Tag: kata pakar

  • Seberapa Sering Sofa Harus Dibersihkan? Ini Kata Pakar


    Jakarta

    Sofa di ruang tamu menjadi tempat yang nyaman bagi penghuni rumah maupun tamu yang datang untuk duduk santai sambil mengobrol. Maka dari itu, banyak orang yang membeli sofa dengan harga puluhan juta rupiah agar mendapatkan kenyamanan ekstra.

    Walau harga sofa yang dibeli punya harga selangit dan begitu empuk saat diduduki, tapi kenyamanan tersebut akan sirna jika sofa jarang dibersihkan. Seiring waktu, sofa akan cepat kotor dan berdebu karena selalu diduduki setiap hari.

    Apalagi kalau kamu sering menyantap makanan di sofa ruang tamu. Terkadang, sisa remahan makanan yang jatuh ke sofa bisa masuk ke dalam sela-sela, sehingga dapat mengundang serangga seperti semut dan kecoak untuk datang.


    Maka dari itu, sebaiknya kamu perlu membersihkan sofa secara berkala agar tetap nyaman saat diduduki. Lantas, seberapa sering sofa harus dibersihkan? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Seberapa Sering Sofa Harus Dibersihkan?

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, idealnya sofa di ruang tamu harus dibersihkan seminggu sekali. Paling telat setiap dua minggu sekali agar sofa tetap nyaman untuk digunakan.

    Sofa dapat dibersihkan dengan menggunakan vacuum cleaner. Langkah ini efektif untuk menyedot debu dan kotoran yang menempel di permukaan, bagian bawah, dan sela-sela sofa.

    “Hal ini terutama berlaku untuk sofa berbahan kain karena debu dan kotoran cenderung menempel dan tersangkut di serat sofa,” kata pakar interior dan kebersihan di Dyson Asaph Ooi.

    Apabila terdapat noda di sofa, kamu bisa membersihkannya dengan larutan detergen cair atau sabun cuci piring yang dicampur air hangat, lalu oleskan menggunakan kain secara perlahan.

    Untuk noda membandel di sofa, kamu dapat membersihkan dengan bahan alami seperti cuka putih atau soda kue. Sedangkan khusus sofa dari bahan kulit, disarankan dilap dengan kain lembap dan cairan pembersih khusus material kulit.

    Tidak hanya menyingkirkan debu dan noda yang menempel, Asaph menyebut membersihkan sofa setiap minggu dapat mencegah tungau bersarang dan berkembang biak di dalam sofa. Sebab, serangga kecil ini dapat hidup di tempat gelap dan lembap.

    “Banyak orang yang mungkin tidak sadar akan hal ini, tetapi tungau dapat berkembang biak di tempat gelap, hangat, dan lembap dengan banyak sel kulit mati. Ini termasuk sofa dan tempat tidur,” ujarnya.

    Membersihkan sofa secara berkala juga dapat menjaga kesehatan penghuni rumah. Sebab, partikel debu dan kotoran bisa beterbangan di udara. Jika debu terhirup ke dalam tubuh maka bisa memicu penyakit seperti alergi dan gangguan sistem pernapasan.

    Penting juga untuk membersihkan bantal kecil yang ada di sofa. Sebab, tungau jugs bisa tumbuh di dalam sarung bantal sehingga dapat mengganggu kenyamanan ketika sedang bersantai.

    Tips Membersihkan Sofa dengan Vacuum Cleaner

    Agar debu dan kotoran di sofa bisa terangkat secara maksimal, Asaph menyarankan memakai vacuum cleaner nirkabel dengan daya hisap tinggi. Dengan begitu, seluruh debu yang menempel bisa terangkat.

    Sedot debu di permukaan sofa pakai vacuum cleaner secara perlahan. Setelah itu, lepas bagian jok sofa dan bersihkan area bawah serta sela-sela sofa. Terkadang, area ini kerap ditemukan banyak helai rambut, sisa makanan, semut, hingga tungau.

    Bersihkan juga sarung bantal sofa dan sedot dengan vacuum cleaner. Bila perlu, cuci sarung bantal di mesin cuci dengan detergen cair agar bersih dan wangi.

    Demikian tips membersihkan sofa dan seberapa sering sofa harus dibersihkan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Baju Harus Dibalik saat Dicuci? Ini Kata Pakar



    Jakarta

    Saat mencuci baju, biasanya dilakukan dalam keadaan terbalik yaitu bagian dalamnya di luar. Hal ini ternyata ada manfaatnya lho.

    Membalik pakaian saat dicuci bisa menjaga warna agar tidak pudar. Selain itu, membalik bagian dalam jeans ke luar bisa mencegah iritasi bahan pakaian lain yang sensitif karena bergesekan dengan ritsleting, kancing, atau bahan berat lainnya.

    “Mencuci pakaian dan membaliknya akan membantu melindungi kain luar dari gesekan selama pencucian, yang sangat penting untuk mempertahankan warna dan membuat pakaian tampak baru,” kata Forrest Webber, pemilik Bear Brothers Cleaning dikutip dari Real Simple, Selasa (25/11/2025).


    Selain itu, cara ini juga bisa melindungi motif dan sulaman pakaian membersihkan bagian dalam pakaian hingga menghilangkan keringat.

    Walaupun membalik pakaian tidak bisa mencegah warna pudar, setidaknya bisa memperlambat proses itu.

    Walau demikian, tidak semua pakaian bisa dicuci dengan cara bagian dalamnya dibalik. Berikut ini beberapa pakaian yang bisa dicuci dengan bagian dalam yang ada di luar.

    – Jeans
    – Pakaian olahraga
    – Kemeja katun
    – Pakaian berwarna cerah
    – Pakaian berwarna gelap
    – Bahan halus dan bebas noda

    Kalau ada pakaian berwarna gelap atau cerah dan ingin mempertahankan kecerahan warnanya, balikkan pakaian tersebut sebelum dicuci.

    “Ini akan mencegah pudarnya pakaian berwarna gelap atau cerah dan akan mempertahankan sulaman atau sablon,” kata Webber.

    Kalau pakaian terkena noda, perlu mengatasinya terlebih dulu dan membersihkannya dengan sisi yang benar. Ini akan membantu menghilangkan noda sebaik mungkin.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com