Tag: keberadaan cctv

  • Bentuk CCTV Indoor dan Outdoor di Rumah Berbeda, Begini Anjurannya



    Jakarta

    Saat ini keberadaan CCTV sangat penting untuk keamanan di rumah. Perangkat ini dapat mengawasi kegiatan yang terjadi di rumah dan sekitarnya selama 24 jam.

    Keberadaannya yang semakin digandrungi dan dibutuhkan membuat banyak produsen berlomba membuat produk CCTV dengan berbagai macam spesifikasi dan kelebihan. Tidak hanya berupa kamera, produk saat ini juga dilengkapi dengan program untuk mendeteksi objek tertentu yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, CCTV yang bisa mendeteksi pergerakan mencurigakan, CCTV untuk mengawasi orang sakit, atau CCTV yang dapat mendeteksi kemunculan api atau panas berlebih.

    Lantas, apabila ingin memasang CCTV di rumah, spesifikasi seperti apa yang bakal cocok?


    Solution Advisor Axis Communications Prayudo mengatakan sebenarnya tidak ada aturan khusus dan mengikat untuk pemilihan jenis CCTV. Perangkat ini perlu disesuaikan dengan estetika rumah atau interior.

    Ia memberikan tips cara memilih CCTV yang akan terlihat bagus di rumah. Menurutnya terdapat 2 jenis CCTV berbeda yang dapat digunakan untuk indoor dan outdoor.

    1. CCTV Indoor

    Kamera CCTV domeKamera CCTV dome Foto: Sekar Aqillah Indraswari

    Yudo menyebutkan model CCTV bulat seperti ini sering menjadi pilihan untuk area indoor. CCTV ini disebut dengan dome. Modelnya seperti setengah lingkaran di mana bagian yang rata menempel pada dinding. Bagian bawahnya yang bulat dilapisi dengan penutup bening agar objek di depan kamera dapat terlihat dengan jelas. Kameranya bisa berputar 180 atau 360 derajat.

    Alasan CCTV dome lebih cocok untuk bagian dalam rumah adalah tampilannya yang tidak mencolok. Bahkan bagian badannya bisa dicat disesuaikan dengan warna ruangan.

    “Kelebihan dari dome adalah orang yang ada di sana tidak tahu kamera ini mau (menyorot) ke mana. Di sisi lain, secara bentuk akan lebih blending. Bahkan untuk Axis sendiri itu body-nya bisa di-painting, bisa dicat. Kita juga ada painting instruksinya juga,” kata Yudo dalam acara pembukaan Axis Solution Center di Jakarta, pada Kamis (14/8/2025).

    2. Kamera Outdoor

    Kamera CCTV bulletKamera CCTV bullet Foto: Sekar Aqillah Indraswari

    Sementara itu, untuk bagian luar rumah atau outdoor disarankan memakai kamera CCTV yang berbentuk lonjong seperti leher kamera telezoom. Sebutan untuk bentuk CCTV ini adalah CCTV bullet.

    Menurut Yudo, bentuk CCTV bullet cukup mengintimidasi seperti menyorot langsung pada objek sehingga cocok untuk diletakkan di luar ruangan. Selain itu, kamera harus bisa menyorot objek dengan jelas tanpa terganggu oleh cahaya matahari yang lebih terang.

    “Biasanya kalau di outdoor akan lebih berfokus bagaimana kita bisa merespon terhadap cahaya dari backlight. Karena outdoor itu kan backlightnya lumayan kenceng. Jadi bagaimana objek bisa mendapatkan detail walaupun ada backlight,” ujar Yudo.

    3. Pilih CCTV yang Tidak Mudah Hancur

    Yudo mengungkapkan CCTV harus memiliki ketahanan terhadap beban pada bagian pelindungnya. Skala standar internasional IEC 62262 internasional mengelompokkan nilai ketahanan tersebut dalam sebutan IK. Nilai ketahanan paling tinggi saat ini rata-rata IK10. Namun, Yudo mengungkapkan saat ini sudah muncul juga IK11. Namun, belum banyak produk yang mencapai level ini.

    Produk Axis Communications sendiri sudah mencapai IK10. CCTV ditekan beban 5 kg tidak mengalami kerusakan atau pun retak. Yudo mengatakan untuk CCTV dome, pelindung terluar terbuat dari bahan polycarbonate berkualitas sehingga keras dan tidak mudah dihancurkan.

    4. Konsultasi Sebelum Membeli CCTV

    Hal terpenting ketika hendak membeli CCTV adalah mengetahui lokasi, jumlah, dan harga per unit. Country Manager Axis Communications Johny Dermawan mengungkapkan konsumen dapat berkonsultasi atau membuat simulasi secara online dan gratis melalui laman axis.com. Kemudian, untuk para distributor atau reseller bisa mengunjungi Axis Solution Center di Jakarta.

    “Fasilitas ini berfungsi sebagai galeri teknologi yang menampilkan inovasi terkini untuk menjawab tantangan sistem keamanan. Solution Center ini juga menjadi pusat demonstrasi di mana mitra dan pelanggan dapat secara langsung merasakan produk-produk Axis Communications,” jelas Johny.

    Produk dari Axis saat ini bukan hanya CCTV, melainkan ada speaker, interkom jaringan, dan manajemen video.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pasang CCTV di 6 Lokasi Ini, Ada yang Bisa Kena Pidana


    Jakarta

    Saat memasang CCTV, kita harus hati-hati ketika memilih lokasinya. Sebab, ada beberapa area yang sebaiknya tidak tersorot CCTV karena dapat merugikan orang lain.

    Menurut Engineer CCTV Hikvision Nalendra Fahlevie tempat untuk memasang CCTV yang dianjurkan adalah ruang tamu, ruang makan, dapur, dan halaman. Keempatnya adalah tempat kegiatan dan lalu lalang penghuni rumah dan tamu sehingga harus siaga untuk merekam segala kegiatan.

    “Pertama halaman. Terus kedua ruang tamu, area ruang makan, sama dapur. Karena apa? Poin pertama itu memang ya udah vital. Terus menurut saya sih dapur takut ada apa-apa,” katanya saat ditemui di saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).


    Lantas, di mana lokasi yang tidak diperbolehkan untuk memasang CCTV?

    Dilansir CNET, berikut beberapa lokasi yang sebaiknya tidak dipasang CCTV.

    1. Tempat yang Butuh Privasi

    Jangan pasang CCTV di tempat yang butuh privasi seperti kamar mandi, kamar tidur, atau area serupa yang membutuhkan privasi. Jika harus memasang kamera di area tersebut pastikan kamera terlihat dan diketahui oleh penghuni ruangan tersebut.

    Apabila keberadaan CCTV di ruangan tersebut mengganggu dan membuat orang lain tidak nyaman, keberadaan kamera tersebut bisa melanggar hukum.

    2. Mengarah ke Properti Orang Lain

    Saat ini terdapat CCTV yang bisa mengarah ke bangunan yang jaraknya ribuan meter. Apabila bangunan tersebut memiliki jendela yang tembus pandang, tidak sulit untuk melihat isi dalam properti orang lain melalui CCTV.

    Namun, secara hukum memakai CCTV untuk melihat isi properti orang lain merupakan tindakan illegal dan dapat mendapat sanksi hukum. Sebab, tindakan tersebut melanggar privasi seseorang.

    Apabila ingin memasang CCTV di luar, sebaiknya arahkan ke halaman, jalan, atau area yang memang ramai lalu lalang dan area umum.

    3. Tempat Tersembunyi

    Beberapa orang mungkin ingin memasang CCTV di tempat tidak terduga. Hal ini sebagai pengamanan tambahan seperti pengintai.

    Namun, lokasi tersebut tidak membutuhkan CCTV karena menurut data yang dikumpulkan oleh perusahaan keamanan ADT, 34 persen pencuri masuk melalui pintu depan dan 22 persen menggunakan jendela lantai satu. Titik akses yang paling mudah terlihat adalah rute paling umum untuk pembobolan. CCTV di area ini merupakan titik paling tepat untuk merekam dan mencegah pembobolan.

    4. Di Area yang Memiliki Penghalang

    Jangan memasang CCTV di area yang terdapat penghalang, seperti pohon, penunjuk jalan, kanopi rumah, atau spanduk. Hal ini akan percuma karena objek yang terekam di kamera tidak akan terlihat sepenuhnya.

    5. Menyorot ke Jendela

    CCTV sebaiknya tidak diarahkan untuk menyorot ke arah karena pemandangan di luar tidak akan jelas terlihat. Bisa saja kaca jendela buram karena kotor, cahaya yang masuk membuat hasil gambar terlalu cerah, atau terlalu gelap pada saat malam hari. Jika ingin menyorot ke arah luar sebaiknya letakkan CCTV di luar.

    6. Dekat Ventilasi atau Pemanas

    CCTV biasanya memiliki toleransi terhadap suhu tinggi. Namun, agar pemakaiannya dapat bertahan lama sebaiknya hindari meletakkan kamera di dekat atau di atas ventilasi pembuangan atau sumber panas apa pun, seperti pemanas ruangan, perapian, tungku api, ventilasi pembuangan dari pemanas gas, dan ventilasi pembuangan pengering.

    Tempat-tempat ini berisiko membuat kamera dan lensanya lebih kotor, sementara suhu yang lebih tinggi berdampak buruk bagi baterai pada model nirkabel.

    Itulah tempat-tempat yang sebaiknya tidak dipasang CCTV, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com