Tag: kebanjiran

  • Catat! Ini 4 Hal yang Perlu Kamu Cek Setelah Rumah Kebanjiran


    Jakarta

    Banjir yang menggenangi rumah tentu membuat resah penghuninya. Tak cuma membasahi seisi rumah, banjir juga berpotensi merusak struktur bangunan.

    Rumah yang terendam terlalu lama atau terkena arus air yang kencang bisa berdampak pada tampilan maupun konstruksi bangunan. Oleh karna itu, kamu perlu memeriksa kondisi rumah setelah banjir surut.

    Lantas, apa saya yang perlu dicek setelah banjir? Simak penjelasannya berikut ini.


    4 Hal Ini Perlu Diperiksa Setelah Rumah Kebanjiran

    Inilah beberapa hal yang perlu kamu periksa di rumah setelah banjir surut.

    1. Cat Dinding

    CEO SobatBangun Taufiq pemilik rumah bisa mengecek kondisi cat dinding dengan melihat dan menilai langsung fisik dinding secara langsung. Jika dinding kotor terkena air kotor maupun lumpur, cukup dibersihkan dengan cara disiram dan disikat.

    “Kalau ngeliat banjir cuma 3 jam udah surut cuma menyebabkan dinding itu kotor, ada lumpur disiram air, disikat, (hasilnya) masih bagus, yaudah dampak dari banjir tidak terlalu berpengaruh ke dinding dan kondisi catnya,” ujar Taufiq kepada detikProperti, Rabu (5/3/2025).

    Apabila cat dinding terlihat memudar atau mengelupas, kamu bisa melakukan pengecatan ulang. Namun, pastikan dinding sudah benar-benar kering dari bekas air banjir sebelum diamplas dan dicat ulang.

    2. Struktur Rumah

    Menurut Taufiq, rumah yang hanya terpapar air tidak akan merusak struktur bangunan. Namun, banjir dengan arus air yang kencang bisa menggeser struktur bangunan. Jika benar ada pergeseran, maka perlu berkonsultasi dan melakukan perbaikan dengan bantuan insinyur atau arsitek.

    “Apakah banjir atau aliran bikin gaya dinamis terhadap struktur, misalnya banjir ada aliran sungai, air bah bikin dinding bergerak itu perlu dicek,” ucapnya.

    3. Rangka Atap

    Selain itu, ia mengingatkan agar mengecek struktur atap kalau banjir sampai merendam atap. Sebab, rangka atap dari baja atau baja ringan berpotensi berkarat akibat paparan air yang terlalu lama.

    “Atapnya baja ringan waktu terendam bikin baja ringan lapisan permukaannya rangka baja itu menimbulkan karat. Kalau iya mesti ada treatment dicat,” ungkapnya.

    Taufiq menambahkan banjir yang menimbulkan gaya dinamis dapat menggerakkan struktur atap. Oleh karena itu, kamu perlu memperhatikan kalau ada pergeseran. Kamu bisa meminta bantuan dari ahli seperti tukang, insinyur, atau arsitek

    4. Instalasi Listrik

    Bukan cuma struktur bangunan, Taufiq mengatakan struktur mekanik, listrik, dan instalasi miniature circuit breaker (MCB) juga perlu dilihat lagi. Komponen seperti terminal, saklar, dan kabel tidak boleh dalam keadaan basah ketika listrik dinyalakan.

    Kamu bisa membiarkannya kering sendiri atau keringkan secara manual saat listrik masih dimatikan. Jika ingin lebih aman kamu bisa meminta bantuan kepada teknisi listrik.

    Itulah beberapa hal yang perlu kamu periksa setelah rumah terendam banjir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Jitu Bersihkan Sofa Basah yang Terendam Banjir


    Jakarta

    Sofa memiliki bahan yang lembut, halus, dan mudah menyerap air. Perabotan satu ini harus tetap kering agar tekstur dan warnanya tetap terjaga dan tahan lama.

    Namun, pasti ada beberapa pengguna yang rumahnya kebanjiran sehingga meninggalkan noda pada permukaan sofa dan harus segera dibersihkan.

    Cara membersihkan sofa, tidak sama dengan pakaian yang bisa asal direndam dan disikat. Ukurannya jauh lebih besar dan bahan pelapis berbeda dari kain biasanya sehingga harus menggunakan cara khusus agar saat sudah bersih tetap bagus tampilannya tanpa kusut dan meninggalkan noda.


    Dilansir Ideal Home, menurut Margaret Larson dari Sustainable Furniture, sebaiknya sebelum membersihkan sofa, kamu melakukan patch test atau uji tempel terlebih dahulu. Hal ini untuk mencegah kerusakan pada sofa.

    “Sebelum membersihkan sofa, pastikan kamu melakukan patch test dengan menggunakan produk kebersihan atau alat kebersihan pada bagian kecil di sofa. Pastikan area ini tersembunyi jadi apabila terdapat kerusakan tidak terlalu kelihatan. Perhatikan pada warna yang hilang atau tekstur aneh. Jika hal itu muncul jangan gunakan produk tersebut ke seluruh sofa,” ujarnya, dikutip dari Ideal Home, Senin (25/12/2023).

    Cara Membersihkan Sofa yang Kotor Terendam Banjir

    1. Keringkan dengan Vacuum Cleaner

    Sofa kurang disarankan untuk dijemur ketika basah. Sebab, sinar matahari langsung dapat memudarkan warna sofa, membuat kain kusut dan menciut, serta merusak bagian jok. Lebih baik, kamu gunakan vacuum cleaner yang khusus untuk menyedot air. Alat ini juga ampuh untuk menghilangkan noda.

    2. Cara Hilangkan Noda dan Bau

    Sofa yang terendam banjir bisa saja muncul bau tidak sedap karena kita tidak tahu air banjir tersebut berasal dari mana. Untuk membersihkannya, kamu bisa menggunakan sabun khusus yang aman untuk bahan permukaan sofa. Jika tidak ada ketentuan khusus, kamu bisa mencampurkan air dan sabun cuci piring untuk menghilangkan noda dan baunya.

    Tepuk-tepuk permukaan sofa, usap-usap secara lembut pada bagian yang agak membandel. Kemudian bilas dengan air bersih melalui spons yang bersih. Jika kamu memiliki vacuum cleaner khusus untuk menyedot air, kamu bisa memakai alat tersebut. Alat lainnya yang bisa digunakan adalah kain atau tisu bersih dan kering.

    Jika furnitur Anda tidak dapat dibersihkan dengan air, coba gunakan cuka pada kain untuk menepuk-nepuk noda. Namun, kamu harus cek terlebih dahulu apakah bahan sofa aman jika dibersihkan dengan cuka. Bau cuka akan hilang saat area tersebut kering.

    3. Rapikan Permukaan Sofa dengan Uap

    Sofa yang basah pasti membuat permukaan bahannya kusut dan tidak serata seperti tampilan awal. Pakai alat steam atau alat semacam vacuum cleaner yang bisa khusus untuk membuat uap yang fungsinya agar tidak membuat permukaannya kusut. Gunakan dengan pengaturan rendah dan terus gerakkan steamer agar tidak berbekas di sofa yang bisa merusak bahan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ditawari Rumah Bebas Banjir? Cek Dulu, Jangan Tertipu Trik Pengembang


    Jakarta

    Saat membeli rumah, calon pembeli perlu berhati-hati. Jangan sampai calon pembeli menyesal telah membeli rumah.

    Ada saja oknum pengembang yang ‘berbohong’ agar rumah yang dijualnya laku. Sebagai contoh, oknum pengembang menyebut lokasi perumahan yang dikembangkan pihaknya bebas banjir namun ketika hujan justru kebanjiran.

    Nah, agar calon pembeli tidak menyesal nantinya, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut ini.


    Survei Lokasi

    Konsultan Properti Anton Sitorus mengatakan, calon pembeli rumah harus aktif mengecek lokasi hunian yang akan dibeli. Sebab, biasanya pengembang kerap menggunakan gimmick untuk menjual properti yang dipasarkan.

    “Sementara, kalau pun dia (oknum pengembang) ‘berbohong’ kalau (perumahan) itu nggak banjir ya kan tetap nggak ada jaminan si pembeli untuk nuntut (kalau rumah tiba-tiba kebanjiran), kecuali di dalam perjanjian ada klausul. Cuma nggak pernah ada di klausul kalau pembeli sudah bayar rumah bisa menuntut pengembang ini itu terkait banjir, nggak pernah ada itu,” tuturnya ketika dihubungi detikProperti, Senin (10/3/2025).

    Anton menuturkan, apabila rumah yang sudah dibeli mengalami kebanjiran, sudah tanggung jawab pembeli. Maka dari itu ia menekankan untuk para calon pembeli melakukan survei lokasi terlebih dahulu.

    Terkait banjir, Anton menambahkan bahwa hal tersebut merupakan hal yang tidak bisa diprediksi. Sebab, bisa saja saat membeli rumah di sebuah lokasi yang bebas banjir tetap 10 tahun kemudian mengalami kebanjiran.

    “Misalnya perumahan deket kali, pada waktu dibangun daerah itu nggak pernah banjir, aman-aman aja. Tapi nggak tahu kalau 5-10 tahun kemudian, aliran kali itu, beberapa kilometer dari rumah itu mengalami masalah seperti mampet lalu terjadi banjir. Kalau seperti itu, siapa yang bisa bertanggung jawab? Nggak ada, nggak ada yang punya kendali,” paparnya.

    Cek Tata Ruang Lokasi Rumah

    Hal lain yang bisa dilakukan adalah mengecek tata ruang daerah rumah yang ingin dibelinya. Terlebih lagi, saat ini sudah sangat mudah untuk mencari informasi mengenai tata ruang suatu daerah.

    “Untungnya saat ini sudah cepat cari informasi seperti itu. Kayak perencanaan kota, itu bisa dicek di dinas tata kota atau PU (pekerjaan umum) atau Bappeda misalnya, ya memang tiap kota beda-beda,” terang Anton.

    Sebagai contoh, saat ini masyarakat bisa mengecek Rencana Desain Tata Ruang (RDTR) setiap provinsi yang ada di Indonesia melalui Geographic Information System Tata Ruang (Gistaru) yang dikembangkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui gistaru.atrbpn.go.id.

    Cek Kredibilitas Pengembang

    Langkah lainnya adalah mengecek kredibilitas pengembang. Hal ini untuk meminimalisir adanya kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

    “Semakin jelas kredibilitas pengembangnya kan risikonya semakin kecil. Bukannya nggak ada risiko, tapi risikonya lebih kecil,” tutupnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Sering Kebanjiran? Coba 6 Cara Ini Biar Hunian Tetap Aman!



    Jakarta

    Banjir dapat menjadi ancaman serius bagi rumah, terutama di daerah yang rawan terkena dampak bencana ini. Untuk melindungi hunian dan barang berharga, ada beberapa solusi praktis yang dapat diterapkan.

    Pertama, membuat sumur resapan atau biopori dapat membantu meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah, sehingga mengurangi genangan di permukaan. Selain itu, menjaga kebersihan saluran air dan memasang jeruji untuk mencegah penyumbatan sangat penting agar aliran air tetap lancar.

    Langkah lain yang efektif adalah meninggikan lantai rumah dan menggunakan konstruksi tahan banjir, seperti rumah panggung, yang telah terbukti berhasil menghindari genangan saat banjir besar.


    Berkut penjelasan selengkapnya:

    Gunakan Material Tahan Banjir

    Melansir Archdaily, material tahan banjir adalah jenis material yang mampu bertahan ketika terendam banjir selama minimal 72 jam tanpa mengalami kerusakan yang signifikan. Air banjir dapat muncul dalam bentuk genangan (hidrostatik) atau aliran (hidrodinamik).

    Dan terkadang dapat menyebabkan pergeseran pada dinding pondasi, keruntuhan bangunan, pengapungan tangki bahan bakar, serta erosi. Istilah kerusakan yang signifikan merujuk pada kerusakan yang memerlukan perbaikan lebih dari sekadar pembersihan atau perbaikan kosmetik yang murah, seperti pengecatan.

    Untuk menghindari kerusakan tersebut, material tahan banjir harus memiliki daya tahan yang tinggi dan mampu menahan kelembapan berlebih.

    Contoh material tersebut meliputi beton, bata berlapis kaca, insulasi sel tertutup dan busa, perangkat keras dari baja, kayu lapis yang telah diberi perlakuan tekanan dan kelas laut, ubin keramik, lem tahan air, cat epoksi poliester, dan berbagai jenis lainnya.

    Meninggikan Bangunan

    Sebagai langkah awal, arsitek perlu merancang struktur yang berada di atas permukaan banjir untuk mengurangi risiko kerusakan jika banjir terjadi. Salah satu metode umum adalah dengan membangun struktur di atas kolom atau panggung.

    Dalam situasi lain, fondasi yang kuat dapat dinaikkan ke ketinggian yang lebih tinggi. Untuk mendapatkan informasi lebih rinci tentang langkah-langkah yang perlu diambil, arsitek harus menganalisis iklim dan sejarah banjir di daerah tersebut serta berkonsultasi dengan sumber daya online, seperti panduan mengenai konstruksi pesisir.

    Gunakan Pelapis Sealant dan Veneer yang Tahan Air

    Ada dua jenis pelapisan anti banjir yaitu kering dan basah. Pelapisan anti banjir kering berfungsi untuk mencegah air banjir masuk, sedangkan pelapisan anti banjir basah memungkinkan air banjir masuk ke dalam rumah.

    Jenis pelapisan ini mencakup pelapis, sealant, dan veneer kedap air yang dirancang untuk menghentikan air mencapai bagian dalam bangunan.

    Veneer kedap air dapat terdiri dari lapisan batu bata yang didukung oleh membran kedap air, yang berfungsi untuk menyegel dinding luar agar tidak dapat ditembus oleh air.

    Untuk dinding interior, arsitek sebaiknya menggunakan insulasi busa sel tertutup yang dapat dicuci di area yang mungkin terendam banjir.

    Selain itu, pelapis dan sealant juga dapat diterapkan pada fondasi, dinding, jendela, dan pintu untuk mencegah masuknya air banjir melalui celah-celah, karena bukaan ini biasanya tidak dirancang untuk kedap air atau mampu menahan tekanan dari banjir.

    Amankan Perangkat Elektronik dan Perpipaan

    Menempatkan peralatan servis di atas permukaan air banjir adalah salah satu cara terbaik untuk melindunginya. Peralatan ini mencakup pemanas, ventilasi, pendingin udara, peralatan pipa, perlengkapan pipa, sistem saluran, serta peralatan listrik seperti panel servis, meteran, sakelar, dan stopkontak.

    Jika komponen-komponen ini terendam air banjir, bahkan hanya untuk waktu singkat, mereka dapat mengalami kerusakan parah dan perlu diganti. Khususnya, peralatan listrik dapat menjadi sumber risiko kebakaran jika terjadi korsleting.

    Oleh karena itu, sebaiknya komponen-komponen ini ditinggikan di atas permukaan air banjir. Namun, jika hal itu tidak memungkinkan, komponen tersebut dapat dirancang untuk mengurangi risiko kerusakan akibat banjir dengan menggunakan penutup kedap air, penghalang, lapisan pelindung, atau metode lain yang dapat melindungi bagian-bagian yang rentan.

    Untuk memastikan kepatuhan terhadap standar yang berlaku, arsitek disarankan untuk berkonsultasi dengan peraturan kota setempat.

    Ratakan Rumput Pada Area Rumah

    Salah satu metode terakhir yang dapat diterapkan oleh arsitek untuk mengurangi kerusakan akibat banjir adalah dengan meratakan halaman rumput agar tidak terlalu dekat dengan rumah. Jika halaman rumput miring ke arah rumah, air hujan akan terakumulasi di sekitar bangunan.

    Sebaliknya, jika halaman rumput dimiringkan ke arah luar, air hujan akan mengalir menjauh dari rumah. Untuk mencapai tujuan ini, halaman rumput sebaiknya menggunakan tanah berat yang mengandung campuran tanah liat dan pasir, sehingga limpasan permukaan dapat mengalir ke tempat yang lebih sesuai, seperti selokan jalan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Hal yang Wajib Diperiksa Setelah Rumah Terendam Banjir


    Jakarta

    Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (6/7/2025) sore telah menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir. Dikutip dari detikNews, sebanyak 41 RT di Jakarta masih dilanda banjir hingga Senin (7/7/2025) dengan ketinggian air mencapai 50 cm.

    Apabila rumah kamu termasuk yang kebanjiran, sebaiknya lakukan sejumlah pengecekan terlebih dahulu. Banjir tak hanya membuat rumah jadi kotor, tapi bisa merusak beberapa benda yang tak sempat diselamatkan.

    Periksa 4 Hal Ini Setelah Rumah Terendam Banjir

    Ada beberapa hal yang wajib diperiksa usai rumah terendam banjir. Dilansir dari Flood Info, berikut penjelasannya:


    1. Cek Kabel Listrik

    Langkah pertama yang wajib diperiksa adalah kabel listrik. Saat terendam banjir, ada potensi sejumlah kabel mengalami korsleting. Apabila tidak hati-hati maka kamu bisa tersengat listrik bahkan memicu kebakaran.

    Apabila ingin membersihkan rumah, sebaiknya jangan langsung menyalakan aliran listrik dari Miniatur Circuit Breaker (MCB). Lalu, pastikan juga peralatan listrik sudah dicabut dari stop kontak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

    2. Periksa Tabung Gas

    Saat rumah kebanjiran mungkin kamu tak sempat menyelamatkan seluruh barang, termasuk tabung gas. Jika banjir sudah surut, segera cek tabung gas di rumah karena dikhawatirkan mengalami kebocoran.

    Jika mencium bau menyengat dari tabung gas, segera keluarkan ke tempat terbuka. Hal ini dapat terjadi karena tabung gas terlalu lama berada di tempat tertutup dan minim ventilasi.

    Sebaiknya, jika sudah mengetahui tanda-tanda rumah akan terendam banjir segera lepas tabung gas dari selang kompor gas. Kemudian pindahkan tabung gas ke posisi yang aman dan tidak terendam banjir.

    3. Pakai Sarung Tangan dan Alas kaki Tertutup

    Ketika akan membersihkan rumah dari sisa banjir, disarankan memakai sarung tangan lateks dan alas kaki tertutup, misalnya sepatu boot yang setinggi mata kaki. Selain itu, gunakan juga kaus atau celana lengan panjang.

    Langkah ini dilakukan untuk mencegah kuman masuk ke dalam tubuh. Soalnya, banjir berasal dari air selokan maupun kali yang mengandung banyak bakteri jahat yang berbahaya bagi kesehatan.

    4. Mengecek Dinding dan Lantai Rumah

    Penting juga untuk mengecek seluruh kondisi rumah setelah terendam banjir. Dinding dan lantai tentunya sudah kotor sehingga wajib dibersihkan. Meski begitu, kamu juga wajib melihat apakah ada kerusakan yang ditimbulkan atau tidak.

    Terutama pada dinding, setelah terendam banjir selama berhari-hari membuat dinding jadi basah dan lembap. Kondisi ini bisa membuat cat dinding jadi rusak, merusak struktur bangunan, hingga memicu tumbuhnya jamur dan lumut.

    Sementara itu, lantai yang terendam air dan lumpur akibat banjir dapat menyebabkan kerusakan pada keramik. Kalau tidak segera dibersihkan, warna keramik bisa kusam sehingga tidak terlihat estetis.

    Itu dia empat hal yang wajib diperiksa setelah rumah terendam banjir. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, Ini 8 Cara Bersihkan Rumah Usai Terendam Banjir


    Jakarta

    Banjir sering kali melanda sejumlah daerah di Indonesia. Ketika banjir mulai surut, tentu kamu harus segera membersihkan rumah karena sangat kotor akibat lumpur.

    Membersihkan rumah dari banjir juga tak bisa sembarangan. Sebab, lumpur dan sisa air banjir mengandung banyak bakteri. Kalau tidak dibersihkan dengan tepat bisa berbahaya bagi kesehatan.

    Di sisi lain, membersihkan rumah dari banjir secara asal juga meninggalkan sisa lumpur atau kotoran yang menempel. Hal ini bisa menyebabkan bau tak sedap ke seluruh rumah.


    Ingin tahu apa saja tips membersihkan rumah setelah terendam banjir? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Membersihkan Rumah yang Terendam Banjir

    Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan saat membersihkan rumah usai kebanjiran. Dilansir situs NSW Health, Senin (7/7/2025), berikut langkah-langkahnya:

    1. Siram Air ke Seluruh Ruangan

    Langkah yang pertama adalah menyiram air bersih ke seluruh ruangan. Hal ini dilakukan untuk membersihkan lumpur dan kotoran dari sisa banjir. Kamu dapat menyiram air dengan selang dari posisi paling tinggi agar bisa menjangkau ke seluruh sudut rumah.

    2. Keringkan Rumah

    Setelah disiram air, kamu perlu mengeringkan seluruh rumah yang terendam banjir. Soalnya, rumah yang masih basah atau lembap bisa memicu tumbuhnya jamur dan lumut.

    Caranya adalah dengan membuka seluruh jendela dan pintu rumah ketika cuaca panas. Disarankan juga menyalakan kipas angin untuk mempercepat proses pengeringan. Cek juga apakah ada sisa air atau lumpur yang terperangkap di rongga atau lantai rumah.

    3. Bersihkan Dinding dan Lantai

    Lantai dan dinding wajib dibersihkan setelah rumah terendam banjir. Kamu dapat membersihkannya dengan air panas dan sabun. Agar kuman dan bakteri mati, bisa juga menggunakan sabun antiseptik atau semprotkan larutan pemutih klorin.

    Setelah dibersihkan, keringkan lantai dan dinding agar tidak lembap. Cek kembali apakah masih ada sisa kotoran yang menempel di dinding ataupun lantai.

    4. Bersihkan Furnitur

    Beberapa furnitur juga wajib dibersihkan setelah terendam banjir, seperti meja, kursi, hingga lemari. Cuci dengan sabun antiseptik agar tidak ada kuman dan bakteri yang menempel di benda tersebut.

    Untuk furnitur seperti kasur atau sofa dapat dicuci dengan air hangat dan detergen. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari sampai kering.

    5. Cuci Bahan Kain

    Untuk seprai, selimut, dan pakaian yang terendam banjir juga wajib dicuci. Caranya adalah dengan direndam di air panas, jika bahan tersebut memang tahan panas. Selain itu, bahan kain juga bisa dicuci dengan metode dry clean.

    6. Disinfektan Benda-benda di Rumah

    Beberapa benda di rumah mungkin tak sempat diselamatkan saat terendam banjir. Maka dari itu, penting untuk melakukan disinfektan pada seluruh benda, seperti peralatan makan, alat masak, hingga mainan anak-anak.

    Seluruh benda tersebut wajib dicuci dengan air panas dan dibersihkan pakai sabun antiseptik. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari hingga kering.

    7. Atasi Jamur dan Lumut

    Salah satu risiko jika membersihkan rumah yang terendam banjir dengan tidak tepat adalah menimbulkan jamur dan lumut. Jika menemukan jamur atau lumut kamu dapat membasminya dengan cairan pemutih.

    8. Pakai Sarung Tangan dan Alas Kaki

    Banyak orang yang membersihkan rumah bekas banjir tidak menggunakan sarung tangan dan alas kaki khusus, seperti sepatu boot. Padahal, kamu bisa saja menginjak atau memegang benda yang kotor dan dipenuhi banyak kuman.

    Selain itu, alas kaki juga melindungi diri dari sampah-sampah yang berserakan karena terseret arus banjir. Hal ini untuk mencegah kamu menginjak kayu, kaca, atau benda tajam lainnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cegah Korsleting Listrik, 5 Hal Ini Perlu Dilakukan saat Rumah Banjir


    Jakarta

    Ketika rumah kebanjiran, tentu kamu harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain menyelamatkan diri dan sejumlah barang berharga, pastikan kamu juga mengecek kelistrikan di rumah.

    Soalnya, arus pendek listrik sangat rentan terjadi karena air merupakan konduktor listrik yang baik. Jika instalasi listrik sampai terendam banjir, maka risiko korsleting dan sengatan listrik meningkat drastis.

    Sebagai bentuk antisipasi, ada beberapa hal yang perlu dilakukan terhadap kelistrikan di rumah saat banjir melanda. Apa saja? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Hal yang Wajib Dilakukan saat Rumah Banjir Demi Cegah Korsleting

    Ada sejumlah hal yang wajib dilakukan ketika rumah terendam banjir. Dikutip dari Perl Electrical, Senin (7/7/2025), berikut penjelasannya:

    1. Matikan Instalasi Listrik

    Apabila banjir belum tinggi, segera matikan instalasi listrik. Kamu dapat mematikan Mini Circuit Breaker (MCB) guna memutus pasokan listrik ke rumah. Langkah ini dapat mencegah risiko sengatan listrik dan meminimalisir kerusakan pada komponennya, seperti stopkontak hingga barang elektronik.

    2. Pindahkan Barang Elektronik

    Ketika banjir melanda, segera pindahkan barang elektronik seperti TV, kulkas, kipas angin, hingga berbagai benda lainnya yang terhubung ke stopkontak. Pindahkan barang tersebut ke tempat yang lebih aman. Jika rumah kamu terdiri dari dua lantai atau lebih, segera amankan barang elektronik ke lantai atas.

    3. Tunggu Hingga Aman

    Saat banjir sudah mulai surut, bukan berarti kamu bisa langsung menyalakan instalasi listrik. Sebab, sisa air banjir yang tidak dikeringkan berisiko menyebabkan kelembapan, sehingga menimbulkan risiko terjadinya arus pendek listrik pada komponen tertentu.

    4. Cek Kembali Barang Elektronik

    Meski barang elektronik sudah berhasil dievakuasi, pastikan kamu melakukan pengecekan terlebih dahulu. Jangan langsung berasumsi kalau benda tersebut aman karena tidak terkena banjir.

    Sebab, meski terlihat kering dari bagian luar tetapi komponen internal di dalamnya bisa saja rusak. Jika kamu ragu, segera bawa perangkat elektronik tersebut ke service center terdekat dari rumah untuk dicek lebih lanjut.

    5. Hindari Stopkontak yang Terkena Air

    Stopkontak yang sudah terendam banjir sebaiknya jangan digunakan lagi karena air dapat menghantarkan listrik. Selain menimbulkan kerusakan pada barang elektronik, kamu juga bisa tersengat arus listrik.

    Disarankan seluruh komponen stopkontak hingga sakelar rumah diganti dengan yang baru. Langkah ini untuk mencegah terjadinya korsleting listrik yang bisa memicu kebakaran.

    Mengutip laman Kementerian ESDM, listrik akan dipadamkan oleh PLN apabila rumah pelanggan terendam banjir cukup tinggi serta gardu distribusi listrik ikut terendam banjir.

    Apabila aliran listrik yang terkena banjir tidak kunjung padam, segera hubungi contact center PLN 123. Ikuti juga arahan dari petugas PLN untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ular Sering Muncul di Rumah? Coba Taburkan Bahan Dapur Ini, Auto Kabur!


    Jakarta

    Ular merupakan salah satu hewan berbisa yang apabila merasa terancam dapat menyerang. Ular memiliki bisa yang dapat menyebabkan pembengkakan, pendarahan, merusak jaringan, saraf, dan organ sehingga cukup berbahaya.

    Hewan melata ini bisa ditemui di mana saja, tidak harus di hutan. Ular menyukai tempat yang gelap dan tenang. Ia bisa muncul dari semak-semak hingga area perairan. Rumah yang sering kebanjiran harus waspada karena bisa saja ular terseret arus air dari sungai yang meluap.

    Untuk mencegah ular masuk ke rumah di luar kondisi banjir, sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Dilansir Northwest Exterminating, berikut beberapa bahan yang tidak disukai ular dan bisa dijadikan penghalang mereka datang.


    1. Bawang Putih dan Bawang Bombai

    Tanaman bawang-bawangan terkenal memiliki efek ketika diiris karena terdapat senyawa sulfur yang terlepas ketika diiris. Selain itu, ada lho kandungan bawang yang tidak disukai oleh ular yakni asam sulfonate. Senyawa ini dapat menghasilkan mengaktifkan allicin yang berfungsi menguarkan aroma khas pada bawang putih.

    Cara memasang perangkapnya dengan mencincang halus bawah putih atau bawang bombai, lalu campurkan dengan garam batu. Taburkan campuran tersebut di sekitar halaman untuk mencegah ular mendekati rumah.

    2. Cuka

    Bahan selanjutnya yang efektif mengusir ular adalah cuka dapur. Cairan ini bisa dituang ke sekitar kolam agar ular tidak berani naik ke permukaan.

    3. Jeruk Nipis

    Campuran jeruk nipis, cabai rawit, dan minyak papermint ternyata bisa membuat ular kabur. Campuran ketiga bahan ini harus dimasukkan ke dalam botol kaca dan disemprotkan ke halaman atau lubang yang bisa menjadi akses ular masuk.

    4. Kapur Barus

    Kapur barus atau kamper merupakan benda yang biasa diletakkan di kamar mandi. Bentuknya kecil dan keras. Bentuk dan warnanya beragam dan mengeluarkan aroma yang sedap.

    Namun, aroma ini tidak disukai oleh ular. Di dalam kapur barus terdapat senyawa naftalena yang dapat membuat ular iritasi.

    5. Sulfur

    Bahan terakhir yang bisa dipakai adalah sulfur. Bahan ini dapat menyebabkan dua efek, yakni bau tak sedap dan iritasi pada kulit ular. Penghuni dapat menaruh sulfur di sekeliling rumah. Jangan lupa ketika meletakkannya memakai sarung tangan yang aman. Selain itu, jauhkan dari hewan peliharaan dan anak-anak.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Hujan Deras Bisa Bikin Tikus Masuk Rumah, Ini Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Ketika hujan turun deras, rumah bisa kebanjiran. Luapan air itu dapat membuat tikus mencari tempat persembunyian yang aman, salah satu opsinya adalah rumah.

    Nah, penghuni perlu waspada dengan tikus masuk rumah. Mereka bisa bersembunyi di garasi, dapur, hingga loteng.

    Kehadiran tikus akan sangat mengganggu. Selain menggelikan, hewan kotor ini suka mencuri makanan dan membawa penyakit.


    Dikutip dari Viking Pest Control, ciri-ciri rumah diserang tikus adalah ada kotoran berwarna hitam dan air kencing tikus berwarna kuning berceceran di sekitar rumah. Kemudian, terdapat bekas gigitan tikus pada furnitur atau pakaian.

    Lalu, bagaimana mengatasi tikus masuk rumah usai hujan dan banjir ya? Berikut ini tipsnya.

    Cara Atasi Tikus Masuk Rumah

    Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membasmi tikus setelah hujan disertai banjir, dilansir dari Better Pest Control.

    1. Bersihkan Rumah

    Penghuni perlu rajin membersihkan rumah agar tidak jadi sarang tikus. Apalagi usai banjir, pastikan rumah bersih secara menyeluruh ya. Sebab, tikus tertarik pada sampah, sisa makanan, dan piring kotor.

    2. Perbaiki Kerusakan Bangunan

    Setelah banjir surut, pemilik sebaiknya memeriksa kondisi rumah. Kalau ada kerusakan atau bukaan di sekitar bangunan, segera perbaiki. Jangan biarkan ada lubang atau retakan yang bisa jadi celah tikus masuk rumah.

    3. Usir Tikus Pakai Bahan di Rumah

    Penghuni rumah bisa mengusir sekaligus mencegah tikus masuk rumah pakai bahan-bahan yang ada di rumah. Ada beberapa bahan yang mengeluarkan bau yang tak disukai tikus. Gunakan bahan-bahan berikut ini biar tikus enggak betah di rumah.

    • Minyak Pepermin: Basahi kapas dengan minyak pepermin, lalu letakkan di titik masuk rumah, lemari, ventilasi udara, dan jendela.
    • Kamper: Letakkan kamper di lemari, laci, dan dekat furnitur untuk mengusir tikus.
    • Cabai Rawit, cengkeh, dan daun mint: Masukkan cabai rawit, cengkeh, dan daun minta ke dalam kantong kain kasa. Lalu, taruh kantong tersebut di tempat yang sering dilalui tikus.

    4. Rapikan Pekarangan

    Terakhir, pemilik dapat merapikan pekarangan rumah dengan memotong rumput. Pangkas juga cabang pohon yang bisa jadi jalan tikus masuk ke halaman rumah. Jangan lupa untuk menutup bukaan yang dapat dilalui tikus.

    Tikus biasanya bersembunyi di rerumputan, gulma, dan pohon. Selain itu, hewan pengerat tersebut dapat bersembunyi di tempat yang jarang dipakai seperti gudang, ruang penyimpanan, dan area luar rumah lainnya.

    Itulah cara mengatasi tikus masuk rumah sehabis banjir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Sudah Surut, Jangan Langsung Pel! Ini Cara Aman Bersihkan Rumah Usai Banjir



    Jakarta

    Saat banjir sudah mulai surut, seringkali semangat untuk segera membersihkan rumah menjadi muncul. Namun, penting untuk diingat bahwa proses pascabencana tidak bisa langsung dilakukan secara terburu-buru. Jika dilakukan sembarangan, justru bisa menimbulkan risiko kesehatan maupun kerusakan struktur rumah yang lebih parah.

    Sebelum menyentuh lantai, dinding, atau perabotan, penting untuk menilai kondisi rumah secara fisik dan menyiapkan perlengkapan perlindungan. Dengan persiapan yang tepat, proses pemulihan rumah dari dampak banjir akan lebih aman dan efektif.

    Berikut langkah-langkah aman yang bisa dilakukan setelah rumah dilanda banjir.


    1. Memastikan Listrik dan Keamanan Dasar

    Setelah air mulai surut, langkah pertama adalah jangan langsung masuk dan membersihkan tanpa memeriksa instalasi listrik dan kondisi rumah. Berdasarkan panduan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), rumah terdampak banjir wajib dievaluasi kondisi struktural dan instalasi listrik sebelum digunakan kembali.

    2. Urutan Aman Pembersihan Rumah

    Setelah kondisi listrik dan struktur aman, lanjutkan dengan pembersihan secara benar.

    Buang Air dan Lumpur Sisa

    Gunakan pompa air, ember, atau kain lap untuk mengeluarkan genangan air dan lumpur yang tersisa di dalam rumah. Pastikan proses ini dilakukan hingga lantai benar-benar bersih agar tidak meninggalkan endapan yang bisa menimbulkan bau atau licin.

    Bersihkan Dinding, Lantai, dan Langit-langit

    Lumpur yang menempel di dinding atau plafon dapat meninggalkan lapisan residu yang sulit dibersihkan jika dibiarkan terlalu lama. Selain membuat permukaan tampak kotor, sisa lumpur tersebut juga bisa menjadi tempat tumbuhnya jamur dan bakteri.

    Cuci atau Keluarkan Perabotan

    Perabotan yang terendam banjir seperti sofa, karpet, kasur, bantal harus dikeluarkan dan dijemur atau dibersihkan secara menyeluruh. Bila terlalu rusak, pertimbangkan untuk dibuang agar risiko jamur dan bakteri tidak membahayakan.

    Disinfeksi Seluruh Permukaan

    Setelah pembersihan dasar, gunakan cairan disinfektan atau antiseptik untuk membersihkan lantai, dinding, interior dan perabotan agar kuman, bakteri dan jamur tidak berkembang. Misalnya, pembersihan alat makan, peralatan dapur dengan sabun dan air bersih.

    3. Pengeringan dan Pencegahan Jamur

    Dilansir dari situs Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, menyatakan bahwa setelah air banjir benar-benar surut, pastikan seluruh bagian rumah dalam keadaan kering. Buka pintu dan jendela selebar mungkin agar sirkulasi udara berjalan lancar dan membantu mempercepat proses pengeringan.

    Perlu diingat, jamur dapat tumbuh sangat cepat setelah kebanjiran. Koloni jamur bisa mulai muncul dalam waktu 2×24 jam jika kelembapan tidak segera dikendalikan. Oleh karena itu, menjaga ventilasi dan suhu ruangan tetap kering menjadi langkah penting.

    Barang-barang berbahan kain seperti karpet, kasur, atau bantal yang terendam lama sebaiknya tidak digunakan kembali. Benda-benda tersebut mudah menjadi tempat berkembangnya jamur dan bakteri, sehingga lebih aman untuk diganti atau dibuang.

    Setelah proses pembersihan selesai, pantau kondisi rumah selama beberapa hari ke depan. Jika muncul kembali bau lembap, bercak jamur, atau noda air lama di dinding, itu menandakan masih ada kelembapan tersisa. Segera lakukan pembersihan ulang atau perbaikan tambahan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

    4. Waktu yang Aman untuk Menyalakan Listrik

    Menurut panduan resmi dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), setelah banjir surut, pastikan seluruh instalasi listrik di rumah dalam kondisi kering sempurna. Jangan terburu-buru menyalakan aliran listrik sebelum dilakukan pemeriksaan oleh teknisi yang berkompeten.

    BPBD Jawa Tengah, juga mengingatkan agar masyarakat berhati-hati saat akan menyalakan listrik kembali. Jika lingkungan sekitar sudah dinyatakan aman oleh pengurus daerah setempat, hindari menyalakan stop kontak atau perangkat elektronik dengan tangan telanjang, terutama jika masih ada kemungkinan lembap di area tersebut.

    Secara sederhana, listrik baru boleh dinyalakan setelah semua perabot, kasur, dinding, lantai, dan kabel benar-benar kering. Pastikan juga instalasi telah diperiksa oleh petugas, dan telah memperoleh konfirmasi keamanan dari pihak berwenang. Jika kondisi belum benar-benar aman, biarkan listrik tetap dalam keadaan mati untuk mencegah risiko korsleting atau sengatan listrik.
    Itulah beberapa tahapan aman yang dapat dilakukan untuk pembersihan rumah pascabanjir. Semoga bermanfaat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com