Tag: kamar tidur

  • Jangan Tertukar antara Bed Cover dan Seprai, Ini Perbedaannya



    Jakarta

    Tempat tidur biasanya dilapisi dengan kain seperti selimut, bed cover, dan seprai. Perlengkapan tersebut untuk menambah estetika maupun kenyamanan bagi penggunanya.

    Beberapa istilah perlengkapan itu terkadang tertukar misalnya bed cover dan seprai. Nah, kedua benda itu punya fungsi dan bentuk yang berbeda.

    Lantas, apa perbedaan antara bed cover dan seprai? Simak penjelasannya berikut ini.


    Perbedaan Bed Cover dan Seprai

    Inilah beberapa perbedaan bed cover dan seprai, dikutip dari Comfort Beddings.

    1. Bentuk

    Bed cover adalah kain persegi yang berbentuk lebar dan tebal. Kain ini juga tebal, sehingga bisa memberikan kenyamanan dan kehangatan bagi penghuni.

    Sementara itu, seprai berupa kain tipis dan lebar. Bentuknya menyesuaikan dengan dimensi kasur. Pinggiran seprai terdapat karet untuk menyangkutkan ke matras.

    2. Fungsi

    Bed cover mempunyai berfungsi untuk menutup permukaan kasur. Selain itu, bed cover bisa menjadi selimut buat memberi kehangatan.

    Di sisi lain, seprai adalah kain untuk menutup permukaan matras agar tidak langsung menyentuh kulit. Lapisan ini melindungi kulit dari alergi dan iritasi akibat debu dan bakteri pada kasur.

    3. Estetika

    Bed cover dan seprai sama-sama bisa menambah estetika tempat tidur. Akan tetapi, bed cover tersedia dalam berbagai motif dan warna unik, sehingga lebih cocok untuk dekorasi. Sementara itu, seprai biasanya berwarna polos dan motif tidak terlalu mencolok.

    4. Ukuran

    Meski bed cover dan seprai sama-sama melapisi permukaan tempat tidur, kedua benda ini berbeda dari segi ukuran. Bed cover biasanya hanya tersedia dalam satu ukuran sana, sedangkan seprai beberapa ukuran untuk menyesuaikan banyak ukuran kasur.

    Itulah perbedaan bed cover dan seprai. Jangan sampai tertukar ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jenis Serangga Kecil yang Sering Muncul di Kamar Tidur


    Jakarta

    Rumah adalah tempat tinggal bagi manusia, tetapi serangga juga kerap ditemukan di sini. Meski berukuran kecil, kehadiran serangga cukup mengganggu penghuni.

    Serangga bisa muncul di berbagai tempat di dalam rumah, tak terkecuali kamar tidur. Berbagai serangga kerap menyelinap masuk kamar tidur karena menemukan lingkungan yang cocok buat ditinggali.

    Lantas, makhluk kecil apa saja yang sering muncul di kamar tidur? Simak ulasannya berikut ini.


    Serangga yang Sering Ada di Kamar Tidur

    Inilah deretan serangga kecil yang bisa ditemukan di kamar tidur.

    1. Kutu Kasur

    Dikutip dari Pointe Pest Control, serangga yang identik dengan kamar tidur adalah kutu kasur. Serangga ini biasanya berada di kasur atau dipan tempat tidur. Mereka juga dapat tinggal di wallpaper, koper, gorden, karpet, dan sofa.

    Ruang yang berantakan adalah surga bagi kutu kasur karena mereka perlu tempat bersembunyi buat bertahan hidup. Kutu kasur membutuhkan darah manusia untuk bertelur. Namun, mereka dapat hidup setahun tanpa makanan.

    2. Laba-laba

    Laba-laba kerap terlihat di kamar tidur. Serangga ini tidak terlalu mengganggu, tetapi suka membuat sarang atau bersembunyi di sudut-sudut ruangan. Titik masuk laba-laba biasanya melalui celah dan retakan di sekitar jendela.

    Arakhnida ini mencari kehangatan dan makanan di kamar tidur. Mereka biasanya bersembunyi di dekat jendela, sudut ruangan, atau bawah furniture.

    3. Kecoak

    Terkadang kecoak dapat masuk kamar tidur dan mengganggu ketenangan penghuni. Tak heran, kecoak adalah serangga pembawa penyakit yang sangat kotor.

    Serangga ini senang tinggal di tempat yang lembap dan berantakan. Mereka pun berkembang biak dengan cepat.

    4. Semut

    Dilansir dari M&M Pest Control, semut tak hanya mencari makanan di dapur, tetapi juga di kamar tidur. Semut tertarik masuk kamar tidur kalau ada makanan atau tumpahan makanan. Sebab, sebagian penghuni rumah terkadang makan di dalam kamar, bahkan di atas tempat tidur.

    5. Kutu

    Jika serangga kecil di atas tempat tidur, kemungkinan itu adalah kutu. Serangga ini berakhir di kamar tidur karena terbawa hewan peliharaan yang masuk kamar.

    Kutu adalah serangga kecil tak bersayap yang menghisap darah hewan. Mereka juga bisa menghisap darah manusia sampai meninggalkan sensasi gatal dan bekas merah pada kulit.

    6. Nyamuk

    Berdasarkan Aptive Pest Control, nyamuk merupakan serangga bersayap yang suka menghisap darah manusia. Hal ini membuat kulit manusia bentol-bentol dan gatal pada kulit.

    Serangga ini suka masuk kamar tidur lewat jendela atau pintu yang terbuka. Mereka tertarik dengan karbon dioksida dari pernapasan manusia dan suhu hangat di kamar.

    Itulah serangga kecil yang suka berada di kamar tidur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Kamar Tidur yang Selalu Lembap Tanpa AC



    Jakarta

    Kamar tidur yang terasa lembap sering bikin tidak nyaman, apalagi jika disertai bau apek atau bahkan muncul jamur di sudut ruangan. Kondisi ini sering terjadi saat musim hujan atau pada rumah dengan sirkulasi udara yang kurang baik. Tapi tenang, ada berbagai cara untuk mengatasi kamar lembap tanpa perlu mengandalkan AC.

    Menurut buku Penyehatan Udara karya Tri Cahyono, SKM, MSi, kelembapan adalah kondisi di mana kandungan uap air di udara terlalu tinggi. Di dalam rumah, hal ini biasanya disebabkan oleh penguapan air yang meresap dari dinding, lantai, atau bahkan dari aktivitas penghuni sendiri.

    Jika dibiarkan, kelembapan berlebih bisa memicu pertumbuhan jamur yang berdampak buruk pada kesehatan. Seperti dijelaskan dalam buku Pencemaran Udara dalam Ruangan karya HJ Mukono, jamur atau mould di kamar bisa menyebabkan masalah pernapasan hingga alergi.


    Lantas, bagaimana cara mengatasi kamar tidur yang selalu lembap tanpa bantuan AC? Simak tipsnya berikut ini:

    8 Cara Mengatasi Kamar Lembap Tanpa AC

    1. Atur Batas Kelembapan

    Idealnya, kelembapan udara di dalam kamar berkisar antara 40-60%. Jika melebihi itu, ruangan sudah tergolong terlalu lembap. Gunakan alat seperti hygrometer untuk memantau tingkat kelembapan secara berkala.

    2. Pastikan Ventilasi Memadai

    Salah satu penyebab utama kamar lembap adalah ventilasi yang buruk. Idealnya, luas ventilasi minimal 10% dari luas ruangan. Ventilasi yang baik akan membantu sirkulasi udara dan menjaga udara kamar tetap segar.

    3. Gunakan Kipas Angin

    Tanpa AC, kipas angin bisa jadi penyelamat. Udara yang berputar dari kipas membantu mengurangi kelembapan, terutama jika diarahkan ke sudut-sudut ruangan yang rentan lembap.

    4. Buka Jendela Secara Rutin

    Cara sederhana namun efektif. Dengan membuka jendela, udara lembap bisa keluar dan tergantikan udara segar dari luar. Ini juga membantu mencegah pertumbuhan jamur.

    5. Gunakan Dehumidifier

    Jika ingin solusi lebih praktis, gunakan dehumidifier. Alat ini bisa menyerap uap air berlebih di udara dan menjaga ruangan tetap kering. Cocok untuk kamar tidur di area yang lembap sepanjang tahun.

    6. Periksa dan Perbaiki Tembok Rembes

    Tembok yang rembes jadi sumber utama kelembapan. Gunakan pelapis kedap air pada permukaan dinding dan pastikan tidak ada kebocoran dari saluran air atau atap.

    7. Rutin Bersihkan Karpet

    Karpet yang jarang dibersihkan bisa menyimpan kelembapan dan jadi tempat tumbuhnya jamur. Cucilah karpet secara rutin atau pertimbangkan untuk menggantinya dengan material yang lebih mudah kering.

    8. Hindari Menjemur Pakaian di Dalam Kamar

    Menjemur pakaian di dalam kamar akan meningkatkan kadar uap air di udara. Sebisa mungkin jemur pakaian di luar atau di area dengan sirkulasi udara yang baik.

    Kamu juga bisa meletakkan kapur serap lembap (moisture absorber) di sudut kamar. Produk ini mudah ditemukan di toko swalayan atau online, dan cukup ampuh menyerap kelembapan secara pasif.

    Jadi, tak perlu khawatir lagi jika kamar tidur terasa lembap. Dengan langkah-langkah sederhana di atas, kamu bisa menjaga kamar tetap kering, sehat, dan bebas jamur tanpa harus mengandalkan AC.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Bikin Kamar Tidur Hangat saat Cuaca Dingin


    Jakarta

    Udara terasa dingin ketika cuaca hujan atau mendung. Cuaca seperti ini dapat membuat penghuni merasa kedinginan di rumah, termasuk kamar tidur.

    Meski sudah pakai selimut dan tidak menyalakan AC, udara dingin masih bisa menusuk badan. Kalau sudah seperti itu, penghuni rumah perlu usaha lebih buat bikin kamar terasa lebih hangat.

    Bagaimana cara membuat kamar tidur hangat saat cuaca dingin? Simak caranya berikut ini.


    Cara Bikin Kamar Tidur Hangat Saat Cuaca Dingin

    Inilah beberapa tips menghangatkan kamar tidur ketika udara terasa dingin, dikutip dari The Spruce.

    1. Tambahkan Selimut

    Solusi paling mudah untuk menghadapi cuaca dingin adalah menambah lapisan tempat tidur. Penghuni bisa mengganti seprai kasur dengan bahan yang lebih tebal atau hangat. Lalu, ganti atau tambah selimut buat menambah kehangatan di tempat tidur.

    2. Tutup Jendela

    Suhu luar ruangan dapat menembus rumah melalui kaca jendela. Penghuni bisa sedikit menghangatkan kamar tidur dengan menutup jendela.

    Kemudian, tutup jendela menggunakan tirai atau gorden yang berbahan tebal. Selain itu, pastikan celah atau retak pada pintu atau jendela tertutup agar tidak menjadi akses masuknya udara dingin.

    3. Jauhkan Tempat Tidur dari Jendela

    Jika posisi tempat tidur berada dekat jendela, sebaiknya geser ke sisi lain kamar. Kaca dapat mendingin secara signifikan sehingga mendinginkan udara di dalam ruangan. Hal ini juga berlaku untuk dinding eksterior dengan tidak dapat menahan suhu udara.

    4. Gelar Karpet

    Lantai kamar terkadang menjadi dingin ketika cuaca dingin. Penghuni dapat menggelar karpet atau alas pada lantai agar lebih nyaman buat dipijak penghuni kamar.

    5. Hangatkan Tempat Tidur

    Kalau selimut tidak cukup membuat penghuni hangat di tempat tidur, coba hangatkan tempat tidur. Caranya dengan menyelipkan botol air panas di bawah selimut saat waktunya tidur.

    Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan biar nggak kedinginan di kamar tidur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pasang! Begini Cara Menentukan Posisi Stopkontak di Rumah


    Jakarta

    Penghuni rumah menggunakan berbagai perangkat elektronik untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Tak heran setiap ruangan biasa dilengkapi dengan stopkontak buat mengalirkan listrik ke perangkat tersebut.

    Bila membangun rumah atau kamar, pemilik perlu mempertimbangkan posisi stopkontak di setiap ruangan. Stopkontak sebaiknya ditempatkan di lokasi yang memudahkan penghuni nantinya.

    Bagaimana cara menentukan posisi stopkontak buat setiap ruangan? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penempatan Stopkontak Sesuai Ruangan

    Inilah beberapa posisi stopkontak yang memudahkan penghuni rumah, dikutip dari Horizon Services.

    1. Kamar Tidur

    Pemilik rumah sebaiknya memasang stopkontak di sisi tempat tidur. Posisi ini memudahkan penghuni untuk mencolokkan charger atau pengisi daya ponsel, lampu, dan perangkat lainnya.

    2. Ruang Keluarga

    Ruang keluarga biasanya memerlukan banyak stopkontak. Sebab, ruangan ini dapat digunakan untuk memasang TV, video game, hingga layanan internet. Sebaiknya pasang stopkontak di bagian tengah setiap dinding dan sudut ruangan.

    3. Kamar Mandi

    Untuk kamar mandi, letakkan stopkontak di dekat meja kamar mandi agar kabel perangkat tidak tersandung kaki. Lalu, pilih lokasi yang jauh dari jangkauan shower atau bak mandi supaya tidak terkena cipratan air.

    4. Ruang Kerja

    Penempatan stopkontak sangat penting buat ruang kerja di rumah. Pertimbangkan untuk memasang stopkontak di setiap dinding agar bisa fleksibel menempatkan furniture.

    5. Dapur

    Kemudian, pemilik sebaiknya menyiapkan sejumlah stopkontak sepanjang meja dapur dengan jarak sekitar 60 cm. Penempatan stopkontak bisa di atas lemari, bawah lemari, atau dinding tempat pasang peralatan elektronik.

    Itulah tips menempatkan stopkontak di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Buru-buru Rapikan Kasur Setelah Bangun Tidur, Ada Manfaatnya Lho


    Jakarta

    Merapikan tempat tidur sebelum beraktivitas di pagi hari merupakan kebiasaan baik. Namun, membersihkan kasur sesaat setelah bangun ternyata kurang dianjurkan, lho.

    Dilansir dari Real Simple, penghuni rumah disarankan untuk tidak langsung merapikan tempat tidur ketika bangun. Soalnya kasur yang baru digunakan buat tidur semalaman dalam kondisi lembap. Hal itu dapat memicu pertumbuhan tungau debu.

    CEO Mattress Next Day Martin Seeley mengatakan, rata-rata manusia mengeluarkan keringat sebanyak 500 mililiter per malam. Kondisi tersebut membuat tempat tidur menjadi lingkungan yang cocok bagi tungau buat berkembangbiak di pagi hari.


    “Oleh sebab itu, penting untuk membiarkan tempat tidur setidaknya selama 30 menit agar sirkulasi udara lebih baik. Hal ini dapat mengurangi kelembapan secara menyeluruh di tempat tidur,” ujar Seeley dikutip dari Real Simple, Sabtu (23/8/2025).

    Penghuni perlu waspada dengan tungau debu di tempat tidur karena dapat membahayakan kesehatan. Menurut American Lung Association, kotoran dari tungau debu bisa menimbulkan reaksi fisik, seperti flu, mata berair, hingga bersin. Pasalnya, sisa kotoran tungau menempel pada seprai, lalu terhirup oleh manusia.

    Penghuni sebaiknya menunda merapikan tempat tidur ketika bangun di pagi hari. Biarkan seprai terbuka sementara. Nyalakan kipas angin dan buka jendela untuk meningkatkan sirkulasi udara.

    Cara Basmi Tungau di Kasur

    Jika ingin membasmi tungau di kasur, penghuni dapat lakukan beberapa cara berikut ini, dikutip dari Mayo Clinic.

    1. Cuci Seprai dan Sarung Bantal

    Cara pertama untuk membasmi tungau kasur adalah rutin mencuci seprai setiap minggu. Jangan lupa untuk mencuci selimut, sarung bantal, dan bed cover juga ya. Setelah dicuci, jemur kain tersebut di bawah sinar matahari, lalu setrika agar rapi.

    2. Jaga Kelembapan Rumah

    Tungau menyukai lingkungan yang lembap untuk berkembangbiak. Pastikan kamar tidur memiliki ventilasi yang cukup buat mencegah tungau. Sebagai tambahan, gunakan dehumidifier untuk mengurangi kelembapan berlebih.

    3. Semprotkan Larutan Garam

    Tungau bisa dibasmi dengan larutan garam. Campurkan air dan garam ke dalam botol semprot. Lalu semprotkan larutan pada area yang dihinggapi tungau.

    4. Jemur Kasur

    Sesekali menjemur kasur di bawah sinar matahari dapat mematikan tungau. Selain itu, cara ini dapat mengurangi kelembapan di kasur.

    Itu dia manfaat tidak langsung merapikan tempat tidur dan cara basmi tungau di kasur.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tanaman Hias Ini Bikin Kamar Tidur Jadi Asri dan Nyaman


    Jakarta

    Menata kamar tidur tidak harus dengan furniture mewah dan modern, tapi juga bisa dengan meletakkan tanaman hias. Selain membantu menyegarkan ruangan, hadirnya tanaman hias juga dapat mempercantik kamar tidur.

    Namun, tidak semua tanaman hias bisa diletakkan di kamar tidur. Ada beberapa tanaman hias yang harus terkena sinar matahari langsung. Jika ditanam di ruangan malah layu dan mati karena kurang terpapar cahaya matahari.

    Ingin tahu apa saja tanaman hias yang cocok di kamar tidur agar terasa asri dan nyaman? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Tanaman Hias yang Cocok di Kamar Tidur

    Ada beberapa tanaman hias yang cocok untuk kamar tidur agar menambah kesan asri dan nyaman. Dilansir situs Good Housekeeping, berikut daftarnya:

    1. Lidah Mertua

    Apabila kamu termasuk orang yang sering lupa menyiram tanaman hias, maka lidah mertua sangat cocok ditanam di rumah. Sebab, tanaman ini tak harus disiram setiap hari, cukup 1-2 kali dalam sebulan.

    Meski membutuhkan sinar matahari untuk tumbuh, tetapi lidah mertua tidak harus terkena cahaya setiap hari. Tanaman ini juga dapat menyaring udara kotor di dalam ruangan saat siang maupun malam hari.

    2. Lidah Buaya

    Lidah buaya jadi salah satu tanaman hias yang populer. Tanaman ini sangat mudah dirawat karena tidak perlu disiram setiap hari. Kalau terlalu sering disiram justru bisa menyebabkan layu dan mati.

    Lidah buaya juga membutuhkan sinar matahari agar bisa tumbuh subur. Namun sebaiknya diletakkan di area yang tidak terlalu banyak terkena cahaya matahari.

    3. Pakis Boston

    Pakis boston bisa menjadi pilihan menarik untuk tanaman hias di kamar tidur. Sama seperti lidah buaya, tanaman ini juga tidak perlu disiram secara rutin, cukup dua kali dalam seminggu.

    Pakis boston juga dapat hidup di area yang lembap, terutama di kamar tidur dan kamar mandi. Menanam pakis boston akan menambah kesan asri di ruangan.

    4. Melati

    Ingin menanam tanaman hias yang dapat mengharumkan ruangan? Melati bisa menjadi pilihan terbaik. Aroma wangi melati dapat memberikan efek rileks saat beristirahat.

    Warna putih dari bunga melati juga dapat mempercantik kamar tidur. Agar melati tumbuh subur, sebaiknya diletakkan di dekat jendela agar terkena sinar matahari dan jangan ditaruh di bawah AC.

    5. Sirih Gading

    Sirih gading atau disebut juga pothos emas merupakan salah satu tanaman hias yang mudah dirawat. Selain dapat memperindah kamar tidur, sirih gading juga dapat menyaring udara kotor di dalam ruangan.

    Sirih gading dapat dirawat dengan cara disiram secara teratur. Tanaman ini juga membutuhkan sinar matahari, tapi dalam jumlah sedang.

    6. Janda Bolong

    Monstera atau disebut janda bolong bisa menjadi pilihan terbaik untuk tanaman hias di kamar tidur. Sebab, tanaman ini dapat tumbuh subur di tempat yang minim cahaya dan cukup disiram seminggu sekali saja.

    7. Peace Lily

    Selain melati, kamu bisa menanam peace lily di kamar tidur. Bunganya yang indah bisa memberikan mood bahagia dan menenangkan.

    Merawat peace lily cukup dengan menjaga kelembapan pada tanah agar tidak terlalu kering. Pastikan tanaman ini tidak terpapar sinar matahari langsung.

    8. Lavender

    Lavender sudah dikenal sebagai salah satu tanaman yang ampuh mengusir serangga seperti nyamuk dan lalat. Selain itu, lavender juga cocok diletakkan di kamar tidur karena dapat mempercantik ruangan.

    Disarankan untuk meletakkan lavender di dekat jendela agar terpapar sinar matahari langsung. Tanaman ini juga tidak perlu disiram setiap hari, cukup seminggu sekali saja.

    Itu dia delapan tanaman hias yang cocok untuk kamar tidur. Tertarik menanam yang mana?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Dikira Sama, Ini 4 Perbedaan Kasur Ukuran King dan Queen


    Jakarta

    Banyak orang yang dilema saat membeli tempat tidur. Sebab, mereka ingin membeli kasur yang empuk dan nyaman agar kualitas tidur tetap terjaga baik.

    Selain soal kenyamanan, hal yang harus diperhatikan saat membeli kasur adalah tentang ukurannya. Adapun dua jenis kasur yang banyak dibeli orang, yakni ukuran king dan queen.

    Banyak yang mengira kalau kasur king dan queen adalah sama karena sekilas punya ukuran yang hampir mirip. Padahal, keduanya memiliki sejumlah perbedaan dari segi ukuran hingga harga.


    Ingin tahu perbedaan antara kasur king dan queen? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Perbedaan Kasur King dan Queen

    Ada sejumlah perbedaan antara kasur ukuran king dan queen. Agar tidak salah saat membelinya, simak perbedaannya di bawah ini yang dilansir situs Sleep Foundation:

    1. Ukuran

    Perbedaan yang paling jelas terlihat adalah dari segi ukurannya. Meski sama-sama besar, tapi ukuran queen justru lebih kecil daripada king bed.

    Kasur ukuran king memiliki panjang 180 cm dan lebar 200 cm. Sementara queen bed punya ukuran sedikit lebih kecil, yakni 160 x 200 cm.

    2. Sesuaikan Kebutuhan

    Karena memiliki ukuran lebih lebar, kasur king size dapat menampung dua orang dewasa dan satu anak kecil. Tempat tidur ini cocok bagi keluarga yang memiliki anak kecil dengan usia di bawah 3 tahun.

    Sementara itu, kasur queen bed lebih cocok untuk pasangan yang baru menikah karena hanya muat untuk dua orang dewasa. Sebenarnya masih bisa menampung satu anak kecil, tapi dikhawatirkan akan terasa sempit.

    3. Tentukan Ukuran Kamar

    Selain membeli kasur sesuai kebutuhan, pastikan juga kamu telah mengukur kamar tidur di rumah. Jangan sampai sudah membeli kasur yang besar tapi ternyata tidak muat atau justru bikin sempit ruangan.

    Kasur ukuran king sangat cocok ditempatkan untuk kamar yang luas. Apabila kamar tidur di rumah minimalis dan ukurannya cukup kecil, maka queen bed bisa menjadi pilihan terbaik.

    4. Harga

    Mengenai harga, baik kasur ukuran king atau queen memiliki banderol yang berbeda-beda. Selain karena dibedakan oleh jenisnya, harga kasur juga tergantung dari mereknya.

    Di berbagai situs marketplace, harga kasur ukuran king dibanderol mulai dari Rp 4 juta hingga Rp 25 juta. Sementara tempat tidur jenis queen bed punya harga mulai dari Rp 3 juta sampai Rp 22 jutaan.

    Sejumlah merek kerap menawarkan beberapa promo menarik dan paket bundling. Jadi, harga kasur bisa jauh lebih murah sekaligus mendapatkan bantal, guling, dan seprai.

    Itulah perbedaan antara kasur ukuran king dan queen bed. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sat Set! Ini Cara Cepat Rapikan Tempat Tidur Anti Ribet


    Jakarta

    Setelah bangun tidur di pagi hari, biasanya penghuni rumah bakal merapikan tempat tidur. Namun, sebagian orang mungkin melewatkan berberes tempat tidur karena terburu-buru atau merasa ribet.

    Padahal, penghuni bisa banget rapikan tempat tidur dalam waktu singkat kok. Dalam waktu kurang lebih dua menit, kasur bisa keliatan rapi dan estetik.

    Jika tidak dibereskan, tempat tidur berantakan malah bikin kamar kurang sedap dipandang. Oleh karena itu, sebaiknya sempatkan waktu untuk membereskan tempat tidur di pagi hari ya.


    Lantas, bagaimana cara cepat merapikan tempat tidur? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Cepat Rapikan Tempat Tidur

    Inilah langkah-langkah untuk merapikan tempat tidur, dikutip dari Clean My Space.

    1. Kosongkan Tempat Tidur

    Pertama, kosongkan permukaan tempat tidur sampai hanya tersisa seprai. Taruh bantal dan selimut di tempat duduk atau meja terlebih dahulu. Singkirkan juga benda-benda yang tidak diperlukan, misalnya kaos kaki yang terselip.

    2. Rapikan Seprai

    Selanjutnya, pastikan seprai terpasang dengan rapi dan pas pada tempat tidur. Penghuni bisa mengelilingi kasur sambil menarik dan menyelipkan ujung seprai agar pas.

    3. Bentangkan Selimut

    Bentangkan selimut ke seluruh permukaan tempat tidur secara merata. Lalu, lipat bagian atas selimut sejauh preferensi penghuni rumah, misalnya sekitar 30 cm. Luangkan waktu sejenak untuk meratakan kerutan dan menarik selimut beberapa kali di bagian samping untuk membuat permukaan benar-benar halus.

    4. Susun Bantal

    Terakhir, letakkan dan susun bantal dengan rapi di atas tempat tidur. Jika ada bantal dekoratif, penghuni dapat mempercantik tempat tidur dengan bantal tersebut.

    Waktu Ideal Cuci Seprai

    Selain merapikan tempat tidur setiap hari, penghuni rumah juga harus rutin mencuci seprai bantal dan kasur. Sebaiknya cuci seprai setiap 1-2 minggu sekali. Jika merasa sibuk, maksimal menunda hingga satu bulan untuk mencuci seprai tempat tidur. Sementara itu, selimut mesti dicuci setiap 3 bulan sekali ya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Terlalu Dekat, Ini Jarak Ideal TV dengan Sofa di Ruang Keluarga



    Jakarta

    Biasanya rumah suka dilengkapi dengan TV sebagai hiburan dan sumber informasi bagi penghuni rumah. Perangkat ini biasanya ditaruh di ruang keluarga atau kamar tidur.

    Tidak asal taruh, penempatan TV perlu mempertimbangkan jarak nonton penghuni. Jarak TV dengan tempat duduk atau sofa penontonnya tidak boleh terlalu dekat. Jika terlalu dekat, dikhawatirkan mata menjadi cepat lelah.

    Perlu diketahui, semakin besar ukuran TV, maka jarak penonton semakin jauh pula. Nah, hal ini bisa menjadi pertimbangan penghuni ketika ingin memilih TV yang cocok buat ruang nonton.


    Memang, berapa seharusnya jarak antara TV dan tempat duduk di rumah? Berikut ini penjelasannya.

    Dikutip dari Herne Bay Domestics, penghuni perlu paham dulu soal ukuran TV. Ukuran tersebut diukur dari sudut ke sudut TV secara diagonal, termasuk rangka luarnya.

    Kemudian, jarak pandang menonton TV bisa diukur dari area tempat duduk sampai TV. Berbeda dari ruang keluarga, cara hitung jarak buat kamar tidur itu dari TV ke posisi bantal di kasur.

    Untuk menentukan jarak aman menonton TV, ada beberapa metode yang dapat digunakan. Salah satu caranya, penghuni mengalikan ukuran TV dengan angka dua untuk mendapatkan hasil jarak pandang dalam satuan inci.

    Sebaliknya, penghuni dapat menentukan ukuran TV berdasarkan jarak antara tempat duduk dengan tempat TV. Jarak tersebut hanya perlu dibagi dua untuk mendapatkan ukuran TV yang ideal buat suatu ruangan.

    Sebagai contoh, apabila TV berukuran 55 inci, jarak pandang yang ideal adalah 110 inci atau sekitar 2,79 meter.

    Berikut ini daftar jarak pandang yang cocok buat ukuran TV tertentu.

    Ukuran TV (inci) Jarak Pandang (meter)
    32 1,63
    40 2
    43 2,18
    48 2,44
    49 2,49
    50 2,54
    55 2,79
    58 2,96
    65 3,3
    70 3,55
    75 3,81
    77 3,91
    82 4,16

    Itulah jarak yang jarak ideal TV dengan tempat duduk berdasarkan ukuran TV. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com