Tag: kamus

  • Jangan Salah, Ini Perbedaan Rusun, Apartemen dan Kondominium



    Jakarta

    Rumah atau hunian ini terbagi dua, yakni hunian vertikal dan horizontal. Hunian horizontal adalah rumah yang dibangun berderet memanjang. Contoh yang biasa kita temui adalah rumah tapak alias landed house.

    Sedangkan rumah vertikal adalah rumah yang dibangun bertumpuk meninggi ke atas (vertikal). Contohnya adalah rusun, apartemen hingga kondominium.

    Rumah vertikal adalah solusi pembangunan rumah pada lahan yang terbatas. Ini juga bisa menjadi solusi perkotaan untuk menjawab harga tanah yang mahal.


    Namun, hingga kini banyak yang belum mengetahui apa perbedaan antara apartemen, rusun dan kondominum.

    Dikutip dari Cekaja.com, berikut perbedaan rusun, apartemen dan kondominium:

    Rusun

    Berdasarkan Undang-undang, rumah susun adalah bangunan gedung bertingkat yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional, dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah.

    Pada perkembangannya, masyarakat mengenal rusun sebagai hunian bertingkat untuk kelas menengah bawah. Rusun juga terbagi menjadi dua yaitu:

    Rusunami

    Rusunami adalah Rumah Susun Sederhana Milik. Pada Rusunami, pengguna tangan pertama harus membeli dari pengembang. Pengembang kerap menggunakan istilah apartemen bersubsidi untuk Rusunami.

    Rusunawa

    Rusunawa adalah Rumah Susun Sederhana Sewa. Dari segi tampilan fisik bangunan kurang lebih sama dengan Rusunami. Perbedaannya, untuk menempati Rusunawa, pengguna menyewa dari pengembang.

    Apartemen

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), apartemen adalah tempat tinggal yang terdiri dari ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan sebagainya yang berada pada satu lantai bangunan bertingkat yang besar dan mewah.

    Apartemen juga biasanya dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kolam renang, pusat kebugaran, toko, dan lainnya. Tak hanya itu, biasanya, untuk memiliki apartemen dibutuhkan biaya yang tak sedikit.

    Kondominium

    Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi kondominium adalah gedung besar, mewah, bertingkat yang disewakan; apartemen. Jadi dalam praktiknya, pemilik unit kondominium memiliki hak melakukan apa pun, misalnya menyewakan atau menjual pada orang lain.

    Artinya, kondominium dapat menjadi alternatif investasi, sedangkan apartemen lebih sebagai hunian rumah tinggal.

    Itulah perbedaan dari rusun, apartemen, dan kondominium. Apakah kamu tertarik tinggal di salah satunya? Atau kamu lebih memilih mencari rumah hunian?

    Sementara itu, dikutip dari sumber lain, perbedaan paling mencolok antara rusun, apartemen dan kondominium adalah dari segi fasilitas.

    Fasilitas yang terdapat di rusun terkesan seadanaya, karena rusun memang tergolong hunian vertikal yang paling terjangkau dari sisi harga. Sebab rusun ditujukan untuk masyarakat menengah ke bawah.

    Apartemen memiliki fasilitas yang lengkap, seperti tempat parkir yang luas, kolam renang, tempat kebugaaran, taman dan lainnya. Beberapa apartemen mewah juga terintegrasi dengan pusat perbelanjaan. Meski begitu, ada juga apartemen yang memiliki fasilitas seadanya.

    Lalu kondominimum memiliki fasilitas premium dan lebih mewah dibanding apartemen.

    Selain itu, ketiganya juga bisa dibedakan dari siapa yang menginisiasi pembangunan. Rusun, biasanya dibangun atas inisiasi pemerintah daerah atau pusat untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau kelas menengah ke bawah. Sementara apartemen dan kondominium dibangun murni sebagai tujuan bisnis dari para pengembang.

    Demikian perbedaan rusun, apartemen dan kondominium. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa ketika Melihat Sesuatu yang Menyenangkan dan Sesuatu yang Dibenci



    Jakarta

    Berdoa adalah salah satu cara umat muslim dalam menunjukkan rasa syukurnya kepada Allah. Berdoa juga bisa dilakukan kala melihat sesuatu yang dibenci atau sesuatu yang menyenangkan.

    Berdoa bisa dilakukan kapanpun sebagai refleksi diri bahwa manusia hanyalah hamba Allah yang lemah dan selalu memerlukan bantuan-Nya dalam beragam situasi. Rasulullah SAW adalah hamba Allah yang selalu memanjatkan doa. Bagi Rasulullah SAW, berdoa adalah hal yang telah menjadi kebiasaan dalam kesehariannya.

    Dengan memanjatkan doa, maka seorang hamba dapat lebih dekat dengan Rabbnya. Di sisi lain, dengan berdoa malaikat-malaikat yang berada tak jauh dari hamba tersebut akan ikut mengamini doa tersebut.


    Termasuk, ketika dalam kondisi tengah melihat sesuatu yang menyenangkan ataupun sesuatu yang tidak disukai. Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Ar-Rad ayat 11.

    لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

    Artinya: “Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

    Berikut ini adalah bacaan doa ketika melihat sesuatu yang menyenangkan dan sesuatu yang dibenci, lengkap dengan Arab-Latin dan terjemahannya.

    Bacaan Doa Ketika Melihat Sesuatu yang Menyenangkan

    Mengutip Luqman Junaedi dalam bukunya Kamus Doa, telah diriwayatkan dari kitab Ibnu Majah dan Ibnu Sunni dengan sanad yang baik dari ‘Aisyah RA, dia berkata: Jika Rasulullah SAW melihat sesuatu yang disukai, beliau membaca:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

    Arab-latin: Alhamdulillahillazi bini’matihi tatimmus sholihat.

    Artinya: Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya semua kebaikan akan menjadi sempurna (HR. Ibnu Majah)

    Adapun dikutip dari buku Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad Volume 2 oleh Moenawar Khalil, diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Aisyah RA bahwa ia berkata,

    “Rasulullah SAW apabila melihat sesuatu yang disukai, beliau mengucapkan, ‘Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat pemberian-Nya dapat sempurnalah yang baik-baik’. Jika beliau melihat sesuatu yang dibencinya, beliau mengucapkan, ‘Segala puji bagi Allah terhadap segala keadaan yang bagaimanapun. Ya Tuhan, aku berlindung kepada-Mu dari kelakuan ahli neraka.’”

    Lebih lanjut, dalam riwayat al-Hakim dan Ibnu Sunni dari Aisyah RA, diterangkan bahwa Nabi Muhammad SAW mengucapkan dua macam pujian itu jika beliau kedatangan sesuatu yang menyenangkan atau tidak menyenangkan hatinya.

    Adapun lafal terakhir yang berupa memohon perlindungan dari perlakuan ahli neraka, itu tidak disebutkan.

    Bacaan Doa Ketika Melihat Sesuatu yang Dibenci

    الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

    Arab-latin: Alhamdulillahi ‘ala kulli halin.

    Artinya: Segala puji bagi Allah dalam keadaan bagaimanapun. (HR Tirmidzi dan Hakim)

    Bersumber dari Imam an-Nawawi dalam bukunya Kitab Induk Doa dan Zikir: Terjemah Kitab al-Adzkar, Imam Hakim Abdullah mengatakan bahwa hadits tersebut shahih sanadnya.

    Doa-doa di atas berdasarkan dalam sebuah hadis riwayat Imam Abu Daud dan Ibnu Sunni dari Syaidah Aisyah, ia berkata:

    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

    Artinya: “Jika Rasulullah Saw. melihat hal yang beliau sukai, beliau membaca doa, ‘Alhamdulillahillazi bini’matihi tatimmus sholihat.’ Dan jika Rasululullah Saw. melihat hal yang beliau tidak sukai, beliau membaca doa, ‘Alhamdulillahi ‘ala kulli halin.’”

    Demikian penjabaran dan penjelasan tentang bacaan doa ketika melihat sesuatu yang menyenangkan dan sesuatu yang dibenci. Semoga kita semua dapat meneladani sikap Rasulullah SAW yang senantiasa memanjatkan doa dalam segala kondisi.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com