Tag: kanker

  • 4 Cara Cegah Paparan Serat Berbahaya dari Atap Asbes yang Bisa Bikin Kanker


    Jakarta

    Material asbes kerap digunakan sebagai atap rumah. Namun, material tersebut ternyata berbahaya bagi kesehatan manusia.

    World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan material asbes bersifat karsinogenik, yakni dapat memicu penyakit kanker apabila manusia terpapar seratnya. Selain itu, serat asbes juga bersifat tajam sehingga susah untuk dimusnahkan meskipun ukurannya kecil.

    Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan, syarat penggunaan material asbes yang diperbolehkan maksimal hanya 5 serat/ml.


    “Serat asbes yang terlepas dari atap asbes berukuran sangat kecil dengan diameter kurang dari 3 mikrometer atau lebih tipis dari 1/700 helai rambut, jika terhirup manusia akan mengendap di paru-paru,” tulis pada unggahan tersebut seperti yang dikutip dari Instagram @dkijakarta, asbes memiliki pada Jumat (20/9/2024).

    Maka dari itu, beberapa negara terutama di Eropa dan Australia sudah memboikot pemakaian material asbes terutama pada bangunan. Sementara itu, di Indonesia masih marak rumah-rumah memakai atap dari asbes. Bahkan pada 2020 lalu, Indonesia adalah pemakai terbesar material asbes di dunia menurut data yang diungkap Pemerintah Provinsi Jakarta.

    Apabila rumah kamu masih menggunakan material asbes atau ingin mengurangi paparan dari serat asbes, melansir dari detikHealth, berikut cara mencegahnya.

    1. Mengganti dengan Material Lain

    Cara paling tepat untuk tidak terpapar bahaya asbes adalah dengan tidak menggunakannya lagi. Ada banyak material terutama untuk bagian atap yang dapat menggantikan asbes seperti genteng metal dan genteng keramik. Kedunya sama-sama bagus dan dapat menghantarkan panas lebih baik daripada asbes yang konduksi panasnya buruk.

    2. Jangan Memotong Asbes

    Serat asbes bisa rontok dengan sendirinya dan tak kasat mata. Maka dari itu, sebaiknya jangan memotong, mengamplas, atau mematahkan asbes, terutama tanpa penutup mulut dan hidung.

    3. Buang Material Asbes ke Tempat yang Benar

    Selain untuk melindungi diri sendiri, kamu juga harus memikirkan keselamatan orang lain. Maka dari itu, saat membuang asbes tidak boleh sembarang. Jika kamu mengetahui tempat yang bisa memusnahkan asbes, kirim material tersebut ke sana agar tidak membahayakan siapa pun.

    4. Selalu Cek Kondisi Asbes

    Apabila kamu belum bisa mengganti atap asbes di rumah dengan jenis material lain, setidaknya kamu perlu memeriksa kondisinya. Apabila sudah terjadi pelapukan kamu harus menggantinya. Begitu pula jika permukaannya sudah berlubang harus segera diganti.

    Apabila terlihat masih kokoh kamu harus sering menyemprotkan air ke lembaran asbes agar tanah, debu, atau serat tidak berterbangan di dalam rumah dan berakhir terhirup oleh penghuni rumah. Bisa pula dengan menutup asbes dengan lembaran plastik atau terpal untuk menghindari paparan cuaca. Lalu, sebisa mungkin memberikan ruang batas antara asbes dengan ruangan dalam rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Dianggap Remeh, Stop Kontak di Samping Kasur Bahayakan Kesehatan!


    Jakarta

    Colokan listrik atau stop kontak adalah salah satu perangkat yang pasti ditemui di setiap rumah. Sebab, setiap rumah yang berpenghuni pasti memiliki barang elektronik dan butuh pengisian daya atau aliran listrik agar dapat berfungsi.

    Hampir setiap ruangan di rumah, bahkan setiap sudut di rumah tempat kamu sering beraktivitas pasti dekat dengan stop kontak. Termasuk kamar tidur. Minimal ada 1 stop kontak di sana. Namun, tahukah kamu jika ada posisi stop kontak yang harus dihindari di kamar yakni di samping kasur. Lho kenapa?

    Menurut Healthdigest.com stop kontak yang dipasang terlalu dekat dengan kasur dapat memicu kanker. Hal ini dikarenakan radiasi listrik yang dipancarkan selama berjam-jam.


    Badan Internasional untuk Penelitian Kanker di World Health Organization (WHO) pada tahun 2011, merilis laporan yang menyatakan bahwa medan listrik dan magnet atau electric and magnetic fields (EMF) bersifat karsinogenik bagi manusia. Paparan ini dapat mengurangi produksi melatonin yang membuat tubuh susah untuk cepat tidur.

    Sementara itu, dalam konsep Feng Shui barng-barang elektronik sebaiknya dalam keadaan mati dan tidak ada yang tersambung ke listrik sebelum kamu beranjak tidur. Feng Shui menilai kamar adalah tempat untuk beristirahat dan bersantai.

    Sebagai informasi, feng shui seperti yang dilansir dari National Geographic adalah seni Tiongkok kuno yang menjabarkan tata bangunan, benda, dan ruang dalam suatu lingkungan untuk mencapai keselarasan dan keseimbangan sehingga membawa kedamaian dan kemakmuran.

    Lokasi yang Tepat Untuk Pasang Stop Kontak di Kamar Tidur

    Dilansir precisionelectricals.com pada Sabtu (21/9/2024) lokasi yang tepat untuk meletakkan stop kontak di kamar tidur adalah di samping pintu masuk, di bawah meja belajar, dan di dekat TV. Selain itu, stop kontak sebaiknya tidak tertutup dengan perabotan besar seperti meletakkan rak atau lemari pakaian di depannya.

    Berikut beberapa cara mengatur agar stop kontak tidak berada di dekat tempat tidur.

    1. Pindahkan Posisi Kasur

    Memindahkan stop kontak yang sudah tertanam di dinding tentu akan susah dan membutuhkan biaya yang besar. Maka dari itu, posisi kasur yang harus dipindahkan.

    Lokasi stop kontak yang jauh bisa disiasati dengan memakai kabel gulung agar tetap terjangkau. Rapihkan kabel ke pinggir ruangan atau apabila memakai karpet sembunyikan di bawahnya. Tampilan kamar akan lebih rapih dan jangan lupa untuk mencabut kabel tersebut setiap sebelum tidur atau saat tidak digunakan.

    2. Gunakan Penutup Stop Kontak

    Jika pemindahan kasur atau tempat stop kontak tidak memungkinkan, coba pasang penutup plastik di depan lubang stop kontak. Ini dapat menjaga stop kontak dari jangkauan anak-anak.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Terlena dengan Bau Cat Dinding, Bisa Memicu Kanker Lho!


    Jakarta

    Cat dinding adalah lapisan terluar dinding yang berguna sebagai pelindung dan mempercantik tampilan bangunan. Namun, dibalik kegunaannya, ada bahaya yang mengintai yakni senyawa berbahaya yang kerap dipakai di dalam cat dinding tersebut. Senyawa ini disebut dengan VOC (Volatile organic compounds).

    Lantas, apa itu VOC?

    Mengutip dari How Stuff Works, VOC merupakan Senyawa organik yang mudah menguap setelah cat dinding diaplikasikan. Fungsi dari senyawa ini adalah membuat cat lebih tahan lama dan bahan kimia yang membuat dinding basah menjadi kering. Seperti pengertiannya, VOC ini bentuknya adalah uap.


    Menurut Healthline, beberapa contoh VOC di antaranya adalah toluene, xilena, aseton, metilen klorida, formaldehida, hingga benzene.

    Paparan VOC terkadang dapat menimbulkan efek kesehatan jangka pendek atau jangka panjang. Untuk jangka pendek seperti iritasi pada mata, hidung, atau tenggorokan, sakit kepala, pusing, mual, hingga kesulitan bernapas. Sedangkan, untuk jangka panjang bisa merusak sistem saraf, hati, ginjal.

    Selain itu, senyawa ini juga dapat memicu kanker karena bersifat karsinogen.

    Biasanya, sebagian besar VOC menguap pada saat cat mengering, tetapi tidak semuanya meninggalkan cat. VOC bisa menguap selama bertahun-tahun setelah pengecatan awal. Maka dari itu, pada saat mengecat disarankan kamu memakai penutup mulut dan tidak berada berlama-lama di ruangan yang baru dicat.

    Di Amerika sendiri senyawa-senyawa berbahaya yang dikategorikan VOC sudah dilarang dan dibatasi penggunaannya. Menurut Cat Midwest Eco-Design kandungannya harus kurang dari 250 gram per liter. Pilihan lainnya agar tetap aman dan sehat adalah memilih cat tanpa VOC. Namun, cat tanpa VOC biasanya harganya jauh lebih mahal dari cat biasa.

    Tips Mengurangi Risiko VOC Saat Mengecat

    Kamu tentu memerlukan cat dinding untuk mempercantik rumah, tetapi tetap ingin sehat dan tidak terkena efek dari VOC ini bukan? Mengutip dari Healthline, Rabu (2/10/2024), berikut beberapa tips mengurangi risiko VOC.

    1. Pilih Cat Berbahan Dasar Air

    Cat dibedakan menjadi 2, ada yang untuk bagian dalam rumah atau cat interior dan untuk bagian luar rumah atau eksterior.

    Untuk cat interior yang akan sering bersinggungan, kamu perlu berhati-hati saat membeli cat. Pilih yang berbahan dasar air dan tidak memiliki asap atau VOC di dalamnya. Jika kamu tidak paham saat membaca panduan di kalengnya, kamu bisa bertanya kepada penjual.

    2. Pakai Kacamata dan Sarung Tangan

    Untuk tindakan perlindungan, kamu perlu memakai alat pelindung seperti sarung tangan atau kacamata. Jika kamu ingin lebih aman, kamu bisa memakai respirator untuk menurunkan risiko menghirup VOC.

    3. Pastikan Ada Ventilasi Ruangan

    VOC biasanya menyebar ketika dia menguap, maka kamu harus memastikan setelah menguap, senyawa berbahaya tersebut terbuang ke luar. Caranya dengan memastikan ada ventilasi di ruangan yang sedang kamu cat. Sebagai contoh, jendela, pintu, atau lubang angin yang lain. Bisa juga pasang kipas angin agar udara segar tetap terasa di ruangan tersebut.

    Saat mengecat sering-sering beristirahat dan menghirup udara segar agar tidak pusing dan mual.

    Setelah selesai mengecat, pastikan jendela, pintu tetap dalam keadaan terbuka hingga tidak ada bau menyengat yang tercium. Jangka waktunya sekitar 2-3 hari dibiarkan terbuka.

    Tidak lupa, tutup rapat wadah sisa cat untuk mencegah uap bocor ke area sekitar. Jika cat ingin dibuang, pastikan caranya sudah tepat dan tidak bocor.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Terlena dengan Bau Cat Dinding, Bisa Memicu Kanker Lho!


    Jakarta

    Cat dinding adalah lapisan terluar dinding yang berguna sebagai pelindung dan mempercantik tampilan bangunan. Namun, dibalik kegunaannya, ada bahaya yang mengintai yakni senyawa berbahaya yang kerap dipakai di dalam cat dinding tersebut. Senyawa ini disebut dengan VOC (Volatile organic compounds).

    Lantas, apa itu VOC?

    Mengutip dari How Stuff Works, VOC merupakan Senyawa organik yang mudah menguap setelah cat dinding diaplikasikan. Fungsi dari senyawa ini adalah membuat cat lebih tahan lama dan bahan kimia yang membuat dinding basah menjadi kering. Seperti pengertiannya, VOC ini bentuknya adalah uap.


    Menurut Healthline, beberapa contoh VOC di antaranya adalah toluene, xilena, aseton, metilen klorida, formaldehida, hingga benzene.

    Paparan VOC terkadang dapat menimbulkan efek kesehatan jangka pendek atau jangka panjang. Untuk jangka pendek seperti iritasi pada mata, hidung, atau tenggorokan, sakit kepala, pusing, mual, hingga kesulitan bernapas. Sedangkan, untuk jangka panjang bisa merusak sistem saraf, hati, ginjal.

    Selain itu, senyawa ini juga dapat memicu kanker karena bersifat karsinogen.

    Biasanya, sebagian besar VOC menguap pada saat cat mengering, tetapi tidak semuanya meninggalkan cat. VOC bisa menguap selama bertahun-tahun setelah pengecatan awal. Maka dari itu, pada saat mengecat disarankan kamu memakai penutup mulut dan tidak berada berlama-lama di ruangan yang baru dicat.

    Di Amerika sendiri senyawa-senyawa berbahaya yang dikategorikan VOC sudah dilarang dan dibatasi penggunaannya. Menurut Cat Midwest Eco-Design kandungannya harus kurang dari 250 gram per liter. Pilihan lainnya agar tetap aman dan sehat adalah memilih cat tanpa VOC. Namun, cat tanpa VOC biasanya harganya jauh lebih mahal dari cat biasa.

    Tips Mengurangi Risiko VOC Saat Mengecat

    Kamu tentu memerlukan cat dinding untuk mempercantik rumah, tetapi tetap ingin sehat dan tidak terkena efek dari VOC ini bukan? Mengutip dari Healthline, Rabu (2/10/2024), berikut beberapa tips mengurangi risiko VOC.

    1. Pilih Cat Berbahan Dasar Air

    Cat dibedakan menjadi 2, ada yang untuk bagian dalam rumah atau cat interior dan untuk bagian luar rumah atau eksterior.

    Untuk cat interior yang akan sering bersinggungan, kamu perlu berhati-hati saat membeli cat. Pilih yang berbahan dasar air dan tidak memiliki asap atau VOC di dalamnya. Jika kamu tidak paham saat membaca panduan di kalengnya, kamu bisa bertanya kepada penjual.

    2. Pakai Kacamata dan Sarung Tangan

    Untuk tindakan perlindungan, kamu perlu memakai alat pelindung seperti sarung tangan atau kacamata. Jika kamu ingin lebih aman, kamu bisa memakai respirator untuk menurunkan risiko menghirup VOC.

    3. Pastikan Ada Ventilasi Ruangan

    VOC biasanya menyebar ketika dia menguap, maka kamu harus memastikan setelah menguap, senyawa berbahaya tersebut terbuang ke luar. Caranya dengan memastikan ada ventilasi di ruangan yang sedang kamu cat. Sebagai contoh, jendela, pintu, atau lubang angin yang lain. Bisa juga pasang kipas angin agar udara segar tetap terasa di ruangan tersebut.

    Saat mengecat sering-sering beristirahat dan menghirup udara segar agar tidak pusing dan mual.

    Setelah selesai mengecat, pastikan jendela, pintu tetap dalam keadaan terbuka hingga tidak ada bau menyengat yang tercium. Jangka waktunya sekitar 2-3 hari dibiarkan terbuka.

    Tidak lupa, tutup rapat wadah sisa cat untuk mencegah uap bocor ke area sekitar. Jika cat ingin dibuang, pastikan caranya sudah tepat dan tidak bocor.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Cuma Cantik, 7 Tanaman Ini Gampang Dirawat di Dalam Rumah


    Jakarta

    Bagi kamu yang sedang senang-senangnya bercocok tanam di rumah. Kamu bisa lho meletakkan tanaman di dalam rumah, tidak terbatas di halaman saja.

    Biasanya tanaman yang diletakkan di dalam rumah adalah tanaman hias yang dapat tumbuh tanpa sering terpapar sinar matahari, tanpa perlu sering disiram, atau bahkan tanpa perlu media tanah.

    Namun sebelum masuk ke daftar tanaman hias yang cocok, kamu perlu tahu dulu manfaat meletakkan tanaman hias di dalam rumah, selain mempercantik rumah menurut Forest Nation.


    Penyaring dan Pembersih Udara

    Tanaman hias memiliki kemampuan dalam membersihkan dan menyaring udara yang berada di dalam rumah. Hal ini tentu bisa mencegah risiko berbahaya dari polusi udara, di dalam rumah sekalipun, bagi kesehatan.

    Meningkatkan Kadar Oksigen

    Seperti yang kita tahu, tanaman dapat menyerap karbondioksida (CO2) yang dikeluarkan oleh manusia. Kemudian, tanaman akan mengeluarkan oksigen yang baik untuk manusia. Dengan demikian, keberadaan tanaman baik untuk kesehatan paru-paru.

    Mengurangi Stres

    Ternyata cara mengurangi stres itu beragam dan tidak harus mengeluarkan uang banyak. Cukup dengan meletakkan tanaman hias di dalam rumah, tingkat stres dapat berkurang. Hal ini bukan hanya omongan belaka, dalam sebuah studi tahun 2015 menunjukkan bahwa orang dewasa muda yang berinteraksi dengan tanaman dalam ruangan bisa mengurangi tingkat stres fisiologis dan psikologis mereka.

    Mempercepat Pasien Pulih

    Dalam sebuah studi tahun 2009 menemukan bahwa pasien yang melihat tanaman hias selama masa pemulihan dapat lebih cepat sehat. Tanaman dikaitkan dengan penurunan tekanan darah, serta pengurangan tingkat rasa sakit, kecemasan, dan kelelahan. Para peneliti mengatakan bahwa tanaman hias bisa menjadi alat terapi yang efektif dan meningkatkan lingkungan penyembuhan bagi pasien.

    Jenis Tanaman Hias Indoor

    Melansir dari Good Housekeeping, Senin (7/10/2024), berikut beberapa tanaman yang cocok ditanam di dalam rumah.

    1. Lidah Buaya

    Aloe Vera plantAloe Vera plant Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

    Lidah buaya biasa digunakan untuk berbagai produk kecantikan dan kesehatan. Tanaman yang juga termasuk salah satu jenis sukulen ini sendiri sudah tenar sebagai superfood yang kaya akan mineral dan vitamin. Tumbuhan serba guna ini bisa lho diletakkan di dalam rumah.

    Tanaman ini dapat menghancurkan senyawa benzena yang berbahaya bagi kesehatan. Senyawa benzena itu biasanya timbul dari di cat dinding rumah. Senyawa ini tidak hanya muncul setelah mengecat rumah, tetapi dapat muncul bertahun-tahun meskipun frekuensinya tidak sebanyak saat setelah cat diaplikasikan ke dinding.

    Senyawa benzena ini bisa memicu kanker dan alergi. Maka dari itu, kamu bisa meletakkan tanaman lidah buaya ini di atas meja kerja atau meja belajar agar dapat terlindungi.

    2. Lidah Mertua

    Lidah Mertua.Lidah Mertua. Foto: NurPhoto/Getty Images

    Sama-sama berbentuk panjang dan tanpa daun yang rontok, tanaman lidah mertua juga kaya manfaat. Mulai dari menghilangkan benzena, formaldehida, toluena, dan trikloroetilen pada udara dalam ruangan. Perawatannya termasuk mudah. Lidah mertua mengeluarkan oksigen saat malam, jadi tanaman ini cocok untuk kamar tidur. Tanaman ini memiliki kekurangan, yaitu beracun bagi anjing dan kucing.

    3. Anggrek

    Ilustrasi tanaman hias anggrek Foto: Getty Images/iStockphoto/BakiBG

    Jika kamu mencari tanaman dengan tampilan indah, coba letakkan anggrek. Tanaman satu ini bisa diletakkan di dalam ruangan dan tidak perlu terlalu sering disiram, cukup seminggu sekali. Namun, jangan lupa tempatkan di lokasi yang terkena banyak cahaya terang.

    4. Spider Plant

    cat playing in spider plantIlustrasi spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Meskipun namanya laba-laba, tanaman satu ini tidak menyeramkan atau berbentuk aneh. Daunnya memanjang dan menyebar sehingga terlihat subur.Tanaman penyaring udara ini adalah termasuk tanaman yang sangat mudah beradaptasi, mereka bisa tumbuh di berbagai lingkungan di kantor atau rumah.

    Akarnya yang tebal dapat menyimpan kelembaban ekstra dan makanan ketika diperlukan, mereka juga bisa hidup dengan sinar matahari tidak langsung atau pun sedang. Ini yang menjadi alasan kenapa tanaman ini aman untuk hewan peliharaan karena bisa menyaring xilena dan formaldehida.

    5. Tanaman Hias Philodendron

    Philodendron xanaduPhilodendron xanadu Foto: Getty Images/iStockphoto/Jummie

    Tanaman hias Philodendron bisa memberikan kesan elegan pada ruangan dengan detail yang memesona. Daunnya berbentuk hati dengan helaian yang terpisah berwarna hijau memikat. Philodendron bisa tumbuh dalam kondisi intensitas cahaya yang rendah.

    Keuntungan lainnya, kamu tidak perlu repot saat merawatnya. Tanaman ini cocoknya diletakkan di sudut interior dan jauh dari jangkauan anak-anak. Sebab, Philodendron mengandung kristal kalsium oksalat yang cukup berisiko bagi kesehatan jika terkonsumsi. Meski begitu, tanaman dalam ruangan ini tetap mampu memurnikan udara di dalam rumahmu.

    6. Krisan

    flower of chrysanthemum and woman hand with copyspaceflower of chrysanthemum and woman hand with copyspace Foto: Getty Images/iStockphoto/penyushkin

    Bunga yang biasa ditemukan di pemakaman ini memiliki banyak warna. Meskipun identik dengan duka, tetapi wujud bunga krisan sangat cantik dan cocok untuk dekorasi rumah. Agar tampilannya lebih menarik, kamu bisa memilih warna-warna yang cerah.

    Bunga krisan atau chrysanthemum ini sangat efektif menyingkirkan benzena dan amonia. Bunga ini mekarnya berlangsung sekitar enam minggu. Namun, kamu perlu berhati-hati saat mencium bunga ini atau berada di dekatnya karena dapat menyebabkan iritasi bagi kamu yang punya alergi pada bunga aster, bunga matahari, dan bunga ragweed.

    7. Tanaman Pachira (Money Plant)

    Pohon uang Foto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova

    Money Plant adalah salah satu bunga yang kerap dibawa oleh orang China sebagai ucapan selamat atas rumah baru seseorang. Tanaman ini dipercaya dalam Feng Shui dapat mendatangkan kebaikan dan rezeki. Selain kepercayaan tersebut, tanaman ini bisa memproduksi oksigen pada malam hari sehingga bisa membuat rumah lebih sejuk dan segar.

    Dari segi perawatan, tanaman pachira cukup disiran setiap minggu. Tanaman ini biasanya akan tumbuh agak miring dengan warna daun yang hijau terang. Kamu bisa meletakkannya dalam beragam bentuk vas, seperti botol kecil, mason jar, bahkan botol bekas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini yang Bikin Asbes Berbahaya buat Kesehatan Manusia



    Jakarta

    Asbes merupakan yang bahan atap rumah. Material ini banyak digunakan di Indonesia karena harganya murah dan ketahanannya cukup bagus.

    Namun, bahan tersebut dinilai berbahaya bagi kesehatan manusia kalau terlalu sering terpapar seratnya.

    Lantas, apa yang membuat asbes berbahaya ya?


    Dikutip dari unggahan Dinkes DKI Jakarta, asbes adalah bahan beracun berbahaya (B3). Hal ini sebagaimana dikategorikan dalam Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 1999.

    Penggunaan material itu pun sudah ada aturan yang membatasi penggunaannya. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan, syarat penggunaan material asbes yang diperbolehkan maksimal hanya 5 serat/ml.

    Pasalnya, serat asbes dapat lepas dari permukaannya sewaktu-waktu. Apabila terhirup oleh manusia, serat tersebut dapat mengendap dan berbahaya bagi kesehatan.

    “Serat asbes yang terlepas dari atap asbes berukuran sangat kecil dengan diameter kurang dari 3 mikrometer atau lebih tipis dari 1/700 helai rambut, jika terhirup manusia akan mengendap di paru-paru,” tertulis dalam unggahan Instagram @dkijakarta, dikutip pada Minggu (15/12/2024).

    Partikel serat asbes tersebut berbentuk tajam, sehingga sulit untuk dikeluarkan dari tubuh. Beberapa penyakit yang dapat ditimbulkan, di antaranya kanker, asbestosis (kerusakan paru-paru permanen), kesulitan bernapas, efusi plura (cairan menumpuk di paru-paru).

    Gejala dari penyakit asbestosis biasanya tidak langsung terasa oleh penderitanya, melainkan setelah 10-40 tahun setelah terpapar.

    Menurut data Global Burden of Disease (GDB) 2019, setiap tahunnya sebanyak 1.600 warga Indonesia terbunuh penyakit yang dipicu karena pemakaian asbes.

    Walau sudah ada bukti akan bahaya pemakaian asbes, Indonesia tetap menjadi pemakai bahan asbes terbesar di dunia pada 2020 lalu. Bahkan, impor dan penggunaan bahan asbes ini meningkat tajam dalam 10 tahun terakhir yakni lebih dari 100.000 ton asbes antara 2010-2019.

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tempatkan Colokan Listrik Dekat Kasur, Bisa Picu Kanker!



    Jakarta

    Kebanyakan orang mungkin memilih untuk menempatkan stop kontak atau colokan listrik dekat dengan tempat tidur. Tujuannya agar mudah untuk mengisi daya barang elektronik atau gadget.

    Memang pilihan itu seakan tepat, karena kamar akan lebih rapih dibanding memasang stop kontak gulung yang bisa membahayakan jika tersandung. Tapi ternyata pilihan itu salah!

    Peletakan stop kontak di d dekat tempat tidur ini berbahaya bagi kesehatan dan keamanan rumah. Menurut Healthdigest.com stop kontak yang dipasang terlalu dekat dengan kasur dapat menimbulkan kanker. Hal ini dikarenakan radiasi listrik yang dipancarkan selama berjam-jam.


    Badan Internasional untuk Penelitian Kanker di World Health Organization (WHO) pada tahun 2011, merilis laporan yang menyatakan bahwa medan listrik dan magnet atau electric and magnetic fields (EMF) bersifat karsinogenik bagi manusia yang dapat mengurangi produksi melatonin yang membuat tubuh susah untuk cepat tidur.

    Sementara itu, dalam konsep feng shui sendiri menyarankan semua alat elektronik dicabut dari stop kontak sebelum beranjak tidur karena kamar adalah tempat untuk beristirahat dan bersantai.

    Sebagai informasi, feng shui seperti yang dilansir dari National Geographic adalah seni Tiongkok kuno yang menjabarkan tata bangunan, benda, dan ruang dalam suatu lingkungan untuk mencapai keselarasan dan keseimbangan sehingga membawa kedamaian dan kemakmuran.

    Barang elektronik yang disebut harus dimatikan seperti televisi, telepon, tablet, hingga WiFi. Namun memang saat ini ada beberapa barang elektronik yang tentu sulit untuk dimatikan seperti ponsel dan WiFi. Misalnya ponsel kerap digunakan untuk pemasangan alarm atau untuk berjaga-jaga ada panggilan darurat. Sementara WiFi harus tetap dihidupkan agar ponsel terhubung dengan internet.

    Tempat yang Tepat Meletakkan Stop Kontak di Kamar Tidur

    Posisi yang tepat untuk meletakkan stop kontak di kamar tidur menurut situs precisionelectricals.com yang dikutip pada Selasa (20/20/2024) adalah di samping pintu masuk, di bawah meja belajar, dan di dekat TV. Hindari menutup jalur stop kontak dengan meletakkan rak atau lemari pakaian di depannya.

    Apabila sudah terlanjur memasang stop kontak di sebelah tempat tidur bisa menggunakan cara berikut agar lebih aman.

    Pindahkan Posisi Kasur

    Cara mudah untuk mengurangi paparan radiasi listrik adalah dengan memindahkan posisi tempat tidur agar berjauhan dengan stop kontak. Pasang kabel gulung agar tetap bisa menjangkau stop kontak utama. Rapihkan kabel ke pinggir ruangan atau apabila memakai karpet sembunyikan di bawahnya agar tampilannya lebih rapih dan jangan lupa untuk mencabutnya sebelum tidur.

    Gunakan Penutup Stop Kontak

    Jika pemindahan kasur atau tempat stop kontak tidak memungkinkan, coba pasang penutup plastik di depan lubang stop kontak. Ini dapat menjaga stop kontak dari jangkauan anak-anak.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Banyak Khasiat, 5 Jenis Tanaman Herbal Ini Bisa Ditanam di Rumah!


    Jakarta

    Jika kamu butuh tanaman di rumah yang bermanfaat untuk kesehatan tanaman obat atau tanaman herbal bisa menjadi pilihan. Tanaman ini baik untuk dikonsumsi dan ampuh untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

    Kamu juga bisa berhemat karena tidak perlu membeli obat di apotek setiap sakit. Cukup ambil tanaman herbal kapan pun dan sebanyak apa pun. Pengobatan herbal ini juga telah diakui sejak lama sebelum obat-obat kimia marak seperti saat ini. Bahkan obat herbal sebaiknya dikonsumsi sehari-hari untuk mencegah penyakit.

    Tanaman herbal juga mudah untuk ditanam di rumah dan bisa diletakkan di dalam rumah. Lantas, tanaman apa saja yang termasuk herbal dan bisa ditanam di rumah?


    Dilansir House and Garden, berikut tanaman herbal yang bisa ditanam di rumah.

    Jenis-Jenis Tanaman Obat yang Wajib Ditanam di Rumah

    1. Kemangi

    kemangi dalam potkemangi dalam pot Foto: istimewa

    Kemangi (Ocimum basilicum) adalah tanaman yang biasa pakai dalam makanan. Tanaman herbal ini bisa ditanam sendiri di rumah bahkan di dalam ruangan. Tempat yang cocok untuk menempatkan kemangi adalah jendela yang mendapatkan banyak matahari. Kamu harus sering menyiram tanaman ini karena kemangi menyukai tanah yang lembap tetapi tidak begitu basah.

    Manfaat dari kemangi jika dikonsumsi adalah dapat menyehatkan saluran pencernaan termasuk perut kembung dan mual, menjaga kesehatan jantung, menenangkan pikiran dan mengurangi stres, menyegarkan napas, hingga sumber antioksidan.

    2. Daun Salam

    daun salamdaun salam Foto: iStock

    Jika kamu butuh tanaman yang ukurannya besar, kamu bisa menanam daun salam di halaman rumah. Pastikan lokasinya banyak mendapat sinar matahari. Daun salam selain bagus untuk kesehatan juga bisa dikonsumsi bersama makanan sehari-hari di rumah.

    Tanaman ini bisa mencegah pikun, meningkatkan kekebalan tubuh, mempercepat penyembuhan luka, mencegah kanker, dan lainnya.

    3. Bawang Putih

    Tanaman bawang putihTanaman bawang putih Foto: Getty Images/iStockphoto/Copit

    Bawang putih adalah salah satu tanaman atau bumbu dapur yang dibutuhkan di rumah. Biasanya digunakan sebagai penambah aroma dan rasa pada makanan. Cara menanam bawang putih di rumah bisa di tanah atau dalam pot.

    Adapun beberapa khasiat bawang putih dapat meningkatkan kekebalan tubuh, menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol, melindungi dari radikal bebas, dan masih banyak lagi.

    4. Daun Mint

    A stock photo of a healthy green mint plant growing in a small planter.A stock photo of a healthy green mint plant growing in a small planter. Foto: iStock

    Daun mint bisa kamu temukan di dalam banyak bentuk, mulai dari makanan, minuman, produk kebersihan, hingga produk kecantikan. Hal ini dikarenakan daun mint memiliki sifat antibakteri, antiinflamasi, dan antijamur. Tidak hanya itu, daun mint juga bisa mengusir beberapa serangga di rumah seperti semut, kecoa, dan nyamuk.

    Cara menanam daun mint juga cukup mudah karena bisa di dalam pot. Pastikan tanaman ini terkena sinar matahari dan pot tersebut memiliki lubang drainase yang baik.

    5. Serai

    Tips memasak dengan seraiTips memasak dengan serai Foto: Getty Images/iStockphoto

    Serai adalah salah satu tanaman herbal yang bisa ditanam di rumah. Bentuknya seperti rumput, tetapi batangnya kaya akan manfaat. Mulai dari antimikroba, baik untuk sistem pencernaan, bagus untuk kulit, mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, dan masih banyak lagi.

    Serai bisa ditanam di dalam pot atau lahan. Tanaman ini bisa tumbuh di lahan seluas 800 cm hingga 1,2 meter. Kamu harus rutin menyiram serai 1-2 hari sekali. Pastikan tanahnya tidak begitu lembap atau terlalu kering.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Beli Rumah Dekat SUTET? Hati-Hati Dampaknya Bisa Merugikan Seumur Hidup


    Jakarta

    Ada sejumlah pertimbangan saat membeli sebuah hunian. Tak hanya soal biaya, tapi juga memperhatikan lokasi rumah tersebut. Salah satu pertimbangannya adalah membeli rumah di dekat Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

    Banyak orang yang enggan tinggal di dekat SUTET. Salah satu alasannya dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan nyawa karena memiliki risiko yang tak main-main.

    Apabila kamu tertarik untuk membeli rumah di dekat SUTET, sebaiknya pertimbangkan dulu sejumlah risikonya. Tak hanya terkait kesehatan, tapi juga harga jual properti tersebut di kemudian hari.


    Ingin tahu apa saja risiko punya rumah di dekat SUTET? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Risiko Tinggal di Rumah dekat SUTET

    Perlu diketahui, ada sejumlah risiko jika kamu membeli hunian di dekat SUTET. Dengan begitu, kamu bisa mempertimbangkan lagi sebelum mencapai kata sepakat untuk membeli rumah tersebut.

    1. Potensi Risiko Kesehatan

    Salah satu risiko yang sangat dikhawatirkan jika membeli rumah di dekat SUTET adalah memengaruhi kesehatan. Soalnya, kabel listrik dapat menghasilkan medan elektromagnetik, yakni suatu bentuk radiasi yang disebut dapat meningkatkan risiko kanker jika terpapar secara signifikan dalam jangka waktu tertentu.

    Sementara itu, dalam artikel ilmiah berjudul Pengaruh Radiasi Elektromagnetik dari SUTET Terhadap Kesehatan karya Prisca Ananda dan J Jamaaluddin, disebutkan potensi gangguan kesehatan akibat pajanan medan elektromagnetik SUTET 500 kV antara lain pada sistem biologis, psikologis, sosial budaya, dan hipersensitivitas. Tanda dan gejala hipersensitivitas elektromagnetik antara lain sakit kepala, pusing, gangguan tidur, keletihan menahun, jantung berdebar-debar, rasa mual, kejang otot, kebingungan, hingga depresi (Rea, 1991; Grant, 1995; Bergdahl, 1995).

    Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan medan elektromagnetik dapat memicu risiko kanker. Sebab, ada sejumlah barang elektronik di rumah seperti smartphone dan perangkat WiFi yang memancarkan radiasi tersebut, bahkan bisa lebih tinggi daripada kabel listrik.

    2. Kebakaran dan Tower Roboh

    Meski dipasang dengan kokoh dan mengutamakan keselamatan, SUTET juga dapat memicu kebakaran. Hal ini biasanya dipicu karena cuaca ekstrem seperti badai petir, sehingga menimbulkan bahaya kebakaran dan sengatan listrik.

    Dilansir Fast Expert, Rabu (2/7/2025), cuaca ekstrem seperti hujan disertai angin kencang juga berisiko bagi masyarakat yang tinggal di bawah SUTET. Ada risiko sejumlah komponen tiang bisa roboh dan menimpa rumah warga di sekitar.

    3. Harga Jual Rumah Turun

    Risiko berikutnya adalah harga rumah jadi turun drastis. Hal ini terjadi karena banyak orang yang enggan tinggal di bawah SUTET sebab lebih banyak kekurangan daripada kelebihannya.

    Meski kamu menjual rumah dengan harga lebih murah daripada saat membelinya, akan tetapi masih cukup sulit untuk mencari pembeli. Alhasil, harga properti bisa turun drastis dan sulit terjual dalam waktu cepat.

    4. Estetika dan Visual

    Bagi sebagian orang, kehadiran SUTET di lingkungan rumah dapat mengganggu estetika dan visual. Sebab, keberadaan SUTET bisa membuat hunian jadi tampak kurang menarik dan dianggap merusak pemandangan.

    Bagi orang yang membeli rumah dengan pertimbangan pemandangan luas atau lingkungan yang indah, tentu tidak akan mengambil rumah di dekat SUTET. Hal tersebut yang juga memengaruhi harga jual properti jadi turun karena peminatnya sedikit.

    5. Muncul Suara Berdengung

    Aliran listrik bertegangan tinggi dapat menghasilkan suara dengung rendah atau berdengung terus-menerus. Suara tersebut dapat mengganggu penghuni rumah yang tinggal di dekat SUTET. Bahkan, suara tersebut akan semakin terdengar jelas saat cuaca hujan.

    Dalam beberapa kasus, orang yang tinggal di dekat SUTET mengatakan kerap mengalami sakit kepala atau migrain akibat mendengar suara berdengung terus-menerus. Hal ini bisa memicu stres karena suara dengung yang terus berlangsung.

    Demikian lima risiko tinggal di rumah dekat SUTET yang perlu diketahui. Semoga bisa menjadi pertimbangan bagi detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Terbukti Lewat Studi, Ini 5 Cara Efektif untuk Menurunkan Berat Badan

    Jakarta

    Siapa sih yang tidak ingin punya bobot tubuh ideal dan sehat? Selain meningkatkan penampilan dan rasa percaya diri, berat badan ideal juga dikaitkan dengan risiko penyakit yang lebih rendah, termasuk diabetes, jantung, dan kanker.

    Karenanya, tak jarang sebagian orang nekat mengambil langkah ekstrim untuk menurunkan berat badan, seperti melakukan diet ketat atau mengonsumsi obat-obatan yang belum teruji efektivitasnya.

    Padahal, ada banyak cara menurunkan berat badan yang sederhana dan efektif, selama dilakukan dengan penuh disiplin dan konsisten.


    Dikutip dari Medical News Today, berikut beberapa cara menurunkan berat badan yang terbukti secara ilmiah.

    1. Intermittent Fasting

    Intermittent fasting atau IF telah menjadi salah satu metode diet yang paling populer, dan tentu bukan tanpa alasan.

    IF melibatkan puasa jangka pendek secara teratur dan mengonsumsi makanan dalam periode waktu yang lebih pendek sepanjang hari. Beberapa penelitian telah menunjukkan IF hingga 26 minggu sama efektifnya dengan mengikuti diet rendah kalori setiap hari.

    Beberapa metode IF yang paling umum di antaranya:

    • Puasa selang-seling: Puasa dua hari sekali dan mengonsumsi makanan biasa pada hari tidak puasa.
    • Metode 16/8: Puasa selama 16 jam dan hanya makan selama rentang waktu 8 jam.
    • Metode 5:2: Makan secara normal selama lima hari dan puasa ketat pada dua hari. Pada hari puasa, asupan kalori 500-600.

    2. Buat Jurnal Makanan

    Saat sedang diet, penting untuk mencatat apa saja makanan dan minuman yang dikonsumsi sepanjang hari. Salah satu cara paling efektif untuk melacaknya adalah dengan membuat jurnal makanan.

    Penelitian menunjukkan pelacakan pola makan dan olahraga dapat membantu menurunkan berat badan karena mendorong perubahan perilaku serta meningkatkan motivasi.

    3. Makan dengan Penuh Kesadaran

    Mindful eating adalah pola makan yang melibatkan kesadaran penuh saat makan. Artinya, ketika seseorang makan, dia memerhatikan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsinya.

    Selain memungkinkan orang-orang untuk menikmati makanan mereka, pola makan ini juga dapat membantu mendorong penurunan berat badan.

    Karena kebanyakan orang menjalani kehidupan yang sibuk, mereka cenderung makan dengan cepat saat sedang terburu-buru, sambil bekerja, atau menonton televisi. Akibatnya, banyak orang yang tidak menyadari jumlah makanan yang telah dikonsumsi. Hal ini mendorong perilaku overeating, yang kemudian memicu kenaikan berat badan.

    Jika seseorang makan dengan penuh kesadaran, maka otaknya memiliki waktu untuk mengirimkan sinyal yang menandakan kenyang, sehingga membantu mencegah makan berlebihan.

    4. Perbanyak Asupan Protein dan Serat

    Protein dan serat merupakan dua nutrisi yang memainkan peran penting dalam penurunan berat badan.

    Protein dapat membantu menurunkan kadar ghrelin (hormon lapar), dan meningkatkan hormon kenyang. Inilah yang membuat protein dapat meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan, yang kemudian membantu penurunan berat badan.

    Di sisi lain, serat adalah jenis karbohidrat yang sulit dicerna dan dapat bertahan lama dalam tubuh. Mengonsumsi lebih banyak serat dapat meningkatkan rasa kenyang, sehingga berpotensi menyebabkan penurunan berat badan.

    5. Jaga Kualitas Tidur

    Tidur dan berat badan memiliki kaitan yang sangat erat.

    Penelitian menunjukkan kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk dapat memperlambat proses metabolisme tubuh. Ketika metabolisme menurun, tubuh akan menyimpan energi yang tidak terpakai dalam bentuk lemak.

    Selain itu, kurang tidur juga dapat meningkatkan resistensi insulin dan kortisol dalam tubuh, yang kemudian meningkatkan penyimpanan lemak.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied