Tag: kamar mandi

  • 5 Barang Ini Jangan Ditaruh di Kamar Mandi, Bisa Rusak-Terpapar Bakteri!


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu area di dalam rumah yang kerap ditemukan aneka macam barang. Benda-benda tersebut bahkan selalu digunakan setiap hari, seperti sikat gigi dan sabun cuci muka.

    Sebenarnya, tidak masalah jika menaruh barang di kamar mandi, seperti tempat sabun, shampoo, atau pasta gigi. Namun, tidak semua barang ternyata bisa ditaruh di ruangan tersebut.

    Jika kebiasaan menaruh sejumlah barang ini di kamar mandi, dampaknya bisa rusak seiring waktu. Bahkan, kotoran dan bakteri bisa menggerogoti barang tersebut dan akhirnya membahayakan kesehatan.


    Penasaran, apa saja barang yang sebaiknya tidak ditaruh di kamar mandi? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Barang Ini Sebaiknya Jangan Ditaruh di Kamar Mandi

    Menurut berbagai pakar, ada sejumlah barang yang sebaiknya jangan ditaruh di kamar mandi. Dikutip dari situs Bob Vila, berikut daftar barangnya:

    1. Sikat Gigi

    Banyak orang yang terbiasa menaruh sikat gigi di kamar mandi. Sayangnya, kebiasaan ini justru dapat membahayakan kesehatan karena bakteri dan kotoran bisa menempel di sikat gigi.

    “Kamar mandi adalah tempat yang lembap dan sering dilalui orang, dan setiap kali toilet disiram, partikel mikroskopis dapat beterbangan di udara dan menempel di permukaan di sekitarnya,” kata pakar interior rumah tangga Lori Bailey.

    Daripada meletakkan sikat gigi di kamar mandi, Bailey menyarankan untuk menyimpannya di rak atau kantong khusus sikat gigi. Selain melindungi sikat gigi tetap bersih, cara ini membuat kamar mandi tidak terlihat berantakan.

    2. Perhiasan

    Menyimpan perhiasan di kamar mandi merupakan kebiasaan yang salah. Soalnya, perhiasan seperti cincin dan kalung berisiko jatuh ke wastafel atau kloset, lalu bisa terbuang lewat saluran air.

    Lalu, beberapa perhiasan seperti batu permata juga bisa rusak karena terpapar air. Suhu yang lembap di kamar mandi juga dapat merusak perhiasan kamu yang harganya jutaan rupiah.

    “Solusinya adalah menyimpan perhiasan di lemari atau memasukkannya ke kota perhiasan agar tetap aman,” ujar Bailey.

    3. Alat Penata Rambut

    Alat penata rambut seperti hair dryer dan hair straightener (catokan) jangan ditaruh di kamar mandi. Sebab, benda ini bisa cepat rusak jika karena terkena cipratan air. Jika kamu mencoloknya ke stop kontak maka bisa tersengat arus listrik atau menimbulkan korsleting.

    Bailey menyebut tidak masalah menggunakan hairdryer di kamar mandi, asalkan langsung dicabut dari stop kontak dan disimpan di tempat yang kering setelah digunakan.

    “Saya selalu menyarankan untuk mencabut kabel dari stop kontak setelah alat penata rambut selesai digunakan dan menyimpannya dengan benar,” jelasnya.

    4. Makeup

    Barang lain yang sebaiknya jangan ditaruh di kamar mandi adalah alat makeup. Kondisi kamar mandi yang lembap dapat merusak alat makeup seiring waktu.

    “Kamar mandi adalah lingkungan yang punya kelembapan tinggi sehingga dapat merusak makeup, mengurangi masa penggunaan, dan menyebabkan pertumbuhan bakteri, terutama pada krim dan bedak,” papar Bailey.

    5. Obat-obatan

    Beberapa orang terkadang menyimpan obat-obatan di kamar mandi karena mudah diambil. Namun, Bailey menyebut suhu yang lembap di kamar mandi justru dapat memengaruhi kualitas obat.

    “Kamar mandi jauh dari kata ideal untuk menyimpan obat-obatan. Banyak obat yang sudah tidak efektif menyembuhkan penyakit jika disimpan di tempat yang lembap seperti kamar mandi,” pungkasnya.

    Demikian lima barang yang sebaiknya jangan ditaruh di kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cermin Buram Bisa Kinclong Lagi, Ini Penyebab dan Cara Membersihkannya


    Jakarta

    Pernahkah bercermin tapi pantulannya terlihat tidak jernih alias buram? Cermin seperti itu bisa bikin penghuni rumah risih ketika bercermin.

    Belum lagi, cermin buram terkesan kotor dan enggak estetik. Nah, sebaiknya penghuni memperhatikan kondisi cermin. Jangan biarkan cermin kotor dan rajin-rajin lah membersihkannya agar selalu kinclong.

    Sebelum mempelajari cara membersihkan, penghuni perlu tahu dulu penyebab cermin buram. Simak penjelasannya berikut ini seperti yang dikutip dari Mike’s Cleaning and Organizing.


    Penyebab Cermin Buram

    Inilah beberapa faktor yang membuat cermin terlihat buram.

    Kerak Air

    Endapan mineral dari air bisa membentuk lapisan kerak yang lama-lama membuat cermin terlihat buram.

    Kerak Sabun

    Residu dari produk perawatan tubuh seperti sabun bisa terakumulasi pada cermin kamar mandi. Kerak sabun bisa menumpuk dan membuat permukaan cermin kusam.

    Teknik Pembersihan yang Salah

    Menggunakan alat pembersih yang salah dapat merusak lapisan cermin. Misalnya penggunaan tisu bisa meninggalkan goresan dan menyebabkan cermin buram.

    Cara Bersihkan Cermin Buram

    Penghuni rumah bisa membersihkan cermin yang buram menggunakan bahan-bahan yang ditemukan di rumah. Berikut ini cara bikin cermin kembali kinclong.

    Alkohol Gosok

    Alkohol gosok ampuh membersihkan cermin yang buram. Campurkan alkohol gosok dan air dengan perbandingan yang sama dalam botol semprot. Lalu semprotkan cairan tersebut pada cermin dan lap menggunakan kain mikrofiber.

    Campuran Cuka Putih

    Cuka putih termasuk bahan terbaik buat bersihkan cermin secara alami. Campurkan cuka putih dan air dengan rasio seimbang. Semprotkan cairan itu pada cermin, lalu bersihkan dengan kain lembut bebas serat atau tisu.

    Krim Cukur

    Siapa sangka krim cukup bisa digunakan buat membersihkan cermin yang buram. Aplikasikan sedikit krim cukur pada kain lembut. Gosok permukaan cermin dengan lembut menggunakan kain tersebut. Setelah itu, bersihkan cermin dengan kain baru yang bersih dan kering.

    Itulah penyebab cermin buram beserta cara membersihkannya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Material yang Cocok buat Dinding Shower, Nggak Gampang Jamuran


    Jakarta

    Dinding kamar mandi tidak cukup dilapisi dengan cat anti air, bagian ini butuh material tambahan agar tidak mudah ditumbuhi jamur. Material ini tentu yang harus tahan dari air, mudah dibersihkan, dan tidak gampang berjamur.

    Adapun, area yang wajib dilapisi dengan material tambahan adalah area shower. Sebab, area ini mudah sekali lembap karena cipratan air dan pengaruh panas dari air panas jika shower tersebut memakai water heater.

    Jadi, pastikan material dinding shower tidak sembarangan. Sebagai referensi, dilansir The Spruce, berikut 10 material terbaik digunakan untuk dinding shower.


    1. Batu Alami

    Batu alami merupakan material yang memiliki kualitas dan penampilan yang bagus. Namun, biasanya harganya cukup mahal. Bahan ini tahan terhadap panas, kerusakan abrasif, dan kerusakan akibat benturan.

    Kekurangan batu alami adalah bisa keropos atau terkikis oleh air. Sebagai gambaran, batu-batu di sekitar air terjun dan sungai yang sudah beratus tahun di aliran air tersebut pasti ada bagian yang berubah karena kontak secara terus menerus dengan air. Proses pengikisannya memakan waktu yang lama, bukan dalam hitungan belasan tahun saja.

    2. Kaca

    Material kedua adalah kaca. Material satu ini bisa membuat tampilan kamar mandi tampak elegan. Selain itu, mudah dibersihkan dan mudah mendeteksi apabila terdapat kotoran. Kaca juga tahan terhadap tumbuhnya jamur dan lumut, serta tahan terhadap noda karena kaca merupakan bahan yang tidak berpori.

    Namun seperti cermin, kaca rentan terhadap tekanan. Apabila tidak sengaja menekan terlalu berat pada permukaannya atau ada benda yang jatuh dan menyenggol kaca bisa pecah berserakan. Pecahan kaca ini juga bisa berbahaya bagi penggunanya.

    3. Granit

    Granit merupakan salah satu material yang memiliki tampilan yang indah tetapi tidak semahal marmer. Ubin yang terbuat dari batu alam ini hadir dalam berbagai warna dan terdapat pola unik yang tercipta dari bentukan alami granit. Granit cocok untuk dinding shower karena tahan panas, tahan gores, dan tahan noda.

    Perlu diketahui granit materialnya berpori namun rentan terhadap air. Biasanya granit disegel dengan benar sebelum pemasangan dan ditutup kembali secara teratur setiap satu atau dua tahun sekali untuk melindungi kualitasnya dari air tidak akan menjadi masalah.

    4. Akrilik

    Pilihan material selanjutnya untuk dinding shower adalah akrilik. Material ini banyak dipakai sebagai dinding pembatas antara area basah dan kering di kamar mandi. Tampilannya yang transparan juga indah dilihat seperti kaca. Harganya juga relatif terjangkau dan tahan terhadap jamur.

    5. Fiberglass

    Material fiberglass juga tahan terhadap tumbuhnya jamur dan lumut sehingga lebih mudah dirawat dan dijaga kebersihannya. Dinding shower fiberglass umumnya juga relatif mudah dipasang. Jadi ini bisa jadi referensi material dinding shower selain ubin keramik, porselen, atau kaca mungkin kamu dapat memilih material fiberglass untuk dinding shower.

    6. Marmer

    Marmer merupakan jenis material yang sering digunakan untuk interior yang mewah karena harganya yang mahal dan tampilannya yang indah. Material ini lebih ringan dari granit sehingga pemasangannya lebih mudah. Mirip batu alam lainnya, marmer juga berpori sehingga perlu perawatan secara rutin. Perlu juga diingat bahwa jika marmer tidak dirawat dengan benar, marmer dapat retak atau pecah.

    7. Keramik

    Material keramik merupakan material yang paling umum dipakai di Indonesia karena harganya yang murah dan tampilannya yang beragam. Keramik tahan terhadap noda sehingga hanya perlu dibersihkan seminggu sekali untuk mencegah jamur dan lumut menumpuk. Namun, keramik rentan retak, terkelupas, dan tergores.

    8. PVC Laminasi

    PVC Laminasi adalah pilihan yang ringan dan terjangkau serta relatif mudah dipasang. Meskipun material ini tahan terhadap panas, air, noda, dan jamur, namun rentan terhadap kerusakan abrasif. Oleh karena itu, berhati-hatilah selama dan setelah pemasangan agar tidak menggores, memotong, atau mengiris laminasi.

    9. Porselen

    Material porselen dikenal punya tingkat keawetan dan ketahanan air yang lebih tinggi dibandingkan material keramik meskipun tampilan kedua material tersebut mirip. Walaupun ubin ini rentan terkelupas dan retak, ubin porselen tahan terhadap goresan, noda, dan pertumbuhan jamur.

    10. Permukaan Solid

    Material terakhir ini punya permukaan padat yang mudah dibersihkan dan hanya perlu dibersihkan setiap dua minggu sekali, namun perlu diingat bahwa dinding shower ini rentan terhadap kerusakan akibat benturan. Jika sudah penyok atau retak, dinding dengan permukaan padat akan sulit diperbaiki sehingga pengguna harus berhati-hati agar tidak merusak dinding saat menggunakan shower.

    Itulah beberapa material yang cocok untuk area shower kamar mandi, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Cuka Putih Ampuh Bersihkan Kotoran hingga Basmi Noda?


    Jakarta

    Cuka putih merupakan salah satu bahan dapur yang memberikan efek asam pada makanan. Cuka putih sering digunakan sebagai pengganti jeruk nipis.

    Tidak hanya digunakan untuk masakan, cuka putih juga sering dipakai sebagai cairan pembersih alami. Soalnya, cuka putih dinilai efektif untuk membersihkan noda dan kotoran yang membandel.

    Meski ada banyak produk pembersih yang dijual di pasaran, tapi para ahli di bidang kebersihan menyarankan penggunaan cuka putih untuk membersihkan beberapa area di rumah, seperti kamar mandi yang penuh noda kuning dan lumut.


    Apa yang membuat cuka putih begitu populer untuk membersihkan noda dan kotoran?

    Dilansir BBC, salah satu faktor yang membuat cuka putih banyak digunakan untuk cairan pembersih karena mengandung asam asetat. Meski mengandung asam, tapi terbilang masih ringan sehingga tidak langsung merusak kain dan furniture, tapi cukup ampuh untuk mengatasi noda dan kotoran yang membandel.

    Cuka putih yang dijual di pasaran umumnya memiliki pH sekitar 2-3. Kandungan pH tersebut sudah cukup untuk mengatasi noda, terutama yang disebabkan oleh endapan mineral. Sifat asam pada cuka putih dapat meleburkan kotoran sehingga mudah larut dalam air.

    Selain itu, cuka putih memiliki sifat antimikroba yang dinilai efektif untuk membasmi bakteri. Asam pada cuka putih membuat kuman sulit bertahan hidup sehingga perlahan akan mati. Bahkan, sejumlah penelitian mengungkapkan cuka putih dapat membunuh berbagai patogen, termasuk E. coli.

    Perpaduan Cuka dan Soda Kue yang Lebih Ampuh

    Kombinasi cuka putih dan soda kue juga banyak dipakai untuk mengangkat kotoran dan membersihkan noda. Misalnya, penggunaan soda kue dan cuka putih untuk mengatasi saluran air wastafel yang tersumbat.

    Ketika dicampur dengan cuka putih, soda kue akan bereaksi dan menghasilkan gelembung dan karbon dioksida. Sifat soda kue yang basa akan bereaksi dengan asam pada cuka putih, sehingga mampu mengangkat kotoran dan noda membandel.

    Tidak Semua Benda Bisa Dibersihkan Pakai Cuka

    Meski dinilai efektif untuk mengangkat kotoran dan noda, tetapi tidak semua benda bisa dibersihkan pakai cuka putih. Menuangkan cuka ke barang elektronik justru bisa memicu kerusakan, terutama pada komponen di dalamnya. Hal itu terjadi karena cairan asam pada cuka yang bersifat korosi.

    Selain itu, cuka putih dapat merusak permukaan lantai batu kapur sehingga menimbulkan lubang-lubang kecil. Kondisi ini membuat lantai jadi terlihat jelek dan terasa kasar saat diinjak.

    Meski begitu, bagian luar laptop dan perangkat komputer yang sudah dimatikan masih bisa dibersihkan pakai cuka putih. Caranya dengan memmbuat semprotan cuka yang telah dicampur air, lalu semprot ke bagian luar laptop dan gosok secara perlahan menggunakan kain microfiber.

    Namun, pastikan cairan cuka tidak masuk ke dalam perangkat elektronik. Hal itu yang membuat terjadi kerusakan pada perangkat karena terpapar zat asam dari cuka.

    Itulah alasan mengapa cuka putih banyak digunakan untuk membersihkan kotoran dan noda. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, Ini 3 Jalur Masuk Cacing ke Kamar Mandi


    Jakarta

    Pernah melihat cacing di kamar mandi? Makhluk kecil yang meliuk-liuk itu mungkin tidak berbahaya tapi cukup bikin bulu kuduk penghuni rumah berdiri.

    Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management Indonesia (APJIPMI) Boyke Arie Pahlevi mengatakan kamar mandi adalah ruangan yang lembap sehingga dapat ditinggali cacing. Hama ini memang suka tinggal di lingkungan yang lembap.

    “Cacing tanah cenderung menyukai lingkungan yang lembap dan kaya bahan organik. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan kamar mandi dan memastikan area tersebut tetap kering,” katanya kepada detikcom beberapa waktu lalu.


    Kalau tak mau ada cacing, penghuni perlu telaten merawat kamar mandi. Pastikan untuk menghilangkan genangan air, rutin bersihkan saluran air, serta mengelola limbah dengan baik.

    Jika kamar mandi sudah terlanjur diserang cacing, penghuni bisa membasminya dengan insektisida. Penghuni dapat menggunakan abamektin dan diazinon untuk mempengaruhi pertumbuhan dan reproduksi tanah. Akan tetapi, hati-hati menggunakannya karena bisa berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan.

    Namun, kenapa cacing bisa sampai masuk kamar mandi ya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Cacing Masuk Kamar Mandi

    Inilah penyebab cacing masuk kamar mandi.

    1. Celah Lantai Keramik

    Menurut Boyke, cacing bisa masuk kamar mandi melalui celah atau retakan di lantai keramik. Celah tersebut membuat kamar mandi berpotensi didatangi cacing.

    2. Pipa Retak

    Dilansir dari DIY Home Comfort, cacing bisa masuk kamar mandi lewat pipa yang retak. Retakan pada pipa bisa menyebabkan tanah serta cacing masuk ke sistem perpipaan.

    Apalagi pipa yang bocor menciptakan lingkungan lembap yang disukai oleh cacing. Kebocoran pipa ini bisa terjadi di balik dinding atau di bawah lantai kamar mandi.

    3. Masalah Saluran Pembuangan

    Selain itu, cacing dapat masuk ke toilet melalui saluran pembuangan. Toilet yang tersumbat limbah dapat menjadi tempat cacing berkembang biak.

    Itulah beberapa cara beserta penyebab ada cacing di kamar mandi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Usir Lintah di Rumah dengan Bahan Alami, Bisa Pakai Garam


    Jakarta

    Lintah merupakan salah satu hewan yang sering muncul di rumah. Kehadiran lintah membuat para penghuni rumah merasa tidak nyaman karena khawatir digigit dan dihisap darahnya.

    Hewan parasit ini menyukai tempat yang lembap agar bisa bertahan hidup, misalnya di kamar mandi atau halaman rumah. Jika kamu menemukan lintah di sekitar rumah, sebaiknya jangan panik dan khawatir.

    Sebab, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengusir lintah dari rumah. Lalu, penting juga untuk mengetahui penyebab lintah dapat muncul di dalam rumah. Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Penyebab Ada Banyak Lintah di Rumah

    Munculnya banyak lintah di rumah bisa disebabkan oleh sejumlah hal. Dilansir situs We Are Explorers, berikut penyebabnya.

    1. Kondisi Rumah yang Lembap

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, lintah merupakan hewan yang senang berada di tempat yang lembap. Jika kondisi rumah sangat lembap, tak heran lintah dapat hidup dan berkembang biak.

    Selain itu, kalau hunian berada di dekat sungai, rawa atau selokan yang sering tergenang, lingkungan akan cenderung lembap. Hal itu yang membuat lintah juga sering muncul di rumah.

    2. Usai Hujan dan Banjir

    Setelah turun hujan biasanya lintah kerap muncul di perkarangan rumah atau menempel di dinding. Mereka akan berjalan secara perlahan menuju tempat yang kering agar tidak kebasahan.

    Lintah juga sering muncul usai banjir melanda. Bisa saja lintah terbawa arus banjir sehingga menempel di kendaraan, dinding rumah, atau tubuh manusia.

    3. Kamar Mandi yang Lembap

    Selain muncul di halaman rumah, terkadang lintah juga sering muncul di kamar mandi yang sangat lembap. Hewan melata tersebut bisa muncul di toilet lewat dua cara, yaitu melalui saluran air atau celah kamar mandi.

    Cara Usir Lintah dengan Bahan Alami

    Lintah yang muncul di halaman atau kamar mandi rumah dapat diusir dengan bahan alami, lho. Dikutip dari How To Repel, berikut cara ampuh usir lintah.

    1. Garam

    Selain digunakan untuk bumbu masakan, garam juga bisa digunakan untuk membasmi lintah di rumah. Cukup menaburkan garam secukupnya ke area yang sering dilalui lintah agar mereka tidak datang lagi.

    Penghuni juga bisa membasmi lintah dengan menaburkan garam secukupnya ke badannya. Tak lama, lintah akan bereaksi karena efek dari garam dan perlahan akan mati.

    2. Bawang Putih dan Cengkeh

    Penggunaan bawang putih dan cengkeh bisa menjadi solusi ampuh untuk membasmi lintah. Caranya cukup geprek 2-3 siung bawang putih dan 1-2 batang cengkeh. Lalu, taburkan di ruangan yang lembap atau sudut-sudut kamar.

    3. Minyak Atsiri

    Minyak atsiri atau essential oil ternyata dapat digunakan untuk membasmi lintah. Cara pakainya juga mudah, siapkan beberapa bola kapas yang sudah dioleskan minyak esensial, lalu letakkan di sudut-sudut ruangan.

    4. Jus Lemon

    Cara lain untuk mengusir lintah di rumah bisa menggunakan jus lemon. Caranya cukup dengan peras 2 buah lemon dan dicampur dengan air secukupnya, lalu masukkan ke dalam botol semprot dan kocok sampai merata. Semprotkan cairan jus lemon itu pada area dinding dan tanaman agar lintah tidak datang lagi ke rumah.

    Itulah penyebab ada banyak lintah masuk ke rumah dan cara ampuh mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Kebiasaan Ini Tanpa Sadar Bisa Bikin Kamar Mandi Cepat Kotor, Jangan Diulangi!


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu ruangan yang sering digunakan di rumah. Tak heran, area tersebut harus sering dibersihkan.

    Selain karena sering dipakai, kamar mandi juga bisa kotor karena kebiasaan penghuni rumah lho. Maka dari itu, sebaiknya para penghuni rumah mulai mengubah kebiasaan agar kamar mandi tidak cepat kotor.

    Apa saja sih kebiasaan yang bisa bikin kamar mandi kotor? Berikut ini informasinya.


    Kebiasaan yang Bisa Bikin Kamar Mandi Cepat Kotor

    Ilustrasi ToiletIlustrasi tutupan kloset terbuka. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawf8

    Kebiasaan yang satu ini pasti sering ditemukan. Sebaiknya tutup kloset saat ingin mem-flush-nya untuk mencegah bakteri menyebar ke permukaan kamar mandi.

    “Setiap kali Anda menyiram toilet dengan dudukan terbuka, partikel mikroskopis yang mengandung bakteri akan terlontar ke udara akibat kekuatan air yang disiram,” kata presiden Molly Maid, Marla Mock, dikutip dari Martha Stewart, Selasa (7/10/2025).

    Partikel-partikel tersebut, kata Mock, bisa menempel di handuk dan sikat gigi kalau posisinya dekat dengan kloset.

    2. Tidak Membersihkan Sisa Cipratan Air

    Ilustrasi membersihkan kaca.Ilustrasi kaca kamar mandi. Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom

    Dilansir dari Better Homes and Gardens, kebiasaan ini tanpa sadar bisa membuat kamar mandi cepat kotor. Cipratan air yang tidak segera dilap bisa menyebabkan kerak air ketika sudah kering. Kalau ada genangan air, justru bisa jadi tempat yang pas untuk jamur tumbuh.

    Maka dari itu, sebaiknya segera lap setelah menggunakan wastafel, meja kamar mandi, cermin, maupun bathtub setelah selesai mandi. Kalau dibersihkan setiap hari, bisa mencegah penumpukan residu dan tampilan kotor.

    3. Meninggalkan Handuk dan Keset Basah di Lantai

    Jenis-jenis kesetIlustrasi keset kamar mandi. Foto: istimewa/blibli

    Kebiasaan lainnya adalah meninggalkan handuk basah atau lembap di lantai setelah mandi. Selain tampak berantakan, air yang ada di handuk itu bisa menjadi tempat perkembangbiakan jamur maupun bakteri.

    Hal itu berpotensi adanya penyebaran bakteri kalau handuk itu dipakai lagi dan menyebabkan bau yang tidak bisa diabaikan. Nah, sebaiknya gantung handuk usai digunakan sebelum dipakai lagi nantinya. Selain itu, cuci handuk setiap 3-4 hari sekali dan cuci keset kamar mandi setiap minggu.

    4. Tidak Membersihkan Bekas Alat Mandi

    Ilustrasi amenities atau alat mandi hotelIlustrasi alat mandi Foto: Freepik/freepik

    Sabun, sampo, maupun pasta gigi merupakan benda yang sering dipakai saat mandi. Namun, kadang-kadang masih ada residu yang tertinggal di lantai, shower, atau wastafel.

    Nah, kalau tidak langsung dibersihkan bisa-bisa menjadi kerak. Sebaiknya jika melihat ada noda bekas sabun segera dibersihkan agar tidak berkerak.

    Itulah beberapa kebiasaan yang bisa bikin kamar mandi cepat kotor.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Ganti Toilet Jongkok Jadi Duduk? Ketahui Dulu Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Masih banyak kamar mandi di Indonesia yang menggunakan toilet jongkok. Sebagian orang mungkin sedang mempertimbangkan untuk beralih ke toilet duduk.

    Toilet duduk terkesan lebih modern dan praktis untuk digunakan. Namun, apakah menggunakan toilet duduk keputusan terbaik?

    Bagi yang sedang mempertimbangkan buat pasang toilet duduk, sebaiknya ketahui dulu kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini penjelasannya, dilansir dari Bigger Bathroom.


    Kelebihan Toilet Duduk

    Inilah poin plus kalau menggunakan toilet duduk.

    1. Postur Duduk

    Toilet ini memungkinkan penggunanya buang air dalam posisi duduk. Postur tersebut terbilang aman dan nyaman, terutama bagi lansia. Jika duduk dalam jangka waktu lama di toilet duduk, hal ini tidak akan menyebabkan pusing, atau kram ketika bangun.

    Lalu, postur ini membuat kompresi neurovaskular ekstremitas bawah sehingga bisa menghindari penyakit neurovaskular ekstremitas bawah atau nyeri pada tulang betis dan jari-jari kaki.

    2. Teknologi Modern

    Selain itu, toilet duduk menggunakan teknologi modern. Benda ini memiliki fitur yang lebih canggih sehingga memberikan kenyamanan bagi penggunanya.

    Kekurangan

    Di sisi lain, toilet duduk punya kekurangan yang perlu dipertimbangkan.

    1. Proses BAB Lebih Sulit

    Menurut struktur fisiologis tubuh manusia, patensi usus berkurang saat duduk, dan tekanan perut berkurang. Hal ini membuat proses BAB akan lebih sulit kalau menggunakan toilet duduk.

    2. Kulit Bersentuhan dengan Dudukan

    Ketika pengguna duduk di kloset, kulitnya bersentuhan langsung dengan dudukannya. Hal ini membuat bakteri dan parasit pada toilet mudah berpindah ke manusia. Hal ini memungkinkan risiko penularan penyakit, terutama di toilet umum.

    3. Berisiko Timbul Penyakit

    Posisi duduk memang nyaman, tetapi penggunanya bisa terlena dan melakukan aktivitas lain di kamar mandi. Misalnya buang air sambil baca buku, merokok, atau bermain ponsel. Padahal buang air besar dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko wasir.

    Itulah kelebihan dan kekurangan menggunakan toilet duduk. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 2 Bahan Dapur Ini Ampuh Atasi Kerak di Kamar Mandi


    Jakarta

    Kamar mandi yang jarang dibersihkan dapat menimbulkan banyak kotoran dan kerak yang menempel pada keran air dan kloset. Selain tak sedap dipandang, kotoran tersebut mengandung banyak bakteri yang berbahaya bagi kesehatan.

    Sebenarnya, noda kerak yang menempel di kamar mandi dapat dibersihkan dengan cairan pembersih khusus. Kandungan zat kimianya dapat mengangkat kerak sehingga kamar mandi tampak bersih kembali.

    Namun ternyata, kerak yang membandel dapat diatasi hanya dengan dua bahan dapur saja. Ingin tahu apa saja bahan dapur tersebut? Simak dalam artikel ini.


    2 Bahan Dapur yang Ampuh Angkat Kerak di Kamar Mandi

    Noda kerak yang menempel di keran air atau kloset disebabkan oleh endapan mineral dari air sadah, yakni jenis air yang tinggi kalsium dan magnesium. Sisa sabun yang menempel di keran air juga dapat menimbulkan kerak berwarna putih itu.

    Untuk mengatasi kerak di kamar mandi ternyata bisa menggunakan garam dan soda kue, lho. Caranya bahkan sangat praktis dan disebut ampuh membasmi kerak membandel.

    Dilansir Times of India, berikut cara pakai garam dan soda kue untuk mengatasi kerak di kamar mandi:

    1. Tuang sekitar 2-3 sendok makan garam ke dalam wadah
    2. Tambahkan soda kue secukupnya ke wadah
    3. Aduk kedua bahan tersebut secara merata
    4. Oleskan campuran garam dan soda kue ke area yang banyak noda kerak di kamar mandi, terutama pada keran air, keran wastafel, dan kloset
    5. Diamkan selama semalaman agar bahan-bahan tersebut dapat bereaksi terhadap kerak
    6. Jika sudah, bilas dengan air hangat secara perlahan agar kerak dapat larut
    7. Lap permukaan keran air dengan kain lap kering secara perlahan.

    Voila! Kerak dan noda menghilang dan kamar mandi jadi tampak bersih. Jika masih menemukan sedikit kerak, cukup taburkan garam dan diamkan selama 5 menit. Setelah itu, bersihkan kerak dengan spons dan bilas pakai air hangat.

    Noda kerak yang menempel bisa hilang karena garam memiliki sifat abrasif alami. Sementara itu, soda kue dapat mengangkat kotoran dari permukaan dan menetralkan bau tidak sedap di kamar mandi.

    Cara ini dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak merusak perabotan akibat penggunaan zat kimia. Di sisi lain, cara ini juga lebih hemat biaya karena kamu cukup mengambil garam dan soda kue yang ada di dapur.

    Itulah dua bahan yang dapat membersihkan noda kerak membandel di kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Akibatnya Kalau Sering Buang Tisu ke Toilet


    Jakarta

    Kebanyakan orang tentu nggak asing sama larangan buang tisu ke dalam lubang toilet. Peringatan ini sering kali dipajang di WC umum.

    Bukan hanya di WC umum, tisu memang tidak dianjurkan buat dibuang ke toilet manapun, termasuk di rumah sendiri. Soalnya, kebiasaan itu bisa memicu masalah yang merepotkan penghuni rumah.

    Tisu merupakan benda yang tak dapat larut di air. Jika disiram ke dalam toilet, tisu tersebut hanya tenggelam dan tidak hancur.


    Kalau kebiasaan ini terus dilakukan, tisu bakal menumpuk sehingga kloset menjadi mampet. Berikut ini akibatnya kalau membuang tisu ke toilet, dikutip dari Scott English Plumbing.

    Efek Fatberg

    Membuang tisu ke dalam toilet memicu efek fatberg. Kondisi tersebut berupa tisu basah yang bercampur dengan kotoran, lalu terperangkap di dalam pipa. Alhasil tisu bisa menumpuk di dalamnya.

    Jika sudah seperti itu, saluran pembuangan toilet akan tersumbat. Pertanda saluran pembuangan sudah mampet antara lain kotoran sulit turun dan muncul bau tak sedap dari area kamar mandi dan pipa pembuangan yang terhubung ke septic tank.

    Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Saluran toilet yang tersumbat tisu, kalau tidak segera diperbaiki bakal semakin parah dan pipa pembuangan pun dapat rusak. Hal ini dikarenakan tidak ada ruang buat air dan kotoran lewat. Penumpukan benda di dalam pipa memicu tekanan dan berisiko menimbulkan kebocoran pipa.

    Itulah risiko membuang tisu ke toilet. Biar kejadian itu tidak dialami di rumah, pastikan untuk membuang tisu ke tempat sampah ya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com