Tag: karatan

  • Jangan Asal, 5 Benda Ini Nggak Cocok Dibersihkan Pakai Soda Kue


    Jakarta

    Soda kue memang bahan dapur ampuh untuk membersihkan berbagai permukaan di rumah. Bahan berbentuk bubuk ini memiliki sifat yang cukup abrasif, sehingga dapat merontokkan kotoran.

    Namun, tidak semua permukaan bisa dibersihkan dengan soda kue, lho! Permukaan dengan material tertentu dapat tergores bila dibersihkan menggunakan soda kue.

    Lantas, bahan apa saja yang mudah tergores? Cek daftar benda yang nggak cocok dibersihkan pakai soda kue di sini, dilansir dari Better Homes & Gardens, Senin (8/7/2024).


    Benda yang Tidak Boleh Dibersihkan Pakai Soda Kue

    1. Marmer dan Kuarsa

    Dengan sifatnya yang agak abrasif memang soda kue dapat menghilangkan noda dari permukaan yang keras. Namun, soda kue dapat menggores dan mengikis permukaan lapisan pelindung yang terdapat di marmer dan kuarsa. Untuk menghindarinya, kamu bisa gunakan cream cleanser atau liquid cleanser.

    2. Aluminium

    Soda kue merupakan alkaline yang berarti jika terpapar pada barang yang berbahan aluminium akan menyebabkan terjadinya oksidasi. Barang aluminium kamu bisa karatan dan berubah warna. Jika terlanjur terpapar, segera bilas dan bersihkan setelah dicuci untuk mengurangi paparannya.

    3. Kompor Kaca Keramik

    Kompor kaca keramik tidak disarankan dibersihkan dengan soda kue karena mudah tergores. Nah, kamu bisa gunakan cream cleanser atau scraper untuk membersihkan sisa makanan pada kompor tersebut.

    4. Lantai dan Furnitur Kayu

    Soda kue bisa memberi lapisan kayu dan furniture goresan kecil dan warna kusam pada lapisannya. Lama-lama dapat mengikis lapisan kayu kemudian menjadi keropos dan rusak.

    5. Cermin dan Jendela

    Soda kue tidak cocok untuk membersihkan cermin dan jendela yang rentan tergores karena dapat meninggalkan bekas goresan kecil. Pastinya akan membuat jendela dan cermin kamu jelek dan nggak bisa diperbaiki kembali.

    Itulah sejumlah benda di rumah yang tidak boleh dibersihkan dengan soda kue. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Mencegah Karat (Korosi) Muncul di Furnitur Logam hingga Besi


    Jakarta

    Perabot rumah yang terbuat dari logam dan besi rentan berkarat, terlebih furnitur outdoor yang diletakkan di teras maupun halaman. Karat yang muncul dapat merusak mebel sehingga membuatnya tidak bisa digunakan kembali.

    Namun detikers tidak perlu khawatir, terdapat cara untuk mencegah furnitur rumah karatan. Dengan begitu, usia penggunaan perabot dapat tahan lama. Simak caranya di bawah ini.

    Cara Mencegah Karat (Korosi) pada Perabot Logam dan Besi

    Mengutip Bob Vila dan Granite Gold, berikut cara mudah melindungi furnitur rumah dari karat:


    1. Keringkan Usai Terkena Hujan dan Embun

    Risiko meletakkan furnitur di pekarangan yaitu terkena hujan. Jika mebel terbuat dari logam terguyur hujan, jangan membiarkannya basah dalam waktu lama, misalnya semalaman.

    Hal itu disebabkan karat bisa muncul pada permukaan logam yang basah akibat reaksi kimia yang terjadi antara zat besi, air, dan oksigen. Untuk menghindari itu, detikers dapat mengeringkan langsung perabot dengan kain mikrofiber setelah terkena hujan.

    2. Hindari Paparan Langsung Udara dan Sinar Matahari

    Saat proses korosi atau pengkaratan, logam akan bersentuhan dengan oksigen di udara. Perabot luar rumah bisa berkarat lebih cepat lantaran berada di udara terbuka dan terpapar matahari. Udara sendiri mengandung banyak uap air sehingga mempengaruhi kecepatan munculnya karat.

    3. Bersihkan Kotoran yang Menempel

    Debu maupun kotoran biasanya akan menempel pada mebel berbahan besi atau logam lain, terutama furnitur outdoor. Detikers bisa bersihkan perabot secara teratur agar tidak memicu karatan.

    Untuk noda membandel seperti minyak, perabot dapat dilap dengan kain lembut yang dicelupkan ke dalam air detergen secara perlahan. Furnitur logam juga bisa dijaga agar tetap mengkilap supaya tidak berkarat.

    4. Tutupi Furnitur saat Tidak Digunakan

    Furnitur outdoor sebaiknya ditutupi dengan penutup khusus saat tidak digunakan. Hal ini agar menjadi pelindung dari lembap, hujan, maupun sinar matahari. Pastikan untuk menutupi secara menyeluruh, termasuk bagian kaki-kakinya.

    Sebelum ditutup, mebel dapat dibersihkan terlebih dahulu dari debu dan kotoran yang menempel. Setelah ditutup, pemberat dapat diletakkan di atasnya agar penutup tidak terbuka jika cuaca berangin.

    5. Segera Perbaiki saat Karat Terdeteksi

    Saat rutin membersihkan perabot logam dan besi, karat yang muncul pada permukaan bisa saja terlihat. Usai melihatnya, detikers dapat segera melakukan perbaikan sebelum karat semakin banyak.

    Caranya bisa dengan amplas berpasir halus yang digosokkan perlahan ke area berkarat. Lalu bersihkan seluruh permukaan furnitur dari debu dan kotoran lain yang menempel.

    Nah, itu tadi cara mencegah karat muncul pada permukaan furnitur logam dan besi. Jangan segan membersihkan perabot logam dan besi ya detikers, agar bisa berfungsi dengan baik dalam waktu lama.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini 3 Alat Wajib untuk Mengatasi Pagar Besi yang Berkarat


    Jakarta

    Pagar besi sering dipilih oleh banyak pemilik rumah karena lebih praktis saat membuka atau menutup pagar. Lalu, pagar besi juga dinilai awet dan punya tampilan yang membuat rumah terlihat lebih mewah.

    Meski terbilang awet, tetapi pagar besi tetap membutuhkan perawatan khusus. Soalnya, pagar besi berisiko mengalami karatan akibat terkena air, terutama air hujan.

    Kalau pagar besi sudah berkarat, tampilannya akan terlihat jelek dan tidak estetik lagi. Namun jangan khawatir, masalah pagar besi berkarat dapat diatasi dengan menggunakan sejumlah alat.


    Lantas, apa saja alat untuk mengatasi pagar besi yang berkarat? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Alat Wajib untuk Mengatasi Pagar Besi Berkarat

    Dilansir situs Aberdeen Gate, sedikitnya ada tiga alat yang wajib dimiliki untuk mengatasi karat di pagar besi. Berikut alat-alatnya:

    1. Sikat Kawat, Kikir, dan/atau Bor Listrik

    Apabila pagar rumah detikers sudah mulai berkarat, sikat kawat bisa menjadi solusi tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

    Bulu baja pada sikat kawat berfungsi untuk menghilangkan cat atau kotoran yang lepas, terutama pada area yang sulit dijangkau seperti area yang tergulung, batang yang terpuntir, dan area yang membulat.

    Lalu, roda kawat yang dipasang pada mata bor dapat digunakan untuk mengamplas, mengikis, dan menggilir. Kemudian ada sandblaster yang bisa dipakai untuk menghilangkan pembentukan karat.

    2. Kuas Pembersih Lubang

    Apabila ada karat yang sulit dihilangkan, cobalah menggunakan asam fosfat yang disemprot ke area tersebut. Nantinya karat yang membandel akan berubah menjadi serpihan hitam dalam waktu 24 jam.

    Serpihan tersebut akan lebih mudah dibersihkan dengan sikat pembersih lubang kawat baja tahan karat. Alat ini dirancang khusus untuk membersihkan permukaan tersembunyi secara efektif.

    3. Kuas Cat

    Untuk mencegah karat dapat terjadi lagi, kamu perlu melapisi pagar dengan cat primer berbahan dasar minyak yang telah dibersihkan sebelumnya. Untuk mengaplikasikan cat primer hanya dibutuhkan kuas cat yang kualitasnya baik.

    Jika cat primer benar-benar sudah kering, pakai kuas cat yang baru untuk mengaplikasikan cat logam berbahan dasar minyak.

    Sebagai catatan, jangan menggunakan cat eksterior biasa atau cat tembok untuk pagar besi. Sebab, cat jenis ini tidak mengandung komponen penghambat karat yang diperlukan seperti cat DTM atau direct-to-metal.

    Tanda-tanda Pagar Besi sudah Karatan

    Dilansir BBC, karat pada besi diakibatkan hasil dari reaksi reduksi dan oksidasi (redoks) yang tidak diinginkan. Jadi, besi akan bereaksi dengan air dan oksigen, lalu membentuk besi (III) oksida terhidrasi yang dikenal sebagai karat.

    Selain disebabkan oleh cuaca, terutama akibat air hujan, pagar besi dapat berkarat karena kotor, terdapat tumbuhan yang tumbuh di dekatnya, hingga caat pelindung yang mulai mengelupas.

    Untuk mengetahui apakah pagar besi di rumah sudah mulai berkarat atau tidak, simak tanda-tandanya di bawah ini:

    1. Terdapat noda kehitaman yang kasar dan timbul pada permukaan pagar.
    2. Bentuk pagar melengkung dan terdapat permukaan yang rusak atau bolong. Hal ini karena karat bisa melemahkan struktur besi.
    3. Pagar sulit saat ditarik dan didorong serta terdengar suara berderit.

    Apabila pagar rumah sudah mengalami tanda-tanda di atas, sebaiknya lakukan proses pembersihan pagar dari karat dengan pengecatan ulang. Namun jika pagar mengalami karat yang cukup parah, sebaiknya mengganti pagar tersebut dengan yang baru.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Alasan Rumah Bisa Cepat Rusak Jika Lama Kosong dan Tak Dihuni


    Jakarta

    Rumah yang sudah lama kosong dan dibiarkan terbengkalai bisa cepat rusak. Meskipun tidak ada gempa bumi, banjir, ledakan, atau tertabrak benda berat, rumah bisa rusak dengan sendirinya.

    Pasti kamu sering melihat rumah yang lama kosong terlihat tidak terawat, kotor, dan suram. Penampilan seperti ini sebenarnya pertanda bahwa kualitas bangunan menurun lho.

    Meskipun rumah itu benda mati, bangunan ini juga perlu dirawat dan diperhatikan agar dapat bertahan lama. Namun, yang lebih penting adalah rumah tersebut harus diisi oleh manusia karena penghuni adalah ‘nyawa’ dari rumah tersebut.


    Alasan Rumah Tak Berpenghuni Cepat Rusak

    1. Sirkulasi Udara Buruk

    Dilansir detikFinance, rumah yang selalu tertutup memblokir sirkulasi udara. Akibatnya rumah jadi mudah lembap dan suhu antara luar dan dalam rumah berbeda. Ruangan yang terlalu lembap memicu pertumbuhan jamur dengan cepat. Material seperti kayu menjadi media pertumbuhan jamur yang cepat. Bayangkan jika kerangka utama rumah tersebut dari kayu, lalu banyak jamur yang tumbuh di permukaannya. Seiring waktu kayu akan lapuk dan patah.

    Jamur tidak hanya tumbuh di kayu, bisa juga di beton. Lalu, kelembapan juga bisa memicu karatan pada besi.

    2. Rumah Jarang Dirawat

    Rumah yang kosong atau tidak ditempati pasti tidak pernah dibersihkan. Debu yang menempel pada benda atau dinding memicu pertumbuhan banyak hama dan jamur. Debu juga dapat menimbulkan bau tidak sedap di rumah karena aktivitas jamur tersebut.

    3. Hewan Bersarang

    Seperti yang disebut sebelumnya, rumah kosong menjadi tempat yang cocok buat hewan bersarang dan berkembang biak. Sebagai contoh laba-laba dan tikus dapat hidup di tempat yang kotor.

    Alangkah baiknya, jika memiliki rumah yang tidak dapat ditempati, sebaiknya sering ditengok untuk dibersihkan minimal satu minggu sekali. Jika tidak bisa menengoknya, kamu bisa menjualnya agar rumah tidak rusak dengan percuma.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Ambruk! Baja Ringan di Kanopi Tetap Bisa Berkarat, Ini Biang Keroknya



    Jakarta

    Baja ringan sering kali digunakan sebagai bahan pengganti kayu saat membangun rumah. Bahan ini biasa digunakan sebagai rangka atap, partisi dinding, hingga penyangga kanopi.

    Banyak orang menyukai material ini karena bobotnya yang ringan dan harganya yang lebih ekonomis. Tak hanya itu, baja ringan juga anti rayap, anti korosi atau karatan, serta mudah dibentuk.

    Meski banyak keunggulan, penggunaan baja ringan yang kurang tepat justru bisa merugikan pemilik rumah, lho. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Kontraktor yang juga CEO Lyvprojects, Albert Lim mengungkapkan kesalahan yang sering terjadi dalam penggunaan baja ringan ketika membangun kanopi. Pemasangan baja ringan yang salah ternyata justru menyebabkan korosi yang bisa fatal bila dibiarkan.

    “Waktu dibikin kanopi, orang-orang itu lupa kalau baja ringanya dianggap seperti pengganti besi atau penggantinya semen, sehingga waktu ditanam (ke dalam beton) selalu bagian bawah itu mengalami korosi,” ujar Albert kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Apabila baja ringan dibiarkan berkarat, lama-lama bisa menggerogoti dan menghilangkan ketebalan. Alhasil, baja ringan akan mudah tertekuk, bahkan runtuh dalam kasus ekstrem.

    “Kebanyakan penggunaan baja ringan kebanyakan salah pakainya ketanam sama beton aja itu kalau ketanam sama beton sudah tinggal tunggu umur aja sebenarnya. Mungkin akan bertahan beberapa waktu tapi lama-lama korosi, makin habis (bajanya),” katanya.

    Selanjutnya, Albert menjelaskan penyebab korosi akibat cairan semen yang mengenai baja ringan. Terdapat reaksi kimia pada campuran air dan semen yang bisa merusak lapisan Aluminum Zinc (AZ) yang berfungsi untuk melindungi baja ringan dari korosi.

    Adapun, sebenarnya baja ringan sebagai bahan yang sederhana menurut Albert, selama digunakan sesuai fungsinya maka akan tahan lama. Catatan yang perlu diingat adalah tidak mencampur baja ringan dengan cairan semen, maka akan aman dari korosi.

    “Seharusnya ada kolom beton dulu yang naik. Terus (kalau) kolom betonnya sudah jadi, sudah kering baru ditambahin sama baja ringan. Jadi baja ringannya nggak dicampur sama semennya. Kering dulu semennya baru di-baja ringan-in. itu baru benar atau pakai material lain,” tutur Albert.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Kloset Berisik Usai di Siram, Bisa Jadi Tanda Rusak


    Jakarta

    Kloset duduk memiliki tombol flush yang dapat mengeluarkan air dan mendorong kotoran secara otomatis. Saat tombol ditekan, air akan tertarik dan muncul suara seperti tersedot.

    Mungkin bagian orang yang tidak memiliki kloset duduk akan terkejut mendengar suara itu, tetapi untuk sebagian yang lain tidak menghiraukannya. Di balik suara berisik itu, ternyata itu sebuah pertanda mengenai sistem pembuangan pada kloset lho.

    Dilansir The Spruce, suara berisik setelah tombol flush ditekan bisa mengindikasi adanya penumpukan kotoran dan penyumbatan pada pipa. Selain itu, suara tersebut juga memberikan tanda ada komponen pada sistem pembuangan kloset yang bermasalah.


    Setiap jenis suara bisa menandakan masalah yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasannya.

    1. Suara Mendesis Seperti Tersedot

    Suara air seperti tersedot atau masuk ke dalam pipa terdengar seperti mendesis. Ternyata ini bukan hanya karena isi ulang air dalam pipa kloset, melainkan bisa jadi ada segel yang rusak pada katup pengisi kloset.

    Suara air kloset mengisi ulang biasanya hanya hitungan detik, tetapi jika suaranya sampai 1-3 menit berarti itu ada kerusakan pada segel. Penyebab segel tersebut rusak bisa karena korosi atau karatan. Cara mengatasinya tidak lain adalah dengan menggantinya dengan yang baru.

    2. Suara Berdecit

    Terdapat 2 tipe suara yang muncul jika segel katup pengisi air kloset rusak yakni berdecit atau lebih halus lagi seperti suara siulan. Suara ini hanya terdengar sebentar hingga air dapat memenuhi kloset lagi. Jika kamu menemukan suara berdecit setelah menekan tombol flush segera bersihkan atau ganti segel katup pengisi air agar tidak menyebabkan kerusakan parah.

    3. Suara Menyiram Tiba-tiba

    Kamu pasti tahu suara ketika flush ditekan dan air menyusut. Suaranya agak keras. Apabila kamu mendengar suara tersebut bahkan saat kloset sudah tidak digunakan, jangan berfikir itu ulah hantu.

    Bisa jadi itu dikarenakan tabung isi ulang tidak terpasang dengan benar atau katup penutup toilet yang rusak. Panggil ahli pemeriksa kloset untuk memperbaiki hal ini.

    4. Suara Gelembung

    Jika kamu mendengar ada suara gelembung atau gemericik dari kloset bisa jadi itu karena pipa pembuangannya tersumbat sebagian, ada tabung isi ulang yang agak kendor, atau ada lubang yang tersumbat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Ampuh Hilangkan Karat di Pagar Besi dengan Mudah


    Jakarta

    Banyak orang yang menggunakan pagar rumah dari besi karena dinilai kokoh, mudah dibentuk, dan harganya terjangkau. Namun, pagar besi memiliki satu kekurangan yaitu mudah berkarat.

    Pada umumnya, pagar besi dapat berkarat karena terkena air dan terjadi perubahan suhu. Sebab, air mengandung banyak oksigen terlarut yang mempercepat terjadinya korosi atau munculnya karat pada material besi.

    Selain itu, posisi pagar besi yang berada di luar ruangan membuatnya rentan terkena air hujan yang mengandung elektrolit, yakni asam yang bisa menyebabkan perubahan muatan pada besi sehingga menimbulkan karat.


    Meski mudah berkarat, bukan berarti kamu tidak bisa menggunakan pagar besi untuk melindungi rumah. Kini, ada sejumlah cara ampuh untuk menghilangkan karat di pagar besi. Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.

    Cara Ampuh Hilangkan Karat di Pagar Besi

    Pagar besi yang berkarat dapat menimbulkan masalah seiring waktu, seperti penurunan kekuatan struktural, mudah keropos, warna memudar, dan bisa membahayakan kesehatan.

    Namun jangan khawatir, berikut sejumlah cara menghilangkan karat di pagar besi yang dilansir situs Aberdeen Gate:

    1. Bersihkan Permukaan Pagar yang Berkarat

    Langkah pertama adalah dengan membersihkan permukaan pagar yang berkarat. Khusus pagar besi yang permukaannya menunjukkan tanda-tanda mengelupas, kamu bisa menggunakan alat sikat kawat dan kikir.

    Lalu, siapkan roda kawat yang dipasang pada mata bor untuk mengampelas area yang sulit dijangkau. Kamu juga bisa menggunakan sandblaster untuk mencegah pembentukan karat.

    2. Menghilangkan Karat di Besi

    Ternyata, pagar rumah yang berkarat masih bisa dicat ulang agar tampilannya seperti baru lagi. Namun, kamu harus menghilangkan karat tersebut dengan cairan kimia asam fosfat.

    Untuk cara pakainya, oleskan asam fosfat pada permukaan besi yang berkarat, lalu diamkan selama 24 jam agar cairan tersebut bereaksi. Setelah itu, karat akan berubah menjadi serpihan hitam. Nah, serpihan tersebut bisa dengan mudah dihilangkan dengan sikat pembersih.

    Sebagai catatan, gunakan masker dan sarung tangan saat mengoleskan dan melepas serpihan pada pagar besi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah uap cat dapat terhirup karena mengandung timbal.

    3. Cat Permukaan Besi

    Setelah permukaan pagar sudah bersih dari karat, kini saatnya dicat agar terlihat indah lagi. Untuk mengecatnya harus menyiapkan dua jenis cat, yakni cat primer dan cat logam. Apa bedanya?

    Cat primer digunakan sebagai dasar untuk pagar besi, sedangkan cat logam untuk permukaan di atasnya. Cat primer sebaiknya berbahan dasar minyak agar melindungi besi dari reaksi karat.

    Saat proses pengerjaan, pastikan kamu menggunakan sarung tangan dan masker agar tidak terhirup dan terpapar cat. Setelah cat primer benar-benar kering, gunakan kuas cat yang baru untuk mengaplikasikan cat logam berbahan dasar minyak.

    Perlu diingat, jangan menggunakan cat eksterior dinding untuk pagar besi. Soalnya, produk cat tersebut tidak mengandung komponen penghambat karat yang dibutuhkan seperti cat DTM (direct-to-metal).

    Demikian tiga cara ampuh menghilangkan karat di pagar besi dengan mudah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Material yang Aman Buat Perabotan Outdoor, Tahan di Musim Hujan-Panas


    Jakarta

    Sudah sering ditemukan, banyak pemilik rumah meletakkan perabotan di teras atau area luar rumah. Perabotan tersebut seperti kursi, meja kecil, rak sepatu hingga sofa untuk bersantai.

    Jika cuacanya bagus, tanpa hujan dan tidak begitu panas, meletakkan perabotan tersebut di luar ruangan sepertinya tidak masalah. Namun, akhir-akhir ini hujan turun sangat deras, bahkan disertai angin yang kencang. Kemudian beberapa jam setelahnya suhunya naik jadi sangat panas karena matahari yang terik. Apakah aman meletakkan perabotan di luar rumah?

    Dilansir dari The Spruce, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis di POLYWOOD, Lindsay Schleis, mengatakan asalkan material yang dipakai pada perabotan tersebut benar-benar tahan cuaca, tidak akan ada masalah pada perabotan tersebut.


    Jenis perabotan yang tidak boleh dibiarkan berada di luar terutama saat hujan adalah sofa yang dibuat khusus di dalam ruangan dan perlengkapan makan. Jadi setiap habis berkumpul di luar, peralatan makan harus segera dikembalikan.

    “Furnitur luar ruangan dibuat agar tahan cuaca, tetapi itu tidak selalu berarti tahan cuaca,” kata Schleis, seperti yang dikutip pada Selasa (28/10/2025).

    Material Perabotan yang Aman di Luar Ruangan

    1. Kayu plastik

    Saat ini sudah banyak produk yang bisa meniru tampilan atau tekstur kayu. Salah satunya adalah plastik. Material tersebut tahan air, panas, dan lembap. Dengan memakai material kayu plastik, dari segi tampilan bakal tetap estetik, tetapi dari kualitas bakal tetap tahan lama.

    2. Aluminium

    Aluminium kerap dipakai sebagai material untuk rak sepatu. Berbeda dengan besi yang mudah karatan, aluminium lebih tahan terhadap perubahan cuaca. Selain itu, dari segi tampilan, aluminium cukup berkelas dan bisa cocok dengan segala jenis desain.

    3. Kayu

    Banyak orang menghindari kayu sebagai material di luar ruangan karena takut cepat lapuk, berjamur, dan jadi sasaran rayap. Padahal kayu memiliki banyak sekali jenis. Bisa jadi yang mengalami gejala tadi merupakan jenis kayu yang tidak cocok untuk luar ruangan.

    Kalau dilihat ke belakang, rumah tradisional di Indonesia kebanyakan memakai kayu, tetapi bisa bertahan lama. Beberapa jenis kayu yang bagus dipakai di luar ruangan adalah jati, ulin, akasia, kayu merah, cedar, dan eukaliptus.

    Itulah penjelasan mengenai perabotan di luar ruangan saat hujan, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com