Tag: kamar mandi

  • Jangan Dianggap Sepele, Ini 6 Penyebab Saluran Air Mampet dan Solusinya



    Jakarta

    Saluran air tersumbat bisa saja terjadi jika ada benda atau sampah yang menghalangi jalur air keluar. Jika sudah begitu, kemungkinan terbesar adalah air yang dibuang bisa meluap, bahkan hingga ke sampah-sampah yang tersangkut di dalamnya.

    Penyebab saluran tersumbat biasanya dikarenakan penumpukan sampah atau kotoran pada pipa pembuangan. Biasanya penumpukan ini sudah terjadi sejak lama dan saat meluap ada sampah lain yang menutup sehingga tidak ada jalur untuk air keluar.

    Maka dari itu, ketika mencuci piring atau mandi, kamu tidak bisa asal membuang benda padat ke dalam saluran. Melansir dari Dengarden, Kamis (11/7/2024) berikut penyebab saluran air tersumbat.


    1. Rambut

    Saat mandi, pasti mudah sekali menemukan rambut rontok di lantai. Jika jumlahnya hanya satu mungkin tidak masalah, tetapi biasanya rambut rontok jumlahnya banyak dan layaknya benang kusut. Saat rambut terseret ke dalam saluran, bisa saja helaiannya tersangkut. Selain itu, bulu dari hewan juga harus diwaspadai karena sama-sama dapat mengikat zat lain seperti sabun dan minyak yang dibuang di saluran pembuangan.

    Solusinya, kamu perlu rajin mengambil gumpalan rambut tersebut dan membuangnya di tempat sampah. Selain itu, kamu juga harus selalu menutup saluran air dengan penutup yang hanya dapat dilalui oleh air. Jika sudah tersumbat, coba gunakan baking soda dan cuka.

    2. Sabun

    Sabun memang efektif untuk membersihkan kotoran pada tubuh, tetapi sisa-sisa sabun yang berbentuk buih yang tertinggal di lantai atau yang terbuang ke saluran air kamar mandi dapat mengurangi diameter pipa. Semakin kecil diameternya, saluran air makin sulit dilalui air. Sabun ini juga bisa terbawa oleh rambut rontok yang terbuang ke saluran air.

    Cara mencegah sabun menumpuk di saluran air bisa dengan selalu membersihkan sabun setiap selesai mandi dan atau mencuci sesuatu.

    3. Sisa Makanan

    Sudah sewajarnya sisa makanan baik yang kecil atau besar tidak dibuang ke saluran air. Sampah satu ini bisa saja menyangkut di saluran air yang sempit. Salah satu contohnya adalah teh dan bubuk kopi sulit untuk terurai sehingga dapat menumpuk di saluran air. Cara mengatasinya bisa dengan membersihkan dengan cairan pembersih ditambah menggunakan alat pembersih, seperti plumber snake, lakukan hal ini secara rutin.

    4. Kotoran

    Mungkin kamu terbiasa membuang kotoran di toilet, tetapi ada beberapa orang yang menyepelekan hal ini. Kotoran sama seperti sabun tidak akan terurai jika dibuang ke saluran air. Justru jika tersangkut dan menumpuk di dalam saluran air akan menyebabkan bau yang tidak sedap. Jika saluran air sudah tersumbat karena kotoran kamu perlu tenaga profesional untuk membersihkannya.

    5. Minyak dan Lemak

    Sama seperti sabun, minyak dan lemak adalah partikel yang seharusnya tidak asal dibuang ke saluran air. Sebab, keduanya tidak akan larut dalam air dan berujung menumpuk di dalamnya. Sebaiknya minyak atau lemak kamu buang ke tempat sampah. Jika sudah menyumbat coba gunakan campurkan sedikit deterjen dengan air panas, lalu tuangkan cairan campuran tersebut ke dalam saluran air. Larutan detergen dan air panas bisa memecah lemak yang menyumbat.

    6. Endapan Mineral

    Air sadah biasa ditemui di rumah yang tidak mendapatkan air bersih. Air sadah mengandung konsentrasi pH mineral tinggi yang dapat merusak saluran air jika terjadi penumpukan. Jika sudah tersumbat, kamu perlu memanggil tenaga ahli untuk mengatasi endapan mineral tersebut.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Tips Mudah Membersihkan Rambut Rontok di Sekitar Rumah


    Jakarta

    Setiap rumah berpenghuni pasti tidak luput dari helaian rambut rontok yang bertebaran di mana-mana. Maka tak heran kalau harus sering membersihkan rambut rontok di berbagai tempat seperti lantai, kamar mandi, dan tempat tidur.

    Helaian rambut yang bertebaran dan menempel di berbagai sudut rumah membuat kesan kotor dan merusak pemandangan. Apalagi kalau sampai menjadi gumpalan di kamar mandi, sehingga bikin saluran mampet.

    Nah, supaya rumah bebas rambut, kamu bisa cek tips membersihkan rambut rontok berikut ini, dikutip dari Apartment Therapy, Kamis (18/7/2024).


    Tips Bersihkan Rambut Rontok di Rumah

    1. Rambut Rontok di Area Kering di Rumah

    Kalau ada banyak helaian rambut rontok yang tersebar di mana-mana, kamu bisa menggunakan sapu kemudian diarahkan ke satu tempat yang sama, lalu dibuang. Jika helaian banyak ditemukan di bahan tekstil, seperti seprai atau sofa, kamu bisa bersihkan dengan sapu lidi terlebih dahulu.

    Namun, jika kamu memiliki alat penyedot debu, itu lebih instan karena rambut langsung bisa dibersihkan tanpa mengotori tangan. Penyedot debu juga cocok untuk membersihkan debu atau helaian rambut rontok di bahan tekstil yang lembut atau perabotan yang keras.

    2. Rambut Rontok di Kamar Mandi

    Kamar mandi juga tempat yang sering didapati rambut rontok, apalagi setelah keramas. Selain membersihkan, kamu juga bisa mencegah rambut rontok bertebaran di kamar mandi.

    Saat kamu hendak mandi dan tidak mau keramas, kamu bisa menutup kepala dengan penutup rambut berjaring. Jika ingin keramas, kamu bisa sisir rambut terlebih dahulu.

    Cara ini bisa mengurangi jumlah rambut yang rontok. Lalu, tutup lubang saluran air selama mandi agar tidak masuk ke saluran air. Kumpulkan dan buang setelah mandi. Kamu juga bisa menggunakan plastik saat mengambil rambut yang tersangkut di saluran air.

    Setelah itu bersihkan juga bagian penutup saluran air kamar mandi dengan soda kue agar tidak berlumut. Biasanya rambut yang rontok sehabis dikeramas mengandung sabun.

    Campurkan secangkir soda kue dengan secangkir cuka. Tuang ke area saluran air. Tunggu selama 15-20 menit lalu bilas dengan air hangat untuk membersihkan kotoran yang tertinggal. Hindari penggunaan cairan pembersih yang mengandung asam sulfat karena akan menyebabkan kerusakan pada saluran air.

    Itulah tips membersihkan rambut rontok di rumah. Semoga membantu!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Gampang! Ini Cara Bersihkan Saluran Mampet gegara Rambut


    Jakarta

    Kamar mandi memang tempat yang sering kali didapati helaian rambut rontok, apalagi setelah dipakai untuk keramas. Meski sepele, rambut yang dibiarkan bertebaran di lantai kamar mandi bisa menimbulkan masalah, lho.

    Ya, helaian rambut bisa terbawa air hingga masuk ke saluran pembuangan. Bila dibiarkan, lama-lama rambut bisa menumpuk, menggumpal, hingga menyumbat saluran air.

    Mengutip dari Hero Plumbing, Kamis (18/7/2024), saluran air di kamar mandi tersumbat sering kali disebabkan oleh rambut. Mungkin kamu sudah coba menggunakan penutup saluran pembuangan, tetapi tidak efektif.


    Sebenarnya mudah saja mengatasi saluran mampet dengan cairan pembersih kimia. Namun, cairan ini bisa merusak saluran pipa dan alam.

    Nah, sebelum kamu panggil tukang, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan. Yuk, cek cara membersihkan saluran mampet berikut ini.

    Cara Bersihkan Saluran Mampet gegara Rambut

    1. Soda Kue dan Cuka

    Kombinasi soda kue dan cuka bisa membantu mengatasi sumbatan akibat rambut. Selain melarutkan rambut, soda kue dapat menjadi desinfektan yang melawan bakteri dan jamur.

    Taburkan soda kue ke saluran pembuangan, lalu tuangkan cuka. Biarkan cairan reaksi kimia bekerja. Setelah sepuluh menit atau reaksi kimia berhenti, tuang air ke dalam saluran tersebut. Jangan lupa memeriksa hasilnya dan lakukan secara berulang kalau belum berhasil.

    2. Tang Hidung Jarum atau Gantungan Kawat

    Buka penutup saluran air, dan pakai tang hidung jarum atau gantungan baju kawat untuk mencongkel gumpalan rambut. Kamu juga bisa pakai sarung tangan karet dan senter sebagai pelengkap.

    Jika tang tidak bisa meraih gumpalan rambut yang cukup dalam, gunakan gantungan baju kawat. Bentuk gantungan tersebut agar bisa masuk ke dalam lubang. Setelah berhasil mengeluarkan rambut, siram saluran dengan air.

    3. Plumbing Snake

    Plumbing snake adalah pipa terbuat dari kawat panjang fleksibel atau plastik. Alat ini bisa masuk ke dalam saluran untuk membuka jalan air yang terhalang sumbatan rambut.

    4. Plunger

    Plunger adalah alat untuk membersihkan saluran yang terhalang di rumah. Ada berbagai macam plunger yang dijual di pasaran, kamu bisa memilih yang paling cocok.

    Itulah beberapa cara membersihkan saluran mampet akibat rambut. Semoga membantu.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Jurus Jitu Cegah Rambut Masuk ke Saluran Air di Kamar Mandi


    Jakarta

    Helaian rambut rontok sering kali terlihat bertebaran di kamar mandi, terutama setelah keramas. Hal ini membuat kamar mandi harus rajin dibersihkan untuk cegah rambut masuk ke saluran air.

    Rambut rontok itu sebaiknya kamu buang ke tempat sampah agar tidak terbawa air masuk ke saluran hingga menyebabkan mampet. Jika dibiarkan, rambut akan menggumpal dan mengganggu aliran pembuangan air.

    Apabila sudah parah, air tidak mengalir, melainkan bisa meluap karena tertahan oleh gumpalan rambut. Berikut ini cara mencegah rambut masuk ke saluran air di kamar mandi, dilansir dari Priority Plumbing, Kamis (18/7/2024).


    Cara Cegah Rambut Masuk ke Saluran Air

    1. Rawat Rambut Sebelum Mandi

    Kalau kamu memang sering mengalami rambut rontok, terutama saat mandi, coba sisir rambut sebelum masuk ke kamar mandi. Cara ini bisa mengurangi jumlah rambut yang jatuh saat keramas.

    Jika sedang tidak ingin keramas, gunakan penutup rambut tipis seperti yang kerap digunakan dokter saat masuk ruang operasi. Setelah itu pastikan tidak ada satu helai rambut yang keluar.

    2. Pasang Penutup Saluran Air

    Setiap saluran air di kamar mandi mempunyai penutup dari stainless steel. Namun, jika itu masih kurang untuk menahan rambut, kamu bisa memasang penutup tambahan dari plastik di atasnya. Setelah mandi kamu bisa mengangkatnya dan mengambil rambut yang tersangkut.

    3. Bersihkan Saluran Air

    Setelah mandi bersihkan saluran air agar tidak berlumut karena sisa sabun atau menguarkan bau tidak sedap. Gunakan secangkir soda kue yang dicampurkan dengan secangkir cuka.

    Tunggu selama 15-20 menit lalu bilas dengan air hangat untuk membersihkan kotoran yang tertinggal. Sebaiknya hindari penggunaan cairan pembersih yang mengandung asam sulfat karena akan menyebabkan kerusakan pada saluran air.

    Itulah cara cegah rambut masuk ke saluran air di kamar mandi. Semoga membantu!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Menyimpan Alat-alat Kebersihan Beserta Lokasi yang Tepat di Rumah


    Jakarta

    Alat kebersihan adalah perlengkapan di rumah yang pasti dipakai setiap hari, maka harus ditempatkan di spot yang terjangkau. Dengan begitu kamu dengan mudah mengambil dan menempatkan kembali alat kebersihan.

    Selain mudah dijangkau, cara menyimpan atau meletakkan alat kebersihan harus tepat sehingga tidak mudah rusak, bau, dan .

    Melansir The Spruce, Sabtu (20/7/2024), berikut cara tepat menyimpan alat-alat kebersihan beserta lokasinya di rumah.


    1. Ruang Kosong di Dekat Pintu

    Area kosong di dekat pintu yang luas secara vertikal bisa untuk meletakkan Alat pel dan sapu. Sebenarnya banyak orang sudah menerapkan cara ini, tetapi semakin akhir-akhir ini orang lebih memilih meletakkan sapu di ruangan belakang karena jika di depan mengganggu estetika.

    Cara menyimpannya bisa digantung di permukaan pintu dengan pengait atau penjepit. Tambahkan kawat atau keranjang plastik untuk menaruh pengki, kemoceng, dan sikat gosok kecil. Kamu juga bisa menggantungkan handuk atau lap untuk mengelap dan botol semprotan. Selain itu, kamu juga bisa memakai gantungan yang banyak kantong. Ini bisa berguna untuk menyimpan botol-botol cairan pembersih, kain, dan sikat.

    2. Pakai Lemari yang Memanjang

    Dengan lemari tampilannya jauh lebih tertutup. Simpan alat-alat kebersihan di tempat penyimpanan gantung. Tempat penyimpanan yang didesain untuk sweater sangat cocok. Beri label pada setiap tempat pembersih kaca, kain, pembersih debu, pembersih kamar mandi, dll. Kamu bisa dengan mudah mengambil alat yang kamu butuhkan saat tiba waktunya untuk membersihkan.

    Gunakan pengait berbentuk S di atas gantungan lemari untuk menggantung kain pel dan sapu. Jangan lupakan ruang di dinding lemari. Mungkin saja ada ruang untuk menyelipkan beberapa keranjang gantung yang sempit, seperti yang digunakan untuk surat atau majalah, di antara batang lemari dan kusen pintu.

    3. Pasang Penyimpanan yang Mudah Diambil

    Pastikan alat kebersihan mudah diambil. Coba pasang sebuah rak yang bisa diputar di dalam lemari untuk memudahkan akses ke semua alat-alat kebersihan. Dengan cara ini, kamu bisa menggunakan setiap produk dan mengawasi kapan saatnya untuk mengganti persediaan.

    4. Gunakan Rak yang Memiliki Roda

    Jika di dalam kamar mandi sulit diambil, kamu bisa mencoba rak yang memiliki roda sehingga kamu bisa membawa ke depan dan belakang rumah. Lalu, untuk menyimpannya agar lebih tertutup bisa dipojok ruangan.

    5. Gunakan Keranjang dan Bak di dalam Rak

    Keranjang pembersih sangat berguna untuk menyimpan peralatan berdasarkan fungsinya. Selain pada saat digunakan mudah, pada saat mengganti alat kebersihan yang sudah habis juga mudah mengetahuinya. Kamu bisa memisahkan alat kebersihan untuk kamar mandi, dapur, dan ruang tamu, dan gunakan bak plastik transparan berlabel untuk melihat dengan cepat persediaan yang kamu miliki.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pakai 3 Warna Cat Ini di Kamar Tidur, Pokoknya Jangan!


    Jakarta

    Warna cat kamar dapat mempengaruhi suasana di kamar. Selain itu, warna cat dinding juga bisa berpengaruh pada pencahayaan di dalam kamar. Maka dari itu, memilih warna cat kamar tidur sebaiknya dipilih dengan cermat.

    Jangan sampai kamu salah memilih warna cat dinding karena ada beberapa warna yang sebaiknya dihindari. Warna-warna tersebut dapat mempengaruhi mood dan terkadang membuat tampilan kamar kurang menarik.

    Melansir Real Simple, Senin (22/7/2024), berikut warna-warna cat yang sebaiknya dihindari untuk kamar tidur.


    1. Kuning Cerah

    Menurut desainer interior, Emma Beryl, mengatakan bahwa warna kuning cerah kurang cocok untuk kamar tidur karena memiliki efek negatif, yaitu bisa mengganggu kualitas tidur. Warna kuning cerah membuat otak berpikir seolah hari masih siang.

    “Kuning cerah meniru matahari dan orang-orang menyadari mereka semakin sulit tidur di malam hari di ruangan berwarna kuning cerah,” jelas Beryl.

    Bagi pencinta warna kuning cerah, Beryl menyarankan untuk menggunakannya di kamar mandi atau ruang makan saja. Ini pun disesuaikan lagi dengan dekorasi dan gaya ruang tersebut.

    2. Merah dan Oranye

    Kantor Twitter Berubah Jadi 'Kamar Tidur' Setelah Dibeli Elon MuskKantor Twitter Berubah Jadi ‘Kamar Tidur’ Setelah Dibeli Elon Musk Foto: Dok. James Clayton/BBC

    Lagi-lagi warna cerah sebaiknya dihindari. Warna-warna hangat, seperti merah dan oranye, membuat dinding kamar tidur mencolok saat dilihat. Kamar tidur yang seharusnya menenangkan dan enak dipandang jadi terlihat begitu terang.

    “Saya lebih suka kamar tidur yang saya desain menjadi ruang yang menenangkan, damai, dan tenteram daripada yang berani,” kata desainer interior, Annie Delaporte, dikutip dari The Spruce.

    Sebagai gantinya, warna merah dan oranye disarankan untuk ruang kerja, dapur, dan ruang cuci.

    3. Hitam

    Ruang tamu kesan mewah dengan retro modern minimalism interior cat warna hitam dan putih.Ruang tamu kesan mewah dengan retro modern minimalism interior cat warna hitam dan putih. Foto: Getty Images/tulcarion

    Banyak orang yang menyukai warna hitam dalam gaya hidup mereka. Warna hitam memberikan kesan elegan pada ruangan. Namun, menurut ahli justru warna hitam memicu stres. Jika kamu memang pencinta warna hitam, kombinasikan dengan warna putih untuk menciptakan kontras di kamar tidur. Warna biru tua juga bisa dijadikan alternatif pengganti warna hitam, lho!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Merapikan Kamar Tidur yang Efisien dan Cepat


    Jakarta

    Setiap hari tampilan kamar tidur pasti terlihat berantakan setelah digunakan. Kamar tidur terlihat rapih hanya pada saat kamu tidak memakai kamar tersebut. Sementara, kamu ingin kamar tetap terlihat rapih meskipun sering digunakan.

    Biasanya yang menyebabkan tampilan kamar berantakan karena banyak barang. Mulai dari tumpukan pakaian, barang yang belum dikembalikan ke tempatnya, hingga sampah yang lupa dibuang ke luar. Agar tampilan kamar kembali rapih dan enak dilihat, coba beberapa cara mengatur kamar tidur terlihat lebih rapih.

    Seberapa Sering Harus Merapikan Kamar Tidur?

    Melansir dari Real Simple Carrie Yama, seorang expert organizer dan pendiri Clutter Keeper, mengatakan bahwa kamar tidur tetap harus dirapikan setiap hari agar rapih dan tidak berantakan.


    “Menyisihkan waktu beberapa menit setiap hari untuk mengambil barang-barang yang berantakan dan mengembalikannya ke tempat semula bisa mencegah kekacauan menumpuk,” kata Yama, dikutip Senin (22/7/2024).

    Kegiatan merapikan kamar tidur juga bisa membuat tubuh bergerak dan menurut penelitian bisa mengurangi stres. Meskipun sulit untuk memulainya, tetapi jika sudah sering dilakukan, kamu akan terbiasa.

    Cara Merapikan Kamar Tidur

    Ada pun cara untuk merapikan kamar tidur yang efisien dan cepat sebagai berikut.

    1. Mengurangi Barang yang Tidak Terpakai

    Saat kamu hanya memiliki sedikit barang di kamar tidur, akan lebih mudah mencari barang yang dibutuhkan. Selain itu di tempat penyimpanan juga banyak ruang kosong, kamu hanya perlu meletakkannya tanpa perlu merapikan susunannya. Semakin sedikit barang di kamar, semakin sedikit pula yang harus dibersihkan dan diatur. Jadi, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menyortir dan menyingkirkan barang-barang yang sudah tidak digunakan lagi.

    Cara mudah melakukan sortir barang adalah menyortirnya menjadi tiga kategori, yaitu simpan, buang, dan sumbangkan. Dengan membagikan barang ke tiga kategori tersebut, kamu bisa menentukan mana barang yang sekiranya masih ingin dipakai, mana yang ingin dibuang, dan mana yang bisa disumbangkan.

    2. Buang Sampah di Luar Kamar

    Sampah adalah bisa jadi masalah di kamar terutama sampah bekas makanan karena dapat mengundang semut atau lalat. Sebaiknya apabila ada sampah makanan sebaiknya langsung buang ke luar. Namun jika sampah hanya berupa kertas bersih, tidak masalah membuangnya di tempat sampah di dalam kamar. Selain sampah kemasan, kamu juga harus sering membersihkan debu di kamar. Debu ini juga termasuk sampah apalagi jika penghuninya mengalami rambut rontok. Kamu bisa menggunakan sapu lidi, sapu, dan vakum cleaner untuk membersihkan debu halus.

    3. Simpan Barang Sesuai Jenis

    Di kamar tidur wajib memiliki laci penyimpanan atau tempat penyimpanan. Dengan begitu kamu mudah untuk menyimpan dan mengambil barang di laci. Jika ingin lebih rapih lagi, kamu bisa menambahkan sekat antar laci. Pembatas laci ini bisa kamu buat sendiri dari karton atau dibeli di toko-toko.

    4. Gunakan Toples atau Kotak untuk Menyimpan Barang di Atas Meja

    Jika kamu memiliki barang-barang yang pasti digunakan setiap hari dan ukurannya kecil, coba gunakan kotak yang bisa dibawa ke mana saja. Kontainer atau kotak bisa menyimpan barang-barang sehingga kamar bisa jadi lebih rapi.

    5. Pakai Ruang di Bawah Tempat Tidur

    Kolong tempat tidur kerap menyisakan ruang yang cukup untuk dimanfaatkan. Namun ini tergantung pada jenis tempat tidur yang dipakai. Jika kamar mandi di rumah mudah untuk didekorasi dan diubah menjadi tempat penyimpanan baru, kamu bisa meletakkannya di sana.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat Ya, Begini Cara Memilih Perabotan yang Cocok Untuk Rumah Kecil


    Jakarta

    Setelah membeli rumah, kamu pasti mulai memikirkan perabotan apa saja yang akan mengisi rumah tersebut. Kebetulan rumah yang kamu beli tidak begitu besar sehingga kamu harus memilih dengan cermat agar ruang geraknya masih leluasa.

    Pilihannya antara kamu membeli perabotan ukuran kecil atau mengurangi perabotan di rumah. Namun, terlepas dari dua pilihan itu sebenarnya kamu harus mengutamakan perabotan yang fungsional. Dengan begitu tidak perlu banyak barang di rumah, kamu tetap bisa hidup dengan nyaman.

    Untuk lebih jelasnya, melansir dari The Spruce, Sabtu (27/7/2024), berikut beberapa cara memilih barang untuk rumah yang kecil.


    1. Pilih Barang yang Fungsional

    Saat mengambil keputusan, pasti kamu harus mendahulukan yang prioritas. Begitu pula dengan perabotan, kamu bisa mengurutkan suatu barang prioritas dari yang paling banyak akan digunakan. Misalnya pada kamar mandi, cukup ada shower dan kloset saja. Bahkan terkadang di dalam kamar mandi tak ada wastafel karena fungsinya sama seperti wastafel di dapur.

    Desainer Ruangan Terbatas, Penulis, Konsultan, dan Blogger dari Tiny Canal Cottage, Whitney Leigh Morris menyarankan adanya kaca dan cahaya di kamar mandi bisa membuat ruangan tampak luas.

    Lalu, untuk bagian dapur, sebaiknya tidak menyimpan terlalu banyak peralatan masak. Cukup membeli peralatan masak yang akan sering digunakan.

    “Misalnya, saya tidak memerlukan oven di rumah mungil saya karena saya jarang membuat kue. Selain itu, oven memakan banyak ruang dan menggunakan banyak listrik,” kata Pendiri blog Tiny House Giant Journey, Jenna Spesard, dikutip dari The Spruce.

    “Saya juga tidak memiliki pembuat kopi atau microwave karena alasan yang sama. Saya merasa yang saya butuhkan hanyalah beberapa kompor, kulkas mini, wastafel, dapur kering, dan banyak ruang di meja dapur,” tambahnya.

    2. Pilih Perabotan yang Mudah Disimpan

    Rumah kecil harus memiliki tempat penyimpanan yang rapih dan bisa muat banyak agar ada ruang yang tersisa. Selain penyimpanan yang besar, kamu juga harus memilih perabotan yang ‘fleksibel’ seperti bisa dilipat, digulung, diperluas, maupun ditarik sehingga tidak memakan banyak tempat. Misalnya, meja makan yang digunakan adalah meja lipat. Jadi setelah digunakan, meja bisa dilipat dan ditaruh di sisi ruangan.

    3. Pilih Perabotan Besar yang Multifungsi

    Saat ini sudah banyak inovasi pada tempat tidur, sofa, meja yang cocok untuk rumah kecil. Mereka dibuat fleksibel dan bisa untuk beberapa fungsi. Salah satu contohnya adalah tempat tidur, kamu bisa memilih tempat tidur yang bagian bawahnya terdapat lemari penyimpanan. Kamu bisa menyimpan pakaian di bawahnya, sehingga kamu tidak perlu membeli lemari lagi.

    Contoh lainnya, kamu bisa menggunakan sofabed. Pada rumah yang sempit, sofabed bisa menjadi pilihan yang tepat dan tidak makan tempat. Pada pagi hingga siang hari bisa menggunakan sofa ketika ada tamu, lalu pada malam hari, sofa tersebut bisa digunakan sebagai tempat tidur.

    Di sisi lain, Spesard menyebutkan bahwa mendekorasi rumah mungil bisa menjadi sebuah tantangan dan terkadang hal yang terbaik adalah berinvestasi pada furnitur khusus atau built-in furniture. Hal yang paling penting adalah kamu siap beradaptasi sesuai dengan kebutuhan.

    “Kamu tidak akan tahu apa yang sebenarnya kamu butuhkan di rumah mungil sampai kamu tinggal di dalamnya. Jadi saya sarankan mulailah dengan jumlah yang sedikit dari yang kamu pikir kamu butuhkan,” katanya.

    “Kamu selalu bisa menambahkan lebih banyak atau meningkatkan perabotan selama tinggal di sana,” tambahnya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Bikin Rumah Sejuk Tanpa Harus Beli AC


    Jakarta

    Penggunaan AC bisa membuat ruangan di rumah terasa sejuk. Namun, penggunaannya secara berlebihan terkadang bisa membuat tagihan listrik membengkak.

    Ada beberapa cara untuk membuat ruangan di rumahmu terasa sejuk tanpa menggunakan AC. Salah satu caranya adalah menggunakan kipas angin.

    Selain itu, masih ada beberapa cara lainnya untuk menyejukkan ruangan tanpa menggunakan AC. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    Buka Jendela saat Suhu Turun

    Dilansir dari Real Simple, membuka jendela saat sedang panas di luar bisa membawa angin panas ke dalam rumah. Kamu bisa membuka jendela ketika suhu di luar lebih rendah daripada suhu di dalam ruangan agar angin segar masuk.

    Pakai Exhaust Fan

    tinted glass in the house. window dimming by dark film. hands apply tint film to the window. tint film on sky background. sky view through tinted glassIlustrasi exhaust fan Foto: Getty Images/iStockphoto

    Menggunakan exhaust fan di kamar mandi dan dapur bisa mengeluarkan udara panas dari kamar mandi dan peralatan dapur. Kamu juga bisa menggunakannya bersamaan dengan membuka jendela pada malam hari untuk mengeluarkan air panas dan membawa udara sejuk ke dalam rumah.

    Pasang Tirai

    Ilustrasi bukan jendelaIlustrasi penggunaan tirai Foto: Getty Images/Pongtep Chithan

    Menggunakan tirai bisa menahan sinar matahari masuk ke dalam rumah. Kamu bisa memilih tirai dengan warna terang karena dapat memantulkan cahaya.

    Pasang Kaca Film Surya

    Dilansir CNN Indonesia, kamu bisa menggunakan kaca film surya untuk menghalau sinar matahari agar ruangan tidak panas. Jika memasang tirai terasa mengganggu pemandangan, pertimbangkan untuk membeli kaca film surya dan tempelkan ke jendela. Ini dirancang untuk memantulkan atau menyerap panas tanpa menghalangi pandangan.

    Matikan Alat Elektronik yang Tidak Terpakai

    Matikan atau cabut alat elektronik seperti lampu, charger, dan lainnya yang sudah tidak dipakai. Alat-alat elektronik cenderung menghasilkan energi panas.

    Hias Ruangan dengan Tanaman

    Ilustrasi tanaman meja kerjaIlustrasi tanaman meja kerja Foto: Getty Images/iStockphoto/Tanya Paton

    Ruang hijau kerap terasa jauh lebih sejuk karena tanaman menyerap panas secara alami untuk fotosintesis. Coba pertimbangkan untuk mendandani ruangan Kamu dengan sejumlah tanaman hias.

    Pilih tanaman tinggi dengan daun besar dan lebat serta tanaman yang menyukai banyak sinar matahari sehingga Kamu dapat menemukannya di dekat jendela untuk memberikan keteduhan ekstra. Tanaman yang menyukai matahari termasuk lidah buaya dan tanaman monstera yang populer.G

    Gunakan Seprai Katun atau Linen

    Tips menyejukkan ruangan tanpa AC terakhir, hindari sutra atau bahan poliester lainnya ketika harus memilih bahan seprai tempat tidur karena ini memerangkap panas dan kelembapan (keringat).

    Gunakan bahan seperti katun dan linen, yang lebih adem dan memungkinkan panas menghilang, serta membuat kamu merasa sejuk sepanjang malam.

    Itulah beberapa cara menyejukkan ruangan di rumah tanpa menggunakan AC. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Keliru, Ini 4 Perbedaan Keramik Lantai dan Keramik Dinding


    Jakarta

    Keramik adalah salah satu material bangunan yang biasa digunakan sebagai finishing atau letaknya di paling luar. Keramik terkenal akan ketahanannya terhadap air, api, hingga beban. Pemasangannya pun tidak hanya di lantai, melainkan bisa di dinding pula sehingga seluruh bagian rumah sebenarnya bisa dilindungi dengan keramik.

    Namun, jangan salah, meskipun keramik bisa dipasang di lantai dan dinding, tetapi ternyata ada perbedaan di antara keduanya. Lantas, apa saja perbedaannya? Apakah keramik lantai bisa dipasang di dinding? Untuk lebih jelasnya, simak perbedaan antara keramik lantai dan keramik dinding berikut.

    Definisi Keramik Lantai dan Keramik Dinding

    Keramik yang biasa dipakai di Indonesia, biasanya terbuat dari tanah liat. Maka dari itu, bagian bawah keramik berwarna agak kemerahan. Melansir Klopmart, Sabtu (3/8/2024), pembuatan keramik melalui proses pembakaran pada suhu sekitar 600℃ hingga lebih dari 1.300℃.


    Dikutip dari Porcelain Superstore, keramik lantai, sesuai namanya, dirancang khusus untuk dipasang di lantai. Bahannya dibuat kokoh dan tahan terhadap beban berat. Hal ini menyesuaikan fungsi dari keramik lantai karena lantai sebagai tempat beraktivitas penghuni rumah di mana pasti menerima tekanan hampir setiap hari.

    Sementara itu, keramik dinding merupakan jenis keramik yang dirancang untuk dipasang di dinding, seperti dinding kamar mandi, dinding splashback, hingga dinding luar rumah. Area dinding biasanya tidak begitu sering menerima tekanan, pemasangan keramik di dinding biasanya untuk mencegah pertumbuhan jamur karena area tersebut lembap sehingga rating kekuatannya lebih rendah.

    Perbedaan Keramik Lantai dan Keramik Dinding

    Dari sana, sudah diketahui jika keramik lantai dan keramik dinding sebenarnya memiliki perbedaan. Namun, untuk lebih rincinya lagi, melansir Livspace.com, berikut penjelasannya.

    1. Ketahanan Terhadap Tekanan

    Pertama, keramik lantai dirancang untuk kuat menahan tekanan, tahan aus, dan tahan lama. Sementara itu, keramik dinding tidak harus sekuat keramik lantai dalam menahan tekanan. Keramik lantai umumnya lebih kuat dibandingkan dengan keramik dinding. Maka dari itu, memasang kedua jenis lantai berkebalikan tidak disarankan.

    2. Skema Peringkat PEI

    Jika dilihat dari Porcelain Enamel Institute (PEI) yakni skema pemeringkatan yang mengukur tingkat kekuatan dan daya tahan keramik, Keramik dengan skala PEI 0 hanya bisa dipasang di dinding. Sementara, di lantai harus memiliki skala di atas 5.

    Dalam PEI keramik ketahanan keramik dinilai dengan skala 1 hingga 5 bisa adalah keramik lantai karena ketahanannya rendah. Lalu untuk skala 5 ke atas maka keramik tersebut memiliki ketahanan yang kokoh dan bisa digunakan pada lantai rumah.

    3. Jenis Pelapis Terluarnya

    Untuk keramik lantai umumnya dilapisi dengan glasir yang tahan aus untuk menanggung tekanan dan gesekan. Sementara itu, keramik dinding seringkali dilapisi dengan glasir keras yang membuatnya tahan air dan memiliki finishing glossy atau mengkilap.

    4. Cara Perawatannya

    Berbeda jenis, maka berbeda cara perawatannya. Keramik lantai dipasang di lantai yang memiliki lalu lintas tinggi. Keramik lantai umumnya mudah dibersihkan dan tahan terhadap tekanan serta zat korosif.

    Sementara itu, keramik dinding biasanya digunakan untuk dinding, mudah dibersihkan, dan ideal untuk area yang sering terkena air dan kelembaban, seperti kamar mandi dan dapur.

    Apakah Keramik Dinding Bisa Dipasang di Lantai?

    Dapat disimpulkan, keramik lantai bisa dipasang di dinding. Namun, tidak sebaliknya. Keramik dinding sebaiknya tidak dipasang di lantai karena sifatnya yang rapuh sehingga rawan pecah atau retak. Selain itu, keramik dinding yang mengkilap tidak cocok dipijak karena bisa licin saat lembap atau ada genangan air. Pada dasarnya, keramik dinding dirancang untuk keperluan estetika dan perlindungan dinding, serta tidak cukup kuat menahan tekanan di lantai.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com