Tag: kebakaran

  • Catat! Lakukan Ini Saat Listrik Padam dan Cara Antisipasinya


    Jakarta

    Pernahkah mengalami listrik padam secara tiba-tiba di rumah? Masa-masa seperti itu memang merepotkan karena penghuni susah beraktivitas di dalam rumah.

    Pemadaman listrik bisa terjadi kapan saja dengan waktu yang tidak dapat diperkirakan. Oleh karena itu, penghuni rumah mesti tahu apa yang perlu dilakukan sewaktu-waktu listrik padam.

    Lantas, apa langkah-langkah menghadapi pemadaman listrik. Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Better Homes & Gardens.


    Persiapan Sebelum Pemadaman Listrik

    Sebelum ada pemadaman listrik, berikut ini yang bisa dilakukan sebagai langkah antisipasi.

    1. Persediaan Senter dan Baterai

    Persiapkan senter agar penghuni tetap punya sumber cahaya di saat listrik padam. Penghuni bisa persiapkan lilin, tetapi akan lebih nyaman dan aman menggunakan senter daripada menyalakan api.

    Ponsel juga punya senter bawaan. Namun, menyalakan senter di ponsel akan menguras baterainya.

    2. Buat Rencana Tempat Mengungsi

    Dalam beberapa kasus, pemadaman listrik bisa berlangsung lebih dari sehari. Hal ini akan membatasi aktivitas penghuni rumah.

    Jadi, persiapkan tempat untuk mengisi daya ponsel atau bermalam. Dengan begitu, penghuni dapat meminimalisir kerepotan akibat pemadaman listrik.

    Tips Hadapi Pemadaman Listrik

    Kalau listrik tiba-tiba padam di rumah, penghuni bisa melakukan tips ini.

    1. Cek Rumah Tetangga

    Hal perlu yang dilakukan saat listrik padam adalah mengecek kalau tetangga mengalami hal yang sama. Caranya cukup dengan melihat ke luar jendela.

    Jika di luar rumah kamu gelap, berarti terjadi pemadaman massal. Namun, kalau lingkungan terang, kemungkinan penghuni rumah perlu memeriksa saklar pemutus arus rumah.

    2. Hubungi Perusahaan Utilitas

    Setelah memastikan tetangga mengalami hal serupa, segera hubungi perusahaan listrik kamu untuk mencari tahun kapan listrik akan menyala kembali.

    3. Cabut Perangkat Elektronik

    Lonjakan daya dapat terjadi sesaat listrik kembali menyala. Lonjakan daya yang kuat bisa membuat peralatan menjadi terlalu panas, sehingga berpotensi timbul kerusakan atau kebakaran.

    Nah, sebaiknya penghuni cabut perangkat elektronik besar dan perangkat lain yang tidak terhubung ke pelindung lonjakan arus.

    4. Jangan Sering Buka Kulkas

    Jangan sering membuka dan menutup pintu kulkas. Penghuni perlu menjaga udara dingin di dalam lemari es selama mungkin.

    Buka lemari es dan freezer hanya saat benar-benar diperlukan. Lalu, ada baiknya punya persediaan makanan tahan lama yang dapat disiapkan tanpa listrik.

    Itulah beberapa tips seputar pemadaman listrik di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Amankan Rumah yang Rawan Banjir buat Cegah Kerusakan


    Jakarta

    Penghuni rumah di kawasan rawan banjir tentu akan was-was saat hujan deras melanda. Banjir adalah ancaman serius karena dapat menimbulkan kerusakan barang, bahkan bangunan rumah.

    Namun, pindah rumah bukanlah solusi yang mudah. Untuk itu, penghuni perlu bersiap menghadapi potensi banjir seperti menyediakan sumur resapan hingga bangunan rumah anti banjir.

    Lantas, apa saja yang bisa dilakukan untuk melindungi rumah dari banjir? Simak penjelasannya berikut ini.


    Cara Amankan Rumah yang Rawan Banjir

    Inilah cara mengamankan rumah yang rawan banjir, dikutip dari Archdaily.

    1. Amankan Perangkat Elektronik dan Perpipaan

    Penghuni perlu melindungi komponen elektronik atau servis dengan menempatkannya di atas permukaan air banjir. Perangkat ini seperti pemanas, peralatan pipa, perlengkapan pipa, meteran, sakelar, dan stopkontak.

    Jika sampai terendam air banjir, perangkat tersebut dapat mengalami kerusakan parah dan perlu diganti. Apalagi peralatan listrik dapat menjadi sumber risiko kebakaran jika terjadi korsleting.

    Untuk mengurangi risiko kerusakan akibat banjir, penghuni dapat memasang penutup kedap air, penghalang, lapisan pelindung, atau metode lain yang dapat melindungi bagian-bagian yang rentan.

    2. Gunakan Material Tahan Banjir

    Air banjir bias berupa genangan atau aliran. Aliran air yang kuat dapat menggeser dinding dan fondasi, sehingga rumah sebaiknya terbuat dari material yang tahan banjir setidaknya 72 jam.

    Material tahan banjir harus memiliki daya tahan yang tinggi dan mampu menahan kelembapan berlebih. Contoh bahan bangunannya antara lain beton, bata berlapis kaca, kayu lapis, ubin keramik, lem tahan air, hingga cat epoksi poliester.

    3. Gunakan Pelapis Sealant dan Veneer Tahan Air

    Pelapisan anti banjir yang jenisnya kering berfungsi untuk mencegah air banjir masuk ke dalam rumah. Jenis pelapisan ini mencakup pelapis, sealant, dan veneer kedap air.

    Veneer kedap air dapat terdiri dari lapisan batu bata yang didukung oleh membran kedap air. Membran tersebut menyegel dinding luar agar air tidak dapat menembus bangunan.

    Sementara dinding interior, arsitek sebaiknya memakai insulasi busa sel tertutup yang dapat dicuci di area yang mungkin terendam banjir.

    Pelapis dan sealant dapat diterapkan pada fondasi, dinding, jendela, dan pintu untuk mencegah masuknya air banjir melalui celah-celah. Pasalnya, bukaan biasanya tidak dirancang untuk kedap air atau mampu menahan tekanan dari banjir.

    4. Ratakan Rumput Pada Area Rumah

    Selain itu, penghuni dapat mengurangi kerusakan akibat banjir dengan meratakan halaman rumput. Jika halaman rumput miring ke arah rumah, air hujan akan terakumulasi di sekitar bangunan. Sebaliknya, halaman rumput dimiringkan ke arah luar membuat air mengalir menjauh dari rumah.

    Halaman rumput sebaiknya menggunakan tanah berat yang mengandung campuran tanah liat dan pasir. Dengan begitu, limpasan permukaan dapat mengalir ke tempat yang lebih sesuai, seperti selokan jalan.

    5. Meninggikan Bangunan

    Lebih lanjut, pemilik rumah dapat meninggikan stuktur rumah di atas permukaan banjir untuk mengurangi risiko kerusakan. Biasanya, arsitek membangun struktur di atas kolom atau panggung, fondasi dapat dinaikkan.

    Untuk itu, arsitek harus menganalisis iklim dan sejarah banjir di daerah tersebut untuk mendapatkan informasi lebih rinci tentang langkah-langkah yang perlu diambil.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Benda yang Sebaiknya Tidak Ditaruh di Atas Kulkas, Bisa Berbahaya!



    Jakarta

    Atas kulkas sering kali jadi ‘meja darurat’ di rumah. Mulai dari botol minyak, roti, hingga peralatan dapur kecil semuanya kerap numpuk di atas permukaan kulkas. Bahkan, ada yang sengaja melapisinya dengan taplak lengkap dengan kantong-kantong untuk menyimpan berbagai barang.

    Padahal, nggak semua benda aman ditaruh di atas kulkas, lho! Alih-alih praktis, kebiasaan ini justru bisa bikin kulkas cepat rusak, barang jadi cepat basi, bahkan bisa membahayakan keselamatan.

    Melansir dari Southern Living, berikut daftar benda yang sebaiknya tidak diletakkan di atas kulkas:


    1. Minyak Goreng

    Menurut Petya Holevich, supervisor pembersihan rumah dari Fantastic Service, minyak sangat sensitif terhadap panas dan cahaya. Suhu hangat dari atas kulkas bisa mengubah rasa dan kualitas minyak, bahkan bisa mempercepat tengik.

    2. Roti

    Roti memang sering jadi andalan sarapan, tapi kalau diletakkan di atas kulkas, teksturnya bisa cepat berubah. Panas dari kulkas bisa menimbulkan embun dalam kemasan, yang akhirnya mempercepat pertumbuhan jamur.

    3. Keripik

    Camilan favorit satu ini juga sebaiknya disimpan jauh dari kulkas. Suhu hangat membuat teksturnya cepat melempem dan minyak di dalamnya bisa rusak, bikin rasa keripik jadi hambar.

    4. Minuman Beralkohol

    Bryan Griffin, pendiri Patriot Maids Cleaning Services, mengungkap bahwa suhu panas dari kulkas dapat merusak cita rasa minuman beralkohol dan mengurangi daya simpan botolnya.

    5. Benda Pembersih

    Menurut Kathy Cohoon, manajer operasional Two Maids, bahan pembersih sebaiknya disimpan di tempat sejuk dan berventilasi. Menaruhnya di atas kulkas bisa jadi kombinasi berbahaya karena panas bisa memicu reaksi kimia.

    6. Benda Berat

    Permukaan atas kulkas umumnya terbuat dari bahan logam atau plastik tipis. Menaruh benda berat seperti rice cooker, galon, atau tumpukan buku bisa menekan struktur kulkas dan berpotensi penyok. Selain itu, benda berat bisa jatuh dan membahayakan orang di sekitarnya.

    7. Microwave dan Pemanggang Roti

    Dua alat ini menghasilkan panas dan butuh ventilasi khusus. Menaruhnya di atas kulkas bisa mengganggu sirkulasi panas keduanya-risikonya? Bisa merusak dua perangkat sekaligus.

    8. Wadah Plastik Kosong

    Kelihatannya aman, tapi wadah plastik bisa berubah bentuk atau bahkan retak kalau terus-menerus terpapar suhu hangat dari kulkas. Apalagi jika wadah tersebut terbuat dari bahan murah.

    9. Benda Mudah Terbakar

    Lilin, korek api, atau bahan kimia sebaiknya dijauhkan dari permukaan kulkas. Panas dari mesin kulkas bisa memicu kebakaran jika benda-benda ini tidak sengaja terpancing nyala.

    10. Obat-Obatan

    Obat memerlukan suhu penyimpanan yang stabil. Menaruhnya di atas kulkas bisa membuat efektivitasnya menurun karena panas yang dihasilkan dari mesin kulkas merambat ke atas.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Jangan Simpan 9 Benda Ini Dekat Kompor Kalau Nggak Mau Nyesel


    Jakarta

    Kompor merupakan benda yang wajib ada di dalam dapur. Selain kompor, ada berbagai macam barang yang disimpan di dapur, seperti alat masak dan bahan makanan.

    Benda-benda di dapur tidak boleh ditaruh sembarangan, apalagi sampai berdekatan dengan kompor. Pasalnya, kompor sebagai sumber api berisiko membakar benda di dekatnya.

    Nah, ada beberapa benda yang rawan terbakar atau rusak kalau berada dekat kompor. Simak benda apa saja yang tidak boleh diletakkan dekat kompor di sini.


    Benda yang Tak Boleh Berada di Dekat Kompor

    Inilah deretan benda yang sebaiknya ditempatkan jauh dari kompor, dikutip dari Real Simple.

    1. Tisu

    Tisu memiliki bahan yang mudah terbakar. Benda ini bisa saja ditaruh di berbagai tempat, tetapi sebaiknya hindari area kompor.

    2. Benda Elektronik

    Jauhkan benda elektronik seperti pemanggang roti, laptop, dan ponsel dari kompor. Benda-benda ini rawan meleleh akibat panas tinggi.

    3. Rempah-rempah

    Sebaiknya rempah-rempah tidak disimpan dekat kompor. Panas dari kompor bisa mengeringkan minyak esensial di dalam rempah-rempah. Lalu, uap dari merebus air atau sop membuat rempah-rempah bubuk lembap dan cepat menggumpal.

    4. Makanan Cepat Busuk

    Makanan yang cepat busuk seperti kentang, sayuran, dan bawang perlu dijauhkan dari kompor. Makanan seperti itu membutuhkan lingkungan dengan suhu ruangan yang dingin atau sejuk. Kalau diletakkan dekat kompor, makanan tersebut akan cepat lunak dan membusuk.

    5. Produk Pembersih

    Kemudian, jangan simpan produk pembersih seperti sabun cuci piring dekat kompor. Produk tersebut mudah terbakar karena kandungan bahan kimia di dalamnya.

    6. Minyak Goreng

    Biasanya minyak goreng berada dekat kompor agar mudah diambil. Namun, sebenarnya minyak goreng sensitif terhadap suhu tinggi. Kualitas minyak bisa menurun kalau disimpan dekat kompor.

    7. Cuka

    Cita rasa cuka bisa berubah akibat suhu tinggi dari kompor. Sebaiknya hindari meletakkan cuka di area kompor.

    8. Benda Plastik

    Berbagai peralatan dapur ada yang terbuat dari plastik. Pastikan untuk menaruh peralatan tersebut jauh dari kompor agar tidak meleleh, melengkung, mengering, bahkan terbakar kalau terlalu dekat api.

    9. Kain

    Terakhir, jauhkan bahan-bahan kain seperti sarung tangan oven dari kompor. Bahan kain sangat rawan terbakar dekat kompor.

    Itulah sejumlah benda yang perlu dijauhkan dari area kompor. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Beli Rumah Dekat SUTET? Hati-Hati Dampaknya Bisa Merugikan Seumur Hidup


    Jakarta

    Ada sejumlah pertimbangan saat membeli sebuah hunian. Tak hanya soal biaya, tapi juga memperhatikan lokasi rumah tersebut. Salah satu pertimbangannya adalah membeli rumah di dekat Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

    Banyak orang yang enggan tinggal di dekat SUTET. Salah satu alasannya dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan nyawa karena memiliki risiko yang tak main-main.

    Apabila kamu tertarik untuk membeli rumah di dekat SUTET, sebaiknya pertimbangkan dulu sejumlah risikonya. Tak hanya terkait kesehatan, tapi juga harga jual properti tersebut di kemudian hari.


    Ingin tahu apa saja risiko punya rumah di dekat SUTET? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Risiko Tinggal di Rumah dekat SUTET

    Perlu diketahui, ada sejumlah risiko jika kamu membeli hunian di dekat SUTET. Dengan begitu, kamu bisa mempertimbangkan lagi sebelum mencapai kata sepakat untuk membeli rumah tersebut.

    1. Potensi Risiko Kesehatan

    Salah satu risiko yang sangat dikhawatirkan jika membeli rumah di dekat SUTET adalah memengaruhi kesehatan. Soalnya, kabel listrik dapat menghasilkan medan elektromagnetik, yakni suatu bentuk radiasi yang disebut dapat meningkatkan risiko kanker jika terpapar secara signifikan dalam jangka waktu tertentu.

    Sementara itu, dalam artikel ilmiah berjudul Pengaruh Radiasi Elektromagnetik dari SUTET Terhadap Kesehatan karya Prisca Ananda dan J Jamaaluddin, disebutkan potensi gangguan kesehatan akibat pajanan medan elektromagnetik SUTET 500 kV antara lain pada sistem biologis, psikologis, sosial budaya, dan hipersensitivitas. Tanda dan gejala hipersensitivitas elektromagnetik antara lain sakit kepala, pusing, gangguan tidur, keletihan menahun, jantung berdebar-debar, rasa mual, kejang otot, kebingungan, hingga depresi (Rea, 1991; Grant, 1995; Bergdahl, 1995).

    Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan medan elektromagnetik dapat memicu risiko kanker. Sebab, ada sejumlah barang elektronik di rumah seperti smartphone dan perangkat WiFi yang memancarkan radiasi tersebut, bahkan bisa lebih tinggi daripada kabel listrik.

    2. Kebakaran dan Tower Roboh

    Meski dipasang dengan kokoh dan mengutamakan keselamatan, SUTET juga dapat memicu kebakaran. Hal ini biasanya dipicu karena cuaca ekstrem seperti badai petir, sehingga menimbulkan bahaya kebakaran dan sengatan listrik.

    Dilansir Fast Expert, Rabu (2/7/2025), cuaca ekstrem seperti hujan disertai angin kencang juga berisiko bagi masyarakat yang tinggal di bawah SUTET. Ada risiko sejumlah komponen tiang bisa roboh dan menimpa rumah warga di sekitar.

    3. Harga Jual Rumah Turun

    Risiko berikutnya adalah harga rumah jadi turun drastis. Hal ini terjadi karena banyak orang yang enggan tinggal di bawah SUTET sebab lebih banyak kekurangan daripada kelebihannya.

    Meski kamu menjual rumah dengan harga lebih murah daripada saat membelinya, akan tetapi masih cukup sulit untuk mencari pembeli. Alhasil, harga properti bisa turun drastis dan sulit terjual dalam waktu cepat.

    4. Estetika dan Visual

    Bagi sebagian orang, kehadiran SUTET di lingkungan rumah dapat mengganggu estetika dan visual. Sebab, keberadaan SUTET bisa membuat hunian jadi tampak kurang menarik dan dianggap merusak pemandangan.

    Bagi orang yang membeli rumah dengan pertimbangan pemandangan luas atau lingkungan yang indah, tentu tidak akan mengambil rumah di dekat SUTET. Hal tersebut yang juga memengaruhi harga jual properti jadi turun karena peminatnya sedikit.

    5. Muncul Suara Berdengung

    Aliran listrik bertegangan tinggi dapat menghasilkan suara dengung rendah atau berdengung terus-menerus. Suara tersebut dapat mengganggu penghuni rumah yang tinggal di dekat SUTET. Bahkan, suara tersebut akan semakin terdengar jelas saat cuaca hujan.

    Dalam beberapa kasus, orang yang tinggal di dekat SUTET mengatakan kerap mengalami sakit kepala atau migrain akibat mendengar suara berdengung terus-menerus. Hal ini bisa memicu stres karena suara dengung yang terus berlangsung.

    Demikian lima risiko tinggal di rumah dekat SUTET yang perlu diketahui. Semoga bisa menjadi pertimbangan bagi detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Hal yang Wajib Diperiksa Setelah Rumah Terendam Banjir


    Jakarta

    Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (6/7/2025) sore telah menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir. Dikutip dari detikNews, sebanyak 41 RT di Jakarta masih dilanda banjir hingga Senin (7/7/2025) dengan ketinggian air mencapai 50 cm.

    Apabila rumah kamu termasuk yang kebanjiran, sebaiknya lakukan sejumlah pengecekan terlebih dahulu. Banjir tak hanya membuat rumah jadi kotor, tapi bisa merusak beberapa benda yang tak sempat diselamatkan.

    Periksa 4 Hal Ini Setelah Rumah Terendam Banjir

    Ada beberapa hal yang wajib diperiksa usai rumah terendam banjir. Dilansir dari Flood Info, berikut penjelasannya:


    1. Cek Kabel Listrik

    Langkah pertama yang wajib diperiksa adalah kabel listrik. Saat terendam banjir, ada potensi sejumlah kabel mengalami korsleting. Apabila tidak hati-hati maka kamu bisa tersengat listrik bahkan memicu kebakaran.

    Apabila ingin membersihkan rumah, sebaiknya jangan langsung menyalakan aliran listrik dari Miniatur Circuit Breaker (MCB). Lalu, pastikan juga peralatan listrik sudah dicabut dari stop kontak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

    2. Periksa Tabung Gas

    Saat rumah kebanjiran mungkin kamu tak sempat menyelamatkan seluruh barang, termasuk tabung gas. Jika banjir sudah surut, segera cek tabung gas di rumah karena dikhawatirkan mengalami kebocoran.

    Jika mencium bau menyengat dari tabung gas, segera keluarkan ke tempat terbuka. Hal ini dapat terjadi karena tabung gas terlalu lama berada di tempat tertutup dan minim ventilasi.

    Sebaiknya, jika sudah mengetahui tanda-tanda rumah akan terendam banjir segera lepas tabung gas dari selang kompor gas. Kemudian pindahkan tabung gas ke posisi yang aman dan tidak terendam banjir.

    3. Pakai Sarung Tangan dan Alas kaki Tertutup

    Ketika akan membersihkan rumah dari sisa banjir, disarankan memakai sarung tangan lateks dan alas kaki tertutup, misalnya sepatu boot yang setinggi mata kaki. Selain itu, gunakan juga kaus atau celana lengan panjang.

    Langkah ini dilakukan untuk mencegah kuman masuk ke dalam tubuh. Soalnya, banjir berasal dari air selokan maupun kali yang mengandung banyak bakteri jahat yang berbahaya bagi kesehatan.

    4. Mengecek Dinding dan Lantai Rumah

    Penting juga untuk mengecek seluruh kondisi rumah setelah terendam banjir. Dinding dan lantai tentunya sudah kotor sehingga wajib dibersihkan. Meski begitu, kamu juga wajib melihat apakah ada kerusakan yang ditimbulkan atau tidak.

    Terutama pada dinding, setelah terendam banjir selama berhari-hari membuat dinding jadi basah dan lembap. Kondisi ini bisa membuat cat dinding jadi rusak, merusak struktur bangunan, hingga memicu tumbuhnya jamur dan lumut.

    Sementara itu, lantai yang terendam air dan lumpur akibat banjir dapat menyebabkan kerusakan pada keramik. Kalau tidak segera dibersihkan, warna keramik bisa kusam sehingga tidak terlihat estetis.

    Itu dia empat hal yang wajib diperiksa setelah rumah terendam banjir. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cegah Korsleting Listrik, 5 Hal Ini Perlu Dilakukan saat Rumah Banjir


    Jakarta

    Ketika rumah kebanjiran, tentu kamu harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain menyelamatkan diri dan sejumlah barang berharga, pastikan kamu juga mengecek kelistrikan di rumah.

    Soalnya, arus pendek listrik sangat rentan terjadi karena air merupakan konduktor listrik yang baik. Jika instalasi listrik sampai terendam banjir, maka risiko korsleting dan sengatan listrik meningkat drastis.

    Sebagai bentuk antisipasi, ada beberapa hal yang perlu dilakukan terhadap kelistrikan di rumah saat banjir melanda. Apa saja? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Hal yang Wajib Dilakukan saat Rumah Banjir Demi Cegah Korsleting

    Ada sejumlah hal yang wajib dilakukan ketika rumah terendam banjir. Dikutip dari Perl Electrical, Senin (7/7/2025), berikut penjelasannya:

    1. Matikan Instalasi Listrik

    Apabila banjir belum tinggi, segera matikan instalasi listrik. Kamu dapat mematikan Mini Circuit Breaker (MCB) guna memutus pasokan listrik ke rumah. Langkah ini dapat mencegah risiko sengatan listrik dan meminimalisir kerusakan pada komponennya, seperti stopkontak hingga barang elektronik.

    2. Pindahkan Barang Elektronik

    Ketika banjir melanda, segera pindahkan barang elektronik seperti TV, kulkas, kipas angin, hingga berbagai benda lainnya yang terhubung ke stopkontak. Pindahkan barang tersebut ke tempat yang lebih aman. Jika rumah kamu terdiri dari dua lantai atau lebih, segera amankan barang elektronik ke lantai atas.

    3. Tunggu Hingga Aman

    Saat banjir sudah mulai surut, bukan berarti kamu bisa langsung menyalakan instalasi listrik. Sebab, sisa air banjir yang tidak dikeringkan berisiko menyebabkan kelembapan, sehingga menimbulkan risiko terjadinya arus pendek listrik pada komponen tertentu.

    4. Cek Kembali Barang Elektronik

    Meski barang elektronik sudah berhasil dievakuasi, pastikan kamu melakukan pengecekan terlebih dahulu. Jangan langsung berasumsi kalau benda tersebut aman karena tidak terkena banjir.

    Sebab, meski terlihat kering dari bagian luar tetapi komponen internal di dalamnya bisa saja rusak. Jika kamu ragu, segera bawa perangkat elektronik tersebut ke service center terdekat dari rumah untuk dicek lebih lanjut.

    5. Hindari Stopkontak yang Terkena Air

    Stopkontak yang sudah terendam banjir sebaiknya jangan digunakan lagi karena air dapat menghantarkan listrik. Selain menimbulkan kerusakan pada barang elektronik, kamu juga bisa tersengat arus listrik.

    Disarankan seluruh komponen stopkontak hingga sakelar rumah diganti dengan yang baru. Langkah ini untuk mencegah terjadinya korsleting listrik yang bisa memicu kebakaran.

    Mengutip laman Kementerian ESDM, listrik akan dipadamkan oleh PLN apabila rumah pelanggan terendam banjir cukup tinggi serta gardu distribusi listrik ikut terendam banjir.

    Apabila aliran listrik yang terkena banjir tidak kunjung padam, segera hubungi contact center PLN 123. Ikuti juga arahan dari petugas PLN untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lakukan 3 Hal Ini saat Stopkontak Basah Akibat Banjir


    Jakarta

    Ketika rumah terendam banjir, kamu perlu mengevakuasi sejumlah barang berharga dan benda elektronik ke tempat aman. Meski begitu, ada satu hal yang tak bisa kamu selamatkan, yaitu stopkontak yang menempel di dinding.

    Apabila posisi stopkontak berada di dekat tanah dan ketinggian air cukup tinggi, maka sudah pasti akan terendam banjir. Tentu, kamu tak bisa melakukan apa-apa lagi karena posisi stopkontak tak bisa dipindahkan.

    Saat banjir sudah surut, bukan berarti stopkontak langsung aman digunakan. Ada beberapa hal yang wajib dihindari saat stopkontak basah akibat terendam banjir. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Hal yang Wajib Dihindari saat Stopkontak Terendam Banjir

    Stopkontak yang basah karena terendam banjir sangat berbahaya. Dikutip dari Briggs Electrical, berikut sejumlah hal yang wajib dihindari ketika stopkontak basah terendam banjir.

    1. Memicu Kebakaran

    Menggunakan stopkontak yang masih basah sangat berisiko besar menyebabkan kebakaran. Hal ini dapat terjadi karena adanya arus pendek listrik.

    Arus pendek listrik adalah suatu kondisi pada rangkaian listrik ketika arus listrik melalui jalur yang tidak semestinya dan lebih pendek. Kondisi tersebut yang akhirnya menimbulkan percikan api dan kebakaran.

    2. Tersengat Listrik

    Mencolok barang elektronik atau sekadar memegang stopkontak yang basah dapat membahayakan nyawa. Hal ini bisa terjadi karena adanya kontak langsung antara tubuh dengan bahan konduktor aktif yang membawa muatan listrik.

    Seseorang yang tersengat listrik dapat menimbulkan luka bakar, gangguan jantung dan pernapasan, hingga kerusakan saraf. Dampak yang lebih parah adalah dapat memicu jantung berhenti hingga kematian.

    3. Merusak Barang Elektronik

    Barang elektronik seperti TV, kulkas, kipas angin, hingga mesin cuci bisa rusak jika dicolok ke stopkontak yang basah. Sebab, air dapat menyebabkan arus pendek listrik sehingga merusak benda tersebut. Bahkan, jika tetap terus dicolok ke stopkontak sangat berisiko memicu kebakaran karena kabel menjadi panas.

    Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan agar Stop Kontak Mengering?

    Meskipun tidak ada jawaban pasti, tapi disarankan untuk tidak menyentuh atau mencolok barang elektronik ke stopkontak yang basah minimal selama 24 jam. Sebab, stopkontak perlu mengering secara alami sehingga sulit diprediksi kapan stopkontak bisa digunakan kembali.

    Kondisi cuaca juga dapat memengaruhi cepat lambatnya stopkontak mengering. Jika rumah kamu sangat lembap, maka stopkontak sebaiknya jangan langsung digunakan selama 2 hari.

    Apabila khawatir terjadi korsleting listrik hingga kebakaran, sebaiknya matikan instalasi listrik melalui Mini Circuit Breaker (MCB) guna memutus pasokan listrik ke rumah.

    Itu dia tiga hal yang jangan dilakukan ketika stopkontak basah terendam banjir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cek Kebocoran Listrik di Rumah dengan Cara Ini, Nggak Perlu Alat Tambahan!


    Jakarta

    Adanya kebocoran listrik di rumah tidak bisa dianggap remeh. Sebagai informasi, kebocoran listrik adalah kondisi ketika arus listrik yang mengalir di luar jalur yang seharusnya.

    Listrik yang mengalir di luar jalur tidak dapat dicegah meskipun meteran listrik sudah dalam kondisi mati. Hal tersebut sangat berisiko karena bikin tagihan listrik membengkak hingga membahayakan keselamatan penghuni rumah.

    Ingin tahu cara mengecek adanya kebocoran listrik di rumah? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Cek Ada Kebocoran Listrik di Rumah

    Sebagai pemilik rumah, kamu dapat mengecek kebocoran listrik dengan melihat meteran listrik atau token, terutama yang memakai meteran prabayar. Berikut langkah-langkahnya yang dikutip dari catatan detikProperti:

    1. Matikan dan cabut semua kabel dan perangkat elektronik di rumah
    2. Matikan instalasi listrik melalui Mini Circuit Breaker (MCB)
    3. Tekan angka ’44’ pada meteran listrik, lalu tekan ‘Enter’
    4. Setelah itu, lihat angka yang tertera pada meteran listrik. Apabila angka ‘0’ (nol) yang muncul maka tidak ada kebocoran. Namun, jika ada angka 1, 2, atau angka dengan koma, itu pertanda ada kebocoran listrik di rumah.

    Bahaya Jika Ada Kebocoran Listrik di Rumah

    Sebagai pemilik rumah, detikers harus waspada terhadap kebocoran listrik. SPV Teknik PLN ULP Sawangan Depok, Yudhi Maharsa Jaya mengatakan kondisi kebocoran listrik dapat lebih berisiko jika lokasinya berada di dekat besi dan air. Kombinasi keduanya bisa menyebabkan sengatan listrik, korsleting, hingga kebakaran.

    “Misalkan jalur kabel itu melewati besi. Nah itu mungkin ada sedikit sengatan, (meskipun) kebocorannya masih kecil, bisa tersetrum lah bahasa kasarnya,” kata Yudhi kepada detikProperti pada Kamis (31/10/2024) lalu.

    “(Aliran dekat air) Itu ngaruh juga karena kalau setahu saya, saya pernah kejadian terkait instalasi yang bocor ke arah pemanas kamar mandi. Air itu kan pengantar yang bagus untuk listrik,” ungkapnya.

    Kebocoran listrik di rumah juga dapat merusak barang-barang elektronik. Soalnya, daya yang diterima jauh lebih besar daripada yang seharusnya.

    Lebih lanjut, Yudhi mengatakan adanya kebocoran listrik membuat tagihan listrik jadi membengkak setiap bulan. Soalnya, pemakaian listrik jadi berlebihan meski sudah mengurangi penggunaan perangkat elektronik semaksimal mungkin.

    “Tagihan listrik kita kan naik terus ya, maksudnya kayak gede. Jadi kenapa sih masyarakat sering kan kontraknya saya agak bengkak itu (karena kebocoran listrik),” pungkas Yudhi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Anggap Remeh, Ketahui Jenis dan Penyebab Korsleting Listrik


    Jakarta

    Korsleting listrik jadi salah satu masalah yang kerap terjadi di masyarakat. Disebut juga arus pendek listrik, kondisi ini bisa memicu terjadinya kebakaran hingga menelan korban jiwa.

    Sebagai informasi, korsleting listrik adalah aliran listrik yang mengalir melalui jalur yang tidak seharusnya. Hal ini menyebabkan lonjakan arus listrik yang sangat besar dan dapat memicu percikan api.

    Perlu diketahui, korsleting listrik terdiri dari beberapa jenis. Sementara itu, arus pendek listrik dapat terjadi karena sejumlah hal. Ketahui lebih lanjut mengenai jenis-jenis dan penyebab korsleting listrik dalam artikel ini.


    Jenis-jenis Korsleting Listrik

    Korsleting listrik terdiri dari dua jenis, yakni korsleting normal dan gangguan tanah. Apa bedanya? Simak di bawah ini:

    1. Korsleting Normal

    Korsleting normal disebabkan karena kabel yang membawa arus dengan kabel netral saling bersentuhan. Hal ini membuat resistansi langsung turun dan arus listrik mulai bergerak ke jalur lain.

    2. Korsleting Gangguan Tanah

    Arus pendek listrik ini disebabkan karena kabel yang membawa arus bersentuhan dengan sistem yang berada di tanah. Hal ini bisa berupa kotak dinding logam, kabel, atau bagian peralatan apa pun yang dialiri arus listrik.

    Penyebab Korsleting Listrik

    Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya korsleting listrik di rumah. Dikutip dari The Spruce, Rabu (9/7/2025), berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Isolasi Kawat Sirkuit Rusak

    Faktor yang pertama karena isolasi kawat sirkuit rusak. Jika insulasi rusak atau usia pakainya sudah lama, maka bisa memicu kabel cepat panas dan bersentuhan dengan kabel netral. Kondisi itu yang menyebabkan terjadinya korsleting.

    Umur kawat, paku, atau sekrup yang sudah lama juga dapat memengaruhi serta merusak isolasi. Selain itu, hama seperti tikus bisa saja menggerogoti insulasi dan merusak konduktor kawat.

    2. Kabel Sudah Rusak

    Kondisi kabel yang sudah rusak juga menjadi faktor terjadinya korsleting listrik. Saat mencolok barang elektronik ke stop kontak, kabel akan menjadi perpanjang sirkuit.

    Jika terjadi masalah pada kabel maka bisa menimbulkan gangguan pada sirkuit. Korsleting dapat terjadi di kabel daya, steker, atau di dalam plat. Maka dari itu, kabel yang sudah rusak sebaiknya segera diganti dengan yang baru.

    3. Sekring yang Tidak Stabil

    Faktor lain yang menyebabkan terjadinya arus pendek listrik karena sekring yang tidak stabil. Kondisi ini disebabkan karena ketidakstabilan arus listrik selama berkali-kali saat memakai barang elektronik. Jika tidak segera diatasi maka dapat merusak barang tersebut, menyebabkan mati listrik, hingga memicu korsleting.

    4. Kabel Longgar

    Apabila menemukan sambungan kabel listrik yang longgar maka menyebabkan kabel membawa arus listrik dan kabel netral saling bersentuhan. Jika kamu melihat ada sambungan kabel yang salah, jangan mencoba memperbaikinya sendiri karena sangat berisiko. Sebaiknya hubungi teknisi listrik agar bisa diperbaiki oleh ahlinya.

    5. Sambungan Kabel Listrik yang Berantakan

    Penyebab yang terakhir karena sambungan kabel listrik berantakan. Perlu diingat, kabel yang tidak rapi bisa membuat terlilit satu sama lain. Memang terkesan sepele, tapi jika dibiarkan terus-menerus bisa menyebabkan arus pendek listrik dan memicu kebakaran.

    Demikian jenis-jenis dan penyebab terjadinya korsleting listrik. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com