Tag: kebersihan dapur

  • Alasan Mengapa Kompor dan Kulkas Harus Selalu Bersih


    Jakarta

    Menurut ajaran feng shui menyeimbangkan energi dan elemen di dalam rumah itu penting. Dengan demikian, energi positif akan masuk ke dalam rumah dan dipercayakan membawa nasib baik bagi penghuni rumah.

    Dikutip dari Mind Body Green, Jumat (9/2/2024), Anjie Cho, seorang ahli feng shui rumah adalah representasi dari tubuh kamu, dengan lingkungan dalam dan luar dan saling bergantung.

    Ketika seseorang tidak menjaga kebersihan rumahnya, berarti sirkulasi energi akan stagnan. Adapun satu ruangan yang sangat penting untuk diperhatikan adalah dapur.


    Cho menjelaskan, dapur merupakan tempat di mana kamu memasak dan menghidangkan makanan. Mengingat kompor merupakan alat untuk memasak makanan, maka kamu harus memperhatikan kebersihan kompor tersebut.

    Mengapa Kompor Harus Selalu Bersih?

    Dalam feng shui, kata Cho, kompor berhubungan dan mewakili energi api di dalam rumah. Hal ini juga berkaitan dengan seberapa baik kamu memberi makan diri sendiri dan keluarga, serta bahkan kekayaan dan sumber daya kamu.

    “Ini terkait dengan karir kamu, kesehatan kamu, dan kemakmuran kamu. Jadi sangat penting untuk menjaga kompor kamu tetap bersih dan dalam kondisi baik,” ujar Cho. Kamu tidak hanya perlu memastikan kompor bersih, tetapi semua tungku juga harus berfungsi.

    Untuk secara konsisten mengaktifkan api itu, Cho menyarankan untuk menggunakan kompor setidaknya sekali sehari untuk menjaga peluang mendapatkan rezeki di dalam kehidupan.

    Satu kebiasaan mudah dan penuh perhatian yang disarankan adalah memutar penggunaan tungku kompor ketimbang hanya menggunakan satu tungku kompor yang sama setiap waktu.

    “Cobalah untuk berhati-hati dan buat sedikit ritual dengan memilih pembakar yang berbeda untuk digunakan secara selektif. Jadi kamu tidak hanya mengaktifkan semua peluang dalam api yang kamu miliki, tetapi kamu juga dapat membuka pikiran kamu untuk hal-hal baru, peluang dan kemungkinan alih-alih selalu melakukan pola dan kebiasaan yang sama,” jelas Cho.

    Kebersihan Lemari Es Juga Perlu Diperhatikan

    Sebelum kamu memasak, penting juga untuk menjaga lemari es yang bersih dan segar, karena merupakan tempat menyimpan bahan makanan.

    Saat kamu mengonsumsi makanan basi, Cho menjelaskan dalam feng shui ini merupakan simbol dari sikap abai terhadap kesehatan dan kesejahteraan kamu sendiri. Untuk memastikan lemari es memiliki bekerja secara optimal di dapur, beberapa hal paling dasar yang dapat kamu lakukan adalah, tentu saja, menyingkirkan makanan basi dan kadaluarsa, memilih wadah kaca ketimbang plastik, dan menggunakan pembersih tidak beracun.

    Cho juga merekomendasikan untuk membersihkan lemari es dan mengubah posisi lemari es.

    Kesimpulan

    Dapur beserta kompor merupakan sumber energi di rumah yang secara langsung berhubungan dengan bagaimana kita menjaga diri dan keluarga. Ketika kita menjaga ruang ini tetap bersih dan bersih, kita dapat memastikan bahwa kita mendapatkan hasil maksimal dari makanan yang disiapkan setiap hari.

    Demikian alasan mengapa kompor dan kulkas di dapur harus selalu bersih menurut feng shui. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Setop 5 Kebiasaan Buruk Ini Saat Cuci Piring!


    Jakarta

    Mencuci piring adalah salah satu pekerjaan rumah yang sering dilakukan sehari-hari. Alat makan atau masak memang harus segera dibersihkan setelah digunakan.

    Namun, terkadang tanpa disadari kita melakukan kebiasaan yang justru membuat piring ataupun gelas tidak bersih maksimal. Belum lagi ada kebiasaan yang malah membuat kegiatan mencuci piring menjadi semakin berat.

    Lantas, apa saja kebiasaan buruk atau kesalahan ketika mencuci piring? Yuk, simak ulasannya berikut ini seperti yang dikutip dari Better Homes and Gardens.


    5 Kebiasaan Buruk Saat Cuci Piring

    Inilah beberapa kebiasaan yang harus dihindari saat mencuci piring agar pekerjaan jadi lebih mudah dan efektif.

    Mencuci piring memang pekerjaan rumah tangga yang kurang disukai sebagian orang. Akan tetapi, sebaiknya segera menuntaskan cucian piring tanpa menunda terlalu lama.

    Sebab, makin lama piring dan alat masak yang kotor dibiarkan di wastafel dapat mengundang hewan atau serangga, bahkan jadi tempat bersarangnya kuman. Kuman dapat hidup hingga empat hari di permukaan bersih, tetapi dengan kontaminasi makanan maka akan hidup lebih lama.

    2. Menggunakan Spons Kotor

    Meskipun spons tampak bisa digunakan beberapa kali lagi, bukan berarti kamu perlu menggunakannya. Sebaiknya spons diganti secara berkala karena bisa menjadi tempat kuman berkembang biak. Selain itu, pastikan untuk selalu mencuci kain lap piring setelah pemakaian.

    3. Merendam Cucian

    Merendam cucian membantu menghilangkan noda dan sisa makanan yang membandel tergantung pada bahannya. Sebaiknya hindari merendam peralatan makan dan masak yang terbuat dari kayu dan cast iron.

    Selain menunda mencuci piring, membiarkan piring dan alat masak terendam di wastafel dapur tidak dianjurkan karena air bisa menjadi tempat bagi kuman untuk berkembang biak.

    4. Menggunakan Terlalu Banyak Sabun

    Ketika mencuci piring, sebenarnya tidak butuh menggunakan sabun terlalu banyak. Semakin banyak sabun berarti semakin banyak busa, sehingga akan memerlukan lebih banyak usaha untuk menghilangkan busanya. Terlebih kalau busa tidak dibersihkan dengan baik, maka akan menjadi residu pada piring.

    5. Menyimpan Cucian Basah

    Pastikan untuk mengeringkan atau membiarkan cucian piring kering sebelum menyimpannya di rak piring. Menyimpan cucian basah bisa membuat menambah kelembapan di dalam tempat penyimpanan piring yang akhirnya menimbulkan tumbuhnya jamur.

    Itulah beberapa kesalahan ketika mencuci piring yang perlu dihindari. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Perlu Pakai Bahan Kimia, Begini 6 Cara Cegah Lalat Buah Datang ke Rumah


    Jakarta

    Lalat buah adalah hewan kecil yang ukurannya sama dengan lalat biasa. Lalat ini sering ditemukan di sekitar buah atau tanaman lainnya. Keberadaan lalat buah bisa membawa bakteri bagi makanan yang dihinggapi, sama seperti lalat pada umumnya.

    Meskipun sering disebut sebagai lalat buah, hewan satu ini tidak hanya mengincar buah dan tanaman sejenis. Mengutip dari detikEdu, Profesor di University of Sydney Tanya Latty mengatakan lalat buah justru lebih tertarik pada bakteri, ragi, serta hal-hal yang tumbuh pada buah busuk.

    “Mereka sebenarnya tidak banyak mengonsumsi buahnya,” kata Latty dikutip dari WGBH, Rabu (23/4/2025), “Lalat ini sebenarnya lebih tertarik pada ragi dan bakteri serta hal-hal yang tumbuh pada buah busuk.”


    Latty menuturkan bau adalah sinyal yang dapat menarik kedatangan lalat buah. Bau dari cuka, buah, asam asetata adalah bau-bau yang disukai oleh hewan kecil ini terutama untuk lalat buah betina.

    Lokasi yang mudah ditemukan lalat buah adalah dapur dan tempat sampah karena di sini pasti ditemukan buah atau makanan yang sudah basi. Lalat buah juga bisa masuk ke dalam minuman beralkohol, cuka, saus, serta makanan yang mengandung ragi seperti roti. Kemudian, sampah kompos, sisa makanan di wastafel, sampah saluran pembuangan juga bisa ditemukan lalat satu ini.

    Cara Usir Lalat Buah dari Rumah

    Dilansir The Spruce, terdapat cara efektif untuk mengusir lalat buah agar tak muncul di rumah, berikut di antaranya.

    1. Bersihkan Wastafel dan Saluran Air Dapur

    Banyak ahli telah melarang kita untuk membuang sisa makanan yang susah terurai ke dalam wastafel atau bak cuci piring karena bisa membuat wastafel tersumbat. Selain itu, tumpukan sisa makanan yang terjebak di saluran juga bisa menimbulkan bau tak sedap dan akhirnya menarik lalat mendekat.

    Oleh karena itu, hindari membuang sisa makanan langsung ke wastafel. Lalu, gosok saluran air secara teratur, dan jaga agar wastafel dan saluran air tetap bersih dari penyumbatan.

    2. Tutup Rapat Kompos

    Membuat kompos di rumah merupakan hal bagus dan dapat membantu mengurangi sampah. Namun, perlu diingat kompos tersebut sebisa mungkin tidak menimbulkan bau atau ledakan agar tetap aman dan tak mengganggu siapa pun.

    3. Simpan Makanan agar Tak Dihinggapi Lalat Buah

    Setelah membeli buah atau sayuran, sebaiknya langsung cuci dan simpan di lemari es daripada dibiarkan di meja. Cek secara berkala kesegaran buah dan sayuran tersebut. Apabila terlihat mulai membusuk buang dengan benar atau langsung singkirkan ke luar rumah agar lalat buah tak masuk ke dalam.

    4. Simpan Bumbu dan Saus dalam Wadah yang Tepat

    Jika di rumah terdapat cuka atau saus hasil fermentasi, simpan di tempat yang rapat dan kering.

    5. Daur Ulang Botol dan Kaleng Alkohol

    Biasakan untuk membuang botol atau kaleng alkohol dengan kondisi tertutup. Apabila ingin memakai kembali kedua benda tersebut, langsung bersihkan agar sisa air atau baunya tidak mengundang lalat buah. Sebab, mereka menyukai bau fermentasi.

    6. Buat Perangkap Lalat Buah

    Perangkap lalat buah saja tidak akan menyelesaikan masalah lalat buah, namun setelah sumber lalat buah diatasi, perangkap dapat membantu mengurangi jumlah lalat buah yang masih ada.

    Dikutip dari Healthline, Anda juga bisa mencoba menarik perhatian lalat buah dengan membuat perangkap cuka. Begini caranya:

    – Isi wadah sekali pakai dengan air.
    – Tambahkan beberapa sendok makan cuka dan gula ke dalam air dan aduk.
    – Tambahkan beberapa tetes sabun cuci piring ke dalam larutan dan aduk.
    – Setelah larutan tercampur, letakkan wadah di tempat berkumpulnya lalat buah.

    Lalat buah seharusnya tertarik pada larutan ini dan akan tenggelam begitu menyentuh air. Lanjutkan cara ini sampai Anda tidak lagi melihat lalat buah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Kebiasaan yang Bikin Barang di Dapur Tetap Kotor Meski Sudah Dibersihkan


    Jakarta

    Membersihkan perangkat memasak di dapur dan perlengkapan makan dengan dicuci ternyata nggak menjamin kebersihannya. Kuman dan bakteri tetap bisa menempel pada barang-barang tersebut dan membuatnya tidak higienis.

    Hal ini biasanya disebabkan karena kebiasaan-kebiasaan yang salah ketika membersihkan atau menyimpan barang tersebut. Dilansir Food Network, berikut beberapa kebiasaan yang dapat membuat perlengkapan makan dan dapur tetap kotor meski sudah dibersihkan.

    1. Membersihkan Blender Asal-asalan

    Blender yang dicuci dengan asal-asalan kebanyakan tidak akan bersih dan higienis. Menurut Studi Kuman Rumah Tangga Internasional NSF pada 2013 lalu, menemukan bahwa blender yang dibersihkan secara asal-asalan ternyata menyisakan jejak salmonella sekitar 36 persen dan 43 persen di antaranya meninggalkan jamur atau ragi.


    Cara yang benar untuk membersihkan blender adalah dengan membuka semua komponen bagian atas yakni wadah bumbu, bilah tajam, dan badannya. Bilas blender dengan air panas yang sudah dicampur dengan sabun. Setelah itu cuci dengan sabun seperti mencuci piring biasa. Bilas lagi dengan air hangat. Tunggu hingga kering dan pasang semua komponen seperti semula sebelum disimpan di tempat yang bersih.

    2. Meletakkan Gelas Terbalik

    Banyak orang berfikir apabila meletakkan gelas dengan kondisi terbalik justru mencegah benda tersebut terkontaminasi dari debu dan bakteri. Ternyata kenyataannya justru sebaliknya.

    Bagian atas gelas merupakan area yang rapuh sehingga ketika diletakkan terbalik bagian atas akan menanggung beban di atasnya. Khawatirnya bagian atas bisa retak karena tidak sekuat bagian bawah. Sebaiknya letakkan gelas seperti ketika menggunakannya. Untuk memastikan kebersihannya, tutup bagian atas agar debu dan bakteri tidak ada yang menempel.

    3. Menaruh Pisau Bersih di Blok Kayu

    Saat ini terdapat inovasi tempat penyimpanan kayu yang dari segi penampilan aman dan rapih yakni blok kayu berlubang. Namun, model penyimpanan seperti ini tidak disarankan karena blok kayu tersebut terbuka dan mudah terkontaminasi bakteri dan jamur.

    Jika tetap ingin memaki blok kayu, pilih yang tertutup. Selain itu, sering bersihkan blok tersebut dengan menggunakan air sabun hangat, dan gunakan sikat kecil untuk menggosok slotnya. Bilas dengan air dingin. Lalu, bersihkan dengan campuran air dan pemutih.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Salah, 4 Kebiasaan Membersihkan Ini Bisa Bikin Dapur Makin Kotor


    Jakarta

    Dapur bisa menjadi sangat kotor apabila sehabis kegiatan memasak tidak langsung dibersihkan. Namun, membersihkan dapur juga tidak bisa sembarangan.

    Membersihkan ruangan dengan cara yang tidak benar justru bisa membuatnya semakin kotor. Nah, ada beberapa kebiasaan yang justru bisa membuat dapur tetap atau bahkan semakin kotor.

    Apa saja itu? Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    1. Tidak Membersihkan Tempat Sampah

    In de zorgTempat sampah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anne van der Veer

    Membersihkan tempat sampah tidak hanya membuang sampah dari tempat sampah ke tempat pembuangan. Mungkin banyak yang tidak sadar kalau membersihkan tempat sampah diperlukan agar tidak menimbulkan bau. Nah, untuk membersihkan tempat sampah bisa memakai bahan yang sederhana.

    Caranya mengelap (bisa memakai spons) tempat sampah dengan air dan sabun cuci piring, bisa juga ditambahkan sedikit baking soda untuk menghilangkan bau tak sedap.

    2. Membersihkan Lantai Dapur Lebih Dulu

    One woman mopping the floor in her kitchen.Ilustrasi mengepel lantai dapur. Foto: iStock

    Jika dapur di rumah kotor, sebaiknya bersihkan bagian lantainya belakangan. Sebab, jika dibersihkan terlebih dulu justru bisa kotor lagi.

    “Kotoran, serpihan, dan bahkan tumpahan akan jatuh ke lantai saat Anda membersihkan dapur, jadi membersihkan lantai terlebih dahulu sering kali membuang-buang waktu,” kata ahli kebersihan dari Homeaglow’s resident, Sara Apracio, dikutip dari The Spruce.

    4. Tidak Menggunakan Semprotan dengan Benar

    Cleaning with spray detergent, rubber gloves and dish cloth on work surface concept for hygieneIlustrasi penggunaan semprotan pembersih. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Aparacio menyebutkan dua kesalahan umum yang dilakukan terkait semprotan pembersih, yang pertama adalah menyemprotkannya langsung ke permukaan yang perlu dibersihkan. Padahal lebih efektif untuk menyemprotkan larutan langsung ke kain atau handuk, karena ini dapat membantu mencegah timbulnya noda dan masalah lainnya.

    Selain itu, jangan bersihkan permukaan terlalu cepat setelah disemprot. Hal itu karena bahan pembersih memerlukan sedikit waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya.

    5. Tidak Mengganti Spons

    Spons pencuci piringSpons pencuci piring Foto: Shutterstock/

    Banyak orang jarang mengganti spons cuci piring. Padahal seharusnya spons diganti setiap bulan dan bersihkan spons seminggu sekali dengan merendamnya di dalam cuka.

    Selain itu, bisa juga membersihkan spons dengan cara merendamnya di dalam air dan taruh di dalam microwave selama semenit. Namun cara ini hanya bisa dilakukan apabila spons tidak mengandung unsur logam apapun.

    Itulah beberapa kebiasaan yang bisa membuat dapur jadi semakin kotor. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Kesalahan Menyimpan Makanan yang Mengundang Kecoak


    Jakarta

    Kecoak kerap kali masuk rumah untuk mencari sumber makanan. Kehadiran kecoak sangat dibenci penghuni rumah karena tubuhnya yang kotor dan bentuknya mengerikan.

    Kecoak mengandung banyak bakteri sehingga bisa menjadi sumber penyakit. Bayangkan kalau makanan sampai dihinggapi kecoak, tentu akan mengganggu kesehatan penghuni rumah yang mengonsumsi.

    Oleh karena itu, penghuni harus menyimpan makanan dengan benar agar tidak mengundang kecoak. Simak kesalahan penyimpanan makanan yang dapat menarik kecoak.


    Kesalahan Menyimpan Makanan yang Mengundang Kecoak

    Inilah beberapa cara penyimpanan makanan yang perlu dihindari supaya tak ada kecoak.

    1. Wadah Makanan Tidak Tertutup Rapat

    Dilansir dari HiCare, makanan yang disimpan dalam wadah terbuka atau tidak tertutup rapat rawan didatangi kecoak. Pastikan untuk menyimpan makanan dalam wadah yang tertutup rapat untuk mencegah serangan kecoak.

    2. Tidak Bersihkan Tempat Makanan

    Sisa dan tumpahan makanan di kabinet dapur sangat menarik bagi kecoak. Apalagi kabinet gelap dan lembap sehingga cocok buat kecoak bersembunyi. Pastikan untuk rajin mengatur dan membersihkan kabinet untuk mencegah kecoak.

    3. Tempat Penyimpanan Makanan Lembap

    Kecoak menyukai tempat tinggal yang lembap, misalnya di kabinet dapur. Penghuni rumah perlu menghilangkan kelembapan agar mereka sulit bertahan hidup. Salah satu caranya dengan menyimpan gel silika untuk menyerap kelembapan di kabinet.

    4. Kabinet Berlubang

    Dikutip dari situs EPA, kecoak bersembunyi di tempat tertutup, misalnya kabinet dapur. Nah, terkadang ada celah atau lubang yang bisa menjadi akses masuk kecoak. Pastikan untuk menyimpan makanan di tempat yang tidak ada celah dengan menutup lubang atau celah kabinet.

    Itulah beberapa kesalahan dalam menyimpan makanan sehingga mengundang kecoak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com