Tag: kamar mandi

  • Bingung Pilih Lantai Keramik atau Vinyl? Ini Perbandingan Lengkapnya!



    Jakarta

    Pemilihan material lantai sering kali menjadi dilema saat membangun atau merenovasi rumah. Tidak hanya soal estetika, lantai juga menentukan kenyamanan hingga daya tahan hunian dalam jangka panjang.

    Dua material yang kerap dibandingkan adalah keramik dan vinyl. Keduanya sama-sama populer, namun punya karakter berbeda yang bisa mempengaruhi suasana rumah secara keseluruhan.

    Masih bingung pilih yang mana? Yuk simak!


    Tampilan Mirip, Karakter Berbeda

    Keramik sudah lama menjadi standar lantai di banyak rumah Indonesia. Material ini dibuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu tinggi sehingga kuat dan tahan lama. Sementara itu, lantai vinyl kini semakin diminati karena tampilannya yang modern dan harganya yang cenderung murah.

    Melansir halaman The Spruce, Senin (03/11/2025), keramik masih dianggap unggul dari segi tampilan dan nilai estetika jangka panjang, terutama jika menggunakan keramik yang berkualitas tinggi. Sementara vinyl dinilai dapat menjadi alternatif bagi penghuni yang menginginkan tampilan hangat dengan kesan natural seperti kayu.

    Ketahanan dan Kenyamanan

    Salah satu keunggulan utama keramik adalah daya tahannya. Mengutip The Spruce, keramik dapat bertahan lebih dari 40 tahun jika dirawat dengan baik. Material ini juga tahan air dan panas sehingga aman digunakan di area lembab seperti dapur atau kamar mandi. Kekurangannya, permukaan keramik cenderung keras dan dingin saat diinjak, sehingga terasa kurang nyaman untuk mereka yang sering beraktivitas tanpa alas kaki.

    Sebaliknya, vinyl terkenal lebih ramah kaki. Mengutip situs Ranney Blair, permukaan vinyl terasa lebih hangat dan empuk, serta lebih senyap ketika diinjak. Hal ini menjadikannya pilihan menarik untuk kamar tidur atau ruang keluarga. Namun, vinyl memiliki umur pakai lebih pendek dibanding keramik dan bisa mengalami kerusakan jika terendam air terlalu lama, kecuali pada varian waterproof.

    Pemasangan dan Perawatan

    Dari sisi pemasangan, keramik membutuhkan proses yang lebih kompleks dan biasanya melibatkan tukang profesional. Nat di antara keramik juga perlu perhatian ekstra karena rentan kotor seiring waktu.

    Sebaliknya, vinyl dikenal sebagai material yang mudah dipasang, bahkan bisa dilakukan sendiri untuk beberapa jenisnya. Melansir halaman Mannington, teknologi pemasangan click system membuat vinyl lebih praktis dan menghemat waktu renovasi. Vinyl juga cenderung lebih mudah dibersihkan karena tidak memiliki nat seperti keramik.

    Mana yang Harus Dipilih?

    Pada akhirnya, pilihan antara keramik dan vinyl kembali pada kebutuhan hunian masing-masing. Keramik cocok bagi yang mencari material tahan lama dengan tampilan elegan. Di sisi lain, vinyl lebih ideal bagi penghuni yang mengutamakan kenyamanan, dan instalasi yang praktis.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Kamar Mandi Harus Dibersihkan? Ini Kata Pakar


    Jakarta

    Membersihkan kamar mandi perlu dilakukan agar tidak tumbuh jamur dan timbul bau. Apalagi, kamar mandi jadi salah satu tempat paling kotor di rumah jadi tak heran kalau ruangan itu harus rutin dibersihkan.

    Tentunya, kamar mandi yang bersih bisa membuat penghuni rumah maupun tamu yang memakainya merasa lebih nyaman. Tapi, seberapa sering sih kamar mandi harus dibersihkan?

    Dilansir dari The Spruce, co-owner dan president dari Sophia’s Cleaning Service, Carolina Kazimierski, mengungkapkan bahwa secara keseluruhan kamar mandi harus dibersihkan setidaknya seminggu sekali. Pembersihan secara rutin akan mencegah penumpukan kotoran.


    “Saya merekomendasikan bersihkan kamar mandi secara cepat setiap minggu, lalu pembersihan mendalam setiap sebulan sekali,” ujarnya.

    Nah, ada juga beberapa bagian kamar mandi yang harus dibersihkan dalam jangka waktu tertentu. Dilansir dari Southern Living dan Martha Stewart, berikut ini informasinya.

    Membersihkan Cermin Kamar Mandi

    Young woman wiping windows at homeMembersihkan kaca. Foto: Getty Images/urbazon

    Menurut pakar kebersihan Sara San Angelo, cermin kamar mandi bisa dibersihkan sesuai kebutuhan. Kalau kamar mandi jarang dipakai, cermin jadi tidak kotor dan tidak perlu dibersihkan rutin.

    Kalau cermin di kamar mandi sudah kotor, penghuni bisa membersihkannya dengan campuran cuka dan air dengan perbandingan yang sama dan lap dengan lap.

    Membersihkan Toilet

    Shot of a young woman cleaning a bathroom toiletIlustrasi membersihkan toilet Foto: iStock

    Toilet merupakan salah satu bagian kamar mandi yang paling kotor. President dan co-founder AspenClean Alicia Sokolowski menyarankan untuk membersihkan toilet setidaknya seminggu sekali kalau sering digunakan.

    “Membersihkan secara rutin membantu menghilangkan kuman, menurunkan risiko penyakit dan penyebaran infeksi,” ujarnya, dikutip dari Martha Stewart.

    Membersihkan Area Shower

    Kalau di kamar mandi pakai shower, sebaiknya bersihkan seminggu sekali. Hal ini agar tidak ada sisa sabun yang menempel pada shower.

    “Sangat penting untuk menjaga kamar mandi tetap kering. Kerak sabun dan jamur tidak dapat menempel pada permukaan bak mandi atau shower jika tidak ada air yang bisa digunakan,” ujar pakar kebersihan dan founder Clean My Space Melissa Maker.

    Membersihkan Lantai Kamar Mandi

    Action of a human's hand is using floor brush to cleaning toilet marble tile floor. Close-up and selective focus at hand part.Ilustrasi membersihkan lantai kamar mandi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Thank you for your assistant

    Untuk lantai kamar mandi sebaiknya dibersihkan secara rutin. Hal itu karena bagian lantai sering ada penumpukan bakteri, debu hingga sabun. Apalagi, kalau lantai kamar mandi jarang dibersihkan bisa jadi licin dan berbahaya bagi penggunanya.

    “Secara umum, disarankan untuk membersihkan lantai kamar mandi setidaknya seminggu sekali sebagai bagian dari rutinitas pembersihan rutin Anda untuk mencegah penumpukan kotoran, debu, rambut, dan cipratan dari perlengkapan mandi,” kata Sokolowski.

    Membersihkan Wastafel

    Kalau di kamar mandi ada wastafel, bersihkan setidaknya seminggu sekali. Hal itu supaya mencegah penumpukan sisa sabun, pasta gigi, maupun air yang bisa menjadi sarang bakteri.

    Itulah waktu yang tepat untuk membersihkan kamar mandi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Buang Tisu ke Kloset Bisa Picu Masalah pada Septic Tank


    Jakarta

    Banyak masyarakat yang terbiasa membuang tisu ke dalam kloset. Padahal, di dalam kamar mandi sudah disediakan tempat sampah untuk membuang tisu bekas pakai.

    Banyak orang yang menilai jika tisu, terutama tisu toilet, mudah hancur jika terkena air. Hal tersebut yang menjadi alasan banyak orang memilih membuang tisu secara langsung ke dalam toilet.

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, memang ada beberapa jenis tisu yang dinilai cepat terurai saat terkena air, yakni tisu toilet daur ulang, tisu dari bambu, tisu satu lapis (1 ply), dan tisu dua lapis (2 ply) yang lembut.


    Meski keempat jenis tisu tersebut dapat dengan mudah hancur ketika terkena air, tapi bukan berarti bisa dibuang langsung ke dalam kloset. Selain kloset jadi terlihat kotor, kebiasaan buruk ini bisa menimbulkan masalah di septic tank.

    Sebagai informasi, air limbah dari dalam rumah akan dibuang ke septic tank. Di dasar septic tank terdapat lapisan lumpur yang mengendap, sedangkan limbah yang lebih ringan akan membentuk lapisan buih yang mengapung di permukaan.

    Lalu, ada bakteri baik di dalam septic tank yang dapat mengurai limbah organik. Sedangkan limbah cair akan mengalir keluar ke saluran pembuangan.

    Bahaya Membuang Tisu ke Kloset

    Tisu toilet yang dibuang ke dalam kloset, terutama jenis tisu yang lapisannya tebal, tidak akan mudah terurai dengan cepat. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyumbatan di saluran pembuangan dan memenuhi kapasitas septic tank.

    Selain itu, tisu yang memiliki bahan kimia tambahan seperti aroma wangi, juga dapat membahayakan sistem pembuangan di septic tank. Zat kimia tambahan ini dapat mengurangi efisiensi bakteri dengan cara membunuh bakteri baik yang berfungsi penting untuk mengurai limbah organik.

    Akibat kebiasaan membuang tisu ke dalam kloset bisa mengganggu fungsi septic tank untuk menampung limbah. Hal ini dapat memicu masalah yang lebih parah di kemudian hari, seperti penyumbatan pipa pembuangan dan potensi terjadinya penumpukan limbah.

    Kapasitas septic tank juga akan berkurang karena terlalu banyak dipenuhi sampah tisu. Jika septic tank di rumah tak pernah disedot dan terus dipenuhi sampah, maka bisa saja memicu ledakan septic tank di kemudian hari.

    Itulah alasan jangan membuang tisu ke dalam kloset karena mengganggu fungsi septic tank. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Muncul Bau Tak Sedap di Rumah? Coba Cek 7 Tempat Ini


    Jakarta

    Rumah yang bersih dan harum bisa bikin penghuni merasa nyaman. Terkadang ada pemilik rumah yang sampai memasang pengharum ruangan agar udara terasa lebih segar.

    Namun, ada rumah yang mau diberi pengharum ruangan pun tetap muncul bau tak sedap. Kalau seperti ini, pemilik perlu mengatasi bau dari sumber masalahnya.

    Lalu, apa saja yang bikin rumah bau? Coba periksa tempat-tempat berikut ini di rumah.


    Sumber Bau Tak Sedap di Rumah

    Inilah beberapa titik di rumah yang bisa jadi penyebab rumah bau, dikutip dari Real Simple, Kamis (6/11/2025).

    1. Tempat Sampah

    Sumber bau tak sedap yang paling jelas di rumah adalah tempat sampah. Sisa makanan yang menumpuk menimbulkan bau di dapur. Mungkin penghuni rumah sudah rajin buang sampah ke luar rumah. Akan tetapi, kalau tempat sampahnya jarang dibersihkan, baunya masih bisa bertahan di dalam rumah.

    2. Kulkas

    Lalu, periksa kulkas jika mencium aroma enggak enak di dapur. Bau itu bisa saja muncul dari tumpahan minuman, makanan basi, dan wadah makanan yang tak ditutup di dalam kulkas.

    Suhu dingin di lemari es dapat memperlambat pertumbuhan bakteri, tetapi hal itu tidak menghentikannya sepenuhnya. Bau tak sedap pun bisa bertahan lama. Oleh karena itu, penghuni perlu membersihkan kulkas secara berkala.

    3. Kotak Kotoran Hewan Peliharaan

    Hewan peliharaan bisa mengeluarkan dan meninggalkan bau di rumah, apalagi di kotak kotorannya. Pastikan untuk rajin memandikan hewan peliharaan dan membersihkan rumah, terutama area kotak kotoran.

    4. Baju Basah

    Jangan meninggalkan pakaian kotor di kamar mandi. Pakaian itu bakal lembap gegara uap yang terbentuk setiap kali mandi. Hal ini memicu pertumbuhan bakteri sehingga muncul bau.

    5. Rak Sepatu

    Terkadang kaki bisa bau akibat kotoran dan keringat. Bau itu dapat menempel di sepatu. Nah, kalau penghuni menyimpan banyak sepatu dengan kondisi tersebut di rak sepatu, tentu akan terkumpul aroma tak sedap. Apalagi kalau rak sepatu tidak ada ventilasi yang baik, kelembapan dan bakteri akan terbentuk.

    Sebaiknya biarkan sepatu kering dulu dari keringat dan air hujan. Cuci dan lap sepatu secara berkala untuk menghilangkan kotoran. Lalu, simpan sepatu di tempat yang sirkulasi udaranya memadai.

    6. Tempat Tidur

    Tempat tidur bisa jadi sumber bau di rumah. Keringat dan kotoran dari tubuh bisa menumpuk pada seprai kasur. Nah, seprai ini perlu dicuci dan diganti secara berkala agar tidak timbul bau.

    Selain itu, matras juga bisa menyimpan kelembapan, tungau, kotoran, dan cairan. Semua itu dapat menyebabkan bau apak. Sebaiknya kasur dibersihkan secara menyeluruh setiap enam bulan sekali.

    7. Kamar Mandi

    Terakhir, sumber bau dapat berasal dari kamar mandi. Misalnya pada lubang pembuangan ada penumpukkan kotoran yang bikin bau. Penghuni perlu sekali-kali membersihkan lubang tersebut.

    Lalu, bau juga muncul dari lubang kloset. Kloset menjadi sarang bakteri dan jamur berkembang. Oleh karena itu, penting untuk membersihkan dan mendesinfektan kloset secara rutin.

    Itulah beberapa sumber bau di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Simpan Handuk di Kamar Mandi agar Tidak Lembap dan Bebas Jamur


    Jakarta

    Kamar mandi kerap digunakan sebagai ruang penyimpanan handuk karena lebih mudah diambil ketika dibutuhkan. Bukan hanya di rumah, di hotel dan penginapan, handuk bersih dan basah juga disimpan di kamar mandi.

    Mungkin beberapa orang tidak sependapat dengan hal ini karena menyimpan kain di kamar mandi dapat berisiko. Sebab, kamar mandi merupakan ruangan yang lembap sehingga mudah sekali tumbuh jamur dan timbul bau apek.

    Ternyata ada caranya lho agar handuk yang disimpan di dalam kamar mandi tetap bersih dan tidak berjamur. Dilansir The Spruce, berikut tips menyimpan handuk yang benar di kamar mandi.


    1. Gantung di Rak

    Sebelum mengetahui teknik menjemur yang benar, pastikan di kamar mandi tersebut memiliki ruang dan tempat menjemur handuk. Selain tempat, harus ada juga alat atau benda untuk menggantung handuk basah.

    2. Pastikan Kamar Mandi Punya Ventilasi

    Selain itu, kamar mandi harus punya ventilasi, baik berupa jendela atau exhaust fan yang bisa mengurangi kelembapan di ruangan tersebut. Membiarkan pintu kamar mandi terbuka sembari menyalakan kipas angin juga ampuh untuk mengeringkan handuk.

    3. Pakai Dehumidifier

    Saat ini sudah ada perangkat yang dapat otomatis menyedot kelembapan udara di sebuah ruangan. Alat tersebut bernama dehumidifier. Sebenarnya tidak ada paksaan untuk membeli alat ini, tetapi keberadaannya pasti akan membantu terutama yang kamar mandinya kecil dan tidak memiliki ventilasi yang besar.

    Dehumidifier menyerap kelembapan dari udara dan menyimpannya dalam wadah air. Pastikan untuk mengosongkan wadah air secara teratur untuk mencegah pertumbuhan spora jamur.

    4. Gantung Handuk dengan Benar

    Handuk basah tidak boleh dibiarkan menumpuk di suatu wadah, digantung di sisi bak mandi, atau dilipat dua kali di atas gantungan handuk.

    Sebelum digantung, handuk basah harus dikibaskan agar tidak ada kerutan pada kain sehingga aliran udara di permukaannya baik. Ingat untuk selalu menggantung handuk dalam satu lapisan atau dibentangkan di atas gantungan handuk, atau gantungan di atas pancuran menggunakan klip pakaian untuk membantu kering lebih cepat.

    5. Pilih Bahan Handuk Mikrofiber

    Handuk mikrofiber sintetis cukup menyerap dan lebih cepat kering daripada handuk katun terrycloth. Serat mikro lebih ringan daripada serat katun sehingga lebih cepat kering.

    6. Pasang Lemari Penyimpanan Berventilasi

    Untuk penyimpanan handuk bersih usahakan lemari tersebut memiliki penutup dan berventilasi agar tidak lembap. Hindari menyimpan handuk yang belum benar-benar kering di lemari kamar mandi.

    Itulah tips menyimpan handuk di kamar mandi agar tidak mudah berjamur dan berbau apek, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Licin! Ini Jenis Lantai Terbaik untuk Kamar Mandi Menurut Arsitek



    Jakarta

    Jenis lantai di kamar mandi berbeda dengan lantai lain. Lantai kamar mandi yang selalu basah sangat berisiko licin ketika diinjak sehingga pilihan lantai yang digunakan adalah tipe anti selip.

    Sayangnya tidak banyak orang yang sudah menggunakan keramik anti slip di kamar mandinya karena keterbatasan dana. Padahal material lantai sangat berguna terutama untuk kamar mandi kecil yang tidak memiliki ruang basah dan kering.

    Kamar mandi yang luas umumnya dibuat area yang basah dan kering. Area yang basah merupakan bagian yang biasa digunakan untuk mandi. Di area tersebut terdapat shower, bak mandi, ember, bathtup, dan keran tanpa tampungan di bawahnya. Kemudian, area kering adalah area yang jarang basah seperti wastafel, cermin di kamar mandi, dan kloset.


    Menurut arsitek sekaligus dosen Binus University Denny Setiawan menyarankan baik area basah dan kering sebaiknya memakai jenis material lantai yang tidak licin atau anti selip. Apabila tidak bisa, minimal lantai anti selip tersebut dipasang di area basah.

    “Di area basah, tentunya harus (keramik) bertekstur karena kemungkinan bersentuhan dengan sabun atau sampo. Itu membuatnya jadi licin. Jadi memang sebaiknya di 2 area dalam kamar mandi dipisah berdasarkan tekstur dari penutup lantainya,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Jumat (4/7/2025).

    Jenis material pelapis lantai yang disarankan dan memiliki tekstur anti selip adalah adalah granite tile, keramik bertekstur, andesit, basalto, granit alam, dan marmer dengan finishing honed.

    “Beberapa produsen granite tile sekarang sudah membuat yang anti selip. Jadi walaupun dia halus dan terlihat polish, tapi kalau kita injak atau terkena air pun dia akan anti selip,” sebutnya.

    Kemudian, pilih ukuran ubin sesuai dengan luas. Apabila ukuran kamar mandi kecil, pakai ubin berukuran kecil untuk menghindari banyak sisa ubin yang tidak terpakai.

    “Lantainya lebar biasanya akan banyak potongan di keramiknya. Jadi keramik kecil lebih efektif karena nggak perlu ada potongan. Yang kedua, kamar mandi itu biasanya lantainya harus membutuhkan kemiringan supaya air bisa mengalir. Jadi dengan keramik kecil, si tukang atau pembangun bisa mengarahkan dengan mudah,” jelasnya.

    Selain pemilihan keramik yang tepat, kebersihan kamar mandi juga berpengaruh pada keselamatan penggunanya. Sebab, kamar mandi yang licin bukan hanya disebabkan oleh permukaan lantai saja, melainkan sabun yang terjatuh atau tumbuhnya jamur juga bisa membuat permukaannya licin.

    Kemiringan lantai kamar mandi juga penting, kata Denny. Lantai yang dibuat miring sekitar 1-2 cm mengarah ke lubang pembuangan dapat mengurangi genangan di lantai.

    “1-2 cm cukup sepertinya. Air pasti akan masuk flood drain. Kemudian air dari kamar mandi itu diresapkan di sumur resapan,” jelasnya.

    Itulah tips memastikan lantai kamar mandi tidak licin, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Penyebab Saluran Air di Kamar Mandi Sering Mampet dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Kamar mandi wajib dibersihkan secara berkala. Namun tidak hanya membersihkan noda yang menempel di lantai dan dinding, tapi juga mengecek kondisi saluran air.

    Sebab, saluran air di kamar mandi terkadang sering mampet. Kondisi ini menyebabkan air tidak dapat mengalir keluar dan akhirnya meluap menggenangi lantai.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan saluran air jadi mampet. Namun jangan khawatir, masalah ini dapat diatasi dengan beberapa cara. Penasaran? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Saluran Air di Kamar Mandi Sering Mampet

    Saluran air di kamar mandi bisa mampet karena sejumlah hal. Dikutip dari situs Dengarden, berikut beberapa penyebabnya:

    1. Rambut

    Rambut jadi penyebab utama saluran air di kamar mandi sering mampet. Saat mandi, beberapa helai rambut biasanya akan rontok dan ikut terbawa air ke dalam lubang saluran.

    Seiring waktu, rambut rontok akan bertambah banyak dan bisa menyumbat lubang air di kamar mandi. Saat diperiksa, sisa rambut rontok sudah menggumpal layaknya benang kusut yang sulit dilepas.

    Solusinya adalah dengan rajin mengambil gumpalan rambut dan membuangnya ke tempat sampah. Lalu, penting untuk menutup saluran air dengan penutup yang hanya bisa dilalui oleh air.

    2. Sabun

    Sisa-sisa sabun yang berbentuk buih terkadang juga dapat menghambat saluran air di kamar mandi. Sebab, sisa sabun yang terbuang ke saluran air dapat mengurangi diameter pipa.

    Nah, semakin kecil diameter pipa maka semakin sulit air untuk keluar dari dalam kamar mandi. Sisa-sisa sabun juga bisa terbawa oleh rambut rontok yang terbuang ke saluran air.

    3. Kotoran

    Beberapa orang mungkin terbiasa membuang kotoran seperti sisa makanan, ampas kopi, atau bumbu berlemak ke dalam saluran air kamar mandi. Padahal, kebiasaan ini dapat membuat saluran air jadi tersumbat.

    Sama halnya seperti sabun, kotoran tidak akan terurai jika dibuang ke dalam saluran air. Justru, kotoran ini dapat tersangkut dan mengendap di dalam pipa sehingga menghambat aliran air.

    Di sisi lain, kotoran yang mengendap dapat mengeluarkan bau tidak sedap dari dalam lubang air. Maka tak heran jika tercium bau busuk dari dalam kamar mandi meski terlihat bersih.

    Jika kotoran berupa minyak dan lemak masih bisa diatasi dengan campuran deterjen dan air panas, lalu tuangkan cairan tersebut ke dalam saluran air.

    Apabila kondisi saluran air sudah sangat parah akibat tersumbat oleh kotoran, maka sebaiknya segera memanggil tenaga profesional untuk membersihkannya.

    4. Endapan Mineral

    Air sadah biasa ditemui di rumah yang tidak memperoleh air bersih. Air ini mengandung konsentrasi pH mineral tinggi yang dapat merusak saluran air jika terjadi penumpukan. Kalau lubang air di kamar mandi sudah tersumbat, maka sebaiknya pagil tenaga ahli untuk mengatasi endapan mineral tersebut.

    Demikian empat penyebab saluran air di kamar mandi sering mampet. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Anti Ribet! 4 Cara Basmi Lalat Kecil di Kamar Mandi Pakai Bahan Alami


    Jakarta

    Kalau melihat serangga berupa lalat berukuran kecil di dinding atau sudut kamar mandi, bisa jadi itu lalat limbah. Serangga ini hidup di tempat yang lembap dan banyak material organik seperti di dapur dan kamar mandi.

    Dilansir dari Treehugger, Kamis (13/11/2025), lalat limbah sering muncul di wastafel yang jarang digunakan atau ada genangan air. Biasanya penghuni rumah bakal melihat lebih banyak lalat limbah saat kembali ke rumah dari liburan panjang.

    Serangga ini tidak berbahaya dan tidak menggigit. Akan tetapi, kemunculannya cukup mengganggu pemandangan penghuni rumah. Bayangkan saja kalau kamar mandi diserbu banyak lalat limbah, pasti suasananya kurang nyaman.


    Lalu, bagaimana cara membasmi lalat limbah? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

    Cara Basmi Lalat Limbah

    Inilah beberapa tips untuk menghilangkan lalat limbah pakai bahan alami.

    1. Perangkap Cuka Putih

    Penghuni rumah bisa membuat perangkap untuk menangkap lalat limbah. Campurkan gula, air, dan cuka putih dengan perbandingan yang sama ke dalam mangkuk. Lalu, tambahkan 5-10 tetes sabun cuci piring.

    Simpan perangkap itu di dekat lubang tempat lalat limbah bersarang semalaman. Lalat bakal tertarik untuk mendekati cairan itu dan berujung tenggelam.

    2. Tuang Cuka

    Campurkan ½ cangkir garam, ½ cangkir soda kue, dan 1 cangkir cuka. Lalu, tuangkan campuran tersebut ke lubang pembuangan dan biarkan semalaman. Setelah itu, bilas lubang pembuangan dengan air mendidih keesokan harinya.

    3. Perangkap Cuka Apel

    Selain itu, penghuni bisa bikin perangkap menggunakan cuka apel. Tuang ¼ cuka apel ke dalam gelas, lalu tutup dengan plastik.

    Tusuk-tusuk plastik untuk membuat lubang dan taruh perangkap itu dekat lubang pembuangan atau wastafel. Lalat limbah akan masuk ke dalam gelas itu dan terperangkap.

    4. Air Panas

    Bersihkan lubang pembuangan menggunakan sikat besi. Kemudian, siram lubang itu dengan banyak air mendidih. Penghuni bisa menyiram air mendidih sebanyak 1-2 kali sehari selama seminggu.

    Itulah cara alami untuk membasmi lalat limbah di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jorok Banget! Ini yang Terjadi Kalau Flush Kloset Tanpa Ditutup


    Jakarta

    Setelah buang air di kloset duduk, pengguna pastinya harus menyiram atau flush agar bersih lagi. Pengguna toilet punya pilihan untuk menutup kloset atau membiarkan tutupnya terbuka saat mau flush.

    Dilansir dari Good Housekeeping, Jumat (14/11/2025), ternyata menyiram kloset dalam keadaan terbuka bisa menyebarkan ribuan tetesan aerosol kecil yang mengandung virus dan bakteri. Kekuatan dari flush bisa bikin tetesan itu menjangkau hingga 1,8 meter lho.

    Bayangkan, betapa kotornya kamar mandi kalau kebiasaan menyiram kloset seperti itu. Meski tak kasat mata, air kotor yang menyebar dapat merugikan penghuni rumah.


    Oleh karena itu, sebaiknya tutup kloset duduk sebelum disiram ya. Jika tidak, berikut ini akibatnya.

    Risiko Siram Kloset Duduk Tanpa Ditutup

    Inilah beberapa alasan penghuni rumah sebaiknya menutup kloset saat akan disiram.

    1. Bakteri Berbahaya Bisa Menyebar

    Sebuah penelitian menunjukkan satu kali siraman bisa meluncurkan tetesan air kloset sampai 1,5 meter ke udara. Tetesan itu bisa bertahan cukup lama di udara dan terhirup oleh penghuni rumah.

    Padahal, tetesan air kloset mengandung bakteri dan virus, seperti E. coli atau staphylococcus. Alhasil, penghuni rumah berisiko sakit.

    2. Benda dan Permukaan Kamar Mandi Terkontaminasi

    Menyiram kloset yang tidak tertutup membuat benda dan permukaan sekitar berisiko terkontaminasi kotoran. Apalagi penghuni rumah biasanya menyimpan sikat gigi dan skincare di kamar mandi. Yakin mau sikat gigi bekas cipratan air kloset?

    3. Hewan Peliharaan dan Anak Kecil Bisa Celaka

    Selain alasan kebersihan, kloset sebaiknya ditutup untuk mencegah kejadian tak terduga. Anak kecil dan hewan peliharaan yang aktif dan penasaran bisa terjatuh ke dalam kloset atau memasukkan tangan atau anggota tubuh lain.

    4. Kamar Mandi Semakin Bau

    Meski tidak rapat, kloset yang tertutup membantu cegah bau tak sedap menyebar di kamar mandi. Sebaiknya amankan bau itu biar tetap di sumbernya saja dengan cara menutup kloset.

    Tetesan air yang keluar saat siram kloset ternyata ikut membentuk lapisan lengket di bagian luar kloset dan permukaan kamar mandi lainnya. Penghuni hanya menambah beban pekerjaan untuk bersih-bersih kalau tidak tutup kloset.

    Itulah alasan pengguna kloset duduk harus menutup tutupnya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lubang Kloset Penuh Kerak? Coba Trik Ampuh Ini, Langsung Bersih!


    Jakarta

    Kamar mandi adalah ruangan yang cepat sekali kotor, apalagi lubang kloset. Setiap hari penghuni rumah menggunakannya buat buang air, maka tak heran kalau cepat kotor.

    Bagian rumah ini perlu rajin dibersihkan sebelum terbentuk kotoran membandel. Salah satu tantangan saat bersihkan kloset adalah saat muncul kerak. Noda itu sulit hilang kalau cuma disiram air.

    Dikutip dari Simply Spotless, beberapa penyebab timbulnya kerak antara lain jamur, karat, dan kalsium. Kerak muncul di permukaan toilet saat konsentrasi mineral dalam air terlalu tinggi dan terjadi penumpukan. Apalagi kelembapan dalam kloset membuat jamur dan bakteri tumbuh dengan subur sehingga noda semakin jelas.


    Lalu, bagaimana cara membersihkan kerak yang membandel? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Bersihkan Kerak pada Lubang Kloset

    Inilah trik untuk menghilangkan kerak pada permukaan lubang toilet, dilansir dari Real Simple.

    Pasta Boraks

    Penghuni rumah bisa pakai pasta boraks untuk membersihkan lubang kloset. Caranya dengan mencampurkan ½ cangkir boraks dan ¼ cangkir cuka hingga kental. Gunakan sarung tangan saat proses ini ya.

    Selanjutnya, oleskan pasta boraks pada permukaan kloset yang kering dan biarkan selama 15-20 menit. Lalu gosok permukaan dan siram kloset pakai air.

    Baking Soda dan Cuka

    Selain itu, penghuni juga dapat memanfaatkan baking soda dan cuka buat bersihkan noda membandel. Siram cuka ke permukaan kerak, lalu sikat dan bilas. Biarkan kloset selama 5 menit.

    Kemudian, tuangkan baking soda dan cuka sampai muncul busa. Setelah 10 menit, gosok permukaan kloset. Bilas kloset ketika busa sudah menghilang sepenuhnya.

    Cara Cegah Kloset Berkerak

    Supaya tidak perlu repot-repot menghilangkan kerak, penghuni rumah perlu rajin membersihkan kloset. Bersihkan kloset minimal dua minggu sekali. Gunakan cairan antibakteri atau soda kue dan cuka sebagai bahan pembersih.

    Itulah tips membersihkan kloset berkerak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com