Tag: karbon

  • Udara Jakarta Terburuk ke-2 Dunia, Ini Cara Jaga Rumah Tetap Bersih dari Polusi


    Jakarta

    Dalam beberapa hari terakhir, kualitas udara di Jakarta masuk dalam kategori buruk sehingga tidak baik untuk kesehatan. Dalam pantauan detikcom di situs IQ Air, Rabu (16/7/2025), kualitas udara di Jakarta masuk peringkat kedua terburuk di dunia.

    Hal ini tentu membuat banyak masyarakat khawatir karena harus menghirup udara tidak sehat sehari-hari. Belum lagi udara kotor tersebut masuk ke dalam rumah sehingga dapat mengganggu kesehatan penghuninya.

    Meski begitu, ada beberapa tips agar udara di dalam rumah tetap bersih dan bebas dari polusi. Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Agar Udara di Dalam Rumah Tetap Bersih

    Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar udara di dalam rumah tetap bersih. Dengan begitu, kamu bisa menghirup udara segar tanpa khawatir terpapar polusi. Dikutip dari Healthline, berikut sejumlah tipsnya:

    1. Mencegah Udara Kotor

    Tips yang pertama adalah mencegah udara kotor dan polusi masuk ke dalam rumah. Udara kotor ini meliputi asap rokok dan asap pembakaran sampah.

    Perlu diketahui, asap rokok mengandung ribuan bahan kimia berbahaya, mulai dari nikotin, tar, karbon monoksida, dan benzena. Sedangkan asap pembakaran sampah juga mengandung zat beracun, seperti karbon monoksida, karbon dioksida, nitrogen oksida, dan hidrokarbon.

    Selain mengganggu udara bersih di dalam rumah, menghirup kedua asap tersebut bisa membahayakan kesehatan. Beberapa risiko penyakit yang ditimbulkan seperti jantung, kanker, gangguan pernapasan, dan stroke.

    2. Singkirkan Debu

    Debu dan kotoran yang menempel di furnitur, dinding, ataupun lantai bisa menyebabkan kualitas udara di dalam rumah memburuk. Hal ini bisa menyebabkan kamu jadi mudah bersin, pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan kulit gatal.

    Jika ada banyak debu di dalam rumah, cobalah untuk dibersihkan secara rutin menggunakan sapu atau vacuum cleaner. Bersihkan juga karpet dan furnitur di rumah agar tidak ada lagi sisa debu yang menempel.

    3. Pakai Air Purifier

    Agar udara di dalam rumah tetap bersih disarankan memakai air purifier. Alat ini dirancang untuk membersihkan udara kotor dengan menyaring partikel kecil seperti debu dan asap yang ada di ruangan.

    Air purifier bekerja dengan cara menyedot udara kotor, lalu melewati serangkaian filter seperti High-Efficiency Particulate Air (HEPA). Setelah udara kotor disaring, air purifier akan menyemburkan udara bersih ke dalam ruangan.

    Sejumlah air purifier telah mengusung teknologi canggih dan filter udara terbaik. Hal ini dapat menyaring patogen di udara seperti bakteri, virus, dan spora jamur.

    4. Membersihkan Ventilasi Udara

    Ventilasi udara sangat penting agar mengalirkan udara kotor di dalam rumah dan menggantinya dengan udara bersih dari luar sekaligus mencegah kelembapan. Meski begitu, pertimbangkan lagi untuk membuka ventilasi jika udara di luar sedang tidak sehat.

    Selain itu, dianjurkan juga untuk membersihkan ventilasi udara di dalam rumah dari debu dan kotoran. Langkah ini penting agar udara yang masuk ke dalam rumah tidak terkontaminasi partikel debu yang justru membahayakan kesehatan.

    5. Menanam Tanaman Hijau

    Ada banyak tanaman hijau yang cocok ditanam di dalam rumah. Bahkan, beberapa di antaranya disebut efektif menjaga udara tetap bersih di dalam ruangan, seperti tanaman dracaena, peace lily, dan ivy.

    Meski begitu, jangan hanya mengandalkan tanaman hijau untuk membasmi udara kotor di dalam ruangan. Sebab, tanaman ini hanya mampu mengurangi polusi sampai batas tertentu saja. Lalu, dibutuhkan juga perawatan rutin agar tanaman bisa menjaga udara bersih secara optimal.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Ketahui Kelebihan, Kekurangan, dan Bedanya dengan Bata Merah


    Jakarta

    Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi bahan bangunan semakin berkembang. Salah satu inovasi terbaru dalam dunia konstruksi modern adalah material bata ringan. Sesuai namanya, bata ringan atau bata hebel memiliki bobot berat yang lebih rendah dibandingkan bata merah biasa.

    Meskipun ringan, jenis bata ini memiliki kekuatan struktural dan keunggulan lainnya yang tak kalah bagus dari material bata konvensional. Dalam artikel ini, detikProperti akan mengulas lebih lanjut mengenai bata ringan beserta kelebihan dan kekurangannya.


    Mengenal Bahan Bata Ringan

    Dilansir dari laman Loftybuildinggroup, bata hebel merupakan beton ringan aerasi (Autoclaved Aerated Concrete) yang terbuat dari bahan-bahan berupa pasir, semen, kapur, dan gypsum. Bata ringan umumnya tersedia dalam bentuk balok atau panel, dan dapat dikatakan sebagai salah satu bahan bangunan serbaguna yang kuat. Satu panel standar bata hebel diketahui setara dengan ukuran 75 batu bata merah biasa. Oleh karena itu, bata ringan bisa menjadi pilihan material yang tepat untuk konstruksi dinding luar rumah.

    Kelebihan Bata Ringan

    Bata ringan banyak digunakan untuk rumah modern karena keunggulan dan nilai ekonomisnya. Mengutip dari laman Carlislehomes dan Langdonbuilding, berikut sejumlah kelebihan yang ditawarkan oleh bahan bata ringan:

    1. Kokoh dan Tahan Lama

    Bata ringan rupanya mempunyai kekuatan dan daya tahan yang tak kalah baik dibanding bata konvensional. Pasalnya, pada panel bata ringan terdapat tulangan baja dengan lapisan anti-korosi yang membantu memaksimalkan kekuatan dan daya tahan material bata.

    2. Ramah Lingkungan

    Dalam membangun rumah, dampak terhadap lingkungan sekitar juga penting untuk dipertimbangkan. Untuk itu, bata ringan hadir sebagai terobosan material bangunan yang ramah lingkungan. Dari segi bahan dan pembuatannya, bata ringan diproduksi dengan menggunakan bahan baku dan energi yang lebih sedikit dari bata biasa. Limbah hingga uap dari proses pembuatan bata hebel didaur ulang, sehingga gas rumah kaca yang dihasilkan pun minim.

    3. Mereduksi Suara

    Bata ringan bisa menjadi pilihan material bangunan yang tepat untuk membangun rumah yang kedap suara. Pasalnya, jenis bata ini mampu mengurangi transmisi suara dari luar, sehingga kamu nggak akan terganggu dengan segala kebisingan suara jalanan atau rumah tetangga. Karena kemampuannya dalam meredam suara, penggunaan bata ringan direkomendasikan untuk rumah bertingkat, rumah di pinggir jalan, atau rumah di daerah suburban yang letaknya saling berdekatan.

    4. Efisiensi Energi

    Keunggulan berikutnya dari penggunaan bahan bata ringan adalah jenis bata ini memiliki efisiensi energi yang baik. Hal ini karena bata hebel dirancang dengan kemampuan isolasi termal yang efektif untuk menjaga suhu rumah tetap sejuk, bahkan dalam kondisi musim panas sekalipun. Secara tidak langsung, penggunaan bata ringan juga membantu mengurangi biaya pemanasan atau pendinginan.

    5. Pemasangannya yang Cepat

    Bobot berat bata hebel yang lebih ringan dibanding bata merah konvensional tentunya membuat proses pemasangan bata hebel lebih cepat dan mudah. Apabila dikerjakan oleh tenaga ahli berpengalaman, pemasangan bata ringan untuk rumah diperkirakan hanya membutuhkan waktu tiga hari saja.

    6. Tahan Api

    Kelebihan lainnya dari bata ringan adalah jenis bata ini bersifat tahan api dan tidak mudah terbakar, sehingga cocok digunakan untuk rumah di area yang rawan terjadi kebakaran hutan. Material bata hebel sendiri juga sudah memenuhi persyaratan untuk enam kategori tingkat serangan kebakaran hutan atau Bushfire Attack Level (BAL) dan teruji oleh CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization).

    Kekurangan Bata Ringan

    Di balik kelebihannya, bata ringan tetap memiliki beberapa kekurangan. Dikutip dari buku Cara Cepat Menghitung Kebutuhan Material oleh Yusep Arif Kamaludin dan buku Panduan Lengkap Membangun Rumah oleh Gatut Susanta, kekurangan bata hebel adalah sebagai berikut:

    • Harganya relatif lebih mahal dibanding batako tras.
    • Memerlukan tenaga ahli yang dapat memasang bata hebel dengan baik.
    • Karena dijual per 1 meter kubik, jenis bata ini hanya tersedia di toko material besar.
    • Rentan retak dan lapuk.
    • Dinding mudah dilubangi karena terdapat lubang pada bagian sisi dalam bata.

    Perbedaan Bata Ringan dan Bata Merah

    Detikers mungkin bertanya-tanya, apa bedanya antara bata ringan dan bata merah biasa? Dilansir dari situs Buildpilot, berikut rincian perbedaan bahan bata ringan dan batako:

    1. Komposisi dan Karakteristik

    • Bata ringan: Memiliki bobot yang lebih ringan dan kemampuan isolasi termal yang baik untuk menjaga suhu dalam ruangan.
    • Bata merah: Tahan terhadap cuaca ekstrem apabila dirawat dan dipasang dengan tepat.

    2. Harga

    • Bata ringan: Karena kualitas isolasi dan kemudahan pemasangannya, harga bata ringan cenderung lebih tinggi.
    • Bata merah: Lebih terjangkau dari segi harga. Namun, memerlukan tambahan biaya untuk perawatannya.

    3. Daya Tahan dan Masa Pakai

    • Bata ringan: Relatif awet dan mempunyai ketahanan yang baik terhadap elemen cuaca seperti rayap, jamur, dan kelembaban.
    • Bata merah: Meskipun tahan api, bata merah cenderung rentan lembab dan retak seiring waktu.

    4. Dampak Terhadap Lingkungan

    • Bata ringan: Proses produksinya melibatkan konsumsi sumber daya dan emisi karbon yang minim, sehingga ramah lingkungan.
    • Bata merah: Proses produksinya lebih boros, karena memerlukan energi dan sumber daya yang besar.

    5. Proses Pemasangan

    • Bata ringan: Sifatnya yang ringan membuat jenis bata ini relatif lebih cepat dan mudah untuk dipasang.
    • Bata merah: Proses pemasangannya membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga ahli yang terampil.

    Pada akhirnya, baik bata hebel ataupun bata merah mempunyai kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Pemilihan material bahan bisa disesuaikan dengan kebutuhan, preferensi dan budget yang dimiliki.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Usah Takut, 3 Tanaman Hias Ini Aman Ditaruh di Kamar Tidur


    Jakarta

    Tanaman hias bisa menjadi dekorasi kamar tidur supaya suasana terasa lebih asri dan menyatu dengan alam. Akan tetapi, masih banyak orang yang ragu untuk menyimpan tanaman hidup di dalam kamar karena dianggap berbahaya untuk kesehatan.

    Memang tanaman menghasilkan karbon dioksida (CO2) pada malam hari, sehingga dapat terhirup waktu tidur. Hal ini yang membuat orang-orang enggan menaruh tanaman hias di dalam kamar.

    Mengutip dari Leaf Envy, Jumat (28/6/2024), tanaman menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen melalui fotosintesis pada siang hari. Namun, pada malam hari, mereka mengganti cara bernafas dengan mengambil oksigen dan melepaskan karbon dioksida, serupa seperti yang dilakukan manusia.


    Jadi, punya tanaman hidup di kamar tidur itu berbahaya? Eitss, ternyata nggak juga. Karena ternyata jumlah karbon dioksida yang dilepaskan oleh tanaman di malam hari itu dalam jumlah sedikit. Alhasil, tidak ada dampak signifikan pada kadar oksigen kamar tidur kamu.

    Namun, perlu dicatat ada beberapa jenis tanaman yang terus melepaskan oksigen bahkan pada malam hari. Jadi, kamu nggak semua jenis tanaman yang bisa ditaruh di kamar tidur.

    Lalu, tanaman apa saja yang boleh?

    Tanaman Hias yang Cocok buat Kamar Tidur

    Tidak semua tanaman diciptakan sama dalam hal kesesuaiannya untuk kamar tidur Anda. Beberapa lebih cocok daripada yang lain karena karakteristik unik mereka.

    Lidah buaya: Aloe Vera juga melepaskan oksigen di malam hari dan telah digadang sebagai kualitas pemurni udara alami.

    Lavender: Lavender tidak menghasilkan oksigen di malam hari seperti Aloe Vera, tetapi aromanya dapat membantu meningkatkan tidur dan mengurangi tingkat kecemasan.

    Lidah Mertua: Selain ideal untuk dijadikan dekorasi untuk kamar tidur, tanaman satu ini juga membuat udara ruangan menjadi lebih segar dan sehat.

    Jadi, bagaimana detikers masih masih takut buat taruh tanaman di kamar tidur ?

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tanaman Hias yang Cocok untuk Kamar Tidur dan Manfaatnya


    Jakarta

    Sekarang tengah marak dekorasi kamar dengan tanaman di dalamnya. Tanaman ini bukan tanaman hias yang berbunga, melainkan tanaman hijau yang bisa menambah kesan adem di kamar.

    Namun, kamu perlu mengetahui tidak semua tanaman bisa diletakkan di dalam ruangan. Sebab, karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan tanaman pada malam hari, bisa terhirup oleh kamu saat tidur. Sementara manusia hanya memerlukan oksigen.

    Mengutip dari Leaf Envy, Selasa (16/7/2024), ada beberapa tanaman yang dapat menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen melalui fotosintesis. Meskipun begitu, tidak semua tanaman berbahaya, ada pula tanaman yang tetap aman diletakkan di dalam ruangan seperti di kamar. Sebab, jumlah karbon dioksida yang dilepaskan oleh tanaman di malam hari itu dalam jumlah sedikit. Alhasil, tidak ada dampak signifikan pada kadar oksigen kamar tidur kamu.


    Tanaman yang Bisa Diletakkan di Kamar

    1. Lidah buaya

    Lidah buaya atau aloe vera kerap digunakan sebagai tanaman obat karena kaya manfaat. Ternyata tanaman ini boleh diletakkan di ruangan seperti kamar karena melepaskan oksigen di malam hari dan disebut sebagai kualitas pemurni udara alami.

    2. Lavender

    Nama tanaman satu ini sudah tidak asing karena banyak pengharum ruangan memakai wewangian dari bunga ini. Ternyata tanaman lavender yang asli bisa diletakkan di dalam ruangan karena dia meninggalkan aroma yang dapat membantu meningkatkan tidur dan mengurangi tingkat kecemasan.

    3. Lidah Mertua

    Bentuknya mirip dengan lidah buaya, tetapi tanaman ini berbeda. Tanaman jenis ini bisa membuat udara dalam ruangan menjadi lebih segar dan sehat.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Perlu Alat Canggih, 5 Tanaman Ini Ampuh Serap Asap Rokok


    Jakarta

    Setiap orang pasti menginginkan rumahnya bersih dari asap dan bau tidak sedap. Namun, ada beberapa rumah yang memiliki anggota keluarga perokok aktif. Biasanya mereka pergi keluar rumah saat ingin merokok. Meskipun sudah di luar rumah, tetapi tidak menutup kemungkinan asap dan bau dari rokok bisa tercium ke dalam rumah.

    Bagi kamu yang kerap terganggu dengan bau asap rokok, bagaimana caramu menghilangkan asap dan bau tersebut? Menyalakan kipas angin? Memakai pengharum ruangan? Atau menunggu hingga baunya hilang sendiri?

    Cara-cara itu memang ampuh untuk menyaring udara, tetapi coba letakkan tanaman-tanaman yang ampuh menyaring udara dan menyerap zat-zat berbahaya dari asap rokok. Memangnya ada? Tentu saja ada karena tanaman-tanaman ini bisa menyerap bau dan zat-zat tersebut, berikut di antaranya.


    1. Lili Paris atau Spider Plant

    cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Lili Paris atau spider plant bisa menyerap lebih dari 90% o-Xylene yang ditemukan dalam bahan bakar dan p-Xylene yang ditemukan dalam produk plastik dan karet. Dilansir dari CNN, Kamis (8/8/2024), dengan menempatkan tanaman ini dalam beberapa hari bisa menyerap 90% formaldehida dan karbon monoksida, bahan yang dihasilkan asap rokok.

    2. English Ivy

    A selection of photographs taken primarily in our English cottage garden of a wide variety of native plants, flowers, foliage and flora.Ilustrasi English Ivy. Foto: Getty Images/Jack Holliday

    Tanaman English Ivy cocok sensitif pada asap sehingga dianjurkan ditanam di sekitar rumah yang banyak asapnya termasuk yang berada di pinggir jalan

    3. Bunga Krisan

    flower of chrysanthemum and woman hand with copyspaceflower of chrysanthemum and woman hand with copyspace Foto: Getty Images/iStockphoto/penyushkin

    FNP menyatakan bungakrisan atau chrysanthemum efektif dapat menghilangkan karbon monoksida danformaldehida dari rokok. Padahal rumah ini biasa digunakan pada saat berduka, ternyata bungakrisan memiliki fungsi lain yang sangat berguna.

    4. Peace Lily

    Peace Lily in white flower pot on wood with black background. spathiphyllum houseplant for Valentines DayPeace Lily in white flower pot on wood with black background. spathiphyllum houseplant for Valentines Day Foto: Dok. Istock

    Bukan hanya indah dilihat, peace lily ternyata bisa menghilangkan toksin yang berasal dari rokok, seperti benzena dan formaldehida.

    5. Areca Palm

    Areca Palm, Chrysalidocarpus lutescens, in a wicker basket, isolated in front of a white wall on a wooden floorAreca Palm, Chrysalidocarpus lutescens, in a wicker basket, isolated in front of a white wall on a wooden floor Foto: iStock

    Jenis palem satu ini kerap diletakkan di dalam ruangan karena berdaun lebar dan tinggi. Kegunaan Arace Palm lebih dari tanaman hias. Tanaman ini dapat menghilangkan formaldehida yang berasal dari rokok.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kompor Gas vs Kompor Listrik: Adu Hemat dan Keamanan



    Jakarta

    Memilih antara kompor gas dan kompor listrik bisa menjadi dilema bagi banyak orang. Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri yang dapat mempengaruhi biaya, kenyamanan, hingga keamanan di dapur.

    Apakah kamu lebih sering memasak dalam jumlah besar atau hanya sekedar membuat masakan dalam jumlah kecil. Sebelum menentukan pilihan, simak perbandingan dan beberapa faktor berikut antara kompor gas dan kompor listrik untuk menemukan yang paling sesuai dengan kebutuhan kamu.

    Keamanan

    Melansir Bob Vila, pada umumnya kompor listrik dianggap jauh lebih aman dibanding kompor gas. Kompor gas dapat menghasilkan emisi berbahaya, seperti karbon dioksida dan karbon monoksida yang berbahaya bagi kamu dan lingkungan sekitar, terutama yang tidak memiliki ventilasi udara yang baik.


    Terdapat api yang terbuka pada kompor gas, ini memungkinkan resiko kebakaran yang lebih tinggi, apalagi jika dekat benda yang mudah terbakar seperti tisu dapur dan kain lap.

    Biaya Perawatan

    Kompor gas cenderung lebih mahal untuk dipasang dibanding dengan kompor listrik, tetapi tidak jauh lebih mahal. Harga dari keduanya sangat bervariasi, ini semua tergantung pada model, merek, dan fiturnya, jadi dalam beberapa kasus, kompor listrik masih jauh lebih mahal daripada kompor gas.

    Namun, biaya operasional biasanya cukup berbeda sehingga menjadi faktor penting dalam memilih. Meskipun tarif listrik dan gas bervariasi di setiap wilayah, di kebanyakan tempat, gas alam cenderung lebih terjangkau dibandingkan listrik.

    Karena itu, kompor gas umumnya menghabiskan biaya operasional 10 hingga 30 persen lebih rendah bila digunakan terus-menerus.

    Dalam hal perawatan, meskipun membersihkan kompor dengan elemen listrik terbuka hampir sama dengan kompor gas yang memiliki pembakar dan jeruji, kompor listrik dengan permukaan kaca atau keramik cenderung jauh lebih mudah dibersihkan.

    Saat sudah dingin, permukaan kompor listrik ini bisa dibersihkan dengan mudah menggunakan lap basah dan sedikit sabun pencuci piring.

    Kontrol Suhu

    Kompor gas bereaksi sangat cepat pada perubahan suhu ketika api menyebar di dasar panci, sehingga kamu bisa mengatur panas nya lebih tepat sesuai kemauan. Sementara itu kompor listrik memiliki reaksi yang kurang cepat, terutama ketika suhu berubah dari panas ke dingin.

    Efisiensi Energi

    Walaupun kompor gas lebih ekonomis dalam biaya operasional dibandingkan kompor listrik, kompor gas kurang efisien dalam penggunaan energi. Sekitar 74 persen energi dari kompor listrik dialirkan ke makanan, sedangkan pada kompor gas hanya sekitar 40 persen.

    Namun, kompor listrik masih belum menjadi pilihan paling hemat energi. Berdasarkan studi dari American Council for an Energy-Efficient Economy, kompor induksi, yang memanaskan peralatan memasak melalui elektromagnetisme, mampu mentransfer hingga 90 persen energinya langsung ke makanan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Air Keran, Ini Air yang Paling Baik buat Siram Tanaman



    Jakarta

    Tanaman sebaiknya disiram dengan jumlah dan intensitas yang tepat agar tumbuh optimal. Tak hanya itu, ternyata jenis air yang dipakai buat siram tanaman juga bisa mempengaruhi pertumbuhannya, lho.

    Dilansir dari Spectrum News 1, ternyata air hujan merupakan opsi terbaik untuk menyiram tanaman. Soalnya, hujan memiliki kandungan bermanfaat yang tidak dapat oleh air keran yang biasa kita gunakan.

    Nggak heran, pekarangan rumah yang baru disiram air hujan yang lebat tampak lebih segar. Namun, apa yang membuat air hujan lebih unggul daripada air keran ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Kenapa Air Hujan Paling Bagus buat Siram Tanaman?

    Air hujan baik untuk pertumbuhan tanaman karena mengandung nitrogen. Lalu, air hujan juga mengandung lebih banyak oksigen daripada air keran, sehingga membantu tanaman tumbuh lebih subur.

    Belum lagi ada senyawa karbon dioksida yang terbawa oleh air hujan. Karbon dioksida dapat membantu melepaskan nutrisi penting bagi tanaman.

    Di sisi lain, air keran biasanya mengandung natrium yang dalam jumlah banyak dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan sistem akar. Kamu bisa melihat endapan putih pada daun yang merupakan residu dari natrium. Tentunya hal ini bisa beracun dan merusak tanaman.

    Hujan biasanya turun menyirami tanaman secara lebih merata tanpa meninggalkan celah. Aliran dari air hujan pun akan membersihkan endapan mineral, debu, dan polutan yang menutupi daun tanaman. Oleh karena itu, air hujan sangat penting untuk kesuburan tanaman.

    Namun, bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan air keran. Jika cuaca sedang kering dan jarang hujan, pastikan untuk tetap memberi pasokan air yang cukup pada tanaman meski dari keran.

    Di samping itu, penting untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk menyiram tanaman. Kamu bisa mengecek sendiri kelembapan tanah menggunakan jari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kekurangan Bata Ringan dan Perbandingannya dengan Bata Merah


    Jakarta

    Saat kamu ingin membangun rumah atau bangunan lainnya, salah satu keputusan terpenting adalah memilih jenis batu bata yang tepat. Dalam beberapa tahun terakhir, bata ringan atau bisa disebut hebel, atau fly ash, semakin populer.

    Bata ringan dinilai menjadi alternatif batu bata merah tradisional dan lebih ramah lingkungan. Namun, antara bata ringan dan bata merah, mending yang mana?

    Mengenal Bata Ringan

    Dikutip dari laman Ultratech Cement, sesuai dengan namanya, bata ringan atau yang sering disebut bata hebel memiliki bobot yang lebih rendah dibandingkan dengan bata merah.


    Meskipun lebih ringan, jenis bata ini tetap memiliki kekuatan struktural yang baik. Belum lagi dengan berbagai keunggulan lainnya yang membuatnya menjadi alternatif yang menarik untuk bahan bangunan.

    Menurut laman Loftybuildinggroup, bata hebel merupakan jenis beton ringan aerasi atau Autoclaved Aerated Concrete (AAC) yang dibuat dari campuran pasir, semen, kapur, dan gypsum. Bata ringan biasanya tersedia dalam bentuk balok atau panel dan dianggap sebagai salah satu material serbaguna yang memiliki daya tahan tinggi.

    Satu panel standar bata hebel bahkan setara dengan sekitar 75 batu bata merah biasa, sehingga menjadi pilihan yang efisien untuk konstruksi dinding eksterior rumah. Fatriady MR dkk, dalam bukunya yang berjudul Teknologi Bangunan dan Material menyebut, bata ringan telah banyak digunakan sebagai dinding.

    Sebab sifatnya yang tahan terhadap air, api, ringan, ukuran lebih besar, efisien dan efektif menjadikan bahan yang paling banyak diminati di dunia konstruksi gedung. Kemajuan teknologi konstruksi semakin pesat, menghasilkan inovasi sehingga pekerjaan lebih efisien dan efektif.

    Kelebihan Bata Ringan

    Bata ringan banyak dipilih dalam pembangunan rumah modern karena berbagai keunggulannya. Mengutip dari laman Carlislehomes, Langdonbuilding, dan buku Beban Kerja Teori dan Aplikasi Bata Ringan (Autoclaved Aerated Concrete) oleh Dr Ir Suradi, berikut beberapa manfaat utama dari penggunaan bata ringan:

    1. Kuat dan Tahan Lama

    Bata ringan memiliki ketahanan yang tidak kalah dengan bata konvensional. Hal ini disebabkan oleh adanya tulangan baja berlapis anti-korosi pada panel bata ringan, yang meningkatkan daya tahannya terhadap berbagai kondisi lingkungan.

    2. Ramah Lingkungan

    Dalam proses pembuatannya, bata ringan menggunakan bahan baku dan energi yang lebih sedikit dibandingkan bata biasa. Limbah produksi dan uap yang dihasilkan juga didaur ulang, sehingga mengurangi emisi gas rumah kaca.

    3. Mampu Meredam Suara

    Jika kamu menginginkan rumah yang lebih kedap suara, bata ringan bisa menjadi pilihan tepat. Material ini mampu mengurangi transmisi suara dari luar, sehingga cocok digunakan untuk rumah di daerah perkotaan atau pinggir jalan yang rentan terhadap kebisingan.

    4. Efisiensi Energi

    Salah satu keunggulan lain dari bata ringan adalah kemampuannya dalam menjaga suhu ruangan tetap stabil. Dengan isolasi termal yang baik, bata ini dapat membantu menjaga rumah tetap sejuk di musim panas dan mengurangi kebutuhan pendingin ruangan, sehingga lebih hemat energi.

    5. Pemasangan yang Cepat

    Karena bobotnya yang lebih ringan dibandingkan bata merah, bata hebel lebih mudah dipasang. Dengan tenaga kerja yang berpengalaman, pemasangan bata ringan untuk sebuah rumah bisa diselesaikan hanya dalam waktu sekitar tiga hari.

    6. Tahan Api

    Bata ringan juga memiliki sifat tahan api yang baik, menjadikannya pilihan ideal untuk rumah di daerah rawan kebakaran. Material ini bahkan telah diuji oleh Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO) dan memenuhi enam kategori tingkat serangan kebakaran hutan atau Bushfire Attack Level (BAL).

    7. Bagian Permukaan yang Halus

    Bata ringan memiliki permukaan yang sama dengan beton. Permukaannya halus dan rata sehingga tidak perlu diplesteran. Bentuknya lebih presisi, rapi, bersih dan memiliki bentuk yang seragam karena menggunakan cetakan beton.

    Kekurangan Bata Ringan

    Meskipun memiliki banyak keunggulan, bata ringan juga memiliki beberapa kelemahan. Berdasarkan buku Cara Cepat Menghitung Kebutuhan Material oleh Yusep Arif Kamaludin, Panduan Lengkap Membangun Rumah oleh Gatut Susanta, dan buku Beban Kerja oleh Suradi, berikut beberapa kekurangan bata ringan atau hebel:

    1. Harga

    Harga bata ringan lebih mahal dibandingkan dari bata merah atau batako karena kualitas dan keunggulannya. Selain itu juga bata ringan hanya dipasarkan oleh toko, agen atau distributor. Biasanya bata ringan hanya tersedia di toko material besar karena dijual dalam satuan meter kubik.

    2. Cara Pemasangan

    Bata ringan membutuhkan tenaga ahli untuk pemasangannya. Pemasangan bata ringan menggunakan roskam bergigi, sehingga harus dikerjakan oleh tukang yang ahli dan berpengalaman dalam pekerjaan memasang dinding bata ringan. Perekatan bata ringan memerlukan mortar khusus yang harganya lebih mahal.

    3. Kualitas Bata

    Penyiraman tidak perlu dilakukan saat pemasangan bata ringan. Sebab, akan menyebabkan proses pengeringan hebel block akan membutuh waktu yang lama.

    Selain itu, bata ringan rentan mengalami retak dan lapuk. Dindingnya lebih mudah dilubangi karena memiliki rongga di bagian dalamnya.

    Perbandingan Bata Ringan dan Bata Merah

    Pemilihan material dinding menjadi salah satu keputusan penting. Dua pilihan yang paling umum digunakan adalah bata ringan dan bata merah. Keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Masih dikutip dari literatur yang sama, berikut perbedaannya:

    1. Komposisi dan Karakteristik

    Bata ringan terbuat dari campuran pasir silika, semen, kapur, air, dan bahan tambahan lainnya yang diproses dengan teknologi autoclaved aerated concrete (AAC). Material ini lebih ringan dibandingkan bata merah, dengan ukuran lebih besar dan struktur berpori.

    Sementara bata merah terbuat dari tanah liat yang dibentuk dan dibakar hingga mengeras. Jadi, strukturnya lebih padat dan bobot yang lebih berat dibandingkan bata ringan.

    Jika kamu menginginkan material yang lebih ringan dan mudah dipasang, bata ringan adalah pilihan yang tepat. Namun, jika kamu membutuhkan material yang lebih kuat secara alami, bata merah bisa menjadi pilihan.

    2. Kekuatan dan Daya Tahan

    Bata ringan memiliki ketahanan yang baik terhadap air, api, dan rayap. Bata ringan juga relatif lebih awet dan tahan terhadap serangan rayap, jamur, serta kelembapan.

    Namun, bata ringan lebih rentan terhadap retak jika tidak dipasang dengan benar. Sementara bata merah sudah kuat secara alami dan tahan terhadap cuaca ekstrem, tetapi bisa menyerap air lebih banyak sehingga lebih rentan terhadap kelembaban.

    Jadi, dari segi ketahanan terhadap api dan serangan hama, bata ringan lebih unggul. Namun, jika ingin material yang tahan lama tanpa risiko retak, bata merah lebih direkomendasikan.

    3. Efisiensi Pemasangan

    Bata ringan ukurannya lebih besar dan bobotnya lebih ringan, sehingga pemasangannya lebih cepat dan mudah. Bata merah punya ukuran yang lebih kecil dan bobotnya lebih berat, pemasangannya lebih lama dan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja.

    Jika ingin mempercepat proses pembangunan, bata ringan lebih efektif karena bisa dipasang dalam waktu lebih singkat. Tapi, dengan catatan mungkin pemasangannya akan membutuhkan tukang dan peralatan khusus, sebab tak semua tukang pernah memasang bata ringan.

    4. Kemampuan Isolasi Termal dan Suara

    Bata ringan mampu meredam panas dan suara dengan baik karena strukturnya yang berpori. Sementara bata merah tidak memiliki kemampuan isolasi termal dan suara sebaik bata ringan. Jika kamu ingin rumah yang lebih sejuk dan kedap suara, maka bata ringan lebih unggul.

    5. Harga dan Biaya Pembangunan

    Bata ringan arganya cenderung lebih mahal dibanding bata merah, tetapi pemasangan lebih cepat sehingga menghemat biaya tenaga kerja. Harga bata merah memang lebih murah, tetapi membutuhkan lebih banyak material dan tenaga kerja, sehingga total biayanya bisa lebih tinggi.

    Jika mempertimbangkan anggaran, bata merah lebih murah dari segi harga satuan. Namun, jika ingin efisiensi waktu dan tenaga, bata ringan bisa menjadi pilihan yang lebih ekonomis dalam jangka panjang.

    6. Dampak Terhadap Lingkungan

    Proses produksi bata ringan juga dinilai lebih ramah lingkungan karena menghasilkan lebih sedikit emisi karbon. Sementara bata merah membutuhkan lebih banyak energi dan sumber daya dalam pembuatannya.

    Nah, itulah tadi penjelasan tentang kekurangan bata ringan dan perbandingan dengan bata merah. Pada akhirnya, pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan, anggaran, dan prioritas proyek pembangunanmu. Semoga membantu!

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com