Tag: kamboja

  • 4 Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Bikin Taman di Rumah


    Jakarta

    Taman bisa menjadi area penunjang tampilan rumah, terutama jika lokasinya di depan. Taman yang tersusun rapi dan ditumbuhi banyak tanaman, menambah kesan asri pada rumah.

    Tentu, untuk mewujudkan bentuk taman yang idaman, tidak bisa dibuat asal. Perlu banyak pertimbangan agar tampilannya indah saat hari cerah maupun gelap.

    Lantas, apa saja yang harus diperhatikan saat membuat taman di rumah? Berikut beberapa tipsnya.


    1. Mengetahui Luas Taman yang Akan Dibuat

    Menurut Arsitek Denny Setiawan, saat ingin membuat taman, pemilik rumah perlu mengetahui luas area yang akan digunakan. Hal ini untuk menyesuaikan jenis-jenis tanaman yang bisa ditanam di sana.

    2. Tentukan Konsep Taman

    Saat ini untuk mencari konsep taman, bisa melihat-lihat dari internet. Meskipun tidak bisa diikuti 100 persen, tetapi ada beberapa konsep yang cocok dengan luas bangunan dan selera pemiliknya. Dengan adanya konsep taman, lebih mudah untuk menentukan barang dan jenis tanaman apa saja yang harus dibeli.

    “Ada taman kering yang pakai pot. Ada taman Jepang yang pakai batu-batu krikil atau ada taman tropis yang isinya adalah pohon-pohonan tropis,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (3/6/2025) lalu.

    3. Pilih Tanaman yang Tidak Merusak Fondasi Rumah

    Apabila di halaman rumah ingin ditanam pohon berkayu besar, cari jenis tanaman yang akarnya tidak merusak fondasi rumah yakni yang memiliki akar tunggal, contohnya pohon pule, tabebuya, dan kamboja.

    Denny tidak menyarankan untuk menanam pohon akasia di rumah karena akarnya berserabut dan bisa merusak rumah. Namun, memang pohon akasia memiliki daya tarik yakni daunnya yang rimbun.

    4. Pertimbangkan Beli Hiasan Taman

    Selain tanaman, Denny juga menyarankan untuk membeli pernak-pernik yang bisa dipasang di taman seperti bebatuan, lampu, dan lainnya.

    Denny mengingatkan, saat membuat taman, tidak perlu semua harus selesai di satu waktu. Segala perlengkapannya bisa dibeli satu-satu sehingga tidak terlalu gegabah dan tidak membuat pengeluaran bulanan membengkak.

    “Sebenarnya untuk budget itu nggak terlalu gede untuk membuat taman. Taman ini kan sebenarnya bisa dilakukan secara tumbuh. Artinya ketika kita punya uang kita bisa beli pohon tambahan yang kita mau,” terangnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Pohon Berbahaya Jika Ditanam Dekat Rumah, Bikin Fondasi Rusak


    Jakarta

    Selama ini kita tahu bahwa menanam pohon di rumah banyak sekali manfaatnya. Mulai dari membuat rumah lebih rindang, teduh, tempat cadangan air, hingga membantu pasokan oksigen.

    Menurut Arsitek Denny Setiawan jenis pohon yang disarankan ditanam di dekat rumah adalah yang memiliki akar tunggal karena tidak akan merusak bangunan, contohnya pohon pule, tabebuya, dan kamboja.

    Sementara itu, ada beberapa jenis pohon yang memiliki akar perusak. Akar tersebut kuat dan menjalar ke mana-mana bahkan bisa sampai ke properti. Sebagai contoh, jika pernah melihat pohon di pinggir jalan, jalan trotoar ada yang rusak seperti terangkat karena akar pohon di sana. Gambarannya seperti itu jika akar merusak rumah.


    Jenis Pohon yang Memiliki Akar Perusak

    1. Pohon Alpukat

    Pohon alpukatPohon alpukat Foto: Getty Images/iStockphoto/DenGuy

    Menurut California Polytechnic State University, pohon buah satu ini disebut memiliki potensi merusak bangunan di dekatnya. Pohon ini tumbuh dengan sistem akar tunggang atau bercabang. Pohon satu ini sangat mudah tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Selain memiliki struktur pohon yang besar, buah yang dihasilkan pun menguntungkan dan menyehatkan.

    Apabila menginginkan pohon alpukat di depan rumah, sebaiknya tanam sejak 7,5 meter dari depan bangunan rumah. Selain itu, buat penghalang akar atau pot agar tidak tumbuh ke sembarangan arah.

    2. Pohon Mangga

    Bunch of green mango on tree in garden. Selective focusPohon mangga. Foto: Getty Images/iStockphoto/jantroyka

    Jenis kedua juga berasal dari pohon-pohon penghasil buah, yakni pohon mangga. Menurut situs New Vision, pohon mangga memiliki akar yang kuat dan dalam. Pohon ini pun memiliki jenis akar tunggang yang bercabang. Akar ini dapat mencapai ke rumah dan merusak fondasi bangunan.

    Sama seperti pohon alpukat, pohon mangga mudah untuk ditanam di Indonesia dan berbuah. Batangnya juga keras dan daunnya cukup tebal untuk membuat daerah sekitarnya sejuk.

    3. Pohon Karet

    Virus corona jenis baru berdampak ke sejumlah sektor usaha salah satunya karet. Diketahui harga karet mengalami penurunan akibat mewabahnya virus itu.Ilustrasi pohon karet. Foto: Antara Foto

    Jika diperhatikan, pohon karet jarang ditemui berada di dekat permukiman, biasanya berada di lahan khusus yang memang ditumbuhi oleh pohon sejenis. Selain untuk mempermudah pemanenan, pohon karet juga ternyata memiliki akar yang berisiko dapat merusak rumah. Jenis akar pohon satu ini adalah tunggang atau bercabang dan berserabut untuk membantunya menopang batang yang tinggi dan berat.

    4. Pohon Bambu

    Pohon Bambu Tanaman yang Disukai Ular, Sebaiknya Jangan Ditanam di RumahPohon Bambu Foto: freepik/Freepik

    Pohon bambu merupakan tanaman yang sering ditanam dekat dinding agar dapat berdiri dengan sempurna. Perlu diketahui, tanaman satu ini memiliki akar yang dapat menyebar luas di bawah tanah. Akar ini dapat merusak dan membuat dinding di belakangnya miring karena tanah di bawahnya tidak lagi padat seperti semula.

    “Bambu yang menjalar umumnya lebih invasif dibandingkan bambu yang berumpun, meskipun bambu apa pun bisa menjadi invasif jika tidak dirawat dan dijaga dengan baik,” kata ahli perkebunan di LeisureBench, Steve Chilton, dikutip dari Ideal Home, Selasa (2/9/2025).

    Bambu juga tanaman yang kuat dan tangguh sehingga tidak ada yang bisa menghentikan laju pertumbuhannya. Maka dari itu, penghuni rumah harus mengendalikan pertumbuhan bambu tersebut apabila ingin ditanam di rumah agar tidak menjadi invasif.

    5. Pohon Dedalu

    pohon willow atau dedalupohon willow atau dedalu Foto: Photo by ROMAN ODINTSOV via pexels

    Pohon willow atau yang dikenal juga sebagai dedalu merupakan tanaman yang biasa ditemui di daerah yang dekat dengan perairan karena senang sekali hidup di tempat yang lembap. Akarnya berbentuk serabut dan besar untuk menyerap air. Tanaman ini memiliki bentuk bagian atas yang unik dan indah karena seperti pita-pita berjatuhan. Daun-daun tersebut bisa menutupi seluruh batangnya jika juntaian daun sudah terlalu panjang.

    Tanaman ini kurang cocok ditanam di dekat rumah atau bangunan, terutama yang sulit untuk mencari sumber air. Sebab, mereka akan terus memanjang untuk mencari air dan sumber kelembapan. Pohon dedalu memiliki akar yang tumbuh cepat dan dapat tumbuh dekat dengan permukaan tanah.

    “Saya sarankan untuk memasang penghalang akar, memangkas cabang yang lebih rendah, dan menyiram pohon yang lebih jauh dari rumah untuk mengarahkan pertumbuhan akar menjauh dari pondasi,” kata pemilik Boston Landscape Co, Steve Schumacher, dikutip dari Real Simple.

    Itulah beberapa pohon yang sebaiknya dihindari untuk ditanam di dekat rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com