Tag: kebakaran

  • Sakelar Lampu Terasa Panas dan Menyetrum? Bisa Jadi Ini 3 Penyebabnya!


    Jakarta

    Pada setiap instalasi lampu di rumah, pasti ada saklar untuk menyalakan dan mematikan lampu. Normalnya, saklar lampu aman dipegang karena memakai bahan yang tahan dari aliran listrik. Namun, pernahkah kamu merasa saklar di rumah terasa panas atau hangat? Kira-kira hal tersebut normal atau bahaya?

    Dilansir The Spruce, sakelar lampu yang terasa hangat adalah fenomena yang wajar karena panas yang terasa merupakan proses pembuangan panas dari aliran listrik.

    Maka dari itu, agar lebih aman digunakan bahan saklar biasanya memakai bahan dari plastik karena tahan terhadap aliran listrik, tahan rayap, dan tidak korosi. Plastik juga tahan lama dan mudah dibentuk untuk menyesuaikan desain interior di rumah.


    Sakelar lampu yang tidak bisa membuang panas dalam jangka waktu lama justru lebih berbahaya. Panas tersebut dapat merusak insulasi atau pengaman kabel. Kemudian, menimbulkan retakan dan jika sudah parah dapat memicu kebocoran pada aliran listrik. Hal ini menjadi salah satu penyebab terjadinya korsleting, gangguan busur listrik, hingga kebakaran.

    Hal yang harus kamu waspadai adalah apabila saklar yang panas tersebut juga disertai dengan kejutan atau aliran listrik yang terasa saat dipegang. Jika sudah seperti ini, kamu perlu berhati-hati dan memperbaiki saklar tersebut. Namun sebelum itu, ketahui dahulu beberapa penyebab saklar listrik panas hingga disertai kejut dari listrik.

    1. Besar Daya Listrik yang Tidak Sesuai dengan Kabel

    Saat memasang instalasi listrik, jenis kabel harus disesuaikan dengan besar daya yang digunakan. Perbedaan jenis kabel dan muatan justru dapat menimbulkan panas yang terasa hingga ke saklar. Semakin banyak panas yang ditimbulkan, bisa terjadi kebocoran yang dapat memicu korsleting listrik.

    2. Sambungan Kabel Longgar

    Penyebab kedua bisa karena sambungan kabel yang longgar. Untuk mengetahui hal ini dan cara perbaikannya, sebaiknya kamu memanggil tenaga ahli agar lebih aman.

    3. Pemasangan Instalasi Listrik yang Tidak Sesuai

    Pemasangan kabel yang tidak sesuai dapat menghambat arus listrik. Aliran listrik yang tidak benar membuat panas yang dihasilkan mengarah ke sakelar lampu. Cara memperbaikinya kamu perlu meminta bantuan ahli dan listrik di rumah perlu dimatikan sementara.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lakukan 4 Hal Ini Setelah Rumah Terendam Banjir, biar Nggak Menyesal!


    Jakarta

    Masuk musim hujan, beberapa wilayah yang rawan banjir harus bersiaga. Beberapa rumah pasti terendam banjir saat curah hujan meningkat.

    Rumah yang sering terkena banjir pasti berisiko mengalami kerusakan. Mulai dari munculnya noda air di dinding, perabotan yang berjamur, hingga lumpur berserakan di lantai.

    Agar rumah tetap terawat meski sering terendam banjir, dilansir Flood Info, berikut beberapa hal yang kamu lakukan pada rumah setelah banjir surut.


    1. Periksa Kabel Listrik di Rumah

    Saat kamu membersihkan rumah, hal paling penting adalah listrik harus menyala. Namun, hati-hati saat menyalakan listrik di rumah, terutama pada sistem kabel yang terendam air. Sebaiknya panggil tenaga profesional untuk mengecek.

    2. Periksa Gas

    Selain listrik, gas juga harus diperiksa karena benda satu ini jika mengalami kebocoran dapat berbahaya. Ada baiknya, saat melihat tanda genangan, gas di rumah bisa diamankan dahulu.

    Apabila mencium bau menyengat dari gas, keluarkan ke tempat terbuka. Bisa jadi gas terlalu lama berada di tempat tertutup yang minim ventilasi. Apabila kamu tidak berani menyentuh gas, kamu bisa meminta bantuan pemadam kebakaran atau orang yang mengerti soal tabung gas.

    3. Selalu Gunakan Sarung Tangan dan Alas Kaki Tertutup

    Air yang menggenang atau bekas genangan biasanya bisa menjadi sumber penyakit. Sebab, kebanyakan air tersebut berasal dari selokan atau tempat pembuangan di dekat rumah. Tentu, airnya tidak bersih dan bisa saja sudah terkontaminasi dengan mikroorganisme.
    Sebaiknya gunakan sarung tangan lateks dan alas kaki yang tertutup. Jika masih ada genangan, pakai alas kaki seperti boots setinggi mata kaki.

    4. Cek Retakan pada Fondasi Rumah

    Saat memasuki rumah, kamu perlu mengecek kondisi dinding hingga ke bagian langit-langitnya. Biasanya cat yang kurang baik saat terkena air terlalu lama dapat retak atau muncul tonjolan. Lalu, bisa pula muncul noda bekas air, jamur, dan retakan.

    Tips Perbaikan Rumah yang Terkena Banjir

    Jika kamu memiliki asuransi banjir, foto kondisi rumah untuk bukti klaim asuransi. Namun, apabila kamu tidak memiliki asuransi, maka semua perbaikan harus ditanggung sendiri, tetapi kamu bisa meminta bantuan ahli agar perbaikannya maksimal.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada Korsleting listrik yang Jadi Biang Kerok Kebakaran Gedung ATR/BPN



    Jakarta

    Gedung Kementerian ATR/BPN di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengalami kebakaran yang berasal dari ruang humas pada Sabtu (8/2) pukul 23.09 WIB. Penyebab kebakaran tersebut diduga akibat korsleting listrik.

    Dilansir dari detikNews, Plt Kepala Dinas Gulkarmat Jakarta Satriadi Gunawan menjelaskan kebakaran itu disebut terjadi karena korsleting listrik perangkat air conditioner atau AC.

    “Dugaan penyebab diduga korsleting perangkat AC,” kata Satriadi kepada wartawan, Minggu (9/2/2025).


    Operasi pemadaman kebakaran dimulai pukul 23.18 WIB. Api berhasil dilokalisir sekitar pukul 23.45 WIB. Petugas kemudian melakukan pendinginan pukul 23.45 WIB. Operasi pemadaman kebakaran gedung Kementerian ATR/BPN dinyatakan selesai pada pukul 00.35 WIB.

    Sementara itu, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid telah menerima informasi awal terkait penyebab kebakaran di gedung Kementerian ATR/BPN. Dia mengatakan kebakaran diduga berawal dari komputer pegawai yang tidak dimatikan.

    “Jadi tadi ini kebetulan tadi itu kayaknya ya, itu ada petugas itu, pegawai, komputernya itu nggak dimatikan. Lalu kejadian (kebakaran) ketahuan sama sekuriti,” kata Nusron.

    Tak jarang kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. Kebakaran seperti ini bisa terjadi di rumah, gedung perkantoran, hingga pusat perbelanjaan.

    Dilansir dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Banda Aceh, kebanyakan korsleting listrik disebabkan oleh kelalaian manusia. Misalkan pemasangan kabel listrik yang tidak sesuai atau tidak merawat kabel listrik di rumah.

    Lantas, bagaimana cara mencegah terjadinya korsleting listrik untuk menghindari kebakaran?

    Cara Mencegah Korsleting Listrik

    1. Selalu Cabut Kabel Listrik Setelah Digunakan

    Kebanyakan orang setelah menggunakan perangkat elektronik, tidak langsung mencabut kabel pada stop kontak. Padahal itu berisiko penghuni rumah tersetrum dan korsleting listrik.

    2. Pilih Kualitas Peralatan Listrik yang Bermutu

    Pastikan peralatan listrik di rumah adalah produk baru dan berkualitas. Lebih baik membeli peralatan listrik dengan harga mahal, daripada rumah yang justru hangus terbakar. Cari peralatan listrik yang berkualitas, berlambang SNI atau LMK.

    3. Hindari Memakai Tusuk Kontak yang Terlalu Longgar

    Tusuk kontak adalah area kepala dan kaki dari kabel. Biasanya tusuk kontak adalah bagian yang dimasukkan ke dalam stop kontak. Tusuk kontak yang terlalu longgar, jika terpegang tangan bisa menyetrum dan tidak sedikit yang menimbulkan percikan.

    4. Jangan Memencet atau Memainkan MCB

    Mengotak-atik atau menyambung langsung (bypass) peralatan pengaman, baik sekring maupun Mini Circuit Breaker (MCB) dapat menyebabkan korsleting listrik.

    5. Minta Bantuan Ahli Saat Pemasangan Instalasi Listrik di Rumah

    Untuk pemasangan baru atau menambah instalasi listrik di rumah atau bangunan, serahkan pada ahli.

    6. Periksa Instalasi Listrik Secara Berkala

    Pemeriksaan dapat dilakukan kurang lebih setelah 10 tahun dan selanjutnya 5 tahun.

    7. Lakukan Perawatan Rutin

    Dilansir dari Sinar Mas Land, jadwalkan pemeriksaan rutin instalasi listrik oleh teknisi listrik profesional. Mereka akan memeriksa kabel, sambungan, dan komponen lainnya untuk memastikan semuanya dalam kondisi baik.

    8. Hindari Beban Berlebih

    Jangan mencolokkan terlalu banyak perangkat ke satu stopkontak atau sirkuit. Gunakan kabel ekstensi dengan hati-hati dan pastikan kabel tersebut memiliki kapasitas yang cukup.

    9. Lindungi Kabel dan Perangkat Listrik dari Air

    Jauhkan kabel dan perangkat listrik dari sumber air atau kelembapan. Pastikan stopkontak dan saklar di area basah (seperti kamar mandi atau dapur) memiliki penutup pelindung.

    10. Pasang Alat Pelindung

    Pertimbangkan untuk memasang alat pelindung seperti MCB (Miniature Circuit Breaker) dan ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker). MCB melindungi dari kelebihan beban, sedangkan ELCB melindungi dari kebocoran arus yang bisa menyebabkan sengatan listrik.

    11. Sedia APAR

    Dilansir dari situs Pemerintah Kota Depok, sebaiknya di setiap rumah atau tempat usaha menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk penanganan pertama jika terjadi kebakaran. Tabung Apar 5 kg untuk skala rumah tangga dan tempat usaha 6 kg.

    Itulah beberapa cara mencegah terjadinya korsleting listrik. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bahaya Pilih Kabel Listrik Rumah Sembarangan, Bisa Picu Kebakaran!


    Jakarta

    Sistem listrik di rumah tidak sesederhana kelihatannya. Semuanya harus dipasang dengan tepat bahkan pemilihan kabelnya pun tidak sembarangan.

    Kabel listrik yang fungsinya sebagai penghantar listrik harus aman saat digunakan. Kualitas yang rendah justru hanya membahayakan penghuni dan rumah itu sendiri. Jangan sampai kamu tergiur dengan harga kabel listrik murah padahal kualitasnya tidak sesuai standar. Apabila sudah terjadi kebakaran, kerugian yang harus ditanggung akan jauh lebih besar.

    Saat membeli kabel listrik lebih baik lakukan riset merek-merek yang berkualitas dan bertanya dengan ahli. Setelah itu, pemasangannya pun harus dengan ahlinya. Apabila hal seperti ini dianggap sepele, akan ada beberapa risiko yang mungkin akan terjadi. Dilansir dari Family Handyman, berikut ini informasinya.


    1. Kebakaran

    Kemungkinan terbesar saat kamu salah menggunakan jenis kabel listrik adalah kebakaran. Pemicunya berasal dari overheating atau arus listrik yang berlebih, kemudian menimbulkan panas. Efeknya apabila arus tersebut bocor adalah dinding isolasi pada kabel akan terbakar dan apinya dapat memantik kebakaran apalagi jika mengenai benda yang mudah terbakar. Overheating ini bisa ditemukan menggunakan alat khusus yang pastinya tidak terjadi kontak langsung.

    2. Korsleting Listrik

    Masih dengan konsep yang sama, saat kabel listrik tidak dapat menahan alur listrik, korsleting listrik mungkin saja terjadi. Aliran listrik yang tidak sesuai atau arus pendek mengalir di dalam rangkaian. Korsleting tidak hanya dapat merusak perangkat elektronik, tetapi juga berpotensi memicu kebakaran.

    3. Kerusakan Perangkat Elektronik

    Memilih kabel dengan spesifikasi yang salah, terutama yang tidak sesuai dengan kebutuhan arus listrik, bisa menyebabkan kerusakan perangkat elektronik. Ini disebabkan oleh arus listrik yang tidak stabil, yang membuat perangkat cepat rusak atau bahkan terbakar.

    Kamu bisa menggunakan kabel dengan ukuran yang tepat sesuai daya yang dibutuhkan oleh perangkat. Misalnya, untuk perangkat besar seperti AC dan kulkas, gunakan kabel dengan diameter yang lebih besar.

    4. Kejutan Listrik (Sengatan Listrik)

    Kejutan listrik dipicu terjadi karena kabel yang dipilih tidak memiliki isolasi yang baik atau rusak. Kondisi arus listrik yang bocor ini dapat memicu korsleting dan kebakaran.

    Untuk menghindari hal seperti ini sebaiknya pilih kabel dengan isolasi yang tebal dan berkualitas baik. Hindari penggunaan kabel yang murah dengan merek yang tidak jelas. Sebab, biasanya kabel tersebut tidak memiliki kualitas isolasi yang bagus.

    5. Biaya Perbaikan yang Tinggi

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, salah memilih kabel listrik risikonya adalah biaya kerugiannya akan jauh lebih besar. Sistem pemasangan listrik pun tidak sederhana sehingga apabila masalahnya berada di kabel yang ditanam, perbaikannya akan jauh lebih sulit. Lebih baik membeli kabel listrik yang mahal dan berkualitas untuk investasi jangka panjang.

    Itulah beberapa bahaya yang kemungkinan bisa terjadi apabila memilih kabel listrik sembarangan di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Lupa Matikan Kompor Bisa Jadi Pemicu Kebakaran, Ini Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Pemilik rumah harus berhati-hati akan kemungkinan terjadi kebakaran di rumah. Kebakaran bisa dipicu oleh kelalaian manusia maupun masalah teknis. Untuk itu, kita penting sekali waspada akan potensi tersebut.

    Seperti peristiwa kebakaran yang terjadi di Desa Kalirejo RT 02, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro. Dilansir dari detikJatim, sebuah rumah milik warga bernama Winarno (40) yang digunakan sebagai tempat usaha air isi ulang dan warung hangus dilalap api.

    Lebih dari itu, material rumah yang terbuat dari kayu tanah, sehingga api cepat menyebar. Dua unit mobil pemadam dengan tujuh personel pun dikerahkan buat menjinakan api. Namun, api tetap membakar hampir 100 persen bangunan berukuran 10×20 meter itu.


    “Kebakaran diperkirakan terjadi pukul 08.30 WIB, namun pihak damkar menerima informasi sekitar pukul 09.00 WIB. Langsung berangkat melakukan pemadaman,” jelas petugas Damkar Siswoyo, Sabtu (22/2/2025)

    Di sisi lain, Polsek Ngraho masih mencari tahu penyebab kebakaran. Dari informasi banyak pihak, api diduga berasal dari kompor di dapur yang lupa dimatikan usai memasak.

    “Total kerugian sekitar Rp150 juta, meliputi rumah kayu berukuran 10×20 meter beserta aset peralatan pengisian air isi ulang galon. Beruntung rumah induk ukuran 10×20 meter terselamatkan. Dugaan sementara karena kompor tidak dimatikan, namun masih dalam penyelidikan,” ucap Kapolsek Ngraho.

    Berkaca dari kejadian tersebut, perlu kita perlu mengambil langkah pencegahan agar tidak terjadi kebakaran. Berikut ini cara mencegah kebakaran rumah seperti, dilansir dari detikSumut.

    Cara Cegah Kebakaran di Rumah

    Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadi kebakaran rumah.

    1. Bijak Pakai Alat Elektronik

    Di dalam rumah tentunya banyak alat-alat elektronik yang digunakan, seperti lampu, televisi, mesin cuci, dan lain sebagainya. Kita harus bijak dalam menggunakan alat-alat tersebut. Usahakan untuk menggunakan sewajarnya dan tidak melebihi beban kapasitas meter listrik di rumah.

    Jangan lupa juga untuk mencabut dan mematikan alat-alat elektronik di rumah ketika hendak bepergian jauh. Matikan juga lampu dan alat elektronik lainnya ketika tidak digunakan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Selain itu, kita juga bisa menghemat listrik dengan bijak dalam menggunakan alat elektronik.

    2. Awasi Penggunaan Kompor

    Kebakaran yang diakibatkan oleh ledakan gas cukup banyak terjadi. Oleh karena itu, penting untuk selalu melepaskan selang gas apabila berencana berpergian dalam waktu lama. Hal ini dilakukan sebagai pencegahan kebakaran karena gas adalah salah satu bahan yang bisa memicu api. Selain itu, pastikan tidak ada kebocoran pada gas saat menggunakan kompor gas.

    3. Matikan Kompor Saat Tidak Digunakan

    Jangan lupa untuk selalu mematikan segala peralatan memasak yang ada di dapur seperti kompor, oven, microwave, dan lainnya ketika sudah tidak digunakan atau hendak tidur.

    4. Jauhkan Benda yang Mudah Terbakar dari Sumber Api

    Beberapa benda di rumah merupakan benda yang mudah terbakar. Contohnya adalah bahan bahan yang terbuat dari kain seperti seprai, pakaian, karpet, dan juga benda-benda dari kertas.

    Sebagai langkah pencegahan kebakaran, kamu harus menjauhkan barang-barang yang mudah terbakar tersebut dari sumber api. Jarak amannya setidaknya adalah 1 meter.

    5. Rutin Cek Kondisi Kabel Listrik

    Salah satu penyebab kebakaran yang paling sering terjadi adalah diakibatkan oleh korsleting listrik.

    Maka dari itu, kamu harus secara rutin mengecek kondisi kabel listrik di rumah. Jika ada yang rusak kamu harus segera memperbaikinya ataupun menggantinya.

    6. Jangan Bakar Sampah di Pekarangan

    Ketika kamu membakar sampah di pekarangan atau halaman rumah, hal tersebut berpotensi untuk mengakibatkan kebakaran. Hal ini dikarenakan saat membakar sampah, api bisa merambat ke bagian-bagian yang lain melalui udara.

    Untuk itu, ada baiknya sampah-sampah seperti daun bisa dijadikan kompos saja. Sementara sampah yang lain dapat dibuang.

    7. Sediakan Alat Pemadam Kebakaran

    Pastinya langkah mencegah kebakaran adalah menyiapkan alat pemadam kebakaran di rumah. Membeli alat pemadam api di rumah adalah salah satu langkah cerdas untuk menghindari api menyebar lebih luas. Kamu bisa menaruhnya di tempat-tempat yang dekat dengan sumber api, seperti dapur.

    Itulah tips mencegah kebakaran di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Hal yang Harus Dilakukan Usai Rumah Terendam Banjir



    Jakarta

    Hingga hari ini curah hujan masih terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan di daerah Puncak Bogor baru saja terjadi banjir bandang dan Jakarta ikut terkena imbasnya dari banjir kiriman,

    Nah bagi detikers yang rumahnya mengalami kebanjiran dan berpotensi kebanjiran sebaiknya waspada. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan jika rumah habis terkena banjir dilansir dari Flood Info.

    1. Periksa Kabel Listrik di Rumah

    Saat kamu membersihkan rumah, hal paling penting adalah listrik harus menyala. Namun, hati-hati saat menyalakan listrik di rumah, terutama pada sistem kabel yang terendam air. Sebaiknya panggil tenaga profesional untuk mengecek.


    2. Periksa Gas

    Selain listrik, gas juga harus diperiksa karena benda satu ini jika mengalami kebocoran dapat berbahaya. Ada baiknya, saat melihat tanda genangan, gas di rumah bisa diamankan dahulu.

    Apabila mencium bau menyengat dari gas, keluarkan ke tempat terbuka. Bisa jadi gas terlalu lama berada di tempat tertutup yang minim ventilasi. Apabila kamu tidak berani menyentuh gas, kamu bisa meminta bantuan pemadam kebakaran atau orang yang mengerti soal tabung gas.

    3. Selalu Gunakan Sarung Tangan dan Alas Kaki Tertutup

    Air yang menggenang atau bekas genangan biasanya bisa menjadi sumber penyakit. Sebab, kebanyakan air tersebut berasal dari selokan atau tempat pembuangan di dekat rumah. Tentu, airnya tidak bersih dan bisa saja sudah terkontaminasi dengan mikroorganisme.
    Sebaiknya gunakan sarung tangan lateks dan alas kaki yang tertutup. Jika masih ada genangan, pakai alas kaki seperti boots setinggi mata kaki.

    4. Cek Retakan pada Fondasi Rumah

    Saat memasuki rumah, kamu perlu mengecek kondisi dinding hingga ke bagian langit-langitnya. Biasanya cat yang kurang baik saat terkena air terlalu lama dapat retak atau muncul tonjolan. Lalu, bisa pula muncul noda bekas air, jamur, dan retakan.

    Tips Perbaikan Rumah yang Terkena Banjir

    Jika kamu memiliki asuransi banjir, foto kondisi rumah untuk bukti klaim asuransi. Namun, apabila kamu tidak memiliki asuransi, maka semua perbaikan harus ditanggung sendiri, tetapi kamu bisa meminta bantuan ahli agar perbaikannya maksimal.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Bikin Kabel di Rumah Nggak Kusut dan Berantakan



    Jakarta

    Tanpa disadari, banyaknya kabel di rumah membuat kita sering pusing dan bingung bagaimana cara merapikannya. Kabel yang berantakan tak hanya membuat isi rumah nampak tidak rapi, tetapi juga dapat menimbulkan bahaya bila terjadi korsleting.

    Bila hal itu terjadi, bukan tak mungkin bahaya lain mengintai seperti tersetrum atau yang terparah adalah kebakaran. Tentu kita tak ingin hal itu terjadi.

    Untuk itu, melansir dari Pcmag, Selasa (04/03/2025), berikut 5 tips mengatasi kabel berantakan di rumah:


    Gunakan Pengait untuk Menahan Kabel

    Cara pertama adalah menahan kabel di dinding menggunakan beberapa alat misalnya pengait dinding berbahan plastik berbentuk C yang dapat dipasang dengan menancapkan paku agar kabel itu tertahan dan menempel rata dengan dinding.

    Selain itu, kita juga bisa menggunakan penutup kabel berbentuk pipa atau tabung juga memakai klip kabel yang ditempel tanpa memerlukan paku.

    Ikat Pakai Kabel Zip (Ties)

    Kabel-kabel yang terurai panjang seperti di rak televisi dapat digabung dan diikat agar tidak berantakan menggunakan kabel zip atau ties. Sebelum diikat, gulung atau lingkari kabel satu atau dua kali kemudian pastikan kabel tersebut tidak tertekuk.

    Memakai Selotip

    Cara sederhana yang bisa digunakan dalam situasi darurat adalah menggunakan selotip untuk menahan kabel. Selotip dapat ditempelkan pada kabel di belakang atau bawah meja maupun di dinding. Namun, selotip digunakan hanya untuk situasi darurat karena sifatnya tidak tahan lama tergantung pada jenis dan kelembapan permukaan.

    Siapkan Terminal Stop Kontak

    Cara lain untuk membuat kabel di rumah tertata rapi adalah menggunakan terminal stop kontak. Tentunya alat ini dilengkapi dengan sakelar pemutus sehingga ketika dalam keadaan bahaya, semua alat elektronik bisa dimatikan dengan satu alat ini.

    Berikan Label pada Kabel

    Kabel yang panjang dan jumlahnya banyak rentan tertukar, oleh karena itu Anda bisa memberikan nama pada kabel menggunakan label. Cukup dengan menulis nama kabel pada dua sisi kertas atau label lalu bungkus dengan plastik agar tahan lama.

    Demikian tips yang dapat Anda lakukan untuk membuat kabel rumah Anda tetap rapi.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Ampuh Cegah Kerusakan Barang Elektronik Saat Banjir



    Jakarta

    Banjir bisa datang kapan saja, terutama saat musim hujan. Salah satu dampak yang paling sering dialami saat banjir adalah kerusakan barang-barang elektronik yang rentan terkena air. Jangan sampai alat elektronik jadi korban saat banjir!

    Berikut ini ada beberapa tips dan trik yang bisa kamu lakukan untuk mengamankan barang-barang elektronik tetap aman saat terjadinya musim banjir.

    1. Letakkan Barang Elektronik di Tempat yang Lebih Tinggi

    Saat banjir mulai melanda, pastikan untuk segera mengangkat barang-barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi, seperti di atas meja, rak, atau lemari. Pastikan dan jauhkan perangkat elektronik seperti TV, kulkas, mesin cuci, atau komputer dari lantai yang bisa tergenang air.


    2. Gunakan Plastik atau Kantong Kedap Air

    Barang-barang elektronik yang lebih kecil, seperti telepon genggam, laptop, atau kamera, sebaiknya dibungkus rapat dengan plastik kedap air atau kantong tahan air. Kalau mau lebih maksimal, kamu juga bisa menggunakan kantong vacuum sealer, untuk memberikan perlindungan lebih maksimal.

    3. Cabut Semua Kabel dan Colokan Listrik

    Jangan lupa untuk cabut semua kabel dan colokan listrik dari barang elektronik. Selain mencegah kerusakan, ini juga penting untuk menghindari bahaya korsleting atau kebakaran yang bisa terjadi jika air mengenai sumber listrik.

    4. Rencanakan Evakuasi Barang Elektronik

    Kalau banjir diprediksi semakin parah, pastikan kamu sudah menyiapkan rencana untuk mengevakuasi barang-barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi dan aman, seperti lantai dua atau bahkan atap rumah. Lebih baik siap-siap sebelum air mulai naik!

    Jangan tunggu sampai barang-barang elektronikmu rusak, guys! Siapkan langkah-langkah di atas sekarang juga agar alat-alat elektronik tetap aman dan nggak ikut terendam banjir. Yuk, mulai antisipasi dari sekarang.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Bikin Bangunan Rumah Lebih Tahan Banjir


    Jakarta

    Rumah yang diterjang banjir bisa menimbulkan banyak kerugian bagi pemiliknya. Sebab, rumah yang terendam banjir bisa merusak harta benda maupun struktur bangunan rumah.

    Kamu perlu lebih waspada kalau tinggal di kawasan yang rawan banjir. Bahkan, kawasan yang tidak rawan pun sewaktu-waktu bisa dilanda banjir, lho.

    Oleh karena itu, ada baiknya melakukan antisipasi dengan membuat rumah yang tahan menghadapi banjir. Namun, sebelum itu kamu perlu cari tahu dulu potensi ketinggian banjir di kawasan permukimanmu.


    Simak tips membangun rumah agar lebih terlindungi ketika banjir.

    Tips Bangun Rumah Tahan Banjir

    Inilah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan rumah menghadapi banjir seperti yang dikutip dari Archdaily.

    1. Meninggikan Bangunan

    Untuk mengurangi risiko kerusakan, arsitek perlu merancang struktur yang lebih tinggi di atas permukaan banjir. Salah satu caranya adalah membangun struktur di atas kolom atau panggung.

    Selain itu, fondasi rumah dapat dibuat lebih tinggi. Arsitek dapat menganalisis iklim dan sejarah banjir di daerah tersebut serta berkonsultasi dengan sumber daya online, untuk menyesuaikan fondasi yang tepat buat lokasi rumah.

    2. Gunakan Pelapis Sealant dan Veneer Tahan Air

    Selanjutnya, arsitek bisa melapisi bangunan rumah dengan pelapis anti air. Pastikan menggunakan pelapis anti banjir yang jenisnya kering. Pelapis tersebut mencegah air banjir masuk, sedangkan pelapisan anti banjir basah memungkinkan air banjir masuk ke dalam rumah.

    Pelapisan ini terdiri dari pelapis, sealant, dan veneer kedap air yang menghentikan air mencapai bagian dalam bangunan. Veneer kedap air terdiri dari lapisan batu bata yang dengan membran kedap air. Dengan begitu, dinding luar tidak dapat ditembus oleh air.

    Untuk dinding interior, arsitek sebaiknya memakai insulasi busa sel tertutup yang dapat dicuci di area yang berpotensi terendam banjir.

    Kamu bisa memasang pelapis dan sealant pada fondasi, dinding, jendela, dan pintu untuk mencegah masuknya air banjir melalui celah-celah. Biasanya bukaan tersebut tidak dirancang untuk kedap air.

    3. Amankan Perangkat Elektronik

    Sebaiknya kamu menempatkan peralatan servis di atas permukaan air banjir. Peralatan ini mencakup peralatan listrik seperti panel servis, meteran, sakelar, dan stopkontak.

    Komponen-komponen ini sangat rentan rusak kalau terendam air. Belum lagi ada risiko kebakaran jika terjadi korsleting.

    Oleh karena itu, komponen tersebut perlu ditempatkan tinggi di atas permukaan banjir. Jika hal itu tidak memungkinkan, kamu bisa merancang komponen itu agar lebih tahan air. Misalnya menggunakan penutup kedap air, penghalang, lapisan pelindung, atau metode lainnya.

    Itulah beberapa tips membangun rumah yang tahan menghadapi banjir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Apakah Air AC yang Bocor Bisa Berbahaya? Ini Kemungkinan Risikonya


    Jakarta

    Air AC merupakan air yang keluar dari proses kondensasi dalam sistem pendingin udara (air conditioner). Biasanya, air AC dialirkan lewat saluran pembuangan ke luar unit AC.

    Ketika AC bekerja, udara panas dari ruangan akan melalui evaporator yang dingin dan membuat uap air di udara mengembun sehingga membentuk tetesan air. Namun jika terjadi kebocoran, airnya bisa menetes ke dalam ruangan sehingga berisiko menimbulkan berbagai masalah.

    Risiko Bahaya Tetesan Air dari AC

    Air yang menetes dari unit AC termasuk hal yang normal. Namun, hal itu juga bisa jadi tanda ada masalah yang perlu diperbaiki. Kebocoran bisa disebabkan berbagai faktor, contohnya saluran pembuangan tersumbat atau kerusakan sistem pendingin.


    Selain dapat merusak perabotan di sekitar, air AC yang bocor juga punya potensi menyebabkan bahaya kesehatan dan keselamatan.

    Dilansir laman Eco Home Solutions, berikut adalah beberapa kemungkinan risiko berbahaya dari air AC yang bocor:

    1. Berisiko Menyetrum Orang dan Menimbulkan Kebakaran

    Air AC yang bocor bisa saja mengenai benda-benda di sekitarnya. Jika mengenai komponen listrik, maka itu berisiko menimbulkan korsleting, kebakaran, atau menyetrum seseorang.

    2. Membuat Tumbuhnya Jamur

    Tetesan air dari kebocoran AC yang terus menerus juga mendorong tumbuhnya jamur. Jamur suka tempat yang lembap dan gelap. Di mana, unit AC yang bocor menawarkan tempat yang sempurna untuk hal ini.

    Seringnya jamur tumbuh di tempat yang gelap dan lembap seperti ruang sempit, di belakang peralatan, di pipa, atau ventilasi udara. Tapi, mereka juga tumbuh di dalam ruangan yang biasa kamu tempati jika karena air menetes di sekitar area tersebut.

    3. Menyebabkan Masalah Kesehatan

    Adanya jamur bisa menyebabkan masalah kesehatan, terlebih bagi penghuni rumah yang punya alergi, asma, maupun sistem kekebalan tubuh yang lemah.

    4. Merusak Peralatan

    Kalau air AC menetes ke benda misalnya perangkat elektronik seperti televisi, komputer, atau stopkontak, di sekitarnya hal ini bisa menyebabkan benda-benda tersebut rusak hingga memicu kebakaran.

    Di sisi lain, furniture, dinding, dan lantai yang terkena tetesan air AC yang bocor juga berisiko rusak. Hal ini dikarenakan ada kelembapan yang terus-menerus.

    Pada akhirnya hal ini bisa menimbulkan noda yang menurunkan tampilan interior, memunculkan jamur, lumut, hingga bau tidak sedap.

    Penyebab AC Bocor

    Masih dari sumber yang sama, berikut adalah beberapa faktor umum yang menyebabkan AC bocor:

    • Kebocoran AC sekitar 85% berasal dari pembuangan yang tersumbat, panci pembuangan yang pecah, pompa yang rusak, atau kumparan yang membeku.
    • Saluran pembuangan tersumbat bisa karena kotoran, serpihan, atau alga, yang sering kali menyebabkan kebocoran.
    • Pompa kondensat bisa rusak, terutama kalau AC berada di bawah tanah.

    Setelah mengetahui risiko bahaya dari tetesan air AC akibat kebocoran, maka dari itu perawatan rutin dan tindakan cepat terhadap kebocoran AC perlu segera dilakukan.

    Dengan memperbaiki masalah AC sejak dini, kamu juga bisa menjaga rumah tetap aman dan nyaman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com