Tag: kebersihan toilet

  • 9 Cara Mengatasi WC Mampet Tanpa Harus Bongkar


    Jakarta

    WC mampet tentu menjadi masalah besar bagi keluarga, terutama jika cuma punya satu toilet. Butuh waktu lama dan biaya besar jika harus membongkar toilet untuk mengatasinya.

    Namun detikers tak perlu panik. Kalian bisa coba menanganinya sendiri. Simak dulu cara mengatasi WC mampet tanpa harus bongkar berikut ini.

    Cara Mengatasi WC Mampet Tanpa Harus Bongkar

    Dirangkum dari Caccia Plumbing dan Apartment Therapy, cara mengatasi WC mampet tanpa harus membongkarnya:


    1. Gunakan Plunger

    Cara paling umum dilakukan jika WC mampet adalah dengan menggunakan plunger. Kualitas plunger akan mempengaruhi hasilnya. Alat ini dapat menyingkirkan penyumbat toilet. Cara menggunakannya adalah sebagai berikut:

    • Letakkan plunger pada toilet sampai benar-benar menutupi lubang toilet.
    • Kemudian sedot dengan cara menekan plunger secara perlahan ke dalam lubang hingga penyumbatnya mengendur.
    • Setelah selesai melakukannya, siram toilet untuk memeriksa apakah toilet sudah mengalir normal. Jika belum, ulangi prosesnya.

    2. Cobalah Soda Kue & Cuka

    Soda kue dapat digunakan untuk membantu melarutkan penyumbat toilet. Gunakan bahan tersebut dengan tambahan cuka untuk membuatnya menggelembung yang dapat membantu mengeluarkan sumbatan.

    • Tuangkan satu cangkir soda kue ke dalam mangkuk. Diamkan selama beberapa menit.
    • Tambahkan dua cangkir cuka secara perlahan.
    • Diamkan kembali campuran tersebut selama satu jam
    • Siram larutan tersebut ke toilet.
    • Jika toilet masih belum mengering, mungkin perlu melakukan proses ini lagi dan mendiamkan larutan tersebut semalaman.

    3. Pakai Garam Epsom

    Garam epsom atau bath bomb juga dianggap efektif untuk mengatasi WC mampet. Garam ini bukan garam dapur. Kandungannya antara lain magnesium, sulfat, dan trace mineral.

    Caranya cukup mudah, yakni dengan memasukkan garam epsom sebanyak satu atau dua cangkir ke dalam toilet. Biarkan selama sekitar 15 menit. Sentor dengan air dan cek apakah sudah lancar.

    4. Tuangkan Sabun & Air Panas

    Gunakan sabun pencuci piring dengan campuran air panas untuk mengatasi WC mampet. Sabun pencuci piring dibuat khusus untuk mengurai minyak dan kotoran. Air panas akan membantu fungsinya.

    Caranya mudah, yakni tuangkan sabun cuci piring ke dalam WC. Kemudian tuangkan air panas (bukan air mendidih) secara hati-hati. Diamkan beberapa menit untuk melunakkan sumbatan. Sentor WC dan cek apakah sudah lancar.

    5. Gunakan Pompa Khusus

    Cara mengatasi WC mampet tanpa harus bongkar selanjutnya adalah dengan menggunakan alat pompa khusus toilet. Alat ini dapat dibeli di berbagai toko online.

    Caranya yakni dengan meletakkan ujung pompa masuk ke dalam lubang pembuangan. Kemudian pompa hingga sumbatannya hilang. Sentor WC dan pastikan airnya bisa mengalir lancar.

    6. Pakai Auger

    Cara lainnya adalah menggunakan alat auger. Alat ini juga dikenal dengan ular pipa. Alat ini berbentuk koil fleksibel yang dapat dipanjang-pendekkan sampai ke dalam lubang.

    Cukup masukkan alat ini ke dalam saluran toilet, dorong dan putar engkol secara perlahan. Putar beberapa kali dan lakukan gerakan dorong dan tarik sampai air mengalir lancar.

    7. Manfaatkan Kawat Hanger

    Jika detikers tidak punya alat-alat di atas, kalian bisa memanfaatkan kawat hanger untuk menyingkirkan sumbatan di WC. kawat ini dapat difungsikan sebagai ular pipa toilet.

    Modifikasi terlebih dahulu bentuk kawat hanger agar bisa dimasukkan ke saluran toilet. Untuk mencegah goresan pada porselen, lilitkan kain di sekeliling pengaitnya.

    Masukkan ke lubang dan carilah penyebab sumbatan, kemudian sodoklah hingga sumbatan terurai. Sentor WC untuk memastikan air mengalir lancar.

    8. Siram Pakai Bio-Cleaner

    Cara lainnya adalah menggunakan cairan bio-cleaner yang lebih aman daripada yang berbahan kimia. Cairan kimia bisa mengikis pipa. Bio-cleaner dapat menguraikan partikel limbah menjadi air, abu mineral, dan karbon dioksida.

    Cukup tuangkan pembersih ke dalam toilet. Tunggu beberapa menit sesuai petunjuk pada kemasan. Sentor WC dan periksa apakah sudah ada perubahan. Ulangi hingga beberapa kali jika masih ada sumbatan.

    9. Panggil Tukang Sedot WC

    Jika cara-cara di atas belum bisa mengatasi, coba panggil tukang sedot WC terdekat. Mereka memiliki peralatan lebih lengkap untuk mengatasi WC mampet tanpa harus bongkar.

    Demikian tadi 9 cara mengatasi WC mampet tanpa harus bongkar. Beberapa bahan dan alat di atas dapat diperoleh dengan mudah. Jika merasa kesulitan, detikers bisa menghubungi profesional.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Nggak Boleh Buang Tisu ke Toilet? Ternyata Ini Alasannya


    Jakarta

    Sering kali ada tulisan dilarang membuang tisu ke dalam WC di toilet umum. Meski terkesan sepele, kalau imbauan itu dilanggar lama-lama bakal timbul masalah, lho.

    Membuang tisu ke dalam toilet memang cukup praktis, tapi dampaknya bisa bikin rugi pemilik toilet. Lembaran tisu yang dibuang terus-menerus ke toilet bakal merusak saluran toilet.

    Lantas, apa saja risiko membuang tisu ke dalam toilet ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Alasan Dilarang Buang Tisu ke Toilet

    Inilah sederet alasan mengapa tisu tidak boleh dibuang ke dalam toilet, dikutip dari Scott English Plumbing.

    1. Efek Fatberg

    Membuang tisu ke toilet dapat memicu fatberg, sehingga pipa perlu diperbaiki. Efek fatberg adalah kondisi di mana tisu basah ini bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak, sehingga ini membentuk sebuah tumpukan dan formasi seperti gunung es.

    Formasi ini menyebabkan penyumbatan pada pipa dan saluran air, apalagi efek ini bisa mencapai panjang hingga lebih dari 10 kaki atau dan berat hingga 100 kg.

    2. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Tisu yang disiram ke toilet mungkin tidak tersangkut di pipa, tetapi mencapai sistem saluran pembuangan. Hal ini dapa menyebabkan kerusakan di sistem septic tank rumah serta sistem saluran pembuangan kota.

    3. Tisu Susah Terurai

    Tisu tidak akan terurai meski disiram ke dalam toilet. Tisu dalam keadaan basah dan melewati sistem saluran pembuangan ini tidak langsung hancur dalam 24 jam.

    Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Alhasil, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan penyumbatan saluran pembuangan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kebiasaan Buang Tisu ke Kloset Bisa Picu Bencana Sanitasi di Rumah


    Jakarta

    Kloset merupakan perangkat sanitasi yang jalur pembuangannya menuju ke septic tank. Jalur tersebut hanya bisa dilalui oleh air dan kotoran. Selain itu, benda lain dilarang di buang ke dalam sana, terutama yang berbahan keras dan susah terurai.

    Tidak terkecuali adalah tisu. Pemakaian tisu di kamar mandi sebenarnya ditujukan untuk mengelap area dudukan kloset atau untuk mengeringkan area yang basah di badan. Di luar negeri, tisu banyak digunakan sebagai pengganti air untuk membersihkan bagian badan yang kotor.

    Membuang tisu ke dalam lubang kloset bisa menyebabkan saluran tersumbat karena saluran tersebut hanya untuk kotoran dan air saja. Memperbaiki kloset yang tersumbat tidak mudah dan apabila sumbatannya cukup parah, area pipa perlu dibongkar.


    Selain menyumbat saluran pembuangan, membuang tisu juga menyebabkan masalah lain, dilansir Scott English Plumbing, berikut penjelasannya.

    Risiko Buang Tisu ke Dalam Toilet

    1. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Penyumbatan pada saluran pembuangan dapat membuat sistem saluran tersebut rusak. Ada jalur-jalur yang tertutup sehingga arah jalannya air akan berubah. Bisa saja saluran pembuangan cadangan masuk ke rumah melewati wastafel, saluran air, bak mandi, dan bukaan lain yang terhubung langsung ke sistem septic tank rumah.

    2. Saluran Pembuangan Tersumbat

    Penyumbatan terjadi karena tisu tidak dapat terurai seperti kotoran manusia. Selain itu, serat-serat tisu tersebut bisa tersangkut di dalam pipa. Hal tersebut dapat menyumbat jalannya kotoran. Apabila terdapat benda padat menghadang jalan, air dan kotoran akan sulit lewat.

    Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Karena tidak langsung hancur, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan. Itulah kenapa alasan tisu harus dibuang ke tempat sampah yang tersedia di toilet.

    Penumpukan tisu di dalam saluran ini juga disebut dengan efek fatberg. Kondisi paling buruk dari efek fatberg adalah tisu basah tersebut bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak, sehingga ini membentuk sebuah tumpukan dan formasi seperti gunung es.

    3. Benda Tersangkut di Pipa

    Pipa dalam kondisi baru biasanya bentuknya cukup mulus sehingga air bisa mengalir bebas. Namun, seiring berjalannya waktu akan muncul korosi dan ada bagian dari pipa yang meleleh atau mengelupas. Apabila hal tersebut terjadi di dalam pipa, akan banyak titik sangkutan yang apabila tisu lewat di dalamnya akan menutup jalur pembuangan.

    Selain korosi, material pipa dari tanah liat, beton, dan pipa besi juga rentan terhadap pertumbuhan akar pohon yang memungkinkan tumbuh ke dalam sistem saluran pembuangan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Tiba-tiba Muncul Lalat di Kamar Mandi, Pertanda Apa?


    Jakarta

    Kemunculan hewan di suatu tempat bisa jadi pertanda ada perubahan yang disukai oleh mereka. Lantas, jika menemukan ada lalat di kamar mandi, pertanda apa ya?

    Sebelumnya, kenalan dulu dengan jenis lalat yang ditemui di kamar mandi karena bentuknya berbeda dengan lalat-lalat yang sering di dekat makanan. Serangga tersebut disebut dengan lalat limbah.

    Jika diperhatikan, lalat limbah ukurannya jauh lebih kecil sekitar 0,6 cm dan lebih banyak diam. Tubuhnya pun tidak berwarna hitam dan hijau, melainkan cokelat keabu-abuan atau hitam, dan tampak seperti bulu halus. Sayapnya memiliki bulu dan berbentuk seperti daun.


    Kemunculan lalat limbah pada kamar mandi ini bisa didasari pada dua alasan, dilansir Family Handyman begini penjelasannya.

    1. Masalah pada Saluran Pembuangan

    Lalat limbah sering mendapat sinyal untuk toilet-toilet yang mengalami masalah seperti mampet, jarang dibersihkan, dan jarang digunakan. Mereka menyukai tiga kondisi tersebut. Oleh karena itu, toilet atau kamar mandi harus sering dibersihkan dan dipakai secara berkala agar lalat limbah tidak muncul.

    Menjaga kebersihan toilet bukan hanya pada tempat pembuangan tinja saja, melainkan kamar mandi secara keseluruhan.

    2. Mencari Makanan

    Alasan kedua adalah lalat limbah menemukan sumber makanan. Hewan kecil ini tertarik pada bahan yang berbau busuk, alga, bakteri, dan jamur. Biasanya sumber makanannya menempel di dekat saluran pembuangan, lekukan bagian bawah barang di kamar mandi dan sudut-sudut yang jarang dibersihkan.

    Cara Mencegah Lalat Limbah Muncul di Kamar Mandi

    Dilansir laman Martha Stewart, berikut cara mencegah lalat limbah datang ke kamar mandi.

    • Perbaiki kebocoran pipa dan pastikan saluran air tidak tersumbat.
    • Bersihkan saluran air secara teratur dengan menggunakan pembersih enzimatik atau mikroba.
    • Tutup saluran pembuangan wastafel, pancuran, atau lubang kamar mandi saat tidak digunakan
    • Jangan biarkan ada sampah busuk di dalam rumah
    • Buang sampah setiap hari

    Itulah penyebab lalat limbah muncul di kamar mandi dan cara mencegahnya. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Alasan Kloset Duduk Lebih Populer Ketimbang Jongkok di Negara Barat


    Jakarta

    Indonesia terdapat 2 jenis kloset yang biasa dipakai, yakni kloset duduk dan jongkok. Hal ini berbeda dengan bentuk kloset di negara barat di mana kloset jongkok ternyata tidak banyak dipakai di negara-negara Eropa.

    Sebagai contoh di Prancis, kloset baru masuk pada abad ke-19 atau sekitar tahun 1800-an. Sebelum itu, kebanyakan dari mereka memakai bidet, yakni alat seperti cangkir dengan mulut yang lebar untuk menampung tinja. Bidet tersebut diletakkan di bawah kursi yang dudukannya bolong. Saat kloset masuk, bentuknya pun seperti kloset duduk, tetapi lebih lebar seperti meja yang tengah terdapat lobang.

    Lantas, apa alasan kloset duduk lebih populer daripada kloset jongkok di negara barat?


    Dilansir situs Jialifu Cubicle, berikut beberapa alasan orang barat lebih banyak memakai kloset duduk daripada kloset jongkok.

    1. Sulit Berdiri Setelah Jongkok

    Kloset jongkok dinilai lebih sulit dipakai. Beberapa ada yang khawatir akan kesulitan berdiri setelah jongkok lama dan kaki bisa terasa mati rasa (kesemutan). Kloset duduk dinilai efisien di mana mereka bisa membaca buku, bermain ponsel, dan kegiatan lainnya saat buang kotoran.

    2. Kloset Jongkok Dinilai Tak Higienis

    Kemudian, dari sisi kebersihan kloset jongkok yang tidak memiliki penutup di atasnya dinilai tidak higienis dibanding kloset duduk. Mereka khawatir saat menyiram dan buang kotoran, ada cipratan air yang mengenai pakaian atau lantai kamar mandi.

    3. Posturnya Tak Nyaman

    Saat memakai kloset duduk, penggunanya tidak perlu banyak berfikir karena bentuknya yang mirip dengan kursi biasa. Jika memakai kloset jongkok tubuh harus memiliki keseimbangan agar tidak jatuh ke depan atau belakang. Belum lagi risiko tergelincir. Selain itu, postur tubuh orang barat berbeda dengan orang Asia yang lebih kecil.

    4. Khawatir Ada Barang Bawaan Jatuh

    Alasan lainnya adalah soal keamanannya. Biasanya mereka menyimpan barang-barang di kantong celana, seperti ponsel dan dompet. Mereka khawatir barang bawaan mereka bisa terjatuh ke dalam kloset ketika mereka jongkok.

    Itulah beberapa alasan kloset duduk banyak dipakai di negara barat dibandingkan kloset jongkok. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Bahaya Buang Tisu ke Kloset Bukan Cuma Bikin Mampet


    Jakarta

    Tulisan berisi peringatan tidak membuat tisu ke dalam kloset pasti sering kita temui terutama ketika menggunakan toilet umum. Peringatan ini bukan hanya mengingatkan penggunanya untuk tidak membuang sampah sembarangan, melainkan ada makna lain.

    Tisu merupakan benda padat yang tidak mudah hancur meskipun wujudnya tipis. Hal ini bisa dibuktikan dengan cara merendam tisu di dalam cairan. Tisu tersebut hanya tenggelam ke dasar dan tidak hancur.

    Apabila kondisi serupa terjadi di dalam pipa pembuangan, tentu akan menimbulkan banyak masalah, salah satunya adalah menutup jalur air dan membuat mampet. Ini hanya satu masalah dari beberapa risiko yang bisa terjadi. Untuk lebih jelasnya, dilansir Scott English Plumbing, berikut hal yang bisa terjadi apabila membuang tisu ke dalam kloset.


    1. Efek Fatberg

    Efek fatberg adalah kondisi di mana tisu basah ini bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak. Penumpukan ini bisa bertambah luas hingga seperti gunung es. Apabila sudah sampai seperti ini akan terjadi sumbatan pada saluran pembuangan. Tanda-tanda saluran pembuangan sudah mampet adalah kotoran sulit turun dan muncul bau tak sedap dari area kamar mandi dan pipa pembuangan yang terhubung dengan septic tank.

    2. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Jika kondisi sumbatan sudah parah dan tidak segera diperbaiki, pipa pembuangan bisa rusak. Hal ini dikarenakan tidak ada ruang lagi untuk air dan kotoran lewat. Penumpukan benda di dalam pipa bisa memberikan tekanan yang berisiko terjadi kebocoran.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bersihkan Dudukan Kloset Pakai Tisu Malah Bikin Tambah Kotor!



    Jakarta

    Tisu merupakan sejenis kertas tipis yang bisa digunakan untuk apa saja. Salah satunya adalah digunakan untuk membersihkan permukaan kloset yang basah.

    Budaya di Indonesia masih memakai shower kecil dan keran, bisa saja air berceceran hingga ke permukaan lubang kloset. Untuk membersihkan bagian tempat duduk toilet, biasanya memakai tisu karena tidak ada yang tahu air yang bercecer di sana itu air bersih atau sudah terkontaminasi dengan kotoran orang lain.

    Meskipun terlihat sangat membantu, ternyata menurut produsen penggunaan tisu untuk membersihkan permukaan kloset sangat tidak dianjurkan. Dilansir BBC, perusahaan produsen toilet asal Jepang, Toto mengungkapkan tisu dapat menimbulkan goresan. Hal ini disebabkan karena permukaan tisu tersebut dapat mengikis pelindung pada permukaan kloset.


    Dudukan kloset terbuat dari resin plastik yang juga rentan terhadap gesekan. Apabila dipegang, permukaan tisu memang lembut, tetapi debu atau partikel halus yang menempel pada tisu bisa menyebabkan goresan ketika diusap. Hal ini berlaku bagi tisu kering dan kain. Goresan tersebut bisa membuat lubang yang berpotensi sebagai tempat kotoran menempel, lama kelamaan permukaan kloset yang putih bisa berubah warna.

    Peringatan ini bukan hanya dilontarkan oleh perwakilan perusahaan produsen kloset, para ahli kebersihan juga menyampaikan hal yang sama. Mereka menyarankan lebih baik menggunakan kain lembut yang telah direndam dalam detergen atau air bersih biasa untuk membersihkan dudukan toilet daripada menggunakan tisu. Cara ini lebih aman, dapat membersihkan dudukan toilet, dan tidak menimbulkan goresan pada dudukan toilet.

    Selain melarang penggunaan tisu, penggunaan bahan pengencer, penggosok nilon atau logam, atau bahan abrasif lainnya juga berpotensi merusak permukaan dudukan toilet.

    Toto berkomitmen, akan membuat inovasi baru dengan membuat kloset dari material yang lebih aman sehingga jika ada penggunanya yang tetap menggunakan tisu tidak akan mempengaruhi kualitas permukaan kloset.

    Di luar itu, ada larangan lain saat berada di toilet. Menurut laporan dari NDTV, para ahli juga melarang seseorang terlalu lama duduk di kloset, terutama sembari membawa ponsel. Hal tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

    Posisi duduk di toilet merupakan posisi tubuh yang tidak baik. Gravitasi tidak hanya membuat manusia tetap berada di bumi, tetapi juga membuat tubuh bekerja lebih keras untuk memompa darah kembali ke jantung. Dudukan toilet yang berbentuk oval menjaga posisi rektum lebih rendah dibandingkan kursi biasa sehingga gravitasi menambah tekanan pada dasar panggul.

    Itulah penjelasan mengapa permukaan kloset tidak boleh dibersihkan memakai tisu, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com