Tag Archives: kebakaran

Jangan Anggap Remeh, Ketahui Jenis dan Penyebab Korsleting Listrik


Jakarta

Korsleting listrik jadi salah satu masalah yang kerap terjadi di masyarakat. Disebut juga arus pendek listrik, kondisi ini bisa memicu terjadinya kebakaran hingga menelan korban jiwa.

Sebagai informasi, korsleting listrik adalah aliran listrik yang mengalir melalui jalur yang tidak seharusnya. Hal ini menyebabkan lonjakan arus listrik yang sangat besar dan dapat memicu percikan api.

Perlu diketahui, korsleting listrik terdiri dari beberapa jenis. Sementara itu, arus pendek listrik dapat terjadi karena sejumlah hal. Ketahui lebih lanjut mengenai jenis-jenis dan penyebab korsleting listrik dalam artikel ini.


Jenis-jenis Korsleting Listrik

Korsleting listrik terdiri dari dua jenis, yakni korsleting normal dan gangguan tanah. Apa bedanya? Simak di bawah ini:

1. Korsleting Normal

Korsleting normal disebabkan karena kabel yang membawa arus dengan kabel netral saling bersentuhan. Hal ini membuat resistansi langsung turun dan arus listrik mulai bergerak ke jalur lain.

2. Korsleting Gangguan Tanah

Arus pendek listrik ini disebabkan karena kabel yang membawa arus bersentuhan dengan sistem yang berada di tanah. Hal ini bisa berupa kotak dinding logam, kabel, atau bagian peralatan apa pun yang dialiri arus listrik.

Penyebab Korsleting Listrik

Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya korsleting listrik di rumah. Dikutip dari The Spruce, Rabu (9/7/2025), berikut sejumlah penyebabnya:

1. Isolasi Kawat Sirkuit Rusak

Faktor yang pertama karena isolasi kawat sirkuit rusak. Jika insulasi rusak atau usia pakainya sudah lama, maka bisa memicu kabel cepat panas dan bersentuhan dengan kabel netral. Kondisi itu yang menyebabkan terjadinya korsleting.

Umur kawat, paku, atau sekrup yang sudah lama juga dapat memengaruhi serta merusak isolasi. Selain itu, hama seperti tikus bisa saja menggerogoti insulasi dan merusak konduktor kawat.

2. Kabel Sudah Rusak

Kondisi kabel yang sudah rusak juga menjadi faktor terjadinya korsleting listrik. Saat mencolok barang elektronik ke stop kontak, kabel akan menjadi perpanjang sirkuit.

Jika terjadi masalah pada kabel maka bisa menimbulkan gangguan pada sirkuit. Korsleting dapat terjadi di kabel daya, steker, atau di dalam plat. Maka dari itu, kabel yang sudah rusak sebaiknya segera diganti dengan yang baru.

3. Sekring yang Tidak Stabil

Faktor lain yang menyebabkan terjadinya arus pendek listrik karena sekring yang tidak stabil. Kondisi ini disebabkan karena ketidakstabilan arus listrik selama berkali-kali saat memakai barang elektronik. Jika tidak segera diatasi maka dapat merusak barang tersebut, menyebabkan mati listrik, hingga memicu korsleting.

4. Kabel Longgar

Apabila menemukan sambungan kabel listrik yang longgar maka menyebabkan kabel membawa arus listrik dan kabel netral saling bersentuhan. Jika kamu melihat ada sambungan kabel yang salah, jangan mencoba memperbaikinya sendiri karena sangat berisiko. Sebaiknya hubungi teknisi listrik agar bisa diperbaiki oleh ahlinya.

5. Sambungan Kabel Listrik yang Berantakan

Penyebab yang terakhir karena sambungan kabel listrik berantakan. Perlu diingat, kabel yang tidak rapi bisa membuat terlilit satu sama lain. Memang terkesan sepele, tapi jika dibiarkan terus-menerus bisa menyebabkan arus pendek listrik dan memicu kebakaran.

Demikian jenis-jenis dan penyebab terjadinya korsleting listrik. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Ada Percikan Api saat Pasang Kabel ke Stopkontak? Bisa Jadi Ini Sebabnya


Jakarta

Barang elektronik seperti TV, kulkas, hingga mesin cuci wajib dicolok ke stopkontak agar bisa menyala. Meski sederhana, ada sebagian orang yang khawatir saat mencolok kabel karena sering muncul percikan api.

Api yang muncul dari stopkontak bikin sebagian orang kaget sekaligus takut. Munculnya percikan api sering dianggap ada masalah pada kabel atau stopkontak itu sendiri dan dikhawatirkan jadi pemicu korsleting listrik.

Apakah muncul percikan api saat mencolok kabel ke stopkontak merupakan hal normal? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Muncul Percikan Api saat Mencolok Kabel ke Stopkontak Apakah Aman?

Dikutip dari situs Angi, Jumat (11/7/2025), muncul percikan api kecil saat mencolok kabel ke stopkontak merupakan hal normal dan mirip dengan listrik statis.

Ketika kamu mencolokkan kabel ke stopkontak, sebagian daya akan berpindah ke perangkat elektronik yang terhubung. Saat arus listrik beralih cepat maka terjadi perpindahan daya yang juga cepat. Hal itu yang menyebabkan ada percikan api kecil di stopkontak.

Meski begitu, dalam beberapa kasus percikan api dari stopkontak dapat berbahaya. Jika melihat percikan api yang terus berlanjut, muncul suara mendesis, dan mengeluarkan bau terbakar, maka segera cabut kabel dari stopkontak atau matikan aliran listrik rumah dari Mini Circuit Breaker (MCB).

Penyebab Muncul Percikan Api Besar saat Mencolok Kabel ke Stopkontak

Ada beberapa hal yang memicu percikan api besar saat mencolok kabel ke stopkontak. Berikut penjelasannya:

1. Kelebihan Beban

Kelebihan beban sirkuit dapat terjadi ketika arus listrik melebihi kemampuan sirkuit. Saat sirkuit kelebihan beban maka kabel listrik menjadi terlalu panas sehingga dapat merusak isolasi di sekitar kabel.

Kondisi ini tak hanya menimbulkan percikan api besar pada stopkontak tapi berdampak fatal pada peralatan elektronik karena bisa memicu kerusakan total. Jika tidak segera ditangani maka dapat menyebabkan kebakaran.

2. Korsleting Listrik

Stopkontak yang memunculkan percikan api besar dapat disebabkan korsleting listrik. Hal ini bisa dipicu oleh sejumlah hal, seperti sambungan kabel longgar, kabel bocor, lembap, atau perangkat elektronik sudah usang.

Ketika salah satu penyebab di atas memengaruhi sirkuit, arus listrik akan mulai bergerak cepat di luar jalur dan menyebabkan arus yang mengalir terlalu banyak di sirkuit. Kondisi ini dapat merusak stopkontak hingga memicu kebakaran.

3. Stopkontak Sudah Aus

Stopkontak juga memiliki usia pakai karena bisa mengalami aus seiring waktu. Jika stopkontak sudah aus maka sambungannya akan mengendur sehingga meningkatkan risiko terjadinya arus pendek listrik.

4. Pemasangan yang Tidak Tepat

Kabel yang dicolok ke stopkontak dengan tidak tepat dapat memicu percikan api. Misalnya, mencolok kabel charger HP tapi dalam kondisi terlilit atau berantakan.

Kabel yang sudah terkelupas juga dapat memicu api pada stopkontak. Kondisi itu dapat menyebabkan busur listrik yang dapat merusak kabel dan memicu kebakaran.

Itulah penyebab muncul percikan api saat mencolok kabel ke stopkontak. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)



Sumber : www.detik.com

5 Benda yang Tak Boleh Dicat, Ada yang Bisa Picu Kebakaran


Jakarta

Beberapa orang berpikir, untuk memperbaiki tampilan benda di rumah terutama soal warna, salah satu solusinya adalah dengan mengecatnya. Dengan begitu, mereka tidak perlu membeli barang baru.

Anggapan seperti ini tidak ada salahnya karena untuk mengubah warna tidak sesulit mengubah bentuk. Namun, tidak semua benda bisa diganti warnanya sesuka hati. Ada beberapa benda di rumah yang seharusnya tetap dengan warna yang ada karena sudah dipertimbangkan dari sisi keselamatan dan kelayakan.

5 Benda di Rumah yang Tidak Boleh Dicat

Dilansir dari Real Simple, berikut 5 benda di rumah yang sebaiknya tidak dicat.


1. Lantai Kayu

Material untuk lantai tidak hanya dari batuan, melainkan ada material kayu yang memberikan kesan hangat pada rumah. Kayu biasanya berwarna kecoklatan, kemerahan, hingga hitam. Namun, saat ini semakin banyak jenis lantai kayu buatan yang tersedia dengan berbagai macam ketebalan, ukuran, model, hingga warna.

Jadi jangan sekali-kali mencoba untuk mengecat ulang atau mengubah bentuk lantai kayu baik yang buatan maupun asli. Lebih baik, buat lantai kayu yang sesuai dengan keinginan atau customize.

2. Alat Elektronik Rumah Tangga

Benda kedua yang dilarang untuk dicat ulang secara asal adalah perangkat elektronik di rumah. Biasanya orang mengecat perangkat elektronik di rumah karena warna yang kurang sesuai dengan interior atau ingin melakukan pengecatan ulang saja agar tampilannya seperti baru. Cara ini sangat dilarang karena dapat menyebabkan kebakaran.

“Secara umum, saya tidak akan mengecat peralatan rumah tangga karena cat bisa mengganggu pengoperasian dan listrik, sehingga menimbulkan bahaya kebakaran,” kata seniman dan desainer Elizabeth Sutton, seperti yang dikutip dari Real Simple, Senin (14/7/2025).

3. Keramik Lantai

Keramik lantai adalah material yang sebenarnya sudah memiliki warna dan corak sendiri. Cara pewarnaannya pun tidak dengan dicat seperti mengecat dinding karena beberapa keramik permukaannya mengkilap, bukan halus seperti dinding. Menurut Elizabeth Sutton, mengecat lantai keramik tidak membuat tampilannya menjadi lebih bagus.

Selain itu, cat pada keramik akan mudah mengelupas dan terlihat tidak rapi. Sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan ubin backsplash yang bisa dilepas-pasang agar bisa digonta-ganti dengan lebih mudah dan estetis.

“Jangan pernah mengecat ubin. Tidak akan pernah terlihat bagus,” kata Sutton.

4. Trim Kayu Alami

Trim kayu adalah penutup sepanjang garis plafon atau lantai kayu. Bentuknya siku-siku yang tidak tajam. Rumah-rumah zaman dahulu banyak yang menggunakan ini dengan warna aslinya. Namun, saat ini kebanyakan orang lebih memilih warna putih agar senada dengan warna plafonnya.

Mengecat trim kayu alami justru dapat membuat serat kayu identiknya hilang dan merusak tampilannya. Jika ingin mengubah warnanya, lebih baik gunakan plitur atau pernis. Plitur atau pernis bersifat transparan sehingga memungkinkan keindahan alami kayu tetap terlihat.

5. Benda dari Logam

Bahan logam tidak bisa sembarangan dilapisi cat karena justru dapat memicu korosi. Benda tersebut misalnya kenop, keran, dan engsel.

Sebaiknya pakai cat khusus untuk logam yang memang memiliki kandungan perlindungan terhadap korosi. Selain itu, logam yang dicat mudah tergores dan rusak tampilannya karena terkadang lapisannya tidak menempel dengan erat.

Menurut Kat Christie, kontraktor berlisensi dan ahli DIY, mengecat kunci atau pegangan pintu juga bisa menyebabkan masalah serius, termasuk masalah keamanan jika cat masuk ke dalam kunci sehingga menutup jalan masuknya kunci.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/dhw)



Sumber : www.detik.com

5 Barang yang Tidak Boleh Ditaruh di Kolong Kasur, Bisa Rusak!


Jakarta

Kolong kasur kerap menjadi tempat untuk menyimpan barang-barang yang tidak dipakai. Area itu menyediakan tempat kosong dan tersembunyi, sangat sempurna untuk menyimpan barang agar tidak terlihat berantakan.

Walau demikian, tidak semua barang aman ditempatkan di kolong kasur. Beberapa barang justru akan rusak jika dibiarkan di bawah sana.

Nah, berikut ini adalah barang-barang yang sebaiknya tidak ditaruh di kolong kasur dilansir dari berbagai sumber.


1. Dokumen Penting

Dikutip dari The Spruce, organisator profesional Danica Carson menyarankan untuk jangan pernah menyimpan surat, kartu, maupun dokumen-dokumen berharga lainnya. Hal itu karena rentan dicuri.

“Produk kertas merupakan makanan bagi serangga kecil, jadi jangan pernah simpan apa pun yang memiliki makna emosional atau finansial di bawah tempat tidur,” katanya.

Apabila ingin menyimpan dokumen berharga, ia menyarankan untuk disimpan di brankas tahan api.

2. Alat Elektronik

Barang selanjutnya adalah alat elektronik. Sebab, debu-debu bisa menumpuk yang menyebabkan alat elektronik korosi, kepanasan, atau merusak sensor. Debu pada alat elektronik juga bisa meningkatkan risiko kebakaran.

3. Sepatu

Sebaiknya sepatu diletakkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara yang bagus alih-alih di kolong kasur. Sebab, sepatu bisa bau dan menjadi tempat tinggal bakteri. Kalau mau menaruh sepatu di kolong kasur, tempatkan di dalam kontainer kedap udara terlebih dahulu.

4. Bahan Kimia

Barang selanjutnya adalah produk yang mengandung bahan kimia, misalnya bekas kaleng cat atau bahan pembersih. Sebab, wadah bisa bocor dan mengeluarkan asap serta mudah terbakar.

5. Barang-barang yang Terbuat dari Kulit

Dilansir dari Ideal Home, sebaiknya jangan menyimpan barang-barang yang terbuat dari kulit di kolong kasur. Hal itu bisa menyebabkan kerusakan.

“Lingkungan yang kering dan berdebu di bawah tepat tidur dapat mengeringkan dan menyebabkan kerusakan pada bahan alami seperti kulit,” ujar organisator profesional dari KonMari Consultant Sue Spencer.

Agar barang-barang yang disimpan di kolong kasur bisa tetap aman, sebaiknya dimasukkan ke dalam wadah terlebih dahulu untuk mencegah debu menumpuk dan merusak barang tersebut. Namun, jangan lupa juga untuk diangin-anginkan agar tetap terkena udara dan tidak bau.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

kWh Meter yang Terendam Banjir Perlu Diganti, Ini Cara Lapor ke PLN


Jakarta

Ketika rumah terendam banjir, kamu harus segera mengevakuasi diri dan sejumlah barang berharga ke tempat yang aman. Selain itu, jangan lupa untuk segera memadamkan listrik di rumah.

Mematikan arus listrik merupakan cara aman untuk mencegah terjadinya korsleting listrik akibat terendam banjir. Jika listrik tidak dimatikan maka dapat memicu ledakan pada kWh meter dan menyebabkan kebakaran.

Pada umumnya, rumah yang terendam banjir cukup tinggi maka aliran listriknya langsung dimatikan oleh PLN. Pemadaman listrik ini dilakukan serentak pada daerah yang terendam banjir parah.


Saat banjir surut, kamu tidak bisa asal menggunakan listrik atau menyalakan kembali kWh meter. Soalnya, alat tersebut sudah terendam air sehingga harus diganti dengan unit baru.

Bagaimana cara mengganti kWh meter dengan yang baru? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Cara Ganti kWh Meter yang Terendam Banjir

Dalam catatan detikProperti, kamu bisa meminta bantuan PLN untuk mengganti kWh meter di rumah. Petugas Pelaksana Penyambungan PT PLN Bungsu mengatakan setiap pengguna dapat mengajukan penggantian kWh meter melalui aplikasi PLN Mobile.

“Di PLN Mobile aja. Nanti lapor aja, misalkan berapa rumah seperti itu. Kalau kena banjir itu semuanya harus diganti seharusnya,” kata Bungsu kepada detikcom saat ditemui di Bekasi, Rabu (13/3/2025).

Bungsu mengungkapkan, seluruh penggantian kWh meter tidak dikenakan biaya sama sekali alias gratis. Apabila di dalam kWh meter masih terdapat sisa token listrik maka tidak akan hangus.

“Nggak ada biaya. Itu (kWh meter) kan masih aset PLN. Kalau ada sisa pulsanya pasti diganti di PLN. Itu kan dicatat dulu sisanya (pulsa) berapa,” ujarnya.

Terkait waktu penggantian kWh meter, Bungsu menyebut setelah laporan dari pelanggan masuk, pihak PLN akan mengirim orang ke rumah yang tertera pada nomor pelanggan. Pemilik rumah pun tak harus ada di tempat saat penggantian kWh meter karena petugas dapat melakukannya sendiri.

Cara Ajukan Laporan Ganti kWh Meter di PLN Mobile

Bagi masyarakat yang ingin mengajukan soal masalah kelistrikan di rumah, seperti mengganti kWh meter, kini bisa dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

  1. Unduh aplikasi PLN Mobile di smartphone
  2. Buka fitur Pengaduan
  3. Isi form pengaduan yang sudah tersedia
  4. Siapkan nomor pelanggan yang tertera pada kWh meter dan lampirkan foto kondisi kWh meter
  5. Kirim laporan dan tunggu hingga petugas datang
  6. Cek secara berkala kelanjutan laporan kamu di fitur Riwayat Pengaduan.

Itulah cara ganti kWh meter dengan unit baru melalui aplikasi PLN Mobile. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Cara Tahu Ada Kebocoran Listrik di Rumah dan Penyebabnya


Jakarta

Jangan sembarangan bila mengalami masalah kelistrikan di rumah. Listrik di rumah bisa bocor dan menyebabkan bahaya.

Memperbaiki hal itu juga tak bisa dilakukan sendiri. Kita harus meminta bantuan tukang listrik atau penyedia listrik seperti PLN agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Persoalannya, tak semua orang tahu apa saja tanda-tanda ada kebocoran listrik di rumah. SPV Teknik PLN ULP Sawangan Depok, Yudhi Maharsa Jaya mengungkapkan kebocoran listrik dapat berbahaya bagi penghuni rumah. Terutama pada aliran listrik yang bocor di dekat besi dan air karena listrik dapat dengan mudah menyambar ke sekitarnya.


“Misalkan jalur kabel itu melewati besi. Nah itu mungkin ada sedikit sengatan, (meskipun) kebocorannya masih kecil, bisa tersetrum lah bahasa kasarnya,” kata Yudhi kepada detikProperti.

“(Aliran dekat air) Itu ngaruh juga karena kalau setahu saya, saya pernah kejadian terkait instalasi yang bocor

Cara Mengetahui Ada Kebocoran Listrik

Untuk mengecek ada kebocoran atau tidak pada listrik, caranya cukup mudah. Kamu bisa mengeceknya di meteran listrik yang biasanya terpasang di depan rumah. Namun, ini hanya berlaku pada meteran listrik pra bayar yang memiliki tombol. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa mengikuti cara berikut.

1. Matikan dan cabut semua kabel perangkat elektronik di rumah

2. Matikan meteran listrik

3. Tekan angka ’44’ lalu enter

4. Lihat angka yang tertera pada meteran listrik. Apabila angka ‘0 (nol)’ yang muncul maka tidak ada kebocoran. Namun, apabila ada angka 1, 2, atau angka dengan koma, itu pertanda listrik di rumah bocor.

“Harusnya kan itu menunjukkan angka 0. Tapi misalkan ada angka 1, 2, atau 1,3, nah itu kan ada kebocoran di sisi instalasi,” jelasnya.

Apa saja penyebabnya, bisa cek di halaman selanjutnya

Penyebab Kebocoran Listrik

1. Kabel Listrik Sudah Tua

Risiko kebocoran listrik bisa terjadi pada kabel listrik yang periode pemakaiannya sudah lama.

“Dari kabel yang sudah usianya sudah lama. Kabel di instalasi kita, lampu, stop kontak, dan peralatan elektronik,” sebut Yudhi.

2. Pemasangan Kabel yang Tidak Sesuai

Meskipun bentuk kabel sama, ternyata setiap besaran arus listrik jenis kabel yang digunakan berbeda lho. Yudhi menuturkan penyambungan kabel yang sembarangan dan tidak sama besarannya dapat menyebabkan arus listrik bocor.

“Dari sisi pemasangan mungkin ada sambungan atau kabel yang masih terbuka, tidak terisolasi dengan baik, itu juga bisa menyebabkan kebocoran atau korsleting,” tuturnya.

3. Kabel Stop Kontak Berbeda Dipakai Bersambung

Pemakaian kabel stop kontak yang disambung begitu banyak dapat menyebabkan kebocoran listrik. Jika didiamkan dari kabel tersebut bisa muncul percikan api yang dapat menyebabkan kebakaran.

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

5 Tips Cegah Kebakaran Rumah Akibat Korsleting Listrik


Jakarta

Kebakaran rumah sering kali terjadi akibat korsleting listrik. Hal ini merupakan ancaman yang serius, terutama di kawasan Jakarta.

Wakil Gubernur DK Jakarta Rano Karno belum lama ini menyatakan 90 persen kebakaran di Jakarta disebabkan oleh korsleting listrik. Umumnya, korsleting listrik berawal dari kelalaian manusia dan instalasi listrik.

Hal ini menunjukkan pentingnya mencegah kebakaran akibat korsleting listrik. Berikut adalah lima langkah penting yang bisa dilakukan untuk melindungi rumah.


Cara Cegah Kebakaran Akibat Korsleting Listrik

Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah korsleting listrik, dikutip dari keterangan Schneider Electric.

1. Cabut Aliran Listrik Perangkat Saat Tidak Digunakan

Penghuni rumah bisa membiasakan diri untuk mematikan dan mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan. Cara sederhana ini sangat efektif untuk mencegah korsleting listrik.

Perangkat seperti dispenser, setrika, kipas angin, dan rice cooker sebaiknya dicabut dari stopkontak setelah digunakan. Tak hanya mengurangi risiko kebakaran, langkah ini juga membantu menghemat konsumsi listrik harian.

Selain itu, pastikan stopkontak yang digunakan memiliki kualitas baik dan memenuhi standar keamanan. Stopkontak berbahan plastik tidak tahan panas atau tidak dirancang untuk arus tinggi sehingga berisiko meleleh, terbakar, dan memicu kebakaran.

2. Periksa dan Rawat Sistem Kelistrikan Secara Teratur

Kemudian, pemilik juga perlu memeriksa instalasi listrik di rumah secara rutin. Hal ini dapat membantu melindungi rumah dari risiko korsleting listrik.

Pastikan kabel listrik di area yang sering digunakan seperti dapur, kamar tidur, dan ruang keluarga dalam kondisi baik. Jangan ada stop kontak yang longgar atau kelebihan beban. Lalu, segera ganti perangkat listrik yang sudah usang atau rusak.

3. Siapkan Alat Pemadam Api Ringan

Pemilik dapat menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah buat mengantisipasi kebakaran, terutama yang dipicu korsleting listrik. Tempatkan APAR di titik-titik strategis seperti dapur atau dekat panel listrik. Lalu, pastikan seluruh penghuni tahu cara penggunaan APAR.

4. Pastikan Instalasi Listrik Sesuai Standar Keselamatan

Pemilik dapat memastikan instalasi listrik di rumah ditangani oleh instalatur yang memiliki Sertifikat Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan (SKTTK). Sertifikasi tersebut dikeluarkan oleh Kementerian ESDM sebagai bukti bahwa teknisi telah memenuhi standar keselamatan kelistrikan nasional dan memiliki kemampuan memasang perangkat listrik dengan benar.

Selain itu, instalasi listrik juga perlu mengikuti standar teknis yang ditetapkan dalam PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik). PUIL mewajibkan penggunaan peralatan listrik yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk memastikan sistem kelistrikan di rumah aman dan andal. Salah satu contohnya adalah penggunaan kabel dengan ukuran yang sesuai kapasitas arus listrik guna mencegah panas berlebih atau korsleting.

Hal ni tak hanya mematuhi regulasi, tapi juga menjaga keselamatan keluarga dan mencegah risiko kebakaran di rumah. Untuk mendukung pemerintah dalam mencegah potensi kebakaran, Schneider Electric menjalankan kampanye nasional ‘Gerakan Listrik Aman’. Kampanye ini bermaksud meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat kompetensi instalatur listrik di lapangan.

Lebih dari 7.800 instalatur dari 15 asosiasi dan komunitas di 10 kota besar di Indonesia telah menerima pelatihan instalasi listrik hunian dari Schneider Electric. Pelatihan ini tidak menggantikan sertifikasi resmi dari pemerintah, melainkan menjadi pendukung untuk memastikan para instalatur benar-benar siap memasang sistem kelistrikan yang andal dan sesuai regulasi.

5. Tambahan Proteksi MCB

Miniature circuit breaker (MCB) atau yang dikenal sebagai anti korsleting adalah perangkat pengaman listrik. Alat ini secara otomatis memutus aliran listrik saat terjadi korsleting atau beban berlebih.

Pemilik perlu memastikan MCB yang digunakan memiliki kualitas baik dan sesuai standar keamanan. Penggunaan MCB yang murah tanpa jaminan mutu berisiko gagal atau terlambat memutus arus, terutama jika bahan pembuatnya tidak tahan panas.

Meskipun MCB penting untuk mencegah korsleting dan beban berlebih, perlindungan instalasi listrik tidak cukup dengan satu perangkat saja. Pemilik rumah perlu gawai proteksi arus sisa (GPAS) atau residual current circuit breaker (RCCB). Alat ini berfungsi memutus aliran listrik secara otomatis saat terdeteksi kebocoran arus, bahkan arus sekecil 30 mA.

Penggunaan MCB dan RCCB secara bersamaan menjadi standar wajib dalam instalasi listrik rumah tangga untuk memastikan perlindungan maksimal sesuai regulasi yang berlaku. GPAS atau RCCB Domae dari Schneider Electric memberikan proteksi kelistrikan yang ideal untuk sektor hunian seperti rumah dan apartemen.

Domae tersedia dalam dua varian sensitivitas. Varian pertama dengan sensitivitas 30 mA membantu melindungi manusia dari risiko sengatan listrik. Lalu, varian kedua dengan sensitivitas 300 mA dirancang untuk membantu mencegah potensi bahaya kebakaran akibat arus sisa.

“Schneider Electric berkomitmen untuk membantu masyarakat mengenali risiko kelistrikan sejak dini dan mendorong penggunaan perangkat proteksi seperti MCB dan RCCB secara tepat. Melalui kampanye Gerakan Listrik Aman, kami secara konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah nyata untuk mencegah potensi kebakaran di rumah akibat korsleting atau kebocoran arus listrik,” ujar President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (28/7/2025).

“Kami percaya bahwa dengan meningkatkan kesadaran dan akses terhadap sistem kelistrikan yang aman dan sesuai standar, kita dapat melindungi lebih banyak keluarga dan menciptakan lingkungan hunian yang lebih terlindungi,” sambungnya.

Peralatan dan alat proteksi listrik adalah investasi jangka panjang untuk kenyamanan dan keamanan rumah. Oleh karena itu, pemilik rumah perlu menggunakan perangkat yang berkualitas dan andal serta tidak tergoda harga murah.

Dengan menerapkan lima langkah perlindungan kelistrikan di rumah, pemilik meningkatkan keamanan bagi keluarga. Pemilik juga mencegah risiko korsleting dan kebakaran yang dapat merugikan dari segi materi maupun nyawa.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Tetap Tenang, Ini Penyebab dan Solusi Lampu Rumah Tiba-tiba Berkedip


Jakarta

Lampu rumah yang berkedip secara tiba-tiba kerap bikin khawatir sebagian orang. Sebab, mereka was-was jika terjadi masalah pada kelistrikan yang dapat memicu kebakaran.

Pada dasarnya, lampu rumah yang kedap-kedip merupakan suatu pertanda adanya kerusakan atau masalah pada listrik di rumah. Namun jangan langsung panik karena kamu juga perlu mengetahui apa penyebabnya.

Penyebab Lampu Rumah Berkedip Tiba-tiba

Dilansir situs Sunrise Electric, lampu rumah sering kedap-kedip terkadang dipicu oleh masalah kecil, seperti jenis bohlam lampu yang tidak sesuai, sakelar lampu rusak, dan sambungan yang longgar antara steker dan stopkontak. Masalah tersebut masih bisa diatasi dengan mudah.


Meski begitu, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan lampu rumah terus berkedip. Hal tersebut harus diwaspadai karena jika tidak segera diperbaiki bisa menimbulkan masalah besar.

Dikutip dari CNET dan Rainbow Restoration, berikut sejumlah penyebab lain lampu rumah berkedip tiba-tiba:

1. Sirkuit Kelebihan Beban

Apabila lampu rumah sering berkedip saat dinyalakan, kemungkinan besar disebabkan karena sirkuit lampu yang mengalami kelebihan beban. Kondisi ini dapat terjadi karena ada masalah pada alat, bukan lampunya. Kemungkinan besar terjadi kegagalan bantalan atau sirkuit yang overloading.

Untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya hubungi teknisi listrik agar dilakukan pengecekan lebih lanjut.

2. Tegangan Listrik Terlalu Tinggi

Pada sirkuit standar 120 volt, rumah perlu memiliki tegangan antara 115 dan 125 volt. Jika tegangannya lebih tinggi maka bisa menyebabkan lampu berkedip. Tegangan listrik yang berlebihan bisa disebabkan karena masalah teknis sehingga membutuhkan perbaikan oleh teknisi listrik.

Ada sejumlah penyebab voltase di rumah bisa terlalu tinggi. Pada umumnya karena masalah teknis dan mengarah pada kesalahan serius pada sistem listrik di rumah. Kondisi tersebut yang membuat lampu rumah sering berkedip secara tiba-tiba.

Jangan anggap sepele masalah ini karena bisa membahayakan bagi seluruh penghuni rumah. Segera panggil teknisi listrik untuk mengatasinya.

3. Ada Kabel yang Longgar

Jika ada kabel yang tidak terpasang dengan benar atau kabel listrik di rumah sudah tua, maka bisa memicu lampu sering berkedip. Jika ada kabel yang longgar segera hubungi teknisi listrik agar dapat diperbaiki. Jangan perbaiki sendiri karena berisiko tersengat listrik. Di sisi lain, jika kabel dibiarkan longgar bisa memicu korsleting listrik dan terjadi kebakaran.

4. Sirkuit Rusak

Selain kelebihan beban, sirkuit yang rusak juga bisa memicu lampu rumah terus berkedip. Kondisi ini dapat disebabkan karena sambungan kabel longgar atau kabel dan sakelar sudah rusak.

Ketika sambungan longgar atau kabel rusak, arus listrik mungkin tidak mengalir secara optimal ke lampu sehingga menyebabkan lampu berkedip atau redup. Sakelar yang rusak juga tidak dapat mengontrol aliran listrik ke lampu dengan baik, sehingga mengakibatkan pasokan daya jadi terputus dan menimbulkan kedap-kedip.

Kabel dan sambungan dalam suatu sirkuit dapat menjadi aus atau rusak karena seiring penggunaan, fluktuasi suhu, dan kelembapan.

5. Masalah Pelayanan Utilitas Listrik

Apabila rumah kamu berbagi trafo dengan rumah di sekitar, pasokan listrik jadi terikat pada beban masing-masing. Hal itu yang membuat lampu berkedip karena orang lain menggunakan listrik dalam jumlah besar.

Namun, jika hal ini tidak terjadi atau lampu di rumah orang lain juga ikut berkedip, mungkin masalahnya terletak pada layanan utilitas.

6. Masalah Koneksi Utama

Penyebab yang terakhir karena masalah pada sambungan kotak meteran utama atau kabel layanan di rumah. Kondisi ini bisa menyebabkan lebih dari satu lampu rumah mengalami kedap-kedip. Disarankan untuk segera mengatasi masalah ini untuk menghindari risiko kebakaran.

Demikian enam penyebab lampu rumah sering berkedip secara tiba-tiba. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

5 Alasan Kenapa Tikus Wajib Diusir dari Rumah!


Jakarta

Tikus merupakan salah satu hama yang kerap mengganggu manusia. Terkadang, hewan ini kerap bersarang di dalam rumah dan menimbulkan sejumlah masalah.

Salah satu dampak paling terasa jika tikus bersarang di rumah adalah menggerogoti sisa makanan di atas meja. Padahal, makanan itu masih bisa dikonsumsi.

Selain itu, masih ada lagi sejumlah dampak yang ditimbulkan jika tikus bersarang di rumah. Apa saja? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Dampak Tikus Bersarang di Rumah

Tikus memang bukan hewan berbahaya seperti ular. Meski begitu, kehadiran tikus di rumah sangat mengganggu kenyamanan dan kebersihan. Berikut sejumlah dampak yang ditimbulkan jika tikus bersarang di rumah:

1. Kerusakan Listrik

Dilansir situs ECPC Service, tikus memiliki kebiasaan menggigit kabel listrik. Hal tersebut sangat berbahaya karena bisa memicu korsleting listrik dan berpotensi menyebabkan rumah kebakaran.

2. Merusak Perabotan

Selain menggigit kabel, tikus juga kerap menggerogoti kayu. Jika kamu memiliki banyak perabotan kayu di rumah maka sebaiknya waspada karena bisa jadi furnitur kesayanganmu rusak gara-gara digigit tikus.

3. Menyebarkan Kutu dan Tungau

Tikus termasuk hewan kotor dan jorok karena hidup di saluran air, kamar mandi, dan tempat sampah. Jika tikus masuk dan bersarang di dalam rumah dikhawatirkan dapat menyebarkan kutu dan tungau. Para penghuni bisa mengalami gatal-gatal karena terkena serangga tersebut.

4. Menyebarkan Penyakit

Salah satu dampak paling bahaya dari kehadiran tikus di rumah adalah dapat menyebarkan penyakit. Dikutip dari WebMD, tikus dapat menyebarkan penyakit seperti leptospirosis (infeksi bakteri), koriomeningitis limfositik, dan tifus. Manusia dapat terpapar penyakit tersebut lewat kotoran, air liur, dan air seni tikus.

5. Muncul Bau Tak Sedap

Muncul sarang tikus di rumah juga dapat menimbulkan aroma tak sedap ke seluruh ruangan. Bau tersebut bisa berasal dari kotoran dan air seni tikus. Apalagi jika ditemukan ada tikus yang mati di loteng atau sudut rumah, tentu aroma bangkainya sungguh sangat menyengat dan mengganggu penghuni rumah.

Cara Basmi Tikus di Rumah

Jika mengetahui ada tikus yang bersarang di rumah, sebaiknya segera dibasmi agar tikus tidak terus berkembang biak. Berikut cara basminya:

1. Pasang Perangkap Tikus

Cara yang pertama adalah dengan memasang perangkap tikus. Namun, kamu harus mencari tahu letak sarangnya di dalam rumah. Setelah itu, barulah pasang perangkap tikus yang efektif, seperti lem tikus. Agar terpancing, kamu bisa memasang umpan yang memiliki aroma menyengat.

2. Semprotkan Cairan Pembasmi Tikus

Kamu bisa menyemprotkan cairan pembasmi tikus ke sarang atau area yang kerap dilaluinya. Namun, hati-hati dalam menggunakan cairan tersebut karena dapat membahayakan kesehatan. Pastikan kamu menggunakan sarung tangan dan masker agar baunya tidak terhirup.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Pakar Bagikan 5 Tips Aman Pakai Stopkontak Extension di Rumah


Jakarta

Setiap rumah yang dialiri listrik tentu memiliki stopkontak. Namun, jumlah stopkontak pada setiap rumah tidak terlalu banyak sehingga membutuhkan stopkontak extension.

Alat yang satu ini dapat mengubah satu colokan menjadi beberapa, mulai dari 2-6 lubang colokan. Dengan begitu, seluruh barang elektronik bisa menyala tanpa perlu bergantian mencolok ke stopkontak.

Namun, kamu juga perlu hati-hati saat menggunakan stopkontak extension. Menurut pakar, salah menempatkan atau menggunakannya bisa memicu kerusakan pada barang elektronik. Bahkan bisa memicu korsleting listrik dan terjadi kebakaran.


Penasaran, bagaimana tips aman menggunakan stopkontak extension untuk kebutuhan sehari-hari di rumah? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Tips Menggunakan Stopkontak Extension di Rumah

Adanya stopkontak extension dapat membantu penghuni rumah agar bisa menyalakan barang elektronik. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan alat ini.

Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut sejumlah tips menggunakan stopkontak extension:

1. Perhatikan Watt Perangkat Elektronik

Pemilik dan kepala teknisi listrik Ryan Gregor mengatakan tidak semua benda elektronik bisa dicolok ke stopkontak extension. Untuk perangkat yang memiliki watt besar dianjurkan tidak dicolok ke stopkontak extension, seperti AC, microwave, atau kulkas.

“Jangan pernah mencolokkan peralatan rumah tangga berdaya tinggi seperti pemanas ruangan, AC, microwave, pemanggang roti, kulkas, atau perkakas listrik ke stopkontak extension,” kata Gregor.

Ia menyarankan agar barang elektronik tersebut langsung dicolok ke stopkontak utama daripada ke stopkontak extension. Sebab, benda tersebut memiliki arus listrik yang besar. Jika dicolok ke stopkontak extension bisa menyebabkan kelebihan beban.

Sedangkan untuk perangkat elektronik seperti charger HP, lampu, TV, kipas angin, komputer, dan konsol game dinilai aman jika dicolok ke stopkontak extension.

2. Pilih Stopkontak yang Berkualitas

Ada banyak stopkontak extension yang dijual di pasaran dari berbagai merek dengan harga berbeda. Gregor menyarankan agar membeli stopkontak extension yang berkualitas. Memang agak mahal dari segi harga, tapi keamanannya sudah terjamin.

“Belilah stopkontak extension berkualitas karena yang murah itu berbahaya. Stopkontak extension yang sudah berlisensi resmi dapat memberikan proteksi lonjakan arus sehingga lebih aman,” ujarnya.

3. Jangan Terlalu Banyak Mencolok Kabel

Meski dapat mencolok banyak kabel, tetapi jangan seluruh lubang pada stopkontak extension terus digunakan. Soalnya, mencolok banyak perangkat ke stopkontak extension bisa berisiko mengalami panas berlebih dan memicu kebakaran.

“Stopkontak extension bukanlah perangkat ajaib, ia hanya mendistribusikan daya dari satu sumber. Jika Anda mencolokkan terlalu banyak perangkat berdaya tinggi, hal ini berisiko mengalami panas berlebih, melelehkan stopkontak, atau bahkan memicu kebakaran,” jelas Gregor.

4. Simpan di Tempat Terbuka

Meletakkan stopkontak extension juga tidak bisa sembarangan. Benda ini bisa menghasilkan panas jika seluruh lubang colokan digunakan secara terus-menerus.

Untuk itu, jangan meletakkan stopkontak extension di area tertutup, di belakang furnitur, atau di belakang benda elektronik. Hindari juga meletakkan stopkontak extension di dekat sumber air karena berisiko terkena cipratan dan menyebabkan korsleting listrik.

5. Cek Kondisi Stopkontak Extension

Seiring penggunaan, stopkontak extension bisa mengalami kerusakan. Entah itu kabelnya sudah mulai terkelupas, muncul retakan, atau salah satu lubang colokan sudah tidak berfungsi.

Apabila stopkontak extension di rumah sudah tua dan mulai rusak, sebaiknya segera beli yang baru agar lebih aman. Cara ini guna melindungi perangkat elektronik yang terhubung ke stopkontak sekaligus mencegah terjadinya arus pendek listrik.

Oh ya, pastikan juga kamu mengecek perangkat elektronik yang akan dicolok ke stopkontak. Jika kabelnya sudah rusak maka sebaiknya jangan dicolok karena berisiko menyebabkan kebakaran.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com