Tag: karbohidrat

  • 8 Penyebab Berat Badan Nggak Turun-turun Meski Sudah Diet dan Olahraga

    Jakarta

    Sudah bukan rahasia lagi kalau diet dan olahraga menjadi ‘jurus jitu’ untuk menurunkan berat badan. Namun terkadang, berat badan tidak berkurang meski sudah melakukan diet ketat dan olahraga rutin.

    Hal ini bisa disebabkan sejumlah faktor, seperti pola makan yang dijalani, jenis makanan yang dikonsumsi, hingga cara berolahraga. Bahkan, sesuatu yang terkesan sepele juga dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap proses penurunan berat badan.

    Dikutip dari Health, berikut sederet faktor yang bisa menyebabkan berat badan tidak turun meski sudah diet dan berolahraga.


    1. Kebanyakan Latihan Kardio

    Kardio tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tapi juga dapat menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kualitas tidur, dan mengurangi stres.

    Namun, jika melakukan terlalu banyak kardio dan tidak cukup makan justru dapat menurunkan laju metabolisme karena tubuh merasa perlu menyimpan energi. Akibatnya, pembakaran lemak pun ikut menurun.

    2. Tidak Angkat Beban

    Sebagian orang mengira kardio dan diet saja sudah cukup untuk menurunkan berat badan. Namun, menambahkan latihan kekuatan, seperti angkat beban, sebenarnya dapat mempercepat penurunan berat badan.

    Angkat beban dapat membentuk otot. Semakin banyak otot yang dimiliki, semakin banyak pula kalori yang dibakar tubuh untuk mempertahankan otot-otot tersebut.

    3. Duduk Terlalu Lama

    Duduk dalam waktu lama bisa menjadi salah satu penyebab berat badan susah turun. Studi menunjukkan setiap dua jam duduk dapat meningkatkan risiko obesitas sebesar 5 persen.

    Para ahli menyarankan orang dewasa agar setidaknya melakukan olahraga intensitas sedang 300 menit per minggu, atau olahraga intensitas tinggi 150 menit per minggu.

    4. Tidak Mengubah Pola Makan

    Olahraga saja tidak cukup untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal. Pola makan sehat dan seimbang juga memainkan peranan yang sangat penting dalam menurunkan berat badan.

    Usahakan untuk menjalani diet seimbang yang terdiri dari buah-buahan, protein, dan kacang-kacangan. Selain itu, hindari pula makanan atau minuman yang mengandung gula, garam, lemak jenuh, dan lemak trans yang berlebihan.

    5. Membatasi Karbohidrat dan Lemak

    Beberapa orang mengira membatasi asupan nutrisi makro, seperti karbohidrat dan lemak, dan mempercepat penurunan berat badan. Padahal, asupan tersebut merupakan sumber energi yang sangat dibutuhkan tubuh.

    Alih-alih membatasi konsumsi karbohidrat dan lemak, cobalah untuk mengganti dengan sumber yang lebih sehat. Mengonsumsi karbohidrat kompleks (ubi jalar, gandum, quinoa) dan lemak sehat (alpukat, biji-bijian, ikan berlemak) dapat lebih bermanfaat untuk mendukung penurunan berat badan.

    6. Kurang Minum

    Air memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk dalam mengelola berat badan. Karenanya, pastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi, baik saat berolahraga ataupun tidak.

    7. Kurang Tidur

    Orang dewasa rata-rata membutuhkan tidur tujuh sampai sembilan jam setiap malam. Tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup dan konsisten dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, termasuk peningkatan berat badan.

    Penelitian juga menunjukkan kurang tidur dapat meningkatkan hormon ghrelin. Ghrelin merupakan hormon yang mengatur rasa lapar. Akibatnya, orang yang kurang tidur rentan makan berlebihan dan mengalami kenaikan berat badan.

    8. Sering Stres

    Stres yang berlebihan juga dapat menghambat penurunan berat badan. Stres dapat merangsang pelepasan hormon kortisol dalam tubuh. Kortisol yang terlalu tinggi dapat menimbulkan efek negatif, seperti menghambat pemangkasan lemak tubuh.

    Tubuh juga dapat memproduksi kortisol berlebih jika tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan berkualitas.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Tak Mudah, Begini Perjalanan Diet Aurel Hermansyah yang Sukses Pangkas BB 15 Kg

    Jakarta

    Penampilan terbaru Aurel Hermansyah membuat warganet pangling. Pasalnya, wanita 26 tahun itu terlihat lebih langsing.

    Istri Atta Halilintar itu mengaku dirinya memang menjalani diet untuk menurunkan berat badan. Sampai saat ini, ia sukses menurunkan berat badan hingga 15 kg.

    Di awal proses penurunan berat badan, Aurel mengaku sempat salah metode diet. Hal itu membuatnya harus dirawat di rumah sakit karena penyakit asam lambungnya kambuh.


    “Kemarin aku salah dietnya. Aku punya asam lambung kumat sampai yang kayak lemas, nggak bisa makan, mual. Aku sok-sokan, ya sudah yuk diet, ternyata lambung aku nggak kuat, mual, badan menggigil,” tuturnya dalam program FYP Trans7.

    “Sekarang dietnya ke dokter gizi sama olahraga,” sambungnya.

    Aurel membagikan rahasia dietnya yang dapat memangkas bobot tubuhnya hingga 15 kg. Namun, ia memastikan cara diet setiap orang mungkin akan berbeda-beda.

    Meski diet, Aurel masih mengkonsumsi karbohidrat berupa nasi.

    “Nasi itu cuma tiga sendok makan, sama lauknya yang sehat-sehat saja,” ungkap Aurel.

    Dalam program dietnya, Aurel juga masih makan malam. Namun, menu yang dikonsumsi hanya protein saja, seperti daging tanpa lemak, ikan, telur, dan kacang-kacangan.

    “Karena aku lagi diet, makan malam itu aku cuma boleh makan protein daging atau ikan-ikanan,” tuturnya dalam video TikToknya.

    Rajin Olahraga

    Selain mengatur pola makan, Aurel juga semakin rajin berolahraga pada malam hari. Olahraga yang dilakukan seperti pilates dan kardio.

    Menurutnya, saat ini masih lebih nyaman jalan kaki untuk membakar lemak daripada lari.

    “Aku paling jalan, nggak bisa lari. Aku belum kuat,” sambungnya.

    Melalui Instagram pribadinya, Aurel juga memperlihatkan kegiatan olahraga lainnya yang mulai digeluti. Ia terlihat mengangkat beban didampingi oleh pelatihnya.

    Meskipun sudah sukses memangkas berat badan hingga 15 kg, Aurel masih berusaha untuk menurunkannya lagi. Ia berniat ingin menurunkan 6 kg lagi.

    “Aku mau turunin 6 kg lagi, karena target aku, di bulan November nanti aku sudah nggak diet-diet,” pungkasnya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Diet Tanpa Olahraga Bisa Kurus? Ini Kata Ahli

    Jakarta

    Para ahli umumnya merekomendasikan keseimbangan antara pola makan dan olahraga untuk menjaga kebugaran. Namun, bagi orang dengan gaya hidup sibuk, gerakan terbatas, atau keterbatasan fisik yang membuat sulit membakar kalori, pengaturan asupan nutrisi bisa menjadi solusi utama.

    Menurut dokter spesialis obesitas dan lipid, Spencer Nadolsky, pola makan atau nutrisi adalah faktor terpenting dalam upaya menurunkan berat badan. Lantas, seperti apa cara diet tanpa olahraga menurut ahli?

    Beberapa cara untuk menurunkan berat badan tanpa olahraga menurut ahli, seperti tidak melewatkan makan, makan lebih banyak serat, karbohidrat, serta lemak, hingga tidur yang cukup. Dikutip dari laman Prevention, begini penjelasannya.


    1. Jangan Lewatkan Makan

    Menurut ahli diet Alex Evink, RD, ada orang-orang yang mungkin berpikir bahwa hanya makan satu atau dua kali sehari kemungkinan akan menghasilkan asupan kalori yang lebih rendah secara keseluruhan. Tapi melewatkan makan bisa menyebabkan ngemil tanpa sadar atau malah makan berlebihan.

    Jika fokus makan tiga kali sehari dengan kontrol porsi, rasa lapar tidak akan datang dan kemungkinan besar asupan kalori keseluruhan yang dikonsumsi lebih sedikit.

    Selain itu makan dari piring dan mangkuk yang lebih kecil. Dengan begitu, kemungkinan besar asupan makanan yang masuk akan mengandung lebih sedikit kalori.

    2. Perbanyak Serat

    Serat dikenal baik untuk pencernaan. Ahli diet, Karen Ansel MS, RDN menyarankan asupan serat untuk membantu menurunkan berat badan.

    “Serat bisa membantu menurunkan berat badan dalam banyak cara,” katanya.

    Serat mengembang di usus seperti spons sehingga menjadi penekan nafsu makan alami. Selain itu, penelitian terbaru menemukan bahwa serat memberikan dampak positif pada bakteri baik di usus yang membantu memproduksi hormon di usus. Dalam hal ini hormon tersebut memberi tahu otak bahwa tubuh sudah cukup maka.

    “Usahakan untuk mengonsumsi setidaknya 25 gram serat per hari dari berbagai makananan kaya serat seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran,” tambahnya.

    3. Perbanyak Protein

    Sama seperti serat, protein secara alami membantu merasa kenyang dengan mempengaruhi produksi hormon kenyang. Protein membutuhkan waktu lama untuk dicerna, sehingga saat mengonsumsinya seseorang cenderung tidak akan mencari camilan setelah makan makanan kaya protein.

    “Protein juga membutuhkan lebih banyak energi untuk dicerna daripada, misalnya, lemak atau karbohidrat, sehingga Anda tidak menyimpan banyak kalori,” tutur Ansel.

    Untuk hasil yang maksimal, usahakan untuk mengonsumsi 20 gram protein tanpa lemak per porsi makan, seperti ikan, ayam, kalkun, telur, dan produk susu rendah lemak.

    4. Konsumsi Lemak

    Lemak membantu tubuh merasa lebih kenyang lebih lama dan bisa membantu mencegah lonjakan gula darah yang membuat timbulnya rasa lapar. Ahli diet Jessica Cording, RD menyarankan untuk menambah kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan berminyak ke dalam pola makan.

    “Ketika Anda mulai lebih memperhatikan asupan lemak, itu bisa sangat membantu,” katanya.

    5. Seimbangkan Karbohidrat

    Banyak orang menganggap diet rendah karbohidrat atau bahkan diet keto penting untuk menurunkan berat badan. Kendati demikian tak perlu sampai benar-benar menghilangkan karbohidrat dari menu harian.

    Menurut Coding, keseimbangan antara karbohidrat, protein, dan lemak adalah kunci untuk menjaga rasa kenyang yang bisa mengurangi keinginan ngemil dan makan berlebihan, yang bisa menghambat upaya penurunan berat badan.

    6. Tidur yang Cukup

    Sebuah studi pada tahun 2022 mengungkapkan, lebih banyak tidur bisa menyebabkan penurunan berat badan. Bagaimana bisa?

    “Kurang tidur, kurang dari enam jam per malam bisa memengaruhi hormon pengatur rasa lapar yang menyebabkan peningkatan ngemil dan perubahan kebiasaan makan,” kata Nadolsky.

    7. Hidrasi yang Baik

    Kadang-kadang, tubuh salah mengartikan rasa haus sebagai rasa lapar. Sehingga pada akhirnya menyebabkan makan lebih banyak dari yang dibutuhkan. Sebuah studi menemukan, minum air sebelum makan dikaitkan dengan penurunan berat badan.

    “Jika Anda tidak minum cukup air, tubuh akan menahan air untuk mencegah dehidrasi parah

    8. Kurangi Gula

    Tidak diketahui secara jelas apakah gula sendiri bisa menyebabkan kenaikan berat badan, tapi satu hal yang pasti adalah gula cenderung masuk ke dalam makanan yang mengandung terlalu banyak kalori.

    “Baik itu soda, latte manis, atau makanan penutup, makanan-makanan ini harus menjadi yang pertama dihilangkan jika Anda ingin menurunkan berat badan,” kata Ansel.

    Dia juga mengingatkan gula tersembunyi di berbagai macam makanan, seperti saus tomat, roti, saus salad, dan lain sebagainya.

    (elk/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Pejuang Body Goals, Ini Cara Efektif Menurunkan BB Tanpa Perlu Kelaparan Seharian

    Jakarta

    Banyak orang yang mencoba perubahan pola makan dengan melakukan intermittent fasting atau puasa intermiten. Hal tersebut dilakukan untuk menurunkan berat badan atau meningkatkan kesehatan.

    Namun, sebuah studi dalam European Journal of Nutrition menunjukkan bahwa mengurangi asupan karbohidrat, bahkan hanya beberapa kali dalam seminggu, bisa memberi manfaat metabolisme yang serupa dengan puasa.

    Studi ini melibatkan 12 peserta berusia 20-65 tahun yang mengalami obesitas. Dikutip dari Very Well Health, para peserta tersebut melakukan tiga diet dalam satu hari, yaitu diet standar, diet rendah karbohidrat, dan diet rendah karbohidrat serta rendah kalori.


    Dari hasil dua diet karbohidrat, tubuh peserta menggunakan lemak sebagai energi dan kadar trigliserida menurun. Temuan tersebut menunjukkan bahwa seseorang tidak perlu mengurangi kalori untuk mendapatkan manfaat ini.

    “Ini berarti pemotongan karbohidrat secara berkala sebagai cara puasa metabolik bisa lebih berkelanjutan dan memberi manfaat lebih dari sekedar mereka yang mau menurunkan berat badan.” kata salah satu penulis dan profesor madya gizi di University of Surrey di Inggris, Adam Collins, PhD.

    Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Mengurangi Karbohidrat

    Biasanya, tubuh akan memecah karbohidrat menjadi glukosa untuk energi. Saat karbohidrat dikonsumsi secara berlebihan, sebagian kelebihannya akan disimpan sebagai lemak.

    Namun, jika tubuh tidak mengonsumsi cukup karbohidrat, maka lemak yang tersimpan akan digunakan sebagai energi. Sehingga, proses ini bisa meningkatkan penurunan berat badan atau pengendalian kadar gula darah dan insulin dengan lebih baik.

    Namun, Collins mengatakan dalam studi ini, pola makan rendah karbohidrat diimbangi dengan konsumsi lemak tinggi agar total kalori tetap setara.

    “Oleh karena itu, Anda mungkin membakar lebih banyak lemak yang Anda makan daripada lemak di dalam tubuh Anda. Meskipun demikian, kami menunjukkan peningkatan yang sebanding dalam pembersihan lemak dan pembakaran lemak melalui pembatasan karbohidrat,” kata Collins.

    Apakah Efektif?

    Meski mendapat hasil yang bermanfaat, temuan ini berasal dari sebuah penelitian kecil dan singkat. Jadi, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami jangka panjang dari pengurangan karbohidrat secara berkala.

    “Sangat sulit untuk mengatakan dari subjek yang mengikuti ini selama satu hari, apakah efek ini akan bertahan selama berminggu-minggu jika seseorang melakukannya lebih lama,” kata ahli endokrinologi bersertifikat dan asisten profesor klinis di departemen kedokteran NYU Langone Health, Joanne Bruno, MD, PhD.

    Pasalnya, dalam studi ini, orang yang mengikuti diet karbohidrat membatasi asupan karbohidrat hingga 50 gram per hari selama dua hari. Padahal, pedoman diet menyarankan bahwa seseorang yang melakukan diet 2.000 kalori harus mengonsumsi 130 gram karbohidrat setiap hari. Perlu diketahui membatasi karbohidrat hingga 50 gram atau kurang per hari bisa menyebabkan kekurangan gizi.

    Sehingga, Bruno menyarankan untuk mencari pola diet yang bisa dijalankan dalam jangka panjang. Biasanya, diet tersebut mencakup berbagai kelompok makanan dan zat gizi makro yang fokus pada makanan utuh, nabati, dan tidak diolah.

    (elk/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Diet Mentimun Bikin BB Pria di Jepang Turun 11 Kg, Dokter Wanti-wanti soal Ini


    Jakarta

    Seorang koki di Jepang berhasil menurunkan berat badannya hingga 11 kg hanya dalam waktu dua bulan. Pria bernama Nozaki Hiromitsu itu menerapkan diet mentimun.

    Dia akan makan 1-2 mentimun setiap sebelum makan. Selama makan, Nozaki akan mengunyah sebanyak 20 kali di setiap gigitannya. Hasilnya, ia lebih sering buang air kecil dan membuat perutnya mengecil.

    Terkait ini, spesialis gizi dr Johanes Chandrawinata, SpGK, mengungkapkan bahwa mentimun memang rendah kalori. Dengan menerapkan cara makan seperti Nozaki, dapat membuat lebih cepat kenyang.


    “Akibatnya, asupan kalori berkurang dan berat badan pun turun,” terangnya pada detikcom, Kamis (5/12/2024).

    Namun, ada hal yang harus diperhatikan jika ingin mencoba diet mentimun ini. dr Johanes menekankan pentingnya mencuci kulit mentimun sampai benar-benar bersih.

    Pasalnya, pada mentimun terdapat kandungan pestisida yang mungkin saja masih menempel di kulitnya.

    “Yang harus diperhatikan adalah kemungkinan adanya kandungan pestisida pada kulit mentimun. Jadi, cuci bersih mentimun sebelum dikonsumsi,” kata dr Johanes.

    Dikutip dari MedicineNet, diet ini terdiri dari mentimun yang dikombinasikan dengan beberapa makanan yang kaya protein. Misalnya seperti telur, ayam, ikan, dan kacang-kacangan.

    Diet mentimun ini mengharuskan seseorang yang menjalaninya untuk mengkonsumsi mentimun di setiap waktu makan. Beberapa makanan yang dapat dikonsumsi bersama mentimun, meliputi:

    • Sayuran: Tomat, bayam, seledri, dan sayuran lain dalam jumlah sedikit.
    • Protein: Ayam, daging sapi rendah lemak, ikan, telur, greek yogurt, keju cottage, dan keju cheddar.
    • Karbohidrat: Nasi merah, kentang, dan roti gandum.
    • Minuman: Minuman rendah kalori seperti air putih atau teh.

    (sao/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Diet Sambil Tetap Makan Nasi Putih? Bisa Kok, Begini Caranya

    Jakarta

    Nasi putih sering dianggap sebagai ‘musuh’ saat diet. Pasalnya, banyak orang yang beranggapan makan nasi putih dapat menggagalkan diet dan bahkan memicu kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.

    Nasi putih mengandung karbohidrat sederhana, yaitu jenis karbohidrat yang mudah dicerna oleh tubuh. Hal ini membuat tubuh cepat lapar, sehingga mendorong keinginan untuk makan lebih banyak.

    Nasi putih juga memiliki indeks glikemik yang tinggi, sehingga dapat dengan mudah menyebabkan kenaikan gula darah. Kedua faktor inilah yang dapat mengganggu program diet dan menghambat penurunan berat badan.


    Lantas, apakah seseorang yang sedang diet benar-benar harus stop makan nasi?

    Spesialis gizi dr Davie Muhamad, SpGK, mengungkapkan makan nasi putih selama diet tetap diperbolehkan. Pasalnya, nasi putih menyediakan karbohidrat yang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi.

    Menurutnya, yang perlu diperhatikan adalah porsi dan defisit kalori. Jadi, porsi nasi putih disesuaikan agar mencapai defisit kalori, sehingga mempercepat penurunan berat badan.

    “Jadi, nasi masih nggak masalah asal porsinya disesuaikan, tergantung tiap orang. Karena setiap orang itu kebutuhan kalorinya berbeda-beda,” ujar dr Davie kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Apa itu defisit kalori? Dikutip dari Healthline, defisit kalori adalah kondisi ketika tubuh membakar lebih banyak kalori dibandingkan jumlah yang masuk ke dalam tubuh.

    Jadi jika seseorang biasanya membutuhkan 1.800 kalori per hari, bisa dikurangi secara perlahan agar kebutuhan kalorinya menjadi 1.500 dan seterusnya.

    Tingkatkan Asupan Protein

    Selain memerhatikan jumlah karbohidrat dan kalori, dr Davie juga menekankan pentingnya asupan protein dan serat. Protein dibutuhkan untuk mempertahankan massa otot, sedangkan serat membantu melancarkan pencernaan.

    Keduanya juga dapat meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan, dua hal yang berkontribusi dalam penurunan berat badan.

    Berikut contoh pola diet seimbang dengan tetap makan nasi untuk sarapan, makan siang, dan malam:

    • Karbohidrat, seperti nasi setengah porsi (setengah centong nasi atau 5-6 sendok makan)
    • Protein, bisa ayam atau ikan dengan ukuran setengah telapak tangan 2 potong, bisa juga diganti dua butir telur (bisa dikombinasikan)
    • Lauk nabati, seperti tahu atau tempe sebanyak satu potong atau sekitar 50 gram
    • Serat, seperti sayur-mayur yang bervariasi sebanyak satu piring kecil atau mangkuk sedang penuh

    dr Davie menambahkan untuk mengurangi konsumsi makanan yang digoreng. Sebab, makanan tersebut cenderung tinggi kalori sehingga bisa menyebabkan peningkatan berat badan.

    “Kalau dari saya boleh saja ada yang digoreng tapi nggak semuanya,” imbuhnya.

    Ia juga menyarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti buah-buahan, sebagai selingan untuk mengontrol rasa lapar.

    (ath/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • 7 Makanan Berkalori Tinggi yang Sering Bikin Diet Gagal, Termasuk Kopi Kekinian

    Jakarta

    Hampir seluruh program diet fokus untuk membatasi asupan kalori harian. Salah satu caranya adalah dengan mengurangi konsumsi makanan berkalori tinggi.

    Dikutip dari NHS, kalori adalah nilai yang menunjukkan seberapa banyak energi yang dapat diperoleh dari makanan dan minuman. Kalori diubah menjadi energi melalui proses metabolisme. Energi tersebut kemudian digunakan untuk mendukung kinerja dan fungsi berbagai organ tubuh, seperti bergerak, bernapas, berpikir, dan masih banyak lagi.

    Sisa kalori yang tidak diubah menjadi energi akan disimpan sebagai lemak di dalam tubuh. Inilah alasan mengapa mengonsumsi makanan berkalori tinggi dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas.


    Orang-orang yang sedang diet mungkin sering tidak sadar mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Akibatnya, proses penurunan berat badan terhambat atau tidak optimal. Karena itu, penting untuk mengenali jenis makanan berkalori tinggi yang bisa mengganggu program diet.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut makanan berkalori tinggi yang perlu dibatasi saat sedang diet.

    1. Minuman Bersoda

    Minuman bersoda cenderung mengandung gula yang sangat tinggi. Gula, seperti halnya karbohidrat lain, memiliki kandungan kalori. Inilah alasan mengapa orang yang sering mengonsumsi minuman bersoda rentan mengalami kenaikan berat badan.

    Tak hanya itu, kandungan gula dalam minuman bersoda juga dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2.

    2. Gorengan

    Meski tidak mengandung gula, gorengan juga termasuk makanan berkalori tinggi. Kalori gorengan berasal dari minyak, lemak jenuh, dan garam yang digunakan saat memasak makanan tersebut.

    Ketika digoreng di dalam minyak, makanan akan kehilangan kandungan air dan menyerap lebih banyak lemak. Inilah yang menyebabkan makanan yang digoreng memiliki kalori tinggi.

    Kandungan kalori gorengan juga semakin meningkat ketika disantap bersama saus tomat atau mayones yang juga tinggi kalori.

    3. Olahan Daging

    Sama seperti gorengan, produk olahan daging juga cenderung mengandung garam dan lemak yang sangat tinggi. Inilah yang membuat produk olahan daging tergolong makanan berkalori tinggi.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasi produk olahan daging, seperti ham, dendeng, salami, dan frankfurt sebagai kelompok 1 karsinogenik, atau makanan yang dapat memicu kanker. Terlalu sering mengonsumsi olahan daging dikaitkan dengan risiko kanker perut dan usus besar.

    4. Keripik

    Jangan tertipu dengan bentuk keripik yang tipis dan kecil. Sebab, makanan ini memiliki kalori yang cukup tinggi.

    Kalori keripik umumnya berasal dari garam yang digunakan saat memproses mekanan tersebut. Selain itu, keripik cenderung diolah dengan cara digoreng menggunakan minyak, sehingga semakin meningkatkan kandungan kalorinya.

    5. Roti Tawar

    Makanan yang kerap dijadikan menu sarapan ini tak hanya tinggi kalori, tapi juga mengandung karbohidrat sederhana. Karbohidrat sederhana adalah jenis karbohidrat yang cepat dicerna oleh tubuh dan dapat mengakibatkan lonjakan gula darah yang signifikan. Kombinasi inilah yang membuat roti tawar dapat dengan mudah menyebabkan seseorang mengalami kenaikan berat badan.

    6. Es Krim

    ‘Cheat day’ dengan makan es krim? Sebaiknya pikirkan lagi. Pasalnya, es krim termasuk makanan berkalori tinggi yang bisa dengan mudah mengacaukan program diet.

    Kalori es krim berasal dari berbagai macam hal, seperti gula, karbohidrat, lemak, dan bahkan garam. Tak hanya itu, es krim juga mengandung sejumlah kolesterol yang bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

    7. Kopi Kekinian

    Kopi sejatinya adalah minuman yang rendah kalori. Tapi lain cerita jika kopi ditambahkan dengan susu, krim, atau pemanis tambahan lain.

    Dikutip dari Healthline, kopi latte (kopi yang ditambahkan susu) dapat mengandung hingga 72 kalori. Jumlah tersebut bisa meningkat jika latte ditambahkan dengan perasa, seperti sirup atau bubuk coklat.

    Selain itu, menambahkan gula, susu, dan pemanis dapat merusak khasiat kesehatan yang dimiliki oleh kopi. Jadi jika ingin mendapat manfaat dari minum kopi, hindari menambahkan bahan-bahan tersebut.

    (ath/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Cara Diet Kentang untuk Turunkan BB dengan Cepat, Tertarik Coba?

    Jakarta

    Tak sedikit orang yang melakukan diet ketat untuk memperoleh berat badan ideal dalam waktu singkat. Di sisi lain, mereka menginginkan diet dengan tetap konsumsi makanan sehat. Karena itu, diet kentang banyak dipilih.

    Diet kentang menawarkan metode penurunan berat badan dalam waktu cepat. Ini dilakukan dengan hanya mengkonsumsi kentang saat diet berlangsung selama beberapa hari.

    Dilansir Verywell Fit, orang yang telah menjalani diet kentang mengklaim berat badan mereka berhasil turun sekitar 0,45 kg per minggu. Sebab itu, tak sedikit yang tertarik dengan metode diet ini. Jadi, apakah kamu mau coba diet kentang? Simak cara melakukannya berikut.


    Cara Diet Kentang untuk Turunkan Berat Badan

    Sesuai namanya, diet kentang dilakukan dengan hanya memakan kentang selama beberapa hari. Tim Steele yang mempopulerkan kembali diet kentang pada 2016 lewat bukunya memiliki aturan bahwa diet ini berlangsung selama 3-5 hari.

    Dalam diet ini, kentang menjadi sumber karbohidrat dan kalori utama. Kentang juga berperan sebagai sumber serat, vitamin, dan mineral untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.

    Makanan lain termasuk bumbu, saus, dan minyak apapun tidak diizinkan. Garam boleh digunakan tapi lebih baik dihindari. Dan hanya bisa minum air putih, teh, atau kopi hitam.

    Metode memasak kentangnya juga mesti diperhatikan. Tidak dianjurkan menggoreng kentang, hanya boleh direbus atau dipanggang. Tentunya produk kentang olahan seperti french fries atau keripik kentang tidak boleh.

    Konsumsi obat selama diet kentang diperbolehkan sesuai arahan dokter. Akan tetapi, suplemen makanan tidak diperkenankan. Olahraga berat juga tidak dianjurkan, sebaliknya bisa lakukan olahraga ringan atau berjalan kaki.

    Variasi diet yang mirip bernama Spud Fit Challenge juga dibuat oleh Andrew Taylor. Metode dietnya ini memperbolehkan makan ubi jalar. Untuk bumbu, rempah-rempah, dan kondimen bebas lemak juga diizinkan asalkan dalam jumlah sedikit.

    Diet kentang memiliki aturan yang sangat membatasi. Karenanya, diet ini tidak cocok untuk diterapkan dalam jangka panjang.

    Manfaat Diet Kentang

    Selain dapat menurunkan berat badan dalam waktu singkat, ada beberapa manfaat lain dari diet kentang, dikutip Healthline.

    1. Gizi Kentang Cukup Lengkap

    Walau hanya memakan kentang selama program diet, ternyata kandungan gizi kentang cukup lengkap. Kentang menjadi sumber vitamin dan mineral penting, seperti vitamin C, potasium, folat, dan zat besi.

    2. Kentang Tinggi Serat

    Kentang juga memiliki serat yang tinggi. Setiap 100 gram kentang rebus tanpa garam mengandung 1,8 gram serat. Serat dapat membuat kenyang lebih lama dan bisa menjaga kesehatan pencernaan.

    3. Mudah Diikuti

    Diet kentang cukup mudah dilakukan karena aturannya yang terbilang sederhana. Dengan begitu, orang dapat dengan mudah mengikutinya.

    4. Harga Kentang Terjangkau

    Bahan utama kentang yang digunakan juga sangat mudah didapatkan di Indonesia. Terlebih, harganya cukup terjangkau. Sebab itu, tak sedikit orang yang memilih kentang sebagai alternatif diet.

    Efek Samping Diet Kentang

    Mengandalkan hanya kentang sebagai asupan makanan selama diet disebutkan memiliki efek samping. Berikut efek samping yang mungkin terjadi selama atau setelah diet kentang:

    • Defisiensi protein
    • Hilangnya massa otot
    • Memperlambat metabolisme tubuh
    • Fungsi kekebalan tubuh yang terganggu
    • Sembelit atau kembung
    • Tidak bertenaga dan mudah lesu
    • Anemia
    • Bisa menimbulkan masalah mata dan tulang.

    Orang dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes mesti berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika ingin mencoba diet kentang. Karena bisa menyebabkan kadar gula darah melonjak dengan cepat.

    Diet kentang juga tergolong diet ketat. Karena itu, tidak disarankan untuk dilakukan dalam jangka panjang karena dapat merusak nutrisi yang diperlukan tubuh.

    (azn/fds)



    Sumber : health.detik.com