Tag: kebakaran rumah

  • Cegah Rumah Kebakaran, Teknologi Ini Bisa Cepat Padamkan Api


    Jakarta

    Belakangan ini sering terjadi kebakaran rumah, seperti hal yang baru terjadi pada rumah milik seorang dokter di Jalan Manyar Indah VI/4 Surabaya kemarin. Dikutip dari catatan detikJatim, Jumat (22/2/2024), kebakaran diduga terjadi akibat korsleting dari sebuah AC. Kebakaran tersebut berhasil dipadamkan dalam kurun waktu kurang lebih 30 menit dengan bantuan 9 unit mobil pemadam kebakaran.

    Kebakaran rumah adalah bencana yang sulit untuk diprediksi, namun mudah untuk mencegahnya. Penyebab kebakaran rumah biasanya datang dari kecerobohan manusia, seperti membiarkan kompor gas menyala, membuang rokok sembarangan, bermain api di sekitar benda mudah terbakar, dan lainnya. Namun ada juga penyebab kebakaran yang sulit untuk diprediksi, salah satu contohnya seperti korsleting listrik. Hal ini membuat kita sangat khawatir ketika hendak meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang lama.

    Oleh karena itu, alat pencegahan otomatis mungkin bisa menjadi solusi untuk meminimalisir dampak dari kebakaran ini. Salah satu contohnya adalah Fire Sprinkler System. Sistem ini biasa digunakan pada bangunan gedung besar sebagai salah satu standar keamanan.


    Melansir dari rainwbowstores.com, saat ini di California, Maryland, dan Washington DC telah menetapkan peraturan bahwa standar setiap rumah disana wajib memiliki sistem fire sprinkler. Lantas, perlukah pemerintah Indonesia mengadopsi kebijakan sistem ini di Indonesia?

    Sebelum menjawab pertanyaan itu, sebaiknya kamu mengenal apa itu fire sprinkler system terlebih dahulu.

    Apa itu Fire Sprinkler System?

    Sistem fire sprinkler adalah salah satu sistem keamanan bangunan terhadap bencana, khususnya kebakaran. Mengutip dari vincifire.com, cara kerja sistem fire sprinkler ini adalah dengan menyiramkan air bervolume besar dari saluran pipa yang sudah disiapkan saat sensor menyala.

    Manfaat Fire Sprinkler System

    Apa saja manfaat dari sistem ini? Dilansir dari totalfire.co.id, sistem ini memiliki banyak manfaat. beberapa diantaranya yaitu:

    – Sistem ini bisa aktif secara otomatis menggunakan sistem sensor, bahkan ada beberapa tipe yang masih bisa aktif tanpa menggunakan listrik.

    – Meningkatkan peluang selamat dari bencana kebakaran hingga 97%.

    – Sistem ini dapat memadamkan api dalam waktu kurang lebih 2 menit, sehingga dampak dari kebakaran lebih minim.

    – Efisiensi biaya. Biaya perawatan yang murah dan mencegah terjadinya kerusakan menjadikan sistem ini sebagai alat yang sangat berguna. Menurut data yang ada, berkat sistem ini biaya asuransi pemilik rumah bisa menurun hingga 15%.

    – Meningkatkan nilai properti.

    detikers pasti penasaran dengan cara memasang sistem fire sprinkler ini. Tentunya melakukan pemasangan sistem ini membutuhkan tenaga ahli yang berpengalaman. Namun kamu tidak perlu khawatir, ada juga beberapa tips yang bisa kamu baca agar bisa lebih paham lagi dengan pemasangan sistem fire sprinkler ini.

    Bila kamu tertarik ayo kita simak tips yang perlu kamu ketahui sebelum memasangnya di bawah ini.

    Tips Saat Memasang Fire Sprinkler System

    Dikutip dari patigeni.com, ada beberapa tips dalam pemasangan sistem ini.

    – Peletakan sprinkler disarankan untuk dipasang di langit-langit, sehingga pancaran air langsung mengarah ke bawah.

    – Temperatur operasi standardnya adalah 68 derajat Celcius dengan warna cairan jingga kemerahan, atau kamu bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan.

    – Kepadatan pancaran airnya sekitar 2,25mm/menit untuk klasifikasi hunian kebakaran ringan, 5mm/menit untuk klasifikasi hunian kebakaran sedang, dan 7,5 ~ 12,5 mm/menit untuk klasifikasi hunian kebakaran besar.

    – Jarak antar sprinkler adalah 4,6 meter, dan jarak dengan tembok adalah 1,7 meter.

    – Pastikan kamu memilih tenaga ahli yang terpercaya dan berpengalaman ketika hendak memasang sistem ini.

    Itulah pengenalan singkat dan tips dalam memilih fire sprinkler system. Gimana detikers, dengan manfaatnya yang cukup banyak ini, apakah Indonesia perlu menerapkan kebijakan ini?

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! Begini Cara Mencegah Kebakaran di Dapur


    Jakarta

    Dapur merupakan ruangan yang rawan terjadi kebakaran. Tak heran, ruangan ini memang difungsikan untuk menggunakan api dan gas buat memasak makanan.

    Adapun kebakaran di dapur bisa disebabkan karena kelalaian manusia maupun faktor-faktor yang tidak terduga. Oleh karena itu, penghuni rumah harus tetap berhati-hati ketika beraktivitas di area dapur, terutama ketika sedang menggunakan kompor.

    Melansir dari laman Fire and Rescue New South Wales dikutip Senin (4/3/2024), berikut ini kiat-kiat mencegah kebakaran di dapur.


    Jangan Tinggalkan Alat Masak Menyala

    Jangan pernah biarkan kompor menyala tanpa pengawasan serta meninggalkannya ketika memasak. Begitu juga dengan oven, sebaiknya tidak ditinggalkan karena dikhawatirkan kamu akan lupa, sehingga malah menimbulkan kebakaran.

    Jika benar-benar harus meninggalkan dapur, kamu bisa mematikan kompor terlebih dahulu atau memasang timer agar tidak lupa.

    Gunakan Peralatan Masak Sebagaimana Mestinya

    Sebelum menggunakan peralatan dapur seperti pemanas air, kompor, atau oven pelajari dan ikuti instruksi dari pabrik soal pemasangan dan pemakaian. Selain itu, pastikan agar alat masak dimatikan setelah selesai digunakan.

    Jangan memanaskan barang atau makanan yang tidak dianjurkan ke dalam microwave. Sebab, sejumlah makanan bisa lebih rentan untuk terbakar jika tidak sesuai ketentuan..

    Jauhkan Alat Masak dari Risiko Kebakaran

    Jangan letakkan serbet, sarung tangan, dan barang-barang yang mudah terbakar di dekat kompor. Lalu, awasi anak-anak agar tidak mendekati kompor atau oven yang menyala. Sebagai langkah pencegahan, kamu bisa memasang penghalang kompor supaya lebih aman.

    Gunakan Alat Pendeteksi Asap

    Sebaiknya memasang alat pendeteksi asap agar bisa segera mengetahui tanda-tanda maupun kebakaran di dapur. Pilih alat berjenis photoelectric di luar dapur supaya tidak sering berbunyi ketika memasak.

    Siapkan Alat Pemadam Api

    Selalu sediakan alat pemadam api dan selimut api di area dapur dan pelajari cara penggunaannya. Alat-alat ini harus diletakkan setidaknya 1 meter dari kompor dan menuju jalan keluar. Penting untuk segera mengatasi kebakaran agar tidak tumbuh dan menyebar.

    Namun, perlu diingat agar tidak memadamkan api yang disebabkan oleh lemak dan minyak dengan menyiramkan air. Cara ini hanya akan memperbesar api, bahkan luapan api dapat penyambar dirimu.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lupa Matikan Kompor Bisa Jadi Pemicu Kebakaran, Ini Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Pemilik rumah harus berhati-hati akan kemungkinan terjadi kebakaran di rumah. Kebakaran bisa dipicu oleh kelalaian manusia maupun masalah teknis. Untuk itu, kita penting sekali waspada akan potensi tersebut.

    Seperti peristiwa kebakaran yang terjadi di Desa Kalirejo RT 02, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro. Dilansir dari detikJatim, sebuah rumah milik warga bernama Winarno (40) yang digunakan sebagai tempat usaha air isi ulang dan warung hangus dilalap api.

    Lebih dari itu, material rumah yang terbuat dari kayu tanah, sehingga api cepat menyebar. Dua unit mobil pemadam dengan tujuh personel pun dikerahkan buat menjinakan api. Namun, api tetap membakar hampir 100 persen bangunan berukuran 10×20 meter itu.


    “Kebakaran diperkirakan terjadi pukul 08.30 WIB, namun pihak damkar menerima informasi sekitar pukul 09.00 WIB. Langsung berangkat melakukan pemadaman,” jelas petugas Damkar Siswoyo, Sabtu (22/2/2025)

    Di sisi lain, Polsek Ngraho masih mencari tahu penyebab kebakaran. Dari informasi banyak pihak, api diduga berasal dari kompor di dapur yang lupa dimatikan usai memasak.

    “Total kerugian sekitar Rp150 juta, meliputi rumah kayu berukuran 10×20 meter beserta aset peralatan pengisian air isi ulang galon. Beruntung rumah induk ukuran 10×20 meter terselamatkan. Dugaan sementara karena kompor tidak dimatikan, namun masih dalam penyelidikan,” ucap Kapolsek Ngraho.

    Berkaca dari kejadian tersebut, perlu kita perlu mengambil langkah pencegahan agar tidak terjadi kebakaran. Berikut ini cara mencegah kebakaran rumah seperti, dilansir dari detikSumut.

    Cara Cegah Kebakaran di Rumah

    Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadi kebakaran rumah.

    1. Bijak Pakai Alat Elektronik

    Di dalam rumah tentunya banyak alat-alat elektronik yang digunakan, seperti lampu, televisi, mesin cuci, dan lain sebagainya. Kita harus bijak dalam menggunakan alat-alat tersebut. Usahakan untuk menggunakan sewajarnya dan tidak melebihi beban kapasitas meter listrik di rumah.

    Jangan lupa juga untuk mencabut dan mematikan alat-alat elektronik di rumah ketika hendak bepergian jauh. Matikan juga lampu dan alat elektronik lainnya ketika tidak digunakan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Selain itu, kita juga bisa menghemat listrik dengan bijak dalam menggunakan alat elektronik.

    2. Awasi Penggunaan Kompor

    Kebakaran yang diakibatkan oleh ledakan gas cukup banyak terjadi. Oleh karena itu, penting untuk selalu melepaskan selang gas apabila berencana berpergian dalam waktu lama. Hal ini dilakukan sebagai pencegahan kebakaran karena gas adalah salah satu bahan yang bisa memicu api. Selain itu, pastikan tidak ada kebocoran pada gas saat menggunakan kompor gas.

    3. Matikan Kompor Saat Tidak Digunakan

    Jangan lupa untuk selalu mematikan segala peralatan memasak yang ada di dapur seperti kompor, oven, microwave, dan lainnya ketika sudah tidak digunakan atau hendak tidur.

    4. Jauhkan Benda yang Mudah Terbakar dari Sumber Api

    Beberapa benda di rumah merupakan benda yang mudah terbakar. Contohnya adalah bahan bahan yang terbuat dari kain seperti seprai, pakaian, karpet, dan juga benda-benda dari kertas.

    Sebagai langkah pencegahan kebakaran, kamu harus menjauhkan barang-barang yang mudah terbakar tersebut dari sumber api. Jarak amannya setidaknya adalah 1 meter.

    5. Rutin Cek Kondisi Kabel Listrik

    Salah satu penyebab kebakaran yang paling sering terjadi adalah diakibatkan oleh korsleting listrik.

    Maka dari itu, kamu harus secara rutin mengecek kondisi kabel listrik di rumah. Jika ada yang rusak kamu harus segera memperbaikinya ataupun menggantinya.

    6. Jangan Bakar Sampah di Pekarangan

    Ketika kamu membakar sampah di pekarangan atau halaman rumah, hal tersebut berpotensi untuk mengakibatkan kebakaran. Hal ini dikarenakan saat membakar sampah, api bisa merambat ke bagian-bagian yang lain melalui udara.

    Untuk itu, ada baiknya sampah-sampah seperti daun bisa dijadikan kompos saja. Sementara sampah yang lain dapat dibuang.

    7. Sediakan Alat Pemadam Kebakaran

    Pastinya langkah mencegah kebakaran adalah menyiapkan alat pemadam kebakaran di rumah. Membeli alat pemadam api di rumah adalah salah satu langkah cerdas untuk menghindari api menyebar lebih luas. Kamu bisa menaruhnya di tempat-tempat yang dekat dengan sumber api, seperti dapur.

    Itulah tips mencegah kebakaran di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! Lakukan Ini Sebelum Berangkat Mudik buat Cegah Kebakaran Rumah



    Jakarta

    Musim mudik Lebaran Idul Fitri tiba, banyak orang meninggalkan rumah dalam keadaan kosong buat pulang ke kampung halaman. Nah, sebelum berangkat mudik, ada baiknya kamu mengamankan rumah dari potensi bahaya seperti kebakaran.

    Meski tak ada aktivitas, peristiwa tak terduga bisa saja terjadi di rumah. Kebakaran dapat disebabkan karena kelalaian manusia ataupun malfungsi benda-benda.

    Jangan sampai kamu mendengar kabar rumah terbakar selama di kampung halaman. Untuk itu, kamu bisa coba meminimalisir potensi kebakaran dengan memastikan tak ada pemicu api di rumah.


    Lantas, bagaimana cara menjaga rumah kosong dari potensi kebakaran selama mudik? Simak tipsnya berikut ini.

    Tips Amankan Rumah dari Kebakaran Sebelum Mudik

    Inilah beberapa langkah yang bisa kamu lakukan sebelum berangkat mudik untuk menghindari kebakaran rumah kosong, dikutip dari Fire and Rescue NSW.

    1. Matikan dan cabut aliran listrik peralatan elektronik untuk mengurangi potensi kebakaran listrik.

    2. Gunakan alarm asap dan pastikan alatnya berfungsi dengan baik.

    3. Beritahu tetangga atau teman tentang keberadaan dan detail kontak kamu. Minta mereka untuk mengawasi rumah dan menghubungi Petugas Pemadam Kebakaran kalau menemukan tanda kebakaran.

    4. Pastikan semua peralatan listrik yang dibiarkan menyala terus-menerus atau pada sirkuit pengatur waktu berfungsi dengan baik.

    5. Pastikan lampu yang dibiarkan menyala berada di lokasi yang aman, jauh dari bahan yang mudah terbakar seperti gorden dan memiliki watt yang tepat untuk mencegah panas berlebih.

    6. Matikan dan kosongkan pengering pakaian dan bersihkan filter serat sebelum pergi.

    7. Tutup semua pintu di dalam rumah untuk mencegah penyebaran api.

    8. Padamkan semua dupa, lilin, atau pembakar minyak.

    9. Keliling rumah untuk memeriksa kondisi aman dan tidak ada potensi kebakaran sebelum pergi.

    Itulah beberapa hal yang perlu kamu kerjakan untuk mengamankan rumah dari kebakaran

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Ini 4 Hal Sepele di Rumah yang Bisa Picu Kebakaran



    Jakarta

    Kebakaran merupakan salah satu bencana yang sangat mungkin diakibatkan oleh ulah manusia. Kebakaran juga bisa terjadi di mana saja, termasuk di rumah kita sendiri. Jika terjadi kebakaran di rumah tentu kerugian yang diterima pasti sangat besar. Oleh karena itu, menjaga keamanan dan keselamatan rumah dari kebakaran merupakan hal yang penting.

    Salah satu penyebab kebakaran di rumah bisa terjadi dari hal-hal yang tidak disadari. Menurut situs Family Handyman, berikut … hal yang perlu diantisipasi.

    Kebakaran Saat Memasak

    Memasak merupakan aktivitas yang melibatkan api untuk mematangkan makanan. Bahaya dari aktivitas memasak dapat timbul dari kain yang diletakkan dekat kompor, menyalakan api yang terlalu besar, hingga kompor penuh minyak dan kotor sehingga bisa memicu potensi kebakaran. Untuk itu, selalu berhati-hati saat memasak dan perhatikan keselamatan serta keamanan.


    Kabel dan Perangkat Listrik

    Kabel di rumah juga bisa menjadi potensi kebakaran, misalnya kelebihan beban, sambungan yang buruk, dan hal ceroboh yang bisa melelehkan isolasi kabel. Selain itu, korsleting listrik yang tidak diketahui juga bisa menjadi pemicu kebakaran tanpa disadari. Perhatikan juga stopkontak di rumah. Jika stopkontak longgar dan kabelnya sudah kendur dapat menimbulkan lengkung listrik yang berbahaya.

    Buang Baterai ke Tempat Sampah

    Baterai jika sudah tidak digunakan merupakan sampah elektronik yang sebaiknya tidak dibuang ke tempat sampah. Khususnya baterai dengan tegangan 9 volt merupakan pemantik api yang hebat. Jika baterai tersebut bertemu dengan bahan logam lain maka dapat menyebabkan korsleting dan kebakaran.

    Barang Pecah Belah

    Jika kamu punya barang pecah belah seperti akuarium, toples kaca, atau apapun yang terbuat dari kaca, maka hindari paparan sinar matahari langsung. Hindari meletakkannya dekat jendela atau area terkena sinar matahari. Sebab, barang pecah belah juga termasuk salah satu pemicu kebakaran.

    Itu dia hal-hal di rumah yang bisa memicu kebakaran. Tetap hati-hati, ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ikuti 5 Tips Ini untuk Cegah Risiko Kebakaran di Rumah


    Jakarta

    Kebakaran rumah terkadang bisa terjadi tanpa disangka-sangka. Padahal, sebenarnya ada banyak pemicu kebakaran di rumah, sehingga penghuni rumah harus berhati-hati.

    Biasanya kebakaran bersumber dari penggunaan listrik atau api kecil di dalam rumah. Padahal, penghuni rumah tentu akan membutuhkan listrik dan api.

    Lantas, bagaimana cara mencegah risiko kebakaran di rumah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Tips Cegah Kebakaran di Rumah

    Berikut ini beberapa cara menghindari potensi kebakaran rumah, dikutip dari Devon & Somerset Fire & Rescue Service.

    1. Jangan Tinggalkan Kompor Menyala

    Sebagian besar kasus kebakaran berawal dari dapur. Jangan tinggalkan kompor dalam keadaan menyala seperti saat masak.

    Terkadang penghuni yang sedang masak terdistraksi dengan anak-anak, hewan piaraan, ataupun TV. Selalu awasi masakan dan matikan peralatan memasak setelah selesai.

    2. Isi Daya Perangkat Elektronik di Tempat yang Aman

    Kebakaran juga bisa dipicu dari masalah alat elektronik, seperti laptop, kabel, atau colokan. Nah, saat mengisi benda elektronik seperti ponsel atau laptop, pastikan menaruhnya di atas permukaan yang keras dan aman. Jangan pernah menaruhnya di karpet atau tempat tidur, bahkan di bawah bantal.

    3. Jangan Tinggalkan Benda Elektronik Tanpa Pengawasan

    Jangan pernah meninggalkan perangkat yang dicolok ke aliran listrik tanpa pengawasan, misalnya ponsel dan pengering rambut. Cabut kabelnya setelah digunakan.

    Lalu, jangan pernah biarkan mesin cuci dan pengering dalam keadaan menyala saat sedang keluar rumah atau tidur. Jika perangkat mulai mengeluarkan asap atau terjadi kebakaran kecil, segera hubungi pemadam kebakaran yang dapat menangani kebakaran sebelum api membesar.

    4. Jangan Terlalu Bebani Stopkontak

    Semua peralatan elektronik yang menggunakan banyak listrik, seperti mesin cuci atau pemanas air tidak boleh digunakan dengan kabel ekstensi atau stopkontak multi-colokan. Hal ini akan membebani stopkontak secara berlebihan dan dapat menyebabkan kebakaran.

    Gunakan hanya satu peralatan per stopkontak.Namun, kalau perlu menggunakan adaptor multi-soket, jangan pernah menggunakannya dengan barang-barang berdaya tinggi.

    5. Hindari Merokok di Dalam Rumah

    Cara terbaik untuk mengurangi risiko kebakaran bagi penghuni rumah yang perokok adalah dengan merokok di luar rumah. Jangan pernah merokok di tempat tidur karena ada banyak hal yang dapat menyebabkan kebakaran di kamar tidur.

    Itulah beberapa hal yang perlu kamu hindari untuk mencegah kebakaran rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Cegah Kebakaran Rumah Akibat Korsleting Listrik


    Jakarta

    Kebakaran rumah sering kali terjadi akibat korsleting listrik. Hal ini merupakan ancaman yang serius, terutama di kawasan Jakarta.

    Wakil Gubernur DK Jakarta Rano Karno belum lama ini menyatakan 90 persen kebakaran di Jakarta disebabkan oleh korsleting listrik. Umumnya, korsleting listrik berawal dari kelalaian manusia dan instalasi listrik.

    Hal ini menunjukkan pentingnya mencegah kebakaran akibat korsleting listrik. Berikut adalah lima langkah penting yang bisa dilakukan untuk melindungi rumah.


    Cara Cegah Kebakaran Akibat Korsleting Listrik

    Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah korsleting listrik, dikutip dari keterangan Schneider Electric.

    1. Cabut Aliran Listrik Perangkat Saat Tidak Digunakan

    Penghuni rumah bisa membiasakan diri untuk mematikan dan mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan. Cara sederhana ini sangat efektif untuk mencegah korsleting listrik.

    Perangkat seperti dispenser, setrika, kipas angin, dan rice cooker sebaiknya dicabut dari stopkontak setelah digunakan. Tak hanya mengurangi risiko kebakaran, langkah ini juga membantu menghemat konsumsi listrik harian.

    Selain itu, pastikan stopkontak yang digunakan memiliki kualitas baik dan memenuhi standar keamanan. Stopkontak berbahan plastik tidak tahan panas atau tidak dirancang untuk arus tinggi sehingga berisiko meleleh, terbakar, dan memicu kebakaran.

    2. Periksa dan Rawat Sistem Kelistrikan Secara Teratur

    Kemudian, pemilik juga perlu memeriksa instalasi listrik di rumah secara rutin. Hal ini dapat membantu melindungi rumah dari risiko korsleting listrik.

    Pastikan kabel listrik di area yang sering digunakan seperti dapur, kamar tidur, dan ruang keluarga dalam kondisi baik. Jangan ada stop kontak yang longgar atau kelebihan beban. Lalu, segera ganti perangkat listrik yang sudah usang atau rusak.

    3. Siapkan Alat Pemadam Api Ringan

    Pemilik dapat menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah buat mengantisipasi kebakaran, terutama yang dipicu korsleting listrik. Tempatkan APAR di titik-titik strategis seperti dapur atau dekat panel listrik. Lalu, pastikan seluruh penghuni tahu cara penggunaan APAR.

    4. Pastikan Instalasi Listrik Sesuai Standar Keselamatan

    Pemilik dapat memastikan instalasi listrik di rumah ditangani oleh instalatur yang memiliki Sertifikat Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan (SKTTK). Sertifikasi tersebut dikeluarkan oleh Kementerian ESDM sebagai bukti bahwa teknisi telah memenuhi standar keselamatan kelistrikan nasional dan memiliki kemampuan memasang perangkat listrik dengan benar.

    Selain itu, instalasi listrik juga perlu mengikuti standar teknis yang ditetapkan dalam PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik). PUIL mewajibkan penggunaan peralatan listrik yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk memastikan sistem kelistrikan di rumah aman dan andal. Salah satu contohnya adalah penggunaan kabel dengan ukuran yang sesuai kapasitas arus listrik guna mencegah panas berlebih atau korsleting.

    Hal ni tak hanya mematuhi regulasi, tapi juga menjaga keselamatan keluarga dan mencegah risiko kebakaran di rumah. Untuk mendukung pemerintah dalam mencegah potensi kebakaran, Schneider Electric menjalankan kampanye nasional ‘Gerakan Listrik Aman’. Kampanye ini bermaksud meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat kompetensi instalatur listrik di lapangan.

    Lebih dari 7.800 instalatur dari 15 asosiasi dan komunitas di 10 kota besar di Indonesia telah menerima pelatihan instalasi listrik hunian dari Schneider Electric. Pelatihan ini tidak menggantikan sertifikasi resmi dari pemerintah, melainkan menjadi pendukung untuk memastikan para instalatur benar-benar siap memasang sistem kelistrikan yang andal dan sesuai regulasi.

    5. Tambahan Proteksi MCB

    Miniature circuit breaker (MCB) atau yang dikenal sebagai anti korsleting adalah perangkat pengaman listrik. Alat ini secara otomatis memutus aliran listrik saat terjadi korsleting atau beban berlebih.

    Pemilik perlu memastikan MCB yang digunakan memiliki kualitas baik dan sesuai standar keamanan. Penggunaan MCB yang murah tanpa jaminan mutu berisiko gagal atau terlambat memutus arus, terutama jika bahan pembuatnya tidak tahan panas.

    Meskipun MCB penting untuk mencegah korsleting dan beban berlebih, perlindungan instalasi listrik tidak cukup dengan satu perangkat saja. Pemilik rumah perlu gawai proteksi arus sisa (GPAS) atau residual current circuit breaker (RCCB). Alat ini berfungsi memutus aliran listrik secara otomatis saat terdeteksi kebocoran arus, bahkan arus sekecil 30 mA.

    Penggunaan MCB dan RCCB secara bersamaan menjadi standar wajib dalam instalasi listrik rumah tangga untuk memastikan perlindungan maksimal sesuai regulasi yang berlaku. GPAS atau RCCB Domae dari Schneider Electric memberikan proteksi kelistrikan yang ideal untuk sektor hunian seperti rumah dan apartemen.

    Domae tersedia dalam dua varian sensitivitas. Varian pertama dengan sensitivitas 30 mA membantu melindungi manusia dari risiko sengatan listrik. Lalu, varian kedua dengan sensitivitas 300 mA dirancang untuk membantu mencegah potensi bahaya kebakaran akibat arus sisa.

    “Schneider Electric berkomitmen untuk membantu masyarakat mengenali risiko kelistrikan sejak dini dan mendorong penggunaan perangkat proteksi seperti MCB dan RCCB secara tepat. Melalui kampanye Gerakan Listrik Aman, kami secara konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah nyata untuk mencegah potensi kebakaran di rumah akibat korsleting atau kebocoran arus listrik,” ujar President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (28/7/2025).

    “Kami percaya bahwa dengan meningkatkan kesadaran dan akses terhadap sistem kelistrikan yang aman dan sesuai standar, kita dapat melindungi lebih banyak keluarga dan menciptakan lingkungan hunian yang lebih terlindungi,” sambungnya.

    Peralatan dan alat proteksi listrik adalah investasi jangka panjang untuk kenyamanan dan keamanan rumah. Oleh karena itu, pemilik rumah perlu menggunakan perangkat yang berkualitas dan andal serta tidak tergoda harga murah.

    Dengan menerapkan lima langkah perlindungan kelistrikan di rumah, pemilik meningkatkan keamanan bagi keluarga. Pemilik juga mencegah risiko korsleting dan kebakaran yang dapat merugikan dari segi materi maupun nyawa.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com