Tag: keberadaan kolam

  • Ternyata Kolam Ikan Bisa Bawa Cuan, Begini Penjelasannya



    Jakarta

    Konon, keberadaan kolam ikan bisa mendatangkan kemakmuran bagi penghuni rumah pemiliknya. Kepercayaan ini telah ada sejak lama, terutama di kalangan masyarakat Asia, di mana kolam ikan sering dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kekayaan.

    Banyak yang percaya bahwa air yang mengalir di kolam menciptakan energi positif, menarik rejeki dan keberuntungan bagi keluarga yang tinggal di sekitarnya. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak rumah mewah dilengkapi dengan kolam ikan yang indah, tidak hanya sebagai elemen estetika tetapi juga sebagai investasi spiritual.

    Setidaknya itu yang dipercaya mereka yang meyakini praktik Fengshui. Feng Shui sendiri merupakan praktik China kuno yang diyakini dapat menyelaraskan individu dengan lingkungannya. Hal ini tidak hanya berlaku untuk bagian dalam rumah, tetapi juga bagian luarnya.


    Seperti kolam koi, kolam koi memiliki makna tradisional dan budaya yang mendalam dalam praktik Feng Shui. Ikan hias ini dipercaya melambangkan kekayaan, kemakmuran, dan keberuntungan. Adanya kolam di depan rumah dianggap mengundang energi positif.

    Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saaat membuat kolam ikan agar bisa mendatangkan kemakmuran bagi penghuni rumah. Dilansir dari Tayau Landscape, Kamis (3/10/2024), berikut pandangan dan pantangan kolam ikan di rumah menurut praktik Feng Shui.

    Apakah Kolam Ikan di Rumah Menguntungkan?

    Banyak pendapat berbeda tentang apakah kolam ikan di depan rumah bermanfaat. Dipercaya bahwa memiliki kolam ikan di depan rumah dapat mendatangkan kekayaan dan keberuntungan. Namun, ada juga yang mengatakan dapat mendatangkan bahaya.

    Membangun kolam ikan di depan rumah menjadi sangat populer dengan banyak orang yang mendesain dan membangunnya. Untuk memaksimalkan manfaat, kamu perlu mengikuti prinsip-prinsip Feng Shui dengan ketat.

    Meningkatkan Lanskap

    Para arsitek percaya bahwa memiliki kolam ikan dapat memberikan banyak manfaat, seperti meningkatkan keindahan, estetika, dan membuat rumah lebih menarik dan menciptakan ruang yang sejuk dan ramah lingkungan.

    Menurut Feng Shui, tanah yang ideal adalah tanah yang menghadap ke gunung. Artinya ada kolam di depan rumah dengan bagian belakang ditopang oleh tanah yang lebih tinggi yang dianggap sebagai lahan yang menguntungkan.

    Meningkatkan Feng Shui

    Membangun kolam ikan di depan rumah sangat bermanfaat bagi Feng Shui. Menurut para ahli Feng Shui, kolam ikan di depan rumah melambangkan kekayaan. Membangun kolam ikan adalah cara untuk mendatangkan kemakmuran.

    Pantangan Feng Shui untuk Kolam Ikan

    Mendesain Kolam Ikan

    Sebaiknya membangun satu kolam ikan dan hindari membangun beberapa kolam yang berdampingan. Sebaiknya kolam dilapisi dengan lapisan kedap air agar lebih mudah dibersihkan.

    Tempatkan kolam jauh dari pintu masuk karena akan membahayakan anak-anak yang akan bermain. Jika terdapat dua atau tiga kolam yang berdekatan, penghuni rumah dapat menghadapi kemalangan.

    Membentuk Kolam

    Sebaiknya desain kolam dengan bentuk agak melengkung, mirip seperti kacang atau ginjal. Hindari kolam persegi panjang atau persegi.

    Hindari air terjun yang deras atau aliran yang terlalu deras. Penataan batu dan tanaman di sekitar kolam juga harus memastikan daya tarik estetika dan keharmonisan Feng Shui.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Warna Air Kolam Ikan Berubah Jadi Hijau? Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Keberadaan kolam ikan di rumah bisa menjadi dekorasi yang menarik. Adanya kolam ikan di rumah, berarti para penghuni juga harus siap untuk rutin membersihkannya.

    Jika kolam ikan dirawat dengan baik tentunya akan membuat tampilan rumah semakin menarik. Namun, jika tidak dirawat justru bisa merusak estetika rumah.

    Kolam ikan yang tak dirawat kerap kali berubah warna airnya. Biasanya, air mulai berubah menjadi warna hijau. Kok bisa?


    Melansir dari Michigan State University Extension Natural Resources, salah satu penyebab paling umum pada perubahan warna air adalah penumpukan nutrisi yang mengakibatkan mekarnya alga. Hal itu bisa membuat warna air berubah menjadi hijau, cokelat, bahkan merah.

    Tumbuhnya alga juga bisa menyebabkan masalah kualitas air serta menyebabkan penurunan kadar oksigen saat alga mati dan membusuk.

    Di sisi lain, perubahan warna air bisa dipengaruhi oleh keberadaan plankton, sedimen yang mengendap, maupun mineral yang terlarut. Perubahan warna air pada kolam tergantung pada penyebabnya.

    Cara Menghilangkan Alga dari Kolam

    Dilansir dari Yard Focus, ada beberapa cara untuk menghilangkan alga dari kolam. Berikut ini informasinya.

    Tambahkan Hewan Pemakan Alga ke Kolam

    Kamu bisa menambahkan ikan sapu-sapu untuk membantu membersihkan kolam ikan. Hewan ini akan menempel di sisi kolam ikan dan memakan lumut yang menempel di sana.

    Selain itu, kamu juga bisa menaruh berudu di dalam kolam ikan. Berudu memakan alga saat mereka akan tumbuh menjadi katak.

    Menambahkan hewan-hewan ini bisa membantu menjaga keseimbangan ekosistem kolam dengan memakan bahan tanaman sebelum terurai dan menambah kadar nutrisi. Dengan ikan dan berudu, kamu akan melihat air kolam yang lebih jernih dan lebih sedikit lumut dari waktu ke waktu.

    Tambahkan Tanaman Penyerap Nutrisi

    Kamu bisa menambahkan lili air maupun gelagah di kolam ikan. Tanaman ini akan menyerap nutrisi yang dibutuhkan alga untuk tumbuh. Tanaman ini juga bisa tumbuh dengan baik tanpa mengganggu ikan maupun lingkungan.

    Pasang Filter Air

    Memasang filter adalah solusi yang paling banyak digunakan. Filter air bisa membuang nutrisi ekstra yang merupakan sumber makanan lumut dan membersihkan air dari kotoran. Hal inilah yang membuat lumut sulit tumbuh.

    Sistem penyaringan yang baik juga meningkatkan kualitas air kolam secara keseluruhan, yang sangat bagus untuk ikan dan tanaman. Pastikan kamu sudah mengatur filter dengan benar dan menjaganya tetap bersih.

    Itulah penyebab dan beberapa cara mengatasi alga pada kolam ikan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kolam Renang Indoor vs Outdoor, Mending Mana untuk di Rumah?


    Jakarta

    Kolam renang merupakan salah satu fasilitas yang banyak ditemui di rumah sebagai sarana olahraga dan rekreasi di waktu luang. Penempatan kolam renang bisa di luar ruangan (outdoor) dan di dalam bangunan (indoor). Di antara keduanya, lokasi mana yang lebih bagus?

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan, pemilihan lokasi kolam renang di dalam atau luar rumah bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Selain itu, ada pula orang yang menentukan lokasi kolam renang berdasarkan luas lahan atau konsep rumahnya.

    Kolam Renang Outdoor

    Kolam renang.Kolam renang outdoor. Foto: Anthony & Sylvan via Homes and Gardens

    Kolam renang outdoor adalah kolam air yang berada di halaman terbuka, bisa diletakkan di samping, belakang, bahkan di depan rumah. Kebanyakan kolam renang outdoor tidak memiliki kanopi atau penghalang apa pun di bagian atas.


    Kelebihan dari kolam renang outdoor adalah tampilannya yang alami dan menyatu dengan sekitarnya.

    Kelebihan lainnya, kolam renang outdoor lebih aman bagi bangunan. Seperti yang kita tahu, air di dalam kolam renang bisa menguap. Uap ini bisa menyebabkan sekitarnya lembap sehingga apabila uap tersebut terperangkap, bisa membuat cat mengelupas, muncul noda hitam dari aktivitas jamur, dan area sekitarnya jadi lebih licin.

    Kekurangan dari kolam renang outdoor adalah tidak setiap saat kolam outdoor dapat digunakan, terutama ketika matahari sedang terik atau saat hujan disertai dengan petir.

    Kolam Renang Indoor

    Kolam renang indoorKolam renang indoor Foto: Pauline d’Hoop, Christophe Bielsa via The Spruce

    Kolam renang indoor adalah kolam air yang berada di dalam ruangan. Kolam renang satu ini memiliki kanopi atau penutup sehingga bisa dipakai kapan pun.

    Kekurangan dari kolam renang indoor adalah lama kelamaan dapat merusak cat dinding, membuat ruangan tersebut lembap, muncul noda hitam di dinding dan plafon karena lembap.

    Manfaat Kolam Renang

    Di samping kelebihan dan kekurangan kolam renang indoor dan outdoor, keduanya tetap memberikan banyak manfaat terutama bagi kesehatan.

    Kolam renang memberikan kita sarana untuk berolahraga yang baik untuk kesehatan jantung, paru-paru, dan sendi. Selain itu, memiliki kolam renang pribadi di rumah juga tidak perlu khawatir akan kebersihannya karena yang menggunakannya adalah keluarga sendiri.

    Lalu, memiliki kolam renang juga bagus untuk ketenangan. Denny mengatakan riak air, terutama yang tersorot cahaya dapat membuat seseorang lebih rileks.

    Selain itu, keberadaan kolam renang pada sebuah hunian juga bisa menambah nilai pada properti tersebut.

    “Pada praktiknya di beberapa vila, memang seringkali arsitek, desainer, atau pemilik kemudian itu berusaha untuk mendapatkan atau memiliki kolam renang. Kalau kolam renang itu efeknya luar biasa terhadap kualitas estetika ruang,” ujarnya ketika dihubungi detikProperti, Selasa (3/6/2025).

    Tidak kalah penting, keberadaan kolam renang pada rumah juga bisa membuat rumah jadi lebih sejuk karena uap air yang dihasilkan dapat terserap oleh udara panas dan membuat sekitarnya lembap.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Ukuran Minimal Kolam Renang yang Ideal di Rumah Menurut Arsitek



    Jakarta

    Punya lahan yang luas di rumah terkadang bingung bagaimana cara memanfaatkannya. Jika detikers mengalami hal yang sama, coba bikin kolam renang untuk sarana olahraga dan rekreasi di rumah.

    Anggapan bahwa membangun kolam renang harus punya lahan luas itu nggak benar adanya. Lahan yang luas hanya dibutuhkan jika detikers mau buat kolam renang berstandar internasional yang biasa dipakai untuk olimpiade. Umumnya luasnya 25-50 meter persegi.

    Ada pun kolam renang di rumah yang hanya untuk dipakai pribadi, menurut arsitek sekaligus dosen Binus University Denny Setiawan tidak ada ketentuan ukuran khusus. Pemilik rumah dibebaskan menentukan luasnya yang disesuaikan dengan lahan, fungsi, dan konsep rumah.


    “Di rumah tinggal tidak ada batasan minimum atau maksimum. Berbeda kalau misalnya kita bicara kolam renang sebagai sport itu kita butuh minimal 25 meter,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (3/6/2025).

    Meskipun tidak ada ketentuan luas maksimal, Denny mengatakan kolam renang minimal bisa untuk meluruskan kaki dan berendam. Luas minimal yang cukup untuk ketentuan tersebut adalah 2,4 meter persegi. Oleh karena itu, saat ini banyak kolam renang mungil yang hanya muat untuk berendam.

    “Tapi ada batas minimum lebar kolam renang yang ideal yaitu adalah 2,4 meter. Ya, karena tepak atau depak manusia itu lebarnya kurang lebih adalah sekitar 1,6 meter, 80 cm ke kiri, 80 cm ke kanan. Nah, dengan 2,4 meter artinya kita bisa punya space di kiri dan kanan masih bisa sekitar 30-30 itu masih ideal untuk kolam renang,” jelasnya.

    Lalu, Denny sangat menyarankan memiliki kolam renang pribadi di rumah. Manfaatnya sangat banyak terutama bagi kesehatan.

    Kolam renang memberikan kita sarana untuk berolahraga yang baik untuk kesehatan jantung, paru-paru, dan sendi. Selain itu, memiliki kolam renang pribadi di rumah juga tidak perlu khawatir akan kebersihannya karena yang menggunakannya adalah keluarga sendiri.

    Lalu, memiliki kolam renang juga bagus untuk ketenangan. Denny mengatakan riak air, terutama yang tersorot cahaya dapat membuat seseorang lebih rileks.
    Selain itu, keberadaan kolam renang pada sebuah hunian juga bisa menambah nilai pada properti tersebut.

    “Pada praktiknya di beberapa vila, memang seringkali arsitek, desainer, atau pemilik kemudian itu berusaha untuk mendapatkan atau memiliki kolam renang. Kalau kolam renang itu efeknya luar biasa terhadap kualitas estetika ruang,” ujarnya.

    Kolam renang di rumah juga bisa membuat rumah jadi lebih sejuk karena uap air yang dihasilkan dapat terserap oleh udara panas dan membuat sekitarnya lembap.

    Cara perawatan kolam renang, kata Denny, tidaklah sulit. Kolam renang cukup dikuras 3 bulan sekali. Dengan catatan, kolam renang tersebut memiliki filter air untuk memastikan airnya selalu bersih dan tidak berjamur. Filter tersebut minimal bekerja 6 jam dalam sehari.

    “Nggak harus setiap hari. Tapi perlu dirawat dan dipastikan filter bekerja minimal 6 jam sehari. Boleh dimatiin, tapi sehari paling nggak itu 6 jam. Kalau nggak dia akan berjamur,” terangnya.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com