Tag: kamar

  • Konon Gantung Pakaian Kotor di Kamar Bisa Jadi Sarang Setan, Bener Nggak Sih?



    Jakarta

    Tidak semua pakaian yang sudah dikenakan akan diletakkan di mesin cuci atau keranjang pakaian kotor. Pasti beberapa di antara kalian ada yang memilih untuk menggantungnya di kamar tidur atau kamar mandi. Kamu menilai pakaian tersebut belum terlalu kotor dan masih bisa dipakai kembali.

    Namun, ternyata menurut sebagian orang kebiasaan seperti ini tidak baik. Sebab, konon pakaian kotor yang digantung di kamar atau kamar mandi bisa jadi sarang setan.

    Sebenarnya dalam pandangan Islam, hal seperti ini benar adanya atau hanya tahayul?


    Menurut Anggota Dewan Pengawas Syariah LAZNAS Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Mohamad Suharsono, hingga saat ini ia belum menemukan sumber pendukung yang membahas soal hukum menggantung pakaian kotor di kamar atau kamar mandi.

    “Dalam Islam sih saya belum menemukan dalil, baik itu hadist, Al-Quran, ataupun pendapat para ulama tentang menggantung baju di kamar khususnya atau juga bisa di kamar mandi, itu bisa mendatangkan jin. Saya belum menemukan dalilnya,” kata Suharsono saat dihubungi detikProperti, Rabu (19/3/2025).

    Meskipun dari hadist, Al-Quran, ataupun pandangan ulama belum ada yang menetapkan hukum mengenai hal ini, tetapi jika dilihat dari faktor kebersihan dan Kesehatan, memang pakaian kotor yang disimpan dapat menjadi sarang bakteri dan kuman.

    “Kalau saya melihat lebih dari faktor-faktor kesehatan, kebersihan, keindahan. Kalau baju kotor disimpan lama-lama kan juga kan jadi bateri, kuman, jadi nggak sehat,” ungkapnya.

    Lebih lanjut ia menerangkan selagi belum ditemukan dalil yang membahas mengenai hukum atas kebiasaan ini, maka hukumnya sah-sah saja dilakukan. Namun, jangan dilakukan berlebihan seperti pakaian tidak pernah dicuci atau digantung lama hingga berjamur dan bau.

    “Jadi kalau yang sifatnya kebiasaan, aktivitas di rumah atau yang lainnya, selagi tidak ada dalil yang melarang berarti dibolehkan secara hukum. Tapi apakah ada manfaatnya atau nggak? Kalau cuma sekedar menggantung sesekali aja, boleh. Tapi kalau keterusan, digantung semua, malah jadi mudharat (berdampak negatif),” jelasnya.

    Jika menggantung baju kotor justru membuat pemiliknya sakit-sakitan atau membuat kecelakaan di rumah, berarti kebiasaan tersebut harus ditinggalkan.

    “Kesimpulannya kalau menggantung baju di kamar ataupun di kamar mandi, menyebabkan banyaknya bakteri, banyaknya kuman, dapat merusak kesehatan, maka hindari. Menghindari bahaya itu, lebih diutamakan dibandingkan melenggangkan kemaslahatan (kebaikan),” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Menata Kamar Tidur Agar Barang Tak Berjatuhan Saat Gempa


    Jakarta

    Rumah yang diguncang gempa membuat barang-barang berjatuhan, termasuk di kamar tidur. Hal ini bisa membahayakan penghuni rumah, apalagi kalau lengah saat tidur.

    Barang-barang di kamar tidur bisa jatuh dan menimpa penghuni saat terjadi gempa. Untuk mencegah hal itu terjadi, penghuni rumah bisa menata kamar tidur agar barang-barang aman ketika gempa.

    Lantas, bagaimana cara menata kamar tidur agar aman saat gempa? Simak tipsnya berikut ini yang dikutip dari Apartment Therapy.


    Cara Menata Kamar Tidur yang Aman Saat Gempa

    Inilah cara menata kamar tidur agar aman dari barang yang jatuh ketika gempa.

    1. Terapkan Minimalisme

    Cegah barang berjatuhan saat gempa dengan mengurangi barang-barang di kamar. Semakin sedikit barang yang kamu punya di kamar akan lebih baik.

    Penghuni rumah bisa menerapkan konsep minimalisme di kamar tidur. Sebab, mempunyai sedikit barang akan mengurangi kemungkinan kejatuhan barang.

    2. Posisikan Tempat Tidur Jauh dari Jendela

    Sebaiknya letakkan tempat tidur jauh dari jendela. Biasanya gempa bumi yang besar membuat kaca jendela pecah karena dinding bergoyang.

    Namun kalau tidak punya ruang yang cukup, coba pasang film kaca jendela yang bisa mencegah pecahan kaca bercecer di mana-mana.

    3. Hindari Menggantung Benda Berat di Atas Tempat Tidur

    Jangan gantung benda-benda berat di area kepala tempat tidur, terutama saat malam hari. Benda itu bisa jatuh menimpa penghuni rumah saat terjadi gempa.

    Kalau mau mendekor kamar dengan lebih aman, bisa memakai bingkai gambar yang kecil dan ringan. Selain itu, bisa juga menggantung dekorasi dari bahan kain, misalkan bendera.

    4. Amankan Furniture Besar ke Tembok

    Furniture besar yang rawan terjatuh atau bergeser, seperti rak buku dan lemari pakaian, harus dikaitkan ke dinding. Kamu bisa menggunakan sekrup atau pengait khusus untuk mengamankan furniture. Dengan begitu, kamar tidur akan lebih aman saat terjadi gempa bumi.

    Itulah beberapa tips untuk menata kamar tidur yang aman menghadapi gempa bumi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingat! Barang Ini Sebaiknya Tak Ada di Kamar, Bisa Ganggu Ketenangan


    Jakarta

    Kamar tidur adalah ruangan yang cukup private. Ruangan ini didesain sesuai kebutuhan dan keinginan penghuninya. Meskipun tidak ada aturan mengenai apa yang harus ada di kamar, tetapi ada beberapa barang yang sebaiknya tidak berada di dalam kamar.

    Dilansir The Spruce, beberapa barang dinilai tidak cocok berada di kamar karena dapat mempengaruhi suasana di dalamnya. Menurut Laura W Jenkins, sebaiknya menyimpan benda-benda yang bisa membuatmu rileks di kamar tidur, seperti buku dan foto keluarga.

    Lantas, barang apa saja yang sebaiknya dijauhkan dari kamar? Berikut daftarnya.


    1. Barang Elektronik

    Menurut desainer interior Laura W Jenkins di kamar tidur seharusnya tidak ada barang elektronik yang dapat mendistraksi seperti hal-hal yang berbau hiburan. Sebab, menurutnya kamar tidur adalah ruangan untuk penghuninya istirahat.

    Barang elektronik seperti kipas angin, AC, atau alat kebersihan adalah pengecualian karena barang-barang tersebut dapat membuat penghuninya lebih nyaman ketika tidur.

    Selain barang elektronik seperti TV, laptop, konsol game, atau speaker dikeluarkan, ia juga menyarankan untuk menggunakan warna cat yang menenangkan seperti warna bumi atau earth tone.

    2. Baju Tak Terpakai dan Peralatan Gym

    Mengurangi barang-barang tak terpakai adalah keharusan yang perlu diterapkan pada semua ruangan. Desainer Jean Parker mengatakan apabila di kamar banyak baju tidak terpakai atau sudah tidak muat, sebaiknya segera dikeluarkan untuk didaur ulang, dijual, atau diberikan kepada orang lain.

    Ruang yang sedikit barang tidak akan mengganggu pergerakan dan pandangan. Dengan begitu penghuninya bisa mendapatkan ruang lebih untuk mengisi kembali energi yang habis setelah seharian di luar rumah.

    Lalu, ia menyarankan agar di dalam kamar tidak ada barang besar dan berbahaya di dalam kamar, seperti peralatan gym. Sebab, peralatan tersebut berbahaya, ketika tersandung atau terjadi gempa bumi.

    “Kamar tidurmu bukanlah tempat gym, jadi saya akan menahan diri untuk menempatkan alat-alat olahraga di sana,” ujarnya dikutip dari The Spruce.

    3. Peralatan Kantor

    Setelah pandemi, banyak orang yang menggunakan kamar tidurnya sebagai ruang kerja. Alhasil kamu bisa seharian berada di ruangan tersebut. Apabila kamu tidak memiliki ruang lain untuk dijadikan ruang kantor, Desainer Amity Worrel meminta agar menggunakan meja yang kecil dan santai sebagai meja kerjamu di rumah. Dengan begitu itu tidak akan mengingatkanmu akan pekerjaan.

    “Saat membuat tempat yang seharusnya membuat rileks dan menjadi pelarian dari pekerjaan, sangat penting untuk mempertimbangkan apa yang harus ada di kamar atau tidak,” paparnya.

    4. Jangan Terlalu Banyak Rak Terbuka

    Memiliki banyak ruang penyimpanan sebenarnya memudahkan penghuni untuk menyimpan barang dan ruangan pun terlihat lebih rapi. Namun, sebenarnya yang lebih baik lagi adalah mengurangi barang di kamar sehingga rak juga bisa berkurang.

    Selain itu, jangan terlalu banyak memakai rak terbuka karena bisa menjadi tempat untuk menumpuk barang dan sarang debu. Menurut desainer Abbie Naber, apabila terdapat rak terbuka di dalam kamar sebaiknya diisi dengan benda-benda yang bisa membuat penghuninya tersenyum dan diisi seminimal mungkin.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pernah Simpan Barang Ini di Kolong Kasur Kalau Nggak Mau Nyesal


    Jakarta

    Kolong kasur kerap dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan. Menaruh barang di bawah tempat tidur menjadi metode yang efisien untuk menyingkirkan berbagai benda, apalagi yang berukuran besar.

    Namun, ternyata nggak sembarang barang bisa disimpan di tempat itu, lho. Beberapa benda justru rawan rusak atau berdebu di kolong kasur.

    Lalu, benda apa saja yang nggak cocok disimpan di kolong kasur ya? Simak ulasannya berikut ini.


    5 Benda yang Nggak Boleh Disimpan di Kolong Kasur

    Inilah daftar benda yang sebaiknya tidak disimpan di bawah tempat tidur, dikutip dari Real Simple.

    1. Benda Terbuat dari Kertas dan Karton

    Benda yang terbuat dari kertas atau karton bisa menjadi sumber makanan bagi serangga, seperti ngengat dan kecoak. Oleh karena itu, hindari menyimpan foto, buku, dokumen, dan kardus di bawah tempat tidur.

    2. Benda Terbuat dari Kain

    Jangan simpan selimut, bantal, atau bahan berbahan fiber atau kain di bawah kasur. Sebab, kolong tempat tidur memiliki banyak debu yang bisa mengendap pada benda berbahan kain. Namun, benda tersebut masih bisa aman kalau disimpan dalam wadah plastik terlebih dahulu.

    3. Benda Terbuat dari Kulit

    Debu di kolong kasur dapat menyebabkan barang-barang berbahan kulit menjadi kering, retak, dan berubah warna seiring waktu. Jika masih ingin menyimpan barang ini di bawah tempat tidur, pastikan untuk memasukkannya ke dalam wadah plastik dulu.

    4. Makanan

    Jangan pernah menaruh makanan, bahkan yang dalam kemasan, di bawah tempat tidur. Tikus dan hama lainnya bisa menyerbu makanan ini. Selain itu, makanan bisa berdebu kalau dibiarkan di kolong kasur.

    5. Alat Elektronik

    Hindari menyimpan alat elektronik di kolong kasur karena rawan berdebu. Debu bisa berdampak buruk pada perangkat elektronik. Lalu, segala sesuatu yang menggunakan baterai akan meningkatkan risiko kebakaran di bawah tempat tidur.

    Itulah beberapa benda yang tidak boleh disimpan di bawah tempat tidur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ubah Rumah Jadi Ladang Cuan, Ini Cara Bisnis Kos-kosan yang Menguntungkan



    Jakarta

    Bisnis kos-kosan cukup diminati masyarakat Indonesia karena dapat menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan. Untuk memulai bisnis ini, sebenarnya dapat dimulai dari rumah sudah dimiliki saat ini.

    Siapa sangka, rumah tinggal bisa menjadi tempat usaha yang menguntungkan. Rumah yang memiliki ruang lebih atau tak terpakai bisa diubah menjadi kos-kosan. Lalu, pemilik rumah juga dapat merenovasi rumah untuk membuat sejumlah kamar baru.

    Lalu, bagaimana cara memulai bisnis kos-kosan dengan mengubah rumah yang sudah ada? Yuk simak penjelasan berikut ini.


    Cara Bisnis Kos-kosan di Rumah

    Inilah beberapa langkah mengubah rumah buat mulai bisnis kos-kosan.

    1. Analisa Prospek Lokasi

    Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi membagikan cara mengubah rumah menjadi kos-kosan. Langkah pertama, pemilik perlu mencari aturan setempat serta prospek lokasi untuk bisnis kos-kosan.

    “Lihat dulu apakah bisa jadi kos-kosan. Jangan sudah diubah tapi nggak ada yang minat karena lokasinya nggak strategis untuk jadikan kos-kosan,” ujar Anis kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Lokasi yang strategis bisa dilihat dari kedekatan jarak rumah dengan perguruan tinggi, perkantoran, atau kawasan bisnis. Sebab, biasanya target pasar bisnis ini mahasiswa atau pegawai.

    2. Renovasi Rumah

    Pemilik tidak perlu mengubah fasad ketika renovasi rumah menjadi kos-kosan. Ia menyarankan untuk memanfaatkan ruangan tak terpakai di dalam rumah.

    Misalnya, membuat kamar kosan dengan menambah sekat-sekat di dalam rumah. Pemilik dapat mengubah ruang tamu atau kamar tidak terpakai menjadi kamar kosan.

    Lalu, ruang tamu bisa dipindahkan ke ruang lainnya misalkan di lorong. Ukuran kamar biasanya akan berbeda-beda karena menggunakan bangunan rumah yang sejak awal tidak dirancang untuk kos-kosan.

    Anis menyarankan agar menggunakan jasa arsitek atau kontraktor untuk merenovasi. Mereka akan membantu menentukan ukuran dan tata ruang yang baik untuk penyewa. Jangan lupa juga memperhatikan pencahayaan hingga ventilasi udara kamar.

    3. Harga Sewa

    Harga sewa setiap kamar di kos-kosan bekas rumah bisa berbeda-beda tergantung pada ukuran kamar. Semakin besar ukuran kamar, maka harganya pun lebih mahal.

    Untuk menentukan harga sewa, pemilik bisa survei harga pasar kos-kosan di sekitar rumah. Namun, perbandingan harga kos-kosan juga harus mempertimbangkan fasilitas yang disediakan.

    4. Kamar Mandi

    Bangunan rumah yang mau diubah menjadi kos-kosan lebih rumit untuk membuat kamar mandi. Oleh karena itu, pemilik dapat menyiasatinya dengan menyediakan kamar mandi bersama di luar kamar.

    “Kebersihan harus diutamakan sama (saja) kamar mandi luar dan dalam, cuman karena kamar mandi bersama orang-orang berbeda perlakuannya. Tapi lebih murah (harga sewa) kamar mandi luar,” katanya.

    5. Perizinan

    Anis menambahkan sebenarnya renovasi rumah menjadi kos-kosan tidak membutuhkan izin khusus karena tidak mengubah tampak depan rumah. Berbeda halnya dengan bangunan baru yang membutuhkan izin mendirikan bangunan (IMB) atau yang sekarang lebih dikenal dengan persetujuan bangunan gedung (PBG).

    Kalau kos-kosan sudah beroperasi, Anis menyarankan untuk lapor ke Ketua Rumpun Tetangga (RT) terkait identitas penyewa kosan. Ia juga memberikan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).

    6. Pemasaran

    Terakhir, jangan lupa untuk mengiklankan bisnis kos-kosan. Anis mengatakan cara tradisional yang bisa dilakukan adalah memasang spanduk di depan rumah.

    Selain itu, ada banyak aplikasi khusus iklan kos-kosan yang bisa dimanfaatkan.

    “Kalau sekarang ada internet jadi nggak usah worry menurut saya dengan market asal bisa harga tetap bersaing dan fasilitas baik,” tuturnya.

    Demikian cara membuat rumah menjadi kos-kosan yang menguntungkan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Meski Nyaman, Menaruh TV di Kamar Bisa Ganggu Kesehatan



    Jakarta

    Menonton TV di kamar tidur memang menyenangkan, apalagi setelah lelah seharian beraktivitas dan ingin bersantai menonton TV sebelum tidur. Oleh karena itu, banyak orang yang sengaja meletakkan TV di kamar tidur.

    Namun, ternyata memasang TV di kamar tidur kurang baik bagi kesehatan. Menurut ahli pengobatan alternatif dari Tiongkok Tsao Lin Moy, seperti dikutip dari situs Homes and Gardens, beberapa barang elektronik justru tidak boleh disimpan di kamar tidur, termasuk televisi.

    “TV di kamar tidur dianggap sebagai feng shui yang buruk. Layar TV atau komputer tidak boleh berada di kamar tidur, keduanya merupakan portal ke dunia luar dan secara energetik keduanya mengundang orang asing ke kamar tidur anda,” ujar Moy.


    TV memiliki energi yang kuat karena merupakan objek yang merangsang dan ketika dinyalakan terdapat suara serta cahaya terang. Bahkan, ketika TV dimatikan, TV masih menyimpan energi aktif. Hal ini yang tidak boleh ada di kamar tidur.

    Adanya TV di kamar membuat suasana kamar menjadi tidak nyaman atau tidak sehat. Menurut Moy, saat memasuki kamar yang ada TV nya dapat membuat perasaan menjadi gelisah, kacau, dan lelah. Hal ini karena menurut feng shui, semua perangkat elektronik seperti TV, komputer, dan ponsel memiliki cahaya biru yang memengaruhi kualitas tidur.

    “Cahaya biru dari layar dapat mengganggu ritme sirkadian, jam biologis, dan pada akhirnya mengganggu kesehatan kita secara keseluruhan. Layar juga dapat memicu kecemasan,” tambah Moy.

    Juru bicara Simple Shui Amanda Gibby Peters juga menyatakan persetujuannya bahwa TV dapat mengganggu kualitas tidur seseorang.

    “TV mengeluarkan gelombang elektromagnetik yang kuat yang dapat mengganggu tidur. Hal ini dapat bermanifestasi sebagai ketidakmampuan untuk tertidur. Selain itu, bisa membuat merasa gelisah dan merasa pikiran menjadi lebih intens di malam hari,” kata Peters.

    Lantas, apakah TV benar-benar tidak boleh diletakkan di kamar tidur?

    Hal ini bergantung pada preferensi pribadi masing-masing pemilik kamar. Sebab, sebagian orang merasa kamar tidur adalah tempat yang multifungsi sehingga tetap perlu berkoneksi dengan dunia luar melalui TV atau ponsel.

    Dikutip dari Ideal Home, pakar perabotan kamar tidur Ashley Hainsworth, menyarankan sebaiknya untuk kamar anak tidak perlu dipasang TV untuk kenyamanan tidur mereka.

    “Anak-anak khususnya harus menghindari meletakkan TV di kamar tidur mereka, karena dapat berdampak negatif pada kesehatan, rentang perhatian, dan kemampuan mereka untuk tidur nyenyak,” ujar Ashley.

    Bahkan, studi pada tahun 2019 membuktikan bahwa anak-anak yang memiliki TV di kamar tidur mereka rata-rata memiliki durasi tidur lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak yang tidak memiliki TV di kamar tidurnya.

    Akan tetapi, jangan khawatir, bagi pemilik rumah yang memang sengaja meletakkan TV di kamar tidur terdapat solusi yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga kualitas tidur.

    “Saya menyarankan untuk mencabut kabel TV di malam hari untuk mengurangi medan elektromagnetik di sekitar saat tidur. Jika kamar tidur cukup besar, maka cobalah membatasi TV agar dapat ditonton dari tempat duduk yang terpisah dari tempat tidur,” kata Dr. Yang, praktisi Feng Shui.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Hal yang Bikin Kamar Tidur Terasa Lebih Nyaman


    Jakarta

    Kamar tidur merupakan salah satu ruangan yang penting di dalam rumah. Sayangnya, masih ada beberapa orang yang kurang peduli dalam merawat kamar tidurnya.

    Padahal, kamar tidur yang bersih dan nyaman dapat membantumu istirahat lebih nyenyak dan bangun tidur terasa lebih segar. Selain itu, kamar tidur juga dapat memengaruhi mood karena kondisi kamar yang berantakan bisa bikin stres dan kesal.

    Lantas, bagaimana cara membuat kamar tidur terasa nyaman kembali? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Cara Ini Bisa Bikin Kamar Tidur Terasa Nyaman

    Kamar tidur sudah seharusnya menjadi tempat yang nyaman karena digunakan untuk tidur. Namun, kalau kondisi kamar tidak mendukung maka bikin kamu jadi kesulitan untuk beristirahat.

    Dilansir situs Kitchens by Emma Reed, Kamis (15/5/2025), berikut sejumlah cara yang bikin kamar tidur terasa nyaman:

    1. Pilih Warna Cat Putih

    Cara yang pertama adalah dengan memilih warna cat putih untuk kamar tidur. Warna ini dinilai mampu menciptakan kamar tidur yang nyaman untuk ditempati.

    Kamu bisa menambahkan beberapa dekorasi seperti selimut rajut tebal, tirai, atau bantal agar kamar tidur tidak terlihat kaku dan membosankan. Pilih warna-warna yang sedikit kontras untuk dekorasi kamar tidur, seperti abu-abu, hitam, atau cokelat.

    2. Tambah Material yang Hangat dan Alami

    Kamar tidur bisa terasa nyaman jika ditambahkan berbagai tekstur hangat dan material alami, seperti kayu, linen, rotan, anyaman, atau batu-batuan. Misalnya, kamu bisa menempatkan dekorasi anyaman yang ditempel di dinding kamar atau memasang ornamen kayu di dekat pintu kamar.

    3. Memasang Karpet

    Beberapa orang memilih tidak memasang karpet di kamar tidur. Padahal, benda ini dapat memberikan kesan nyaman dan hangat, terutama bagi kamu yang tinggal di udara sejuk atau dingin.

    Namun, pastikan kamu membersihkan karpet secara rutin dengan memakai vacuum cleaner. Sebab, karpet bisa menjadi sarang debu dan kotoran yang dapat menempel di kaki.

    4. Pilih Lampu Kamar yang Hangat

    Pemilihan warna lampu yang tepat juga membantu menambah suasana nyaman pada kamar tidur. Sebaiknya pilih lampu dengan warna hangat agar tidak terlalu silau ketika baru bangun tidur.

    Jika punya dana lebih, kamu bisa memasang lampu pintar (smart lamp) di kamar tidur. Lampu ini memiliki berbagai fitur, salah satunya dapat diatur warna dan tingkat kecerahannya.

    5. Pilih Seprai Berkualitas

    Tak hanya soal penampilan interiornya, kamar tidur juga terasa nyaman jika kamu membeli seprai yang berkualitas. Adapun beberapa jenis bahan seprai yang cocok untuk kasur, mulai dari katun, linen, hingga sutra.

    Meski harganya memang jauh lebih mahal, tapi pemilihan bahan seprai yang tepat dapat memberikan kenyamanan sehingga tidur jadi lebih nyenyak.

    6. Pasang Tanaman Hias Kecil

    Hadirnya tanaman di dalam kamar tidur dapat memberikan nuansa alami dan menenangkan. Namun, detikers tak perlu membeli tanaman yang berukuran besar, cukup tanaman hias kecil seperti lavender atau kaktus agar bisa mempercantik ruangan.

    Demikian enam hal yang bikin kamar tidur jadi terasa lebih nyaman. Semoga bermanfaat!

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Setel AC 18 Derajat Tak Bikin Ruangan Cepat Dingin, Tagihan Listrik Malah Bengkak



    Jakarta

    Memasang AC di rumah adalah solusi andalan agar tidak kepanasan di negara beriklim tropis. Namun, menyalakan AC bisa memakan banyak listrik, sehingga tagihannya pun menjadi mahal.

    Untuk itu, pengguna AC perlu mencari jalan tengah antara mendinginkan ruangan dan menjaga efisiensi energi ketika cuaca panas. Nah, caranya bisa dengan mengatur suhu AC.

    Lantas, berapa suhu AC yang ideal agar tagihan listrik tidak mahal? Simak penjelasannya berikut ini.


    Dilansir dari Times of India, Biro Efisiensi Energi (BEE) dari India merekomendasikan suhu AC 24 derajat celcius sesuai standar kinerja energi baru untuk AC ruangan. Menyetel suhu ruangan yang tepat ketika tidur bisa membantu menghemat tagihan listrik.

    AC menggunakan banyak energi untuk mempertahankan suhu dingin pada ruangan. Semakin dekat suhu di dalam ruangan dengan di luar, maka AC tidak harus bekerja terlalu keras. Alhasil, energi yang digunakan juga berkurang.

    Menurut sumber yang sama, memasang suhu 18 derajat celcius tidak akan membuat ruangan dingin lebih cepat, tetapi justru memakan lebih banyak listrik. Oleh karena itu, sebaiknya tetap menggunakan suhu AC standar bawaan, yakni 24 derajat celcius.

    Selain itu, tingkat kelembapan yang tinggi bisa membuat ruangan terasa lebih panas dari seharusnya. Penghuni rumah bisa menggunakan dehumidifier bersamaan dengan AC untuk menciptakan lingkungan ruangan yang nyaman.

    Kemudian, sirkulasi udara yang baik juga meningkatkan efek dingin dari AC. Pertimbangkan untuk menggunakan kipas angin portable atau gantung untuk menyebarkan udara dingin AC dengan merata.

    Di sisi lain, penggunaan AC pintar yang bisa membantu penghuni mengatur suhu secara otomatis sepanjang hari. Penghuni dapat menyetel program agar suhu ruangan lebih dingin mendekati waktu tidur. Lalu, suhu AC bisa dinaikkan sedikit secara otomatis ketika penghuni bangun di pagi hari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Jarak Ideal antara TV dan Tempat Duduk? Begini Cara Hitungnya



    Jakarta

    Televisi alias TV sering ditempatkan di ruang tamu, ruang keluarga, atau kamar tidur. Penempatan alat elektronik ini nggak boleh sembarangan, lho. Sebab, jarak yang terlalu dekat antara tempat penghuni menonton dan TV akan membuat mata cepat lelah.

    Jika ingin menonton dengan nyaman, TV harus diletakkan dengan jarak yang tepat dari sofa atau tempat duduk. Nah, semakin besar ukuran TV, sebaiknya jarak penonton semakin jauh juga.

    Hal ini juga bisa jadi pertimbangan penghuni sebelum membeli TV. Pastikan ukuran TV cocok dengan ruangan buat nonton.


    Lalu, berapa jarak ideal antara TV dan sofa? Simak penjelasannya berikut ini.

    Dilansir dari Herne Bay Domestics, penghuni harus lebih dulu memahami arti dari ukuran TV yang tertera pada produk. Ukuran TV diukur dari sudut ke sudut TV secara diagonal, termasuk rangka luarnya.

    Sementara itu, jarak pandang menonton TV bisa diukur dari area tempat duduk sampai TV. Jika menaruh TV di kamar tidur, jarak dapat diukur dari tempat TV ke bantal.

    Penghuni bisa mengalikan ukuran TV dengan angka dua untuk mendapatkan hasil jarak pandang dalam satuan inci. Hasilnya perhitungan itu adalah jarak pandang yang nyaman sesuai ukuran TV.

    Selain itu, penghuni dapat menentukan ukuran TV berdasarkan jarak antara tempat duduk dengan tempat TV. Jarak tersebut tinggal dibagi dua untuk mendapatkan ukuran TV yang ideal buat suatu ruangan.

    Sebagai contoh, andaikan TV berukuran 55 inci, jarak pandang yang ideal adalah 110 inci atau sekitar 2,79 meter.

    Berikut ini daftar jarak pandang yang cocok buat ukuran TV tertentu.

    Ukuran TV (inci) Jarak Pandang (meter)
    32 1,63
    40 2
    43 2,18
    48 2,44
    49 2,49
    50 2,54
    55 2,79
    58 2,96
    65 3,3
    70 3,55
    75 3,81
    77 3,91
    82 4,16

    Itulah ukuran TV dan jarak yang ideal agar lebih nyaman saat menonton TV. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Barang Ini Haram Disimpan di Kamar, Bisa Bikin Ganggu Ketenangan


    Jakarta

    Kamar tidur merupakan ruang di mana penghuninya dibebaskan untuk melakukan apa pun. Salah satu hal menarik dengan memiliki kamar sendiri adalah penghuninya bisa meletakkan segala barang dan menyusunnya sesuai selera.

    Meskipun dibebaskan, ternyata ada lho benda-benda yang seharusnya tidak ditempatkan di kamar. Menurut Laura W Jenkins, benda-benda yang dilarang ini dapat mengganggu kegiatan dan menyulitkan penghuninya mendapat ketenangan. Lantas, barang-barang apa saja kah itu?

    Dilansir dari The Spruce, berikut daftar barang yang sebaiknya tidak disimpan di kamar tidur.


    Barang yang Nggak Cocok Disimpan di Kamar

    1. Barang Elektronik

    Saat ini setiap orang rasanya tidak bisa benar-benar lepas dari keberadaan barang elektronik terutama ponsel. Bahkan banyak orang yang memilih menghabiskan waktu luang di atas kasur sambil menonton atau sekadar melihat kabar di sosial media. Menurut desainer interior Laura W Jenkins, alasan barang elektronik dilarang berada di kamar karena dapat mengganggu kualitas tidur seseorang.

    2. Baju Tidak Terpakai dan Peralatan Gym

    Keberadaan baju kotor atau barang yang berbahaya memang seharusnya diletakkan di tempat sendiri. Kamar merupakan ruangan yang harus memberikan kenyamanan pada penghuninya. Menurut Desainer Jean Parker menjelaskan kamar tidur seharusnya menjadi tempat yang benar-benar bisa me-recharge energi atau beristirahat sehingga sebaiknya tidak ada peralatan gym di dalam kamar tidur.

    “Kamar tidurmu bukanlah tempat gym, jadi saya akan menahan diri untuk menempatkan alat-alat olahraga di sana,” ujarnya dikutip, Selasa (1/7/2025).

    3. Terlalu Banyak Rak

    Terlalu banyak banyak berarti membutuhkan banyak ruang penyimpanan. Pada beberapa ruang, jenis penyimpanan yang cocok adalah rak terbuka. Rak bisa diletakkan di mana pun, baik atas maupun bawah dan lebih mudah untuk mengambil barang apabila kondisinya terbuka. Namun, menurut desainer Abbie Naber, apabila terdapat rak terbuka di dalam kamar sebaiknya diisi dengan benda-benda yang bisa membuatmu tersenyum dan diisi seminimal mungkin.

    4. Peralatan Kantor

    Desainer Amity Worrel menyarankan menggunakan meja yang sederhana saja yang tidak mengingatkanmu akan pekerjaan. Terlalu banyak barang kantor justru membuat penghuninya tidak bisa membedakan kapan waktu harus beristirahat dan kapan harus bekerja.

    “Saat membuat tempat yang seharusnya membuat rileks dan menjadi pelarian dari pekerjaan, sangat penting untuk mempertimbangkan apa yang harus ada di kamar atau tidak,” paparnya.

    Itulah beberapa benda yang tidak perlu ada di dalam kamar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com