Tag: karpet

  • Rumah Tetap Kotor Meski Sudah Dibersihkan? Ternyata Ini Sebabnya


    Jakarta

    Menjaga kebersihan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap pemilik rumah. Tidak cukup menyapu dan mengepel lantai, tapi juga perlu membersihkan debu yang menempel di sudut-sudut ruangan.

    Meski sudah rutin dibersihkan secara berkala, tapi terkadang rumah masih terasa kotor dan berdebu. Terkadang masih ditemukan sisa-sisa kotoran yang menempel di lantai atau karpet.

    Hal ini tentu menyebalkan karena rumah yang harusnya tampak bersih tapi malah tetap kotor. Lantas apa penyebabnya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Rumah Tetap Kotor Meski Sudah Sering Dibersihkan

    Ada sejumlah hal yang menyebabkan rumah masih tetap kotor meski sudah rutin dibersihkan. Dikutip dari Good Housekeeping, berikut beberapa penyebabnya:

    1. Menyapu Lantai Secara Asal

    Terdengar sepele, tapi jika menyapu lantai secara asal bisa menyebabkan rumah tetap kotor. Mungkin ada beberapa sudut rumah yang tidak disapu sehingga debu dan kotoran masih menempel. Seiring waktu, debu tersebut akan menumpuk dan bisa memicu masalah kesehatan.

    Cobalah menyapu lantai secara perlahan dan gunakan pengki (pengeruk sampah) untuk menampung kotoran di lantai. Pastikan sapu bagian kolong meja, kolong lemari, dan sudut ruangan karena area tersebut sering ditemukan banyak debu.

    2. Karpet Jarang Dibersihkan

    Jika memiliki karpet di rumah sebaiknya juga rutin dibersihkan secara berkala. Karpet jadi salah satu tempat paling berdebu di rumah karena sering diinjak atau diduduki oleh penghuninya.

    Untuk membersihkan karpet bisa menggunakan vacuum cleaner. Lakukan pembersihan setiap seminggu sekali jika karpet sering digunakan, seperti dipasang ruang tamu atau kamar tidur.

    3. Jendela dan Pintu Rumah Dibiarkan Terbuka

    Membuka jendela dan pintu dapat mengalirkan udara ke dalam rumah sehingga terasa lebih adem. Meski begitu, pintu dan jendela yang selalu dibiarkan terbuka justru membuat debu masuk ke dalam rumah.

    Sebaiknya buka pintu dan jendela rumah saat pagi dan sore agar meminimalisir debu yang masuk ke rumah. Selain itu, membuka jendela dan pintu saat siang hari berpotensi membuat rumah terasa panas.

    4. Punya Hewan Peliharaan

    Memelihara hewan seperti kucing atau anjing juga memicu rumah cepat kotor meski sudah rutin dibersihkan. Sebab, bulu-bulu hewan bisa beterbangan ke udara dan menempel di sofa, lantai, karpet, hingga kamar tidur.

    Solusinya adalah dengan lebih sering membersihkan rumah agar tidak ada sisa-sisa bulu hewan. Selain itu, pastikan hewan peliharaanmu rutin dibersihkan agar bulunya tidak mudah rontok.

    5. Memakai Sepatu di Dalam Rumah

    Kebiasaan memakai sepatu di dalam rumah membuat lantai jadi cepat kotor. Apalagi jika sepatu atau sendal yang dipakai penuh lumpur dan tanah, tentu lantai rumah yang seharusnya bersih jadi kembali kotor.

    Untuk itu, hindari kebiasaan menggunakan sepatu di dalam rumah karena berpotensi membuat lantai cepat kotor. Pastikan sepatu dan sendal diletakkan di luar rumah serta disusun di rak sepatu agar terlihat rapi.

    Demikian lima penyebab rumah cepat kotor meski rutin dibersihkan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Hilangkan Noda Cat di Karpet Bisa Pakai Sabun Cuci Piring, Begini Caranya


    Jakarta

    Kegiatan mengecat ruangan harus dilakukan secara hati-hati. Kalau tidak, cat bisa saja menempel ke sejumlah perabotan di rumah, salah satunya karpet.

    Cat yang menempel di permukaan karpet tentu bikin kesal. Apalagi jika karpet yang dimiliki ternyata punya harga mahal, tentu rasanya tak rela kalau ada noda cat meski cuma setitik.

    Namun jangan khawatir, bercak noda cat yang muncul di karpet masih dapat diatasi dengan mudah. Bagaimana caranya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Mudah Hilangkan Noda Cat di Karpet

    Shari Cedar selaku CEO AK Building Services mengatakan noda cat yang menempel di karpet masih bisa dibersihkan. Hanya saja, metode pembersihannya bisa berbeda-beda tergantung dari jenis cat dan bahan karpet.

    “Metode pembersihan karpet akan bergantung pada jenis cat dan bahan karpet,” kata Shari dikutip dari The Spruce, Senin (10/10/2025).

    Menurut Shari, cara paling umum untuk membersihkan noda cat di karpet adalah dengan menggunakan kain lembap. Oleskan kain secara perlahan untuk mengangkat noda cat tanpa merusak bahan karpet.

    Selain itu, ketahui juga apakah noda cat masih basah atau sudah kering. Kalau masih basah dapat dibersihkan langsung dengan cara dilap pakai kain. Namun kalau sudah terlanjur kering maka agak sulit dihilangkan.

    “Cat berbahan dasar air lateks biasanya dapat dihilangkan dengan air dan sabun cuci piring,” ujarnya.

    Agar tidak salah, simak langkah-langkah membersihkan noda cat basah dan kering yang menempel di karpet:

    Cara Membersihkan Cat Lateks Basah

    1. Keringkan karpet dengan kain bersih atau tisu dapur. Jangan menggosok noda cat karena bisa menyebar ke permukaan karpet
    2. Lap karpet secara perlahan sampai tidak menyisakan noda. Jika kain sudah penuh cat bisa diganti dengan yang baru
    3. Siapkan wadah berisi air hangat dan tuang 1-2 tetes sabun cuci piring
    4. Rendam kain bersih ke dalam wadah tersebut, lalu peras hingga kain lembap
    5. Bersihkan noda dengan kain lembap hingga hilang.

    Cara Membersihkan Cat Lateks Kering

    1. Kikis perlahan noda cat yang sudah mengering di karpet. Bisa menggunakan pisau tumpul atau pengikis plastik
    2. Isi wadah berisi air hangat dan tuang 1-2 tetes sabun cuci piring
    3. Rendam kain bersih ke dalam wadah tersebut, lalu peras hingga kain lembap
    4. Bersihkan noda dengan kain lembap hingga hilang.

    Khusus karpet berbahan wol bisa menuangkan air dan sabun cuci piring terlebih dahulu di atas noda cat, lalu dilap dengan kain kering. Sementara karpet berbahan sintetis bisa dikeringkan dahulu dengan kain kering, baru dibasahi menggunakan air hangat dan sabun cuci piring.

    Itulah cara mudah membersihkan noda cat yang menempel di karpet. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 3 Cara Jitu Menghilangkan Bau Apak Pada Karpet


    Jakarta

    Karpet seringkali jadi elemen penting yang bisa mendongkrak tampilan ruangan. Warna-warna cantik yang indah, atau warna tegas membuat ruangan berkesan lebih hidup. Namun, karpet seringkali mengeluarkan bau tidak sedap, seperti aroma kain yang lembap dan apak.

    Bau lembap pada karpet tentu akan melunturkan fungsinya dalam memperindah ruangan. Nah, karena itu, bau apak tersebut harus dihilangkan..

    Penyebab Karpet Berbau Apak

    Ada beragam penyebab karpet mengeluarkan bau apak. Melansir Rug Traders, Selasa (5/12/2023), berikut 5 penyebab umum karpet mengeluarkan bau apak.


    1. Hewan Peliharaan

    Karpet tak jarang menjadi sasaran bagi hewan peliharaan untuk pipis. Bau pesing akibat urin hewan peliharaan, terutama pada karpet wol, akan melekat kuat dan sulit dihilangkan. Bau tidak sedap ini bahkan bisa meningkat dari waktu ke waktu akibat bakteri yang kembali aktif jika terkena air.

    2. Karpet Lembap

    Bau apak pada karpet bisa dipicu oleh kondisinya yang lembap. Hal ini biasanya disebabkan oleh banjir, tumpahan air, atau pendingin ruangan yang bocor. Bau apak ini ditimbulkan oleh jamur dan bakteri yang muncul pada karpet yang basah.

    3. Lapisan Lateks Rusak

    Banyak karpet memiliki lapisan lateks di bagian bawahnya yang bertujuan agar bulu-bulu karpet tetap menyatu. Namun, lapisan lateks ini bisa rusak dan menimbulkan bau busuk karena kualitasnya yang menurun. Bau akibat lapisan lateks ini bahkan bisa semakin parah setelah dicuci.

    4. Usia Karpet

    Kualitas karpet akan menurun seiring berjalannya waktu. Serat-serat pada karpet bisa terurai dan menimbulkan bau apak yang tidak diinginkan. Selain bau yang mengganggu, serat karpet juga bisa mengeluarkan debu yang menyebabkan alergi.

    5. Wol Karpet

    Karpet berbahan wol dibuat dari serat bulu domba yang memiliki kemampuan menyerap kelembapan dari udara. Hal ini juga bisa menimbulkan bau khas wol yang tidak sedap.

    Cara Menghilangkan Bau Apak pada Karpet

    Untuk menghilangkan bau apak pada karpet, ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan. Melansir Pristine Home, Selasa (5/12/2023), berikut beberapa solusi sederhana yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan bau apak pada karpet.

    1. Gunakan Soda Kue atau Cuka Putih

    Soda kue memiliki sifat pembersihan yang luar biasa. Kabar baiknya, kamu tidak perlu susah mendapatkannya karena bahan ini biasanya sudah ada di lemari dapurmu. Soda kue bisa menghilangkan noda dan menyerap bau, serta kelembapan pada karpet. Jika noda dan bau pada karpet masih sulit dihilangkan, kamu bisa mengombinasikannya dengan cuka putih.

    Berikut langkah-langkah menghilangkan bau apak pada karpet dengan soda kue:

    • Pastikan karpet dalam keadaan kering.

    • Campur air hangat dan cuka dengan rasio 2:1 dalam botol semprot. Semprotkan campuran tersebut di area yang bau pada karpet. Namun, jangan membuatnya terlalu basah.

    • Taburkan soda kue di area berbau. Kamu bisa menggunakan sapu atau sikat untuk meratakannya, lalu gosokkan bubuk soda kuet tersebut ke dalam karpet. Alternatifnya, kamu juga bisa menggunakan boraks.

    • Biarkan campuran tersebut meresap semalaman.

    • Vakum bubuk soda kue dari karpet, pastikan tidak ada produk yang tertinggal.

    2. Bersihkan Karpet dengan Sampo

    Coba menggunakan sampo karpet komersial. Ada berbagai jenis yang tersedia. Beberapa produk mungkin memerlukan mesin pembersih karpet, sementara yang lain bisa diaplikasikan hanya dengan spons.

    Langkah-langkah menghilangkan bau apak pada karpet dengan sampo adalah sebagai berikut.

    • Periksa petunjuk penggunaan produk sebelum menggunakannya. Beberapa sampo mungkin memerlukan air untuk diaktifkan, sementara yang lain bekerja dengan baik dalam keadaan kering.

    • Jika karpetmu terdapat noda, mungkin lebih baik untuk mengatasinya sebelum membersihkannya dengan sampo.

    3. Kontrol Kelembapan Udara di Rumah

    Seperti pepatah, melakukan langkah pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Untuk menghilangkan kemungkinan bau tidak sedap atau pertumbuhan jamur, cobalah kontrol kelembapan udara di dalam rumahmu. Kondisi udara yang lembap bisa memicu bau apak pada karpet.

    Untuk mengontrol kelembapan udara di rumah, kamu bisa melakukan langkah-langkah berikut.

    • Pasang kipas angin agar sirkulasi udara berjalan dengan lebih baik. AC juga bisa memberikan hasil yang memadai.

    • Buka jendela secara teratur untuk ventilasi yang baik.

    • Saat membersihkan lantai, tunggu hingga benar-benar kering sebelum meletakkan kembali karpet di atasnya.

    • Jika memungkinkan, jemur karpet di bawah sinar matahari agar kering secara alami.

    • Temukan sumber kelembapan di rumah dan atasi segera. Sumber kelembapan di rumah umumnya disebabkan oleh kebocoran pipa atau uap dari dapur atau kamar mandi.

    Demikianlah penjelasan mengenai cara menghilangkan bau apak pada karpet di rumah. Dengan mengetahui cara-caranya, karpet bisa terbebas dari bau apak sehingga akan membuatmu nyaman di rumah.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Karpet Bisa Bikin Ruangan Terasa Luas, Begini Rahasianya


    Jakarta

    Ruangan berukuran kecil memang mudah dibersihkan. Namun, ruangan kecil tak jarang membuatnya mudah berantakan atau terkesan sempit.

    Ruangan kecil memang tidak bisa diperluas secara fisik tanpa merenovasinya secara keseluruhan. Namun, ada trik dekorasi yang bisa membuat ruangan tampak lebih besar. Salah satunya dengan memanfaatkan karpet.

    Karpet ternyata bisa menciptakan ilusi ruangan tampak lebih besar daripada keadaan aslinya. Dengan sejumlah trik tertentu, kamu bisa membuat ruangan di dalam rumahmu tampak lebih luas. Bagaimana caranya?


    Melansir The Spruce, Kamis (7/12/2023), berikut cara memilih dan menempatkan karpet agar ruangan terasa lebih luas dan nyaman.

    1. Pasang Karpet dengan Motif yang Berkesinambungan

    Pemasangan karpet lebar dari dinding ke dinding bisa membuat ruangan terasa lebih luas. Namun, perlu diingat, motif karpet haruslah sama agar memberikan kesinambungan visual. Dengan tidak adanya perubahan permukaan lantai, mata kita tidak terhenti oleh batas-batas visual. Hal ini akan memberikan kesan bahwa ruangan meluas lebih jauh daripada yang sebenarnya.

    2. Gunakan Karpet dengan Ukuran yang Tepat

    Penting untuk memilih ukuran karpet dengan ukuran yang sesuai agar ruangan terlihat lebih luas. Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan adalah menggunakan karpet yang terlalu kecil yang bisa membuat ruangan terlihat terpotong-potong dan lebih kecil. Pastikan semua furnitur ditempatkan di atas karpet atau setidaknya kaki depan furnitur yang lebih besar berada di atasnya.

    3. Pilih Warna Karpet yang Terang dan Cerah

    Warna memiliki peran besar dalam menciptakan ilusi ruang yang lebih luas. Meskipun warna-warna terang, seperti putih atau krem bisa menjadi pilihan, kamu tidak harus membatasi diri pada warna-warna terang tersebut. Menggunakan nuansa yang lebih terang dari warna favoritmu bisa membantu memperluas visual ruangan. Warna-warna terang juga lebih memantulkan cahaya sehingga memberikan kesan ruang yang lebih terang dan terbuka.

    4. Pertimbangkan Pola yang Sesuai

    Jika kamu memilih karpet dengan pola, pertimbangkan ukuran pola yang sesuai dengan ukuran ruangan. Aturan umumnya adalah menggunakan pola yang lebih besar untuk ruangan yang lebih besar, tetapi terkadang aturan ini bisa disesuaikan tergantung pada jumlah furnitur atau ruang lantai yang terlihat. Ruangan kecil yang tidak memiliki banyak perabotan sebaiknya dipasang karpet dengan pola-pola yang lebih besar.

    Ingatlah bahwa karpet bukan hanya penutup lantai, tetapi juga investasi dalam desain interior ruangan di rumahmu. Pilihan karpet yang tepat bisa menciptakan suasana yang nyaman dan memperindah ruangan. Sebaliknya, kesalahan dalam pemilihan karpet bisa merusak estetika dan kenyamanan ruangan.

    Demikianlah penjelasan mengenai trik agar karpet bisa membuat ruangan tampak lebih luas. Dengan mengikuti trik ini, kamu bisa mengubah tampilan ruangan menjadi lebih luas dan nyaman tanpa perlu melakukan perubahan fisik yang signifikan. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Open House saat Natal Bikin Karpet Kotor? Begini Cara Bersihkannya



    Jakarta

    Menjelang natal tentunya akan banyak acara besar dan kesibukan selama merayakannya. Biasanya rumah kamu akan dipenuhi dengan tamu yang berkunjung dan banyak makanan yang akan disiapkan, mulai dari yang bersantan hingga berminyak. Sehingga bisa saja usai perayaan banyak yang akan meninggalkan noda, terutama pada karpet kamu.

    Dikutip dari HGTV, Senin (25/12/2023), jika karpet kotor tentunya ini adalah sesuatu yang cukup sulit apalagi noda tersebut berasal dari minyak yang kemungkinan tidak bisa hilang. Namun, walaupun usai open house saat natal bisa bikin karpet kamu kotor, ternyata ada tips untuk menghilangkan nodanya, lho.

    Alat dan Bahan

    – Baking Soda


    – Sendok

    – Botol Semprotan

    – Sabun Cuci Piring

    – Alkohol

    – Air

    – Vakum atau penyedot debu basah / kering

    – kain lap atau handuk bekas

    – sikat gigi bekas

    Cara Menghilangkan Noda Pada Karpet

    Oleskan Baking Soda

    Pertama-tama, taburkan baking soda secukupnya pada noda minyak. Pastikan noda benar-benar tertutup oleh butiran baking soda. Oles baking soda menggunakan sendok kemudian tunggu selama beberapa menit. Setelah itu, gunakan penyedot debu untuk menyedot baking soda dari karpet. Lakukan langkah ini selama 2-3 kali hingga noda terserap.

    Semprotkan Larutan Pembersih

    Buatlah larutan pembersih ke dalam botol semprot dari percampuran satu cangkir air, ½ sendok teh sabun cuci piring, dan dua sendok makan alkohol. Semprotkan larutan pembersih ke arah noda karpet dan biarkan selama 2-3 menit. Gunakan penyedot debu untuk menghilangkan kelembapan karena basah. Ulangi proses ini selama beberapa kali

    Gunakan Sikat Gigi

    Selanjutnya, jika noda lebih membandel dan larutan pembersih serta baking soda tidak mampu untuk menghempas kotoran pada karpet tersebut. Maka kamu perlu menyemprotkan larutan pembersih beserta menggosoknya sikat gigi bekas, agar noda tersebut dapat terserap lebih dalam. Gosok karpet dengan hati-hati selama beberapa kali agar tidak merusak serat karpet.

    Hilangkan Kelembapan dengan Penyedot Debu

    Terakhir, pakai penyedot debu untuk menghilangkan kelembapan serta sisa noda minyak pada karpet. Ulangi langkah ini hingga noda bisa menghilang tanpa sisa.

    Itulah cara menghilangkan noda membandel pada karpet usai merayakan hari natal. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Kebiasaan yang Tanpa Kamu Sadari Bikin Rumah Banyak Debu



    Jakarta

    Debu pada rumah tak hanya membuat ruangan jadi kotor, ternyata juga berbahaya bagi kesehatan. Terutama, bagi kamu yang punya alergi debu dan asma.

    Mungkin kamu mulai bertanya? Dari mana debu yang bertebaran di rumah itu muncul? Tanpa kamu sadari, terdapat kebiasaan yang turut menghasilkan banyak debu di rumah.

    Lalu, kira-kira apa saja kebiasaan tersebut? Dikutip dari Bob Vila, Selasa (30/1/2024), berikut beberapa kebiasaan yang bikin rumah banyak debu dan cara mengatasinya.


    1. Menggunakan Karpet

    Tanpa kamu sadari, penggunaan karpet dapat mengumpulkan banyak debu. Terlebih lagi jika jarang dibersihkan, banyak debu yang akan menumpuk di karpet.

    Sebagai gantinya, cobalah menggunakan karpet shaggy dengan anyaman datar dan untuk mencegah penumpukan debu, lakukan pembersihan secara rutin. Namun perlu diingat bahwa menyedot debu tidak selalu cukup. Untuk memastikan lantai benar-benar bebas debu, bawa karpet secara teratur ke luar rumah dan kibaskan karpet untuk membersihkannya dari debu.

    2. Membersihkan Debu Pakai Kain kotor atau Bekas

    Masih menggunakan kaos bekas yang tak terpakai untuk membersihkan debu? Kamu perlu menghentikan kebiasaan ini. Untuk membersihkan debu, sebaiknya gunakan kain mikrofiber dengan serat sintetisnya yang halus.

    Kain mikrofiber mampu menarik lebih banyak debu daripada kain katun biasa. Untuk melakukan pembersihan dengan cepat, pilihlah kain lap mikrofiber untuk sudut dan rak yang rapat serta kain biasa untuk membersihkan permukaan meja.

    3. Tidak Meletakkan Keset di Depan Pintu

    Partikel kotoran kecil dapat muncul dari setiap kali seseorang atau hewan peliharaan datang atau pergi. Sepatu yang lebih bersih berarti lebih sedikit debu, jadi penting untuk meletakkan keset di setiap pintu masuk dan mencuci setiap sepatu secara teratur. Lebih baik lagi, simpan keranjang atau rak di dekat pintu dan minta keluarga dan teman untuk melepas sepatu sebelum masuk.

    4. Menggunakan Vacuum Cleaner dengan Model Lama

    Penyedot debu yang berkualitas dapat membuat perbedaan besar dalam hal debu. Jika menggunakan model usang dengan filter lama, kemungkinan besar kamu tidak akan menyedot kotoran sebanyak yang seharusnya, yang berarti lebih banyak usaha dan hasil yang lebih buruk. Cobalah ganti model vacuum cleaner dengan teknologi filter HEPA, yang bisa menangkap partikel terkecil dari debu dan serbuk sari serta membuat udara lebih segar.

    5. Membiarkan Udara di dalam Ruangan Terlalu Kering

    Untuk mencegah debu menjadi menumpuk, usahakan untuk menjaga kelembapan di rumah sekitar 40-50 persen. Gunakan humidifier pada musim dingin atau simpan baki air di atas radiator kamu untuk menambahkan H2O atau air ke udara.

    6. Jarang Membersihkan Tirai atau Gorden

    Kapan terakhir kali membersihkan tirai atau gorden? Menggantung tepat di dekat jendela yang terbuka, tirai menjadi magnet untuk debu yang masuk atau keluar. Untuk menyegarkannya, buka penutup jendela kemudian bersihkan dengan penyedot debu. Gunakan vakum genggam kecil untuk menghilangkan kotoran dan turunkan gorden, lalu cuci minimal sekali atau dua kali setahun.

    Demikian 6 kebiasaan yang bikin rumah banyak debu. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Mengeringkan Karpet Basah dan Lembap, Bisa Pakai Baking Soda


    Jakarta

    Mengeringkan karpet yang basah setelah dicuci memang sedikit repot. Apalagi jika saat musim hujan, kurangnya sinar matahari membuat karpet lama kering.

    Apabila tidak kering sempurna, karpet akan lembap dan mengeluarkan bau yang kurang sedap. Nah, untuk mengatasinya kamu dapat menggunakan baking soda.

    Jika kamu penasaran bagaimana cara menggunakannya, simak trik berikut seperti yang dikutip dari Hunker, Jumat (2/2/2024).


    Jalankan Alat Penyedot Debu

    Langkah pertama, kamu dapat menyalakan penyedot debu atau vacuum cleaner. Lalu, jalankan di atas area karpet yang basah atau lembap. Hal ini dilakukan untuk mengeluarkan air sebanyak mungkin. Lakukan sampai air terbuang sebanyak mungkin hingga kelebihan air tidak muncul saat kamu menekan karpet.

    Taburkan Baking Soda

    Ini kuncinya, kamu perlu menaburkan baking soda pada permukaan karpet yang basah dan lembap sebanyak mungkin. Jumlah baking soda tergantung pada ukuran karpet, kamu bisa memerlukan lebih dari satu kaleng baking soda.

    Setelah itu, diamkan baking soda selama beberapa jam hingga 24 jam agar cukup waktu untuk menyerap sisa kelembapan serta bau dari karpet. Jika dirasa sudah kering dan baunya berkurang, langkah selanjutnya adalah menyedot baking soda yang tersisa dari karpet menggunakan penyedot debu.

    Pakai Kipas Angin

    Terakhir, gunakan kipas angin besar atau pemanas ruangan untuk membantu mengeringkan karpet lebih cepat. Pastikan karpet mengering dengan sempurna agar tidak meninggalkan bau yang tak sedap setelah kering.

    Demikian 3 tips mengeringkan karpet basah dan lembap pakai baking soda. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Bahan Karpet yang Cocok Untuk Jadi Matras Bermain Anak di Rumah


    Jakarta

    Bagi kamu yang memiliki anak, ruang keluarga bisa jadi selalu berantakan karena mainan anak yang berserakan di lantai. Membiarkan anak main di lantai bisa membuat dia merasa bebas dan nyaman, apalagi areanya luas.

    Tapi, ada yang perlu diperhatikan saat membiarkan anak bermain di lantai. Risiko masuk angin, terpeleset, atau jatuh hingga kepala mengenai lantai juga bisa terjadi bila kita tak hati-hati.

    Nah, agar tempat bermain anak semakin nyaman dan aman, penambahan karpet sebagai alas bermain bisa membuat area tersebut jauh lebih hangat dan juga menghindari risiko anak terluka bila terjatuh atau terpeleset.


    Selain itu, lantai tidak akan mudah rusak karena goresan karena tertutupi dengan karpet. Apabila ada cairan yang tumpah tidak akan membahayakan karena bahan karpet bisa menyerap cairan tersebut.

    Lokasi yang tepat untuk memasang karpet adalah di ruangan yang tidak basah seperti kamar tidur, ruang keluarga, dan tempat anak bermain.

    Pemasangan karpet di rumah bisa menutupi seluruh lantai (wall to wall carpet) atau karpet standar yang bisa digulung. Wall to wall carpet biasanya ukuran dan bentuknya akan meyesuaikan dengan bentuk lantai, tetapi untuk karpet gulung biasanya berntuk persegi, persegi panjang, bulat, dan lainnya dengan luas dan diameter beragam.

    Mengutip dari The Spruce, Senin (5/2/2024) ternyata terdapat 3 jenis bahan karpet yang aman digunakan sebagai alas main anak. Mengutip dari The Spurce, Senin (5/2/2024) berikut diantaranya.

    1. Karpet Bahan Nilon

    KarpetKarpet Foto: Avalon Flooring

    Bahan nilon terbuat dari olahan polimer plastik yakni poliamida linier. Meski terbuat dari olahan plastik, karpet nilon memiliki serat yang lembut seperti bulu boneka.

    Biasanya karpet nilon akan dipotong pendek bulu-bulunya. Sehingga dari jauh permukaannya terlihat solid, namun ketika dipegang terasa empuk dan lembut.

    Namun perlu diketahui karpet berbahan nilon bisa menghantarkan listrik statis seperti balon yang digosokkan ke rambut, maka akan ada yang tertarik. Meski tidak berbahaya, fenomena ini akan mengejutkan bagi anak-anak bila melakukan banyak gesekan ke karpet saat bermain.

    Karpet yang menggunakan bahan Nilon bisa bertahan lama. Bahan ini mudah untuk dibersihkan dengan alat pembesih vakum atau dengan sapu lidi. Apabila ingin dibersihkan dengan uap bisa setiap 12-18 bulan sekali.

    2. Karpet Bahan PET

    KarpetKarpet Foto: Carpetguys

    Polyethyline terafthatlate (PET) adalah bahan yang paling umum digunakan pada karpet. Karpet PET ada yang berasal dari serpihan asli PET atau daur ulangnya sehingga bahan ini disebut ramah lingkungan.

    Selain itu, karpet PET juga aman untuk pemilik rumah yang memiliki alergi. Ketika diinjak, permukaannya tidak tercetak jejak kaki. Karpet ini pun mudah dibersihkan, sayangnya ketahanan karpet nilon jauh lebih bagus daripada jenis ini.

    3. Karpet Bahan Triexta

    KarpetKarpet Foto: Godfreyhirst

    Triexta adalah bahan berjenis poliester yang di dalamnya terdapat serat jagung. Diantara ketiganya, bahan triexta disebut paling ramah lingkungan. Karpet jenis ini memiliki desain terbatas tetapi paling elegan dari pada bahan nilon dan PET.

    Sama seperti bahan nilon dan PET, karpet berbahan Triexta tahan terhadap noda dan tekanan. Sementara untuk harga triexta tidak jauh berbeda dengan nilon.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Membersihkan Karpet Sendiri di Rumah


    Jakarta

    Karpet merupakan barang yang paling sering dijumpai di ruang tamu atau keluarga. Berbagai aktivitas seperti berkumpul bersama keluarga, menonton, dan makan bersama dilakukan di atas karpet. Karena digunakan menjadi alas dan sering diinjak pastinya selalu meninggalkan banyak noda, maka dari itu harus rutin dibersihkan.

    Melansir Better Homes & Gardens, Sabtu (10/2/2024), frekuensi membersihkan karpet tergantung pada sejumlah faktor, seperti seberapa sering penghuni rumah beraktivitas di atas karpet, apakah ada yang memiliki alergi, dan apakah hewan yang dipelihara memiliki bulu yang rontok.

    Secara umum, karpet bisa dibersihkan dengan vacuum cleaner sekali atau dua kali dalam seminggu. Sementara itu, untuk pembersihan mendalam, karpet bisa dicuci setidaknya 12 hingga 18 bulan sekali.


    “Karpet harus dibersihkan secara profesional setiap 12 hingga 18 bulan,” kata Hubert Miles, Inspektur Utama Bersertifikat dan pemilik Patriot Home Inspections di South Carolina, AS, dikutip dari Better Homes & Gardens.

    Membersihkan karpet memang gampang-gampang susah. Terkadang kamu menjadi malas atau lupa membersihkannya karena nggak tahu cara membersihkan karpet dengan benar. Mengutip dari The Spruce, berikut cara ampuh membersihkan karpet dengan benar.

    Membersihkan Karpet dengan Garam dan Baking Soda

    Pertama, kamu harus memvakum karpet untuk menghilangkan noda pada karpet. Kemudian, campurkan baking soda dengan garam dengan komposisi 1:1 lalu tambahkan air dingin. Langkah selanjutnya, taburkan campuran baking soda dan garam lalu semprotkan dengan air hingga lembab. Untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang menempel kamu bisa gosok dengan sikat.

    Setelah digosok, gunakan handuk atau pakaian bekas untuk menghilangkan kotoran tersisa. Jangan khawatir jika masih ada bekas baking soda kamu hanya perlu vakum sebentar lalu tunggu sampai karpet kering. Karpet akan terlihat lebih cerah dan wangi.

    Membersihkan Karpet dengan Cuka

    Langkah pertama, kamu bisa vakum karpet terlebih dahulu untuk menghilangkan debu, kotoran, dan sisa-sisa tanah. Jika kamu nggak melakukannya akan membuat material tersebut terserap ke dalam serat-serat karpet.

    Langkah kedua, campurkan cuka dan air dingin dengan komposisi 1:3 lalu kamu bisa semprotkan pada karpet hingga lembab. Tunggu selama 5 menit hingga cairan meresap dan merontokkan kotoran. Kamu bisa gunakan kain mikrofiber untuk merontokkan sisa-sisa kotoran. Terakhir, kamu bisa keringkan dengan menjemurnya di bawah sinar matahari atau gunakan kipas angin untuk mengeringkannya.

    Membersihkan Karpet dengan Setrika Uap

    Sama seperti cara sebelumnya kamu harus membersihkan karpet dari sisa kotoran, debu dan partikel-partikel kecil dengan vacuum cleaner atau sapu. Lalu, taburkan garam dan baking soda kemudian gunakan setrika uap. Setrika hingga pastikan karpet lembab. Setelah itu gunakan handuk atau kain microfiber untuk menyerap sisa-sisa kotoran lalu jemur hingga kering.

    Tips Agar Karpet Bersih Tahan Lama

    – Taruh keset di depan pintu masuk
    – Lepas sepatu di depan pintu agar mengurangi kotoran
    – Vakum rutin beberapa kali seminggu
    – Bersihkan noda secepatnya
    – Jika kamu punya hewan peliharaan, kamu harus sering menggosok dan memandikan mereka

    Itulah beberapa cara membersihkan karpet sendiri. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Memilih Karpet yang Cocok untuk Ruang Keluarga



    Jakarta

    Karpet kerap dipilih orang untuk mempercantik ruangan di rumah. adalah Selain aspek fungsional, tampilan dan desain karpet juga harus melengkapi desain dan skema warna ruangan. Bahkan juga termasuk furnitur dan barang dekorasi lainnya di ruang keluarga seperti sofa, meja kopi, bahkan meja samping jika memilikinya.

    Karena itu, beberapa orang menghabiskan waktu cukup lama untuk mempertimbangkan berbagai hal sebelum memutuskan membeli karpet ruang keluarga. Mengutip dari Decortips, Kamis (15/2/2024), berikut tips memilih karpet yang cocok untuk ruang keluarga.

    Pilih Jenis Karpet Sesuai Fungsi

    Kamu perlu menentukan dulu apa fungsi dari karpet di ruang keluarga. Jika ruang keluarga cukup polos, karpet berfungsi memberikan elemen tekstur. Artinya, gunakan karpet bertekstur long pile (bulunya panjang dan tinggi) atau karpet berbulu keriting.


    Misalnya, karpet dengan bahan imitasi dari hewan seperti kulit domba. Untuk ruang keluarga yang furnitur dan dindingnya berwarna polos dan seragam, karpet berfungsi menambahkan elemen pola. Pilih karpet bermotif karpet persia atau karpet berpola geometris yang modern.

    Pilih Ukuran Karpet Menutupi Seluruh Area

    Setelah menentukan fungsi karpet, ketahui dan hitung ukurannya. Jika menggunakan karpet di area tempat duduk, karpet harus menutupi ruang tersebut.

    Jadi, pastikan furnitur yang ada di area tempat duduk seperti sofa, kursi berlengan, dan meja kopi, harus berada di dalam karpet. Jika tidak memungkinkan, pilih karpet yang ukurannya setidaknya mencakup kaki depan furnitur.

    Selaraskan dengan Desain Interior Ruang Keluarga

    Agar ruang keluarga lebih estetik, pastikan pola dan desain karpet harus selaras dengan desain interior yang diterapkan di ruang keluarga. Misal, karpet bundar tidak cocok dengan ruangan bergaya kontemporer. Detail ini dapat meningkatkan atau mengurangi efek kehadiran karpet pada ruangan. Untuk ruang keluarga dengan furnitur ringan, karpet persegi panjang yang bermotif adalah pilihan tepat.

    Demikian tips memilih karpet yang cocok untuk ruang keluarga. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com