Tag: kayu

  • Awas Perabot Kayu Berjamur Kala Musim Hujan, 7 Cara Ini Bisa Halau



    Jakarta

    Furniture kayu sangat rentan berjamur. Terlebih lagi ketika musim hujan tiba, potensi tumbuhnya jamur semakin tinggi. Jarang membersihkan furnitur juga bisa menjadi faktor tumbuhnya jamur pada furnitur kayu.

    Jamur akan membuat bahan kayu pada furnitur menjadi lapuk dan rusak. Lalu, bagaimana cara menghilangkan jamur pada furnitur kayu? Mengutip dari Activ Furniture, berikut 7 tips ampuh menghilangkan jamur pada furnitur kayu.

    1. Menjemur Furniture di Bawah Sinar Matahari

    Tips pertama untuk menghilangkan jamur adalah dengan menjemurnya di bawah sinar matahari. Karena kelembaban udara yang tinggilah yang membuat jamur rentan tumbuh pada furnitur kayu. Paparan sinar matahari akan membuat jamur mati.


    Kamu dapat menjemur furniture kayu secara rutin. Namun, jangan terlalu lama sebab tidak semua material furniture tahan terhadap sinar matahari langsung. Alih-alih dapat membunuh jamur, warna furniture Kamu akan pudar.

    2. Menggunakan Cairan Pembersih

    Selanjutnya, menghilangkan jamur dengan cairan pembersih. Kamu dapat mengoleskan cairan pembersih itu pada bagian furniture yang berjamur. Lakukan secara berkala hingga jamur hilang.

    3. Mengoleskan Alkohol

    Cara lainnya yaitu kamu dapat menggunakan alkohol dengan kadar 70%. Kamu dapat menggunakan kain lap kering. Lalu, teteskan alkohol pada lap kering itu secukupnya. Kemudian, oleskan pada permukaan furniture kayu yang terserang jamur.

    Lakukan berulang kali hingga jamur benar-benar hilang. Alkohol ini juga mampu mencegah jamur tumbuh kembali. Ingat! Gunakan juga kacamata pelindung dan masker wajah saat membersihkan dengan alkohol.

    4. Menggunakan Larutan Jeruk Nipis Dan Garam

    Selain dengan bahan kimia, kamu dapat menghilangkan jamur pada furniture kayu dengan bahan alami, seperti jeruk nipis dan alkohol.

    Caranya, Kamu perlu campurkan perasan jeruk nipis dan garam secukupnya. Setelah itu, Kamu dapat menggunakan sikat gigi bekas dan celupkan ke dalam larutan jeruk nipis dan garam. Lalu, gosok ke bagian furniture yang berjamur dengan sikat gigi tersebut. Lakukan berulang kali hingga jamur menghilang.

    Kamu juga dapat menaburkan garam di atas permukaan berjamur secara langsung. Setelah itu, gosok bagian itu secara perlahan dengan jeruk nipis yang sudah dibelah menjadi dua bagian. Setelah jamur sudah hilang, jangan lupa untuk keringkan furnitur terlebih dahulu.

    5. Meletakkan Kamper Di Dalam Furniture

    Selain menyebabkan furniture rusak, adanya jamur ini juga menimbulkan bau kurang sedap. Barang-barang, seperti pakaian, sepatu, dan buku, secara otomatis akan terpengaruh.

    Sebelum hal tersebut terjadi, Kamu dapat meletakkan kamper di dalam furniture. Misalnya, di dalam lemari pakaian. Aroma kamper mampu menghambat pertumbuhan jamur. Jangan lupa mengganti kamper baru setelah kamper yang lama sudah habis.

    6. Memasang Lampu Di Dekat Furniture

    Jamur dapat muncul pada tempat kurang cahaya. Nah, solusinya Kamu dapat memasang lampu neon di ruangan, terutama dekat dengan furniture kayu. Panas lampu dipercaya dapat mencegah sekaligus membunuh jamur yang sudah tumbuh. Kamu juga dapat memasang lampu di dalam lemari pakaian. Sehingga terhindar dari ruang penyimpanan dalam lemari yang gelap dan lembab.

    7. Melapisi dengan Pernis Atau Melamin

    Bahan pernis maupun melamin sering digunakan dalam proses finishing pembuatan furniture. Namun, dua bahan ini ternyata tak hanya bikin tampilan furnitur kayu jadi cantik. Melainkan, juga efektif mencegah pertumbuhan jamur.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Atasi Pintu Kayu Berjamur di Musim Hujan



    Jakarta

    Pintu kayu punya kelebihan tampilan yang lebih estetik dibanding material lainnya. Bila dirawat dengan benar, pintu ini juga bisa awet dan berumur panjang lho.

    Tapi, musim hujan yang bikin udara lebih lembap dari biasanya, rentan bikin pintu dari bahan kayu jadi mudah berjamur dan rusak.

    Lalu, bagaimana cara menghilangkan jamur pada pintu kayu? Mengutip dari Activ Furniture, berikut 7 tips ampuh menghilangkan jamur pada pintu kayu.


    1. Jemur di Bawah Sinar Matahari

    Tips pertama untuk menghilangkan jamur adalah dengan menjemurnya di bawah sinar matahari. Karena kelembaban udara yang tinggilah yang membuat jamur rentan tumbuh pada pintu kayu. Paparan sinar matahari akan membuat jamur mati.

    Jika memungkinkan, kamu bisa melepas daun pintu dan menjemurnya di bawah sinar matahari. Tapi, jangan terlalu lama sebab tidak semua material tahan terhadap sinar matahari langsung. Alih-alih dapat membunuh jamur, warna daun pintu kayumu bisa pudar.

    2. Menggunakan Cairan Pembersih

    Jika melepas daun pintu dirasa cukup merepotkan, kamu bisa mencoba alternatif lain.

    Selanjutnya, menghilangkan jamur dengan cairan pembersih. Kamu dapat mengoleskan cairan pembersih itu pada bagian daun pintu yang berjamur. Lakukan secara berkala hingga jamur hilang.

    3. Mengoleskan Alkohol 70%

    Cara lainnya yaitu kamu dapat menggunakan alkohol dengan kadar 70%. Kamu dapat menggunakan kain lap kering. Lalu, teteskan alkohol pada lap kering itu secukupnya. Kemudian, oleskan pada permukaan pintu kayu yang terserang jamur.

    Lakukan berulang kali hingga jamur benar-benar hilang. Alkohol ini juga mampu mencegah jamur tumbuh kembali. Ingat! Gunakan juga kacamata pelindung dan masker wajah saat membersihkan dengan alkohol.

    4. Menggunakan Larutan Jeruk Nipis Dan Garam

    Selain dengan bahan kimia, kamu dapat menghilangkan jamur pada pintu kayu dengan bahan alami, seperti jeruk nipis dan alkohol.

    Caranya, Kamu perlu campurkan perasan jeruk nipis dan garam secukupnya. Setelah itu, Kamu dapat menggunakan sikat gigi bekas dan celupkan ke dalam larutan jeruk nipis dan garam. Lalu, gosok ke bagian pintu yang berjamur dengan sikat gigi tersebut. Lakukan berulang kali hingga jamur menghilang.

    Kamu juga dapat menaburkan garam di atas permukaan berjamur secara langsung. Setelah itu, gosok bagian itu secara perlahan dengan jeruk nipis yang sudah dibelah menjadi dua bagian. Setelah jamur sudah hilang, jangan lupa untuk keringkan furnitur terlebih dahulu.

    5. Melapisi dengan Pernis Atau Melamin

    Bahan pernis maupun melamin sering digunakan dalam proses finishing pembuatan pintu kayu. Namun, dua bahan ini ternyata tak hanya bikin tampilan pintu kayu jadi cantik. Melainkan, juga efektif mencegah pertumbuhan jamur.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Menghilangkan Noda Air pada Furniture Kayu


    Jakarta

    Furniture dengan material kayu banyak dimiliki orang. Sebab, Furniture kayu dinilai membawa kehangatan dan cocok untuk di segala desain.

    Kayu merupakan material yang tahan lama dan cukup mudah perawatannya. Namun, harus sering dibersihkan agar tidak berdebu. Terlebih lagi apabila ada tumpahan air, maka harus segera dibersihkan agar tidak berbekas.

    Biasanya, noda bekas air di Furniture kayu terjadi karena gelas yang basah. Jika memungkinkan, harus segera ditangani. Dilansir dari The Spruce, Selasa (6/2/2024), ada dua cara untuk mengatasi hal tersebut, yaitu:


    1. Bersihkan dengan Minyak Zaitun atau Mayonnaise

    Cara pertama adalah membersihkan noda air dengan mengoleskan minyak zaitun ataupun mayonnaise ke area berwarna putih karena bekas air. Diamkan hingga satu jam, lalu bersihkan.

    2. Gunakan Pasta Gigi Non-gel

    Cara kedua yaitu dengan menggunakan pasta gigi non-gel. Taruh pasta gigi tersebut pada kain lembut dan gosokkan pada noda air hingga hilang. Setelah itu, lap sisa pasta gigi pada Furniture kayu dengan lap basah dan lap kembali Furniture itu dengan kain lembut dan kering.

    Sebagai tambahan, dilansir dari Real Simple, membersihkan noda bekas air pada Furniture kayu juga bisa dilakukan dengan campuran pasta gigi non-gel dan baking soda. Gosokkan campuran tersebut pada noda air. Setelah itu bersihkan sisa campuran dengan kain lap bersih lalu keringkan Furniture.

    3. Pakai Setrika

    Untuk membersihkan noda air dengan setrika harus dilakukan secara hati-hati. Dilansir dari Architectural Digest, astikan Furniture kayu sudah dibersihkan dengan Furnituree polis atau pembersih Furniture kayu yang lembut sebelum memberikan panas pada Furniture.

    Langkah awalnya, letakkan lap basah di atas noda air. Lalu, nyalakan setrika dengan panas rendah dengan uap. Selanjutnya, gosok ke depan dan belakang di atas lap basah untuk menghilangkan noda. Lakukan proses tersebut hingga noda hilang.

    Tips Agar Furniture Kayu Bersih Lebih Lama

    Membersihkan Furniture kayu tentu diperlukan. Nah, berikut ini beberapa cara agar Furniture kayu bersih lebih lama yang dilansir dari Real Simple.

    1. Bersihkan Debu

    Sering membersihkan debu bisa mencegah menumpuknya debu, goresan, dan kerusakan lainnya. Kamu bisa membersihkan debu-debu dengan menggunakan kemoceng agar lebih mudah. Membersihkan debu dan mengelap Furniture kayu bisa membuat Furniture lebih tahan lama.

    2. Hindari Terkena Sinar Matahari Langsung

    Tempatkan Furniture kayu jauh dari sinar matahari langsung, sumber panas, dan area yang lembap kecuali Furniture itu memang sengaja dibuat untuk diletakkan di bagian luar rumah atau outdoor. Cahaya matahari bisa membuat warna memudar, panas dan lembap bisa merusak kayu. Untuk meminimalisir paparan sinar matahari, kamu bisa menggunakan tirai.

    3. Tutupi Furniture

    Dengan menutupi bagian permukaan Furniture kayu bisa mencegah adanya noda, paparan panas, dan lembap. Kamu bisa menggunakan taplak meja, coaster, atau yang lainnya. Hindari penggunaan plastik karena bisa menggores permukaan Furniture.

    Itulah cara membersihkan noda air pada Furniture kayu dan menjaganya agar bersih lebih lama. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Jenis Finishing Kayu Beserta Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Kayu merupakan bahan yang sering digunakan untuk berbagai model rumah. Mulai dari rumah model modern, kontemporer, maupun klasik.

    Permukaan kayu diperlukan untuk melindungi dari efek keausan (kerusakan yang disebabkan oleh suatu gesekan). Selain memberikan perlindungan, hal ini bertujuan untuk meningkatkan keindahan dan memastikan umur panjang permukaan kayu.

    Ada beragam pilihan jenis finishing kayu yang tersedia, kamu bisa sesuaikan dengan seleramu dengan mengetahui penjelasan di bawah ini.


    Jenis Finishing Kayu

    Dilansir dari situs Homesdirect 365, berikut adalah berbagai jenis finishing kayu.

    1. Wood Stain (Pewarna Natural Kayu)

    Finishing wood stain biasanya paling baik digunakan untuk mengubah warna permukaan kayu yang berwarna terang.

    Kelebihannya, jenis finishing kayu ini punya variasi warna. Namun, kekurangan finishing ini seringnya tidak memberikan banyak perlindungan.

    2. Water-Based Stains (Pelapis Kayu Berbasis Air)

    Pelapisan jenis pewarna kayu ini terkenal karena mudah diaplikasikan dan aman. Selain itu, produknya juga bisa cepat kering (bisa sekitar 1 jam) dan daya tutupnya sangat baik.

    Keunggulan lainnya yaitu jenis noda kayu sangat tahan terhadap lumut dan jamur, sekaligus bisa digunakan pada semua jenis kayu.

    Untuk mengaplikasikanya, bisa menggunakan bantalan busa, kain, atau sikat berbulu alami.

    3. Solvent-Based Wood Stain

    Jenis ini akan memberikan hasil akhir yang halus dan mudah diaplikasikan. Kekurangannya, kita memerlukan pelarut seperti white spirit untuk membersihkan kuas, tangan, dan peralatan lain yang digunakan.

    Waktu pengeringannya juga antara 2 dan 6 jam. Rentang waktu tersebut baru membuatnya cukup kering, untuk mengaplikasikan lapisan berikutnya.

    4. Wax Finish (Finishing Kayu dengan Lapisan Lilin)

    Pertimbangkan merek lilin pasta yang sudah jadi, karena untuk finishing kayu lilin yang murni tidak memberikan perlindungan jika digunakan pada furniture.

    Lapisan lilin akan ideal untuk benda-benda kayu yang jarang ditangani. Tapi, bukan pilihan terbaik untuk furniture yang ada luar ruangan karena warnanya bisa cepat kusam oleh sinar matahari.

    Jenis ini juga bisa diaplikasikan di atas lapisan kayu lainnya, untuk menambahkan kilau ekstra.

    5. Oil Finishes (Finishing Minyak)

    Jenis finishing kayu minyak mampu membuat tampilan alami permukaan kayu. Ada beberapa pilihan oil finishing yang bisa dipilih, seperti minyak tung (minyak Cina), minyak denmark, minyak biji rami, hingga minyak jati.

    Sebagai contoh, minyak jati sangat tahan air. Dengan waktu pengeringan sekitar 4 hingga 6 jam untuk menghasilkan hasil akhir matte.

    Umumnya, masing-masing jenis pelapis kayu ini memerlukan tiga lapis jika digunakan pada kayu telanjang.

    6. Danish Oil (Pernis Kayu)

    Pernis merupakan cat tanpa pigmen. Kebanyakan berwarna bening, dan punya sedikit warna dengan bahan satin atau hasil mengkilap.

    Jenis ini seringnya berbahan dasar pelarut, seperti pernis poliuretan (mengandung tiga unsur dasar: minyak pernis yang mengeras apabila terkena udara, resin untuk menambah kekuatan dan bentuk, serta pengencer).

    Salah satu kelebihan pernis kayu yaitu biasanya tidak memerlukan lapisan primer atau lapisan bawah.

    7. Tung Oil

    Tung oil disebut juga minyak Cina yakni minyak yang dihasilkan dari kacang pohon tung. Minyak ini sering dianggap sebagai pilihan yang ramah lingkungan dan sangat tahan terhadap jamur.

    Namun, salah satu kelemahannya yaitu waktu pengeringan. Diperlukan waktu antara 5 -30 hari untuk mengering sepenuhnya. Lama pengeringannya juga akan bergantung pada suhu udara.

    8. Linseed Oil

    Ada pilihan minyak biji rami mentah (raw linseed oil) dan biji rami rebus (boiled linseed oil). Bentuk paling murninya yaitu minyak biji rami yang tanpa bahan pengawet atau kimia.

    Pada proses pembuatannya, biji rami rebus biasanya akan diberi bahan aditif untuk membuatnya lebih kering.

    Minyak biji rami sendiri merupakan minyak alami yang diekstrak dari biji rami. Minyak ini sering digunakan dalam cat dan pernis, karena memberikan hasil akhir yang halus.

    9. Minyak Jati

    Walaupun namanya minyak jati, seringnya minyak ini tidak diekstraksi dari jati. Disebut minyak jati karena pengaplikasiannya digunakan pada kayu jati.

    Seringnya, setiap produsen memiliki campuran minyak dan pernis sendiri untuk dipasarkan sebagai minyak jati. Umumnya mengandung campuran minyak biji rami dan minyak tung, dengan tambahan berbagai pengencer atau pernis.

    10. Shellac

    Shellac merupakan resin alami yang dihasilkan oleh serangga lac betina. Salah satu manfaat dari shellac yaitu mampu memberikan perlindungan UV. Sehingga, kayu tidak akan menjadi gelap selama bertahun-tahun.

    Namun seiring berjalannya waktu, kayu di bawahnya mungkin akan menjadi gelap apalagi jika kayu itu berwarna terang seperti pinus.

    Itu tadi beberapa jenis finishing kayu yang biasa digunakan. Pastikan kamu memilih jenis yang tepat ya.

    (khq/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Pakai Elemen Kayu buat Interior Ruangan buat Kesan Hangat & Nyaman


    Jakarta

    Kayu merupakan bahan yang sudah lama digunakan oleh manusia buat berbagai barang, termasuk untuk mengisi rumah. Material kayu untuk interior ruangan mampu memancarkan kesan hangat dari alam.

    Motifnya yang indah serta bentuknya yang kokoh menjadikannya bahan yang cocok digunakan di sekitar rumah. Kamu dapat menambahkan nilai estetika pada ruangan dengan menghadirkan elemen kayu.

    Melansir dari laman Mega Furniture pada Rabu (27/3/2024), berikut ini cara menggunakan elemen kayu sebagai interior ruangan. Kamu bisa memilih beberapa cara berikut untuk menciptakan suasana hangat dengan elemen kayu.


    Panel Dinding

    Rumah Mona Ratuliu dan Indra BrascoDinding Panel Kay Foto: Instagram @monaratuliu @indrabrasco

    Hadirkan alam di dalam rumah dengan memasang panel dinding yang terbuat dari kayu. Bagian dinding ini akan menjadi ‘statement’ pada ruangan. Lalu, elemen kayu juga dapat menambah tekstur pada ruangan.

    Lantai

    Room with cozy light decorated in Scandinavian style, using natural materials.Lantai Kayu Foto: Getty Images/iStockphoto/Studio Light and Shade

    Lantai dari kayu membuat tampilan ruangan menjadi lebih stylish. Kamu bisa bermain dengan ragam jenis kayu serta penyusunan lantai yang unik. Ruangan pun bisa terkesan mewah ataupun cozy tergantung pada desain yang dipilih.

    Hiasan

    Perajin menata produk kerajinan dari kayu pada pameran UMKM di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Minggu (27/8/2023). Pemerintah terus berupaya memperkuat dan mendorong perusahaan teknologi keuangan atau financial technology (fintech) sebagai salah satu strategi untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM melalui program kredit UMKM seperti kredit usaha rakyat (KUR) dan penyaluran pembiayaan ultra mikro (UMi). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/YUPerlengkapan Kayu Foto: ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS

    Apabila kamu ingin menggunakan kayu dengan cara yang tidak terlalu mencolok. Kamu dapat menggunakan perintilan hiasan dari bahan kayu. Beberapa di antaranya seperti lampu, cermin, karya seni, hingga plafon.

    Furnitur

    Furniture Kayu Retro.Furniture Kayu Retro. Foto: Lucas Hoang/Unsplash

    Tambahkan sentuhan alam pada interior ruangan dengan motif kayu menggunakan furnitur. Berbagai furnitur bisa dibuat dari kayu, termasuk meja makan, dipan, dan laci. Namun, ada baiknya untuk memilih kayu reklamasi atau sumber yang sustainable supaya lebih ramah lingkungan.

    Plafon

    Plafon RumahPlafon Rumah Foto: (istimewa)

    Kamu boleh bereksperimen dengan material kayu, salah satunya dengan menambah memasang elemen kayu pada plafon. Plafon dengan motif kayu terbilang unik serta dapat memberi kesan rustic dan suasana seperti kabin.

    Itulah berbagai aspek interior rumah yang bisa dibuat dari kayu. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Membersihkan Noda Air pada Furnitur Kayu


    Jakarta

    Furnitur kayu sudah sangat umum dijadikan andalan oleh masyarakat Indonesia, seperti lemari, pintu, kursi, hingga meja makan biasanya masih sering menggunakan bahan kayu. Jika furnitur kayu terkena tetesan air, ternyata bisa menimbulkan noda lho.

    Namun sayangnya, bahan kayu alami pada furnitur ini memiliki pori-pori yang cukup banyak, sehingga ketika furnitur dengan bahan kayu ini tidak dilapisi dengan pernis, furnitur ini akan mudah menyerap cairan dan kotoran di atasnya. Jika tidak segera dibersihkan, kotoran atau cairan ini akan meresap ke dalam kayu dan akan menimbulkan bekas noda yang sangat sulit untuk dibersihkan.

    Nah, bagi kamu yang punya furnitur kayu tua atau furnitur kayu yang tidak di pernis. Kamu sebaiknya simak beberapa cara di bawah ini untuk mencegah timbulnya noda cairan ketika kamu tidak sengaja menumpahkan cairan di atas furnitur kayu kamu


    Tipe Noda Air pada Furnitur Kayu

    Dikutip dari rd.com, sebelum kamu melakukan langkah pembersihan, kamu harus kenali dulu 2 tipe noda cairan yang meresap pada furnitur kayu tersebut.

    1. Noda Cairan Keruh

    Singkatnya noda cairan gelap sebenarnya sudah tidak bisa dibersihkan lagi, dan kemungkinan besar akan menjadi noda permanen pada furnitur kayu kamu. Satu-satunya cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan menutupinya dengan finishing baru.

    2. Noda Cairan Cerah/Bersih

    Menurut pemilik Pohl Custom Cabinets, Dan Brister, noda cairan cerah atau ringan masih bisa dibersihkan. Jika noda tersebut masih baru, segera bersihkan dengan kain lalu tunggu beberapa hari.

    Dalam beberapa hari, noda tersebut akan mengering dengan sendirinya. Noda cairan tersebut akan menguap, dan noda cairan tersebut bisa hilang.

    Namun, lain ceritanya untuk furnitur tua dengan noda air berwarna cerah. Bahan finishing furnitur kayu lama sering kali lebih berpori, sehingga cairan dapat meresap lebih dalam dan terperangkap.

    Bila kamu memiliki furnitur kayu dengan noda tersebut, di bawah ini ada 3 metode yang bisa kamu lakukan untuk membersihkan noda air yang sudah terlanjur meresap ke dalam furnitur kayu kamu.

    3 Cara untuk Menghapus Noda Air pada Furnitur Kayu

    1. Pakai Pengering Rambut

    Metode ini sangat cocok untuk noda cairan yang masih baru.

    Langkah-langkah:

    – Nyalakan pengering rambut dengan pengaturan paling rendah.

    – Arahkan pengering rambut tersebut langsung ke arah noda cairan yang meresap ke furnitur kayu selama 10 menit. Pastikan kamu tidak mengarahkannya alatnya terlalu dekat dengan noda.

    – Bila permukaan furnitur kayu tersebut terasa panas ketika dipegang, biarkan hingga dingin terlebih dahulu selama 10 hingga 15 menit, sebelum melanjutkan proses.

    – Bila noda cairan mulai menghilang, biasanya cairan tersebut akan timbul ke permukaan kayu. Oleh karena itu kamu perlu membersihkannya dengan kain bersih setelah selesai membersihkan noda tersebut.

    2. Metode Setrika

    Metode ini cocok untuk dilakukan pada furnitur tua atau baru yang memiliki noda cairan cerah.

    Menurut kreator Ten Minutes With, Brian Kelsey, menggunakan setrika sebagai pembersih noda cairan pada kayu adalah metode favoritnya. Tujuan dari metode ini adalah untuk menggunakan suhu panas setrika untuk mengangkat noda cairan dengan cara membuatnya menguap.

    Namun sebagai catatan, kamu tidak boleh menggunakan mode uap pada setrika atau menambahkan air pada noda. Karena kayu adalah benda yang kurang baik untuk dibersihkan dengan air.

    Langkah-langkah:

    – Siapkan handuk atau kain katun yang masih bersih dari noda apapun.

    – Tutupi noda dengan kain yang sudah disiapkan.

    – Atur setrika dengan suhu terendah dan tunggu beberapa menit sampai setrika siap digunakan.

    – Tekan setrika pada kain dan tahan selama 30 detik.

    3. Pakai Pasta Gigi

    Pasta gigi sangat cocok untuk membersihkan noda yang sudah membentuk awan (sudah memutih).

    Langkah-langkah:

    – Sebelum mencoba metode ini, pastikan untuk menguji pasta gigi pada area kecil yang tidak terlihat untuk memastikan pasta gigi tidak merusak finishing furnitur kayu kamu.

    – Olesi noda cairan yang sudah memutih pada furnitur kayu dengan pasta gigi dengan gerakan melingkar selama 30 detik. Pastikan kamu tidak membiarkannya lebih dari 1 menit.

    – Bersihkan residu pasta gigi hingga bersih menggunakan kain putih yang lembap. Selesai selesai, kamu juga bisa langsung mengeringkannya dengan pengering rambut.

    Nah itu dia 3 metode untuk membersihkan noda cairan pada furnitur kayu di rumah kamu, semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Jenis Furniture Kayu yang Tahan Air dan Cara Merawatnya



    Jakarta

    Kayu adalah salah satu bahan furniture di rumah yang rentan rusak jika terkena air. Meskipun begitu, ada jenis kayu yang tahan air dan kelembapan. Sayangnya biasanya harganya lebih mahal dari jenis kayu pada umumnya. Jika tidak bisa membeli jenis kayu yang tahan air, kamu bisa melindungi permukaannya dengan finishing cat.

    Tanda-tanda furniture kayu rusak akibat air biasanya cat yang melapisi menggelembung dan lama kelamaan mengelupas. Tanda ini terlihat jelas jika kamu membeli furniture kayu yang warnanya bukan seperti kayu asli. Selain cat yang menggelembung, terlihat bekas air pada permukaan kayu, warna kayu yang memudar, hingga permukaan kayu yang menggembung tidak rata seperti semula. Munculnya jamur pada furnitur kayu juga menandakan kerusakan akibat air.

    Jenis Kayu yang Tahan Air

    Melansir dari Duffield Timber, Selasa (4/6/2024), jika ingin membeli atau membuat furniture dari kayu yang tahan air dan tidak mudah lapuk, ada beberapa jenis kayu yang disarankan, berikut diantaranya.


    1. Kayu Walnut (Kenari)

    Untuk jenis ini kebanyakan produknya adalah kayu impor. Kayu jenis ini dikenal tahan terhadap air, tetapi hanya untuk furniture di dalam ruangan saja. Selain jadi furniture, kayu walnut juga bisa dipakai pada lantai rumah.

    2. Kayu Jati

    Kayu jenis ini mudah ditemukan di Indonesia, meskipun harganya memang cukup mahal. Namun, kayu ini memiliki kualitas yang bagus dan tentunya tahan air.

    3. Kayu Iroko

    Jenis kayu satu ini berasal dari Afrika. Jika kamu ingin memiliki pilihan yang sama bagusnya seperti kayu jati, kamu bisa memakai kayu Iroko, sebab kayu ini sering disebut kayu jatinya Afrika.

    Selain bisa jadi bahan furniture, kayu Iroko juga sering digunakan untuk pagar rumah, lantai, hingga bahan kapal karena tahan air.

    4. Kayu Ulin

    Jenis satu ini juga mudah ditemukan di Indonesia. Kayu ulin termasuk jenis kayu yang unik karena semakin terkena air, kepadatannya semakin bertambah. Namun, jika dibandingkan jenis kayu lain, permukaan kayu ulin sedikit bertekstur dan terlihat memiliki retak.

    Cara Melindungi Furniture Kayu Agar Tak Mudah Lapuk

    Produk furniture dari kayu saat ini banyak pilihannya. Tidak sedikit yang harganya murah memiliki desain yang bagus atau minimalis. Biasanya yang seperti ini ketahanannya terhadap air tidak begitu bagus. Namun, kamu bisa melindungi furniture kayu tahan air agar tidak mudah lapuk dengan cara melapisinya dengan sebuah cat finishing.

    Menurut Homify, terdapat beberapa cat finishing untuk kayu seperti lilin, pernis, minyak, shellac (sejenis resin), dan pelapis berbahan dasar air. Masing-masing bahan pelapis menawarkan perlindungan, kemudahan pengaplikasian, daya tahan, kemudahan perbaikan, dan hasil akhir yang berbeda-beda.

    Pernis yang berbahan dasar minyak memiliki daya tahan terbaik dalam hal ketahanan air. Pernis yang menggunakan uretan untuk resinnya (biasanya diberi label poliuretan) lebih cepat mengeras, cepat menyebar, dan dapat melindungi permukaan kayu dari kelembapan. Penggunaan pernis juga bagus untuk furniture kayu di dapur atau kamar mandi yang mudah terkena air dan lembap.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Ini 5 Ciri-ciri Rumah Kamu Diserang Rayap


    Jakarta

    Rayap adalah serangga pemakan kayu yang bisa merusak furniture dan struktur bangunan rumah. Barang-barang yang terbuat dari kayu bisa dilahap oleh rayap, hingga bagian dalamnya keropos hingga rusak.

    Serangan rayap akan semakin parah karena mereka hidup dalam bentuk koloni. Oleh karenanya, penting mengetahui cara mengidentifikasi kalau ada rayap di rumah.

    Lalu, apa saja ciri-ciri rumah sudah diserang rayap? Ayo, simak penjelasan berikut ini yang dikutip dari US Pest, Jumat (14/6/2024).


    Ciri-ciri Rumah Kena Serangan Rayap

    1. Struktur Benda Kayu di Rumah Mulai Berongga

    Benda kayu yang sudah dilahap rayap akan memiliki rongga di dalamnya. Kamu bisa coba mengetuk permukaan kayu yang kamu curigai sedang diserang rayap.

    Apakah terdengar suara hampa? Jika ya, maka dapat dikatakan bahwa barang yang terbuat dari kayu sedang dimakan oleh serangga kecil namun berbahaya ini.

    Rayap tumbuh subur di lingkungan yang gelap dan lembab, artinya mereka akan mulai memakan bagian dalam bangunan kayu, bukan permukaannya. Kayu di permukaannya akan terlihat masih baik-baik saja, namun saat diketuk akan terdengar hampa karena sudah berongga akibat digerogoti oleh rayap.

    2. Terlihat Kawanan Laron

    Laron atau rayap bersayap yang sedang dalam tahap reproduksi disebut gerombolan. Mereka berkerumun untuk menciptakan koloni baru. Mereka biasanya akan muncul saat kelembaban tinggi menjelang musim penghujan.

    Rayap bersayap ini menyukai cahaya terang dan mudah ditemukan di dekat jendela. Jejak yang ditinggalkan bisa terlihat dari tumpukan sayap lepas berserakan di ambang jendela, lantai dan tempat lainnya.

    Laron adalah tanda pertama bahwa ada rayap di sekitar kita, di bawah tanah, di dalam tembok atau pada plafon rumah, pohon di halaman atau di rumah tetangga.

    3. Cat Retak atau Robek pada Permukaan Kayu

    Lalu, perhatikan kalau ada cat retak atau robek pada permukaan kayu. Rayap dapat memasuki celah terkecil sekalipun pada permukaan kayu, meninggalkan benjolan atau riak di bawah cat.

    Jadi, pastikan kamu menutup semua retakan atau bukaan pada dinding serta permukaan kayu lainnya untuk menghindari serangan kutu.

    4. Terdapat Tabung Lumpur di Dinding

    Kamu juga bisa mengidentifikasi keberadaan rayap dengan melihat ada tabung lumpur di dinding. Rayap membuat tabung lumpur untuk menjaga kelembapannya saat mencari makanan.

    Biasanya, mereka akan mulai membuat tabung ini di kayu lembab yang biasanya ditemukan di ruang bawah tanah atau di fondasi rumah kamu. Jauhkan semua bahan bekas yang dapat mereka gunakan untuk membuat tabung lumpur seperti daun-daun membusuk atau serpihan kayu dari rumah kamu sehingga tidak menciptakan lingkungan yang ideal jadi tempat berkembangbiaknya rayap.

    5. Ada Kotoran Rayap di Sekitar Rumah kamu

    Rayap kayu akan meninggalkan kotoran berwarna coklat ketika melahap kayu. Kotoran ini bernama frass atau sering dikenal sebagai kotoran teter kayu. Biasanya ketika kamu melihat frass, itu jadi tanda rumah kamu sudah berada pada tahap serangan rayap serius. kamu mungkin butuh memanggil pengusir hama untuk melakukan penyemprotan insektisida di sekitar rumah.

    Itulah 5 ciri-ciri rumah kamu lagi diserang rayap. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kelebihan dan Kekurangan Baja Ringan Vs Kayu Sebagai Rangka Atap


    Jakarta

    Atap adalah salah satu bagian utama dalam bangunan rumah yang berfungsi untuk melindungi rumah dari terpaan cuaca. Untuk membuat atap, dibutuhkan rangka atap yang biasanya menggunakan material seperti baja ringan atau kayu.

    Melansir dari jurnal yang berjudul Analisa Perbandingan Rangka Atap Baja Ringan dan Rangka Atap Kayu dari Segi Analisis Struktur dan Anggaran Biaya yang ditulis oleh Devi Oktarina dan Agus Darmawan pada 2015, konstruksi rangka atap merupakan bentuk konstruksi untuk menyangga konstruksi atap yang terletak pada kuda-kuda.


    Nah, material baja ringan dan kayu bisa menjadi pilihan untuk membuat rangka atap. Keduanya pun memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang bisa kamu pertimbangkan.

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, berikut ini kelebihan dan kekurangan rangka atap baja ringan dan rangka atap kayu.

    Rangka Atap Baja Ringan

    Kelebihan:

    – Tahan terhadap rayap. Hal itu karena baja ringan terbuat dari besi.
    – Pemasangannya mudah. Sebab, baja ringan bisa dipotong dan disesuaikan dengan mudah.
    – Tahan lembab

    Kekurangan:

    – Penghantar listrik. Maka dari itu, harus berhati-hati ketika pemasangan jalur instalasi listrik. Usahakan kabel tidak ada kabel terbuka yang menempel di rangka baja ringan.

    Rangka Atap Kayu

    Kelebihan:

    – Aman dari masalah kelistrikan. Sebab, kayu merupakan isolator atau benda yang tidak bisa menghantarkan listrik ataupun panas.

    Kekurangan:

    – Mudah lapuk dan dimakan rayap
    – Butuh waktu lama pembuatannya karena kayu berasal dari alam dan perlu diolah sedemikian rupa terlebih dahulu.

    Harga Rangka Atap Baja Ringan dan Rangka Atap Kayu

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, harga rangka atap baja ringan dengan rangka atap kayu tidak jauh berbeda. Rentangnya sekitar Rp 150.000-200.000/m2.

    Demikian informasi terkait kelebihan, kekurangan, hingga harga rangka atap baja ringan dengan rangka atap kayu. Semoga bermanfaat ya!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Jitu Membasmi Rayap Biar Nggak Bersarang & Makan Kayu di Rumah


    Jakarta

    Rayap adalah serangga kecil yang kerap memakan kayu di rumah seperti pada perabotan, bahkan fondasi. Jangan biarkan rumah sampai rusak, segera basmi rayap ketika menemukan tanda-tandanya.

    Rayap menggerogoti kayu secara perlahan hingga menjadi kopong dan hancur. Jika dibiarkan, perabotan yang rapuh dan fondasi yang keropos bisa saja membahayakan penghuni rumah, lho.

    Lantas, apa yang bisa dilakukan kalau rumah terlanjur diserang rayap?


    Ayo, simak cara membasmi rayap berikut ini yang dikutip dari Southern Perimeter, Senin (5/8/2024).

    Cara Basmi Rayap di Rumah

    1. Letakkan Kamper atau Kapur Barus

    Letakkan kamper atau kapur barus di sekitar area yang terserang karena rayap tidak suka dengan bau yang menyengat dan takut pada zat kimia naftalena yang terkandung dalam kapur barus.

    Tak hanya serangga pemakan kayu tersebut, serangga lainnya seperti kecoa, kepik, dan lainnya pun jadi enggan bersarang di lemari. Selain itu, kapur barus juga berguna untuk mengurangi kelembapan pada lemari agar tidak mudah ditumbuhi oleh jamur.

    2. Tuang Larutan Garam dan Sabun

    Campuran garam dan sabun juga ampuh usir rayap agar tidak kembali ke rumah. Sebab, kedua bahan tersebut apabila dicampurkan dapat mengganggu sistem pencernaan sekaligus pernapasan rayap, sehingga akan membuatnya mati pelan-pelan. Selain itu, aroma wangi sabun juga cukup mengganggu dan kandungan bahan kimia di dalamnya bersifat racun bagi rayap.

    Larutkan garam 1 sendok makan dengan 2 sendok makan sabun cair ke dalam botol spray. Setelah itu, semprotkan pada bagian lemari, lantai, maupun perabot yang menjadi sarang rayap. Lakukan secara rutin hingga rayap benar-benar hilang.

    3. Pakai Daun Salam dan Kemangi

    Daun salam dan kemangi segar memiliki aroma kuat dan cukup menusuk, di mana aroma tersebut sangat tidak disukai oleh rayap.

    Cara mengusir rayap menggunakan daun salam dan kemangi mudah dilakukan. Letakkan daun segar di dalam lemari maupun perabot,

    4. Tanam Catnip

    Catnip adalah tanaman yang bisa mengusir serangga secara alami. Tentunya, tanaman hias catnip juga akan mengusir rayap dengan baik.

    Ada banyak cara untuk menggunakan catnip dalam pengusiran rayap. Salah satunya adalah dengan menanam catnip di sekitar area yang terinfeksi rayap. Cara efektif lainnya adalah dengan mengoleskan minyak esensial beraroma catnip ke area yang terkena rayap.

    5. Tanam Mint

    Daun mint adalah salah satu pestisida alami yang bisa mengusir rayap. Bahkan permen dengan rasa mint pun memiliki aroma yang kuat. Dengan begitu, rayap tentu akan kewalahan menghadapinya.

    Mint dapat digunakan untuk mengusir rayap secara efektif, dan bukan dari bahan kimia yang berbahaya. Kamu bisa menanam pohon mint di sekitar rumah untuk mendapatkan bantuan pengusiran rayap.

    6. Tanam Rumput Vetiver

    Vetiver adalah tanaman hias yang cocok dijadikan bahan sebagai pengusir rayap. Rumput vetiver memiliki kandungan senyawa kimia yang biasa disebut nootkatone. Senyawa ini mampu menangkal rayap serta berbagai macam hama lainnya secara alami.

    7. Gunakan Insektisida

    Kimia (termisida), yang dapat diaplikasikan dalam beberapa cara yaitu melalui penyemprotan, atau pencampuran termisida dalam bentuk serbuk atau granula dengan tanah.

    Teknik penyuntikan pada bagian yang terserang rayap karena cara ini dapat membunuh rayap beserta koloni-koloninya.

    8. Tuang Asam Borat ke Sarang Rayap

    Asam borat adalah bahan kimia yang dapat digunakan untuk membasmi rayap tanah di sekitar rumah. Efeknya cukup ampuh karena mengandung racun yang dapat mengganggu sistem pencernaan rayap. Kamu bisa memasukkan cairan asam borat ke botol semprot agar mudah diaplikasikan.

    Lakukan penyemprotan pada beberapa sudut rumah yang dijadikan sarang oleh rayap, misalnya lemari, retakan tembok, dan sebagainya sesuai kebutuhan. Cara menghilangkan rayap di kayu seperti ini termasuk ampuh dan cepat prosesnya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com