Tag: kebaikan

  • Bolehkah Sedekah Subuh Dimasukkan ke Kotak Amal Masjid?


    Jakarta

    Sedekah subuh adalah salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat Islam untuk dilakukan setelah salat Subuh. Ada banyak cara untuk mengerjakan amalan ini.

    Amalan sedekah subuh mengandung keutamaan besar. Dijelaskan dalam buku Sapu Jagat Keberuntungan karya Ahmad Mudzaki, setiap pagi saat matahari terbit, Allah SWT mengutus dua malaikat untuk berdoa bagi mereka yang bersedekah.

    Hal tersebut bersandar pada sebuah hadits dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setiap awal pagi saat matahari terbit, Allah menurunkan dua malaikat ke bumi. Lalu salah satu berkata, ‘Ya Allah, berilah karunia orang yang menginfakkan hartanya. Ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya karena Allah’. Malaikat yang satu berkata, ‘Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil’.” (HR Bukhari dan Muslim)


    Dijelaskan, hadits tersebut menegaskan sedekah subuh sebagai amal yang dapat mendatangkan keberkahan dan doa kebaikan bagi pelakunya.

    Salah satu pertanyaan yang muncul terkait sedekah subuh adalah cara pengamalannya, bolehkah sedekah subuh dimasukkan ke kotak amal masjid? Pertanyaan ini sering muncul di kalangan masyarakat yang ingin berbuat baik tetapi bingung soal tata cara yang tepat dalam melakukan sedekah subuh.

    Tata Cara Melakukan Sedekah Subuh

    Berdasarkan sumber sebelumnya, sedekah subuh memang dianjurkan dilakukan segera setelah salat Subuh berjamaah, sebelum matahari terbit. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan memasukkan sedekah ke dalam kotak amal di masjid. Hal ini dianggap sesuai dan tidak ada larangan untuk melakukannya, asalkan niatnya ikhlas untuk bersedekah di jalan Allah SWT.

    Bagi para pria yang hadir di masjid, mereka bisa langsung memasukkan sedekah tersebut ke dalam kotak amal. Sedangkan bagi ibu-ibu yang tidak berangkat ke masjid, mereka bisa menitipkan sedekah subuh ini kepada suami atau anak mereka yang hadir ke masjid. Dengan demikian, hukum memasukkan sedekah subuh ke kotak amal masjid adalah boleh bahkan dianjurkan.

    Selain memasukkan sedekah subuh ke kotak amal masjid, ada cara lain sedekah subuh. Berikut di antaranya:

    1. Mengirimkan uang melalui transfer bank tepat setelah waktu subuh. Dana tersebut bisa dikirimkan kepada orang tua, teman yang memerlukan, lembaga sosial, atau pihak lain yang membutuhkan, sebagai bentuk sedekah.

    2. Menyediakan makanan dan mengantarkannya pada waktu setelah salat subuh ke rumah tetangga, pondok pesantren, panti asuhan, atau tempat-tempat lain di mana makanan tersebut akan dikonsumsi.

    3. Menyerahkan bantuan atau sumbangan secara langsung kepada mereka yang membutuhkan, dilakukan sesaat setelah Subuh sebagai wujud kepedulian dan kebaikan.

    Batas Waktu Sedekah Subuh

    Batas waktu untuk melakukan sedekah subuh sangatlah dekat dengan waktu terbitnya matahari, yaitu kurang lebih satu jam setelah selesai melaksanakan salat Subuh.

    Allah SWT menjanjikan bahwa rezeki yang diinfaqkan di jalan-Nya akan kembali dalam jumlah yang lebih besar. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Hadid ayat 18,

    اِنَّ الْمُصَّدِّقِيْنَ وَالْمُصَّدِّقٰتِ وَاَقْرَضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ اَجْرٌ كَرِيْمٌ

    Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah, baik laki-laki maupun perempuan, dan meminjamkan (kepada) Allah pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) kepada mereka dan baginya (diberikan) ganjaran yang sangat mulia (surga).”

    Manfaat Mengamalkan Sedekah Subuh

    Selain sebagai wujud dari amal kebaikan, sedekah subuh membawa manfaat luar biasa yang bisa dirasakan baik di dunia maupun di akhirat. Berikut adalah beberapa manfaat dahsyat dari mengamalkan sedekah subuh yang dirangkum dari buku The Power of Jalur Langit karya Kawanita dkk:

    1. Permintaannya dikabulkan oleh Allah SWT

    Sedekah subuh membuka peluang besar agar setiap doa dan harapan kita dikabulkan oleh Allah SWT.

    2. Didoakan oleh dua malaikat

    Setiap kali seseorang bersedekah subuh, dua malaikat turun untuk mendoakan keberkahan bagi pemberi sedekah.

    3. Mendapat pahala berlipat ganda

    Kebaikan yang diberikan melalui sedekah subuh akan diganjar dengan pahala yang berkali-kali lipat.

    4. Rezeki semakin melimpah

    Allah SWT menambah rezeki bagi mereka yang senantiasa bersedekah, terutama di waktu subuh yang penuh berkah.

    5. Penghapusan dosa-dosa

    Melalui sedekah subuh, dosa-dosa yang telah dilakukan akan dihapus.

    6. Dijauhkan dari malapetaka

    Sedekah subuh menjadi pelindung dari berbagai musibah atau malapetaka yang bisa saja terjadi.

    7. Memperoleh kedudukan tinggi di hadapan Allah SWT

    Amalan ini membantu meningkatkan derajat dan kedudukan di hadapan Allah SWT

    8. Kesembuhan dari penyakit

    Bagi yang sakit, sedekah subuh bisa menjadi wasilah untuk mendapatkan kesembuhan dari Allah SWT.

    9. Didekatkan pada pintu surga dan dijauhkan dari api neraka

    Amalan sedekah subuh menjadi jalan untuk mendekatkan diri pada surga serta terhindar dari siksa neraka.

    10. Mendapatkan naungan di padang mahsyar

    Pada hari kiamat, sedekah subuh menjadi sebab seseorang mendapatkan perlindungan di padang mahsyar.

    11. Pahala jariyah yang terus mengalir

    Sedekah subuh juga dihitung sebagai pahala jariyah yang terus mengalir meskipun pemberinya telah tiada.

    12. Hati menjadi lapang

    Melakukan sedekah subuh memberikan ketenangan dan kelapangan hati bagi pelakunya.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Nominal Sedekah Subuh? Ini Penjelasan Hukumnya


    Jakarta

    Sedekah subuh adalah salah satu bentuk amalan kebaikan yang memiliki keistimewaan tersendiri. Dilaksanakan setelah mengerjakan salat Subuh, sedekah ini bukan hanya menjadi sarana berbagi, tetapi juga agar diberi keberkahan.

    Dalam ajaran Islam, malaikat akan langsung mendoakan orang yang bersedekah subuh agar Allah SWT melipatgandakan rezekinya. Sebaliknya, bagi yang enggan bersedekah, malaikat akan mendoakan sebaliknya, agar dibinasakan.

    Mengutip buku Sapu Jagat Keberuntungan karya Ahmad Mudzakir, Rasulullah SAW bersabda, “Setiap awal pagi saat matahari terbit, Allah menurunkan dua malaikat ke bumi. Lalu salah satu berkata, ‘Ya Allah, berilah karunia orang yang menginfakkan hartanya. Ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya karena Allah’. Malaikat yang satu berkata, ‘Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil.” (HR. Bukhari dan Muslin, dari Abu Hurairah).


    Namun, banyak yang bertanya, berapa nominal sedekah subuh yang dianjurkan? Apakah ada batasan atau aturan tertentu? Untuk mengetahuinya, mari simak penjelasan lengkap tentang hukum nominal sedekah subuh berikut ini.

    Nominal Sedekah Subuh

    Sedekah subuh adalah salah satu bentuk ibadah yang penuh keutamaan. Namun, tak jarang muncul pandangan bahwa nilai sedekah bergantung pada nominalnya, semakin besar jumlahnya, semakin tinggi pula nilainya. Benarkah demikian?

    Dalam buku Sedekah Pengubah Nasib karya Aditya Akbar Hakim dijelaskan, keberkahan sebuah sedekah tidak hanya dinilai dari jumlahnya, tetapi lebih pada konsistensi dan keikhlasan dalam melaksanakannya. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah SWT adalah amalan yang dilakukan secara konsisten, meskipun hanya sedikit.

    Rasulullah SAW bersabda, “Amal yang paling dicintai oleh Allah adalah amal yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR Muslim)

    Sedekah subuh yang dilakukan rutin, walaupun nominalnya kecil, seperti lima ribu rupiah setiap kali melaksanakan salat Subuh, memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan sedekah jutaan rupiah yang dilakukan hanya sesekali. Kenapa demikian? Karena istiqomah yaitu kebiasaan yang berlanjut hingga akhir hayat yang merupakan bentuk ibadah yang tidak mudah dilakukan oleh semua orang.

    Banyak yang beranggapan bahwa sedekah adalah kewajiban orang-orang kaya. Namun, Allah SWT tidak membatasi amalan ini hanya untuk golongan tertentu. Siapa saja bisa bersedekah subuh, tak peduli apakah hidupnya pas-pasan atau berlimpah harta, yang Allah SWT lihat adalah keikhlasan dan konsistensi, bukan jumlahnya.

    Sedekah lima ribu rupiah bagi orang yang penghasilannya sederhana, bisa jadi memiliki nilai lebih dibandingkan dengan satu juta rupiah dari mereka yang kaya, karena ia memberi sedekahnya dengan sepenuh hati dan perjuangan.

    Sebagai contoh, seseorang yang rutin memasukkan uang lima ribu rupiah ke kotak amal setiap subuh selama bertahun-tahun, hingga menjadi kebiasaan, telah membangun sebuah amalan bernilai tinggi. Sedekahnya mungkin tampak kecil, tetapi efeknya begitu besar di mata Allah SWT. Bandingkan dengan mereka yang mampu menyumbang jutaan rupiah, tetapi melakukannya hanya setahun sekali. Mana yang lebih berat? Tentu yang melakukan istiqomah dalam sedekah.

    Dalam buku Sedekah yang disusun oleh Neti Suriana dkk., terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasai, Rasulullah SAW bersabda, “Satu dirham telah mengalahkan seratus ribu dirham.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana itu (wahai Rasulullah)?” Beliau menjawab, “Ada seseorang yang hanya mempunyai dua dirham lalu dia bersedekah dengan salah satu dari dua dirham itu. Dan ada seseorang yang mendatangi hartanya yang sangat melimpah ruah, lalu mengambil seratus ribu dirham dan bersedekah dengannya.” (HR An-Nasai, Shahihul Jami’)

    Hadits ini mengajarkan bahwa sedekah subuh bukan terletak pada nominalnya semata, tetapi pada pengorbanan yang dilakukan oleh seseorang saat bersedekah.

    Sebagai contoh, Rp 100.000 yang disedekahkan oleh seseorang dengan penghasilan Rp 200.000 memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan Rp 100.000 yang diberikan oleh orang dengan penghasilan Rp2.000.000. Artinya, nilai sedekah sangat bergantung pada tingkat pengorbanan dari pemberi.

    Satu hal yang perlu dipahami tentang sedekah subuh adalah bahwa amalan ini tidak akan pernah membuat seseorang miskin. Sebaliknya, sedekah memiliki kekuatan luar biasa untuk memperkaya hati, pikiran, dan kehidupan seseorang seperti yang dikutip dari buku Cantik dengan Sedekah tulisan Indrita R. Dani dkk.

    Dengan bersedekah, seseorang tidak hanya berkontribusi kepada mereka yang membutuhkan, tetapi juga memperkaya dirinya sendiri dengan kebahagiaan, keseimbangan hidup, dan keberkahan.

    Sedekah subuh menjadi bukti bahwa kebaikan kecil yang dilakukan secara konsisten mampu menciptakan dampak besar. Bahkan sekecil apa pun jumlah yang kita sedekahkan, dampaknya dapat dirasakan oleh si penerima dan memberikan pengaruh positif pada lingkungan sekitar kita.

    Urutan Melakukan Sedekah Subuh

    Sebelum Anda melakukan sedekah subuh, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar sedekah yang Anda berikan dapat menjadi amal yang berkah dan diterima oleh Allah SWT.

    Berikut ini adalah urutan dan beberapa aspek yang harus Anda perhatikan seperti yang dijelaskan pada sumber sebelumnya:

    1. Sedekah ketika Sehat

    Penting untuk melakukan sedekah subuh ketika Anda berada dalam keadaan sehat.

    2. Sedekah setelah Kebutuhan Wajib Terpenuhi

    Pastikan bahwa sebelum Anda melakukan sedekah subuh, segala kebutuhan wajib seperti nafkah keluarga dan kebutuhan pribadi sudah terpenuhi.

    3. Sedekah untuk Keluarga

    Salah satu yang utama dalam sedekah adalah memberikan kepada keluarga terlebih dahulu, dengan bersedekah kepada keluarga, Anda juga akan mendapatkan pahala sedekah dari Allah SWT.

    4. Sedekah kepada Kerabat

    Setelah memberikan kepada keluarga terdekat, Anda bisa melanjutkan untuk memberikan sedekah kepada kerabat Anda. Karena sedekah yang diberikan kepada kerabat dapat mendatangkan 2 kebaikan yakni, sedekah dan menyambung tali silaturahmi.

    5. Sedekah kepada Tetangga

    Sedekah kepada tetangga akan semakin mempererat hubungan antar sesama dan menciptakan lingkungan yang saling peduli dan mendukung.

    6. Sedekah untuk Pejuang di Jalan Allah SWT

    Sedekah subuh juga bisa diberikan kepada mereka yang berjuang di jalan Allah SWT, baik itu dalam peperangan fisik atau dalam perjuangan untuk kebaikan masyarakat.

    7. Sedekah untuk Perjuangan di Jalan Dakwah

    Sebagai bagian dari ibadah yang sangat dianjurkan, sedekah untuk mereka yang bekerja dalam perjuangan dakwah, menyebarkan ilmu agama, juga adalah amalan yang sangat bernilai di sisi Allah SWT.

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sedekah Ini Diganjar Pahala 700 Kali Lipat, Jangan Lewatkan!


    Jakarta

    Sedekah adalah amalan sederhana dengan keutamaan luar biasa. Berkaitan dengan itu, ada sedekah yang diganjar 700 kali lipat.

    Anjuran bersedekah disebutkan dalam beberapa hadits Nabi Muhammad SAW, salah satunya dari Abu Dzar RA:

    “Pada setiap ruas tulang seseorang di antara kalian di setiap pagi ada kewajiban sedekah. Setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, tiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Namun, semua itu dapat dicukupi dengan salat dua rakaat yang dikerjakan seseorang di waktu dhuha.” (HR Muslim)


    Bentuk Sedekah yang Ganjarannya 700 Kali Lipat

    Menukil dari buku Sedekah Bikin Kaya dan Berkah yang disusun Ubaidurrahim El-Hamdy, sedekah dengan ganjaran 700 kali lipat diterangkan dalam surah Al Baqarah ayat 261,

    مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

    Artinya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

    Menurut ayat di atas, sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir dan setiap bulirnya ada seratus biji. Dengan demikian, sedekah dengan ikhlas akan diganjar 700 kali lipat oleh Allah SWT.

    Menurut Tafsir Kemenag RI, perumpamaan keadaan yang sangat mengagumkan dari orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah dengan tulus untuk ketaatan dan kebaikan seperti keadaan seorang petani yang menabur benih. Sebutir biji yang ditanam di tanah yang subur menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji sehingga jumlah keseluruhannya menjadi 700.

    Allah SWT terus melipatgandakan pahala kebaikan sampai 700 kali lipat atau lebih bagi siapa yang Dia kehendaki sesuai tingkat keimanan dan keikhlasan hati yang berinfak.

    “Dan jangan menduga Allah tidak mampu memberi sebanyak mungkin, sebab Allah Maha Luas karunia-Nya. Dan jangan menduga Dia tidak tahu siapa yang berinfak di jalan-Nya dengan tulus, sebab Dia Maha Mengetahui siapa yang berhak menerima karunia tersebut, dan Maha Mengetahui atas segala niat hamba-Nya,” demikian tulis Tafsir Kemenag RI pada surah Al Baqarah ayat 261.

    Keutamaan Sedekah dalam Islam

    Masih dari sumber yang sama, berikut beberapa keutamaan sedekah dalam Islam:

    • Menghapus dosa muslim
    • Tidak mengurangi harta yang disedekahkan
    • Menjadi naungan bagi orang beriman pada hari kiamat
    • Menjadi obat dan tolak bala

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Keutamaan Sedekah Jumat yang Sayang Dilewatkan


    Jakarta

    Hari Jumat memiliki keistimewaan khusus dalam Islam, setiap amal ibadah yang dilakukan pada hari tersebut memiliki ganjaran besar. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan pada hari Jumat adalah bersedekah.

    Bersedekah di hari Jumat tidak hanya memberikan manfaat bagi orang yang menerimanya, tetapi juga mendatangkan kebaikan bagi yang memberi. Lalu, apa saja keutamaan sedekah Jumat yang dapat diraih oleh seorang muslim? Berikut penjelasannya.

    Keutamaan Sedekah Jumat

    Inilah beberapa keutamaan sedekah Jumat yang sayang apabila dilewatkan begitu saja.


    1. Sedekah di Hari Jumat Merupakan Waktu yang Mulia

    Pada dasarnya, bersedekah bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Namun, menurut buku Cantik dengan Sedekah karya Indrita R, bersedekah pada hari Jumat sangat dianjurkan karena keutamaan sedekah Jumat dan faedahnya yang luar biasa.

    Setiap hari Jumat, para malaikat melaporkan segala amal perbuatan yang telah dikerjakan. Oleh karena itu, dengan bersedekah pada hari Jumat, dosa-dosa yang telah diperbuat dapat dihapus atau diringankan.

    2. Pahala Dilipatgandakan

    Dalam Buku Panduan Khutbah Jumat untuk Pemula, Irfan Maulana mengutip sebuah hadits riwayat Abi Syaibah yang menyebutkan bahwa,

    “Sedekah itu dilipat gandakan pahalanya pada hari Jumat (yakni bila sedekah itu pada hari Jumat maka pahala berlipat ganda dari hari lain.” (HR Abi Syaibah)

    Pahala sedekah yang dilipatgandakan di hari Jumat disebabkan oleh kemuliaan waktu tersebut. Karena, ada beberapa faktor yang menyebabkan amal dilipatgandakan pahalanya, salah satunya adalah keutamaan waktu dan tempat.

    Hari Jumat memiliki keistimewaan tersendiri, sehingga “gabungan” dari ibadah mulia sedekah dengan hari Jumat yang mulia ini akan mendatangkan pahala yang lebih besar.

    3. Harta Sedekah yang Dikeluarkan Akan Dibalas Sebesar Gunung

    Mengutip kitab Mukasyafatul Qulub karya Imam al-Ghazali terjemahan Jamaluddin, Allah SWT akan melipatgandakan rezeki yang disedekahkan, yang diperoleh dari hasil usaha yang baik, terutama jika sedekah tersebut dikeluarkan pada hari Jumat.

    Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang bersedekah sekarung kurma, yang diperoleh dari usaha yang baik, Allah tidak menerima kecuali sesuatu yang baik, maka akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya dan berkah-Nya. Kemudian Dia mengembangkan sedekah itu untuk pemiliknya sebagaimana kalian mengembangkan maharnya, hingga satu suap menjadi seperti Gunung Uhud.”

    Dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan, “Apa yang ada dalam sedekah, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Berlipat ganda yang sangat banyak. Di sisi Allah SWT, masih ada tambahannya.”

    Kemudian beliau membaca surah Al-Baqarah ayat 245,

    مَنْ ذَا الَّذِيْ يُقْرِضُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضٰعِفَهٗ لَهٗٓ اَضْعَافًا كَثِيْرَةً ۗوَاللّٰهُ يَقْبِضُ وَيَبْصُۣطُۖ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

    Artinya: “Siapakah yang mau memberi pinjaman yang baik kepada Allah? Dia akan melipatgandakan (pembayaran atas pinjaman itu) baginya berkali-kali lipat. Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki). Kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”

    4. Mencegah Kematian yang Buruk

    Sedekah memiliki kekuatan yang luar biasa dalam melindungi seseorang dari segala bentuk musibah, termasuk dapat memadamkan amarah Allah SWT dan menghadang kematian yang buruk.

    Oleh karena itu, sedekah di hari Jumat, yang merupakan waktu yang mulia, akan semakin memperkuat perlindungan yang diberikan oleh Allah SWT.

    Dalam riwayat disebutkan, “Allah menolak 70 pintu kematian yang buruk dengan sedekah.”

    5. Diberi Naungan oleh Allah SWT

    Seorang muslim yang bersedekah di hari Jumat, terutama secara sembunyi-sembunyi, akan diberi naungan oleh Allah SWT.

    Ada tujuh golongan yang diberi naungan oleh Allah SWT, di mana pada hari itu tiada naungan kecuali naungan-Nya. Rasulullah SAW bersabda, di antara mereka adalah, “Seseorang yang bersedekah, kemudian dia menyembunyikan sedekahnya hingga tangan kirinya tidak tahu apa yang tangan kanannya sedekahkan.”

    Ada seorang sahabat yang bertanya kepada Nabi SAW, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Sedekah secara rahasia kepada orang fakir atau kesungguhan dari orang miskin.”

    Kemudian, beliau membacakan ayat Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 271,

    اِنْ تُبْدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا هِيَۚ وَاِنْ تُخْفُوْهَا وَتُؤْتُوْهَا الْفُقَرَاۤءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۗ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِّنْ سَيِّاٰتِكُمْ ۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

    Artinya: “Jika kamu menampakkan sedekahmu, itu baik. (Akan tetapi,) jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, itu lebih baik bagimu. Allah akan menghapus sebagian kesalahanmu. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

    Bentuk Sedekah Sederhana di Hari Jumat

    Terdapat banyak amalan sederhana yang bisa dilakukan oleh seorang muslim untuk memperoleh keutamaan sedekah Jumat, bahkan tanpa harus mengeluarkan harta secara material.

    Bahkan, salah satu bentuk sedekah yang sangat sederhana bisa dimulai melalui ucapan. Mengutip kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi terbitan Cordova Mediatama, dalam sebuah riwayat disebutkan,

    وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ : أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ ، قَالَ: (( وَالكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ )) متفقٌ عَلَيْهِ ، وَهُوَ بَعْضُ حَدِيْثِ تَقَدَّمَ بِطُولِهِ .

    Artinya: Dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi SAW bersabda: “Bertutur kata yang baik adalah bagian dari sedekah.” (HR Muttafaq ‘alaih)

    Selain itu, amalan lain yang juga termasuk dalam sedekah adalah berbagai bentuk zikir yang dapat diucapkan seorang muslim. Setiap kali seseorang mengucapkan kalimat-kalimat dzikir, mereka tidak hanya memperoleh keberkahan dari bacaan dzikir tersebut, tapi juga akan memperoleh pahala dari sedekah.

    وَعَنْ أَبِي ذَرٍّ ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ ، قَالَ: (( يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ: فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ ، وَنَهْيٌ عَنِ المُنْكَر صَدَقَةٌ ، وَيُجْزىء مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى ))

    Artinya: Dari Abu Dzar, dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Setiap pagi dari persendian masing-masing kalian ada sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap amar ma’ruf adalah sedekah, setiap mencegah dari kemungkaran adalah sedekah, dan semuanya itu tercukupi dengan dua rakaat salat Duha.” (HR Muslim)

    Amalan-amalan tersebut, meskipun sederhana, memiliki nilai sedekah yang besar, terutama jika dilakukan pada hari Jumat. Dengan melaksanakan amalan-amalan ini, seorang muslim tidak hanya memperoleh pahala, tetapi juga bisa meraih keutamaan sedekah Jumat yang sangat mulia.

    Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Macam Sedekah yang Paling Bermanfaat bagi Orang yang Meninggal Dunia


    Jakarta

    Sedekah tidak hanya bisa dilakukan kepada yang masih hidup, melainkan juga yang sudah meninggal dunia. Dalil terkait sedekah disebutkan dalam sejumlah ayat suci, salah satunya surah Ali Imran ayat 92.

    لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ ٩٢

    Artinya: “Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya.”


    Menukil dari buku Hikmah Sedekah: Menemukan Kebaikan dalam Memberi oleh Sakti Wibowo, sedekah dimaknai sebagai tindakan memberi harta atau bantuan kepada orang yang membutuhkan tanpa mengharapkan imbalan atau balasan dari penerima.

    Sedekah banyak jenisnya. Namun, sedekah yang dilakukan atas nama orang yang telah meninggal dunia tergolong sebagai sedekah jariyah.

    Sedekah yang Paling Bermanfaat bagi Orang yang Meninggal Dunia

    Sedekah jariyah merupakan sedekah yang paling bermanfaat untuk orang yang sudah wafat. Sebab, pahala dari sedekah jariyah akan terus mengalir meski pelaku sedekah telah meninggal dunia.

    Dalil mengenai sedekah jariyah tercantum dalam hadits dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali dari tiga hal ini, yakni; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakannya.” (HR Muslim)

    Seperti Apa Bentuk Sedekah Jariyah?

    Mengutip Buku Saku Terapi Bersedekah yang ditulis Manshur Abdul Hakim, berikut beberapa bentuk dan jenis dari sedekah jariyah.

    1. Mendirikan Masjid

    Membangun masjid termasuk salah satu jenis sedekah jariyah. Sebagaimana diketahui, masjid merupakan tempat ibadah yang bisa dimanfaatkan untuk salat, belajar, mengaji atau kegiatan keagamaan lain.

    Ketika masjid tersebut terus digunakan untuk hal-hal yang baik, maka pahala bagi orang yang membangunnya terus mengalir tanpa terputus. Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya,

    “Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membuatkan rumah di surga untuknya.” (HR Muslim)

    2. Memberi Makan Orang yang Membutuhkan

    Jenis sedekah jariyah yang kedua adalah memberi makan orang yang membutuhkan. Ini bisa berupa sedekah secara langsung atau penyediaan sumber pangan berkelanjutan.

    Pahala bagi si pemberi sedekah akan tercatat jika makanan yang diberikan mengenyangkan perut orang yang lapar. Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Siapa memberikan makan orang mukmin sehingga dia kenyang dari kelaparannya, maka Allah SWT akan memasukkannya ke satu pintu dari pintu-pintunya surga, tidak ada lagi yang masuk melalui pintu tersebut kecuali orang yang serupa dengannya.”

    3. Mengalirkan Air

    Maksud dari mengalirkan air di sini yaitu menggali sumur atau membangun saluran air untuk kepentingan khalayak. Terkait hal ini turut dijelaskan dalam hadits dari Rasulullah SAW,

    “Wahai Rasulullah, sungguh ibuku telah meninggal dunia, apakah boleh aku bersedekah atas namanya?” Jawab Rasulullah, “Iya, boleh.” Sa’ad bertanya lagi, “Lalu sedekah apa yang paling afdal?” Jawab Rasulullah, “Memberi minum air.” (HR An-Nasai)

    4. Membantu Pengembangan Ilmu Pengetahuan

    Membantu pengembangan ilmu pengetahuan termasuk sedekah jariyah. Ini bisa dilakukan dengan menerbitkan buku atau Al-Qur’an, membiayai sekolah atau asrama bagi fakir miskin dan semacamnya.

    Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

    “Amal saleh dan kebaikan seorang mukmin yang tetap lestari setelah kematiannya adalah; ilmu yang diamalkan dan disebarkan, anak saleh yang di tinggalkan, buku yang diwariskan, masjid yang di bangun, rumah yang didirikan untuk ibnu sabil, saluran air yang dialirkan, atau sedekah yang ia keluarkan sewaktu masih sehat ketika masih hidup. Sedekah ini akan tetap lestari setelah ia meninggal.” (HR Ibnu Majah)

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Waktu Terbaik untuk Bersedekah, Amalkan agar Dapat Pahala Berlimpah


    Jakarta

    Sedekah bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Namun, ada beberapa waktu sedekah yang dikatakan paling utama.

    Muslim yang bersedekah pada waktu-waktu tersebut akan mendapat pahala yang luar biasa. Anjuran bersedekah sendiri diterangkan dalam surah Al Baqarah ayat 261,

    مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ٢٦١


    Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.”

    Lalu, kapan saja waktu terbaik yang dianjurkan untuk bersedekah itu?

    Waktu Terbaik yang Dianjurkan untuk Bersedekah

    1. Subuh

    Subuh merupakan waktu terbaik untuk bersedekah. Ketika Subuh, para malaikat turun ke bumi untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda,

    “Setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa: ‘Ya Allah, berikanlah pengganti kepada yang gemar berinfak.’ Dan malaikat lain berdoa: ‘Ya Allah, timpakanlah kebangkrutan kepada yang enggan bersedekah.” (HR Bukhari dan Muslim)

    2. Ketika Sehat dan Takut Miskin

    Menukil dari buku Jangan Lepaskan Islam Walau Sedetik oleh Masyuril Khamis, sedekah ketika sehat dan takut miskin dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Berikut bunyi haditsnya,

    “Wahai Rasulullah, sedekah mana yang paling besar pahalanya?” Rasul menjawab, “Bersedekahlah ketika kamu dalam kondisi sehat lagi bakhil, takut miskin, dan sedang berharap kaya. Jangan menunggu sampai nyawa di tenggorokan, baru berkata, ‘Aku sedekahkan ini untuk si fulan,’ padahal itu sudah menjadi bagian ahli warisnya.” (HR Bukhari)

    Menukil dari Kitab Terjemahan Fiqhul Islam wa Adillathuhu Juz 10 oleh Wahbah Az Zuhaili terbitan Gema Insani, sehat lagi bakhil (kikir) artinya saat manusia dalam kondisi yang sehat dan kuat. Sebab, dalam keadaan itu biasanya manusia bakhil.

    Oleh karenanya, manusia selalu mengharapkan kelanggengan harta dan takut kemiskinan. Jadi, sedekah dalam keadaan demikian pahalanya lebih besar.

    3. Saat Bulan Ramadan

    Ramadan merupakan momen yang istimewa bagi umat Islam. Pada waktu ini, setiap pahala kebaikan berlipat ganda. Dari Anas bin Malik RA berkata,

    “Wahai Rasulullah, sedekah mana yang paling utama?’ Rasul menjawab, ‘Sedekah di bulan Ramadan.” (HR At Tirmidzi)

    4. Pada Hari Jumat

    Jumat adalah hari yang istimewa bagi muslim. Pahala semua amalan termasuk sedekah juga dilipatgandakan sebagaimana sabda Rasulullah SAW dari Abdillah bin Abi Aufa,

    “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jum’at, karena shalawat itu tersampaikan dan aku mendengarnya.’ Nabi juga bersabda, ‘Pada hari Jum’at, pahala sedekah dilipatgandakan.’” (HR Imam Syafi’i)

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Penjual Es Teh Viral dan Istri Akan Berangkat Umrah Saat Bulan Ramadan



    Jakarta

    Ustaz Muhammad Fakhrurrazi Anshar akan memberangkatkan umrah Sunhaji, penjual es teh di Magelang, Jawa Tengah, pada bulan Ramadan 2025. Tak tanggung-tanggung, Sunhaji akan diberi fasilitas mewah dengan penginapan bintang 5.

    “Saya kasih bintang 5. Apa lagi Ramadan, harga hotel naik. Mahal,” kata Ustaz Muhammad Fakhrurrazi Anshar, kepada detikHikmah, Rabu (4/12/2024).

    “Ada yang nanya berapaan? Mungkin hampir Rp 50 juta (biaya umrahnya). Karena bulan Ramadan nih umrahnya, hotel bintang 5,” sambungnya.


    Beliau bahkan berencana agar keduanya bisa sekamar selama di Tanah Suci. Fakhrurrazi akan membimbing langsung sang penjual es teh dalam menjalani ibadah umrah.

    “Saya niatnya dia sekamar sama saya. Saya niatnya kayak gitu,” tuturnya.

    Seiring berjalannya waktu, banyak masyarakat yang ingin mengikuti jejak kebaikan Ustaz Muhammad Fakhrurrazi Anshar. Diantaranya ada yang ingin memberikan uang saku untuk Sunhaji selama berada di Tanah Suci. Ada pula yang ingin membiayai istri Sunhaji untuk berangkat umrah.

    “Jadi memang luar biasa. Masya Allah. Video ajakan saya yang untuk umroh itu memang viral banget. Luar biasa. Tanpa pernah saya berniat juga,” ungkap Fakhrurrazi.

    Melihat animo masyarakat yang begitu besar, Fakhrurrazi berencana ingin menggalang dana untuk memberangkatkan kedua anak Sunhaji umrah. Ia ingin memfasilitasi niat baik orang-orang yang ingin berbagi kebahagiaan untuk Sunhaji.

    “Saya tentu mengetahui bahwa namanya kejadian itu nggak akan terus begitu. Paling seminggu lagi reda. Jadi mumpung masih hangat, kalau saya bikin galang dana anaknya dua orang bisa ikut juga ini. Udah lah sekalian aja dibahagiain sekeluarga. Karena belum tentu momentum ini datang lagi, keulang lagi sama dia,” beber Fakhrurrazi.

    Sebelumnya, Ustaz Muhammad Fakhrurrazi Anshar prihatin dengan kejadian yang menimpa Sunhaji. Ia dihina oleh Gus Miftah di depan banyak orang karena jualan es tehnya masih banyak yang belum laku.

    Untuk membahagiakan Sunhaji, Ustaz Muhammad Fakhrurrazi Anshar akhirnya membuat video di Instagram. Isinya berupa ajakan pergi umrah gratis untuk Sunhaji.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa yang Paling Sering Dibaca Rasulullah



    Jakarta

    Rasulullah SAW banyak mengajarkan doa-doa sebagai amalan yang dapat dilakukan umat Islam. Inilah salah satu doa yang paling sering dibaca Rasulullah SAW.

    Sayyid Sabiq dalam Kitab Fiqih Sunnah 2 memaparkan mengenai doa yang paling utama yang sering dibaca Rasulullah SAW. Ulama fikih ini menyandarkan pada sejumlah riwayat. Aisyah berkata, “Nabi Muhammad SAW menyukai doa-doa yang singkat dan padat dan meninggalkan doa-doa lainnya.”

    Berikut sejumlah doa yang paling sering dibaca Rasulullah SAW.


    Doa yang Paling Sering Dibaca Rasulullah

    اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النار.

    Allahumma rabbanâ âtinâ fid-dunyâ hasanatan wa fil-akhirati hasanatan wa qina ‘adzaban når.

    Artinya: “Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan selamatkanlah kami dari siksa neraka.”

    Selain itu, di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya bahwa suatu ketika Rasulullah SAW mendatangi seorang muslim yang telah lemah dan kurus laksana anak ayam. Rasulullah SAW bertanya kepadanya, “Apakah kamu pernah berdoa sesuatu kepada-Nya?”

    Ia menjawab, “Ya, aku pernah berdoa, ‘Ya Allah, apa yang akan Engkau siksakan kepadaku di akhirat, percepatlah siksa untukku itu di dunia.’” Rasulullah SAW bersabda,

    سُبْحَانَ الله ! لاَ تُطيقُهُ أَوْ لاَ تَسْتَطِيعُهُ أَفَلَا قَلْتَ اللَّهُمَّ آتنا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ .

    Artinya: “Subhanallah! Kamu tidak akan mampu menahannya). Lebih baik kamu membaca doa: Allahumma åtina fid-dunyà hasanatan wa fil-âkhirati hasanatan wa qinà adzaba an-nari (Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan selamatkanlah kami dari siksa neraka).”

    Disebutkan pula di dalam sebuah riwayat bahwa Sa’ad mendengar anaknya berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon surga, yang kamar-kamarnya begini dan begini. Aku berlindung kepada-Mu dari api neraka, borgol-borgolnya dan rantai-rantainya. “

    Sa’ad berkata, “Kamu telah meminta kebaikan yang banyak kepada Allah SWT dan memohon perlindungan kepada-Nya dari keburukan yang banyak. Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda,

    سَيَكُونُ قَوْمٌ يَعْتَدُونَ في الدُّعَاء.

    Artinya: “Akan datang suatu kaum yang melampaui batas dalam berdoa.” Cukuplah kamu berdoa,

    اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوذُ بِكَ منَ الشَّرِّركُلِّه مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعلم.

    Allahumma inni as aluka minl-khairi kullihi må ‘alimtu minhu wa mâ lam a’lam, wa a’udzu bi-ka minsy-syarri kullihi mà alimtu minhu wa må lam alam

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu segala kebaikan, baik kebaikan yang aku ketahui maupun kebaikan yang tidak aku ketahui. Aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan, baik keburukan yang aku ketahui maupun kebaikan yang tidak aku ketahui.” (HR Abu Dawud)

    Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa di antara doa Nabi SAW,

    رَبِّ أَعِنِّي وَلَا تُعِنْ عَلَيَّ وَانْصُرْنِي وَلَا تَنْصُرْ عَلَيَّ وَامْكُرْ لِي وَلَا تَمْكُرْ عَلَيَّ وَاهْدِنِي وَيَسِّر الهُدَى لي وَانْصُرْنِي عَلَى مَنْ بَغَى عَلَيَّ، رَبِّ اجْعَلْنِي لَكَ شَكَارًا لَكَ ذَكَارًا لَكَ رَهَّابًا لَكَ مِطْوَاعًا لَكَ تُحْبَنَا أَوَّاهَا إِلَيْكَ مُسَيَّا رَبِّ تَقَبَّلْ تَوْبَتِي وَاغْسِلْ حَوْبَتِي وَأَحِبْ دَعْوَتِي وَثَبِّتْ حُجَّنِي وَسَدِّدْ لِسَانِي وَاهْدِ قَلِي وَاسْلُلْ سَحَيْمَةَ صَدْرِي.

    Rabbi a inni wa la tu’in ‘alaiyya wanshurni wa lâ tanshur ‘alaiyya, wa- mkur li wa la tamkur alaiyya wa-hdini wa yassir al-huda li wanshurni ala man baga alayya, rabbij’alni la ka syakkaran la-ka dzakkaran, la-ka rahhaban, laka mithwa’an, la-ka mukhbitan awwahan, ilaika muniban, rabbi taqabbal taubati wa-gsil haubati, wa ajib da’wati wa tsabbit hujjati wa saddid lisani wa-hdi qalbi wa-slul skhimata shadri

    Artinya: “Ya Tuhan, tolonglah aku dan janganlah Engkau buat diriku terkalahkan, buatlah diriku waspada dan jangan buat diriku terpedaya, berilah aku petunjuk, mudahkanlah petunjuk untukku, tolonglah aku dalam menghadapi orang yang berbuat aniaya terhadapku. Ya Tuhan, jadikanlah aku orang yang banyak bersyukur kepada-Mu, orang yang banyak mengingat-Mu, orang yang banyak takut kepada-Mu, orang yang banyak taat kepada-Mu, orang yang khusyuk dan banyak kembali kepada-Mu. Ya Tuhan, terimalah tobatku, basuhlah dosaku, kabulkanlah doaku, kuatkanlah hujjah-ku, benarkanlah lisanku, tunjukkanlah hatiku, dan hilangkanlah kedengkian di dalam hatiku.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa untuk Orang yang Berbuat Kebaikan, Bisa Dibaca Ya



    Jakarta

    Kebaikan telah menjadi salah satu tindakan mulia dalam kehidupan seluruh umat. Berbuat kebaikan merupakan perintah Allah SWT kepada hamba-Nya.

    Allah SWT berfirman dalam surah An Nahl ayat 90,

    ۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ ٩٠


    Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat.”

    Allah SWT juga berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 195,

    وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَاَحْسِنُوْا ۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ ١٩٥

    Artinya: ” Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuatbaiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

    Ketika seseorang melakukan suatu kebaikan, seorang muslim dapat membaca doa untuk orang yang berbuat kebaikan kepadanya sebagai ungkapan terima kasih.

    Berikut bacaan doa untuk orang yang berbuat kebaikan.

    Doa untuk Orang yang Berbuat Kebaikan

    Doa pertama

    Dikutip dari buku 99 Doa dan Zikir Harian untuk Muslimah karya Wulan Mulya Pratiwi, bahwa Rasulullah menganjurkan untuk membaca doa berikut:

    جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا
    Bacaan latin: Jazaakallahu khairan

    Artinya: “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan” (HR Tirmidzi)

    atau

    جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا كَثِيرًا

    Bacaan latin: Jazaakallaahu khairan katsiiran

    Artinya: “Semoga Allah Swt. membalasmu dengan ganjaran yang baik.”

    Doa kedua

    Dikutip dari buku Sukses Dunia-Akhirat Dengan Doa-Doa Harian karya Mahmud Asy Syafrowi, setiap muslim dianjurkan untuk membaca doa berikut ketika ada orang yang berbuat kebaikan,

    وَفِيْكَ بَارَكَ اللهُ.

    Bacaan latin: Wa fiika baarakallah

    Artinya:”Semoga Allah juga melimpahkan keberkahan kepadamu.”

    atau

    وَفِيهِمْ بَارَكَ اللهُ

    Bacaan latin: Wa fiihim baarakallah

    “Semoga Allah juga melimpahkan keberkahan kepada mereka.”

    Hadits Tentang Membalas Kebaikan

    Dalam Islam, berbuat kebaikan kepada orang lain adalah salah satu tindakan penting. Rasulullah SAW adalah suri tauladan dalam berbuat baik kepada sesama. Setiap orang yang menerima kebaikan dari orang lain juga sangat dianjurkan untuk membaca doa untuk orang yang berbuat kebaikan kepadanya. Hal tersebut terdapat dalam beberapa sabda Rasulullah SAW yang terdapat di dalam beberapa hadits.

    Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa memberi kebaikan kepada kalian, hendaklah kalian membalasnya. Jika kalian tidak mendapatkan sesuatu untuk membalasnya, maka doakanlah ia hingga kalian melihat diri kalian telah membalasnya.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Hibban, dan Hakim).

    Rasulullah SAW bersabda, “Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beriktikaf di masjid ini (Masjid Nabawi) selama sebulan penuh.” (HR Thabrani)

    Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang diberikan kebaikan lalu dia berkata kepada pelaku kebaikan itu, “Jazakallahu khairan” (semoga Allah memberikan balasan yang terbaik), maka dia telah sempurna dalam memuji.” (HR At-Tirmidzi)
    Rasulullah SAW bersabda, “Orang-orang Anshar tentu tidak mendapatkan semua pahala, karena sungguh karunia Allah itu sangat luas. Permasalahannya tidak seperti yang kalian duga, jika kalian pandai berterima kasih atas kebaikan mereka maka itu artinya kalian telah membalas kebaikan itu.” (HR Abu Dawud, At Tirmidzi, dan Bukhari)

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Selamat Dunia Akhirat dan Artinya


    Jakarta

    Doa adalah hal yang tidak terlepas dari ikhtiar. Di samping mengencangkan ikhtiar, hendaklah seorang hamba meminta pertolongan dari Allah SWT, salah satunya dengan memanjatkan doa selamat dunia akhirat.

    Al-Qur’an dan sejumlah hadits telah menekankan pentingnya doa bagi seorang hamba karena merupakan salah satu perintah Allah SWT. Dalam surah Al Mu’min ayat 60 Allah SWT berfirman,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Berikut beberapa doa untuk keselamatan dunia akhirat yang dikutip dari buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki karya Sulaeman Bin Mu dan buku Doa-doa Rasulullah SAW Sehari-hari dan Sepanjang Masa karya Luthfi Yansyah.

    Doa Selamat Dunia Akhirat

    رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā ‘ażāban-nār(i).

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.” (QS Al Baqarah: 201)

    اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُوْرِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ حِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ

    Allaahumma ahsin ‘aaqibatana fil umuuri kulliha wa ajirnaa min khiyid dunya wa’azaabil aarhirah.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah semua perkara kami berakhir dengan baik, dan selamatkanlah kami dari menerima malu di dunia dan azab di akhirat.”

    Doa Selamat dari Orang Zalim

    رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّلِمِينَ

    Rabbanaa laa taj’alnaa ma’al qaumidhaalimiin.

    Artinya: “Ya Allah ya Tuhan kami, semoga Engkau tidak memasukkan kami semua kepada golongan orang-orang yang zalim.”

    Doa Keselamatan dan Pertolongan

    رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ࣖ

    Rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣran kamā ḥamaltahū ‘alal-lażīna min qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih(ī), wa’fu ‘annā, wagfir lanā, warḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal qaumil-kāfirīn(a).

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.” (QS Al Baqarah: 286)

    Doa Terhindar dari Siksa Api Neraka

    رَبَّنَآ اِنَّنَآ اٰمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِۚ

    Rabbanaa innanaa aamannaa faghfir lanaa dzunuubanaa wa qinaa ‘adzaaban-naar

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami benar-benar telah beriman. Maka, ampunilah dosa-dosa kami dan selamatkanlah kami dari azab neraka.”

    Doa Kemuliaan Dunia Akhirat

    قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

    Qulillaahumma maalikal-mulki tu’til-mulka man tasyaa’u wa tanzi’ul-mulka mim man tasyaa’u wa tu’izzu man tasyaa’u wa tudzillu man tasyaa’, biyadikal-khaiir, innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir

    Artinya: “Wahai Allah, Pemilik kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com