Tag: kebersihan rumah

  • 5 Langkah Merawat Halaman biar Rumah Makin Cantik


    Jakarta

    Penampilan rumah sangat dipengaruhi dari kebersihan dan penataannya. Penghuni tak boleh lupa merawat halaman rumah, sebab merupakan hal pertama yang terlihat saat hendak masuk rumah.

    Jika halaman tidak terurus, rumput bisa tumbuh sangat tinggi dan daun kering berserakan. Tentunya, penghuni rumah tak mau kan

    Lalu, apa saja yang harus dilakukan untuk merawat halaman rumah? Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Merawat Halaman Rumah

    Inilah langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk merawat halaman rumah, dikutip dari Cleanipedia.

    1. Sapu Daun Berguguran

    Daun bisa saja jatuh ke tanah setiap hari kalau punya pohon atau tanaman di halaman. Sebaiknya bersihkan daun gugur tersebut secara rutin agar halaman rumah tidak terlihat berantakan.

    Sapu daun-daun gugur dan dikumpulkan. Daun tersebut bisa digunakan sebagai bahan pupuk kompos. Hindari membakar daun gugur karena dapat mengganggu tetangga dan membuat polusi udara.

    2. Pangkas Rumput Liar

    Rumput liar bisa tumbuh tinggi dan membuat halaman rumah menjadi berantakan. Tumbuhnya rumput liar juga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman lain.

    Rutin mencabut atau memotong rumput liar setidaknya 3-4 hari sekali. Gunakan gunting rumput untuk mempermudah pekerjaan.

    3. Siram Tanaman dan Rumput

    Tanaman yang kering dan layu juga membuat halaman rumah terlihat tidak rapi. Pastikan untuk menyiram tanaman dan rumput setiap hari supaya halaman rumah asri dan hijau. Gunakan selang panjang untuk mempercepat dan memudahkan menyiram tanaman.

    4. Bersihkan Selokan

    Selain itu, bersihkan selokan yang ada dekat dengan halaman rumah. Jika dibiarkan, selokan bisa tersumbat, lalu genangan air menjadi sumber penyakit.

    Sebaiknya bersihkan selokan seminggu sekali secara rutin. Tak hanya mencegah selokan jadi kotor dan aliran air lancar, membersihkan selokan juga mencegah bau tak sedap di halaman rumah.

    5. Percantik dengan Tanaman Hias

    Setelah halaman bersih, penghuni rumah bisa mendekorasi dengan tanaman hias. Tanaman tersebut bisa menambah kesan indah dan rapi pada halaman.

    Jika jumlahnya cukup banyak, tanaman hias bisa ditaruh dalam pot-pot cantik. Kemudian, tanaman hias bisa disusun rak agar lebih teratur dan enak dipandang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Banyak Orang AS Pakai Sandal di Dalam Rumah, Ternyata Ada Manfaatnya Lho!


    Jakarta

    Saat menonton film buatan negara barat seperti Amerika atau Eropa, kita sering melihat penghuni rumah memakai alas kaki seperti sendal atau sepatu di dalam rumah. Pemandangan tersebut cukup berbeda dengan yang ada di Indonesia di mana penghuni rumah biasa melepaskan alas kaki sebelum masuk ke rumah.

    Lantas, adakah alasan kenapa orang-orang Amerika sering memakai sendal di dalam rumah?

    Dilansir Know World Now, ada beberapa alasan dan faktor, berikut di antaranya.


    1. Melindungi Kaki dari Infeksi

    Banyak orang AS memilih memakai sepatu atau sandal di dalam rumah untuk melindungi kaki mereka dari kotoran dan serangga yang dapat menyebabkan infeksi. Mereka menilai cara ini jauh lebih aman daripada harus merasakan sakit dalam waktu yang lama.

    2. Mencegah Tergelincir

    Kemudian, negara di Amerika dan Eropa memiliki 4 musim. Biasanya saat musim dingin, rumah jauh lebih lembap. Lantai bisa lebih licin sehingga rawan tergelincir. Hal ini dapat membahayakan penghuni rumah terutama lansia. Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari lima puluh persen orang berusia di atas 50 tahun pernah terjatuh saat mengenakan sol, sandal, atau kaus kaki tanpa sepatu. Alasannya adalah orang lanjut usia memiliki kulit kaki yang lebih kenyal dan indera yang lebih lemah, sehingga mereka tidak dapat menjaga keseimbangan saat berjalan, berdiri, atau berdiri di rumah.

    3. Lebih Nyaman

    Alasan paling umum banyak orang AS dan Eropa memakai sepatu atau sendal di dalam rumah adalah karena alasan kenyamanan. Mereka percaya jika alas kaki dapat membantu mereka tetap berdiri dan berjalan dengan baik, hangat, dan hangat di lingkungan mereka. Selain itu juga dapat melindungi kaki jika sering tersandung atau terbentur furnitur, sepatu dapat memberikan keamanan tambahan.

    4. Menjaga Kesehatan

    Kaki yang terlindungi tentu menjauhkan seseorang dari penyakit atau kecelakaan di rumah. Kemudian, mayoritas dokter juga menyarankan penggunaan sepatu dalam ruangan untuk meringankan penyakit kaki seperti plantar fasciitis, bunion, hingga cedera tulang kering.

    5. Melindungi Karpet dari Kotoran

    Jika menyadari, orang AS banyak yang memakai karpet pada lantai untuk menjaga lantai tetap dingin. Oleh sebab itu, beberapa orang beranggapan dengan memakai sepatu yang bersih tidak akan merusak karpet dibandingkan kaki yang tidak bersepatu.

    Sebab, kaki dapat mengeluarkan minyak yang nantinya terserap dan menumpuk pada bahan karpet. Seiring waktu, permukaan karpet dapat rusak karena minyak tersebut atau berubah warna menjadi kusam.

    6. Punya Jalan yang Lebih Bersih

    Ternyata mayoritas kota di Amerika Serikat memiliki jalan yang bersih seperti bebas dari lumpur dan kotoran yang dapat menempel pada alas sepatu dan sendal. Oleh karena itu, apabila alas kaki dipakai di dalam rumah, tidak akan membuat lantai kotor.

    Itulah beberapa manfaat memakai sandal di dalam rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Rumah Bebas Serangga? Coba Lakukan 5 Hal Ini


    Jakarta

    Rumah bebas serangga menjadi salah satu hal yang diinginkan setiap pemiliknya. Keberadaan serangga sering kali mengganggu penghuni rumah dan tak jarang membawa penyakit.

    Sebut saja nyamuk, lalat, dan kecoak merupakan serangga yang membawa penyakit. Ada juga lebah, tawon, dan kalajengking yang bisa menimbulkan sengatan menyakitkan. Oleh karena itu, penting bagi kita menjaga rumah terbebas dari serangga untuk menciptakan lingkungan rumah yang nyaman.

    Mengutip dari laman How Stuff Works, berikut adalah beberapa hal yang harus kamu lakukan agar rumah bebas dari serangga.


    1. Tutup Pintu Sekaligus Bagian Bawahnya

    Menutup pintu rapat-rapat bisa mencegah masuknya hama seperti serangga ke dalam rumah. Untuk mencegah serangga merayap di bawah pintu, pasang baja atau aluminium yang kokoh di bawah pintu.

    2. Tutup Lubang Ventilasi dengan Sekat Saringan

    Banyak pemilik rumah yang mengandalkan ventilasi alami dari pintu dan jendela untuk menghadirkan udara segar ke dalam rumah. Untuk menikmati sensasi udara segar tanpa gangguan serangga, pasanglah sekat saringan pada jendela dan pintu.

    Pilih saringan halus untuk mencegah sebagian besar hama seperti nyamuk dan kumbang masuk ke dalam rumah. Jika sekat ini terlepas di salah satu sisi atau sudutnya, gunakan staples (untuk rangka kayu) atau alat splining (untuk rangka aluminium) untuk memasangnya kembali ke rangka.

    3. Buang Genangan Air

    Nyamuk membutuhkan genangan air untuk berkembang biak. Oleh karena itu, segala genangan air yang ada di rumah maupun di halaman rumah perlu dibuang. Kuras bak mandi secara rutin dan hilangkan genangan air di halaman dengan cara buat saluran air agar air bisa mengalir.

    Penting juga untuk menjaga saluran drainase secara teratur, seperti selokan dan saluran air. Jaga agar alat-alat tersebut bebas dari dedaunan, potongan rumput, dan kotoran sehingga dapat beroperasi secara efektif. Jika memiliki kolam renang di rumah, jaga agar kolam tetap terklorinasi dan disaring, bahkan saat tidak digunakan.

    4. Bereskan dan Bersihkan Rumah Secara Rutin

    Rumah yang berantakan merupakan tempat berkembang biaknya serangga. Tersembunyi di balik tumpukan koran atau di lemari, serangga bisa berkembang biak dalam jumlah besar bahkan sebelum mereka ditemukan. Oleh karena itu, penting untuk selalu rutin membersihkan rumah secara rutin agar serangga tidak berkembang biak di sana.

    Serangga juga membutuhkan sumber makanan untuk bertahan hidup. Penghuni rumah bisa menggunakan wadah kedap udara untuk menyimpan makanan, dan dengan segera membersihkan tumpahan makanan agar serangga tidak mendekat.

    5. Buang Sampah dengan Benar

    Sampah adalah tempat yang sangat disukai kecoa dan serangga karena di sana terdapat banyak makanan bagi mereka. Sampah harus dimasukkan ke dalam tempat sampah yang berpenutup dan harus dikosongkan setiap malam. Bersihkan dan sanitasi semua tempat sampah interior dan eksterior serta tempat sampah daur ulang secara teratur, terutama jika terkena tumpahan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Anggap Remeh! Begini Cara dan Waktu Tepat Mencuci Selimut



    Jakarta

    Selimut merupakan salah satu kain tebal yang digunakan untuk menghangatkan tubuh terutama ketika sedang tidur. Kain yang tebal dan jarang terlihat noda membuat orang selalu mengira selimut tetap bersih sehingga lupa untuk mencuci. Padahal, walau kelihatan bersih, selimut justru menyimpan banyak debu di dalamnya.

    Untuk itu, selimut juga perlu dicuci secara rutin seperti kain yang lain. Namun, kapan sebaiknya selimut harus dicuci?

    Menurut pakar binatu di SudShare, Laurie Fulford, seperti dikutip dari situs Homes and Gardens, waktu mencuci selimut tergantung dengan seberapa sering selimut tersebut menyentuh dengan tubuh manusia atau hewan.


    “Jika selimut tidak sering menyentuh tubuh manusia apalagi hewan peliharaan, maka aman untuk mencuci selimut setiap satu bulan sekali. Namun, jika sering bersentuhan dengan tubuh manusia atau hewan peliharaan maka perlu dicuci setiap satu hingga dua minggu sekali,” ujar Fulford.

    Mencuci selimut memang hal yang penting untuk menjaga selimut tetap bersih guna mencegah timbulnya gejala alergi terutama pada kulit. Bahkan, selimut tetap kotor jika tidak digunakan dan hanya disimpan di dalam lemari. Sebab, debu-debu akan menempel terutama pada lapisan selimut terluar. Debu inilah yang akhirnya dapat beterbangan dan menempel di udara, rambut, hingga kulit manusia.

    Walau mencuci selimut terdengar sulit karena bahannya yang tebal, kamu bisa gunakan jasa binatu. Akan tetapi, mencuci selimut sendiri sebetulnya tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut terdapat 3 tips untuk mencuci selimut.

    1. Pisahkan selimut dari pakaian lain. Hindari mencuci selimut dan seprai bersamaan.
    2. Jangan gunakan air panas saat mencuci karena dapat membuat selimut menyusut dan bahannya menjadi rusak.
    3. Pilih siklus halus pada mesin cuci agar selimut tetap lembut dan bebas serat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Hal Sepele yang Mengundang Lalat ke Rumah Tanpa Disadari



    Jakarta

    Lalat masuk ke dalam rumah memang sangat mengganggu. Apalagi jika mereka masuk ke bagian dapur dan menghinggapi makanan membuat kita merasa jijik untuk memakannya. Sebab, lalat memang dikenal sebagai hewan yang kotor.

    Biasanya untuk mengusir lalat cukup dengan membiarkan pintu atau jendela terbuka sehingga mereka bisa keluar dengan sendirinya. Namun, penghuni rumah juga harus mencegah lalat masuk dengan memperhatikan hal-hal yang bisa mengundang kehadiran lalat.

    Melansir dari situs The Spruce, berikut terdapat 6 hal yang dapat mengundang lalat ke rumah.


    Cairan Manis

    Tidak hanya semut, lalat juga tertarik dengan cairan manis, seperti kaleng minuman ringan yang ada di atas meja. Mereka juga menyukai botol sirup yang tidak tertutup atau menetes.

    Makanan yang Tidak Tertutup

    Membiarkan makanan terbuka yang segar atau setengah dimakan bisa menarik lalat. Hal ini karena bau makanan akan membuat lalat mendekat.

    Buah Busuk

    Saat buah busuk maka buah mengalami fermentasi dan menghasilkan senyawa seperti etanol dan asam asetat yang bisa menarik lalat. Apalagi, lalat betina sangat tertarik dengan buah busuk sebagai tempat bertelur. Sebab, gula dan lingkungan lembap merupakan tempat ideal bagi larva lalat untuk berkembang.

    Tempat Sampah

    Sudah menjadi hal umum bahwa lalat akan mendekati tempat sampah. Mereka sangat menyukai cairan dan bau yang ada di tempat sampah.

    Saluran Wastafel Kotor

    Jarang membersihkan saluran wastafel di dapur maupun saluran pembuangan di kamar mandi secara teratur membuat lumpur akan terkumpul di sekitar tepi saluran. Nah, lumpur inilah yang disukai lalat sebagai makanan.

    Hewan Mati

    Waspada terhadap hewan yang mati misalnya ada tikus mati di loteng, maka itu pasti akan menarik ratusan lalat ke rumah.

    Untuk mencegah masuknya lalat, maka ikuti langkah berikut.

    • Bersihkan tempat sampah secara teratur.
    • Tutupi semua makanan dan segera bersihkan tumpahan apapun.
    • Bersihkan saluran pembuangan dan wastafel secara teratur.
    • Bersihkan dapur setiap habis memasak.
    • Buang makanan busuk ke tempat sampah di luar. Ikat kantong sampah dengan erat untuk mengurangi bau.
    • Tutup makanan hewan peliharaan dan cuci piring makanan secara teratur.

    Itu dia seputar lalat masuk ke rumah dan cara mencegahnya. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Bersihkan Rumah dengan Cepat buat Orang Sibuk


    Jakarta

    Penghuni rumah bisa disibukkan dengan berbagai pekerjaan, keluarga, hobi, dan istirahat. Terkadang kesibukan itu sangat menyita waktu, sehingga terasa seakan tidak ada waktu buat membersihkan rumah.

    Padahal, menjaga rumah bersih dan rapi juga penting untuk kenyamanan penghuninya. Namun tenang aja, masih ada cara untuk merawat rumah di tengah kesibukan kok.

    Lalu, bagaimana cara menyiasati waktu terbatas untuk merapikan dan membersihkan rumah? Simak tipsnya berikut ini, dikutip dari Real Simple.


    Tips Bersihkan Rumah buat Orang Sibuk

    Inilah beberapa langkah untuk merapikan rumah di tengah kesibukan yang padat.

    1. Kerjakan Sesuai Urutan

    Terdapat tiga jenis tugas saat membersihkan rumah, yakni merapikan, membersihkan, dan mengatur. Berfokus pada tiga langkah berbeda membantu tugas menjadi lebih mudah dikelola dan lebih mudah disesuaikan dengan jadwal yang sibuk.

    Lakukan sesuai urutan kategori tersebut ketika membereskan rumah. Rapikan rumah dulu seperti mengembalikan barang-barang ke tempatnya, membuang sampah, dan mengumpulkan barang-barang yang perlu disortir.

    Kemudian, bersihkan rumah seperti mengelap, menyapu, dan mengepel. Terakhir, atur barang-barang ke tempat semula dan lakukan penyortiran.

    2. Buat Daftar Tugas

    Buatlah daftar tugas untuk membereskan rumah dan urutkan sesuai prioritas. Sempatkan untuk menyelesaikan tugas satu per satu di sela-sela kesibukan.

    Setelah satu tugas selesai, beri tanda agar penghuni rumah tahu sisa pekerjaan yang semakin menipis. Mengatur tugas dengan cara ini mengurangi hambatan dan waktu memikirkan untuk mulai mengerjakannya.

    3. Tak Perlu Lipat Pakaian

    Penghuni bisa melewatkan langkah-langkah yang tidak terlalu mempengaruhi kehidupannya., misalnya melipat pakaian. Daripada melipat pakaian, penghuni bisa beralih ke menggantung pakaian dan menaruh sisanya di tempat yang sudah tersortir.

    Mengidentifikasi tugas-tugas yang sebenarnya tidak penting memungkinkan penghuni untuk mengurangi beban tugas. Temukan sistem pengorganisasian alternatif yang bisa menghemat waktu.

    4. Sempatkan Sedikit Waktu Sebelum Tidur

    Di penghujung hari, sempatkan sedikit waktu hanya untuk tugas-tugas yang paling krusial untuk mempersiapkan ruang buat hari berikutnya. Lakukan pekerjaan sederhana saja tapi paling fungsional, misalnya membuang sampah, membersihkan dapur, dan menyiapkan bekal.

    Penampilan rumah tidak harus terlihat sempurna, tetapi harus berfungsi. Beberapa hal tersebut merupakan hal yang wajib dimiliki setiap hari.

    5. Taruh Alat Pembersih di Tempat yang Terlihat

    Siapkan alat pembersih di tempat yang terlihat dan mudah diakses. Dengan begitu, penghuni rumah bisa dengan mudah mulai bersihkan rumah ketika ada waktu dan motivasi.

    Meski cara ini bisa mengganggu pemandangan, setidaknya memberikan kemudahan bagi penghuni rumah.

    6. Gunakan Timer

    Sering kali penghuni rumah enggan memulai bersihkan rumah karena mengira akan menyita banyak waktu. Padahal, belum tentu tugas itu memakan waktu lama, lho.

    Menyetel timer atau pengatur waktu dapat menunjukkan durasi waktu untuk menyelesaikan tugas rumah. Jika penghuni rumah sangat sibuk, coba pasang timer 15 menit sehari untuk pekerjaan rumah.

    7. Buat Jadwal Bersih-bersih

    Kalau benar-benar tak sempat bersihkan rumah di tengah kesibukan, penghuni bisa membuat jadwal. Cukup membuat rutinitas yang sesuai dengan penghuni rumah daripada memaksakan diri.

    Dedikasikan satu hari setiap minggu untuk membersihkan keseluruhan rumah. Jika penghuni memerlukan waktu akhir pekan untuk beristirahat, coba buat daftar tugas yang sesuai dengan waktu yang dimiliki pada minggu itu.

    Itulah beberapa cara menyiasati waktu untuk membersihkan rumah bagi orang sibuk. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Lokasi di Rumah yang Jadi Sarang Serangga, Wajib Cek!



    Jakarta

    Meskipun segala sudut ruangan di rumah terasa bersih, tidak menutup kemungkinan hadirnya serangga. Sebab, serangga suka muncul di area yang sering tidak disadari penghuninya.

    Melansir dari situs Real Simple, setidaknya terdapat 6 area di rumah yang ternyata disukai serangga. Pastikan mengecek keenam area ini dan membersihkannya ya.

    Loteng

    Loteng merupakan tempat tersembunyi di atap rumah yang pasti jarang dicek oleh pemilik rumah. Padahal, loteng menjadi titik masuk bagi kecoa, tikus, dan hama yang lain karena terdapat celah-celah sebagai akses keluar masuk.


    Tempat Sampah

    Jika ada kaleng minuman yang dibuang ke tempat sampah dan tidak dibersihkan terlebih dahulu, cairan manis yang tertinggal dapat mengundang serangga. Oleh karena itu, sebelum membuang sampah seperti bekas makanan atau minuman, upayakan bilas atau cuci terlebih dahulu.

    Furnitur Kayu

    Pemilik rumah jarang menyadari jika furnitur kayu atau pintu dan jendela menjadi tempat yang bisa mengundang serangga apabila kayu tersebut lapuk. Tandanya adalah kayu-kayu tersebut lembap dan rusak. Untuk itu, ganti furnitur kayu yang sudah rusak untuk mencegah masuknya lebih banyak serangga.

    Tempat Sikat Gigi

    Tempat sikat gigi sangat menarik serangga karena kelembapannya. Residu dari pasta gigi bisa menjadi tempat berkembang biak bagi jamur dan menarik semut serta lalat. Solusinya adalah bersihkan tempat sikat gigi seminggu sekali dan biarkan sampai benar-benar kering.

    Tanaman

    Jika pemilik rumah hobi berkebun atau pecinta tanaman, tentu pasti mengetahui bahwa tanaman menjadi salah satu sarang hama dan serangga. Tetesan air dari pot tanaman merupakan surganya nyamuk. Maka, jika ada air yang menggenang di sekitar tanaman perlu dibersihkan secara teratur.

    Wastafel

    Sama seperti tempat sikat gigi, wastafel menyimpan kelembapan yang berlebih. Terlebih lagi, lubang wastafel yang gelap, lembap, dan jarang dibersihkan. Oleh karena itu, disarankan membersihkan lubang wastafel menggunakan air mendidih dan cuka setiap satu bulan sekali.

    Untuk mencegah serangga masuk ke dalam rumah melalui area yang telah disebutkan, sebaiknya perlu dibiasakan perilaku membersihkan rumah, seperti menyingkirkan air yang tergenang, membuang sisa makanan, dan membersihkan saluran air yang tersumbat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Belatung Bisa Muncul di Rumah, Ini Lokasi yang Harus Diwaspadai!



    Jakarta

    Belatung merupakan sangat menjijikan karena bentuknya dan habitatnya di lingkungan kotor Seperti tempat sampah. Akan tetapi, belatung bisa lho ditemukan dengan mudah di dalam rumah.

    Dikutip dari situs Family Handyman, Jumat (09/05/2025), belatung merupakan lalat muda alias larva lalat. Hewan ini tidak memiliki kaki, bertubuh gemuk, dan berwarna putih. Mereka menyerupai cacing kecil. Biasanya terdapat satu atau dua bintik hitam di salah satu ujungnya yang merupakan lubang pernapasan mereka.

    Biasanya belatung dapat ditemukan dalam jumlah yang banyak. Secara teknis, mereka akan berubah menjadi kepompong lalu menjadi lalat. Belatung bisa hilang dengan sendirinya jika sudah menjadi lalat dan memakan semua sumber makanan sehingga area tersebut tidak bisa lagi menjadi tempat bertelur. Bahkan, faktor cuaca yang terlalu kering atau terlalu dingin juga bisa membunuh mereka karena tidak kuat bertahan hidup.


    Namun, adanya belatung di sekitar rumah bukan berarti bisa dibiarkan begitu saja. Pemilik rumah harus waspada dan segera membersihkan belatung agar tidak menjadi sarang penyakit.

    Untuk itu, penghuni rumah harus tahu tempat-tempat di mana kemungkinan adanya belatung. Dikutip dari situs Homes and Garden, pada Jumat (09/05/2025), berikut area di rumah yang menjadi sarang belatung.

    Tempat Sampah Terbuka

    Lalat sangat tertarik kepada area kotor di rumah, termasuk tempat sampah. Sebab, mereka butuh sumber makanan yang berasal dari sisa-sisa makanan di tempat sampah. Pastikan semua sampah dimasukkan ke dalam kantong lalu tutup dengan benar.

    Jangan biarkan tempat sampah terlalu penuh sehingga tidak bisa ditutup dengan rapat. Hal ini karena lalat akan masuk melalui celah sekecil apapun. Bahkan, jika ada wadah makanan yang akan dibuang, pastikan mencucinya terlebih dahulu untuk mengurangi bau yang akan mengundang lalat.

    Selain itu, mengoleskan minyak herbal beraroma lavender atau mint sangat berguna untuk menetralkan bau sampah yang bisa mengurangi kehadiran lalat.

    Piring Kotor

    Lalat akan hinggap pada sisa makanan lalu bertelur yang menjadi cikal bakal timbulnya belatung. Oleh karena itu, jangan pernah membiarkan piring kotor di wastafel atau tergeletak begitu saja di meja dapur. Segera cuci agar tidak mengundang lalat.

    Hal ini juga berlaku jika pemilik rumah memiliki hewan peliharaan. Pastikan untuk selalu membersihkan sisa makanan hewan peliharaan. Jangan membiarkan makanan mereka terbuka karena lalat akan tertarik.

    Halaman Rumah

    Belatung juga bisa ditemukan di area halaman rumah, seperti ada kotoran hewan peliharaan, bangkai binatang, atau kompos. Sebab, lalat sangat tertarik dengan bahan organik yang sudah rusak karena bahan tersebut menyediakan banyak makanan bagi belatung.

    Namun, jika sudah menemukan belatung di area tertentu, maka langsung dibuang dengan penyedot debu atau tisu. Buang belatung jauh dari area rumah. Akan tetapi, jika merasa jijik atau mual maka bisa bunuh belatung dengan campuran bahan yang terdiri dari garam, cuka putih, air mendidih, dan pestisida.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Efektif Ngepel Lantai Agar Nggak Muncul Bau Amis


    Jakarta

    Lantai rumah sebaiknya sering dibersihkan dengan cara disapu dan dipel. Lantai yang bersih dan wangi tentu bikin penghuninya merasa nyaman berjalan di dalam rumah.

    Namun, cara ngepel yang kurang tepat justru bisa membuat tetap kotor, bahkan muncul bau amis. Jangan sampai capek-capek ngepel lantai, tapi hasilnya sia-sia.

    Lantas, bagaimana cara yang tepat buat ngepel lantai biar nggak muncul bau amis? Simak penjelasannya berikut ini.


    Cara Pel Lantai Agar Tidak Bau Amis

    Inilah cara mengepel yang efektif membuat wangi, nggak khawatir muncul bau amis, dikutip dari Cleanipedia.

    1. Bersihkan Ember

    Pastikan menggunakan ember yang bersih ketika hendak mengepel lantai. Sebaiknya langsung membilas ember pel setelah selesai digunakan.

    Bersihkan ember lalu dijemur di bawah bawah sinar matahari untuk membantu sanitasi pel. Ember yang tidak dibersihkan akan meninggalkan kerak di dalamnya, sehingga menimbulkan bau tak sedap pada air pel.

    2. Bersihkan Kain Pel

    Kain pel yang kotor bisa membuat lantai bau. Jagalah kebersihan kain pel dengan segera membilas dan dijemur kering setiap selesai digunakan. Jangan biarkan kain pel lembap karena bisa memicu bau tak sedap.

    Selain itu, cuci pel secara rutin dengan detergen agar kain pel tetap bersih dan bebas dari kuman. Disarankan kain pel diganti setiap tiga bulan sekali.

    3. Sering Ganti Air Pel

    Air pel lama-lama akan kotor dan bau setelah digunakan berulang kali. Pastikan untuk sering mengganti air pel terutama air berubah jadi butek dan berbau.

    Jika ingin lebih optimal, coba gunakan air hangat agar kotoran yang menempel di lantai lebih mudah dibersihkan.

    4. Gunakan Pembersih Lantai dengan Pewangi

    Mengepel lantai tak hanya membersihkan kotoran tetapi juga membasmi kuman dan bakteri. Sebaiknya campurkan pembersih lantai yang wangi agar lantai harum dan bersih maksimal.

    5. Gunakan Teknik Ngepel yang Tepat

    Teknik ngepel juga mempengaruhi kebersihan lantai. Jika memakai pel dengan kepala serupa rumbai-rumbai tali, bersihkan lantai dengan gerakkan menyerupai angka delapan.

    Kalau alat pel terbuat dari spons, bersihkan lantai dengan gerakan maju mundur. Lantai yang dibersihkan dengan baik akan mencegah bau amis pada lantai.

    Itulah cara mengepel lantai agar tidak bau amis. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Penyebab Kamitetep Bisa Masuk Rumah, Ini Cara Basminya



    Jakarta

    Pernahkah melihat benda kecil dan pipih berbentuk seperti biji labu di sekitar rumah? Kemungkinan besar itu adalah kepompong kamitetep atau Phereoeca uterella, sebuah serangga sejenis ngengat.

    Kamitetep sering kali ditemukan pada tembok dan sudut ruangan dan kolong furniture, terutama kalau rumah jarang dibersihkan. Meski tidak berbahaya, serangga ini bisa membuat badan gatal-gatal atau iritasi kalau sampai tersentuh.

    Lantas, kenapakamitetep suka muncul di rumah ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Kamitetep Masuk Rumah

    Inilah sederet alasan kamitetep ada di dalam rumah, dilansir dari Bugwiz.

    1. Lingkungan Memadai

    Kamitetep mencari tempat hidup dan berkembang biak yang cocok untuk mereka. Serangga ini menyukai lingkungan yang lembap, panas, terlindungi, dan minim gangguan.

    Mereka juga tidak pilih-pilih soal tempat berlindung asalkan kebutuhan kelembaban mereka terpenuhi. Oleh karena itu, kamitetep berkembang biak dengan subur dan bisa menyebarkan telurnya di rumah.

    2. Banyak Sumber Makanan

    Kamitetep akan betah tinggal di rumah yang banyak sumber makanan bagi mereka. Serangga ini pun nggak pilih-pilih makanan dan akan memakan bahan organik apa pun.

    Rumah yang jarang dibersihkan tentu menyediakan banyak makanan buat kamitetep. Mereka suka makan sarang laba-laba, debu, kain, serangga mati, rambut, dan lainnya.

    3. Jarang Bersihkan Rumah

    Jika rumah jarang dibersihkan sampai berbulan-bulan, bisa ada banyak kamitetep di rumah. Ruangan atau area yang kotor atau diabaikan akan dipenuhi kepompong kamitetep.

    Serangga biasa ditemukan di garasi, kamar tidur, dan dapur. Mereka menempel pada dinding, loteng, kayu, batu bata, dan plesteran.

    4. Ada Celah Masuk Rumah

    Serangga itu sebenarnya berasal dari luar rumah. Kamitetep betina dewasa yang telah kawin menemukan jalan masuk dan bertelur di rumah.

    Di sisi lain, mereka juga bisa tak sengaja terbawa masuk ke rumah. Misalnya penghuni rumah membawa benda baru seperti tanaman, karpet, dan furniture yang terdapat kamitetep ke dalam rumah.

    Cara Basmi Kamitetep

    Inilah cara membasmi kamitetep di rumah.

    1. Jaga Kelembapan Ruangan

    Kamitetep berkembang biak saat kelembapan tinggi, maka coba kurangi kelembapan di dalam ruangan. Pastikan ada sirkulasi udara dan tidak ada genangan air atau barang lembap.

    2. Bersihkan Rumah

    Kamitetep memakan berbagai bahan organik, seperti sarang laba-laba, kain, dan serangga mati. Oleh karena itu, penghuni rumah harus rajin membersihkan kotoran di rumah.

    3. Gunakan Sabun Cuci Piring

    Kamitetep bisa dibasmi pakai sabun cuci piring. Campurkan 2 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam 3-4 liter air, tapi jangan sampai banyak busa.

    Jangan langsung menyemprotkan cairan tersebut ke kamitetep. Tusuk kepompong hewan tersebut agar tidak bergerak dan buat lubang kecil agar cairan sabun cuci piring yang sudah dibuat bisa masuk ke dalam tubuhnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com