Tag: kebakaran

  • Ada Long Weekend, Simak 7 Tips Ini Biar Rumah Aman Ditinggal Liburan


    Jakarta

    Libur panjang peringatan hari kemerdekaan Ri ke-80 tahun telah tiba. Libur tersebut berlangsung dari Sabtu hingga Senin yang bisa dimanfaatkan untuk pergi ke tempat wisata, berkumpul dengan keluarga besar, hingga menonton pertunjukkan spesial kemerdekaan.

    Apa pun kegiatan ketika hari libur nanti, pastikan ketika meninggalkan rumah dalam keamanan rumah. Sebab, penjahat atau pencuri bisa kapan saja melakukan aksinya. Rumah-rumah kosong merupakan target menarik bagi mereka.

    Dilansir Amateur Traveler, berikut adalah 7 hal yang harus dilakukan sebelum meninggalkan rumah.


    1. Rapikan Rumah Sebelum Mudik

    Waktu libur adalah saat yang tepat untuk membersihkan rumah. Bahkan jika liburan tidak ingin hanya di rumah, setiap sudut hunian harus tetap bersih dan rapi. Dengan merapikan rumah sebelum pergi mudik, penghuni rumah akan lebih rileks dan tenang.

    Sebelum pergi berlibur, buat daftar pekerjaan rumah yang harus dikerjakan, seperti mengganti seprai, menyedot debu karpet, menyortir bahan makanan yang basi, hingga membuang sampah. Selain itu, tuangkan larutan cuka dan air ke dalam waktafel dan juga sedikit klorin ke dalam toilet untuk menghindari penumpukan bakteri.

    2. Tunda Kiriman atau Paket

    Bagi rumah yang sering kehilangan paket, tunda dulu belanja online agar paket bisa diterima langsung untuk menghindari paket hilang diambil. Alternatif lainnya adalah kamu bisa meminta bantuan tetangga atau orang kepercayaan untuk mengecek paket yang datang atau menitip barang tersebut kepada mereka.

    3. Matikan Listrik

    Saat meninggalkan rumah, terutama yang lebih dari 2 jam sebaiknya perangkat elektronik yang tidak digunakan dimatikan. Hal ini untuk mengurangi pemakaian listrik dan mencegah kebakaran. Beberapa perangkat yang kabelnya perlu dicabut adalah televisi, kabel charger, kipas angin, penanak nasi, AC, lampu, pompa air,dan lain-lain.

    4. Matikan Air

    Selain listrik, sebaiknya pompa air dalam keadaan mati. Namun, pastikan tangki air masih ada persediaan air untuk mempermudah saat akan dipakai. Pastikal tidak ada kebocoran dari keran dan wastafel.

    5. Siapkan Wadah di Area yang Bocor

    Akhir-akhir ini hujan terjadi di beberapa wilayah dan intensitasnya cukup tinggi. Apabila rumah kalian ada kebocoran, sebelum meninggal rumah siapkan wadah sebagai tempat penampungan air. Kain juga dibutuhkan di dalam wadah tersebut agar air tidak menciprat keluar.

    6. Jadwalkan Lampu

    Saat meninggalkan rumah, buat tempat tinggalmu terasa hidup dan dihuni. Salah satunya dengan memastikan lampu tetap menyala. Namun, apabila lampu menyala selama 24 jam dengan kondisi pintu dan jendela tertutup itu juga bisa memberikan sinyal rumah sedang kosong.

    Lebih baik pakai lampu di halaman yang bisa otomatis mati saat sekelilingnya terang. Dengan begitu, rumah akan terlihat normal seperti tetangga yang lain. Ada pula lampu yang bisa dijadwalkan kapan harus menyala dan mati.

    7. Perketat Keamanan

    Terakhir dan juga paling penting adalah memperketat keamanan di rumah. Pintu, jendela, dan pagar harus dalam keadaan tertutup. Pasang juga CCTV di beberapa titik di rumah agar penghuni rumah bisa memantau walaupun sedang tidak ada di rumah.

    Jangan lupa juga untuk mengunci barang-barang berharga di brankas. Jika kamu memiliki garasi, parkirkan mobil di dalam dan kunci. Jika kamu parkir di bandara, buatlah reservasi terlebih dahulu. Kemudian, beri tahu tetangga atau orang kepercayaan bahwa rumah kosong dan berikan nomor telepon agar mereka dapat menghubungi jika perlu.

    Itulah 7 persiapan yang bisa dilakukan untuk mengamankan rumah ketika ditinggal liburan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Tikus Suka Gigit Kabel Listrik? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Kehadiran tikus di rumah memang menyebalkan. Bukan cuman kotor, hewan pengerat ini suka menggigit barang-barang, termasuk kabel listrik di sekitar rumah.

    Jangan anggap sepele hal ini karena kabel rusak berpotensi membahayakan penghuni rumah. Kabel yang terkelupas bisa menjadi penyebab korsleting listrik, kesetrum, hingga kebakaran.

    Selain itu, gigitan tikus membuat benda elektronik rusak sehingga pemilik perlu keluar uang dan tenaga buat memperbaikinya. Oleh karena itu, penghuni rumah mesti mencegah serangan tikus.


    Lantas, kenapa ya tikus gigit kabel listrik di rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab Tikus Gigit Kabel Listrik

    Dilansir dari Coastal Spray, tikus menggigit kabel karena insting, kebutuhan, hingga kesehatan gigi. Mereka perlu mengunyah barang agar gigi tidak tumbuh terlalu panjang. Dengan menggerogoti barang, termasuk kabel, tikus dapat mengikis gigi yang terus tumbuh.

    Kemudian, tikus juga menggerogoti kabel listrik untuk membuka jalan atau membuat sarang. Apalagi sejumlah kabel listrik berada di lokasi yang gelap dan terisolasi.

    Cara Cegah Tikus Gigit Kabel Listrik

    Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah tikus menggerogoti kabel di rumah.

    1. Tutup Akses Masuk Rumah

    Tikus tidak akan bisa masuk rumah kalau nggak ada akses masuk. Tutup celah, retak, atau lubang di sekitar rumah agar kabel listrik terlindungi.

    2. Jaga Kebersihan

    Hewan ini tertarik dengan bahan seperti karton dan kain. Singkirkan dan rapikan barang-barang yang berpotensi jadi sarang tikus.

    3. Tutupi Kabel

    Lindungi kabel listrik dari tikus dengan menutup kabel yang terbuka dengan konduit plastik atau baja. Penghalang ini membuat tikus sulit mengakses dan menggigit kabel.

    4. Gunakan Bahan Pengusir Tikus

    Ada berbagai produk pengusir tikus tersedia di pasaran, bahkan berbentuk semprotan. Gunakan bahan pengusir tikus itu dekat kabel listrik biar tikus tidak mendekat.

    5. Rutin Perawatan dan Inspeksi Kabel

    Sebaiknya pemilik rumah merawat dan memeriksa kabel-kabel di rumah secara rutin. Langkah ini penting untuk mengidentifikasi tanda-tanda serangan tikus. Penghuni bisa cepat menangani masalah sebelum semakin parah.

    Itulah penyebab dan cara cegah tikus gigit kabel listrik di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Cabut Charger Ponsel Nganggur dari Stopkontak? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Pengisi daya atau charger sudah menjadi perangkat sehari-hari karena orang-orang sering menggunakan ponsel. Namun, masih banyak orang punya kebiasaan tidak mencabut charger dari stopkontak setelah selesai digunakan.

    Lantas, apa boleh membiarkan charger ponsel tercolok terus menerus ke stopkontak? Begini kata ahlinya.

    Risiko Charger Terus Tercolok ke Stopkontak

    Dilansir dari Better Homes and Gardens, tidak mencabut charger sekali atau dua kali mungkin tidak akan menunjukkan dampak yang signifikan. Akan tetapi, kebiasaan tersebut bisa merugikan rumah, perangkat, charger, bahkan dompet pemiliknya.


    Boros Listrik

    Teknisi listrik berlisensi dan pendiri Grounded Electric, Barret Abramow, menyarankan untuk mencabut charger saat tidak digunakan. Meski charger tidak terhubung ke ponsel atau perangkat, ada sedikit daya yang tersedot selama terhubung ke stopkontak.

    “Mungkin tidak terlalu banyak, tetapi jika dikalikan dengan semua pengisi daya dan perangkat elektronik di rumah Anda, daya yang disedot akan terus bertambah seiring waktu,” ujar Abramow, dikutip dari Better Homes and Gardens, Rabu (20/8/2025).

    Mencabut charger nganggur dari stopkontak membantu menghemat tagihan listrik. Dengan begitu, pemilik tidak perlu bayar tagihan listrik berlebih.

    Perangkat Rusak

    Selain itu, membiarkan charger terus tercolok ke stopkontak berisiko menimbulkan kerusakan perangkat, korsleting listrik, dan kebakaran. Hal ini terutama kalau kabel berkualitas buruk atau rusak seiring waktu.

    “Saya pernah melihat stopkontak hangus atau korsleting akibat pengisi daya murah dari pihak ketiga yang terlalu panas. Bahkan pengisi daya berkualitas tinggi pun dapat terlalu panas dalam kondisi tertentu, jadi mencabutnya saat tidak digunakan adalah tindakan yang bijaksana,” katanya.

    Manfaat Cabut Charger Nganggur dari Stopkontak

    Sebenarnya, membiarkan charger tetap terpasang ke stopkontak hanya memiliki satu manfaat, yaitu penghuni rumah tidak perlu mencolokkannya lagi saat perlu menggunakannya. Namun, ada beberapa manfaat mencabut charger, lho.

    Dengan mencabut charger yang nganggur, penghuni telah menghemat energi, menghemat biaya, mencegah kebakaran, dan bahkan meningkatkan umur perangkat.

    “Anda memang menghemat energi-meskipun hanya sedikit per perangkat, itu kumulatif. Selain itu, mencabut kabel membantu memperpanjang umur pengisi daya Anda,” ucap Abramow.

    Ia menjelaskan bahwa paparan daya yang konstan, terutama di rumah dengan fluktuasi tegangan dapat merusak komponen internal charger secara perlahan. Kebiasaan sederhana seperti mencabut charger dari stopkontak membantu perangkat elektronik menjadi lebih awet.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Charger Harus Dicabut dari Stopkontak Usai Dipakai, Jika Tidak Ini Akibatnya


    Jakarta

    Masih ada orang yang punya kebiasaan meninggalkan charger atau pengisi daya ponsel tercolok ke stopkontak padahal sudah selesai dipakai. Tanpa disadari, sebenarnya kebiasaan buruk ini merugikan penghuni rumah.

    Jika sering dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, perangkat akan menimbulkan panas secara berlebih. Alhasil, berbagai masalah pun dapat muncul sampai membahayakan penghuni.

    Apa saja risiko meninggalkan charger ponsel nganggur menempel ke stopkontak? Simak penjelasannya berikut ini.


    Risiko Biarkan Charger Terus Tercolok ke Stopkontak

    Inilah beberapa masalah yang bisa muncul kalau membiarkan charger ponsel tercolok ke stopkontak meski tak digunakan, dikutip dari Voice7 News.

    1. Ledakan dan Kebakaran

    Membiarkan charger tercolok ke stopkontak untuk jangka waktu yang lama bisa menimbulkan panas berlebih. Hal ini dapat memicu percikan api sehingga berpotensi terjadi kebakaran atau ledakan di rumah.

    2. Tagihan Listrik Meningkat

    Meski tidak tersambung ke ponsel, charger yang masih menempel ke stopkontak masih menyerap listrik. Kondisi seperti itu bakal menambah tagihan listrik dan membuang-buang energi.

    3. Kerusakan Perangkat

    Pengisian daya yang terlalu lama menyebabkan adaptor menjadi terlalu panas. Panas berlebih dapat merusak charger dan baterai ponsel seiring waktu sehingga mengurangi masa pakai dan kinerjanya.

    Tips Aman Isi Daya Ponsel di Rumah

    Penghuni rumah harus bijak dalam menggunakan perangkat listrik untuk menghindari kejadian tak diinginkan. Berikut ini cara aman mengisi daya ponsel di rumah.

    • Segera cabut charger ponsel dari stopkontak saat daya terisi penuh.
    • Hindari mengisi daya ponsel semalaman untuk mencegah perangkat panas.
    • Gunakan charger berlisensi yang cocok dengan spesifikasi ponsel.
    • Isi daya ponsel di tempat berventilasi baik untuk mengurangi risiko panas berlebih.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Rumah Bisa Tersambar Petir, Ketahui Penyebab dan Cara Cegahnya



    Jakarta

    Saat hujan turun kita sering mendengar himbauan perangkat elektronik sebaiknya dimatikan karena takut tersambar petir. Apalagi saat hujan deras disertai dengan suara petir beberapa kali.

    Namun, sebelum benar-benar mempercayai himbauan tersebut, ketahui dahulu apa yang menyebabkan petir menyambar sebuah rumah.

    Penyebab Rumah Tersambar Petir

    Dilansir situs resmi Institut Teknologi Bandung, petir merupakan salah satu fenomena alam yang terjadi karena adanya lompatan elektron-elektron dari awan yang bermuatan negatif ke arah bumi yang bermuatan positif.


    Sambaran petir sangat mungkin terjadi karena Indonesia terletak di daerah khatulistiwa. Seperti yang kita tahu petir hanya muncul pada musim hujan, sebelum, ketika, dan setelah hujan turun. Objek yang mungkin paling rentan terkena sambaran petir adalah bangunan yang tinggi, termasuk gedung bertingkat, rumah bertingkat, tugu, tiang, atau infrastruktur yang cukup tinggi.

    Tips Mencegah Sambaran Petir buat Rumah Bertingkat

    Melansir situs Family Handy, berikut tips mencegah sambaran petir, terutama untuk rumah bertingkat.

    1. Pasang Penangkal Petir

    Sejak lama sudah ditemukan alat untuk menangkal petir. Mungkin kalian juga sudah pernah melihat. Bentuknya adalah batang logam yang ditancapkan di ujung atap. Tidak begitu tinggi sampai seperti tiang listrik, tetapi cukup panjang untuk terlihat dari bawah rumah.

    Batang logam tersebut tidak hanya menempel pada atap, melainkan dihubungkan ke kawat tembaga yang dipasang ke tanah. Penghubungnya dari batang logam lain yang terkubur di bawah tanah. Dengan begitu, tegangan dapat disalurkan dengan aman ke bumi. Selain itu, kamu juga bisa memasang penangkal petir internal pada panel listrik atau barang-barang elektronik.

    Pada rumah bertingkat, penangkal petir dipasang di ujung tertinggi bagian rumah. Selain itu, kamu juga bisa memasang penangkal petir internal pada panel listrik atau barang-barang elektronik.

    2. Pasang Perangkat Pelindung Lonjakan Listrik

    Perlindungan kedua adalah memakai alat pelindung listrik di rumah atau surge protector. Pelindung ini bisa melindungi listrik saat terjadi lonjakan tiba-tiba, listrik bocor, atau arus pendek listrik. Pelindung ini dapat mencari, memblokir, dan mengalihkan tegangan di rumah. Alat ini sudah banyak dijual secara online dan mudah dipakai.

    Petir adalah salah satu fenomena alam yang membawa muatan listrik yang besar. Ketika menyambar ke arah rumah, listrik di rumah berisiko juga terkena kejutan listrik. Lonjakan listrik ekstrem dapat menyebabkan listrik di rumah padam hingga korsleting. Parahnya jika korsleting tersebut disertai ledakan dapat menyebabkan kebakaran.

    3. Cabut Kabel Perangkat Elektronik

    Meskipun tidak semua benda akan disambar petir, tetapi untuk perlindungan sebaiknya mematikan perangkat elektronik saat hujan terlalu deras disertai petir besar.

    Itulah beberapa hal yang bisa kamu persiapkan untuk mengantisipasi hujan disertai petir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Muncul Percikan Api Saat Colok Kabel ke Stopkontak? Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    Pernahkah melihat ada percikan api ketika mencolok kabel ke stopkontak? Sebagian orang mungkin merasa kaget atau khawatir saat mengalami hal itu.

    Munculnya percikan api dianggap sebagai tanda masalah pada kabel. Kondisi seperti itu pun dikhawatirkan dapat memicu korsleting listrik.

    Namun, apakah percikan api yang timbul ketika mencolokkan kabel ke stopkontak hal yang wajar?


    Dilansir dari Angi, percikan api yang muncul ketika mencolokkan kabel ke stopkontak adalah hal normal dan mirip dengan listrik statis. Sebagian daya akan berpindah ke perangkat elektronik sewaktu kabelnya dicolok ke stopkontak. Percikan api kecil pun muncul saat terjadi perpindahan daya yang cepat akibat peralihan cepat arus listrik beralih.

    Di sisi lain, beberapa kasus percikan api bisa berbahaya. Jika percikan api berkepanjangan, muncul suara mendesis, dan mengeluarkan bau terbakar, sebaiknya segera cabut kabel dari stopkontak atau mematikan aliran listrik dari mini circuit breaker (MCB).

    Penyebab Ada Percikan Api Saat Mencolok Kabel

    Inilah beberapa hal yang bisa menimbulkan percikan api pada stopkontak.

    1. Stopkontak Aus

    Stopkontak yang sering digunakan dapat akan termakan usia. Jika stopkontak sudah aus, sambungannya menjadi kendur sehingga meningkatkan risiko arus pendek listrik.

    2. Pemasangan yang Tidak Tepat

    Percikan api bisa dipicu dari pemasangan kabel ke stopkontak yang kurang tepat. Contohnya, kabel charger terpasang ke stopkontak tetapi dalam keadaan terlilit atau berantakan.

    Lalu, kabel terkelupas juga bisa memicu api pada stopkontak. Hal itu menyebabkan busur listrik yang merusak kabel dan menimbulkan kebakaran.

    3. Kelebihan Beban

    Selain itu, kelebihan beban sirkuit menyebabkan arus listrik melebihi kemampuan sirkuit. Alhasil, kabel listrik terlalu panas dan merusak isolasi di sekitarnya. Kondisi itu bisa menimbulkan percikan api besar sampai memicu kerusakan pada perangkat elektronik, bahkan kebakaran.

    4. Korsleting Listrik

    Percikan api pada stopkontak juga bisa menjadi pertanda korsleting listrik. Beberapa penyebabnya adalah sambungan kabel longgar, kabel bocor, lembap, atau perangkat elektronik sudah usang.

    Arus listrik akan mulai bergerak cepat di luar jalur dan menyebabkan arus yang mengalir terlalu banyak di sirkuit. Stopkontak pun bisa rusak hingga memicu kebakaran.

    Itulah beberapa penyebab adanya percikan api saat mencolok kabel ke stopkontak.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! Ini Alasan Charger Ponsel Perlu Dicabut dari Stopkontak Usai Dipakai


    Jakarta

    Setelah selesai mengisi daya ponsel, pemilik terkadang lupa untuk mencabut charger atau pengisi daya dari stopkontak. Hal ini merupakan kebiasaan buruk yang dapat merugikan penghuni rumah lho.

    Jika tidak dicabut dari stopkontak, charger lama-lama akan menjadi panas. Berawal dari situ, masalah pun bisa timbul mulai dari perangkat rusak hingga terjadi kebakaran.

    Apa saja dampak dari meninggalkan charger ponsel terus menancap ke stopkontak? Berikut ini penjelasannya.


    Risiko Charger Tidak Dicabut dari Stopkontak

    Inilah beberapa dampak buruk meninggalkan charger yang tidak dicabut dari stopkontak, dikutip dari Voice7 News.

    1. Boros Listrik

    Charger akan terus menyedot daya listrik meski tidak tersambung ke ponsel. Hal ini adalah pemborosan energi sampai dapat meningkatkan tagihan listrik.

    2. Perangkat Rusak

    Pengisian daya yang terlalu lama membuat adaptor panas. Kalau ada panas berlebih, baik charger maupun baterai ponsel bisa rusak. Alhasil, masa pakai dan kinerja perangkat berkurang.

    3. Kebakaran

    Dalam kasus terburuk, membiarkan charger menempel ke stopkontak bisa menimbulkan percikan api sampai berpotensi terjadi ledakan atau kebakaran. Kondisi ini disebabkan oleh timbunan panas berlebih dari aliran listrik.

    Cara Aman Pakai Charger Ponsel di Rumah

    Supaya charger awet dan tidak terjadi kebakaran, berikut ini cara aman menggunakan charger ponsel di rumah.

    • Jangan mengisi daya ponsel semalaman.
    • Segera cabut charger dari stopkontak saat daya ponsel sudah penuh.
    • Gunakan charger berlisensi dan spesifikasinya cocok dengan ponsel.
    • Isi daya ponsel di tempat dengan ventilasi yang baik.

    Itulah informasi seputar pentingnya mencabut charger ponsel dari stopkontak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Bahaya! Jangan Colokkan Benda Elektronik Ini ke Stopkontak Ekstensi


    Jakarta

    Stopkontak ekstensi punya kabel panjang untuk menambah jangkauan ke sumber listrik. Kabel ini memudahkan penghuni mengalirkan listrik ke benda elektronik yang berjarak jauh dari stopkontak pada dinding.

    Namun, stopkontak ekstensi tidak cocok digunakan untuk benda elektronik yang membutuhkan banyak listrik. Menyalakan benda berdaya tinggi dengan kabel ekstensi berisiko menyebabkan kabel kelebihan beban, terlalu panas, bahkan berpotensi menyebabkan kebakaran.

    Lalu, benda elektronik apa saja yang tidak cocok dicolokkan ke stopkontak ekstensi? Simak penjelasannya berikut ini dilansir dari Tom’s Guide, Selasa (9/9/2025).


    Benda yang Tak Boleh Dicolokkan ke Stopkontak Ekstensi

    Inilah benda-benda berdaya tinggi yang sebaiknya tidak dicolokkan ke stopkontak ekstensi.

    1. Kulkas

    Perangkat besar seperti kulkas dan freezer membutuhkan aliran listrik yang stabil langsung dari stopkontak pada tembok. Kalau dicolokkan ke stopkontak ekstensi, bakal terjadi fluktuasi voltase yang bikin kulkas rusak.

    Jika terpaksa harus pakai stopkontak ekstensi, disarankan untuk memilih yang kabelnya tebal dan besar. Pastikan daya listriknya berada di atas daya kulkas.

    2. Oven Microwave

    Oven microwave juga menyedot daya yang cukup besar. Mencolokkan microwave ke stopkontak ekstensi bisa menyebabkan panas berlebih. Pasokan daya pun tidak stabil sehingga memengaruhi kinerja microwave.

    3. AC

    AC atau pendingin ruangan tidak disarankan untuk dicolokkan ke stopkontak ekstensi. Hal ini dapat menimbulkan panas berlebih dan berisiko kebakaran. Belum lagi arus listrik yang rendah membuat motor unit AC bekerja berlebihan dan rusak.

    4. Mesin Cuci

    Mesin cuci dan mesin pengering pakaian harus disambungkan langsung ke stopkontak tembok. Barang elektronik ini membutuhkan daya listrik yang tinggi sehingga tidak cocok menggunakan stopkontak ekstensi. Penggunaan kabel ekstensi bisa bikin komponen mesin lebih cepat rusak.

    Itulah penjelasan soal benda elektronik yang tidak boleh dicolokkan ke stopkontak ekstensi. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Ini Sederet Pemicu Ledakan di Rumah


    Jakarta

    Ancaman ledakan bisa terjadi di mana saja, bahkan di rumah sekalipun. Tentu kita tidak menginginkan ada kecelakaan seperti itu di rumah, tetapi sumbernya bisa sangat dekat, bahkan dari barang atau instalasi penting di rumah.

    Apabila terjadi ledakan bukan hanya keselamatan nyawa yang terancam, melainkan bisa terjadi kerugian finansial karena properti dan barang yang rusak.

    Untuk mewaspadai terjadinya ledakan, melihat catatan detikcom, berikut beberapa sumber yang bisa memicu ledakan di rumah.


    1. Septic Tank

    Banyak kejadian septic tank meledak dan menyebabkan kerusakan pada area sekitarnya. Dikutip dari Badan Standardisasi Nasional (BSN), penyebab septic tank meledak biasanya karena penumpukan gas metana di dalam. Gas metana ini dihasilkan dari proses penguraian limbah. Ketika tidak ada jalur pelepasan gas tersebut karena isinya sudah terlalu penuh, ledakan mungkin saja terjadi.

    Ciri-ciri septic tank penuh di antaranya air dari saluran pembuangan yang mengarah ke septic tank kembali ke permukaan bersamaan kotoran-kotoran lain. Kemudian, air jadi lebih sulit terbuang, terdengar bunyi gemericik di dalam pipa yang tidak biasa, hingga tercium bau tak sedap.

    Pemilik PT Argajasa Mandiri, penyedia jasa sedot septic tank Basuki mengatakan sebaiknya septic tank jenis biotank dikuras minimal 1 atau 2 tahun sekali agar tidak meluap.

    2. Kebocoran Gas

    Ledakan juga bisa berasal dari kebocoran pada gas yang digunakan di dapur. Sudah banyak kejadian seperti ini ditemukan. Hal ini dikarenakan gas yang digunakan tidak sesuai dengan standar keamanan dan kelayakan produksi.

    Penyebab lainnya dikarenakan cara pemasangan yang kurang tepat, seperti regulator tidak terpasang dengan benar. Ketika gas meledak, tidak pasti akan menyebabkan kebakaran. Namun, ledakan gas memang berpotensi besar terjadi kebakaran karena gas tersebut adalah sumber api.

    Cara untuk mencegah gas meledak adalah dengan selalu waspada terhadap bau-bau dari gas. Apabila mencium bau aneh dan melihat ada tanda kebocoran, segera cabut regulator. Bawa gas ke luar rumah atau area terbuka yang jauh dari rumah warga. Dengan begitu, gas yang keluar dari tabung akan bercampur dengan udara sekitar akan mengubahnya jadi netral dan aman.

    Kalau pada awal ketahuannya dengan melihat api dari tabung gas, berarti tabung tidak akan meledak. Cara penanganannya adalah dengan menutup titik api menggunakan karung, seprai, handuk, atau kain yang sudah dibasahi dengan air. Kemudian, lepaskan regulator dan pindahkan tabung ke luar.

    3. Pipa Gas

    Sebelumnya ada pemberitaan gedung dua lantai di kota New York Amerika Serikat hancur akibat pipa gas di sana meledak pada 2023.

    4. Kesalahan Manusia

    Penyebab lainnya rumah bisa meledak karena kelalaian manusia. Sebagai contoh meletakkan benda mudah meledak dan terbakar seperti petasan di dalam rumah, menyimpan cairan kimia yang mudah meledak, atau amunisi.

    Itulah beberapa penyebab sumber ledakan yang bisa terjadi di rumah. Semoga ke depannya kita bisa lebih berhati-hati.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Ketahui 5 Tanda Ular Bersarang di Rumah


    Jakarta

    Ular merupakan salah satu hewan yang berbahaya karena dapat menggigit dan mengeluarkan bisa. Bahkan, sudah banyak korban yang meninggal dunia akibat diserang reptil tersebut.

    Meski hidup di alam liar, tapi terkadang ular juga bisa masuk ke rumah penduduk. Sudah banyak kejadian seekor ular ditemukan bersembunyi di plafon, kamar mandi, hingga atap rumah.

    Maka dari itu, bukan tidak mungkin rumah kamu menjadi tempat yang nyaman bagi ular untuk bersarang dan berkembang biak. Jika dibiarkan, hal itu sangat berbahaya karena berisiko menyerang penghuni rumah.


    Sebagai pemilik rumah, penting untuk mengetahui tanda-tanda ada sarang ular di rumah. Seperti apa ciri-cirinya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Ciri-ciri Ada Sarang Ular di Rumah

    Dilansir situs Revoke Snake Repellent dan Accurate Pest Control, berikut tanda-tanda ada sarang ular di rumah:

    1. Ada Jejak Ular

    Ular merupakan reptil yang bergerak menggunakan kontraksi otot tubuh. Walau tidak memiliki kaki, tapi ular dapat meninggalkan jejak di tanah atau lantai yang berdebu.

    Jejak ular umumnya berbentuk pola ‘S’ tapi juga bisa berbeda tergantung dari gerakan ular. Ada juga pola jejak ular yang berbentuk seperti coretan menyamping.

    Jika kamu curiga ada aktivitas ular di dalam rumah, coba taburkan tepung ke area yang diyakini bakal dilalui ular. Kalau muncul jejak ular, segera panggil petugas pemadam kebakaran (Damkar) agar hewan tersebut dapat ditangkap.

    2. Muncul Suara Desis

    Ular dapat mengeluarkan suara desis yang khas. Apabila suara desis terdengar dari dalam ruangan yang gelap atau sempit, maka bisa menandakan ada sarang ular di rumah.

    Sebagai informasi, ular adalah hewan yang senang tinggal di tempat kecil, gelap, dan lembap. Kondisi tersebut sangat cocok bagi ular untuk membuat sarang dan berkembang biak.

    Dalam banyak kasus, sarang ular bisa berada di ruang bawah tanah, loteng, atau bahkan kamar mandi. Jika terdengar suara desis ular, segera hubungi petugas Damkar untuk menangkap reptil tersebut.

    3. Ada Sisa Kulit Ular yang Mengelupas

    Ular termasuk hewan yang dapat berganti kulit lewat proses yang disebut ecdysis. Jika kamu melihat ada sisa kulit ular di sekitar rumah atau halaman, maka jadi pertanda nyata kalau ada sarang ular di kediaman kamu.

    4. Ada Kotoran Ular

    Tanda-tanda berikutnya adalah muncul kotoran ular yang tersebar di beberapa sudut rumah. Kotoran ular umumnya punya wujud seperti kotoran burung, yaitu cairan berwarna kuning dan putih serta mengandung urea.

    Sebagai pengingat, jangan menyentuh kotoran ular dengan tangan kosong. Untuk membersihkannya, gunakan sarung tangan tebal sebagai bentuk pencegahan agar tidak tertular penyakit.

    5. Muncul Bau yang Menyengat

    Jika kamu mencium bau tidak sedap dan menyengat hidung, bisa jadi itu merupakan kotoran ular. Jika kamu mencium bau tersebut dari tempat gelap, lembap, dan sempit, maka sebaiknya segera diperiksa untuk memastikan apakah ada sarang ular atau tidak.

    Pastikan kamu hati-hati saat mengecek area yang gelap dan lembap. Gunakan senter yang terang untuk melihat area di sekitar dan pakai masker untuk menghalau bau tidak sedap.

    Demikian lima tanda-tanda jika ada sarang ular di dalam rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com