Tag: keamanan

  • 6 Posisi Terbaik Pasang CCTV, Rumah Anti Maling saat Ditinggal Mudik


    Jakarta

    Ketika ingin mudik Lebaran, ada beberapa hal yang harus disiapkan termasuk dari sisi keamanan rumah yang akan ditinggalkan. Rumah yang ditinggalkan kosong mengundang para maling untuk melancarkan aksinya.

    Salah satu cara untuk mencegah maling memasuki rumah adalah dengan memasang CCTV. CCTV ini sangat membantu untuk mengawasi rumah dari jauh dan bisa digunakan sebagai barang bukti jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

    Agar bisa mendapatkan hasil maksimal, tentunya CCTV harus ditempatkan di area-area yang rawan dimasuki maling. Area mana saja yang harus dipasang CCTV?


    Melansir dari CNET, berikut 6 tempat terbaik memasang CCTV di rumah.

    Posisi Terbaik Pasang CCTV di Rumah

    1. Pintu Depan

    Rata-rata rumah di Indonesia, terutama yang berada di perumahan, hanya memiliki satu akses masuk. Maka perlu ada satu CCTV yang dipasang mengarah ke pintu masuk. Jika memungkinkan, untuk CCTV di depan gunakan kamera yang bisa bergerak agar rekaman yang didapat jelas.

    Jadi, ketika ada pergerakan dari depan pintu seperti ada tukang paket, petugas keamanan, atau orang lain yang datang ke rumah, kamera dapat merekam wajah mereka.

    Selain itu, bisa juga tambahkan bel rumah yang juga memiliki kamera seperti yang biasa dipakai di apartemen. Letakkan di depan pagar rumah atau tepat di samping pintu rumah.

    2. Pintu Belakang, Samping, dan Lantai atas

    Selain di pintu depan, penghuni juga perlu menambahkan di setiap akses masuk di rumah. Jika ada pintu belakang dan samping, bisa ditambahkan satu sisi karena kita tidak tahu pencuri akan masuk melalui pintu yang mana.

    Pada pintu di lantai atas biasanya menghadap ke balkon rumah. Di sini juga perlu dipasang kamera yang bisa bergerak, sehingga selain merekam kehadiran orang di balkon, juga bisa merekam di jalanan menuju rumah.

    3. Halaman Rumah

    Apabila penghuni memiliki halaman yang cukup luas dan tidak cukup mengandalkan CCTV di depan pintu masuk, tambahkan satu CCTV yang kameranya dapat berputar. Tambahkan juga dinding atas yang menutupi halaman rumah dengan kawat besi agar pencuri tidak berani melompat.

    4. Ruang Tamu, Dapur, dan Kamar Tidur

    CCTV juga bisa dipasang di ruang tamu yang menyatu dengan ruang makan. Biasanya ruang tamu dan ruang makan ada barang elektronik berharga seperti kipas angin, TV, kulkas, dan lainnya yang rawan dicuri. Namun jika ruang tamu dan ruang makan digabung, sebaiknya pasang CCTV lebih dari satu.

    Barang berharga yang mungkin dicari bisa saja di kamar tidur. Pastikan sebelum meninggalkan rumah, surat berharga, perhiasan, dan barang berharga lainnya sudah disimpan di brankas atau tempat paling aman di rumah.

    5. Tangga dan Lorong Masuk ke Dalam Rumah

    Jika rumah terdiri dari beberapa lantai, pasang CCTV di ujung tangga lantai atas atau di setiap bukaan pintu. Pada area ini juga bisa menggunakan kamera yang dapat bergerak agar bisa merekam tujuan mereka.

    6. Garasi

    Jika terdapat garasi sendiri di dalam rumah, penghuni bisa menambahkan satu kamera di dalamnya. Apalagi jika penghuni meninggalkan kendaraan di dalamnya. Jangan lupa tutup kendaraan dan beri kunci ganda pada ban agar tidak dapat dibawa kabur. Tambahkan juga pencahayaan yang cukup karena biasa garasi tertutup dengan ventilasi minim.

    Tips Posisi Pasang CCTV di Rumah

    Saat memasang CCTV di rumah, ada beberapa tips yang bisa dilakukan. Hal ini supaya kamera CCTV bisa menangkap gambar dengan baik. Dilansir dari safewise.com, berikut ini tipsnya.

    1. Pasang Kamera di Tempat Tinggi

    Kamera CCTV sebaiknya dipasang di tempat yang tidak dapat dijangkau. Hal ini supaya CCTV tidak mudah dirusak.

    Pasang kamera CCTV bagian eksterior rumah di lantai dua atau sekitar 2,5 meter dari permukaan tanah. Sementara itu, pasang CCTV di interior rumah dekat langit-langit. Selanjutnya, pasang kamera dengan benar agar tidak mudah lepas.

    2. Pasang CCTV dengan Angle yang Tepat

    Menemukan angle kamera yang tepat sangat penting. Apabila kamu menempatkan CCTV tepat berada di atas jendela atau pintu, CCTV tidak akan bisa menangkap gambar secara keseluruhan. Sebaiknya kamu menempatkan CCTV 1-2 kaki di samping jendela atau pintu dengan angle kamera ke bawah mengarah ke area masuk.

    Jangan takut memasang CCTV di tempat yang terlihat. Hal ini justru bisa saja membuat takut orang yang ingin mencuri.

    3. Pastikan Jaringan Wi-Fi Kuat

    Kalau mau pakai kamera wireless atau nirkabel, pastikan jaringan Wi-Fi di rumah kuat agar bisa mengambil gambar dengan baik. Tanpa koneksi internet yang kuat, sambungan kamera bisa terputus dari jaringan keamanan rumah. Kalau sinyal Wi-Fi lemah, video yang didapat bisa saja kurang jelas.

    Itulah lokasi dan tips memasang kamera CCTV di rumah. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pasang! Ini Titik Terbaik CCTV untuk Lindungi Rumah Saat Mudik



    Jakarta

    Banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum pergi mudik, terutama yang berkaitan dengan keamanan rumah. Sebab, banyak aksi kriminal seperti pencurian atau pembobolan rumah. Hal ini membuat orang sering khawatir meninggalkan rumah saat mudik.

    Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan rumah adalah menggunakan teknologi seperti CCTV. Melansir dari artikel ilmiah yang ditulis oleh Andi Adriansyah, Mirzanu Rizki GM, dan Yuliza dari Program Studi Teknik Elektro Universitas Mercu Buana, CCTV kepanjangan dari Closed Circuit Television yang merupakan sebuah perangkat kamera video digital untuk mengirim sinyal ke layar monitor di suatu ruang atau tempat tertentu. Hal ini yang membuat penggunanya dapat memantau situasi dan kondisi tempat dari jarak jauh.

    Menurut Mandepa seperti yang dikutip pada Jurnal Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Bisnis, tujuan memasang CCTV sebagai barang bukti tindak kejahatan yang telah terjadi sehingga CCTV mampu membantu menumbuhkan rasa aman dan tentram selama rumah ditinggal mudik.


    CCTV bukan lagi hal yang sulit didapatkan pada zaman sekarang. Penggunaan CCTV didukung oleh teknologi internet yang dapat diakses penggunanya kapanpun dan di manapun selama 24 jam. Maka, CCTV menjadi pilihan tepat ketika meninggalkan rumah selama mudik. Namun, penggunaan dan pemasangan CCTV juga harus diperhatikan supaya tepat sasaran dan dapat melihat ruangan secara menyeluruh.

    Mengutip dari situs Cnet, berikut beberapa tempat di rumah yang harus dipasang CCTV

    Pintu Depan

    Asosiasi Internasional Inspektur Rumah Bersertifikat menunjukkan data sebesar 34% pencuri masuk melalui pintu utama atau depan. Memasang CCTV di area pintu masuk dapat mengawasi setiap orang yang masuk atau keluar rumah, mulai dari anggota keluarga, ART, pengantar paket, dan yang lainnya. Kamu bisa letakkan CCTV dekat bel pintu rumah sebagai pilihan yang tepat.

    Pintu Belakang dan Samping

    Selain pintu depan, pintu lainnya seperti belakang dan samping juga merupakan area wajib dipasang CCTV. Menurut data dari NACHI, 22% pembobolan rumah terjadi melalui pintu belakang. Sebab, lokasi pintu belakang dan samping cenderung tidak terlihat dan memungkinkan orang bisa masuk tanpa sepengetahuan.

    Garasi dan Jalan Masuk

    Garasi juga menjadi salah satu sasaran umum bagi pencuri karena merupakan area titik masuk yang lemah. Arahkan CCTV ke garasi yang memperlihatkan mobil, motor, sepeda, dan peralatan lainnya. Selain itu, jika ada gerbang di ujung jalan masuk rumah, tambahkan juga CCTV yang mengarah ke sana agar dapat melihat siapa saja yang mencoba masuk.

    Halaman

    Halaman juga tak kalah penting untuk memantau siapapun yang mengintip rumah kamu. Arahkan CCTV ke halaman bisa menangkap aktivitas anak-anak, hewan, dan siapa saja. Pastikan juga kamera dapat menjangkau gerbang pagar atau pintu gudang di halaman.

    Dapur atau Ruang Tamu

    Menempatkan kamera CCTV di tempat berkumpulnya orang juga pilihan tepat untuk melihat aktivitas dalam ruangan. Area ini akan terlihat bagaimana ART, pengasuh, petugas perbaikan, bahkan hewan peliharaan beraktivitas. Selain itu, ruang tamu juga wajib menjadi area yang dipantau CCTV untuk melihat apakah ada aksi pembobolan atau tidak.

    Tangga dan Lorong

    Jika rumah kamu memiliki 2 lantai dan berlorong, pastikan juga menjangkau area tersebut. Sebab, pencuri bisa membobol ruangan lain seperti kamar tidur atau kamar mandi yang merupakan area tidak terpantau. Maka, untuk tetap bisa mengawasi, pasang di lorong atau tangga untuk memastikan kemana pencuri itu bergerak di dalam rumah.

    Akan tetapi, tidak semua bagian rumah dapat dipasang CCTV. Dua tempat berikut adalah area yang justru sebaiknya dihindari.

    Tempat yang Melanggar Privasi Tetangga

    Kamu perlu pastikan kamera tidak mengarah pada tempat yang menjadi privasi orang lain. Hal ini biasanya jika kamu memasang CCTV di luar rumah, pastikan tidak sampai mencakup area yang memperlihatkan isi rumah tetangga.

    Kamar Tidur dan Kamar Mandi

    Walau memantau rumah sendiri, sebaiknya tidak meletakkan CCTV di kamar tidur apalagi kamar mandi sebagai area privasi.

    Selain itu, berikut beberapa tips menempatkan CCTV yang tepat dan aman

    Di Luar Ruangan

    • Pasang kamera CCTV pada ketinggian 2,5 meter hingga 3 meter dari tanah. Ketinggian ini cukup rendah untuk menangkap detail tetapi cukup tinggi agar tidak mudah dijangkau pencuri.
    • Jangan arahkan kamera langsung ke matahari. Hal ini menyebabkan silau dan kontras tinggi pada rekaman kamera.
    • Pastikan kamera CCTV kedap air karena diletakkan di luar ruangan yang rentan terhadap cuaca panas atau hujan.
    • Hindari meletakkan dekat pohon atau semak sebab dapat tanaman itu dapat tumbuh dan menghalangi kamera.

    Di Dalam Ruangan

    • Letakkan di sudut ruangan karena dapat menjangkau pandangan seluas mungkin.
    • Bisa letakkan di rak jika tidak mau digantung di sudut.
    • Jangan arahkan ke jendela karena cahaya yang datang dari jendela dapat menurunkan kualitas rekaman.
    • Hati-hati terhadap pencahayaan lampu di dalam ruangan agar tidak menghalangi pandangan kamera.

    Itu dia cara menentukan posisi yang tepat dan pemasangan kamera CCTV di rumah selama ditinggal mudik. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Hal yang Wajib di Cek Sebelum Meninggalkan Rumah


    Jakarta

    Menjelang akhir pekan, beberapa orang memilih untuk menghabiskan waktu dengan liburan ke luar kota. Sebelum pergi meninggalkan rumah, ada sejumlah hal yang wajib dicek agar rumah tetap aman ketika pulang nanti.

    Rumah yang kosong ditinggal penghuninya selama beberapa hari menjadi sasaran empuk para komplotan maling. Meski hanya ditinggal selama 2-3 hari saja, bukan berarti rumah akan aman dari para penjahat.

    Selain itu, risiko lain jika rumah ditinggal pergi adalah terjadinya hal-hal yang diinginkan, seperti korsleting listrik karena ada perangkat elektronik yang lupa dicabut dari stop kontak. Sangat berbahaya bukan?


    Maka dari itu, penting untuk mengecek kondisi rumah terlebih dulu sebelum ditinggal pergi selama beberapa hari. Apa saja hal yang perlu dicek? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Hal yang Wajib Dicek Sebelum Meninggalkan Rumah

    Ada beberapa hal penting yang wajib dilakukan sebelum meninggalkan rumah dalam waktu lama. Dikutip dari Family Handyman, berikut sejumlah hal yang wajib dicek:

    1. Cabut Perangkat Elektronik dari Stop Kontak

    Tips yang pertama adalah mencabut perangkat elektronik dari stop kontak. Namun, tak semua barang elektronik harus dicabut, seperti kamera CCTV yang harus tetap menyala untuk memantau segala aktivitas saat rumah ditinggal pergi.

    Adapun sejumlah perangkat elektronik yang bisa dicabut dari stop kontak, di antaranya:

    • TV
    • Soundbar atau speaker
    • Gim konsol
    • Router WiFi
    • Komputer
    • Printer
    • Coffee maker atau alat pembuat kopi
    • Microwave
    • AC
    • Mesin cuci.

    2. Buang Seluruh Sampah

    Apabila ada sampah di dapur atau ruang makan, pastikan langsung dibuang ke dalam tempat sampah utama. Jangan biarkan sisa makanan dan minuman saat pergi meninggalkan rumah karena bisa mengalami pembusukan serta mengeluarkan bau tak sedap.

    3. Cuci Piring

    Beberapa orang terkadang malas untuk mencuci piring dan gelas kotor sebelum berangkat pergi liburan. Padahal, tumpukan piring kotor yang tak dicuci selama berhari-hari dapat mengeluarkan bau serta mendatangkan serangga seperti lalat, belatung, hingga kecoak.

    4. Periksa Jendela dan Pintu

    Sebelum pergi meninggalkan rumah, jangan lupa untuk mengecek pintu dan jendela terlebih dahulu. Pastikan telah tertutup secara rapat dan dikunci agar tidak bisa dibuka dari luar. Soalnya, komplotan maling bisa saja masuk ke dalam rumah melalui pintu dan jendela yang tidak terutup.

    5. Titipkan Hewan Peliharaan

    Apabila kamu memiliki hewan peliharaan di rumah, seperti kucing atau anjing, cobalah untuk titipkan ke saudara atau teman yang sesama pecinta binatang. Jika tidak mau repot, kamu bisa menitipkannya di pet hotel terdekat dari rumah.

    6. Siram Tanaman

    Langkah berikutnya adalah menyiram tanaman dan tumbuhan di halaman rumah. Beberapa tanaman yang kamu miliki mungkin membutuhkan perawatan khusus, sehingga jangan lupa disiram air terlebih dahulu sebelum berangkat liburan.

    7. Aktifkan CCTV 24 Jam

    Demi meningkatkan keamanan rumah, jangan lupa mengaktifkan kamera CCTV selama 24 jam. Saat ini sudah ada sejumlah CCTV yang terhubung ke WiFi, sehingga pemilik rumah bisa memantau huniannya dari jauh melalui aplikasi di smartphone.

    8. Pasang Lampu Otomatis

    Lampu otomatis saat ini sudah banyak dijual di pasaran. Lampu ini dapat hidup dan mati secara otomatis dengan cara diatur jadwalnya melalui smartphone.

    Penggunaan lampu otomatis dapat menghemat energi karena tidak harus menyala sepanjang hari. Selain itu, lampu jenis ini juga dapat mengelabui maling karena mengira ada penghuni di rumah tersebut.

    9. Simpan Barang-barang Berharga

    Saat liburan, detikers tentu tidak akan membawa seluruh barang berharga ke dalam koper. Sebagai bentuk antisipasi, kamu bisa membeli brankas untuk meletakkan barang-barang tersebut. Selain itu, simpan brankas di tempat yang aman agar tidak mudah dilacak orang lain.

    10. Beri Tahu Tetangga

    Langkah yang terakhir adalah memberitahu tetangga jika kamu dan sekeluarga akan pergi meninggalkan rumah dalam waktu lama. Selain itu, kamu bisa meminta bantuan tetangga untuk mengecek dan memantau hunianmu jika ada aktivitas yang mencurigakan.

    Itu dia 10 hal yang wajib dicek sebelum pergi meninggalkan rumah dalam waktu lama. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Gorden Sebaiknya Ditutup atau Dibuka saat Rumah Kosong? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Gorden adalah kain yang berfungsi untuk menutupi jendela agar tidak terlihat dari luar. Fungsi lain dari gorden adalah dapat menahan debu dan menghalangi cahaya matahari masuk ke dalam rumah.

    Banyak pemilik rumah yang memilih menutup gorden ketika akan pergi keluar rumah, baik dalam waktu beberapa hari ataupun hitungan jam saja. Tujuan gorden ditutup adalah agar tidak ada orang yang dapat melihat isi hunian, baik itu furnitur hingga dekorasi yang menempel di dinding.

    Alasan lainnya adalah soal keamanan. Dengan menutup gorden maka dapat mencegah maling untuk masuk ke dalam rumah. Soalnya mereka tidak dapat melihat apa saja isi di dalam rumah itu.


    Meski begitu, sejumlah ahli di bidang interior desain punya pendapat lain soal menutup gorden ketika pergi keluar rumah. Lantas, lebih baik gorden dibuka atau ditutup saat rumah dalam kondisi kosong?

    Perlukah Gorden Ditutup saat Pergi Keluar Rumah?

    Sejumlah ahli di bidang desain interior mengungkapkan berbagai alasan tentang menutup gorden saat rumah ditinggal pergi. Menurut Jennifer Jones selaku pendiri Niche Interiors, hal ini tergantung dari kondisi tempat tinggal.

    “Ketika klien bertanya kepada saya apakah mereka harus membiarkan gorden tetap terbuka atau tertutup saat mereka pergi, jawabannya tergantung pada keamanan dan estetika,” kata Jennifer mengutip The Spruce, Selasa (17/6/2025).

    Apabila terdapat ruangan yang langsung menghadap ke jalan maka sebaiknya gorden ditutup. Hal ini dilakukan demi keselamatan dan keamanan rumah secara maksimal.

    “Semakin sedikit informasi yang dimiliki oleh para pencuri tentang tata letak dan isi perabotan di dalam rumah, maka hal itu semakin baik,” ujarnya

    Apabila ruangan tersebut tidak berhadapan dengan jalan atau rumah tetangga, maka tidak perlu menutup gorden saat rumah ditinggal pergi. Namun jika ingin tetap ada cahaya matahari masuk ke dalam ruangan, cobalah memasang tirai berbahan tipis. Selain membiarkan sinar matahari masuk, cara ini juga dapat mempercantik hunian sekaligus tetap menjaga privasi.

    “Tirai tipis dapat menyebarkan cahaya matahari ke dalam ruangan sekaligus menghalangi pandangan dari luar ke dalam rumah, sehingga menawarkan perpaduan cahaya yang tenang serta tetap mengutamakan privasi,” ujarnya.

    Di sisi lain, desainer interior Rachel Blindauer mengatakan jika gorden sebaiknya dibiarkan terbuka ketika kamu pergi keluar rumah, baik sebentar maupun berhari-hari. Sebab, gorden yang ditutup rapat memberikan kesan bahwa rumah kamu kosong karena ditinggal penghuni.

    “Gorden yang terbuka dapat memberikan kesan atau isyarat bahwa rumah tersebut tidak kosong dan ada penghuninya,” ungkap Rachel.

    Dengan membiarkan gorden terbuka, maka pencuri jadi enggan untuk masuk ke rumah tersebut. Namun, cara ini dapat dilakukan jika hunian telah dilengkapi sistem keamanan canggih, mulai dari kamera CCTV 24 jam, smart lock door, hingga alarm anti maling.

    Rachel juga mengingatkan pentingnya memasang lampu otomatis yang dapat menyala saat malam hari. Cara ini dapat mengelabui maling bahwa rumah tersebut masih ada orang, meski sebenarnya dalam keadaan kosong karena seluruh penghuni pergi selama berhari-hari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • CCTV Rentan Jadi Sasaran Serangga-Tikus, Begini Cara Rawatnya biar Tetap Aman



    Jakarta

    CCTV merupakan kamera pengawas yang berfungsi untuk mengawasi dan merekam segala kejadian pada suatu tempat. Perangkat elektronik ini sudah banyak dipakai di rumah-rumah sebagai alat keamanan tambahan.

    Pemilik rumah bisa jauh lebih nyaman meninggalkan rumah karena ada CCTV. Penghuni rumah juga bisa menyaksikan secara langsung hasil rekaman dari aplikasi yang terhubung langsung dengan CCTV tersebut.

    CCTV bukanlah barang murah sehingga harus dijaga dengan baik. Kamera CCTV harus selalu dalam keadaan aktif, tidak boleh berembun, dan kameranya harus bebas dari penghalang apa pun agar objek yang di rumah bisa terekam dengan jelas.


    Menurut Solution Advisor Prayudo CCTV sebenarnya tidak membutuhkan banyak perawatan dan tidak perlu mengeluarkan biaya perawatan per bulan. Kuncinya adalah pemasangannya harus benar dan sesuai standar.

    Sebab, salah satu faktor yang dapat merusak sistem instalasi CCTV adalah serangga seperti semut dan hewan pengerat seperti tikus.

    Instalasi CCTV bukan hanya kamera, melainkan terdapat kabel yang menghubungkan dengan instalasi listrik di rumah. Kabel tersebut terbuat dari plastik yang mudah digigit tikus. Selain itu, kabel yang hangat atau panas menarik perhatian serangga.

    “Kalau perihal kabel, mungkin pakai pipa supaya mencegah digigit tikus misalnya, atau seperti apa. Jadi yang pasti yang pertama dari awal adalah instalasi (pemasangan harus benar). Begitu instalasinya benar, maka maintenance bisa lebih fleksibel,” ujar pria yang disapa Yudo dalam acara pembukaan Axos Solution Center di Jakarta, pada Kamis (14/8/2025).

    Yudo mengatakan belum ada cara untuk mendeteksi CCTV yang diserang hewan. Oleh karena itu, pemasangan CCTV harus sesuai standar dan kabel-kabel harus aman dengan dipasang pipa tambahan sepanjang kabel.

    Selain perlindungan pada kabel, penempatan CCTV juga harus berada di tempat yang bersuhu normal. Yudo mengatakan tiap produk CCTV memiliki batas berbeda-beda, tetapi untuk produk dari Axis Communications bisa tahan dari suhu paling rendah -40 derajat celcius dan paling tinggi 65 derajat celcius.

    Yudo mengatakan CCTV milik Axis Communications dapat bertahan selama 5 tahun. Akan ada pengecekan berkala setelah CCTV dipasang dalam 6 bulan atau setahun sekali. Cara ini sudah diterapkan pada perawatan instalasi CCTV di kawasan perkantoran dan perindustrian.

    “Kondisi yang mungkin terlalu ekstrim, perubahan suhu karena terkadang ada musim pancaroba misalnya, sehingga muncul mungkin embun dan lain-lain. (Perawatan) lebih ke di-checking, lebih ke preventive maintenance. Ini juga mungkin suatu yang menjadi key fokusnya AXIS di sini,” jelasnya.

    Selain itu, Yudo menyarankan untuk mencari CCTV yang memiliki sistem pemberitahuan apabila kamera tidak berfungsi. Produk Axis Communication terdapat sistem analitik untuk mendeteksi kamera dapat menangkap gambar atau tidak. Dengan begitu apabila CCTV tidak berfungsi dapat langsung dicek dan diperbaiki.

    “Kadang kan kalau tidak ada deteksi dari kamera, kita anggap semua baik-baik saja. Oh ini nggak ada pop-up (nggak ada objek yang muncul) nih, oke aman. Padahal bisa jadi nggak ada pop-up karena memang kameranya nggak lihat apa-apa. Jadi begitu kameranya dapat view yang tidak sesuai, akan dapat ke-allert (memperingati) dengan analitik dan itu free diinput di dalam kamera,” ungkapnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Aman Nggak Sih Menyalakan Lampu Teras 24 Jam Saat Rumah Kosong?



    Jakarta

    Sering kita lihat rumah-rumah kosong yang ditinggal penghuninya liburan hanya diterangi lampu pada bagian depan. Lampu tersebut bisa menyala lebih dari 24 jam.

    Pada malam hari, rumah tersebut terlihat sama seperti rumah berpenghuni karena lampu halamannya menyala. Namun, pada siang hari tetangga atau orang yang lewat di depan rumahnya akan sadar bahwa rumah tersebut kosong karena lampu depan terus menyala tanpa ada aktivitas.

    Pada awalnya orang berpikir ini adalah cara efektif untuk mengamankan rumah saat ditinggal pergi. Sebab, secara tak langsung tetangga mengetahui rumah tersebut kosong. Namun, bagi orang yang berniat mencuri, mereka mendapat sinyal bahwa ada kesempatan untuk menjarah rumah tersebut.


    Lantas, apakah masih relevan untuk terus menghidupkan lampu depan 24 jam saat pergi liburan?

    Dilansir dari Better Homes and Gardens, pakar keamanan Brinks Home Sara Harshbarger mengatakan menghidupkan lampu bagian luar tanpa dimatikan bukan keputusan yang tepat. Sebab, hal tersebut tidak memberikan keamanan pada rumah, melainkan dapat menarik perhatian pencuri untuk datang.

    “Jika pencahayaan luar ruangan adalah satu-satunya langkah keamanan yang ada, hal itu justru dapat tidak memberikan rasa aman bagi pemilik rumah,” jelasnya.

    Selain itu, menghidupkan lampu lebih dari 24 jam tanpa dimatikan adalah tindakan pemborosan listrik dan menyebabkan polusi cahaya.

    Sara menegaskan menyalakan lampu bagian depan ketika sedang tidak berada di rumah seharusnya berfungsi sebagai penerangan terutama bagian halaman dan jalanan di depan dan keamanan. Namun, apabila lampu tersebut menyala 24 jam bahkan saat matahari terang, fungsinya tak lagi tepat.

    Tips Menyalakan Lampu Depan Rumah yang Tepat

    Cara yang tepat untuk menyalakan lampu depan ketika sedang tidak ada di rumah adalah memakai lampu yang bisa hidup dan mati secara otomatis. Penghuni rumah bisa memilih lampu yang dilengkapi dengan sensor gerak, cahaya, atau yang memiliki penjadwalan waktu mati dan menyala.

    Lampu sensor gerak dapat mengejutkan calon penyusup sekaligus mengatasi potensi polusi cahaya atau masalah konsumsi energi. Lampu yang menyala sesuai jadwal juga akan menghindari rumah dari penyusupan.

    “Sistem pencahayaan pintar yang menggunakan pengatur waktu menawarkan solusi hebat lainnya. Sistem ini menghemat energi sekaligus menciptakan kesan seolah-olah ada orang di rumah, yang dapat menjadi pencegah yang kuat,” terangnya.

    Jika tidak bisa memasang lampu pintar yang bisa menyala dan hidup melalui sensor, pakai bohlam LED yang hemat energi.

    Itulah cara memasang lampu bagian depan yang tepat agar tidak mengundang pencuri. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com