Tag: karpet

  • 3 Bahan yang Ampuh Bersihkan Noda Lengket di Karpet


    Jakarta

    Karpet biasa digunakan sebagai alas duduk di lantai agar lebih hangat dan nyaman. Karpet yang memiliki permukaan datar juga cocok untuk alas bermain anak, area makan bersama, hingga kegiatan lainnya yang membutuhkan area yang ruang gerak yang leluasa.

    Saat menggunakan karpet sebaiknya dihindari dari benda-benda yang lengket seperti slime, nasi, cat kuku, cat dinding, atau permen karet. Bahan karpet yang terbuat dari kain dan sedikit berbulu di permukaannya tidak cukup dibersihkan dengan diusap kain basah atau disikat.

    Noda yang lengket yang susah untuk diangkat, jika dipaksakan dapat membuat permukaan karpet rusak dan terasa kasar. Jika karpet kamu kotor karena noda-noda lengket tersebut, kamu bisa membersihkannya dengan beberapa cara menurut Family Handyman berikut.


    Es Batu

    Noda yang lengket dapat diangkat perlahan setelah ditempelkan es batu selama 5-10 menit. Cara ini bisa digunakan untuk mengangkat permen karet. Kamu bisa sembari mengikis ujung-ujung permen karet yang menempel jika ditarik tidak bisa.

    Alkohol

    Jika karpet kamu terkena cat kuku kamu bisa menggunakan penghapus cat tersebut yang tidak mengandung aseton. Jika masih tidak bisa dan karpet kamu berwarna gelap, kamu bisa gunakan alcohol agar warna karpet tidak pudar.

    Alkohol juga efektif membersihkan noda cat yang menempel di karpet. Cukup menuangkan sedikit alkohol ke kain, lalu gosok ke permukaan karpet yang terkena cat. Namun sebagai catatan, gunakan kain yang memiliki warna senada dengan karpetmu karena alkohol bisa membuat transfer warna.

    Cuka

    Untuk bahan lengket seperti slime, kamu perlu gunakan cuka dan sikat agar slime mudah terangkat. Campurkan 2/3 cangkir cuka putih dengan 1/3 air. Masukkan ke dalam botol semprotan dan basahi permukaan slime yang menempel pada karpet.

    Diamkan beberapa saat sampai air tersebut meresap dan slime terlihat merenggang. Setelah itu sikat permukaan slime sampai terlepas. Ambil kain bersih berwarna putih basahi dengan cairan suka tadi. Usap permukaan karpet yang terkena slime agar tidak ada noda lengket yang tertinggal.

    Apabila permukaan karpet sudah bersih dari slime, keringkan baik menggunakan kain kering yang bersih atau penyedot cairan untuk mengeringkannya.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Mengatasi Ujung Karpet yang Tertekuk Kembali Lurus


    Jakarta

    Bagi kamu yang menggunakan bentuk karpet dengan ujung lancip, pasti pernah menemukan ujungnya tertekuk ke atas. Saat kamu mencoba meluruskan dengan dilipat ke arah sebaliknya justru tercetak garis lekukan di permukaan karpet.

    Jangan khawatir, kondisi ujung karpet yang tertekuk atau terlipat ini bisa dikembalikan ke tampilan datar seperti saat baru saja dibeli. Melansir dari The Spruce pada Jumat (15/3/2024), berikut beberapa cara mengembalikan bentuk ujung karpet yang tertekuk kembali lurus.

    Jemur di Bawah Sinar Matahari

    Menjemur karpet di luar ruangan saat matahari tengah cerah ternyata bisa mengembalikan bentuk karpet. Cara ini juga efektif untuk menghilangkan kusut, kerutan, dan lipatan pada karpet.


    Gulung Karpet ke Arah Sebaliknya

    Jika melipat ke arah sebaliknya meninggalkan garis, coba gulung karpet ke belakang, sehingga tidak menimbulkan garis yang merusak estetika karpet tersebut. Setelah digulung, diamkan gulungan karpet selama beberapa saat. Jika ujung karpet yang tertekuk berhasil kembali, jangan lupa timpa dengan benda agar tidak ada gelombang di permukaannya.

    Gunakan Setrika Pakaian

    Setrika yang memiliki lapisan datar dapat meluruskan ujung karpet yang tertekuk atau terangkat. Caranya adalah letakkan kain kecil di atas ujung karpet yang tertekuk lalu gosok kain tersebut sembari agak ditekan.

    Fungsi dari kain kecil ini adalah untuk melindungi permukaan karpet rusak karena tidak semua karpet menggunakan bahan kain yang tahan panas dan ada pula yang menggunakan semi plastik yang berpotensi meleleh.

    Gunakan Pengering Rambut atau Hair Dryer

    Sama seperti setrika, kamu perlu berhati-hati saat mengarahkan panas ke karpet. Hair dryer bisa diarahkan ke belakang karpet dengan jarak 15-23 cm agar permukaan karpet tidak rusak. Saat mengarahkan hair dryer tersebut sebaiknya sembari digerakkan agar perenggangan permukaan karpet lebih cepat.

    Rekatkan Permukaan Karpet

    Merekatkan permukaan bawah karpet ada kelebihan dan kekurangannya. Tampilan karpet akan lebih baik dan permukaannya akan lebih rata tanpa ada tekukan atau naik ke atas. Namun, dengan memasang lem di bawah permukaan karpet membuatnya sulit dilepas atau dibersihkan.

    (aqi/zul)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Membersihkan Noda Kopi di Karpet, Mudah!



    Jakarta

    Tak bisa dipungkiri, menumpahkan kopi adalah hal yang tidak bisa dihindari. Saat secangkir kopi tumpah ke karpet, akan ada noda membekas yang tidak enak dilihat dan kadang lengket seolah menjadi tanda pernah ada tumpahan kopi sebelumnya.

    Dilansir dari Molly Maid, Sabtu (30/3/2024) noda kopi kelihatannya tidak menjadi masalah, padahal kalau dibiarkan bisa jadi noda membandel dan tempat berkembang biak bagi bakteri. Jadi, gimana cara membersihkan noda kopi di karpet?

    Cara Membersihkan Noda Kopi di Karpet

    1. Basahkan Noda dengan Air Hangat

    Hal ini dilakukan untuk mengangkat kopi yang mengering. Lalu, bersihkan area tersebut dengan kain putih kering dimulai dari pinggir noda kemudian ke arah dalam guna mencegah warna merembes ke serat kain di sekitarnya. Teruskan dengan membasahi dan mengelap noda sampai tidak ada lagi noda kopi yang tersisa di karpet.


    2. Buat Pembersih Sendiri

    Memanfaatkan bahan-bahan yang sudah ada di rumah, kamu bisa membersihkan noda kopi di karpet sama mudahnya dengan produk komersial yang mahal. Bahan-bahannya terdiri dari satu sendok makan sabun cuci piring, satu sendok makan cuka putih, dan dua cangkir air hangat. Campurkan semua bahan tersebut ke dalam mangkuk dan aduk larutan dengan sendok.

    3. Oleskan Cairan Pembersih dengan Kain Bersih

    Setelah dioleskan, tepuk-tepuk dari tepi noda ke arah dalam. Celupkan kembali kain ke dalam mangkuk sesuai kebutuhan. Tepuk-tepuk noda dengan kain kering untuk menghilangkan noda dari serat karpet.

    4. Campurkan dengan Detergen Ber-enzim

    Kalau kopinya mengandung gula atau krim, campurkan satu tutup botol detergen ber-enzim dan satu cangkir air hangat ke dalam wadah yang bersih. Aduk larutan hingga tercampur rata. Gunakan kain baru untuk mengoleskan larutan pembersih ke noda kopi untuk mengurai gula dan krim yang lengket.

    5. Bilas Karpet dengan Air Dingin

    Setelah dibilas, lap noda semaksimal mungkin dengan handuk, dan biarkan karpet mengering dengan sendirinya. Hindari menginjak area tersebut sampai noda benar-benar kering.

    Itulah cara membersihkan noda kopi pada karpet. Semoga bermanfaat informasinya ya!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Atasi Ujung Karpet yang Melengkung Kembali Lurus


    Jakarta

    Salah satu persiapan di rumah ketika kedatangan tamu adalah menyediakan tempat mereka duduk. Selain di kursi, kamu juga bisa menggelar karpet agar tempatnya lebih luas.

    Karpet yang jarang digunakan biasanya disimpan dengan cara dilipat atau digulung. Terlalu lama disimpan mengakibatkan permukaannya berubah, banyak lengkungan, tidak rata, dan terlihat seperti keriting. Saat digelar di lantai terlihat kurang rapih dan nyaman.

    Penyimpanan yang salah dan bahan yang tidak terlalu bagus membuat permukaan karpet cepat rusak dengan lengkungan yang membekas.


    Namun, tidak perlu khawatir, melansir dari rugs.com, berikut cara meluruskan karpet yang melengkung.

    1. Gunakan Uap Panas

    Jika karpet milikmu terbuat dari bahan kain dan berbulu, kamu bisa menggunakan setrika uap untuk merapikan permukaannya. Saat menggunakan setrika uap pastikan carpet sudah dilebarkan di lantai. Letakkan handuk di atas permukaan karpet yang akan dirapikan baru kamu beri uap di atasnya. Jangan lupa tekan permukaan handuk agar permukaan karpet terkena panasnya.

    2. Gulung ke Arah Sebaliknya

    Jika tidak punya setrika uap atau hair dryer, kamu bisa memakai cara sederhana yakni menggulung karpet ke arah sebaliknya. Cara ini memang tidak akan langsung membuat permukaan rapi apalagi untuk permukaan yang gelombangnya besar bukan hanya di ujung.

    Saat menggulung ke arah berbeda, sesekali berikan tekanan di sepanjang gulungan. Biarkan digulung terbalik setidaknya selama 24 jam. Setelah dibuka, kamu perlu meletakkan benda berat lagi di atas permukaan yang masih melengkung.

    3. Tahan dengan Benda Berat

    Jika lengkungan tidak begitu jelas dan di sisi kecil karpet, kamu bisa menahan atas karpet dengan benda berat. Biarkan dua hingga empat hari sebelum mengangkat beban tersebut.

    4. Tempelkan Karpet ke Lantai

    Cara praktis untuk menghilangkan lengkungan pada karpet kamu bisa menempelkan selotip agar karpet menempel ke lantai. Namun cara ini bisa merusak permukaan bawah karpet dan menyisakan lengket di lantai.

    Kamu bisa cari selotip yang aman dan khusus untuk kain agar mudah untuk dipasang dan dilepas. Jika karpet hanya digunakan sementara, cara ini masih aman. Namun, untuk jangka waktu lama ditakutkan susah untuk membuka perekatnya.

    5. Jemur Karpet

    Panas bisa membuat bulu-bulu dan rangka dari karpet memuai kembali seperti semula. Menjemur di bawah sinar matahari dapat membantu mengembalikan bentuk karpet dan membunuh mikroba yang menempel di atasnya.

    Cari pagar atau tembok yang terkena sinar matahari lalu jemur karpet di atasnya. Tunggu sampai sore, tetapi jika permukaan karpet kembali dengan cepat, kamu bisa langsung angkat.

    Itulah beberapa tips atasi ujung karpet yang melengkung kembali lurus. Semoga bermanfaat!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Letak Karpet yang Fungsional dan Bikin Rumah Tampak Stylish


    Jakarta

    Karpet maupun permadani menjadi item yang bisa melengkapi tampilan interior rumah. Selain menambah estetika, karpet juga menciptakan suasana yang hangat di dalam rumah.

    Kamu bisa berjalan di sekitar rumah beralaskan karpet yang lembut, empuk, dan hangat. Item ini memang cocok sekali digunakan di dalam rumah karena menyimpan berbagai manfaat buat penghuni rumah.

    Namun, peletakan karpet tidak boleh sembarangan. Berikut ini beberapa letak yang ideal untuk memaksimalkan fungsi karpet sekaligus menambah kesan stylish pada ruangan, dikutip dari laman Saraswati Global, Minggu (14/4/2024).


    1. Ruang Tamu dan Keluarga

    Ruang tamu ataupun ruang keluarga merupakan area yang paling tepat untuk bereksperimen dengan beragam karpet dan permadani. Kamu bisa memilih dari berbagai material dan corak sesuai selera dan interior ruangan.

    Tergantung pada budget, kamu dapat memasang karpet yang besar menutupi seluruh sebagian besar lantai atau cukup di bawah meja kopi saja.

    2. Kamar Tidur

    Kamar tidur tentunya menjadi ruang untuk istirahat dan santai bagi penghuni rumah, maka akan semakin lengkap bila ditambahkan karpet. Item ini memberi kesan menenangkan pada ruangan dengan menaruhnya di sekitar depan maupun di sekitar tempat tidur.

    Kaki akan terasa hangat ketika berjalan di dalam kamar tidur pada pagi hari yang dingin. Kamu bisa memilih karpet bermotif cerah sebagai titik fokus ruangan karena kontras dengan desain kamar tidur. Sementara, kalau kamu ingin suasana yang lebih menenangkan bisa memilih karpet berwarna pastel.

    3. Ruang Makan

    Kalau tidak ada anak-anak ataupun hewan peliharaan di rumah, menaruh karpet di ruang makan bisa menjadi ide yang bagus. Karpet dengan motif yang mencolok bisa mengisi ruang makanan yang lebih luas. Selain itu, karpet juga bisa menyerap dan meredam suara bising, misalkan dari gesekan kursi.

    4. Bawah Tangga

    Menebar karpet di sepanjang tangga mungkin bisa terkesan berlebihan, tapi cukup dengan menaruh karpet di lantai bawah tangga bisa menjadi sentuhan yang indah pada area tangga. Tak hanya itu, karpet ini juga berfungsi sebagai pengamanan untuk anak-anak, agar mereka memperlambat laju berjalan ataupun berlari menuju tangga.

    Demikian letak-letak karpet di sekitar rumah yang bisa menambah estetika ruangan sekaligus menyimpan manfaat lebih buat penghuni rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih Karpet untuk di Rumah: Jenis dan Ciri-cirinya


    Jakarta

    Memilih karpet untuk mendekorasi rumah tentunya tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Sebab, kualitas karpet bisa bermacam-macam.

    Penggunaan karpet di rumah bisa sebagai dekorasi, peredam suara, tempat bersantai, hingga digunakan sebagai alas lantai supaya kaki tidak kedinginan. Maka dari itu, dari pemilihan bahan, ukuran, warna, harga, hingga ciri-ciri produk karpet yang baik perlu kamu pelajari sebelum membelinya.

    Untuk kamu yang mau beli karpet, ayo simak ringkasan di bawah ini terlebih dahulu supaya kamu tidak salah beli.


    Tipe Bahan Karpet dan Karakteristiknya

    Dikutip dari familyhandyman.com, sebelum kamu membeli sebuah karpet, ada baiknya mempelajari jenis dan karakteristik dari sebuah karpet yang ingin dibeli terlebih dahulu, sehingga karpet yang kamu beli sesuai dengan kebutuhan kamu.

    1. Karpet Nilon

    Karpet berbahan nilon memiliki daya tahan yang paling tinggi di atas semua tipe karpet. Selain itu, perawatan karpet berbahan nilon juga cenderung lebih mudah. Oleh karena itu, karpet berbahan nilon sangat cocok digunakan pada tempat yang paling sering dipakai untuk beraktivitas.

    Ciri karpet nilon yakni biasanya memiliki label “100% Mohawk Nylon” atau “100% Stainmaster Tactesse”

    2. Karpet Triexta

    Karpet triexta adalah karpet berbahan campuran poliester dengan serat jagung. Karpet ini memiliki daya tahan noda yang sangat baik, sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai tempat berolahraga, serta tempat bermain anak-anak dan hewan peliharaan.

    3. Karpet Poliester

    Karpet poliester memiliki karakter antinoda. Tidak hanya itu, karpet poliester juga memiliki tekstur yang sangat lembut dan terasa seperti produk mewah ketika menyentuh kulit kita.

    Sayangnya, karpet jenis ini cenderung sulit untuk dibersihkan, mudah sobek, dan daya tahannya tidak begitu baik.

    Karpet jenis ini lebih cocok untuk tempat yang jarang digunakan untuk beraktivitas, seperti kamar tidur.

    4. Olefin (Polipropilena)

    Karpet olefin memiliki keunggulan anti noda, berserat kuat dan tidak mudah luntur. Tidak hanya itu, harganya juga cenderung lebih murah. Namun sayangnya, daya tahan dari karpet ini kurang baik, ditambah desainnya yang unik ini membuat kotoran mudah masuk ke dalam karpet.

    Biasanya karpet jenis ini digunakan pada tempat beraktivitas yang “bersih”, seperti ruang keluarga dan tempat bermain.

    5. Saxony

    Karpet saxony sangat cocok untuk digunakan pada ruang makan, ruang tamu, dan kamar tidur.

    Sayangnya, karpet ini terkadang meninggalkan bekas aktivitas ketika tersentuh seperti jejak kaki. Oleh karena itu, karpet ini kurang cocok untuk area sibuk. Biasanya, jenis karpet saxony yang paling murah hanya bisa bertahan hingga 5 tahun.

    Setelah kamu menentukan jenis karpet yang cocok, selanjutnya kamu bisa coba cek hal di bawah ini untuk menentukan apakah produk karpet tersebut baik atau buruk.

    Cara Menentukan Kualitas Karpet yang Baik

    1. Bobot Fiber Karpet

    Pastikan Bobot Fiber Karpet di atas 1 Kg/m2.Semakin tinggi angka, semakin padat isi karpet dan semakin kuat pula daya tahan karpetnya.

    2. Rating Kepadatan

    Pastikan rating kepadatan karpet tersebut menyentuh angka 2.000. Kepadatan ini ditentukan oleh ketebalan serat dan seberapa rapat serat tersebut. Semakin tebal dan berat karpet, semakin baik kualitas karpetnya dan semakin kecil kemungkinannya untuk hancur.

    Atau, cara paling mudahnya adalah dengan menekuk sampel karpet ke arah belakang, bila kamu bisa melihat dasar dari karpet tersebut dengan mudah, itu artinya karpet tersebut kurang baik dan akan mudah pipih.

    3. BCF atau Staple?

    Fiber karpet ada 2 jenis yaitu Bulked Continuous Filament (BCF) dan staple. Tipe fiber staple lebih mudah untuk rontok dibandingkan dengan BCF.

    Walaupun kerontokan kecil ini tidak mempengaruhi daya tahan karpet, namun ini akan sangat mengganggu bila kamu ingin membersihkan karpet dengan penyedot debu. Ditambah, rontokan fiber ini bisa mengganggu orang yang memiliki alergi.

    4. Minimal Garansi 10 Tahun untuk Retensi Tekstur

    Hal ini akan menentukan seberapa lama karpet bisa kembali ke bentuk semula saat setelah digunakan untuk beraktivitas.

    Itu dia beberapa ringkasan mengenai karakteristik dari jenis-jenis karpet dan cara untuk menentukan kualitas karpet yang baik. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bingung Pilih Warna Karpet? Ini Solusinya


    Jakarta

    Memilih warna karpet yang tepat untuk dipasang di rumah pasti bikin kamu galau. Masalahnya, dalam memilih warna karpet yang tepat, ada banyak sekali hal yang perlu diperhatikan, seperti kondisi ruangan, pencahayaan, dan keserasian warna dengan lingkungan ruangan.

    Contohnya, ruangan yang sering dijadikan tempat beraktivitas tentunya akan kurang cocok untuk dipasangi karpet berwarna cerah. Alasannya karena warna cerah cenderung mudah kotor.

    Nah, oleh karena itu, kamu bisa coba ikuti rekomendasi warna karpet di bawah ini agar sesuai dengan kebutuhan kamu.


    Warna Karpet Populer Sesuai dengan Mood dan Fungsinya

    Dikutip dari The Spruce, Sabtu (25/5/2024), ada beberapa rekomendasi warna populer untuk karpet di rumah kamu. Pastikan juga fungsi dari warna ini cocok dengan apa yang kamu inginkan.

    1. Warna Gelap

    Warna gelap seperti hitam arang, abu-abu gelap, dan cokelat tua adalah warna gelap yang paling populer untuk karpet.

    Tipe karpet berwarna gelap seperti ini sangat cocok untuk dipasang pada tempat beraktivitas keluarga dan pada hewan peliharaan. Alasannya karena warna ini sangat cocok untuk menyembunyikan noda dan selalu terlihat eksis.

    2. Warna Cerah

    Warna krem adalah warna cerah yang paling sering digunakan untuk karpet. Warna krem bisa membuat mood ruangan menjadi terasa hangat dan netral tergantung dengan tingkat kecerahannya.

    Selain itu, semua tipe warna krem, seperti Ivory, off-white, dan stark white juga bisa menyembunyikan hampir dari kebanyakan noda ringan.

    3. Warna Hangat Netral

    Karpet dengan warna netral sangat digemari oleh kebanyakan orang. Saat ini, warna yang disukai adalah warna netral dengan kesan alami seperti warm gray atau krem cappuccino. Selain itu, ada warna netral hangat lainnya termasuk cokelat, krem, dan coklat.

    Kebanyakan warna netral seperti ini sangat cocok bagi kamu yang ingin menghemat uang, karena biasanya warna netral seperti ini terhitung lebih tahan lama dibandingkan dengan tren warna cerah.

    Selain itu, kamu juga bisa menambahkan aksesoris berwarna mencolok lainnya seperti bantal agar suasana ruangan terlihat lebih ceria.

    4. Warna Sejuk

    Warna sejuk yang paling populer adalah abu-abu. Namun belakangan ini ada warna baru lagi yaitu “greige”, warna hasil dari perpaduan antara abu-abu dan krem.

    Tergantung dengan perpaduan karpet ini dengan seisi ruangan, warna abu-abu ini bisa memberikan mood ruangan yang sejuk ataupun hangat.

    5. Warna Terang

    Warna vibrant atau warna-warna terang seperti biru, hijau, pink, atau ungu akan sangat cocok untuk ruangan anak-anak.

    Nah, itu dia beberapa warna populer yang bisa kamu jadikan perhitungan ketika memilih warna karpet. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui 5 Penyebab Karpet Bau Apek dan Cara Ampuh Mengatasinya


    Jakarta

    Karpet menjadi benda yang dapat menghiasi ruangan sekaligus memberi rasa hangat ketika berdiri atau duduk di atasnya. Meski cantik dan fungsional, sering kali kita mengabaikan kebersihan sampai karpet bau apek.

    Aroma kain yang lembap dan apek bikin suasana rumah menjadi kurang nyaman. Kalau sudah terlanjur apek, sebaiknya segera diatasi dan jangan dibiarkan ya!

    Lantas, apa yang membuat karpet bau apek? Simak penjelasan berikut ini yang dilansir dari Rug Traders, Jumaat (5/12/2024).


    Penyebab Karpet Berbau Apek

    1. Hewan Peliharaan

    Karpet tak jarang menjadi sasaran bagi hewan peliharaan untuk pipis. Bau pesing akibat urin hewan peliharaan, terutama pada karpet wol, akan melekat kuat dan sulit dihilangkan. Bau tidak sedap ini bahkan bisa meningkat dari waktu ke waktu akibat bakteri yang kembali aktif jika terkena air.

    2. Karpet Lembap

    Bau apek pada karpet bisa dipicu oleh kondisinya yang lembap. Hal ini biasanya disebabkan oleh banjir, tumpahan air, atau pendingin ruangan yang bocor. Bau apek ini ditimbulkan oleh jamur dan bakteri yang muncul pada karpet yang basah.

    3. Lapisan Lateks Rusak

    Banyak karpet memiliki lapisan lateks di bagian bawahnya yang bertujuan agar bulu-bulu karpet tetap menyatu. Namun, lapisan lateks ini bisa rusak dan menimbulkan bau busuk karena kualitasnya yang menurun. Bau akibat lapisan lateks ini bahkan bisa semakin parah setelah dicuci.

    4. Usia Karpet

    Kualitas karpet akan menurun seiring berjalannya waktu. Serat-serat pada karpet bisa terurai dan menimbulkan bau apek yang tidak diinginkan. Selain bau yang mengganggu, serat karpet juga bisa mengeluarkan debu yang menyebabkan alergi.

    5. Wol Karpet

    Karpet berbahan wol dibuat dari serat bulu domba yang memiliki kemampuan menyerap kelembapan dari udara. Hal ini juga bisa menimbulkan bau khas wol yang tidak sedap.

    Cara Menghilangkan Bau apek pada Karpet

    Untuk menghilangkan bau apek pada karpet, ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan. Melansir Pristine Home, Jumat (5/7/2024), berikut beberapa solusi sederhana yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan bau apek pada karpet.

    1. Gunakan Soda Kue atau Cuka Putih

    Soda kue memiliki sifat pembersihan yang luar biasa. Kabar baiknya, kamu tidak perlu susah mendapatkannya karena bahan ini biasanya sudah ada di lemari dapurmu.

    Soda kue bisa menghilangkan noda dan menyerap bau, serta kelembapan pada karpet. Jika noda dan bau pada karpet masih sulit dihilangkan, kamu bisa mengombinasikannya dengan cuka putih.

    Berikut langkah-langkah menghilangkan bau apek pada karpet dengan soda kue:

    • Pastikan karpet dalam keadaan kering.

    • Campur air hangat dan cuka dengan rasio 2:1 dalam botol semprot. Semprotkan campuran tersebut di area yang bau pada karpet. Namun, jangan membuatnya terlalu basah.

    • Taburkan soda kue di area berbau. Kamu bisa menggunakan sapu atau sikat untuk meratakannya, lalu gosokkan bubuk soda kuet tersebut ke dalam karpet. Alternatifnya, kamu juga bisa menggunakan boraks.

    • Biarkan campuran tersebut meresap semalaman.

    • Vakum bubuk soda kue dari karpet, pastikan tidak ada produk yang tertinggal.

    2. Bersihkan Karpet dengan Sampo

    Coba menggunakan sampo karpet komersial. Ada berbagai jenis yang tersedia. Beberapa produk mungkin memerlukan mesin pembersih karpet, sementara yang lain bisa diaplikasikan hanya dengan spons.

    Langkah-langkah menghilangkan bau apek pada karpet dengan sampo adalah sebagai berikut.

    • Periksa petunjuk penggunaan produk sebelum menggunakannya. Beberapa sampo mungkin memerlukan air untuk diaktifkan, sementara yang lain bekerja dengan baik dalam keadaan kering.

    • Jika karpetmu terdapat noda, mungkin lebih baik untuk mengatasinya sebelum membersihkannya dengan sampo.

    3. Kontrol Kelembapan Udara di Rumah

    Seperti pepatah, melakukan langkah pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Untuk menghilangkan kemungkinan bau tidak sedap atau pertumbuhan jamur, cobalah kontrol kelembapan udara di dalam rumahmu. Kondisi udara yang lembap bisa memicu bau apek pada karpet.

    Untuk mengontrol kelembapan udara di rumah, kamu bisa melakukan langkah-langkah berikut.

    • Pasang kipas angin agar sirkulasi udara berjalan dengan lebih baik. AC juga bisa memberikan hasil yang memadai.

    • Buka jendela secara teratur untuk ventilasi yang baik.

    • Saat membersihkan lantai, tunggu hingga benar-benar kering sebelum meletakkan kembali karpet di atasnya.

    • Jika memungkinkan, jemur karpet di bawah sinar matahari agar kering secara alami.

    • Temukan sumber kelembapan di rumah dan atasi segera. Sumber kelembapan di rumah umumnya disebabkan oleh kebocoran pipa atau uap dari dapur atau kamar mandi.

    Demikianlah penjelasan mengenai cara menghilangkan bau apek pada karpet di rumah. Dengan mengetahui cara-caranya, karpet bisa terbebas dari bau apek sehingga akan membuatmu nyaman di rumah.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Bikin Berisik Tetangga, Ini Tips Buat Ruangan Kedap Suara di Rumah


    Jakarta

    Memiliki rumah yang berdempetan dengan tetangga terkadang membuat penghuni kurang nyaman. Sebab, bisa saja suara yang keluar dari rumah dianggap terlalu berisik sehingga mengganggu tetangga.

    Kegiatan sehari-hari di rumah bisa saja menimbulkan suara berisik, seperti saat menonton film, memainkan alat musik, dan lainnya. Maka dari itu, sebaiknya ruangan yang ada di rumah dibuat kedap suara agar tidak mengganggu tetangga.

    Untuk membuat ruangan kedap suara, ada beberapa hal mudah yang bisa dilakukan. Sebagai contoh, menaruh rak buku di dinding, memasang karpet, dan lainnya.


    Dilansir dari The Spruce, Rabu (24/7/2024), berikut ini tips membuat ruangan kedap suara.

    Membuat Dinding dan Ruangan Kedap Suara

    Kamu bisa menaruh rak buku ataupun kabinet pada dinding untuk meminimalisir transmisi suara. Material dan barang-barang yang diletakkan di rak maupun kabinet mampu menahan getaran dan mengurangi transmisi suara.

    Kamu juga bisa menambahkan sofa serta bantal-bantal untuk menyerap dan meredam suara.

    Material yang Bisa Meredam Suara

    Ada beberapa material yang memang digunakan untuk meredam suara pada sebuah ruangan, yaitu:

    – Mass-loaded vinyl (MLV)

    MLV adalah vinil tipis berukuran 1/16 inci dan sangat padat yang ditempel dengan partikel logam. Penggunaan MLV bisa menjadi solusi untuk meredam suara dengan harga murah dan material tipis.

    – Panel Akustik

    Panel akustik tersedia dalam bentuk papan atau kain yang digantung di dinding untuk meredam suara. Ada 2 jenis panel akustik, yaitu untuk menghentikan kebisingan agar tidak memantulkan dari permukaan keras di bagian dalam dan ada yang menghalangi masuknya suara melalui pintu atau jendela.

    – Acoustic Foam

    Acoustic foam menyerap suara dalam ruangan dengan membatasi getaran yang menimbulkan suara. Panel ini terbuat dari poliuretan yang lembut dan berpori.

    – Drywall Konvensional dan Soundproofing

    Drywall konvensional merupakan bahan bangunan yang berat dan padat sehingga bisa menambah masa pada dinding ruangan untuk mencegah suara dapat melewatinya. Sementara itu, Soundproofing Drywall mirip seperti Drywall konvensional, namun harganya lebih mahal. Sebab, satu lapisan Soundproofing Drywall sudah cukup untuk membuat ruangan kedap suara, sementara drywall konvensional membutuhkan 2 lembar untuk dapat meredam suara.

    Membuat Lantai Kedap Suara

    Kamu bisa menggunakan karpet untuk membantu meredam suara pada suatu ruangan. Bisa juga menambahkan bantalan di bawah karpet yang tebal untuk meningkatkan potensi meredam suara.

    Membuat Jendela Kedap Suara

    Kamu bisa menggunakan tirai akustik atau tirai kedap suara yang diletakkan di trim jendela untuk menghalangi suara. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan weatherstripping pada jendela maupun pada pintu. Weatherstripping ini biasanya digunakan untuk menghalangi angin, air hujan, dan lainnya masuk ke dalam rumah.

    Itulah beberapa cara untuk membuat ruangan kedap suara di rumah. Semoga bermanfaat ya!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Buat Ruang Kedap Suara dan Pilihan Materialnya Biar Nggak Ganggu Tetangga


    Jakarta

    Rumah seharusnya menjadi tempat bagi penghuninya mendapatkan ketenangan, beristirahat, dan bersenang-senang. Namun, apabila hidup bertetangga, jangan sampai cara kamu bersenang-senang mengganggu tetangga, begitu pun sebaliknya.

    Apabila kamu senang karaoke, menyetel lagu yang cukup keras, atau mengadakan pesta di rumah, jangan sampai suara tersebut terdengar ke luar hingga mengganggu tetangga. Bagaimana bisa?

    Tentu memungkinkan. Saat ini sudah ada banyak cara untuk meredam suara agar tidak terdengar hingga ke luar ruangan. Sama seperti konsep ruang bioskop, di rumah pun bisa dibuat ruangan kedap suara.


    Dengan cara ini, kamu dan tetangga akan sama-sama nyaman karena kamu dapat bersenang-senang, tetangga kamu juga tidak akan terganggu kegiatan dan istirahatnya. Lantas, bagaimana cara membuat ruangan kedap suara?

    Mengutip dari The Spruce, Sabtu (31/8/2024), berikut ini tips membuat ruangan kedap suara.

    Membuat Dinding dan Ruangan Kedap Suara

    Ketika ingin mendekorasi ruangan agar kedap suara, kamu memerlukan material yang menghalau suara tersebut keluar. Benda berbahan keras, tidak menjamin suara tidak keluar ruangan. Mulai dari dinding, kamu bisa meletakkan rak buku ataupun kabinet pada dinding untuk meminimalisir transmisi suara. Material dan barang-barang yang diletakkan di rak maupun kabinet mampu menahan getaran dan mengurangi transmisi suara.

    Selain itu, tambahkan perabotan berbahan lembut seperti sofa serta bantal-bantal untuk menyerap dan meredam suara.

    Material yang Bisa Meredam Suara

    Ada beberapa jenis material yang dapat digunakan untuk meredam suara pada sebuah ruangan, berikut di antaranya:

    1. Mass-loaded vinyl (MLV)

    MLV adalah vinil tipis berukuran 1/16 inci dan sangat padat yang ditempel dengan partikel logam. Penggunaan MLV bisa menjadi solusi untuk meredam suara dengan harga murah dan material tipis.

    2. Panel Akustik

    Material satu ini adalah sebuah papan atau kain yang digantung di dinding untuk meredam suara. Panel akustik memiliki 2 jenis, yaitu untuk menghentikan kebisingan agar tidak memantulkan dari permukaan keras di bagian dalam dan ada yang menghalangi masuknya suara melalui pintu atau jendela.

    3. Acoustic Foam

    Jika tadi seperti kayu atau kain, acoustic foam terbuat dari poliuretan yang lembut dan berpori. Fungsinya dapat menyerap suara dalam ruangan dengan membatasi getaran yang menimbulkan suara.

    4. Drywall Konvensional dan Soundproofing

    Jika kamu menginginkan material yang lebih bagus kinerjanya untuk menghalau suara, kamu bisa memilih drywall konvensional Soundproofing Drywall.

    Drywall konvensional merupakan bahan bangunan yang berat dan padat sehingga bisa menambah masa pada dinding ruangan untuk mencegah suara dapat melewatinya. Sementara itu, Soundproofing Drywall tidak jauh berbeda dengan drywall konvensional hanya saja harganya lebih mahal.

    Sebab, satu lapisan Soundproofing Drywall sudah cukup untuk membuat ruangan kedap suara, sementara drywall konvensional membutuhkan 2 lembar untuk dapat meredam suara.

    Membuat Lantai Kedap Suara

    Tidak cukup pada dinding, kamu juga bisa melapisi lantai dengan karpet agar suara hanya terdengar di dalam ruangan. Bisa juga menambahkan bantalan di bawah karpet yang tebal untuk meningkatkan potensi meredam suara.

    Membuat Jendela Kedap Suara

    Apabila di ruangan tersebut terdapat jendela, kamu perlu menambahkan menggunakan tirai akustik atau tirai kedap suara yang diletakkan di trim jendela untuk menghalangi suara. Pilihan lainnya adalah dengan memakai weatherstripping pada jendela maupun pada pintu. Weatherstripping ini biasanya digunakan untuk menghalangi angin, air hujan, dan lainnya masuk ke dalam rumah.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com