet, keyboard komputer, dan remot TV. Pasalnya, semua benda itu disentuh oleh banyak tangan setiap hari.

    Membersihkan benda-benda ini di penghujung hari dapat menghilangkan kuman dan bakteri. Namun, pastikan menggunakan pembersih yang cocok agar tidak merusak permukaan benda elektronik.

    Itulah sejumlah benda yang sebaiknya dibersihkan setiap hari di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Anti Berantakan! 7 Kebiasaan Kecil yang Bikin Rumah Selalu Rapi


    Jakarta

    Rumah yang bersih tak hanya nyaman bagi penghuni tetapi estetik untuk dipandang. Sebaiknya penghuni rajin membersihkan rumah agar selalu terlihat kinclong.

    Tak perlu dianggap sebagai beban, penghuni bisa membangun kebiasaan baik untuk menjaga kebersihan rumah. Dengan begitu, penghuni tidak akan merasa kewalahan ketika membersihkan rumah.

    Apa saja kebiasaan baik untuk membersihkan rumah? Simak tipsnya berikut ini.


    7 Kebiasaan untuk Menjaga Kebersihan Rumah

    Inilah beberapa kebiasaan agar rumah selalu bersih, dikutip dari HGTV.

    1. Rapikan Tempat Tidur

    Segera rapikan tempat tidur setelah bangun di pagi hari. Setidaknya lipat selimut dan taruh bantal ke tempatnya.

    2. Bersihkan Permukaan yang Sering Tersentuh

    Gunakan tisu disinfektan untuk membersihkan permukaan yang sering tersentuh seperti saklar lampu, remot, gagang pintu, dan gagang lemari. Bersihkan permukaan tersebut seminggu sekali untuk membasmi kuman dan bakteri.

    3. Lepaskan Sepatu

    Biasakan untuk melepaskan sepatu setiap kali masuk rumah. Kebiasaan ini akan mencegah masuknya kotoran sehingga tidak menambah beban kerja penghuni rumah buat membersihkannya.

    4. Bersihkan Lantai Setiap Hari

    Kebiasaan menyapu lantai setiap akan menjaga rumah tetap bersih. Akan lebih baik lagi kalau penghuni rumah juga mengepel lantai setelahnya.

    5. Bersihkan Dapur

    Bangun di pagi hari dengan kondisi dapur yang bersih sangat menyenangkan. Untuk itu, biasakan untuk membersihkan dapur sebelum tidur. Cuci piring dan wastafel, lalu lap permukaan dapur agar bebas dari minyak, kuman, dan sisa makanan.

    6. Cicil Cuci Pakaian Kotor

    Daripada membiarkan pakaian kotor menumpuk, lebih baik mencicil cuci baju. Mulailah konsisten mencuci baju misalnya dua kali seminggu lalu segera masukkan ke lemari pakaian.

    7. Lap Cermin Kamar Mandi

    Cermin kamar mandi rawan terkena cipratan air dan pasta gigi. Penghuni rumah bisa membiasakan diri untuk membersihkan cermin menggunakan kain mikrofiber dan semprotan berisi cuka putih dan air.

    Itulah beberapa kebiasaan baik untuk menjaga rumah tetap bersih. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com